Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Isu mengenai munculnya penyakit infeksi atau Emerging Infectious Diseases timbul sejak
dua tahun ini dengan adanya kekhawatiran akan terjadinya pandemi flu, baik akibat virus
strain burung maupun virus influenza lainya, telah membuat sibuk para ahli
virology,empidemiologi,pembuat kebijakan,maupun pihak pers dan masyarakat. Keadaan
seperti ini dapat menimbulkan histeria yang tak beralasan dikalangan masyarakat maupun
komunitas tertentu, bila tidak dilakukan persiapan upaya pencegahan dan pengendalian
infeksi. Komunitas dibidang kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan termasuk
kelompok beresiko tinggi untuk terpajan oleh penyakit infeksi yang berbahaya dan
mengancam jiwa. Risiko tersebut meningkat secara signifikan bila terjadi wabah penyakit
pernafasan yang menular, seperti SARS ( Severe Acute Respiratory Syndrome ), penyakit
meningococus, flu burung, dan lain lain.
Untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi dirumah sakit dan fasilitas pelayanan
kesehatan lainnya perlu diterapkan pencegahan dan pengendalian infeksi ( PPI ), yaitu
kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, pendidikan dan pelatihan,
serta monitoring dan evaluasi.
Wabah atau Kejadian Luar Biasa ( KLB ) dari penyakit infeksi sulit diperkirakan
datangnya, sehingga kewaspadaan melalui surveilans dan tindakan pencegahan serta
pengendaliannya perlu terus ditingkatkan. Selain itu infeksi yang terjadi dirumah sakit tidak
saja dapat dikendalikan tetapi juga dapat dicegah dengan melakukan langkah langkah yang
sesuai dengan prosedur yang berlaku.
B. Landasan Peraturan .:
Landasan peraturan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi rumah sakit RSUD XXX
Propinsi Jawa Tengah adalah :
1.

Kemenkes 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan


rumah sakit

2.

Kemenkes 875/Menkes/SK/VIII/2001 tentang penyusunan upaya pengelolaan

lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan


3.

Pedoman Pengendalian Infeksi Nosokomial di RS, Depkes 2001

4.

Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS dan Fasilitas


Kesehatan Lainnya, Depkes, 2007

5.

Pedoman manajemen linen di rumah sakit, Depkes, 2004

6.

Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi di rumah sakit, Depkes, 2009

C. Tujuan
1. Umum
Meningkatkan mutu layanan Rumah Sakit melalui pencegahan dan pengendalian
infeksi dirumah sakit sehingga dapat melindungi tenaga kesehatan dan masyarakat dan
penularan penyakit menular ( Emerging Infectious Diseases ) yang mungkin timbul,
khususnya dalam menghadapi kemungkinan pandemi influenza.
2. Khusus
Sebagai pedoman bagi direktur Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainya
dalam membentuk organisasi, menyusun serta melaksanakan tugas, program, wewenang
dan tanggung jawab secara jelas.
Menggerakkan segala sumber daya yang ada di Rumah Sakit dan fasilitas kesehatan
lainya secara efektif dan efisien dalam pelaksanaan PPI.
Menurunkan angka kejadian infeksi dirumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan
lainya secara bermakna.
Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program PPI.
D. Sasaran
1. Staf dan profesional kesehatan
2. Pasien dan keluarga pasien
3. Pekerja kontrak, mahasiswa
4. Pengunjung.
5. Tenant

BAB II
GAMBARAN UMUM

BAB III
VISI, MISI, MOTTO, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN
Visi adalah

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI

Struktur Organisasi RSUD XXX Propinsi Jawa Tengah


Struktur Organisasi RSUD XXX berdasarkan Peraturan Daerah Jawa
Tengah Nomor 8 Tahun 2008, tentang
Susunan organisasi RSUD XXX Provinsi Jawa Tengah terdiri dari :
a. Direktur;
b. Kabag. TU;
c. Kabid Pelayanan dan Perawatan Umum;
d. Kabid Pelayanan dan Perawatan Khusus;
e. Kasubag Perencanaan dan Keuangan;
f. Kasubag Umum dan Kepegawaian;
g. Kasie Pelayanan dan penunjang Umum;
h. Kasie Perawatan Umum;
i. Kasie Pelayanan dan penunjang Khusus;
j. Kasie Perawatan Khusus;

Adapun bagan Organisasi RSUD XXX Provinsi Jawa Tengah sebagai berikut :
Direktur Membawahkan :
1. Bidang Pelayanan & Keperawatan Umum
2. Bidang Pelayanan & Keperawatan Khusus
3. Bagian Tata Usaha
4. Kelompok Jabatan Fungsional

1. Bidang Pelayanan Dan Keperawatan Umum


Tugas Pokok Pokok :
a. Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis.
b. Pelaksanaan dan pelayanan adm. dan teknis bidang pelayanan dan
penunjang umum
c. Pelaksanaan dan pelayanan keperawatan umum
Fungsi :
a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan dan pelayanan
administrasi dan teknis di bidang pelayanan dan penunjang.
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan dan pelayanan
adm. dan teknis di bidang keperawatan umum.
c. Pelaksanaan tugas pokok lain yang diberikan oleh direktur
sesuai tugas pokok dan fungsinya.

2. Bidang Pelayanan Dan Keperawatan Khusus


Tugas Pokok :
a. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis.
b. pelaksanaan dan pelayanan administrasi dan teknis bidang pelayanan dan
penunjang khusus.
c.

pelaksanaan dan pelayanan keperawatan khusus. (ps.11)

Fungsi :

a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan dan pelayanan


adm. dan teknis di bidang pelayanan dan penunjang khusus.
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan dan pelayanan
adm. dan teknis di bidang keperawatan khusus.
Pelaksanaan tugas pokok lain yang diberikan oleh direktur

c.

sesuai tugas pokok dan fungsinya.

3. Bagian Tata Usaha


Tugas Pokok Pokok :
a. Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis.
b. Pelaksanaan

dan

pelayanan

adm.

dan

teknis

bidang

perencanaan dan keuangan, umum dan kepegawaian


Fungsi :
a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan dan pelayanan
administrasi dan teknis di bidang perencanaan dan keuangan
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan dan pelayanan
adm. dan teknis di bidang umum dan kepegawaian
c. Pelaksanaan tugas pokok lain yang diberikan oleh direktur
sesuai tugas pokok dan fungsinya
2.1.3 Nilai-Nilai Dasar
Nilai-nilai dasar RSUD XXX yaitu K-E-L-E-T akronim dari:
Komitmen
Etika
Loyalitas
Empati
Tulus

BAB V
VISI, MISI, DAN TUJUAN PPIRS
VISI
Menurunkan risiko terjadinya endemi dan epidemi nosokomial di RSUD XXX Propinsi
Jawa Tengah
MISI
1. Mengupayakan layanan kesehatan sesuai dengan standar pencegahan dan
pengendalian infeksi RSUD XXX Propinsi Jawa Tengah
2. Mengidentifikasi dan mengurangi risiko penularan atau transmisi infeksi di antara
pasien, staff, professional kesehatan, pekerja kontrak, relawan, mahasiswa dan
pengunjung.
3. Melaksanakan , memantau, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pencegahan dan
pengendalian infeksi di RSUD XXX Propinsi Jawa Tengah
4. Menyediakan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan
5. Terselenggaranya partisipasi dan dukungan dari pimpinan rumah sakit
6. Menyediakan edukasi mengenai praktik pencegahan dan pengendalian infeksi kepada
staff, dokter, pasien, keluarga pasien dan pemberi pelayanan lainnya melalui
kampanye, banner, leaflet
Falsafah
Pencegahan dan pengendalian Infeksi RSUD XXX Propinsi Jawa Tengah adalah kewajiban
rumah sakit untuk melindungi pasien dari kejangkitan infeksi dan petugas serta pengunjung
dari paparan infeksi dengan memperhatikan cost effective.

Tujuan
1. Meningkatkan mutu layanan rumah sakit RSUD XXX Propinsi Jawa Tengah melalui
pencegahan dan pengendalian infeksi yang dilaksanakan oleh semua unit di rumah sakit
yang meliputi Manajemen resiko, Clinical Governance dan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja
2. Melindungi petugas kesehatan dan masyarakat dari penularan penyakit menular
(Emerging Infectious Disease)
3. Menurunkan angka penularan HAIs ( Hospital Acquired Infections )

Struktur Organisasi
Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

BAB VI
TATA HUBUNGAN KERJA

Keterangan :

BAB VII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL
A. KETUA
Kriteria : Seorang dokter yang mempunyai pengetahuan dan berminat pada penyakit infeksi
dan epidemiologi
1.

Tanggung jawab :
Secara administratif dan fungsional bertanggungjawab seluruhnya terhadap pelaksanaan
program PPIRS.

2.

Tugas pokok :
Mengkoordinasi semua pelaksanaan kegiatan program PPI RS

3.

Uraian tugas:

a. Menyusun, merencanakan dan mengevaluasi program kerja PPI


b. Menyusun dan menetapkan serta mengevaluasi kebijakan PPI
c. Memimpin, mengkoordinir dan mengevaluasi pelaksanaan PPI
d. Bekerjasama dengan tim PPI dalam melakukan investigasi masalah atau KLB HAIs
(Healthcare Assosiated Infection)
e. Memberi usulan untuk mengembangkan dan meningkatkan cara pencegahan dan
pengendalian infeksi
f. Memberikan konsultasi pada petugas kesehatan rumah sakit dan pelayanan

kesehatan

lainnya dalam PPI


g. Mengusulkan pengadaan alat dan bahan kesehatan, cara pemrosesan alat,
alat dan linen yang sesuai dengan prinsip PPI dan aman bagi

yang

penyimpanan

menggunakan.

h. Mengidentifikasi temuan dilapangan dan mengusulkan pelatihan untuk meningkatkan


kemampuan SDM rumah sakit dalam PPI
i.Bertanggung jawab terhadap koordinasi dengan bagian unit kerja terkait
j.Berkoordinasi dengan unit terkait PPI
k. Memimpin pertemuan rutin setiap bulan dengan anggota PPI untuk membahas
menginformasikan hal hal penting yang berkaitan dengan PPI
l.Meningkatkan pengetahuan anggota, membuat dan memperbaiki cara kerja dan
pedoman kerja yang aman dan efektif

dan

m. Memberikan masukan yang menyangkut konstruksi bangunan dan renovasi


ruangan
n. Menentukan sikap penutupan ruangan rawat bila diperlukan karena potensial
menyebarkan infeksi.
o. Menghadiri pertemuan manajemen, bila dibutuhkan
B.SEKRETARIS
Kriteria : Mempunyai pengetahuan, ketrampilan khusus dan epidemiologi penyakit infeksi,
bakteriologi dan sanitasi
1. Tanggung Jawab :
Secara administratif dan fungsional bertanggung jawab kepada ketua PPIRS
2. Tugas Pokok :
Ikut berperan serta dalam pelaksanaan kegiatan Program PPIRS
3. Uraian Tugas :
a. Mengatur rapat dan jadwal rapat PPI
b. Menyiapkan ruang rapat dan perlengkapannya yang diperlukan
c. Menyusun kesimpulan sidang dan notulen rapat

C. IPCN ( Infection Prevention Controle Nurse )


Kriteria :
1. Perawat dengan pendidikan minimal DIII dan memiliki sertifikasi PPI
2. Memiliki komitmen dibidang pencegahan dan pengendalian infeksi
3. Memiliki kemampuan leadership, inovatif dan confident
4. Memiliki pengalaman sebagai kepala ruang atau setara
5. Bekerja purna waktu
Tugas dan tanggung jawab :
1. Mengunjungi ruangan setiap hari untuk memonitor kejadian infeksi yang terjadi

dilingkungan kerjanya, baik rumah sakit dan fasilitas kesehatan


lainnya.
2. Memonitor dan melaksanaan

surveillance PPI, penerapan SOP, kepatuhan

petugas dalam menjalankan kewaspadaan isolasi


3. Melaksanakan surveilans infeksi dan melaporkan kepada ketua PPI
4. Bersama tim PPI memberikan pelatihan tentang PPI kepada petugas di rumah
sakit dan fasilitas kesehatan lainnya
5.

Melakukan investigasi apabila terjadi KLB infeksi dan bersama ketua PPI
memperbaiki kesalahan yang ada

6.

Bersama ketua PPI melakukan pelatihan petugas kesehatan tentang PPI RS

7.

Memonitor kesehatan petugas kesehatan untuk mencegah penularan infeksi dari


petugas kesehatan ke pasien atau sebaliknya

8.

Bersama ketua PPI menganjurkan prosedur isolasi dan memberi konsultasi tentang
PPI yang diperlukan pada kasus yang terjadi di rumah sakit.

9.

Audit pencegahan dan pengendalian infeksi terhadap penatalaksanaan limbah,


loundry, gizi dll

10. Memonitor kesehatan lingkungan


11. Memonitor terhadap pengendalian pemakaian antibiotika yang rasional
12. Memberikan saran desain ruangan rumah sakit agar sesuai dengan prinsip PPI
13. Memberikan motivasi dan teguran tentang pelaksanaan kepatuhan PPI
14. Melakukan edukasi kepada pasien, keluarga pasien dan pengunjung rumah sakit
tentang PPIRS
15. Memprakarsai penyuluhan bagi petugas kesehatan, pengunjung dan keluarga
tentang topik infeksi yang sedang berkembang di masyarakat, infeksi dengan
insiden tinggi.
16. Sebagai koordinator antar departemen / unit dalam mendeteksi, mencegah dan
mengendalikan infeksi di rumah sakit.
17. Membuat laporan surveilans bulanan dan tahunan dan melaporkan kepada tim PPI
E. IPCLN (Infection Prevention Controle link Nurse )
Kriteria IPCLN :

1. Perawat dengan pendidikan minimal D3 dan memiliki sertifikat PPI


2. Memiliki komitmen di bidang pencegahan dan pengendalian infeksi
3. Memiliki kemampuan Leadership
Tugas dan tanggung jawab IPCLN :
Sebagai perawat penghubung / perawat pelaksana bertugas :
1.

Mengisi dan mengumpulkan data indikator mutu di unit rawat inap masing-

masing dan
2.
dan
3.

Memberikan motivasi dan teguran tentang pelaksanaan kepatuhan pencegahan


pengendalian infeksi pada setiap personil ruangan di unitnya masing-masing.
Memberitahukan kepada IPCN dan membuat laporan apabila ada kecurigaan

adanya
4.

menyerahkannya kepada IPCN

HAIs pada pasien


Berkoordinasi dengan IPCN saat terjadi infeksi potensial KLB, penyuluhan bagi

pengunjung di ruang rawat masing-masing, konsultasi prosedur yang harus dijalankan


bila belum paham.
5.

Memonitor kepatuhan petugas kesehatan yang lain dalam menjalankan Standar

Isolasi
F. Anggota tim
1. Tanggung Jawab :
Secara administratif dan fungsional bertanggung jawab kepada Ketua dan Wakil
PPIRS dalam pelaksanaan program kerja PPIRS di setiap unitnya masing-masing
2. Tugas Pokok :
Membantu pelaksanaan semua kegiatan di Program PPIRS di Unit masing-masing
3. Uraian Tugas :
a. Melaksanakan semua kegiatan di program PPIRS di Unit masing-masing
b. Memonitoring pelaksanaan PPI, penerapan SPO terkait PPI di Unit masing-masing
c. Mengaudit pelaksanaan PPI di Unit masing-masing
d. Membuat laporan evaluasi kegiatan program PPI di Unitnya
e.

Memberikan penyuluhan / pendidikan kepada staff tentang upaya-upaya PPI di


unitnya

KOMITE PPI
Nama & Jabatan

Pendidikan

Sertifikasi

Jumlah
1

4.

1
ANGGOTA KOMITE PPI
1

1
-

1
1

1
1
1
TIM PPI
1

Penilaian karyawan ( contoh )


Penilaian karyawan dilakukan oleh pimpinan unit masing-masing tiap 6 bulan sekali.
A. Penetapan Target
1. Pemahaman mengenai Target Kerja ( SMART )
2. Atasan memberi dukungan dan bimbingan dalam pencapaian target
B. Penilaian Kinerja
1. Penilaian kinerja karyawan 6 bulan terakhir
2. Membandingkan target dengan realisasi ( hasil kerja )
3. Penilaian harus objektif, konsisten dan netral
C. Tahapan Proses Performance Apraisal (PA)
1.

Cek jumlah dan data karyawan apakah sudah akurat dan benar

2.

Pengisian form PA dilakukan dengan diskusi langsung antara atasan dengan masingmasing karyawan, yang selanjutnya di verifikasi atasan dari atasan langsung

3.

Harap diingat bahwa hasil PA masih memerlukan persetujuan dari Management,


sehingga Sesi Pengisian PA yang dilakukan antara atasan dan karyawan adalah murni
sebagai feedback session dan bukan final rating PA

4.

Kategori PA Harap mengikuti komposisi Bell Curve ( dilakukan di level Divisi berdasar
group level )

5.

Hardcopy form PA harap disimpan oleh masing-masing Divisi, dan Summary


dikirimkan

6.

ke HRD untuk dilakukan konsolidasi secara keseluruhan organisasi

Final Rating PA akan diberikan oleh HRD ke masing-masing Divisi setelah mendapat
persetujuan dari Management, selanjutnya masing-masing Divisi menyampaikan ke
masing karyawan di Divisinya

Performance Appraisal (PA) 2012


1.

Customer Focus (20%)

2.

Berusaha

membangun

dan

mempertahankan

loyalitas

pelanggan

serta

mampu

memperlakukan pelanggan dengan perhatian dan rasa hormat. Pelanggan yang dimaksudkan
disini adalah pelanggan internal (rekan kerja, bawahan maupun atasan) dan pelanggan
eksternal (pasien, keluarga pasien maupun pengunjung RST)
3.

Communication Skills (10%)

Memberikan informasi yang relevan, umpan balik dan masukan kepada pihak yang
relevan and membangun hubungan jangka panjang. Mempromosikan komunikasi
dan partisipasi terbuka pada semua level dan berbagi pengalaman, ide dan
informasi
4. Strive for Excellence (10%)
Berusaha untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya Continuous
Learning (10%)
Secara terus menerus mencari kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan dan
melakukan perbaikan
5. Building Trust (10%)
Bekerja dengan integritas, terbuka terhadap ide-ide lain, mendukung dan mampu
bekerjasama dengan orang lain
6.

Motivasi dan Ketekunan Kerja (10%)

Dorongan untuk menunjukkan usaha yang besar dalam penyelesaian tugasnya serta
kemampuan untuk tetap bertahan dan menuntaskan pekerjaannya sekalipun menghadapi
banyak tantangan
7.

Disiplin Kerja (10%)

Sikap kerja yang mampu menunjukkan ketepatan waktu, peraturan dan komitmen
terhadap pekerjaan
8.

Hasil Kerja (20%)

Output kerja karyawan berkaitan dengan pelaksanaan fungsi kerjanya

BAB IX
KEGIATAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
1. Surveilans Infeksi
a. Pemantauan angka kejadian Infeksi Luka Oprasi (ILO) / Site Surgery Infection (SSI)
b. Pemantauan angka kejadian Infeksi pada pemasangan Central Vena Catheter
c. Pemantauan angka kejadian Infeksi terkait pemasangan kateter urine / CAUTI (Catheter
Associated Urinary Tract Infection)
d. Pemantauan angka kejadian Pneumonia terkait pemakain Ventilator / VAP (Ventilator
Associater Pneumonia, meliputi penyusunan proposal, penyusunan kebijakan dan SPO,
sosialisasi, try-out dan implementasi.
e. Pemantauan implementasi screening terhadap MRSA
2. Edukasi

Materi edukasi meliputi :


a. Hand Rub dengan 6 langkah mengacu pada WHO
b. Hand Wash dengan 12 langkah mengacu pada WHO
c. Hand Scrub pada unit kamar bedah
d. Praktek menyuntik yang aman
e. Praktek lumbal punctie
f. Pengelolaan pasien infeksius
g. Pengelolaan limbah medis, non medis dan benda tajam
h. Pemakaian APD
i. Pengelolaan linen
j. Pengelolaan hygiene sanitasi dan makanan
k. Sterilisasi alat
l. Etika batuk
m. Cara membersihkan lantai yang terpapar cairan infeksius
n. Pengelolaan lingkungan

3. Membuat dan evaluasi banner, poster, leaflet, stiker (relevansi)


4. Audit kepatuhan cuci tangan, penggunaan APD, pengelolaan sampah
5. Monitoring dan evaluasi pengelolaan makanan
6. Monitoring dan evaluasi hygiene petugas gizi
7. Evaluasi pemeriksaan mikrobiologi air minum, air bersih dan air cadangan
8. Pemantauan kualitas air
9. Evaluasi pemeriksaan mutu alat sterilisasi
10. Evaluasi pemantauan kualitas barang yang telah disteril
11. Evaluasi monitoring pengelolaan barang single-use yang di re-use
12. Evaluasi pemeriksaan kualitas udara melalui pengukuran / pemeriksaan debu
13. Evaluasi uji / kultur kuman udara ICU, HND, OK
14. Evaluasi uji / kultur kuman AC di ruang ICU, HND, CSSD
15. Monitoring dan evaluasi mutu sterilisasi
16. Monitoring dan evaluasi pengelolaan linen infeksius

17. Orientasi mahasiswa dan karyawan baru


Materi orientasi :
Kewaspadaan standar pencegahan dan pengendalian infeksi diantaranya :

Hand hygiene

Alat Pelindung Diri

Pengelolaan sampah

Pengelolaan linen

Menyuntik yang aman

Etika batuk

BAB X
PERTEMUAN RAPAT
I.

Pertemuan/rapat :
Rapat berkala terdiri dari :
1. Rapat Rutin
Rapat Rutin tiap bulan diselenggarakan pada :
Waktu

Jam

Tempat

Peserta

: Panitia PPIRS

Materi

: = Evaluasi pelaksanaan program

= Masalah dan pemecahannya


= Evaluasi dan rekomendasi
2. Rapat Insidentil
Rapat Insidentil diselenggarakan sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal yang
perlu dibahas segera.

BAB XI
PELAPORAN DAN EVALUASI
A. Pelaporan
1. Laporan insiden terkait infeksi kepada tim PPIRS
2. Laporan bulanan oleh unit tentang pelaksanaan pencegahan dan pelaksanaan PPI

rumah

sakit kepada tim PPIRS


3. Laporan Tri Wulan untuk realisasi pencapaian program PPI.
4. Laporan tahunan evaluasi pelaksanaan program PPI oleh Ketua Panitia PPI untuk
dilaporkan kepada Pimpinan rumah sakit dan unit terkait .
B. Evaluasi :
1. Evaluasi dilaksanakan setiap akhir bulan untuk ditindak lanjuti sesuai

masalah

/ kendala yang ada. Jika pencapaian tidak sesuai dengan

target yang sudah ditetapkan, maka pimpinan ketua PPI mengambil


tindakan yang diperlukan, termasuk didalamnya melakukan perubahan
terhadap program ataupun proses / SPO yang ada saat ini
2. Monitoring program PPI oleh ketua melalui pertemuan PPI setiap hari
Jumat dan beberapa kegiatan melalui Audit internal RSUD XXX Propinsi
Jawa Tengah .
3. Dokumen bukti :
1)

Laporan bulanan kegiatan surveilans

2)

Laporan Triwulan kegioatan PPI

3)

Laporan tahunan kegiatan PPI

4)

Data uji baku mutu air minum

5)

Data uji mutu bahan makanan dan alat makan

6)

Data uji mutu udara di ruang ICU,OK,HND

7)

Data pemantauan suhu penyimpanan bahan makanan

8)

Data pemantauan barang single use yang di reuse

BAB X
PENUTUP
Pedoman Pengorganisasian Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ini kami susun agar dapat

digunakan sebagai acuan Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi dalam merencanakan,
melaksanakan, monitoring dan evaluasi upaya program Pencegahan dan Pengendalian Infeksidi
RSUD XXX Propinsi Jawa Tengah .
Namun demikian upaya upaya ini akan lebih berhasil jika didukung oleh pimpinan rumah sakit
dan kerja sama yang baik dari seluruh unit kerja di RSUD XXX Propinsi Jawa Tengah ini.
Semoga Tuhan selalu memberkati semua upaya upaya yang kita kerjakan.