Anda di halaman 1dari 10

Yuri Rahmadhani

Anisah Septia
Andri Wiranata
Try Panji Akbari

Community Relations
Community relation adalah berbagai cara yang digunakan oleh

perusahaan untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang


saling menguntungkan dengan komunitas-komunitasnya di tempat
mereka menjalankan atau yang terkait dengan kegiatan perusahaan
tersebut.

Jerold mendefinisikan Community Relations sebagai Peningkatan

partisipasi dan posisi organisasi dalam sebuah komunitas melalui


berbagai upaya untuk kemaslahatan bersama bagi organisasi dan
komunitas

DeMartin menyatakan Community Relations sebagai cara

berinteraksi dengan berbagai publik yang saling terkait dengan


operasi organisasi/Dalam kontek PR makna komunitas itu tidak
bersifat tunggal. Menurut Frank Jefkins komunitas adalah kelompok
orang yang tinggal disekitar wilayah operasi satu organisasi atau
disebut Jefkins sebagai tetangga (melihat dari aspek lokalitas).

Hubungan Organisasi dengan


Komunitas
Hubungan antara organisasi dan komunitas dapat dipandang sebagai wujud

tanggung jawab sosial organisasi atau perusahaan atau dalam istilah populernya
saat ini disebut sebagai Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan tanggung
jawab sosial berarti organisasi dapat dipandang dari 2 sisi yaitu : Sebagai lembaga
bisnis yang mencari keuntungan, disisi lain dipandang juga sebagai lembaga sosial
lantaran memikul beban tanggung jawab bagi masyarakat.

Godeke (2003: 2) menyebutkan ada beberapa faktor yang memegaruhi perubahan hubungan

antara organisasi dan komunitasnya. Faktor- faktor tersebut antara lain:

1. Globalisasi sebagai akibat dari ekspansi bisnis yang mendunia, usaha swasta dan
ekonomi pasar
2. Penigkatan harapan- konsumen dan masyarakat pada umumnya- yang menginginkan
dunia bisnis dan seharusnya memenuhi kebutuhan- kebutuhan yang sebelumnya
ditangani pemerintah

3. Menguatnya masyarakat madani dan sector LSM yang makin berdaya karena
teknologi informasi dan mendapatkan kepercayaan publik
4. Pengaruh meningkatnya gerakan lingkungan yang menekankan pada transparansi,
berkelanjutan, akuntabilitas serta pelaporan yang berdasarkan transparansi,
akuntabilitas dan keberlanjutan
5. Pasar untuk tenaga kerja berbakat yang bergerak menuju pemberian hukuman
bagi perusahaan- perusahaan yang makin hari makin banyak yang berusaha
menjawab tantangan perubahan tersebut.

Peran Komunitas Bagi Keberhasilan


Perusahaan
Lesly (1991: 117) menyatakan, bukan hanya mereka yang di dalam organisasi saja yang

menentukan keberhasilan pencapaian tujuan, melainkan juga komunitas yang berada di


sekeliling wilayah operasi organisasi. Komunitas sekitar organisasi memiliki pengaruh besar
dan langsung pada kinerja organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, sangat wajar bila
kini semakin banyak organisasi yang menyadari pentingnya menjalin hubungan baik dengan
komunitasnya.

Konsekuensi lain dalam menjalin hubungan dengan komunitas, organisasi menjadi terlibat

langsung dalam permasalahan sosial yang akan diatasi bersama-sama dengan komunitas.
Keterlibatan itu oleh Imagine (2002:2) dijalankan melalui berbagai kegiatan yang mencakup:

1. Prakarsa- prakarsa komersial yang sasarannya adalah kelompok komunitas tertentu yang
menjadi sasaran kepentingan organisasi (bisnis) namun memberi juga mamfaat signifikan
dalam komunitas itu, dan
2. Investasi ekonomi termasuk pemberian hadiah, sumbangan, kesukarelaan perusahaan atau
karyawan dan pengembangan ekonomi komunitas.

Tekanan dalam Pelaksanaan


Community Relations
Berkaitan dengan fungsi Community relations organisasi ada

beberapa tantangan atau tekanan baik internal maupun


eksternal menurut Waddock dan Boyle yaitu:

1.
Tekanan lingkungan internal datang dari
teknologi, restrukturisasi, desentralisasi,
keterbatasan sumber daya, dan tekanan lain yang
datang dari karyawan dan komunitasnya.
2. Tekanan lingkungan eksternal datang dari :
globalisasi, aliansi, kompetisi, dan aturan
pemerintah.

Strategi PR dalam Membangun


Hubungan dengan Komunitas

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Program CSR
Ada langkah-langkah yang harus ditempuh guna membentuk sebuah
program yang efektif
Haruslah diketahui apa masalah yang harus dibenahi
tentukan positioning program serta sumber daya apa saja yang digunakan
untuk menjalankannya
tentukan siapa atau komunitas mana yang akan menjadi target dari program
tersebut
atur goal dan objectives yang ingin dicapai melalui program ini
rencanakan strategi dan taktik yang ingin digunakan untuk memuluskan
jalannya program ini
tentukan jangka waktu pelaksanaan program dan jumlah dana yang
dianggarkan
selama atau setelah program berjalan, dilakukan pengukuran seberapa
berhasilkah program tersebut dari goal dan objective yang telah ditentukan
serta melakukan analisis hal-hal apa saja yang menghambat atau
kelemahan-kelemahan program tersebut untuk diperbaiki atau dihindari di
masa depan.

Studi Kasus Community


Relations
1.PT FREEPORT
INDONESIA
PT. Freeport Indonesia (PTFI) adalah sebuah perusahaan pertambangan yang
mayoritas sahamnya dimiliki Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. PTFI
merupakan penghasil terbesar konsentrat tembaga dari bijih mineral yang juga
mengandung emas dalam jumlah yang berarti. PTFI tidak hanya mendukung
kebutuhan ekonomi tetapi juga mendukung kebutuhan sosial dan lingkungan
hidup, sehingga tidak mengganggu kesinambungan kehidupan generasi di masa
akan datang.
Misalnya saja kegiatan seperti di bawah ini :
Bakti Sosial Copperbikers
Copperbikers ini adalah klub bermotor karyawan PT Freeport Indonesia yang
bekerja sama dengan Freeport Peduli melaksanakan tur dan bakti sosial di
Kalianda, Lampung (2008) dan Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat (2009).
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan karyawan PTFI dengan mengendarai sepeda
motor.
Aksi Bersih Pantai Aksi bersih pantai dilakukan di Jayapura, Papua dalam rangka
memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2008 yang diikuti
perwakilan dari Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura, Forum
Kemitraan Pengelolaan Lingkungan Hidup, para pelajar di Jayapura serta
karyawan PT Freeport Indonesia.

Children Conference on Climate Change Freeport Peduli

mendukung pelaksanaan Konferensi Anak Sedunia tentang


Perubahan Iklim di Surabaya 26-30 November 2007 yang
diselenggarakan oleh Yayasan Tunas Hijau. Deklarasi dari
konferensi tersebut, mengenai pentingnya memelihara dan
mengelola lingkungan, disosialisasikan ke sekolah-sekolah.

Bantuan perumahan 3 desa di Dataran Tinggi dan 5 desa di

Dataran Rendah. Selain itu, sejak tahun 1996, PTFI telah


mengalokasikan sebagian dari pendapatannya untuk dimanfaatkan
masyarakat setempat melalui Dana Kemitraan Freeport bagi
Pengembangan Masyarakat. Dana tersebut telah membantu
pembangunan sekolah, rumah sakit, sarana ibadah, perumahan
dan sarana umum pada wilayah operasi kami di Papua. Dana
tersebut juga mendukung serangkaian program dan pelatihan
komprehensif di bidang kesehatan dan pendidikan serta berbagai
prakarsa pengembangan usaha kecil, agar masyarakat Papua
memperoleh manfaat dari perkembangan ekonomi yang tengah
terjadi di daerah ini

Program-program sosial seperti di atas merupakan langkah-

langkah yang dapat dilakukan korporat untuk membagun


hubungan yang baik dengan komunitas sehingga komunitas
memiliki hubungan bating (psikologis) yang baik dengan
perusahaan. Melalui terciptanya hubungan psikologis yang baik ini
maka kepercayaan komunitas terhadap perusahaan yang muncul
dan menjadi kekuatan bagi perkembangan korporat.

Kekurangan PT Freeport Indonesia :


Pemerintah secara resmi menyatakan bahwa Freeport :
Telah lalai dalam pengelolaan limbah batuan, bertanggung jawab atas longsor
berulang pada limbah batuan Danau Wanagon yang berujung pada kecelakaan
fatal dan keluarnya limbah beracun yang tak terkendali (2000).
Hendaknya membangun bendungan penampungan tailing yang sesuai standar
teknis legal untuk bendungan, bukan yang sesuai dengan sistem sekarang
yang menggunakan tanggul (levee) yang tidak cukup kuat (2001).
Mengandalkan izin yang cacat hukum dari pegawai pemerintah setempat untuk
menggunakan sistem sungai dataran tinggi untuk memindahkan tailing.
Perusahaan diminta untuk membangun pipa tailing ke dataran rendah (2001,
2006).
Mencemari sistem sungai dan lingkungan muara sungai, dengan demikian
melanggar standar baku mutu air (2004, 2006).
Membuang Air Asam Batuan (Acid Rock Drainage) tanpa memiliki surat izin
limbah berbahaya, sampai pada tingkatan yang melanggar standar limbah cair
industri, dan gagal membangun pos-pos pemantauan seperti yang telah
diperintahkan (2006).