Anda di halaman 1dari 10

JURNAL KELAUTAN NASIONAL

Vol. 7 No. 3 Desember 2012

DESAIN KAPAL KATAMARAN PENGANGKUT RUMPUT LAUT DI WAKATOBI


DESIGN OF A SEAWEED CARRIER CATAMARAN BOAT IN WAKATOBI

Daud S.A. Sianturi


Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan, Balitbang KP, KKP,
Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta, 14430
E-mail: daud_sianturi@kkp.go.id
Diterima: 26 Desember 2012, diterima setelah perbaikan: 19 Juli 2013, disetujui terbit: 10 September 2013

ABSTRAK
Rumput laut di Kepulauan Wakatobi memiliki potensi yang sangat besar sehingga kebutuhan wahana pengangkut juga
semakin tinggi. Potensi yang terus berkembang ini memerlukan dukungan wahana pengangkut yang efektif untuk
mempercepat panen rumput laut. Kapal katamaran sebagai sarana pengangkut sangat cocok di wilayah perairan yang
tenang. Jenis model katamaran yang digunakan adalah kapal twinhull yang kedua sisinya simetris stream line.
Pembuatan desain kapal dilakukan menggunakan perangkat lunak Maxsurft pro 11.12, pembuatan kurva hidrostatik
menggunakan hydromax 11.12 dan perhitungan hambatan kapal menggunakan Hullspeed 11.12 dengan metode slander
body. Dari hasil penelitian ini, diperoleh ukuran utama kapal: LOA 2,5 m; B 1,812 m; T 0,2 m; displacement sebesar
286 kg dan power 0,25 HP. Kapal ini dapat mengangkut 250 kg rumput laut dengan jumlah trip 7 kali/hari.
Kata Kunci : Katamaran, rumput laut, Wakatobi

ABSTRACT
Wakatobi Islands have great seaweeds potencyhence they need effective carrier vehicle to accelerate seaweed harvest.
Catamaran boat as carrier vehiche is suitable to calm water condition, The type of catamaran used is twinhulls model
which both sides have symmetrical stream line. The catamaran design is made used Maxsurft 11.12, estimation of the
hydrostatic value is using Hydromax Pro 11.12 and the ship resistance was calculated using Hullspeed 11.12 with
slender body method. The results of this research are LOA 2,5 m; B 1,812 m; T 0,2 m; displacement 286 kg and power
0.25 HP. This ship can carry 250 kg seaweeds with a number of trip 7 times / day.
Keywords :catamaran, seaweed, Wakatobi

PENDAHULUAN
Kepulauan Wakatobi merupakan kawasan di
Sulawesi
Tenggara
yang
memiliki
keanekaragaman biota bawah laut yang tinggi dan
merupakan wilayah segitiga karang dunia Coralreef Triangel Inisiative (CTI). Mata pencaharian
utama masyarakat Wakatobi adalah bertani rumput
laut, nelayan, dan berkebun. Perkembangan
budidaya rumput laut semakin berkembang dan
menjadi komoditi unggulan perikanan Sulawesi
Tenggara. Luas areal budidaya yang dikelola
sekitar 9.835,9 hektar, dengan produksi rumput
laut kering 73.247,1 ton, sedangkan luas areal
budidaya yang belum dikelolah sebesar 36,428
hektar dengan perkiraan produksi 262.073,5 ton

per tahun, dengan produktivitas 1,3-3,84 ton per


hektar (Sakti, 2010).
Peningkatan produktivitas rumput laut masih
belum diimbangi sarana pengangkutnya. Untuk
mengangkut hasil rumput laut di Wakatobi
menggunakan kapal berlambung tunggal berbahan
kayu dan tidak memiliki motor penggerak kapal
dengan dimensi kapal panjang kapal 4,5m lebar
kapal 0,6m; daya angkut kapal 250 kg.
Potensi yang terus berkembang ini memerlukan
dukungan sarana pengangkut dengan efektivitas
angkutan yang lebih baik daripada yang sudah ada.
Sarana pengangkut tanpa motor penggerak kurang
efektif dan efisien untuk menunjang hasil panen
yang berkualitas sehingga dibutuhkan sarana
pengangkut rumput laut yang lebih modern. Oleh

Desain Kapal Katamaran Pengangkut Rumput Laut di Wakatobi

156

JURNAL KELAUTAN NASIONAL


karena itu pada penelitian ini didesain bentuk
sarana pengangkut rumput laut berupa kapal
katamaran dengan motor listrik sebagai alat
penggerak. Pemilihan tipe katamaran dimaksudkan
agar diperoleh stabilitas yang lebih baik
dibandingkan bentuk lambung tunggal (monohull).
Kapal katamaran merupakan jenis kapal yang
memiliki dua lambung (demihulls), yang kedua
lambung tersebut dihubungkan oleh suatu
konstruksi yang menjadi satu kesatuan dari suatu
kapal. Kapal ini memiliki kelebihan
yakni
memiliki luas geladak yang lebih besar, stabilitas
yang lebih baik, dan memiliki hambatan 10% ~
20% lebih kecil dibandingkan hambatan kapal
berbadan tunggal dengan respon gerak yang lebih
kecil terhadap gerakan heaving, pitching, maupun
rolling. Namun demikian, olah gerak kapal kurang
baik terutama pada kondisi laut bergelombang
(Hadi, 2010).
Penelitian ini merupakan pra perencanaan sebuah
kapal sehingga batasan masalah penelitian ini
mencakup desain sebuah kapal katamaran,
bagaimana mendapatkan ukuran utama kapal yang
mampu mengangkut panen rumput laut sebesar
250 kg.

BAHAN DAN METODE

Vol. 7 No. 3 Desember 2012

b.

c.

d.

e.

Metode ini digunakan untuk memprediksi


hambatan kapal seperti tanker, general cargo
ship, fishing vessel, tugboat, container ship,
dan frigate.
Compton
Metode ini digunakan untuk memprediksi
hambatan kapal seperti tipikal coastal patrol,
training atau recreational powerboat dengan
bentuk lambung buritan bertipe transom.
Fung
Metode ini digunakan untuk memprediksi
hambatan kapal dengan bantuk lambung
buritan bertipe transom, kebanyakan metode
ini digunakan pada kapal ikan.
Van oortmerssen
Metode ini digunakan untuk memprediksi
hambatan kapal seperti kapal-kapal kecil,
trawler dan tugboat.
Series 60
Metode ini digunakan untuk memprediksikan
hambatan dari cargo ship yang single screw.

Selain itu terdapat pula metode slender body yang


digunakan untuk memprediksi hambatan dari
ukuran bentuk lambung kapal yang ramping,
seperti kapal katamaran (Manik et all, 2012).
Penentuan nilai Algorithm dapat dilihat item (

);

( ); (L); ( ); (Cb); dan (Ie) serta korelasinya dapat

Pada penelitian ini digunakan data utama sebagai


acuan. Data tersebut didapat melalui hasil
wawancara di lapangan meliputi data kapal jarak
dekat (500-600m), dengan panjang kapal 4,5m
lebar kapal 0,6m; daya angkut kapal 250 kg. Kapal
jarak jauh (lebih dari 600m), dengan panjang 12m
dan lebar kapal 1,1m dan daya angkut kapal 1000
kg. Di Wakatobi panen rumput laut satu petani
sekali panen 70 - 100 tali di mana 1 tali beratnya
250 kg.

dilihat pada lampiran Tabel A. setelah dilakukan


korelasi antara item diatas dengan persyarat di
lampiran Tabel A maka didapat metode apa yang
akan dipakai dalam penentuan hambatan
katamaran.

Pendesainan
katamaran
dilakukan
dengan
menggunakan maxsurf pro 11.12 dilanjutkan
dengan
perhitungan
nilai-niai
hidrostatik
menggunakan hydromax 11.12. Selanjutnya
perhitungan hambatan kapal dilakukan setelah nilai
Algorithm dapat ditentukan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Menurut Hadi dan Sumarno (2010) terdapat


beberapa metode alternatif dalam penentuan
Algorithm pada perhitungan hambatan kapal, yaitu:
a. Holtrop

Setelah seluruh perhitungan dilakukan didapat


ukuran utama, daya motor, serta daya angkut
katamaran, dan jumlah trip per hari.

3.1. Desain Dan Rencana Garis (Lines Plan)


Proses desain pada penelitian ini menggunakan
metode iterasi mengingat kapal yang direncanakan
berukuran kecil dan sangat sulit untuk menemukan
data pembanding yang tercatat dalam class,
instansi pemerintahan, maupun perusahaan
galangan. Walaupun kapal yang akan direncanakan
berukuran kecil, perencanaannya tetap sesuai
dengan standar perencanaan kapal yang berlaku.

Desain Kapal Katamaran Pengangkut Rumput Laut di Wakatobi

157

JURNAL KELAUTAN NASIONAL


Rencana ukuran utama kapal (Manik et all, 2012):
LOA (Length Over All) : 2m - 2,5m
B (Breatdh)
: 1m 1,8m
D (Depth)
: 0,5m0,6 m
Cb (Coefision Block)
: 0,5-0,65
(Massa jenis air laut)
: 1,025ton/m3
kecepatan yang diinginkan : 3 Knot
Kapal katamaran memiliki beberapa bentuk model
lambung kapal:
1. Model kapal twinhull yang kedua sisinya
simetris stream line.
Model kapal katamaran ini memiliki dua buah
kapal monohull, dimana kedua lambung
dihubungkan dengan jarak tertentu, sehingga
kapal tersebut memiliki sistem gelombang
yang stream line.
2. Model kapal double-hull yang kedua sisinya
asimetris, memiliki dua buah lambung yang di
kedua lambung sisi luar stream line dan
bagian dalam kedua lambung lurus.
3. Model kapal double-hull yang kedua sisinya
asimetris, memiliki dua buah lambung yang di
kedua sisi luarnya lurus sedangkan di sisi
dalamnya stream line.
Panjang kapal yang direncanakan berukuran
bertipe kecil, perairan tenang dan memiliki
gelombang kecil. Dari ciri-ciri di atas maka
didesain bentuk kapal berlambung dua atau yang
sering dikenal sebagai kapal katamaran dengan
model kapal twinhull yang kedua sisinya simetris
stream line.
Kapal didesain pada program Maxsurf Professional
Version 11.12, dengan menginput data, lalu
membentuk sesuai bentuk kapal katamaran. Untuk
mengubah bentuk lambung menjadi stream line,
dilakukan pada control point pada maxsurft
tersebut. Setiap perubahan bentuk lambung harus
memperhatikan gambar grafik CSA(Curve Section
Area) di program Maxsurf Professional agar tetap
proporsional. Kurva ini menjelaskan luasan kapal
dilihat dari station (pembagian kapal berdasarkan
panjangnya)
kapalnya.
Pada
Gambar
2
diperlihatkan hasil bentuk tiga dimensi katamaran.
Gambar 3 memperlihatkan bagian katamaran
tersebut, yaitu body plan (tampak depan dari kapal
yang memperlihatkan bentuk kapal dipotong tegak
melintang), Sheer plan (tampak samping dari kapal
yang memperlihatkan bentuk kapal jika kapal
dipotong kearah tegak sepanjang badan kapal),
Half Breadth plan (tampak atas dari kapal yang

Vol. 7 No. 3 Desember 2012


memperlihatkan bentuk garis air untuk setiap
kenaikan dari dasar) (Wahyudin, 2011).
Dari hasil desain kapal katamaran telah ditetapkan
ukuran utama yang sesuai dengan rencana ukuran
utama sebelumnya, serta kesesuaian dengan bentuk
CSA seperti terlihat pada Gambar 2. Tabel 1
memperlihatkan hasil ukuran utama yang
tercermin dari desain katamaran yang telah
digambar, dan memenuhi persyaratan tentang
ukuran utama yang diinginkan dapat dilihat nilai
Cb= 0,597 ; D (draft to baseline) = 0,2 m ; B
wl(water Line)= 1,783 m .

Gambar 1. Kurva luasan tiap station


(curve section area)

Gambar 2. Kapal katamaran tiga dimensi


(Three dimension of catamaran)

Desain Kapal Katamaran Pengangkut Rumput Laut di Wakatobi

158

JURNAL KELAUTAN NASIONAL

Vol. 7 No. 3 Desember 2012


titik dasar kapal ke titik metasentra kapal secara
melintang 6,1 m; jarak titik dasar kapal ke titik
metasentra kapal secara memanjang 5,003m; ton
per centimetre immersion 0,015 tonne/cm; dan
moment to change trim one centimeter 0,002
tonne.m.
Tabel 1.Hidrostatik pada DWL (Draft Water Line)
(Hydrostatic on DWL)
Ukuran
Displacement
Volume

Gambar 3. Rencana garis


(Lines plan)

Nilai

Satuan

285,914
0,279

m^3

Draft to Baseline

0,2

Immersed depth

0,2

Loa

2,5

Lwl

2,47

1,783

Beam wl
WSA

3,04

m^2

0,15

m^2

1,821

m^2

3.2. Hidrostatik

Max cross sect area

Setelah diketahui displacement (berat seluruh


kapal) dan ukuran utama kapal katamaran ini,
selanjutnya dilakukan perhitungan hidrostatik
dengan menggunakan perangkat lunak Hydromax
pro 11.12 dengan memakai data desain kapal yang
telah dibuat sebelumnya. Fungsi lengkung
hidrostatik adalah untuk mengetahui karakteristik
dari badan kapal yang berada di bawah garis air
(water line) . Pada perhitungan ini lengkunglengkung hidrostatik digambarkan sampai sarat
penuh dan tidak berlaku untuk kondisi kapal trim.

Waterplane area
Cp

0,752

Cb

0,597

Cm

0,794

Cwp

0,78

Karakteristik pada kapal ini dapat dilihat pada


Tabel 2. Kapal katamaran pada kondisi sarat 0,1 m
memiliki berat seluruh kapal 112,6 kg; tinggi sarat
kapal di depan tengah dan belakang 0,1m; panjang
garis air 2,418m; lebar garis air 1,715m; luas
permukaan kapal yang tercelup air 1,928m2; luas
bidang garis air 1,511 m2; koefisien prismatik
0,738; koefisien blok 0,563; koefisien penampang
tengah kapal 0,763; titik LCB terhadap tengah
kapal 0,175 di belakang tengah kapal; titik LCF
dari tengah kapal 0,165 di belakang tengah kapal;
jarak titik bouyancy dari dasar kapal 0,058m; jarak
titik berat dari dasar kapal 0,05m; jarak titik apung
kapal (bouyancy) ke titik metasentra kapal secara
melintang 6,042m; jarak titik apung kapal
(bouyancy) ke titik metasentra kapal secara
memanjang 4,945m; jarak titik berat kapal
(gravity) ke titik metasentra kapal secara melintang
6,05m; jarak titik berat kapal (gravity) ke titik
metasentra kapal secara memanjang 4,953m; jarak

Kg

LCB from zero pt

1,071

LCF from zero pt

1,08

KB

0,115

KG

BMt

2,892

BMl

2,451

GMt

3,006

GMl

2,566

KMt

3,006

KMl

2,566

Immersion (TPc)

0,019

tonne/cm

MTc
RM at 1deg =
GMt.Disp.sin(1)

0,003

tonne.m

15,002

kg.m
50
stations

Precision

Medium

3.3. Hambatan Kapal


Kapal yang sedang bergerak memiliki hambatan
yang diterima oleh lambung kapal, yang berada di
bawah garis air, jumlah hambatan ini akan diubah
menjadi sebuah tenaga yang dibutuhkan oleh kapal
untuk bergerak. Adapun hambatan keseluruhan

Desain Kapal Katamaran Pengangkut Rumput Laut di Wakatobi

159

JURNAL KELAUTAN NASIONAL

Vol. 7 No. 3 Desember 2012

(total resistance) kapal adalah jumlah dari


hambatan gesek (Rf) dengan hambatan sisa (Rr)
yang terjadi pada kapal (Nooryadi dan Suastika,
2012).

program Maxsurf pro 11.12. Untuk mengetahui


jumlah hambatan yang diterima pada kapal
katamaran terlebih dahulu ditentukan beberapa
parameter yang dibutuhkan, yaitu nilai efisiensi
mesin (overall efficiency), metode (methods) yang
akan digunakan, range kecepatan terendah dan
tertinggi yang akan digunakan.

Hambatan gesek (frictional resistance) merupakan


hambatan yang disebabkan adanya gesekan antara
fluida dengan lambung kapal di bawah garis air
pada saat kapal bergerak dengan kecepatan
tertentu, sedangkan hambatan sisa (residuary
resistence) terdiri atas, hambatan gelombang,
hambatan bentuk, hambatan ulakan (eddy-making
resistance), dan hambatan udara (Nooryadi dan
Suastika, 2012).

Nilai overall efficiency yang digunakan pada


penelitian ini diasumsikan sebesar 0,95 (95 %)
karena kapal berukuran kecil dan hambatan angin
dapat diabaikan, range kecepatan sebesar 0-10
knots mengingat kapal yang digunakan berukuran
kecil. Pada prediksi metode digunakan syaratsyarat ketentuan atau batasan-batasan dalam
penentuan algorithm yang akan ditentukan dalam
perhitungan hambatan kapal, dapat dilihat pada
lampiran 1.

Perhitungan hambatan kapal pada penelitian ini


dengan menggunakan Hull Speed 11.12 dengan
cara membuka desain yang telah dibuat dalam
Tabel 2. Hidrostatik
(Hydrostatic)

Sarat kapal katamaran (m)


Draft Amidsh m

0,20

0,15

0,10

0,05

0,00

Displacement (kg)

286

195,4

112,6

42,84

Draft at FP (m)

0,2

0,15

0,1

0,05

Draft at AP (m)

0,2

0,15

0,1

0,05

Draft at LCF (m)

0,2

0,15

0,1

0,05

WL Length (m)

2,47

2,453

2,418

2,36

2,178

WL Beam (m)

1,783

1,758

1,715

1,642

Wetted Area (m2)

3,022

2,482

1,928

1,316

Waterpl. Area (m )

1,821

1,704

1,511

1,176

Prismatic Coeff.

0,752

0,746

0,738

0,722

Block Coeff.

0,597

0,58

0,563

0,538

Midship Area Coeff.

0,795

0,777

0,763

0,745

Waterpl. Area Coeff.

0,78

0,778

0,775

0,757

LCB from Amidsh. (+ve fwd) (m)

-0,164

-0,169

-0,175

-0,181

0,015

LCF from Amidsh. (+ve fwd) (m)

-0,155

-0,156

-0,165

-0,178

0,015

KB (m)

0,115

0,087

0,058

0,029

0,2

KG (m)

0,05

0,05

0,05

0,05

0,05

BMt (m)

2,892

3,947

6,042

12,248

BML (m)

2,453

3,313

4,945

9,472

GMt (m)

2,957

3,984

6,05

12,228

0,15

GML (m)

2,517

3,35

4,953

9,451

0,15

KMt (m)

3,007

4,034

6,1

12,278

0,2

KML (m)

2,567

3,4

5,003

9,501

0,2

Immersion (TPc) [tonne/cm]

0,019

0,017

0,015

0,012

MTc (tonne.m)

0,003

0,003

0,002

0,002

14,757

13,586

11,885

9,142

RM at 1deg = GMt.Disp.sin(1) [kg.m]

Desain Kapal Katamaran Pengangkut Rumput Laut di Wakatobi

160

JURNAL KELAUTAN NASIONAL

Vol. 7 No. 3 Desember 2012

Tabel 3. Perhitungan algorithm hambatan katamaran


(Algorithm resistance of catamaran)
Lahtihar
Lahtihar
Savits
ju
Item
ju (Hard
ky
(Round
Chine)
Bilge)
-

Holtro
p

Seri
es 60

Del
ft

Compt
on

Fun
g

Slend
er
Body

L = 2,47

Cb = 0,597
Ie = 32,35

van
Oortmerss
en

Hasil perhitungan Algorithm disajikan dalam


Tabel 3. Terlihat bahwa Slender body adalah
metode yang dipakai dalam menghitung hambatan
kapal, dengan menggunakan perangkat lunak
hullspeed.
Setelah metode slender body yang akan
digunakan, maka selanjutnya dimasukkan nilai
overall efficiency sebesar 95 % dan range speed
yang digunakan 0 - 10 knots pada perangkat lunak
hullspeed. Nilai hambatan yang didapat dengan
menggunakan efisiensi sebesar 95 % dapat dilihat
pada Tabel 4. Dengan menggunakan kecepatan
kapal sebesar 3 knot didapat hambatan sebesar
0,12 KN dan power sebesar 0,19 kW dan nilai
power ini akan digunakan sebagai penentuan
motor listrik, namun terlebih dahulu dikonversi ke
Horse Power (1 kW = 1.341022 HP) dapat dilihat
pada Tabel 5. Adapun bentuk gelombang yang
terjadi dengan bentuk desain lambung kapal dan
kecepatan sebesar 3 knot dapat dilihat pada
Gambar 8.
Dengan Power 0,25 HP didapat spesifikasi
motor listrik (Gambar 5) yang akan dipakai
adalah:
Model
: TH-54
Thrust (Lbs)
: 54 (25)
Voltage (V)
: 12
Max Current (A): 50
Speed control
: 5 kecepatan maju
5 kecepatan mundur
Rating rotate Speed R/Min : 1370

Tabel 4. Hambatan Total


(Total resistance)
Speed
(kts)
0

Slender
Body
Power
(kW)

Slender body
Resist.(kN)
--

Froude
Number

--

0,02

0,01

0,105

0,07

0,08

0,209

0,12

0,19

0,314

0,17

0,37

0,418

0,3

0,8

0,523

0,33

1,08

0,627

0,35

1,34

0,732

0,38

1,63

0,836

0,4

1,96

0,941

10

0,43

2,31

1,045

Desain Kapal Katamaran Pengangkut Rumput Laut di Wakatobi

161

JURNAL KELAUTAN NASIONAL

Vol. 7 No. 3 Desember 2012

Tabel 5. Tenaga
( Power)
Speed
Vs
(kts)

Resistance

Vs
(m/s)

Rt.
(kN)

Power

Rt
(N)

--

P
(kW)

P
(HP)

--

0,51

0,02

20

0,01

0,01

1,03

0,07

70

0,08

0,11

1,54

0,12

120

0,19

0,25

2,06

0,17

170

0,37

0,50

2,57

0,3

300

0,8

1,07

3,09

0,33

330

1,08

1,45

3,60

0,35

350

1,34

1,80

4,12

0,38

380

1,63

2,19

4,63

0,4

400

1,96

2,63

10

5,14

0,43

430

2,31

3,10

Dari nilai displacement sebesar 286 kg, katamaran


dapat mengangkut muatan basah rumput laut 250
kg tiap sekali trip sama dengan kapal (lambung
tunggal) berukuran panjang 4,5m dan lebar 0,6m
sesuai data wawancara di lapangan. Jika
diasumsikan sekali panen rumput laut 70 tali,
jarak 500m dengan kecepatan kapal 3 knot (1 knot
= 0,5144 m/s)
S =Vxt
500 m
= 1,5433 x t
t
= 323, 98 s
t
= 5,39 menit
Jika diasumsikan mengangkut satu tali dan
membongkar satu tali adalah 40 menit , maka
sekali panen pulang pergi 1 jam, dengan masa
kerja 7 jam, maka satu kapal dapat mengankut 7
tali atau 1750 kg rumput laut basah. Untuk sekali
panen dalam sehari dibutuhkan katamaran 10
buah.

KESIMPULAN
Dengan menggunakan motor listrik sebagai alat
penggerak, kapal katamaran efektif untuk
mempercepat proses pengangkutan hasil panen
rumput laut basah.

Gambar 4. Bentuk gelombang katamaran dengan


kecepatan 3 knot
(the catamaran waveform with a speed of 3
knots)

Selanjutnya dari hasil penelitian ini didapat :


1. Ukuran utama kapal adalah:
Loa
= 2,5 m
Lwl
= 2,47 m
B lambung
= 0,472 m
B wl
= 1,783
B seluruh
= 1,812 m
H
= 0,6m
Jrk CL antar lambung
= 1,306 m
T
= 0,2 m
Cb
= 0,597
Cp
= 0,752
V
= 3 knot
Displacement
= 286 kg
2. Daya motor yang dibutuhkan sebesar 0,25 HP
3. Daya angkut kapal 250 kg, untuk sekali panen
dalam sehari (70 tali dan jarak 500m)
dibutuhkan katamaran 10 buah dengan masingmasing katamaran memanen rumput laut basah
1750 kg/ 7 trip.

Gambar 5. Motor Listrik


( Electric Motor)
Desain Kapal Katamaran Pengangkut Rumput Laut di Wakatobi

162

JURNAL KELAUTAN NASIONAL


UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis menyampaikan terima kasih kepada Donal
Daniel, S.T., M.T. sebagai ketua kelompok
peneliti dan Prof. Dr. Rochadi atas masukan dan
sarannya dalam penulisan jurnal ini.

DAFTAR PUSTAKA
Hadi, E. S., 2010. Perancangan Kapal Ikan
Katamaran Dengan Penggerak Mesin dan
Layar di Kabupaten Rembang , Junrnal
Kapal UNDIP 7(3): 1-12.
Hadi E.S., dan Sumarno, 2010. Studi
Pengembangan
Desain
Kapal
Ikan
Tradisional Tipe Daerah Batang Propinsi
Jawa Tengah Dengan Menggunakan Sistem
Palkah Ikan Hidup, Jurnal Kapal 7(1): 1-9.
Hullspeed Program, 2005. Hullspeed User Manual
version 11.12

Vol. 7 No. 3 Desember 2012


Insel

M., and A.F. Molland, 1992 An


Insvestigation
Into
the
Resistance
Component of High Speed Displacement
Catamaran. The Royal Institution of Naval
Architect.
Manik, P., A. Trimulyono, dan A. Wibowo, 2012.
Studi Perancangan Kapal Katamaran
Multifungsi Dikawasan Sungai Banjir
Kanal Barat Semarang. Jurnal Kapal
UNDIP 9(1): 47-57.
Nooryadi, L., dan K. Suastika, 2012. Perhitungan
Wave Making Resistance pada kapal
katamaran dengan menggunakan CFD,
Jurnal Teknik ITS 1(1): 30 34.
Sakti, U.S., 2010. Rumput Laut Dukung
Pariwisata
Wakatobi,
Kendari
pos,
(www.m3sultra.wordpress.com,
diakses
pada tanggal 3 Oktober 2012).
Wahyuddin, M., 2011. Lines plan kapal,
(http://kapal-cargo.blogspot.com, diakses
pada tanggal 26 Juni 2013).

Desain Kapal Katamaran Pengangkut Rumput Laut di Wakatobi

163

JURNAL KELAUTAN NASIONAL

Vol. 7 No. 3 Desember 2012

LAMPIRAN 1
Tabel A. Algorithm tahanan kapal
Algorithm:
Requirement:
3.07
Savitsky
3.7
2.52
1.7
0
-0.016

<
<
<
<
<
<

L/V1/3
ie
L/B
B/T
At/Ax
LCG/L

<
<
<
<
<
<

12.4
28.6
18.26
9.8
1
0.0656

Lahtiharju
(Round Bilge)

4.47
0.68
3.33
1.72
0.16
0.57

<
<
<
<
<
<

L/V1/3
B3/V
L/B
B/T
At/Ax
Cm

<
<
<
<
<
<

8.30
7.76
8.21
10.21
0.82
0.89

Lahtiharju
(Hard Chine)

4.49
2.73
3.75
0.43

<
<
<
<

L/V1/3
L/B
B/T
At/Ax

<
<
<
<

6.81
5.43
7.54
0.995

Holtrop

0.55
3.9
2.1

<
<
<

Cp
L/B
B/T

<
<
<

0.85
15
4.0

van Oortmerssen

8
3
0.5
-7
5
1.9
0.70
10

<
<
<
<
<
<
<
<

L
L/B
Cp
100 LCG / L
V
B/T
Cm
ie

<
<
<
<
<
<
<
<

80
6.2
0.73
2.8
3000
4.0
0.97
46

Series 60

0.6
5.5
2.5
-2.48%

<
<
<
<

Cb
L/B
B/T
LCB

0.8
8.5
3.5
3.51%

Delft

2.76
2.46
4.34
-6.0%
0.52

<
<
<
<
<

L/B
B/T
L/V1/3
LCB
Cp

<
<
<
<
<
<
<
<
<
<

5.00
19.32
8.50
0.0%
0.60

Compton
Desain Kapal Katamaran Pengangkut Rumput Laut di Wakatobi

164

JURNAL KELAUTAN NASIONAL


Algorithm:

Requirement:
-0.13
4.0
0.00368

Vol. 7 No. 3 Desember 2012

<
<
<

LCG/L
L/B
V/L^3

<
<
<

-0.02
5.2
0.00525

<
<
<
<
<

V/L^3
B/T
Cp
Cx
ie

<
<
<
<
<

0.01257
10.204
0.774
0.994

<
<

L/B
Cwp

<
<

23.673
17.935
0.841

<

L/V1/3

<

no limit

Fung
0.00057
1.696
0.526
0.556
o

14.324
2.52
0.662

Slender Body
4 or 51
Sumber: Hullspeed User Manual version 11.12,2005.6

Dimana:
L
B
T
At
Ax
V
Cm
Cp
Cwp
Cx
ie
LCB

Lwl, panjang garis air


Lebar Garis air
Sarat air di lambung
Luas Transom
Maksimum luas sectional
Volume displacement
Coefisien Midship
coefficient Prismatic
coefficient Water plane area
Maksimum coefisien luasan section
Setengah sudut masuk
Longitudinal centre of buoyancy, dihitung dari midship, nilai positif terletak di depan.

LCG

Longitudinal centre of gravity, dihitung dari midship, nilai positif terletak di depan.

Deadrise
wsa
Bt
Tt
Abulb

Mean deadrise, or deadrise at 50% Lwl.


Luas Permukaan basah Lambung.
Transom beam at waterline
Transom draft
Bulb transverse area.

Desain Kapal Katamaran Pengangkut Rumput Laut di Wakatobi

165