Anda di halaman 1dari 9

Diktat Ilmu Ukur Tambang

BAB III
ISTILAH-ISTILAH YANG HARUS DIPAHAMI
DALAM ILMU UKUR TAMBANG
3.1. Pengertian Sudut
Dalam ilmu ukur tambang, ada beberapa istilah sudut yang
harus dipahami dan dimengerti, yaitu :
(1).

Bearing

Bearing didefinisikan sebagai sudut yang diukur dari arah kanan


atau kiri diantara garis Utara-Selatan ke titik yang diinginkan.
Besarnya nilai dari bearing adalah 900 yang diukur dari arah
Nort-East, North-West, Soth-East, dan South-West. Untuk lebih
jelasnya, perhatikan gambar berikut ini :

North

NW Bearing SE Bearing

West

East

SW Bearing SE Bearing

South

GAMBAR 3.1
BEARING
Dari gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa :
a. Northeast (NE) bearing adalah pengukuran sudut dari arah
kanan (East) ke arah utara (besarnya maksimum 900).
b. NorthWest (NW) bearing adalah pengukuran sudut dari arah
kiri (West) ke arah utara (besarnya maksimum 900).

Teknik Pertambangan UNLAM@2010

Diktat Ilmu Ukur Tambang


c. Southeast (SE) bearing adalah pengukuran sudut dari arah
kanan (East) ke arah Selatan (besarnya maksimum 900).
d. SouthWest (SW) bearing adalah pengukuran sudut dari arah
kiri (West) ke arah Selatan (besarnya maksimum 900).
(2).

Azimuth

Azimuth

didefinisikan

sebagai

sudut

yang

diukur

secara

menerus, dari titik Utara atau titik Selatan (Bernilai 0 0) sebagai


acuannya, yang diukur searah dengan arah jarum jam (ke
kanan), yang besarnya sudut maksimal adalah 360 0. Titik awal
dari pengukuran Azimuth ini dapat dimulai dari arah Utara
sebagai titik yang bernilai 00 atau arah Selatan sebagai titik
yang bernilai 00.
a. Pengukuran Azimuth dengan titik awal pada arah Utara
Pengukuran sudut dengan titik awal arah utara, dapat dilihat
pada gambar di bawah ini :
North (00/3600)
4
1
D
C

D
B
A=A

West (2700)

East (900)
X

2
South (180 0)
A,B,C,D = Azimuth Angles
A,B,C,D = Corresponding Bearing Angles

GAMBAR 3.2
AZIMUTH DENGAN ARAH PENGUKURAN DARI UTARA
2

Teknik Pertambangan UNLAM@2010

Diktat Ilmu Ukur Tambang


Dari gambar diatas, kita dapat melihat bahwa Sudut A
mempunyai nilai kurang dari 900 ; sudut B mempunyai nilai lebih
besar dari 900 tetapi kurang dari 1800 ; sudut C mempunyai nilai
lebih besar dari 1800 tetapi kurang dari 2700 ; dan sudut D
mempunyai nilai lebih besar dari 2700 tetapi kurang dari 3600.
Sudut 3600 membawa kita kembali ke arah Utara (North) atau
azimuth 00. Perlu diingat bahwa definisi dari azimuth diukur
searah dengan arah jarum jam dan bernilai 3600.
b. Pengukuran Azimuth dengan titik awal pada arah Selatan
Pada dasarnya pengukuran azimuth dengan titik awal pada arah
Selatan sama dengan pengukuran azimuth dengan titik awal
pada arah Utara, hanya saja berbeda pada letak nilai 0 0-nya.
Dimana nilai 00 pada pengukuran dengan titik awal pada arah
Selatan terletak

pada titik

Selatan. Untuk lebih jelasnya

perhatikan gambar berikut ini :


North (1800)
B

West (900)

East (2700)

D
C
B

A=A

South (00/3600)

GAMBAR 3.3
AZIMUTH DENGAN ARAH PENGUKURAN DARI SELATAN
3

Teknik Pertambangan UNLAM@2010

Diktat Ilmu Ukur Tambang


3.2. Istilah-istilah lubang bukaan
1 Shaft adalah lubang bukaan vertikal atau disebut juga dengan
sumuran.
2 Tunnel ( Terowongan ) adalah lubang bukaan mendatar atau
sedikit miring yang dibuat di dalam tanah dan menembus
dikedua lereng gunung.
3 Adit

( Terowongan Buntu ) adalah lubang bukaan mendatar

atau hampir mendatar yang menghubungkan tambang bawah


tanah dengan permukaan bumi dan hanya menembus di
sebelah kaki bukit saja.
4 Cros Cut ( Terowongan Silang ) adalah lubang bukaan mendatar
atau sedikit miring yang dibuat di bawah tanah dan arahnya
memotong urat bijih ( vein ) yang akan di tambang. Biasanya
berada pada posisi tegak lurus dengan jurus atau strike dari
vein tersebut.
5 Drift ( Terowongan Jurus ) adalah lubang bukaan mendatar atau
sedikit miring yang dibuat di bawah tanah dan arahnya sejajar
sejajar dengan urat bijih ( vein ) yang akan ditambang.
6 Level adalah lubang bukaan mendatar atau sedikit miring yang
digali

di

bawah

tanah

dengan

jarak

yang

teratur

dan

berhubungan langsung dengan shaft. Level biasnya diberi


nomor sesuai dengan lataknya dari permukaan tanah atau
ketinggiannya.
7 Winze adalah lubang bukaan yang digali dari dasar/ lantai
lubang

bukaan

ke

arah

bawah

yang

fungsinya

untuk

menghubungkan level satu dengan level yang lainnya.


8 Raise adalah lubang bukaan yang digali dari atap lubang
bukaan ke arah atas yang fungsinya untuk menghubungkan
level satu dengan level yang lainnya.
9 Inclined shaft adalah shaft yang di buat miring atau sumuran
miring.

Teknik Pertambangan UNLAM@2010

Diktat Ilmu Ukur Tambang


Beberapa

istilah

yang

digunakan

untuk

bagian-bagian

tambang bawah tanah sebagian digambarkan pada gambar berikut


ini antara lain ialah :
T

C
B

K
H

L
O
P

Keterangan Gambar :
A
=
B
=
C
=
D
=

Main Hositing Shaft

K=

Air Raise Or Shaft

Level No.1

L=

Level No.3

Raise

M=

Raise

Level No.2

N=

Intermediet Drift
Winze Or Internal

E = Raise

O=

F = Stope
G
Waste Fill
=

P=

Shaft
Level No.4

Q=

Raise
5

Teknik Pertambangan UNLAM@2010

Diktat Ilmu Ukur Tambang


H
=
I=
J=

Sealed Raise

R=

Blind Stope

Stope
Waste Fill

S=
T=

Main Ventilating Fan


Headframe

1. Stope :
bawah

semua tempat penggalian di


tanah

untuk

penambangan,

maksud-maksud

tidak

termasuk

development work
2. Stopping
:
segala

aktivitas

penambangan di dalam stope


3. Breast
:
istilah untuk front atau
face, yaitu bagian dari stope yang digali
secara horizontal
4. Breast stoping
:

penggalian

terus-

menerus yang arahnya horizontal


5. Overhand stoping:
kegiatan penggalian
yang arahnya menuju ke atas
6. Underhand stoping
:
kegiatan
penggalian yang arahnya menuju ke bawah
7. Back :
nama lain untuk roof atau
hanging wall, yaitu bagian atas dari suatu
lubang bukaan
8. Rib :
yaitu bagian kiri kanan dari
suatu lubang bukaan
9. Floor :
bagian bawah dari suatu lubang
bukaan
10.
Ore pass/chute

lubang

bukaan untuk melewatkan bijih dari atas ke


bawah
11.
Chute gate :

penahan atau pintu

dari mulut ore chute di bagian bawah


12.
Adit :
terowongan
horizontal
yang bukaannya hanya berada di satu sisi
permukaan (buntu)
13.
Tunnel
;

terowongan

yang

menembus dii dua sisi permukaan

Teknik Pertambangan UNLAM@2010

Diktat Ilmu Ukur Tambang


3.3. Istilah-istilah dalam pengukuran

BM : Bench Mark
BS
: Backsight Station
FS/SO
: Foresight Station/ Station Oreintation
HA
: Horizontal angle
HD : Horizontal Distance
HI
: Height of Instrument
HP/ HS
: Height of Point/ Height of Shot = Target height
IS
: Instrument Station
L
: Left
R
: Right
SD
: Slope Distance
TP
: Turning Point
VA
: Vertical Angle
VD
: Vertical Distance
SO (Stake Out)
:
Menentukan posisi titik
yang diinginkan (koordinat diketahui, tapi posisi
titik di lapangan belum diketahui)
Centering :
kegiatan
menghorizontalkan
instrument sebelum melakukan penembakan,
bias juga disebut Levelling
Tilt : proses selanjutnya dari centering
Out of range
: Alat tidak bias menangkap
target karena posisi alat tidak horizontal (tidak
center)
Point (Pt.) : titik yang diukur
Comm. Out : Mentransfer data hasil pengukuran ke komputer
Station Orientation ada 3, yaitu Backsight, Station Coordinate
(tempat alat berdiri), dan foresight

station. Hubungan antara

ketiganya dijelaskan dengan gambar berikut ini.

Teknik Pertambangan UNLAM@2010

Diktat Ilmu Ukur Tambang

BS

SC

FS

Teknik Pertambangan UNLAM@2010

Diktat Ilmu Ukur Tambang


Cara Menentukan Backsight Station
1. By Coordinate
Memasukkan data koordinat yang diketahui
2. By Angle
Jika koordinat tidak diketahui, pengutaraan menggunakan alat
kompas/sunto, kemudian titik diukur dengan jarak (distance)
dan angle (sudut) tertentu.

Teknik Pertambangan UNLAM@2010