Anda di halaman 1dari 3

PRAKTIKUM FISIKA KELAS XII IPA

Hari/Tanggal:Rabu/ 26 Agustus 2015


Kelas

XII IPA 5

Nama Kelompok

Anggota

Catharine Wela /04

PERCOBAAN : RESONANSI BUNYI


Tujuan:
menentukan cepat rambat bunyi di udara ( v )
Teori : (lihat gambar berikut)
Dengan bantuan slang plastik/karet, reservoir R dan tabung
kolom udara (disebut tabung resonan) dihubungkan satu sama
lain sehingga membentuk bejana berhubungan.
Susunan tersebut kemudian diisi air hingga
penuh.Garputala/speaker yang frekwensinya telah diketahui
dijepit dan digetarkan secara terus-menerus di atas tabung
kolom udara.
Selama garpu tala bergetar, reservoir R diturunkan
perlahan-lahan, sehingga air dalam tabung kolom udara ikut
turun dan gelombang bunyi merambat dalam tabung kolom
udara. Gelombang yang merambat ini dipantulkan
permukaan air sehingga antara gelombang yang datang dan
yang dipantulkan terjadi interferensi. Ketika panjang tabung
kolom udara (2n +1 ) 1/4 dengan n = bilangan cacah, maka
terjadi interferensiyang konstruktif, interferensi yang saling
memperkuat
(Ingat interferensi pada ujung terikat dan pipa organa
tertutup !).
Dikatakan pada saat itu antara garpu tala dan udara dalam
tabung kolom udara terjadi resonansi (udara ikut bergetar
karena ada garpu tala yang bergetar). Jika A, B, C dan
seterusnya merupakan tempat terjadinya resonansi pertama, kedua, ketiga dan
seterusnya, maka : Jarak AB = BC = 1/2 dan AC = , sehingga panjang gelombangnya
( ) dapat diukur. Karena pada saat terjadi resonansi, frekwensi yang bergetar sama,
maka frekwensi udara yang bergetar sama dengan frekwensi garpu tala. Dengan
demikian cepat rambat bunyi di udara dapat dihitung dengan rumus:
v =f .

Alat-alat yang diperlukan:


1. Tabung resonansi
2. Speaker
3. Sumber getar
4. Air
Pelaksanaan:
1) Isi tabung kolom udara dan reservoir R hingga penuh
2) Hidupkan sumber getar pilih untuk frekunesi tertentu,

3) Cari tempat terjadinya resonansi pertama, kedua, dst. Dengan jalan menurunkan air
dalam reservoir R. (Saat terjadi resonansi, ditandai suara yang agak nyaring !). Catat
skala tempat terjadinya resonansi-resonansi tersebut
4) Ulangi pelaksanaan 2 & 3 untuk frekuensi yang yang lain.
5) Tabelkan datanya dalam tabel data pengamatan.
Data Pengamatan
No Frekunsi
1
2
3
4
5
6
7

400
500
600
700
800
900
1000

Cari kesalahan relatif =

Resona
nsi 1
20
16
10
11
9
8
30

v
v
Resona
nsi 2
43
46
18400
5342,857
27
22
11000
12742,857
32
44
26400
2657,143
30
38
26600
2857,143
30
42
33600
9857,143
27
38
34200
10457,143
38
16
16000
7742,857
rata rata= 23742,857 v rata rata=7397,592

7397,592
100 =
23742,857

31,15%

Pembahasan

Dalam

praktikum

ini

kami

melakukan

percobaan

resonansi

bunyi.

Kami

menggunakan reservoir yang diisi air dan diberi speaker berfrekuensi untuk melakukan
uji coba resonansi bunyi. Pertama-tama kami membiarkan agar reservoir dan air berada
pada kondisi stabil sama tingginya. Lalu kami menyalakan frekuensi mula-mula
menggunakan frekuensi sebesar 400 Hz. Frekuensi itu dipantulkan oleh speaker yang
diarahkan kepada tabung reservoir yang terbuka tutup atasnya. Disitu gelombang
frekuensi dipantulkan oleh speaker. Lalu kami perlahan-lahan menuruankan selang yang
berada disebelah kanan dan mendengarkan bunyi yang terjadi sampai bunyi yang
lumayan besar terdengar. Lalu pada saat air berada dengan ketinggian 20 bunyi keras
pertama terjadi dan pada tinggi 43 terjadi bunyi keras yang kedua. Bunyi keras ini
menandakan resonansi bunyi. Pada setiap frekuensi dilakukan hal yang sama sebanyak 7
kali percobaan (sampai 1000 Hz). Rumus panjang gelombang adalah = 2l, dimana l =
bunyi resonansi kedua bunyi resonansi pertama. Dan v didapat dari rumus v = f x .
Dari 7 kali percobaan didapatkan bahwa kecepatan rambat udara adalah
23742,857 cm/s. Dimana cepat rambat diudara memiliki besar yang tetap tapi mungkin
berbeda di beberapa tempat. v rata rata yang kami peroleh dari data adalah sebesar
7397,592. Kesalahan relatif kami dapat dengan menggunakan rumus kecepatan ratarata dibagi dengan v rata rata lalu dikalikan dengan 100% dan hasilnya adalah sebesar
31,15%. Kesalahan relatif dari data kami sangatlah besar. Hal ini disebabkan oleh
berbagai faktor. Diantaranya adalah kesalahan dalam mendengarkan bunyi dari reservoir
yang diisi air milik kami karena banyak kelompok yang melakukan percobaan dan
dengan suara yang besar jadi kami kebingungan mendengarkan suara dari alat kami,
selain itu juga karena faktor kelas yang berisik jadi suara tidak terdengar. Selain itu, hal

yang

mungkin

menyebabkan

kesalahan

relative

adalah

kurang

konstan

dalam

mengangkat pipa berselang untuk menurunkan atau menaikan sehingga mungkin bunyi
keras itu tidak tepat. Ketika mendengar bunyi dari berbagai skala kami salah memilih
dimana bunyi paling keras terjadi.
Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan bahwa


resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat getaran benda lain,
dimana frekuensi benda yang bergetar sama dengan sumber yang menggetarkannya.
Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang dapat merambat melalui berbagai
medium baik zat gas, cair, maupun zat padat. Semakin besar panjang ruang tabung,
atau semakin kecil volume air didalamnya, maka akan semakin besar frekuensi yang
dihasilkan, begitu pun sebaliknya, sehingga volume air berbanding lurus dengan
frekuensi bunyi yang dihasilkan. Gelombang bunyi dihasilkan oleh benda bergetar.