Anda di halaman 1dari 43

SMART-DRIVING

Carita, 31 July 2010

Tahukah Anda

 Faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas di


Indonesia di sebabkan oleh.
 Faktor Manusia

91 %

 Faktor Kendaraan

5%

 Faktor Jalan

3%

 Faktor Lingkungan

1%

 Dari faktor kesalahan manusia 80 % adalah karena


kacaunya konsentrasi pada saat mengemudi.
(telepon/sms, merokok, berbicara, mengantuk, dll)

Tahukah Anda
Faktor Manusia
Kesehatan
Pengetahuan
Ketrampilan
Perilaku/etika
Aparat & Undang 2x
Dll.

Faktor Kendaraan
Cacat Produksi
Mal fungsi
Dll.

Faktor Jalan
Jalan berlobang
Desain jalan
Penerangan jalan
Rambu jalan
Dll.

Faktor Lingkungan
Cuaca
Bencana
Dll.

SAFETY DRIVING
DEFENSIVE DRIVING
RESPONSIBLE DRIVING
ECO DRIVING
TIPS

SAFETY DRIVING
Hampir semua orang bisa mengemudi dengan mudah,
NAMUN tidak mudah mengemudi dengan aman.
SAFETY DRIVING, Mengemudi dengan keahlian dan
pengalaman, juga disertai dengan sikap dan konsentrasi yang
terus menerus.
Safety Driving sebenarnya dianggap sebagai metode
pengajaran aman berkendara di jalan bagi para pengemudi
pemula.

SAFETY DRIVING
Pengemudi sudah memiliki SIM

Secara hukum RI sudah diakui memiliki kemampuan untuk mengemudikan kendaraan


Persiapan KENDARAAN
Kita yakin bahwa kendaraan yang akan kita gunakan dalam kondisi baik dan aman
Persiapan PENGEMUDI
Rencana tujuan perjalanan, kondisi fisik & mental, perbekalan, & administrasi
Pengaturan CARGO (barang bawaan)
Posisi cargo tidak menggangu konsentrasi, keamanan & kenyamanan selama berkendara
Persiapan sebelum MENGEMUDI
Gunakan safety tools/PPE dan atur posisi mengemudi senyaman dan seaman mungkin
ETIKA berkendara
Patuhi semua aturan berlalu-lintas dan sopan santun dalam berkendara
AKTIFITAS selama perjalanan
Tetaplah FOCUS selama mengemudi & istirahat apabila mulai lelah/mengantuk
KETRAMPILAN mengemudi di segala kondisi
Memiliki ketrampilan dalam berkendara di segala kondisi jalan dan cuaca

DEFENSIVE DRIVING
Defensive Driving lebih diutamakan kepada pengemudi expert, penekanannya
lebih kepada pengambilan keputusan yang tepat saat berkendara di jalan untuk
memperkecil resiko saat terjadinya masalah atau adanya potensi kecelakaan di
jalan.
Dari sekian banyak hal yang perlu kita perhatikan, ada empat point yang sangat
penting terkait dengan defensive driving.

POINT PENTING DEFENSIVE DRIVER


1.

WASPADA

2.

KESADARAN (AWARE)

3.

SIKAP & MENTAL

4.

ANTISIPASI

DEFENSIVE DRIVING

POINT PENTING DEFENSIVE DRIVING


1.

WASPADA
Kewaspadaan menjadi faktor utama yang menjamin pengendara selalu siaga dan
waspada terhadap pengguna jalan lain. Artinya kita akan bertindak benar dalam
menghadapi pengendara lain yang mungkin saja ugal-ugalan. Misal dengan
membiarkan mereka lewat terlebih dahulu.

2.

KESADARAN (AWARE)
Pengemudi harus memiliki pengetahuan mengenai berkendara yang baik, benar dan
aman. Pengetahuan dan pemahaman yang tepat dalam hal berkendara dengan
benar praktis akan meminimalisir kecelakaan lalu lintas

3.

SIKAP & MENTAL


Lebih menegaskan pentingnya cara pandang bahwa kita tidak boleh egois dan mau
menang sendiri, yang harus diutamakan adalah kepentingan umum. Pengemudi
yang memiliki sikap dan mental baik bersedia saling bergantian bila mendapati
antrian di persimpangan jalan.

4.

ANTISIPASI
Sebagai pengendara kita harus belajar membuat skenario berkendara yang baik
sebagai evaluasi setiap kali berkendara. Antisipasi yang tepat juga sangat
mempengaruhi keselamatan dalam berkendara

RESPONSIBLE DRIVING
Mengemudi dengan kesadaran untuk bertanggung jawab, baik untuk diri sendiri,
penumpang seisi mobil/motor, maupun bagi pengguna lalu lintas yang lain
sehingga tercipta keamanan dan kenyamanan bersama dalam berlalu lintas di
jalan raya.
MULAI DARI DIRI SENDIRI, kita mungkin pernah kecewa dengan cara orang lain
berkendara, TAPI saya sarankan.. Sebaiknya jangan berpikir untuk mengubah
orang lain dulu. Berubahlah mulai dari diri sendiri dulu.
Perubahan diri yang semakin positif akan mengakibatkan perubahan yang positif
bagi orang lain juga.

PERSIAPAN MENJADI RESPONSIBLE DRIVER


1.

PERSIAPAN DIRI SENDIRI

2.

PERSIAPAN KENDARAAN

RESPONSIBLE DRIVING
1. PERSIAPAN DIRI SENDIRI
SIAP SECARA FISIK
Fisik sangat menentukan. Untuk mengemudi, diperlukan konsentrasi 100%, juga dibutuhkan multi-tasking
skills, karena dalam waktu yang sama, anda harus bisa konsentrasi bergantian memandang ke depan,
spion kanan-kiri-tengah. Belum lagi kalau ada sepeda motor yang ngebut secara zig-zag mendahului
anda.
Kadang-kadang malah kita bisa menambah tugas mengemudi kita dengan sambil menelepon tanpa
handsfree, sambil makan/minum, memasukkan CD ke CD player, mengobrol dengan penumpang seisi
mobil, memperhatikan bayi kita yang menangis, dll.
Sekalipun anda memiliki kemampuan multitasking untuk bisa melakukan semua hal seperti diatas, kami
menyarankan bahwa kita semua adalah manusia yang terbatas. Hati-hati, apapun bisa terjadi. Jangan
karena kelalaian kita, orang lain menjadi korban. Jika anda tidak sehat (mengantuk/pusing/sakit), kami
menyarankan untuk tidak mengemudi. Pakailah kendaraan umum, seperti taxi, bus, dll.

SIAP SECARA PSIKOLOGIS DAN EMOSI


Emosi menentukan perilaku berkendara. Mengemudi dengan emosi yang labil berbahaya bagi diri sendiri
dan orang lain. Bagi anda yang mempunyai respons psikologis negatif (misalnya: latah, mudah emosi,
terkaget-kaget) menjadi sangat riskan bagi diri sendiri dan orang lain

SIAP SECARA SPIRITUAL


Berdoa sebelum berkendara adalah sikap terbaik. Manusia terbatas, bisa berusaha, tetapi Tuhan yang
berkehendak. Oleh karena itu, pasrahkan segala hal kepada-Nya sebelum kita melakukan segala sesuatu.
Juga tidak lupa bersyukur pada-NYA setelah sampai di tujuan.

SIAP SECARA PERILAKU DAN INFORMASI


Mematuhi rambu, marka jalan, peraturan dan lampu lalu lintas, juga tidak lupa memakai safety-belt
dengan cara yang benar; niscaya akan membentuk pribadi yang tertib berlalu lintas.
Mendengarkan informasi lalu lintas dari radio/media lainnya untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

SIAP SECARA KEAMANAN PRIBADI


Orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan. Jangan berikan kesempatan itu. Waspada dan
antisipasilah sebelum terjadi.

RESPONSIBLE DRIVING
2.

PERSIAPAN KENDARAAN
SIAP SECARA PERFORMA MOBIL
Sedia payung sebelum hujan. Walaupun mobil anda masih gress keluaran terbaru, jangan
lupa untuk tetap melakukan check and recheck yang bisa dilakukan secara do-it-yourself,
seperti :
 Kondisi performa mesin
 Kondisi instrumen mobil

SIAP SECARA KENYAMANAN


Kenyamanan juga mempengaruhi konsentrasi pengendara dan penumpang, misalnya:
 Suhu ruang mobil
 Ergonomis bangku dan kemudi
 Kaca yang bersih
 Kondisi interior mobil
 Alat bantu kemudi (spion)

ECO DRIVING

12
1.
2.

KIAT ECO DRIVING

Lakukanlah perawatan kendaraan secara rutin untuk memeriksa dan menyetel kondisi mesin.
Hindari memanaskan mesin terlalu lama sebelum berkendara. Selama mesin bekerja maka bahan bakar tetap terkirim,
sehingga banyak BBM yang terbuang sia-sia.
3. Pertahankan kecepatan kendaraan sedapat mungkin sekitar 70 ~ 80 km/jam.
4. Hindari kecepatan tinggi yang tidak perlu semakin tinggi kecepatan sebanding dengan tingginya putaran mesin sehingga
bahan bakar minyak yang harus dikirimpun semakin besar.
5. Sesuaikan gigi percepatan dengan kecepatan kendaraan, gunakan gigi rendah untuk menjalankan kendaraan pertama
kali. Contoh:
Gigi 1 Kecepatan 0-15 km/jam
Gigi 2 Kecepatan 15-35 km/jam
Gigi 3 Kecepatan 35-50 km/jam
Gigi 4 Kecepatan 50-70 km/jam
Gigi 5 Kecepatan 70 ~ km/jam
6. Lakukan akselerasi/penekanan pedal gas secara perlahan (bertahap), jangan melakukan secara tiba-tiba karena dapat
mengakibatkan terjadinya penambahan bahan bakar secara berlebihan.
7. Hindari muatan yang berlebihan. Untuk membawa beban yang besar dibutuhkan tenaga yang besar yang berarti bahan
bakar yang seimbang.
8. Matikan mesin saat kendaraan berhenti dalam waktu lama (parkir).
9. Aktifkan penyejuk udara (AC) dengan temperatur yang tidak terlalu rendah. Hal ini akan membuat kerja kompresor tidak
terlalu lama (atau matikan bila perlu).
10. Jangan meletakkan kaki kiri pada pedal kopling saat berkendara atau berkendara dengan setengah kopling. Ini akan
mengakibatkan tenaga mesin tidak sepenuhnya tersalurkan untuk menggerakkan kendaraan.
11. Gunakan bahan bakar sesuai nilai oktan yang disarankan oleh produsen. Nilai oktan bahan bakar akan menentukan
pembakaran yang sempurna, sehingga sangat berpengaruh terhadap tenaga yang dihasilkan oleh mesin.
12. Gunakan ban dengan kembang dan tekanan angin yang tepat.

ECO DRIVING
Annual Mileage
30.000 km

Average Fuel
Consumption
8 km/liter

Annual Fuel
Consumption
3750 liter
Difference A-B

Fuel Price

Annual Fuel Cost A

Rp. 4.500,-/ltr

Rp. 16.875.000.

Number
Of
Vehicle

Rp. 3.375.000
Annual Fuel
Consumption
3000 liter

Annual Mileage
30.000 km

Total Saving
Rp. 135.000.000

40 Units

Average Fuel
Consumption
10 km/liter

Fuel Price

Annual Fuel Cost A

Rp. 4.500,-/ltr

Rp. 13.500.000.

SUMMARY
SAFETY DRIVING

Lebih mengarah kepada pengetahuan (teori) dan


ketrampilan/teknik (praktek) pengendara agar
perjalanan menjadi aman dan nyaman.

DEFENSIVE DRIVING

Selain pengetahuan (teori) dan ketrampilan (praktek)


mengemudi, pengertiannya juga lebih mengarah ke pola
sikap, mental dan perilaku pengendara.

RESPONSIBLE DRIVING

Mengemudi dengan kesadaran untuk bertanggung


jawab, baik untuk diri sendiri, penumpang seisi
mobil/sepeda motor, maupun bagi pengguna lalu lintas
yang lain sehingga tercipta keamanan dan kenyamanan
bersama dalam ber lalu lintas di jalan raya.

ECO DRIVING

Selain berkendara secara aman dan nyaman sekarang


kita juga harus berhendara secara ekonomis dan hemat.

Memperoleh Keselamatan Yang Maksimal Saat Berkendaraan


Salah satu cara untuk memperoleh keselamatan, maka perlu adanya
personal margin of safety. Maksudnya adalah mempertimbangkan dan
meluangkan waktu sesaat untuk memikirkan margin for error
Strategy yang dilakukan untuk mencapai keselamatan dijalan adalah SEE :
Search

: melihat/mencari potential hazard yang akan mengakibatkan pada


kesulitan/kecelakaan (kendaraan yang muncul tiba-tiba dari sela-sela
kendaraan lain).

Evaluate

: mengevaluasi bagaimana berinteraksi dengan resiko yang ada dan


mempertimbangkan dampaknya.

Execute

: tindakan/keputusan yang diperlukan dengan cepat untuk memperoleh


keselamatan yang maksimal (resiko yang paling kecil).

Dalam strategy SEE tanyakan pada diri anda sbb, apa yang orang lain akan lakukan?
bagaimana bila pengemudi lain tidak melihat kita? bagaimana seandainya kendaraan
lain tidak pada jalur yang benar? Dll.
Waktu yang diperlukan dalam melakukan strategy SEE ini tak beda saat kita melakukan
Take 2
Dalam strategy SEE pelatihan mata untuk mengawasi keadaan sekelilingnya adalah
sangat penting. Kecelakaan biasanya terjadi kurang awasnya mata melihat situasi
sekitarnya, hingga kesulitan berinteraksi dengan pihak lain sesama pengguna jalan.

Sudut dan Daya Pandang Saat Mengemudi


Pengemudi yang defensive akan :
* Memperhatikan kecepatannya dan menyesuaikan dengan lebar jalan.

* Kepadatan lalulintas dan memperhatikan batasan kecepatan yang ada untuk jalan tsb
* Makin cepat kecepatan saat mengemudi, maka sudut pandangnya semakin sempit dan
konsentrasi hanya tertuju pada pada satu titik didepan kendaraan.
* Makin cepat melaju saat mengemudi dituntut untuk memberikan reaksi yang lebih baik lagi,
serta dituntuk untuk mempersiapkan jarak pengereman yang cukup.
* Usahakan mata tetap waspada dengan memperhatikan keleluasaan dalam menyesuaikan
kecepatan sesuai dengan kondisi jalanan saat dilewati.
* Biasakan mengalihkan pandangan sedikitnya setiap 2 detik (secara normal mata
mengirimkan 40 gambar baru secara lengkap perdetiknya kedalam otak). Jika tidak terbiasa
mengalihkan pandangan, maka seorang pengemudi dapat terjebak pada konflik situasi
lalulintas, sementara tanpa disadari kemungkinan kendaraannya menuju arah yang
berbahaya.
* Antisipasi keadaan dengan mengurangi kecepatan, menghindar dan atau menghentikan
kendaraan bila perlu.
* Melihat belakang melalui kaca spion (kiri/kanan) dan waspada terhadap sudut mati (blind
spot).
* Bila berhenti di lampu lalulintas (merah) perhatikan simpangan yang ada didepan sebelum
memajukan kendaraan saat lampu hijau (jalan). Tiga detik pertama setelah pergantian
warna adalah detik yang membahayakan, kadang-kadang ada yang berusaha memaksakan
diri menerobos lampu merah (berlawanan arah) atau mendahului (arah yang sama) secara
tiba-tiba.

Beberapa Cara Yang Dapat Membantu Pengemudi Saat Mengemudi Kendaraan

Space Cushion (jarak pengamanan); seorang pengemudi yang baik akan mengatur jarak
kendaraannya dengan kendaraan lain dalam jarak yang aman baik dengan cara maju atau
mengurangi kecepatannya. Cara ini akan menjaga jarak yang memadai dibelakang
kendaraan lain (pahami situasi). Bila pengemudi dibelakangnya terlalu dekat maka
pengendara mobil didepannya akan memajukan kendarannya. Usahakan jarak aman ini
adalah sama dengan jarak pengereman pada kecepatan yang dilakukan. Jarak pengamanan
ini berlaku dalam seluruh posisi, baik posisi samping-muka-depan-dan belakang. Saat
mengemudi dan melewati jalan yang tidak bergaris batas jangan sampai mendahului
kendaraan didepannya apabila ada kendaraan lain melaju berlawanan arah. Tidak perlu
menyisihkan jarak aman hanya untuk maju kedepan satu jajar didalam antrian lalulintas.
Daya pandang / kecepatan; pengemudi yang baik akan menyesuaikan kecepatannya
dengan daya pandangnya. Pengemudi akan mengurangi kecepatannya pada saat cuaca
berkabut, hujan deras, membelok, mengitari tikungan, balik arah, menanjak bukit, saat gelap
(masuk terowongan), atau bahaya lain yang mengurangi jarak pandang. Hal ini untuk
mengantisipasi situasi yang tidak terprediksi sebelumnya dan juga karena daya pandang yang
sempit.
Jalan keluar; pengemudi yang baik akan senantiasa mencari jalan keluar dalam situasi genting
dengan cara mengurangi kecepatan atau melakukan pengereman, atau segera tetap melaju
setelah menetahui situasi yang genting tersebut; tawuran massa, huru-hara, demo yang
menjurus ke tindak kekerasan, dsb.

Mengemudi secara aman pada kondisi jalan atau lingkungan apapun menuntut kemampuan
mengemudi yang defensif. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membiasakan diri dengan
kebiasaan memandang dengan baik.

hse Oct.07

PERGERAKAN MATA SAAT MENGEMUDI


Biasakan Mata Anda Bergerak Saat
Mengemudi
Zona
Rencana

Pandang jauh kedepan dan fokuskan mata


anda setiap 2 detik.
Perhatikan setiap object yang bergerak

Zona
Melihat

Perhatikan kemungkinan bahaya didepan


anda, lihat spion kanan-kiri setiap 5 detik atau 8
detik dalam situasi tertentu
Perhatikan kiri-kanan saat dipersimpangan
apalagi yang tidak ada lampu lalulintasnya.

Spion

Instrument

Zona Bertindak

Zona
Bertindak

Zona Melihat

Satu siklus pergerakan mata setiap 5 8 detik

Zona Rencana

Mengemudi Agresive = Mengemudi yang berbahaya


Yang menyebabkan pengemudi menjadi agresive
Budaya tidak menghormati

+
Terlalu banyak kendaraan/macet
Ruang gerak yang tidak cukup
Banyaknya interaksi pengemudi
Mengemudi Agresive dan sikap semaunya dijalan
Mengemudi agresive sangat membahayakan keselamatan diri sendiri, pengemudi lain,
dan pemakai jalan lain.
Maka hindarilah mengemudi dengan agresive
Tiga Type Pengemudi Agresive
1. Diam Agresive

: Banyak komplain, tergesa-gesa, bersaing, mengganggu pengemudi lain

2. Verbal Agresive

: Teriak, menyumpah, main klakson

3. Ambisi Agresive

: Motong jalan, mem-blok, mengejar, berkelahi

hse 7/01/08

Pengemudi Agresive
Beberapa Tindakan Pengemudi Aggressive / Membahayakan Diri Sendiri
Dan Pengguna Jalan Lain
Me-rem mendadak untuk menakuti pengekor
Melampaui batas kecepatan yang seharusnya diperbolehkan
Rubah jalur tanpa memberi tanda
Belok tiba-tiba
Manuver kiri kanan (ZIG-ZAG)
Menggunakan jalur bahu jalan
Menempel kendaraan didepannya agar melaju lebih cepat
Memblok kendaraan dibelakang-nya agar tidak dapat menyusul/menyalip

ETIKA BERKENDARAAN DAN DIDALAM KENDARAAN

Berkepribadianlah dijalan raya


Jangan memotong jalur secara tiba-tiba dan atau tanpa memberi tanda.
Jangan meludah dari dalam kendaraan hingga mengenai pemakai jalan lain.
Jangan membunyikan klakson secara berlebihan.
Jangan membuka pintu mobil tanpa memperhatikan pemakai jalan lain.
Hindari saling menyerobot jalur.
Jangan parkir yang menghalangi kendaraan lain.
Jangan mengemudi secara zig-zag.
Bila mengemudi secara pelan ambilah lajur sebelah kiri
Jangan berhenti yang menghalangi pemakai jalan lain atau jalur-jalur emergency,
walaupun sebentar.
Berhentilah dibelakang Zebra Cross saat lampu lalulintas merah.
Jangan menjalankan kendaraan sebelum lampu lalulintas menyala hijau.
Jangan membuang sampah dijalan dari dalam kendaraan
Jangan nyalip dengan cara memotong jalur pengemudi lain secara tiba-tiba

hse 2008

Parkir di gedung tinggi (mall / perkantoran)

Pastikan anda dalam kesadaran penuh dalam memasuki/keluar


dari area perkir gedung bertingkat.
Jalankan kendaraan perlahan, sesuai kondisi yang ada.
Usahakan tempat parkir kendaraan ditengah, tidak dipinggir
bangunan/mepet pagar.
Bila ragu memarkir mundur, maka parkirlah maju (jangan
memaksa)
Bila anda ragu mungkin lebih baik anda turun dulu melihat kondisi
yang akan menjadi tempat parkir kendaraan anda, hingga aman
untuk parkir kendaraan anda. (apakah ada stopper ban, dlsb.)
Carilah tukang parkir untuk memandu anda bila perlu.
Jangan parkir sambil menggunakan HP (memanggil/menerima)
Jangan meninggalkan barang berharga didalam kendaraan
anda.
Kunci dan tutuplah semua pintu dan jendela kendaraan anda.
(lakukan pengecekan)
Hapalkan lantai dan lokasi tempat parkir kendaraan anda (jangan
sampai anda kebingungan mencari kendaraan anda).
Kenali kendaraan yang parkir sekitar kendaraan anda.

Driving Space Management System Component


Perhatikan objek dan kondisi jalan
Evaluasi arah kendaraan dan lihat alternatif arah
Persiapkan untuk melakukan penyesuaian kecepatan dan posisi
Memberi perhatian
* Kemana harus memperhatikan
* Kapan harus memperhatikan
* Bagaimana cara memperhatikan
* Apa yang harus diperhatikan

Peripheral vision field

Focus vision field

Center vision field

Berbelok saat mengemudi


Berbelok dg smooth jaga
keseimbangan kendaraan
usahakan berjarak minimal
1 meter dari tepian jalan

Stop atau
perlambat
kendaraan
saat akan
belok

Lihat line of sight, perhatikan


daerah open area dan close
area arahkan kesudut jalan

Yang harus dilakukan bila akan belok :


Hidupkan lampu sign sesuai
arah belok dan perlambat laju
kendaraan sampai dengan +/- 50
meter sebelum sudut belokan

Lihat kaca spion dan hidupkan


lampu sign sesuai arah belok ambil
ancang-ancang untuk pindah jalur,
pastikan kendaraan lain melihat
anda akan belok

Approach

Communication

Target area

Line of sight

Reference

Speed control

Lane position

Courtesy
consideration

Jangan Lakukan

Motong jalan secara mendadak

Belok/pindah jalur tanpa menghidupkan lampu sign

Terlalu mepet denga tepian jalan saat belok

Out oversteer (ban belakang cenderung keluar) atau out


understeer (ban depan cenderung keluar) saat belok

Belok secara mendadak

Berhenti
dibelakang
Marka penyebarangan

Berinteraksi Dengan Pengendara Motor Saat Mengemudi

Angin yang kuat atau hujan deras mengakibatkan jalanan licin dan
akan membuat pengendara sepeda motor menjadi oleng dan
mungkin saja olengnya kearah kita, jaga jarak seaman mungkin

Apabila melihat antrian kendaraan didepan, biasanya motor


berusaha untuk menyusul antrian ini dan karena terhalang oleh
kendaraan besar biasanya motor tidak terlihat namun tiba-tiba
muncul didepan secara mendadak, terutama saat hujan.

Selalu perhatikan arah dan tujuan pengendara sepeda motor,


waspada saat berbelok atau berbalik arah, seringkali pengendara
motor luput dari perhatian kita.

Perhatikan dan hargai jalan pengendara motor, jangan potong


atau mendahului apabila jalur tidak memadai untuk mendahului
(jaga jarak aman)

Beri jarak apabila berada dibelakang sepeda motor

Cakupan Daya Pandang Visual Saat Mengemudi

20 s/d 30 detik Area Perhatian Visual,

Perhatikan sejauh mungkin mata memandang


untuk mengidentifikasi daerah konflik

Identifikasi arah kendaraan dan zona


berhenti secara aman

Object diarah tujuan dan area yang terbatas


daya pandangnya
Terbatas daya pandang diarah tujuan dan
hambatan yang ada

12 s/d 15 detik Area Kontrol Visual


Identifikasi object yang memerlukan respon
atau perhatian khusus
Pertimbangkan apakah perlu pindah jalur

15 20 second

4 8 second

8 s/d 12 detik Area Memberikan


Respon

Evaluasi daerah terbuka kiri dan kanan

4 s/d 8 detik Area Respon Secara


Langsung
Otak kanan secara reflek memberi
informasi terhadap apa yang ada
didaerah ini, setiap pergerakan akan
langsung direspon

PENGENALAN DAN PERAWATAN KENDARAAN


A.PERALATAN KENDARAAN.
1. Segitiga Pengaman
2. Lampu Senter
3. Alat pengukur tekanan angin ban
4. Tabung pemadam kebakaran, cek setiap 6 bulan
5. Jumper leads/kabel listrik darurat dari accu ke accu
6. Strap untuk menarik kendaran
7. Fuse/sekering cadangan
8. Kunci-kunci
9. Kotak P3K lengkap dengan isinya

Peralatan tersebut wajib di simpan dan dirawat dengan baik

PENGENALAN DAN PERAWATAN KENDARAAN


B.STANDARD PERLENGKAPAN KENDARAAN YG
HARUS ADA & BERFUNGSI BAIK.
1. REM KENDARAAN
Rem Kaki, Spelling idlenya tidak banyak dan berfungsi dengan
baik.
Rem Tangan, Pastikan rem tangan diangkat kendaraan berhenti
dan tidak bergerak walaupun di tanjakan/turunan.

2. LAMPU
Lampu Besar, idealnya adalah 55 watt untuk jarak dekat dan 60
watt untuk jarak jauh, lampu dekat harus bisa menerangi maks. 50
m kedepan.
Lampu Kecil, harus berwarna putih atau kuning
Lampu Sign, wajib di kiri dan kanan serta depan dan belakang dari
kendaraan, harus berwarna kuning/orange
Lampu Rem, wajib berwarna merah.
Lampu Plat Nomor, untuk meneranggi plat nomor bagian
belakang
Lampu Mundur, wajib berwarna putih dengan watt yang kecil

PENGENALAN DAN PERAWATAN KENDARAAN


3.KLAKSON
Bisa terdengar samapi jarak 100 m.

4.KACA SPION
Berfungsi baik dengan setelan yang tepat untuk pengemudi melihat
ke belakang.

5.SABUK PENGAMAN
Pastikan pengemudi dan penumpang menggunakan sabuk
pengaman selama dalam perjalanan.

6.WINDSHIELD WIPER
Pastikan pembasuh kaca bekerja dengan baik serta
tersedia semprotan air untuk pembasuh kaca.

7.BAN MOBIL
Ban mobil harus pada tekanan yang sesuai dan bentuk
kembangannya masih baik serta layak.

PENGENALAN DAN PERAWATAN KENDARAAN


C. PEMERIKASAAN REGULER KENDARAAN PADA

BAN, Periksa kembangan dan tekanan ban yang sesuai dan cocok dengan situasi
serta suhu jalan (umumnya 28-32 Psi untuk jalan aspal).
AIR RADIATOR, dan air di tabungan cadangan harus terisi sesuai standard.
ACCU/BATTERY, Harus berfungsi dengan baik serta periksa air accu secara
rutin apabila menggunakan accu basah. Apabila air accu kurang, tambahkan
dengan air accu sesuai standard (jangan menggunkan accu zuur)
OLI, Gunakan oli sesuai spesifikasi dari jenis type mesin dan pastikan oli terisi
sesuai standard dan tidak ada kebocoran.
MINYAK REM, Gunakan minyak sesuai petunjuk yang ada di buku petunjuk
kendaraan serta pastikan terisi dengan cukup dan tidak ada kebocoran.
MINYAK KOPLING, Gunakan minyak sesuai petunjuk yang ada di buku
petunjuk kendaraan serta pastikan terisi dengan cukup dan tidak ada kebocoran.
OLI POWER STEERING, Apabila kendaraan anda menggunkan power steering,
gunakan minyak sesuai petunjuk yang ada di buku petunjuk kendaraan serta
pastikan terisi dengan cukup dan tidak ada kebocoran.
OLI TRANSMISI AUTOMATIC, Gunakan minyak sesuai petunjuk yang ada di
buku petunjuk kendaraan serta pastikan terisi dengan cukup dan tidak ada
kebocoran.
MESIN, Periksa/service mesin sesuai jadwal yang ada di buku service
kendaraan.

MENGEMUDIKAN KENDARAAN

A. HAL-HAL YANG PERLU DI PERHATIKAN


SEBELUM , SAAT MENGEMUDI
Pahami akan situasi sepenuhnya
Lakukan pemerikasaan kendaraan (kondisi kendaraan layak)
Persiapkan diri baik fisik dan mental
Informasikan kepada orang lain apa yang akan anda lakukan
(tujuan anda, rute anda, dll)
Ikuti prosedur dan patuhi rambu lalu lintas serta aturan
keselamatan.
Saat mengemudi, waspada terhadap perubahan atau kondisi
yang tidak lazim.
Setelah sampai di tujuan parkirkan kendaraan dengan baik
dan benar serta aman.

MENGEMUDIKAN KENDARAAN
B.PEMERIKASAAN BAGIAN DALAM
SETIAP AKAN MENGEMUDI
Semua pintu tertutup dengan baik dan
terkunci
Posisi kursi sudah disesuaikan dengan
kondisi kenyamanan pengemudi
Pengemudi dan penumpang telah
menggunakan sabuk pengaman dengan
baik
Posisi setelen kaca spion sudah sesuai
dengan posisi pengemudi.
Petunjuk di kontrol panel tidak
menunjukkan kondisi kendaraan siap di
gunakan.
Pengemudi secara fisik dan mental siap
untuk mengemudi

TIPS MENGEMUDIKAN KENDARAAN


MENGEMUDI DI MALAM HARI
Pastikan semua lampu di kendaraan
berfungsi dengan baik
Pastikan sorot lampu jarak dekat dan jauh
menyorot dengan benar, jarak pandang 50
m kedepan
Perkiraan jarak pengereman sesuai dengan
jarak pandang
Jangan gunakan lampu jauh apabila
bertemu kendaraan lain
Apabila jalan berbelok dan berbukit
gunakan isyarat lampu jauh untuk
memberitahu kepada kendaraan yang
berlawanan arah

TIPS MENGEMUDIKAN KENDARAAN


MENGEMUDI DALAM CUACA
BURUK
Lewati segera kondisi tsb dengan
selalu berhati-hati.
Kurangi kecepatan, terutama
dijalan licin (saat hujan/setelah
hujan).
Hindari berhenti disembarang
tempat.
Jaga jarak kendaraan anda
dengan kendaraan disekitar anda
sehingga anda mampu
menghindar/berhenti saat
diperlukan.
Tidak menyalakan lampu hazard

TIPS MENGEMUDIKAN KENDARAAN


BATAS KECEPATAN
Perhatikan dan patuhi batas kecepatan
maksimum dan minimum berkendaraan di
jalan bebas hambatan (tol) saat hujan max.
60 km/jam saat cerah 100 km/jam
Jaga jarak aman pengereman sesuai
dengan kecepatan kendaraan, ex. V= 60
km/jam jarak aman pengereman L = 60 m
Pastikan alat pengereman kendaraan anda
berfungsi dengan baik

TIPS MENGEMUDIKAN KENDARAAN


JALUR UNTUK MENDAHULUI
Gunakan lampu isyarat apabila akan
mendahului kendaraan se jalur di depan.
Mendahului selalu dari sebelah kanan
Mendahului dari sebelah kiri adalah
membahayakan dan hanya di ijinkan
apabila
o Jika pengemudi lain akan belok kekanan
o Ada kecelakaan di jalur sebelah kanan
Pastikan ruang dan kecepatan kendaraan
yangmemadai sebelum anda mendahului
kendaraan di depan anda.

TIPS MENGEMUDIKAN KENDARAAN


MENCEGAH KECELAKAAN
SAAT DI PERSIMPANGAN
Perhatikan arah kendaraan dari depan,
belakang, kiri dan kanan juga rambu lalu
lintas yang ada
Tidak mendahului kendaraan lain di
persimpangan
Tidak menyerobot saat lampu di
perimpangan berwarna kuning apalagi
merah.
Memperlambat laju kendaraan apabila akan
mendekati area persimpangan.
Demi keamanan pastikan barang-barang
berharga tidak terlihat apabila berhenti
dipersimpangan.

TIPS MENGEMUDIKAN KENDARAAN


HINDARI PENGGUNAAN HP
SAAT MENGEMUDI
Jika Tak Dapat Dihindari :
Tetap memperhatikan jalan
Menepi dan hentikan kendaraan sebelum
melalukan pembicaraan melalui HP.
Gunakan peralatan hands free
Pastikan HP mudah di jangkau
Tangguhkan pembicaraan apabila kondisi dan
situasi tidak aman
Jangan melawan pembicaraan yang
mengacaukan

TIPS MENGEMUDIKAN KENDARAAN


ATURAN PARKIR
Pastikan roda sejajar dengan jalan atau garis
parkir, jangan biarkan posisi ban keluar dari
spakbor
Tutup spion dan pastikan bahwa semua
elektrikan telah dimatikan
Pastikan semua pintu tertup rapat dan
terkunci
Apabila anda parkir dijalanan menurun atau
berbukit, biasakan posisi ban tidak lurus
tetapi sedikit berbelok.
Jangan menyimpan barang berharga di
dalam kendaraan pada saat parkir
Apabila terpaksa simpan barang berharga di
lokasi yang aman dan tidak terlihat dari luar.

TIPS MENGEMUDIKAN KENDARAAN


AREA DILARANG PARKIR
Persimpangan jalan
Marka penyebrangan jalan, perlintasan atau
pada sisi tulisan dilarang parkir atau dilarang
berhenti
3 m dari jalan keluar khusus kendaraan
pemadam kebakaran / ambulan
Jalan bebas hambatan kecuali terpaksa
Dalam terowongan atau di jembatan
3 m dari perlintasan kereta

TIPS MENGEMUDIKAN KENDARAAN


PERBAIKAN RINGAN
Tangki bensin bocor
1. Gunakan sabun batangan untuk menutupi
lubang kebocoran pada tangki
2. Gunakan Silicon red untuk menutupi lubang
kebocoran pada tangki
Mesin mati mendadak setelah melintasi
genangan air
1. Buka kabel busi, rotor distributor dan
semprotkan dengan WD40
Rem mendadak tidak berfungsi setelah
melintasi genangan air
1. Injak rem menggunakan kaki kiri dan jalankan
kendaraan secara perlahan-lahan.
Windshield Wiper mati saat hujan,
1. untuk memperjelas penglihatan oleskan
shampo atau tembakau di permukaan kaca
bagian luar.

PERHATIKAN SELALU SEBELUM


MENGEMUDI
SIAPKAN STNK KENDARAAN ANDA
SIAPKAN SIM ANDA
PERIKSA SELALU SECARA RUTIN KENDARAAN ANDA
SIAPKAN DIRI BAIK FISIK DAN MENTAL
PERHATIKAN DAN PATUHI RAMBU LALU LINTAS
CEGAH SETIAP TINDAKAN YANG AKAN MERUGIKAN
KITA
HINDARI HAL-HAL YANG AKAN MENGAKIBATKAN
KECELAKAAN / KERUGIAN KITA.