Anda di halaman 1dari 34

HANDOUT ANATOMI BLOK GASTROINTESTINAL

DINDING ABDOMEN &


SYSTEMA DIGESTIVA ACESSORIA

Yunita Desy Wulansari


G0012238

LABORATORIUM ANATOMI DAN EMBRIOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2015

DINDING ABDOMEN
Abdomen merupakan bagian tubuh yang terletak di antara thorax dan pelvis. Abdomen
dibatasi:
-

Superior : diaphragma

Inferior : apertura pelvis superior

Anterior : m. rectus abdominis, m. obliquus externus abdominis, m. obliquus internus


abdominis, m. transversus abdominis beserta fascianya

Posterior : kelima vertebrae lumbales dan discus intervertebralis

Lateral : costae, os coxae, m. psoas major, m. quadratus lumborum, dan aponeurosis origo
m. transversus abdominis

DINDING ABDOMEN ANTERIOR

(Lateral ke medial = Dari luar ke dalam)


Terdiri dari:
A. Kulit
Bagian tengah kulit mendapat vascularisasi dari arteri epigastrica superior (cab. arteri
thoracica

interna)

dan

arteri

epigastrica inferior (cab. arteri


iliaca externa). Sedangkan bagian
lateral

divascularisasi

cabang-

cabang arteri intercostalis, arteri


lumbalis, dan arteri circumflexa
ilium profundus.
Persarafan bagian kulit berasal dari
Rr. anteriores 6 nervi thoracici
bagian bawah (5 nervi intercostales
bagian

bawah

dan

nervus

subcostalis), nervus iliohypogastricus dan nervus ilioinguinalis


3

Pada saat inspeksi dan palpasi permukaan kulit, didapatkan bangunan antara lain:
1.

Angulus infrasternalis
Merupakan sudut yang dibentuk arcus costae dan processus xiphoideus

2.

Umbilicus
Derivat funiculus umbilicalis, terletak setinggi VL3 VL5

3.

Linea alba
Terdapat pada garis median yang dibentuk oleh lamina anterior et posterior vagina musculi
recti abdominis

4.

Linea transversa
Gambaran inscriptions tendineae musculi recti abdominis di kanan kiri linea alba

5.

Linea semilunaris Spigelli


Garis lengkung dari pertemuan antara aponeurosis m. obliquus internus abdominis dan m.
transversus abdominis

6.

Ligamentum inguinale
Merupakan penebalan aponeurosis m. obliquus externus abdominis yang memanjang dari
SIAS hingga tuberculum pubicum

7.

Linea nigra
Gambaran linier dari pigmen kecoklatan pada linea mediana di bawah umbilicus yang
timbul selama kehamilan dan seterusnya tetap ada

8.

Striae gravidarum
Gambaran linier berwarna kemerahan pada abdomen bagian bawah yang disebabkan
robeknya jaringan ikat intradermal karena pengembangan kulit pada kehamilan, ascites, dll

9.

Linea albicantes
Bekas striae gravidarum yang setelah partus berubah menjadi gambaran linier berwarna
putih dan berkilat

10. Caput medusa


Merupakan gambaran pembesaran vena-vena superficialis abdomen di sekitar umbilicus
akibat penghambatan sistem porta

Regiones pada kulit dinding anterior abdomen


Terdapat beberapa garis bantu horizontal dan vertikal untuk menentukan regiones antara lain:

1.

Terletak setinggi proc. spinosus VL4.

Linea xiphisternalis
Garis horizontal yang melalui articulatio

2.

5.

xiphisternalis.

Garis

Linea transpyloricae

tuberculum

Garis horizontal yang melalui margo

setinggi proc. spinosus VL5.

superior symphisis pubis hingga margo

3.

6.

horizontal
crista

yang

melalui

iliaca.

Terletak

Linea interspinosa

superior manubrium sterni. Terletak

Garis horizontal yang melalui SIAS

setinggi VL1.

dexter et sinister.

Linea subcostalis

7.

Linea mediana

Garis horizontal yang melalui titik

Garis vertikal yang berjalan di tengah

terbawah

dan membagi tubuh menjadi 2 bagian

arcus

costae.

Terletak

setinggi processus spinosus VL2 saat

yang simetris.

posisi berdiri dan setinggi processus

4.

Linea intertubercularis

8.

Linea medioclavicularis

spinosus VL3 saat berbaring.

Garis vertikal yang menghubungkan

Linea supracristalis

titik tengah clavicula dengan titik

Garis horizontal yang melalui titik

tengah dari garis antara SIAS dan

tertinggi crista iliaca dexter et sinister.

symphisis pubis.

Dengan adanya garis-garis bantu, abdomen dibagi menjadi 9 regiones yaitu:


1.

Regio epigastrica

2.

Regio hypochondriaca dextra

3.

Regio hypochondriaca sinistra

4.

Regio umbilicalis

5.

Regio lumbalis dextra

6.

Regio lumbalis sinistra

7.

Regio hypogastrica

8.

Regio inguinalis dextra

9.

Regio inguinalis sinistra

B. Fascia Superficialis
Fascia superficialis abdominis dibagi menjadi fascia campher dan fascia scarpa. Di atas
umbilicus kedua fascia ini akan bersatu dan meluas ke dinding anterior thorax menjadi
fascia pectoralis superficialis, sedangkan ke arah posterior menjadi fascia superficialis dorsi.
Di bawah umbilicus, kedua fascia ini dipisahkan menjadi:
1.

2.

Fascia Campher (lamina superficialis, berupa lemak):

Ke arah tungkai menjadi tela subcutanea femoris

Ke arah penis menjadi fascia superficialis penis

Ke arah perineum menjadi fascia perinealis superficialis

Fascia Scarpa (lamina profunda, berupa membranosa)

Ke arah tungkai menjadi fascia lata

Ke arah scrotum menjadi tunica dartos

Ke arah penis membentuk lig. fundiforme penis dan menjadi fascia profunda penis

Ke arah perineum menjadi fascia perinealis profunda

Bangunan-bangunan pada fascia superficialis abdominis:


1. Pembuluh darah:
a. a. epigastrica superficialis (cabang a. femoralis)
b. a. circumflexa externa
c. a. pudenda externa
d. r. cutaneus a. epigastrica superior
e. r. cutaneus a. epigastrica inferior
6

f. r. cutaneus a. intercostalis
g. Vv. superficialis abdominis

dibentuk oleh:

v. thoraco epigastrica

v. epigastrica superior

ujung v. paraumbilicalis

ujung v. epigastrica inferior

v. circumflexa ilium superficialis

v. pudenda externa

v. dorsalis penis

2. Saraf:
a. Rr. cutanei Nn. intercostales 7-11
b. r. cutaneus n. subcostalis
c. r. cutaneus n. iliohypogastricus
d. r. cutaneus n. ilioinguinalis
3. Vasa lymphatica:
a. Di atas umbilicus, vasa efferent akan menuju: nl. axillaris, nl. deltoideopectoralis,
dan nl. mammaria interna
b. Di bawah umbilicus, vasa efferent akan menuju: nl. inguinalis dan nl. iliaca
interna

C. Fascia Profunda
Fascia profunda hanya berupa lapisan tipis jaringan ikat yang menutupi musculus dan
terletak tepat di sebelah dalam fascia Scarpa.

D. Musculi dan Aponeurosis


Bagian anterior: m. rectus abdominis
Bagian lateral (dari luar ke dalam): m. obliquus externus, m. obliquus internus, dan m.
transversus abdominis.

1. M. obliquus externus abdominis


Origo: dataran luar costae V-XII
Insertio: crista iliaca, linea alba
Saraf yang menembus musculus ini:
- Rr. cutanei n. intercostalis 7-12
- r. cutaneus lateralis n. iliohypogastricus

Bangunan-bangunan:
a. Ligamentum inguinale Pouparti
Merupakan penebalan aponeurosis m. obliquus externus abdominis yang
membentang dari SIAS hingga tuberculum pubicum
b. Ligamentum lacunare Gimbernati
Merupakan perluasan dari lig. inguinale pars medialis ke arah medial dan
melekat ke pecten ossis pubis.
c. Ligamentum reflexum Callosi
Berjalan mulai dari ligamentum lacunare dan os pubis, kemudian berjalan ke
arah medial di belakang annulus inguinalis superficialis dan di depan falx
inguinalis.
d. Trigonum lumbale Petiti
Merupakan bangunan segitiga pada regio lumbal bawah dekat crista iliaca.
Batas-batas:
Tepi medial : tepi lateral m. latissimus dorsi
Tepi lateral : tepi medial m. obliquus externus abdominis
Tepi bawah : crista iliaca
Dasar

: m. obliquus internus abdominis

e. Annulus inguinalis superficialis


Merupakan celah triangulair pada aponeurosis m. obliquus externus abdominis
di atas tuberculum pubicum. Annulus inguinalis superficialis terdiri dari dua crura

yaitu crus lateralis yang melekat pada tuberculum pubicum dan crus medialis
yang melekat pada symphisis pubis.
Bangunan yang keluar dari annulus ini:
Pada laki-laki

: funiculus spermaticus

Pada perempuan : ligamentum teres uteri bersama a/v ligamenti teres uteri, n.
ilioinguinalis
f. Funiculus spermaticus
Berjalan pada canalis inguinalis, lalu keluar dari annulus inguinalis superficialis
untuk masuk ke dalam scrotum. Bungkus funiculus spermaticus setelah keluar
dari annulus inguinalis superficialis dari luar ke dalam) adalah fascia spermatica
externa, fascia spermatica media, dan fascia spermatica interna.
Isi:
-

a. testicularis cabang aorta abdominalis

v. testicularis (dexter menuju vena cava inferior, sinister menuju v. renalis


sinistra)

plexus testicularis

vasa lymphatica

a/v deferentialis

ductus deferentis

2. M. obliquus internus abdominis


Origo: fascia lumbodorsalis, crista iliaca, ligamentum
inguinale
Insertio: costae IX-XII, linea alba
Saraf yang menembus m. obliquus internus abdominis:

o r. cutaneus lateralis n. iliohypogastricus


o r. cutaneus lateralis n. subcostalis
o r. cutaneus anterior n. iliohypogastricus
o n. ilioinguinalis

Bangunan-bangunan:
a. Fascia spermatica media
Bungkus kedua dari funiculus spermaticus yang dibentuk lanjutan tepi inferior m.
obliquus internus abdominis
b. Falx inguinalis
Aponeurosis m. obliquus internus abdominis dan m. transversus abdominis yang
menuju crista pubica
3. M. transversus abdominis
Origo: fascia lumbodorsalis, dataran dalam costae VII-XII,
crista iliaca, ligamentum inguinale
Insertio: linea alba, tuberculum pubicum
Saraf dan pembuluh darah yang menembus m. transversus
abdominis:

o Nn. intercostales 7-11


o n. subcostalis
o n. iliohypogastricus
o n. ilioinguinalis
o a. intercostalis posterior 10-11
o a. subcostalis
o a. musculophrenica
o r. ascenden a. circumflexa ilium profunda

Bangunan-bangunan:
a. Ligamentum interfoveolare
Perluasan serabut otot dan tendo m. transversus abdominis
b. Falx inguinalis
4. M. rectus abdominis
Origo: anterior symphisis pubis dan crista iliaca
Insertio: cartilagines costales V-VII dan processus xiphoideus

10

Musculus ini dibagi menjadi segmen-segmen yang


jelas oleh 3 intersectiones tendineae.
- Pertama terletak setinggi proc. xiphoideus
- Kedua terletak setinggi umbilicus
- Sstunys terletak di antara keduanya.
Musculus rectus abdominis dibungkus oleh vagina
musculi recti yang dibentuk oleh aponeurosis dari
m. obliquus externus abdominis, m. obliquus
internus

abdominis,

dan

m.

transversus

abdominis.
Isi vagina musculi recti:
a. m. rectus abdominis
b. m. pyramidalis (di bagian bawah vagina musculi recti)
c. ujung terminal Nn. intercostales 6-12
d. a/v epigastrica superior
e. a/v epigastrica inferior
E. Fascia Extraperitonealis
Merupakan jaringan ikat areolair yang terletak di antara fascia yang melapisi bagian
dalam dinding cavum abdominis dengan peritoneum.
Bangunan-bangunan pada jaringan extraperitoneal adalah:
1. Organ:
-

Tractus digestivus: ventriculus, intestinum, hepar, pancreas, dan lien

Tractus urinarius: ren, ureter, vesica urinaria, dan urethra pars prostatica

Tractus genitalis: ovarium, tubae uterine, uterus (pada wanita)


ductus ejaculatorius, vesicular seminalis, glandula prostata
(pada pria)

2. Vasa darah:
-

Aorta abdominalis dan cabang-cabangnya

11

Vena cava inferior & vena yang bermuara padanya

Vena porta & vena yang bermuara padanya

3. Vasa lymphatica: vasa lymphatica dan lymphonodi dari viscera abdominis


4. Saraf:
-

Simpatis

: Nn. splanchnici beserta ganglionnya

Parasimpatis: n. vagus dan n. erigentes

5. Bangunan sisa foetus:


-

Lig. teres hepatis

sisa v. umbilicalis

Lig. vesico umbilicale mediale

sisa dari urachus (saluran penghubung vesica

urinaria dan allantois saat embrional)


-

Lig. vesico umbilicale laterale

sisa a. umbilicalis dextra et sinistra

F. Peritoneum parietale
Peritoneum adalah membran serosa tipis dan licin yang melapisi bagian dalam dinding
cavum abdominis dan membungkus sebagian atau seluruh viscera abdomen.
Peritoneum dibagi menjadi 2 yaitu peritoneum parietale (melapisi bagian dalam dinding
cavum abdominis) dan peritoneum viscerale (membungkus sebagian/seluruh organ
viscera abdominis). Berhubungan dengan fungsi peritoneum viscerale:

Hanya melapisi sebagian organ-organ yang berada di dekat dinding cavum


abdominis. Organ-organ ini disebut organ retroperitoneal.

Melapisi hamper seluruh bagian organ-organ yang letaknya mengarah ke dalam


cavum abdominis. Organ-organ ini disebut organ intraperitoneal.

Kedua lapisan peritoneum tersebut akan membentuk suatu rongga yang disebut cavum
peritonei. Dalam keadaan normal, cavum ini hanya berisi sedikit cairan serosa untuk
membasahi permukaannya. Keadaan patologis cavum peritonei:
-

Berisi udara : pneumoperitoneum

Berisi darah : hemoperitoneum

Berisi exudat serous : ascites

Akibat adanya perputaran usus saat embrional, pada saat dewasa, cavum peritonei tidak
lagi merupakan satu rongga yang terdiri dari dua ruangan yang saling berhubungan
12

sehingga dikenal adanya cavum peritonei mayor dan minor. Kedua cavum ini
berhubungan melalui lubang yang disebut foramen epiploicum Winslowi. Cavum
peritonei minor terletak di belakang omentum sehingga sering disebut bursa omentalis.
Fungsi peritoneum antara lain:
1. Mengurangi/mencegah terjadinya gesekan antar bangunan viscera abdominis
2. Pertahanan terhadap infeksi
3. Menyimpan lemak
4. Sebagai alat penggantung
5. Mempercepat absorpsi obat-obat yang dimasukkan intraperitoneal
Radang pada peritoneum: peritonitis
NEUROVASCULARISASI
1. Vascularisasi
a. Peritoneum parietale

sesuai vascularisasi dinding abdomen

b. Peritoneum viscerale

sesuai vascularisasi alat-alat yang dibungkusnya

2. Innervasi
a. Peritoneum parietale

cabang-cabang: n. intercostalis 7-12, plexus lumbalis,

dan n. phrenicus
b. Peritoneum viscerale

serabut-serabut otonom sesuai innervasi alat-alat yang

dibungkusnya
DUPLICATOR PERITONEI
1. Alat penggantung peritonei
Merupakan duplicator peritonei yang membentang dari peritoneum parietale ke
peritoneum viscerale dari organ yang digantungnya. Contoh:
-

Colon

mesocolon

Intestinum tenue

Appendix vermiformis

mesenterium
mesenteriolum

2. Omentum
Merupakan duplicator peritonei yang membentang dari ventriculus/gaster ke organorgan sekitarnya. Terdapat 2 macam omenta:

13

a. Omentum minus

terdiri dari:

Ligamentum hepatoduodenale

Ligamentum gastrohepaticum

b. Omentum majus
Merupakan bagian peritoneum yang dibentuk oleh duplicator mesogastrium
dorsale yang menutupi organ-organ perut di sebelah ventral. Fungsi:
-

Proteksi terhadap invasi bakteri ke peritoneum

Tempat timbunan lemak

Menghambat masuknya duodenum ke lumen ventriculus

Mengisi ruangan yang terbentuk sementara

3. Ligamentum peritonei
Merupakan duplicator peritonei yang terbentuk akibat perjalanan peritoneum yang
melapisi lebih dari 1 organ viscera abdominis. Pada saat embrional, ligamenta ini
berasal dari mesogastrium ventrale dan dorsale.
Yang berasal dari mesogastrium ventrale:
a. Ligamentum coronaria hepatis
b. Ligamentum triangulare hepatis
c. Ligamentum falciforme hepatis
d. Omentum minus
e. Tunica serosa hepar, vesica fellea, dan pancreas
Yang berasal dari mesogastrium dorsale:
a. Ligamentum phrenico lienale
b. Ligamentum gastro lienale
c. Mesenterium
d. Mesenteriolum
e. Mesocolon transversum
f. Mesocolon sigmoideum
g. Omentum majus
h. Tunica serosa lien

14

DINDING POSTERIOR ABDOMEN


Tersusun atas:
A. Kulit
Kulit pada daerah ini sangat tebal.
B. Fascia superficialis dorsi
Pada fascia ini terdapat:
1. Pembuluh darah cutan: cabang Aa. Lumbales dan vena cutanea yang bermuara ke
Vv. lumbales
2. Saraf-saraf cutan: cabang dari Rr. primarii posteriors Nn. spinales Th 7-12
3. Vasa lymphatica: ke nl. inguinalis superficialis

C. Musculus
Musculi pada dinding posterior abdomen terbagi menjadi 4 lapisan dengan susunan luar
ke dalam yaitu:
1. Lapisan pertama: M. latissimus dorsi
Origo: proc. spinosus V.Th 7-12,
vertebrae lumbales et sacrales
fascia lumbodorsalis
costae X-XII
Insertio: dasar sulcus intertubercularis humeri
ventral crista tuberculi minoris humeri
Innervasi: n. thoracodorsalis

Bangunan penting berkaitan dengan musculus ini yaitu:


a. Trigonum auscultasi

batas:

Craniomedial: tepi lateral m. trapezius


Lateral

: margo vertebralis scapula

Inferior

: tepi atas m. latissimus dorsi

15

Dasar

: m. rhomboideus major

b. Trigonum lumbale Petiti

2. Lapisan kedua:
a. M. obliquus externus abdominis
b. M. erector spinae
c. M. longisimus dorsi
d. M. serratus posterior inferior
Origo: lig. sacroiliaca posterior, proc. transversus V.Th 8-12, VL1-2
Insertio: margo inferior costae 9-12
Innervasi: cabang-cabang Nn. intercostales 9-12

3. Lapisan ketiga:
a. M. multifudus
b. M. interspinales
c. M. obliquus internus abdominis

4. Lapisan keempat:
a. M. quadratus lumborum
Origo: crista iliaca, proc. transversus vertebrae lumbales bawah
Insertio: proc. transversus vertebrae lumbales atas, margo inferomedial costa XII
Innervasi: r. muscularis n. subcostalis dan r.
muscularis plexus lumbalis (L1-4)
b. M. iliopsoas yang terdiri dari:

M. psoas major
Origo:

proc.

transversus

vertebrae

lumbales
Insertio: trochanter minor femur
Innervasi: plexus lumbalis

16

M. psoas minor
Origo: margo lateralis V.Th 12 dan VL1
Insertio: linea pectinea
Innervasi: plexus lumbalis

M. iliacus
Origo: fossa iliaca
Insertio: trochanter minor femur
Innervasi: n. femoralis

c. M. transversus abdominis
D. Jaringan extraperitoneal
E. Peritoneum parietale

SYSTEMA DIGESTIVA ACESSORIA


Systema digestiva acessoria terdiri dari 4 organ yaitu hepar, vesica fellea, pancreas, dan
lien.
A. HEPAR
Hepar (liver/hati) merupakan kelenjar terbesar dari tubuh
manusia dengan berat sekitar 1,5 kg pada orang dewasa.
Fungsi hepar antara lain:
1.

Sebagai organ hematopoiesis pada fetus

2.

Penyaringan dan penyimpanan darah

3.

Berperan dalam metabolism karbohidrat, protein, lemak,


hormon dan zat kimia asing

4.

Menyimpan glikogen dan zat besi

5.

Pembentukan empedu dan faktor koagulasi

Letak: regio hypochondriaca dextra, epigastrium, dan kadang sampai regio hypochondriaca
sinistra. Diaphragma memisahkan hepar dari pleura, pulmo, pericardium, dan cor.

17

BAGIAN-BAGIAN HEPAR:
1. Facies hepatis
a. Facies diaphragmatica

merupakan permukaan yang halus dan berbentuk seperti

kubah karena sesuai dengan facies inferior diaphragmatica. Facies ini dibagi 2 yaitu:
-

Facies superior

oleh ligamentum falciforme terbagi menjadi facies lobi dexter

dan facies lobi sinister. Pada facies ini terdapat lekukan akibat hubungan dengan
jantung yang disebut impressio cardiaca hepatis.
-

Facies posterior

terdapat pars affixa hepatis/area nuda/bare area yaitu bagian

hepar yang tidak tertutup peritoneum dan melekat langsung pada diaphragma.

18

b. Facies visceralis

ditutupi oleh peritoneum, kecuali pada fossa vesica fellea dan

porta hepatis. Facies ini berbatasan dengan pars abdominalis oesophagus, gaster,
duodenum, flexura coli dextra, ren dextra dan glandula suprarenalis dextra, serta
vesica fellea.
Pada facies visceralis dijumpai:
-

Fossa sagitalis dextra


Merupakan fossa yang tidak berbatas nyata yang membatasi lobus hepatis
dexter dengan lobus caudatus dan lobus quadratus. Pada fossa ini terdapat fossa
vesica fellea dan sulcus vena cava inferior (dilewati vena cava inferior).

Fossa sagitalis sinistra


Merupakan celah yang membatasi lobus hepatis dexter et sinister. Padanya
terdapat fissura sagitalis sinistra, yang terdiri dari:
1) Fissura ligamenti teretis hepatis

dilalui oleh ligamentum teres hepatis

(obliterasi dari vena umbilicalis yang bermuara ke vena portae hepatis).


2) Fissura ligamenti venosi Arantii

dilalui oleh ligamentum venosum Arantii

(obliterasi dari ductus venosus Arantii yang menghubungkan vena umbilicalis


dan vena cava inferior).
-

Portae hepatis (fissura transversa)


19

Memisahkan lobus quadratus dan lobus caudatus. Portae hepatis dilalui oleh:
ductus hepaticus dexter et sinister, ramus dexter et sinister arteria hepatica,
vena portae hepatis, plexus hepaticus, dan nodi lymphatici hepatici. Bangunanbangunan yang melalui porta hepatis tersebut, di luar akan berjalan dalam
ligamentum hepatoduodenale (antara portae hepatis dan duodenum).
-

Facies lobi quadrati

Facies lobi caudati

2. Margines hepatis
a. Margo anterior
Margo ini tajam dan terdapat incisura umbilicalis (tempat menyeberangnya
ligamentum falciforme hepatis).
b. Margo inferior (postero inferior)
Memisahkan facies diaphragmatica (posterior) dan facies visceralis. Pada tepi ujung
kiri terdapat ligamentum triangulare sinister dan appendix fibrosa hepatis*. Pada
tepi ujung kanan terdapat ligamentum triangulare dexter.
*appendix fibrosa hepatis adalah sisi lobus hepatis sinister yang berisi fossa
abberantia, sisa ductus biliverus yang atrofi. Jika jaringan ini persisten maka akan
membentuk beavertail liver.

20

c. Margo postero superior


Memisahkan facies posterior dengan facies superior anterior facies diaphragmatica.
Margo ini tidak jelas dan tumpul.

3. Lobi hepatis
a. Lobus Hepatis Dexter
Merupakan lobus terbesar yang terletak di regio hypochondriaca dextra dan
dipisahkan dari lobus sinister oleh:
-

Ligamentum falciforme hepatis (pada facies diaphragmatica)

Fossa sagitalis sinistra (pada facies visceralis)

Pada facies visceralis terdapat fossa vesica fellea, portae hepatis, dan sulcus vena
cava. Selain itu juga terdapat beberapa pendesakan organ lain (impressiones) yaitu:
-

Impressio colica

: ditempati flexura colica dextra

Impressio renalis

: ditempati ren dexter

Impressio suprarenalis : ditempati glandula suprarenalis dextra

Impressio duodenalis : ditempati pars descendens duodenum

21

b. Lobus Caudatus
Lobus ini setinggi vertebra thoracalis X-XI dan memiliki 2 penonjolan yaitu processus
papilaris dan processus caudatus (memisahkan portae hepatis dengan vena cava
inferior, menghubungkan lobus caudatus dan lobus hepatis dexter). Batas-batas:
-

Inferior : vena portae hepatis

Dexter : sulcus vena cava

Sisnister : fissura ligamenti venosi

c. Lobus Quadratus, terletak di antara fossa vesicae felleae dan fissura ligamenti teres
hepatis. Secara fungsional, lobus ini berhubungan dengan lobus hepatis sinister.
Lobus ini berbentuk empat persegi dengan batas-batasnya:
-

Ventral : margo inferior hepar

Dorsal : portae hepatis

Dexter : fossa vesica fellea

Sinister : fissura ligamenti teretis hepatis

d. Lobus Hepatis Sinister


Terletak di regio epigastrica dan hypochondriaca sinstra. Pada lobus ini ada 2
bangunan penting, yaitu:
-

Impressio gastrica

: akibat desakan facies ventralis gaster

Tuber omentale

: penonjolan di bagian dexter, di depan omentum minus,

bersentuhan dengan curvatura ventriculi minor.

STRUKTUR HEPAR
Secara umum, hepar tersusun oleh:
1. Lobuli hepar
Lobuli hepar dipisahkan satu sama lain oleh jaringan fibrosa yang dinamakan septum
interlobularis. Terdapat bangunan intralobular yang merupakan lanjutan dari bangunan
interlobular pada canalis portae antara lain:
-

Vena centralis

Sinusoid

pada masing-masing lobulus bermuara ke venae hepaticae

membawa darah ke vena centralis

22

Arteri intralobularis

cabang a. interlobularis

Canaliculi billiveri

Spatium (perivascularisasi) Disse

mencurahkan bilus ke ductus biliverus


mencurahkan lymphe ke vasa lymphatica

interlobularis

2. Trigonum portae (canalis portae)


Bangunan interlobulair yang terdapat pada setiap sudut dari lobulus hepar. Bangunan
yang mengisinya:
-

Arteri interlobularis

dari a. hepatis dextra et sinistra

Vena Interlobularis

bermuara ke vena portae

Ductus biliverus

Vasa lymphatica

mencurahkan bilus ke ductus hepaticus

SALURAN EMPEDU
Empedu disekresi oleh sel-sel hepar dan akan disimpan serta dipekatkan di vesica fellea.
Empedu akan disekresikan ke duodenum dan mengemulsikan lemak yang masuk
duodenum. Ductus biliaris hepatis terdiri dari: ductus hepaticus dexter et sinister, ductus
hepaticus communis, ductus choledochus, vesica fellea, dan ductus cysticus.

23

INTRAHEPATAL

Canaliculi biliveri

ductus biliverus

ductus hepaticus dexter et sinister


Vesica fellea

Ductus hepaticus communis

Ductus cysticus

Ductus choledochus
Lig. hepatoduodenale
Ductus pancreaticus
Wirsungi
Papilla duodeni mayor

Duodenum

24

NEUROVASCULARISASI
1. Vascularisasi
a. Arteriosa
Truncus coeliacus
communis

a. hepatica

a. hepatica propria

hepatica dextra et sinistra


porta hepatis)
(dalam

canalis

a.

(masuk

a. interlobaris
portae)

a.

intralobaris (dalam lobulus hepar)

b. Venosa

Vena portae hepatis


Vena ini mengalirkan darah dari sebagian tractus gastrointestinalis mulai dari
sepertiga bagian bawah oesophagus sampai setengah bagian atas canalis analis.
Vena portae hepatis juga mengalirkan darah dari lien, pancreas, dan vesica fellea.
Vena-vena yang bermuara ke vena portae hepatis: v. lienalis, v. mesenterica
superior, v. gastrica sinistra, v. gastrica dextra, v. cystica.
Anastomosis Portal Sistemik
Selain rute venosa (hubungan langsung) di atas, terdapat hubungan yang lebih kecil
di antara sistem portal dan sistem sistemik. Hubungan ini menjadi penting bila rute
venosa terhambat. Hubungan-hubungan tersebut antara lain:

25

Pada sepertiga bawah oesophagus, rami oesophagei sinistra (cabang portal)


beranastomosis dengan venae oesophageales.

Pada pertengahan atas canalis analis, vena rectalis superior (cabang portal)
beranastomosis dengan vena rectalis media dan vena rectalis inferior (cabang
sistemik)

Venae paraumbilicales menghubungkan r. Sinister venae portae hepatis dengan


venae superficialis dinding anterior abdomen (cabang sistemik)

Vena-vena colon ascendens, colon descendens, duodenum, pancreas, dan hepar


(cabang portal) beranastomosis dengan vena renalis, vena lumbalis, dan vena
phrenicae (cabang sistemik)

2. Innervasi
Plexus hepaticus cabang plexus coeliacus mengandung serabut saraf:
-

Preganglioner parasimpatis

Simpatis

n. Vagus

preganglioner: n. splanchinus mayor; postganglioner: Ggl. Coeliacum

3. Systema Lymphatica
Hepar

KLINIS
1. Hepatitis
2. Sirosis Hepatis
Definisi : destruksi sel parenkim hepar dan digantikan oleh jaringan fibrosa.
Penyebabnya antara lain chronic alcohol abuse dan hepatitis.

26

Stigmata Sirosis Hepatis : (Pelajari anastomosis portal sistemik)


3. Hepatomegali
Merupakan pembesaran hepar yang dapat diukur dengan
satuan pengukuran BLANKHART.
a = garis vertikal ditarik dari proc. Xyphoideus ke umbilicus
b = garis diagonal dari arcus costa di linea midclavicularis
ke umbilicus
a = b = 1 blankhart
bila ada pembesaran

(a, b)

B. VESICA FELLEA
Vesica fellea (gallbladder/kandung empedu) adalah kantong berbentuk buah pir yang
terletak di facies visceralis hepar di antara lobus dexter hepatis dan lobus quadratus hepar.
Panjangnya sekitar 7-10 cm dan dapat menampung empedu 30-50 mL. Vesica fellea
berfungsi menyimpan empedu dan memekatkan empedu. Pengeluaran empedu dikontrol
oleh kolesistokinin yang dihasilkan oleh tunica mucosa duodenum.
BAGIAN-BAGIAN
1. Fundus : berbentuk bulat dan menonjol di bawah margo inferior hepar. Proyeksi fundus
ke dinding anterior abdomen adalah setinggi ujung cartilago costae IX dextra.
2. Corpus : berhubungan dengan facies visceralis hepar dan arahnya ke atas, belakang, dan
kiri.
3. Collum : bagian yang sempit dan melanjutkan diri sebagai ductus cysticus, yang berbelok
ke dalam omentum minus dan bergabung dengan ductus hepaticus communis
membentuk ductus choledochus. Infundibulum dan collum kadangkala membentuk
ampulla.

27

SALURAN KELUAR
Saluran vesica fellea disebut ductus cysticus yang terdiri dari:
a. Pars valvularis

tunica mucosa membentuk lipatan-lipatan yang berjalan spiral yang

disebut valvula spiralis Heisteri, berfungsi untuk mempertahankan lumen terbuka agar
aliran empedu tidak terganggu.
b. Pars glebra

mempunyai tunica mucosa yang licin

Pars glebra ductus systicus bergabung dengan ductus hepaticus communis menjadi
ductus choledochus. Ductus choledochus berjalan dalam ligamentum hepatoduodenale
dan bersama dengan ductus pancreaticus Wirsungi akan bermuara pada papilla duodeni
major.
Pada muara tersebut terdapat musculus sphincter Oddi yang berfungsi mengatur
pemasukan empedu dan enzim pancreas ke duodenum. M. sphinter Oddi dibentuk
oleh:
-

M. sphincter ductus choledoci

M. sphincter ductus pancreatici

M. sphincter ampullae

tunica muscularis muara ductus choledochus


tunisa muscularis muara ductus pancreaticus

tunica muscularis ampulla vateri


28

NEUROVASCULARISASI
1. Vascularisasi
a. cystica cabang a. hepatica dextra
v. cystica bermuara ke vena portae hepatis
2. Innervasi
Plexus cysticus, cabang dari plexus hepaticus yang mengandung serabut simpatis
maupun parasimpatis (nervus vagus).
SYSTEMA LYMPHATICA
Pembuluh lymphe vesica fellea

nl. cysticus

nl. hepatici dan nl. gastrica sinistra

KLINIS
1. Cholesistitis : radang vesica fellea
2. Cholelithiasis : batu empedu
3. Cholangitis : radang ductus cysticus

C. PANCREAS
Pancreas merupakan kelenjar eksokrin dan endokrin. Fungsi eksokrin adalah menghasilkan
enzim yang terlibat dalam pencernaan seperti tripsinogen (memecah protein), amilase
(memecah karbohidrat), dan lipase (memecah lemak). Bagian endokrin kelenjar adalah
pulau Langerhans yang berfungsi memproduksi hormon insulin dan glukagon.
Letak : regio epigastrica dan hypochondriaca sinistra, memanjang seperti pistol dan membentang dari lengkung duodenum hingga lien menyilang transversal dinding posterior
abdomen.
BAGIAN-BAGIAN
Retroperitoneal
Intraperitoneal

caput, collum, corpus


cauda

a. Caput pancreatis
Terletak pada lengkung duodenum. Pada bagian ini terdapat:
29

1.

Processus uncinatus (Pancreas Winslowi)

penonjolan di sebelah caudal dan

sinistra di belakang a/v mesenterica superior


2.

Incisura pancreatis

alur untuk lewatnya a/v mesenterica superior

Facies anterior

bersentuhan dengan mesocolon transversum

Facies posterior

bersentuhan dengan vena cava inferior, ductus

choledochus, v. renalis, crus dexter phren, dan aorta


b. Collum pancreatic
Merupakan bagian pancreas yang mengecil dan menghubungkan caput dan corpus
pancreatic.

Terletak

di

depan

pangkal

vena

portae

hepatis

dan

tempat

dipercabangkannya a. mesenterica superior dari aorta.


c. Corpus pancreatic
Pada perbatasan dengan collum pancreatis terdapat penonjolan yang disebut tuber
omentale. Sebelah posterior corpus terdapat ren sinister dan glandula suprarenalis
sinister.
d. Cauda pancreatis
Terletak dalam ligamentum phrenicolienale dan mengadakan hubungan dengan hilum
lienalis, bersentuhan dengan flexura coli sinistra.

30

STRUKTUR
Sebagai kelenjar endokrin, massa kelenjarnya disebut sel-sel pulau Langerhans yang
tersebar dalam massa pancreas. Sebagai kelenjar eksokrin terdiri atas acinus-acinus (acini).
Acini terdiri atas sejumlah saluran-saluran kelenjar, yaitu: ductus intercalatus
intralobularis

ductus

ductus pancreaticus.

Ductus pancreaticus terbagi menjadi:


1. Ductus pancreaticus Wirsungi

mulai dari cauda pancreatis dan berjalan di sepanjang

kelenjar. Ductus ini akan beranastomose dengan ductus choledocus membentuk


ampulla hepatopancreatica Vateri yang bermuara ke papilla duodeni major.
2. Ductus pancreaticus Accessorius (Santorini), mengalirkan getah pancreas dari bagian
atas caput dan kemudian bermuara ke papilla duodeni minor yang terletak di atas
papilla duodeni major.

NEUROVASCULARISASI
1. Vascularisasi
Arteriosa
-

a. pancreaticoduodenalis superior cab. a. gastroduodenalis

a. pancreaticoduodenalis inferior cab. a. mesenterica superior

Rr. Pancreatici a. lienalis

Venosa
-

Sesuai dengan arterinya, mengalirkan darah venosa ke sistem portae

2. Innervasi
a. Parasimpatis

b. Simpatis

31

SYSTEMA LYMPHATICA
Pembuluh lymphe dari pancreas

nl. pancreaticoduodenalis

nl. mesentericus superior

dan nl. coeliacus


KLINIS
1. Pancreatitis
Merupakan radang pada pancreas yang dapat disebabkan batu empedu menyumbat
ampulla Vateri dan menyebabkan refluks empedu ke ductus pancreaticus.
2. Ruptur pancreas
Menyebabkan robekan pada ductus sehingga getah pancreas masuk ke dalam kelenjar
dan mencerna kelenjar itu sendiri sehingga timbul nyeri hebat.

D. LIEN
Lien (spleen/limpa) merupakan organ limfoid terbesar dalam tubuh manusia. Lien
berbentuk ovoid dan terletak di regio hypochondriaca sinistra setinggi costae IX-XI sinistra,
posterior terhadap gaster/lambung, dan anterior terhadap bagian atas ren sinister. Fungsi
lien yaitu organ hematopoiesis pada fetus, membuat limfosit, destruksi eritrosit yang sudah
tua, dan reservoir darah.

32

BAGIAN-BAGIAN
1. Facies
-

Facies diaphragmatica

Facies visceralis (facies gastrica, facies renalis, dan facies colica)

2. Margines
-

Margo superior

Margo inferior

3. Extremitas
-

Extremitas anterior

Extremitas posterior

Hilus lienalis (tempat masuk keluarnya pembuluh darah dan saraf)

dilalui oleh: a/v

lienalis, plexus nervosus, plexus lymphaticus, dan cauda pancreatis. Bagian hilus tidak
ditutupi oleh peritoneum.
Lien merupakan organ intraperitoneal, terhubung dengan:
-

Curvatura mayor gaster oleh ligamentum gastrolienale

Ren sinistra oleh ligamentum lienorenale

Kedua ligamentum ini merupakan bagian dari omentum majus.

NEUROVASCULARISASI
1. Vascularisasi
Arteriosa

33

Truncus coeliacus

a. lienalis

r. lienalis (masuk hilus)

a. centralis

a. penicilus

kapiler
Venosa
v. lienalis (keluar dari hilum lienalis) bersatu dengan v. mesenterica superior bermuara
v. portae hepatis
2. Innervasi
a. Simpatis
SBN I = Afferens
Efferens

ganglion spinale
NILCLMS segmen thoracalis V IX

Saraf preganglioner = n. Splanchnicus major


SBN II = ganglion coeliacum
b. Parasimpatis
SBN I = Afferens
Efferens
SBN II = Efferens

ganglion nodusum
nucleus dorsalis Nn. Vagi
ganglion terminale

SYSTEMA LYMPHATICA
Pembuluh lymphe

keluar hilus lienalis

kelenjar lymphe sepanjang a. lienalis

Pancreaticolienalis
PATOLOGI
- Splenomegali (pembesaran lien)

satuan ukuran: SCHUFFNER,

diukur dengan cara:


1. Tarik garis singgung a dengan arcus costarum sinistra
2. Dari umbilicus, tarik garis b yang tegak lurus garis a, lalu
bagi menjadi 4 bagian
3. Garis b diteruskan ke bawah sampai SIAS sinistra, lalu
dibagi menjadi 4 bagian
4. Ukur pembesaran Schuffner (S) I-VIII
- Splenitis: radang pada lien

SELAMAT BELAJAR
34

nl.