Anda di halaman 1dari 21

PEDOMAN HIDUP ISLAMI

WARGA MUHAMMADIYAH
Oleh : Puji Handoko S.Ag.

Pemahaman
Pedoman hidup Islami warga
Muhammadiyah adalah seperangkat nilai
dan norma Islami yang bersumber pada
al-Quran dan Sunnah untuk menjadi pola
bagi tingkah laku warga Muhammadiyah
dalam menjalani kehidupan sehari hari
sehingga tercermin kepribadian Islami
menuju terwujudnya masyarakat Islam
yang sebenar benarnya.

Pedoman Hidup Islami Warga


Muhammadiyah merupakan pedoman
untuk menjalani kehidupan dalam lingkup
pribadi, keluarga, masyarakat,
berorganisasi, mengelola amal usaha,
berbisnis, mengembangkan profesi,
berbangsa dan bernegara,melestarikan
lingkungan, mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi dan
mengembangkan seni dan budaya yang
menunjukkan prilaku uswah hasanah
(teladan yang baik)

Landasan dan sumber


1. Al-Quran dan Sunnah
2. MKCH Muhammadiyah
3. MADM
4. Matan Kepribadian Muhammadiyah
5. Khittah perjuangan Muhammadiyah.
6. HPT

Sifat
1. Mengandung hal hal yang pokok/prinsip
dan penting dalam bentuk acuan dan
norma.
2. Bersifat pengayaan dalam arti memberi
banyak khasanah untuk membentuk
keluhuran dan kemuliaan rohani dan
tindakan.

3. Aktual, yakni memiliki keterkaitan


dengan tuntunan dan kepentingan
kehidupan sehari hari.
4. Memberikan arah bagi tindakan individu
maupun kolektif yang bersifat
keteladanan.
5. Ideal, yakni dapat menjadi panduan
umum untuk kehidupan sehari hari
yang bersifat pokok dan utama.

6. Rabbani, artinya mengandung ajaran


ajaran dan pesan pesan yang bersifat
akhlaqi yang membuahkan kesalehan.
7. Taisir, yakni panduan yang mudah
dipahami dan diamalkan oleh setiap
muslim khususnya warga
Muhammadiyah.

Tujuan
Terbentuknya prilaku individu dan kolektif
seluruh anggota Muhammadiyah yang
menunjukkan keteladanan yang baik
(uswah hasanah) menuju terwujudnya
Masyarakat Islam yang sebenar
benarnya.

A. KEHIDUPAN
PRIBADI

KEHIDUPAN PRIBADI
A.Dalam Aqidah
~Prinsip hidup dan kesadaran imani
berupa tauhid yang benar,ikhlas dan
penuh ketundukanibadur rahman
mukmin,muslim,mutaqin yang paripurna
~menjauhi dan menolak
syirik,takhayul,bidah,khurafat

Dalam Ibadah
1. Setiap warga Muhammadiyah dituntut
untuk senantiasa membersihkan jiwa
/hati ke arah terbentuknya pribadi yang
muttaqin dengan beribadah yang tekun
dan menjauhkan diri dari jiwa / nafsu
yang buruk, sehingga terpancar
kepribadian yang saleh yang
menghadirkan kedamaian dan
kemanfaatan bagi diri dan sesamanya.

2. Setiap warga Muhammadiyah


melaksanakan ibadah mahdloh dengan
sebaik baiknya dan menghidup
suburkan amal nawafil ( ibadah sunnah
) sesuai dengan tuntunan Rasulullah
serta menghia diri dengan iman yang
kokoh ,ilmu yang luas, dan amal saleh
yang tulus sehingga tercermin dalam
kepribadian dan tingkah laku yang
terpuji.

Pengertian Ibadah
Secara etimologis ibadah berasal dari
kata abada- yabudu abdan-ubudanubudiyah dan abdiyah. Yang artinya
tunduk dan merendahkan diri. Maksudnya
menyerah dan tunduknya seseorang
terhadap orang lain secara patuh tanpa
perlawanan, penyelewengan dan
pendurhakaan,hingga dilayaninya orang
itu ( yang dipatuhinya) menurut keinginan
dan kemauannya.(al Maududi).

Sementara Yusuf Qardhawi membatasi


makna ibadah dengan kalimat yang
sangat singkat, yaitu: kepatuhan yang
menyeluruh yang dipadu dengan
kecintaan yang menyeluruh

Majlis Tarjih Muhammadiyah merumuskan


pengertian ibadah sbb: bertaqarrub
( mendekatkan diri ) kepada Allah, dengan
mentaati segala perintahNya, menjauhi
segala laranganNya, dan mengamalkan
semua yang diizinkan Allah SWT.

Majlis Tarjih membedakan ibadah menjadi


dua, yaitu :
1. Ibadah Khusus atau ibadah mahdlah
(mahdliyah), yakni ibadah yang telah
ditetapkan secara pasti oleh syaarI
(pembuat hukum, yaitu Allah dan
Rasul), baik rincian, tingkah laku maupun
tata caranya, contoh: thoharoh,shalat,
umrah dan hajji.

2. Ibadah Am, ibadah umum atau dapat


dinamakan juga dengan istilah
muamalat duniawiyah, yaitu segala
amalan keduniaan yang diizinkan Allah.
Ibadah umum ini dalam istilah umum
meliputi bidang politik, sosial,
kebudayaan, pendidikan, pertahanan dan
keamanan.

Pada hakekatnya maksud dan tujuan dari


ibadah umum ini ialah untuk mengemban
amanat Allah, berupa melaksanakan misi
khalifah Allah di muka bumi, yang tugas
utamanya adalah :
1. Membangun kemakmuran dan
kesejahteraan hidu umat manusia
2. Menciptakan perdamaian dan
ketertiban
antar umat
manusia.

Dalam Akhlak
~Dituntut meneladani perilaku Nabi dan
mempraktekan akhlak mulia
~amal dan kegiatan didasarkan niat
yang ikhlas dalam wujud amal saleh
dan ihsan dan menjauhkan diri dari
perilaku riya,sombong,ishraf,fasad dan
kemungkaran
~menunjukkan akhlak mulia sehingga
diteladani dan menjauhi akhlak tercela
~menjauhkan diri dari korupsi,kolusi
dan praktek buruk lainnya

Dalam Muamalah Duniawiyah


~menyadari dirinya sebagai abdi dan khalifah
Allah,menyikapi kehidupan dunia secara aktif
dan positif serta tidak menjauhkan diri dari
pergumulan kehidupan
~berfikir secara burhani,bayani dan irfani
yang mencerminkan cara berpikir yang
Islami,mencerminkan keterpaduan antara
hablumminallah dan hablumminannas
~punya etos kerja aislami:kerja
keras,disiplin,tidak menyia-nyiakan waktu dan
berusaha maksimal untuk mencapai tujuan

Sumber
Musthafa Kamal Pasha, Muhammadiyah
sebagai gerakan Islam,LPPI,Yogyakarta
2003.
Muktamar Muhammadiyah ke
44,Pedoman Kehidupan Islami Warga
Muhammadiyah,2000