Anda di halaman 1dari 22

Pertemuan 6

Hukum dalam e-commerce

Perjanjian Jual Beli

Pada Prinsipnya
Perdagangan elektronik
=
perdagangan konvensional

Perjanjian Jual Beli


Yang harus diperhatikan adalah
1. Kontrak.
2. Saksi
3. Mekanisme yang dilakukan.

persyaratan
Suatu perjanjian dikatakan sah jika memenuhi
persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan
bersama misalnya :
Harga / Pembayaran
Penyerahan Barang
Pengembalian barang jika tidak sesuai

Perjanjian Jual Beli on-line


2 hal yang harus diperhatikan
1.Azas persamaan fungsi
Tersedianya perangkat hukum yang dapat mengakomodir
untuk keperluan transaksi e commerce.

2. Sumber Hukum
Ketika terjadi sengketa maka hukum mana yang harus
digunakan mengingat transaksi e commerce bisa
melibatkan
transaksi antar wilayah geografis yang berbeda

Aspek hukum
perdagangan elektronik
Permasalahan hukum dalam e commerce dapat
dibagi kedalam 2 kelompok
1.Bersifat Substansial
2.Besifat prosedural

Aspek hukum
perdagangan elektronik
Yang Bersifat Substansial
1. Keaslian data message dan tanda tangan
digital
2. Keabsahan
3. Kerahasiaan dan Keamanan.

Aspek hukum
Yang bersifat Substansial
Keaslian data message dan tanda tangan digital
(authenticity)
Apakah pengiriman data message benar-benar
dilakukan oleh client atau server?

Aspek hukum
Yang bersifat Substansial

Solusi
Pengiriman data harus dipassword.
Menggunakan tandatangan digital.

Tanda tangan digital

Tanda tangan digital adalah tanda tangan


yang terdiri atas informasi elektronik yang
dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan
informasi elektronik lainnya yang digunakan
sebagai alat verifikasi atau autentikasi. ( UU ITE
BAB 1 pasal 1 tahun 2008)

Aspek hukum
Yang bersifat Substansial
Keabsahan ( Validity )
Apakah perjanjian jual beli yang dilakukan
secara elektronik sah?
Mengingat secara prosedural transaksi online
ini berbeda dengan perjanjian yang sudah
lazim digunakan.

Aspek hukum
Yang bersifat Substansial
Pada umumnya asas yang digunakan untuk
transaksi dagang atau jual beli adalah asas
konsensualisme, yaitu suatu asas yang
menyatakan bahwa perjanjian jual beli sudah
dilahirkan pada saat atau detik tercapainya
sepakat mengenai barang dan harga. Asas ini
juga dianut dalam hukum perdata di Indonesia
yang diatur dalam Pasal 1458 KUH Perdata

Aspek hukum
Yang bersifat Substansial
1. Kontrak dikatakan sah pada saat buyer
atau konsumen melakukan klik penerimaan
agree atau accept, yang berarti data sudah
terkirim dan tidak dapat ditarik kembali.
2. Kontrak lahir dan mengikat ketika seller
atau penjual menerima pesan order tersebut
dan buyer atau konsumen telah menerima
konfirmasi.

Aspek hukum
Yang bersifat Substansial
Kerahasiaan ( Privacy )
- Kerahasiaan data atau informasi serta
melindungi data supaya jangan sampai jatuh
kepada orang yang tidak berwenang.

Aspek hukum
Yang bersifat Substansial
Solusi
- Menggunakan teknologi kriptograpi
- Aturan hukum mengenai perlindungan
terhadap informasi digital.

Permasalahan yang bersifat


Prosedural
Permasalahan :
1. Yurisdiksi atau forum
2. Permasalahan hukum yang akan diterapkan
3. Pembuktian

Permasalahan yang bersifat


Prosedural
Permasalahan yurisdiksi
- Keputusan pengadilan yang tidak mempunyai
yurisdiksi atas perkara tertentu dapat
dinyatakan batal demi hukum
- Jika digunakan pengadilan tidak dapat
mengadili perkara tertentu kecuali anatar
negara itu ada perjanjian mengenai penentuan
yurisdiksi.

Permasalahan yang bersifat


Prosedural
Masalah hukum yang diterapkan
- Jika terdapat dalam kontrak maka harus tunduk
kepada hukum negara yang dipilih oleh para
pihak.
- Jika tidak dijelaskan dalam kontrak maka hak
kewajiban para pihak dapat ditentukan dengan
memperhatikan hubungan hukum yang paling
dekat dengan permasalahan yang terjadi.

Permasalahan yang bersifat


Prosedural
Pembuktian ( Evidence )
- Dokumen untuk pembuktian dalam transaksi e
commerce berupa data record hal ini sedikit
menyulitkan untuk menghadirkannya kedalam
pengadilan.

Perlindungan Konsumen
Diatur dalam UU no 8 tahun 1999
Tujuan perlindungan konsumen sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 2
1) meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk
melindungi diri;
2) mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya
dari ekses negatif pemakaian barang dan/atau jasa;
3) meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan, dan
menuntut hak-haknya sebagai konsumen;
4) menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur
kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk
mendapatkan informasi;
5) menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan
konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggungjawab dalam
berusaha; serta
6). meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan
usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan,
dan keselamatan konsumen

Perlindungan Konsumen
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

Beberapa hak konsumen yang diatur dalam UU perlindungan konsumen


adalah :
hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi
barang dan/atau jasa;
hak untuk memilih serta mendapatkan barang dan/atau jasa sesuai dengan
nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur;
hak untuk didengar pendapat dan keluhannya;
hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian
sengketa perlindungan konsumen secara patut;
hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak
diskriminatif;
hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian,
apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian
atau tidak sebagaimana mestinya

Perlindungan Konsumen

1)

2)
3)
4)

Namun selain haknya sebagaimana disebut di atas, konsumen


juga memiliki beberapa kewajiban, dalam hal ini supaya
konsumen tidak mendapatkan kerugian karena ketidak hatihatiannya sendiri. Kewajiban tersebut diantaranya adalah :
membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur
pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi
keamanan dan keselamatan;
beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang
dan/atau jasa;
membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;
mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan
konsumen secara patut.