Anda di halaman 1dari 31

MO Theory

No unpaired eShould be diamagnetic

Experiments show O2 is paramagnetic

Sifat magnet dan sifat-sifat molekul yang lain


kadangkala lebih baik dijelaskan dengan
pendekatan mekanika kuantum yang lain
disebut teori orbital molekul (TOM)
TOM menggambarkan ikatan kovalen melalui
istilah orbital molekul, yang dihasilkan dari
interaksi orbital-orbital atom dari atom-atom
yang berikatan dan yang terkait dengan molekul
secara keseluruhan

Orbital molekul ikatan memiliki energi yang lebih


rendah dan kestabilan yang lebih besar
dibandingkan
dengan
orbital
atom
pembentuknya
Orbital molekul antiikatan memiliki energi yang
lebih tinggi dan kestabilan yang lebih rendah
dibandingkan dengan orbital-orbital atom
pembentuknya

Dalam orbital molekul ikatan kerapatan elektron lebih


besar diantara inti atom yang berikatan. Di sisi lain,
orbital molekul antiikatan, kerapatan elektron mendekati
nol di antara inti
Elektron dalam atom memiliki sifat gelombang. Salah
satu sifat gelombang memungkinkan gelombang sejenis
untuk berinteraksi sedemikian rupa sehingga
atau
amplitudo diperkecil. Dalam kasus pertama, kita sebut
interaksinya sebagai interfensi konstruktif; dalam kasus
kedua, disebut interfensi destruktif

Energy levels of bonding and antibonding molecular


orbitals in hydrogen (H2).

A _________________ orbital has lower energy and greater


stability than the atomic orbitals from which it was formed.
An _________________________ orbital has higher energy
and lower stability than the atomic orbitals from which it was
formed.
10.6

Dalam orbital molekul sigma kerapatan elektron


terkonsentrasi secara simetris diseputar garis antara
kedua inti atom-atom yang berikatan.
Dalam orbital molekul antiikatan terdapat simpul (node)
diantara inti yang menyatakan kerapatan elektron nol
Dalam orbital p berinteraksi dengan dua cara yang
berbeda. Pada gambar (a) dua orbital 2p dapat saling
mendekat satu sama lain ujung-ke-ujung untuk
menghasilkan sebuah orbital molekul ikatan sigma dan
sebua molekul antiikatan sigma

Pada gambar (b) dalam orbital molekul pi,


kerapatan elektron terkonsentrasi diatas dan
dibawa garis imajiner yang menghubungkan
kedua inti atom yang berikatan

Two possible interactions between two equivalent


p orbitals and the corresponding molecular orbitals

10.6

Konfigurasi Orbital Molekul


Aturan konfigurasi elektron molekul dan kestabilan
Jumlah orbital yang terbentuk selalu sama dengan
jumlah orbital atom yang bergabung
Semakin stabil orbital molekul ikatan, semakin kurang
stabil orbital molekul antiikatan yang berkaitan
Pengisian orbital molekul dimulai dari energi rendah ke
energi tinggi. Dalam molekul stabil, jumlah elektron
dalam orbital molekul ikatan selalu lebih banyak
daripada dalam orbital molekul antiikatan karena kita
selalu menempatkan elektron dalam orbital molekul
ikatan yang berenergi rendah terlebih dahulu

Seperti orbital atom, setiap orbital molekul dapat


menampung hingga dua elektron dengan spin
berlawanan sesuai dengan asas larangan pauli
Ketika elektron ditambahkan ke orbital molekul dengan
energi yang sama, susunan yang paling stabil
diramalkan dengan aturan Hund, yaitu elektron
memasuki keorbital-orbital molekul dengan spin sejajar
Jumlah elektron dalam orbital molekul sama dengan
jumlah semua elektron pada atom-atom yang berikatan

Molekul Hidrogen dan Helium


Untuk menghitung kestabilan spesi-spesi ini, kita
tentukan orde ikatan yang didefinisikan sebagai
Orde Ikatan = (jumlah elektron pada OM ikatan
jumlah elektron pada OM antiikatan)
H2 > H2+,He2+ > He2

Molekul diatomik Unsur-unsur periode kedua


dengan inti yang sama
Untuk Li2, Be2, B2, C2 dan N2 energi orbital molekul 2p <
2p
Fakta bahwa B2, C2 dan N2 masing-masing bersifat
paramagnetik, diamagnetik dan diamagnetik
Untuk O2 dan F2 energi orbital molekul 2p > 2p
Fakta bawa O2 dan F2 adalah bersifat paramagnetik dan
diamagnetik

Note: this ignores the 2s and the 2s orbitals (pp.324f)

10.6

O, F, Ne

KONFIGURASI ELEKTRON MOLEKUL


Contoh :
1. B2
Jumlah elektron = 10
Konfigurasi elektron : (1s)2 (1s*)2 (2s)2 (2s*)2 (2px)2
2. N2
Jumlah elektron = 14
Konfigurasi elektron : (1s)2 (1s*)2 (2s)2 (2s*)2 (2px)2 (2py)2 (2pz)2
ORDE IKATAN
Orde Ikatan = Jml elektron orbital bonding Jumlah elektron orbital anti bonding
2
Orde ikatan menggambarkan kekuatan ikatan yang terbentuk
OI makin besar, ikatan makin kuat

Molecular Orbital Theory


Diatomic molecules: MO diagrams for B2 to F2 and beyond

Remember that the separation between the ns and np orbitals


increases with increasing atomic number. This means that as we
go from the 2nd row of the periodic table to the 3rd row and
below, there is no longer much mixing and all of the heavier
homonuclear diatomic molecules (if they exist) should have MO
diagrams similar to that of O2.

Properties of Homonuclear Diatomic Molecules of the Second-Period Elements

p.325

10.7

Latihan soal :
1.Energi ikatan H2 ialah 435 kJ/mol. Perkirakan ikatan
H2+ dan He2+ !
2.Manakah dari empat spesies H2+, H2, He2+ dan He2
yang bersifat paramagnetik
3.Spesies manakah dari Li2 sampai Ne2 a. bukan
molekul yang eksis? b. mempunyai energi ikatan
tertinggi
4.Gambarkan ikatan dalam O2+ dengan diagram orbital
molekul
5.Ion N2+ dapat dibuat dengan menembaki molekul N2
dengan elektron yang bergerak cepat. Ramalkan sifatsifat N2+ berikut : a. konfigurasi elektron, b. orde ikatan,
c. sifat magnetik, d. panjang ikatan relatif terhadap
panjang ikatan N2

Ikatan Logam
Sifat-sifat logam: konduktor (listrik dan panas), dapat ditempa, ductil,
titik didih tinggi, mengkilap. Sifat-sifat logam tidak berubah dalam
wujud cairan (lelehan), tetapi akan hilang dalam wujud gas, misalnya
uap logam tidak lagi besifat konduktor.
1. Model lautan elektron
Elektron valensi pada logam dapat bergerak dengan bebas dalam
struktur logam.
Dalam logam, atom-atomnya menggunakan secara bersama-sama
elektron valensinya dengan atom tetangga terdekatnya. Elektron
valensi ini membentuk awan elektron yang melingkupi keseluruhan
atom dan dapat bergerak secara bebas di dalam struktur logam.
Hal ini dapat menjelaskan sifat hantaran (listrik dan panas) dari
logam.
Berbeda dengan ikatan ion, Ikatan pada logam tidak berarah yang
menyebabkan logam dapat ditempa dan ductil. Sifat ini kontras
dengan sifat senyawa ionik misalnya.

2. Teori

Pita (Band Theory)


Didasarkan pada teori Orbital Molekul.
Contoh: Li: 1s2 2s1.
Jika dua atom Li berikatan maka 2 orbital 2s akan
bergabung bembentuk dua orbital molekul: 2s dan *2s

Teori pita untuk logam Li

*2s

2s

2s

2 atom Li

*2s

2s

2s

2s

2s

2s

4 atom Li

*2s

2s

2s

2s

n atom Li
n sekitar bilangan Avogadro

Jika n atom Li bergabung akan terbentuk n orbital 2s dan n orbital *2s, untuk n
yang besar jarak antar tingkat energi menjadi sangat berdekatan sehingga membentuk
pita. Untuk Li, pita yang terbentuk terisi -penuh, yaitu bagian 2s-nya terisi penuh dan
bagian *2s-nya kosong.

Teori pita untuk logam Be (1s2 2s2)

Energi

*2p
e
2s n
n atom Be

2p

*2s
2s

Jika n atom Be bergabung, pita yang terbentuk terisi penuh, sehingga


diharapkan logam Be tidak akan menghantarkan listrik. TETAPI pita 2p,
yang terbentuk dari penggabungan n orbital 2p dari Be, overlap dengan
pita 2s. Sehingga elektron dengan mudah perpindah dari pita 2s ke pita
2p. Sehingga Be tetap menunjukan sifat sebagai logam.

Konduktor, semikonduktor dan Isolator


Pita Valensi: pita energi tertinggi yang terisi elektron.
Pita Hantaran: pita energi berikutnya yang tak terisi elektron

isolator

konduktor

konduktor

semikonduktor

Intrinsik semikonduktor
Semikonduktor tipe-N
Semikonduktor tipe-P