Anda di halaman 1dari 16

Diagnosis Kehamilan1, 4

Lama Kehamilan
Lama kehamilan yaitu 289 hari atau 40 pekan (minggu) atau 10 bulan (lunar months). Kehamilan dibagi
atas 3 triwulan (trimester): (a) kehamilan triwulan I antara minggu 0-12, (b) kehamilan triwulan II
antara minggu 12-28, dan (c) kehamilan triwulan III antara minggu 28-40.
Tanda dan Gejala Kehamilan
Tanda-tanda presumptif:
a. Amenorrhea (tidak mendapat haid).
Wanita harus mengetahui tanggal hari pertama haid terakhir (HT) supaya dapat ditaksir umur
kehamilan dan taksiran tanggal persalinan (TTP), yang dihitung dengan menggunakan rumus dari
Naegele:
TTP = (hari HT + 7) dan (bulan HT-3) dan (tahun HT+1)
b. Mual dan muntah (nausea dan vomitting)
Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama. Karena sering
terjadi pada pagi hari, disebut morning sickness (sakit pagi). Apabila timbul mual dan muntah
berlebihan karena kehamilan, disebut hiperemesis gravidarum.
c. Mengidam (ingin makanan khusus)
Ibu hamil sering meminta makanan atau minuman tertentu terutama pada bulan-bulan triwulan
pertama. Mereka juga tidak tahan suatu bau-bauan.
d. Pingsan
Jika berada pada tempat-tempat ramai yang sesak dan padat, seorang wanita yang sedang hamil dapat
pingsan.
e. Tidak ada selera makan (anoreksia)
Hanya berlangsung pada triwulan pertama kehamilan, kemudian nafsu makan timbul kembali
f. Lelah (fatigue)
g. Payudara membesar, tegang, dan sedikit nyeri, disebabkan pengaruh estrogen dan progesteron yang
merangsang duktus dan alveoli payudara. Kelenjar Montgomery terlihat lebih membesar.
h. Miksi sering, karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar. Gejala itu akan hilang pada
triwulan kedua kehamilan. Pada akhir kehamilan, gejala tersebut muncul kembali karena kandung
kemih ditekan oleh kepala janin.
i. Konstipasi/obstipasi karena tonus otot-otot usus menurun oleh pengaruh hormon steroid.
j. Pigmentasi kulit oleh pengaruh hormon kortikosteroid plasenta, dijumpai di muka (chloasma
gravidarum), areola payudara, leher, dan dinding perut (linea nigra = grisea).
k. Epulis: hipertrofi papila gingivalis.
l. Pemekaran vena-vena (varises) dapat terjadi pada kaki, betis, dan vulva, biasanya dijumpai pada
triwulan akhir.
Tanda-tanda kemungkinan hamil:
a. Perut membesar
b. Uterus membesar: terjadi perubahan dalam bentuk, besar, dan konsistensi rahim.
c. Tanda Hegar: ditemukannya serviks dan isthmus uteri yang lunak pada pemeriksaan bimanual saat usia
kehamilan 4 sampai 6 minggu.
d. Tanda Chadwick: perubahan warna menjadi kebiruan yang terlihat di porsio, vagina, dan labia. Tanda
tersebut timbul akibat pelebaran vena karena peningkatan kadar estrogen.

e. Tanda Piskacek: pembesaran dan pelunakan rahim ke salah satu sisi rahim yang berdekatan dengan
tuba uterina. Biasanya, tanda ini ditemukan di usia kehamilan 7-8 minggu.
f. Kontraksi-kontraksi kecil uterus jika dirangsang = Braxton-Hicks
g. Teraba ballotement.
h. Reaksi kehamilan positif.
Tanda pasti (tanda positif)
a. Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau diraba, juga bagian-bagian janin.
b. Denyut jantung janin:
1) Didengar dengan stetoskop-monoaural Laennac,
2) Dicatat dan didengar dengan alat Doppler,
3) Dicatat dengan feto-elektrokardiogram,
4) Dilihat pada ultrasonografi
c. Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen
Diagnosis Banding Kehamilan 2
Suatu kehamilan kadang kala harus dibedakan dengan keadaan atau penyakit yang menimbulkan
keraguan dalam pemeriksaan:
1. Hamil palsu (pseudocyesis = kehamilan spuria): gejala dapat sama dengan kehamilan, seperti
amenorea, perut membesar, mual, muntah, air susu keluar, bahkan wanita tersebut merasakan gerakan
janin. Namun pada pemeriksaan, uterus tidak membesar, tanda-tanda kehamilan lain dan reaksi
kehamilan negatif.
2. Mioma uteri. Perut dan rahim membesar, tetapi pada perabaan, rahim terasa padat, kadangkala
berbenjol-benjol. Tanda kehamilan negatif dan tidak dijumpai tanda-tanda kehamilan lainnya.
3. Kista ovarium. Perut membesar, bahkan makin bertambah bessar, tetapi pada pemeriksaan dalam,
rahim teraba sebesar biasa. Reaksi kehamilan negatif, tanda-tanda kehamilan lain negatif.
4. Kandung kemih penuh dan terjadi retensi urin. Pada pemasangan kateter, keluar banyak urin.
5. Hematometra. Uterus membesar karena terisi darah yang disebabkan himen imperforata, stenosis
vagina atau serviks.
Tabel diagnosis banding Nulipara dan Multipara
NULIPARA

MULTIPARA

Perut tegang

Perut longgar, perut gantung, banyak striae

Pusat menonjol

Tidak begitu menonjol

Rahim tegang

Agak lunak

Payudara tegang

Kurang tegang dan tergantung, ada striae

Labia mayora nampak bersatu

Terbuka

Himen koyak pada beberapa tempat

Karunkula himenalis

Vagina sempt dnegan rugae yang utuh

Lebih lebar, rugae kurang menonjol

Serviks licin, bulat, dan tidak dapat dilalui

Bisa terbuka satu jari, kadang kala ada bekas

oleh satu ujung jari.

robekan persalinan yang lalu.

Perineum utuh dan baik.

Bekas robekan atau bekas episotomi

Pembukaan serbiks:

Mendatar sambil membuka hampir

a. Serviks mendatar dahulu, baru membuka


b. Pembukaan rata-rata 1 cm dalam 2 jam

bersamaan 2 cm dalam 1 jam.

Bagian terbawah janin turun pada 4-6

Biasanya tidak terfiksasi pada PAP sampai

minggu terakhir kehamilan.

persalinan mulai.

Persalinan hampir selalu dengan episotomi.


Tidak.
Pemeriksaan Dan Pengawasan Ibu Hamil 2
Setelah perang dunia kedua, pemeriksaan dan pengawasan terhadap ibu hamil mengalami kemajuan
dengan pesat. PBB melalui WHO dan UNICEF-nya membantu perkembangan BKIA (MCH) di seluruh
dunia dengan uang, obat-obatan, tenaga terampil, dan peralatan, terutama untuk negara-negara yang
sedang berkembang. BKIA merupakan pusat pengawasan ibu dan anak. Dengan usaha tersebut, ternyata
angka morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi jelas menurun.
Orang dulu menyangka bahwa pertolongan sewaktu bersalin merupakan hal yang paling penting.
Sekarang, dugaan itu dianggap salah karena ibarat bermain sepak bola, tidak mungkin suatu kesebelasan
menang jika tidak pernah ada latihan-latihan yang intensif sebelumnya. Jadi, kedua-duanya pemeriksaan
dan pengawasan selagi hamil serta pertolongan persalinan, merupakan hal yang penting. Banyak penyulitpenyulit sewaktu hamil dapat diobati dan dicegah dengan pengawasan yang baik dan bermutu. Dengan
demikian, persalinan berjalan mudah dan normal. Apabila suatu tindakan akan diambil, lakukan sedini
mungkin tanpa menunggu terjadinya komplikasi dan supaya persalinan tidak terlantar.
Ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya pada dokter ahli kebidanan, dokter ahli lain, dokter umum,
bidan, perawat bidan, dan dukun terlatih. Dalam satu komunitas seperti di Indonesia, ada pusat-pusat
kesehatan yaitu PUSKESMAS dan KIA-nya. Di tempat tersebut, seorang ibu hamil dapat memeriksakan
kehamilannya.
Jadwal Pemeriksaan Kehamilan3
a.
b.
c.
d.
e.

Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haid terlambat satu bulan.
Periksa ulang 1x sebulan sampai kehamilan 7 bulan.
Periksa ulang 2x sebulan sampai kehamilan 9 bulan.
Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan.
Periksa khusus jika ada keluhan-keluhan.

Beberapa istilah yang dipakai untuk pemeriksaan dan pengawasan ibu hamil adalah sebagai berikut:
a. Antenatal care: pengawasan sebelum anak lahir, terutama ditujukan pada anak.
b. Prenatal care: pengawasan pra-kelahiran.
c. Antepartal care: pengawasan sebelum bersalin, lebih ditujukan pada keadaan ibu.

Pemeriksaan Ibu Hamil


a. Anamnesis
Anamnesis identitas istri dan suami:nama, umur, agama, pekerjaan, alamat, dan sebagainya.
Anamnesis umum: Tentang keluhan-keluhan, nafsu makan, tidur, miksi, defekasi, perkawinan, dan
sebagainya, tentang haid, kapan mendapat haid terakhir (HT). Bila hari pertama haid terakhir diketahui,
maka dapat dijabarkan taksiran tanggal persalinan memakai rumus Naegele: hari+7, bulan-3, dan
tahun+1.
TTP = hari + 7, bulan 3, tahun + 1 HT
Tentang kehamilan, persalinan, keguguran, dan kehamilan ektopik atau kehamilan mola sebelumnya.
b. Inspeksi dan Pemeriksaan Fisik Diagnostik
Pemeriksaan seluruh tubuh secara baik dan lege artis: tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan, jantung,
paru-paru, dan sebagainya.
c. Perkusi
Tidak begitu banyak artinya, kecuali jika ada suatu indikasi.
d. Palpasi
Ibu hamil diminta berbaring telentang, kepala dan bahu sedikit ditinggikan dengan memakai bantal.
Pemeriksa berdiri di sebelah kanan ibu hamil. Dengan sikap hormat, lakukanlah palpasi bimanual,
terutama pada pemeriksaan perut dan payudara.
Palpasi perut untuk menentukan:
1. Besar dan konsistensi rahim,
2. Bagian-bagian janin, letak, presentasi,
3. Gerakan janin,
4. Kontraksi rahim-Braxton-Hicks dan his.
Terdapat bermacam-macam cara palpasi:
1. Menurut Leopold dengan variasi:
a. Menurut Knebel,
b. Menurut Budin, dan
c. Menurut Ahfeld
Biasanya, sambil melakukan palpasi, sekaligus diperhatikan tentang konsistensi uterus, gerakan janin,
kontraksi uterus (his), dan apakah ada lingkaran van Bandl.
Cara lain untuk menentukan tuanya kehamilan dan berat badan janin dalam kandungan:
1.
2.
3.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Dihitung dari tanggal haid terakhir


Ditambahkan 4,5 bulan dari waktu ibu merasa janin hidup feeling life (quickening)
Menurut Spiegelberg: dengan jalan mengukur tinggi fundus uteri dari simfisis, diperoleh tabel:
22-28 mg = 24-25 cm di atas simfisis
28 mg
= 26,7 cm di atas simfisis
30 mg
= 29,5-30 cm di atas simfisis
32 mg
= 29,5-30 cm di atas simfisis
34 mg
= 31 cm di atas simfisis
36 mg
= 32 cm di atas simfisis
38 mg
= 33 cm di atas simfisis

h. 40 mg
= 37,7 cm di atas simfisis
4. Menurut MacDonald: adalah modifikasi cara Spiegelberg, yaitu jarak fundus-simfisis dalam cm dibagi
3,5 merupakan tuanya kehamilan dalam bulan.
5. Menurut Ahfeld: ukuran kepala-bokong = 0,5 panjang anak sebenarnya. Jika jarak kepala bokong
janin adalah 20 cm, tua kehamilan adalah 8 bulan.
6. Rumus Johnson-Tausak: BB = (mD 12) x 155
BB = berat badan; mD = jarak simfisis-fundus uteri
Manuver Palpasi Menurut Leopold

1.
a.
b.
c.

Leopold I
Pemeriksa menghadap ke arah muka ibu hamil
Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin yang terdapat dalam fundus
Konsistensi uterus

Variasi menurut Knebel:


a.
2.
a.
b.
c.

Menentukan letak kepala atau bokong dengan satu tangan di fundus dan tangan lain di atas simfisis.
Leopold II
Menentukan batas samping rahim kanan-kiri
Menentukan letak punggung janin
Pada letak lintang, tentukan letak kepala janin

Variasi menurut Budin:


a. Menentukan letak punggung dengan satu tangan menekan bagian fundus
3. Leopold III
a. Menentukan bagian terbawah janin

b. Menentukan apakah bagian terbawah tersebut sudah masuk ke pintu atas panggul atau masih dapat
digerakkan
Variasi menurut Ahlfeld:
a.
4.

Menentukan letak punggung dengan pinggir tangan kiri diletakkan tegak di tengah perut
Leopold IV
Pemeriksa mengahadap ke arah kaki ibu hamil
Dapat juga menentukan apa bagian terbawah janin dan berapa jauh sudah masuk pintu atas panggul

Tabel hubungan tua kehamilan (bulan), besar uterus, dan tinggi fundus uteri
Akhir bulan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Besar uterus
Lebih besar dari biasa
Telur bebek
Telur angsa
Kepala bayi
Kepala dewasa
Kepala dewasa
Kepala dewasa
Kepala dewasa
Kepala dewasa
Kepala dewasa

Tinggi Fundus Uteri


Belum teraba (palpasi)
Di belakang simfisis
1-2 jari di atas simfisis
Pertengahan simfisis-pusat
2-3 jari di bawah pusat
Kira-kira setinggi pusat
2-3 jari di atas pusat
Pertengahan pusat-prosesus xiphoideus
3 jari di bawah Px atau sampai setinggi Px
Sama dengan kehamilan 8 bulan, tetapi melebar ke
samping

Tabel Nilai Pelvis (Pelvis Score)


Skor
Pendataran

0
1
Tubuler, panjang Panjang 1 cm

2
Kurang dari 1

serviks

2 cm

cm

Nilai

(Cervical
effacement)
Pembukaan

Tertutup

1 cm

2 cm

serviks
Konsistensi

Keras

Mulai lunak

Lunak

serviks
Arah mulut

Sakral

Aksial

Anterior

serviks
Turunnya bagian Diatas -2cm

-1 cm sampai 2

-1 cm sampai

terbawah janin,

cm atau Hodge

nol atau Hodge

II+

III

terhadap spina
iskiadika atau
menurut bidang
Hodge
d. Auskultasi

atau Hodge II

Digunakan stetoskop monoaural (stetoskop obstetrik) untuk mendengarkan denyut jantung janin (djj).
Yang dapat kita dengarkan adalah
1.
a.
b.
c.
2.
a.
b.
c.

Dari janin:
Djj pada bulan ke 4-5,
Bising tali pusat,
Gerakan dan tendangan janin;
Dari ibu:
Bising rahim (uterine souffle),
Bising aorta, dan
Peristaltik usus.

Metode AUVARD: tempat auskultasi denyut jantung menurut letak janin dalam rahim.
Cara menghitung djj:
1. Setiap menit, misalnya 140 kali per menit
2. Dihitung 3 x 5 detik secara berurutan; dapat diketahui teratur tidaknya djj, contoh:

e. Pemeriksaan Dalam
1. Vaginal touche (VT)
2. Rectal touche (RT)
Guna pemeriksaan dalam adalah untuk mengetahui hal-hal berikut:
1. Bagian terbawah janin.
2. Kalau bagian yang terbawah adalah kepala, dapat ditentukan posisi UUK, UUB, dagu, hidung, orbita,
3.
4.
5.
6.
a.

mulut, dan sebagainya.


Kalau letak sungsang, dapat diraba anus, sakrum, dan tuber iskiadikum.
Pembukaan serviks, turunnya bagian terbawah janin, kaput suksadaneum, dan sebagainya.
Secara umum, dapat dievaluasi keadaan vagina, serviks, dan panggul.
Pelvimetri klinik:
Pemeriksaan dalam memakai jari telunjuk dan jari tengah dengan mencoba meraba promontorium.
Jika promontorium teraba, batasnya ditandai dengan telunjuk tangan kiri lalu telunjuk dikeluarkan dan
diukur; hasil pengukuran adalah konjugata diagonalis. Jika nilai tersebut dikurangi 1,5 cm, diperoleh
konjugata vera (CV).

Indikasi pemeriksaan dalam:


1. Indikasi sosial untuk menentukan keadaan kehamilan atau persalinan, sebelum ditinggalkan oleh
penolong,
2. Jika pada pemeriksaan luar kedudukan janin tidak dapat ditentukan,
3. Jika ada dugaan panggul terlalu sempit dan CPD,
4. Jika karena suatu hal persalinan tidak maju-maju,
5. Jika akan diambil tindakan obstetri operatif,
6. Untuk menentukan nilai skor pelvis,
Sebenarnya, periksa dalam adalah tindakan yang berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan dan
infeksi. Karena itu, periksa dalam hanya boleh dilakukan jika ada indikasi dan dikerjakan dengan cara
suci hama atau dilakukan pemeriksaan rektal.

Pemeriksaan dalam untuk menilai keadaan janin dan jalan lahir hendaknya dilakukan dengan lembut
(with ladies hand). Sebaiknya, ibu diminta buang air kecil dan buang air besar terlebih dahulu.
Genitalia eksterna dibersihkan dengan kapas Lisol atau Dettol atau disinfektan lain.
Pada kehamilan triwulan pertama, pemeriksaan dalam dilakukan untuk memeriksa
1. Pembesaran rahim dan konsistensinya,
2. Tanda Hegar, tanda Piskacek, dan tanda Chadwick
Pada kehamilan lanjut dapat dinilai:
1. Pembukaan serviks berapa cm atau berapa jari, hampir lengkap, dan sudah lengkap;
2. Bagian terbawah janin kepala, bokong, serta posisinya;
3. Turunnya bagian terbawah menurut bidang Hodge;
4. Apakah selaput ketuban sudah pecah atau belum, menonjol, atau tidak;
5. Apakah promontorium teraba atau tidak;
6. Apakah linea inominata teraba seluruhnya atau tidak;
7. Apakah sakrum cekung atau berbentuk lain;
8. Apakah spina iskiadika menonjol atau tidak;
9. Apakah arkus pubis cukup lebar atau tidak;
10. Serviks pendataran (effacement), tipis, atau tebal;
11. Apakah pada kepala janin ada kaput atau tidak;
12. Dan lain-lain.
f. Reaksi Kehamilan
Terdapat dua cara pemeriksaan kehamilan dengan reaksi kehamilan
1. Reaksi biologik
a. Reaksi Galli Mainini: dipakai kodok jantan Bufo melanostictus. Disuntikkan 5 cc urine ibu hamil ke
bawah kulit perut kodok. Jika positif, akan dijumpai sperma dalam urine kodok selama tiga jam.
b. Reaksfi Friedman: dipakai kelinci betina yang telah dua minggu diasingkan dari kelinci jantan.
Disuntikkan 5 cc urine ibu hamil ke vena telinga kelinci selama dua hari berturut-turut. Setelah 24 jam,
dilakukan laparotomi, diambil ovariumnya dan diperiksa. Jika ada korpus rubra dan lutea, disebut
positif.
c. Reaksi Aschiem-Zondek: dipakai 5 tikus betina imatur. Hasilnya baru diperoleh setelah 5 hari.
Sekarang tidak dipakai lagi.
d. Reaksi Hogben: dipakai kodok Xenopus laevis. Hasil diperoleh setelah 4-6 jam.
e. Reaksi Konsuloff: dipakai kodok Rana esculenta. Hasil dapat diperoleh dalam tempo 1-2 jam.
2. Reaksi imunologik
Dasarnya adalah reaksi antigen-antibodi dengan HCG bertindak sebagai antigen. Saat ini banyak tersedia
alat bantu untuk pendeteksi kehamilan yang praktis dengan harga terjangkau. Perlu diperhatikan,
pemeriksaan urine untuk mendeteksi kehamilan sebaiknya dilakukan pada saat buang air kecil pertama
kali sesudah bangun tidur pagi. Karena pada saat itu kadar hormon kehamilan (HCG) tinggi sehingga
memberikan hasil yang lebih akurat.
g. Pemeriksaan Rontgen
Pemeriksaan rontgen dipakai sebagai penunjang diagnostik jika terdapat keragu-raguan pada pemeriksaan
obstetrik. Misalnya, pada wanita yang terlalu gemuk (obesitas), pasien yang tidak tenang (nervous),
dan dinding perut yang tegang.
Untuk diagnosis kehamilan positif, pemeriksaan boleh dilakukan pada kehamilan 4-5 bulan dan akan
tampak tulang-tulang janin.

Jika ada dugaan panggul sempit, dilakukan pelvimetri sinar-X dengan metode-metode yang dikerjakan
atas bantuan ahli radiologi:
1. Metode Colcher-Sussman
2. Metode stereoskopik (parallax)
3. Metode Snows
4. Metode isometrik McLane
5. Metode Thoms
Prinsip metode stereoskopik adalah:
tub e s h ift
10
Faktor=
=
parallax+tube s h ift P+10
Oleh sejawat ahli radiologi, biasanya dibalas dengan hasil:
CV = ................cm
CT = .....................cm
CO = ................cm
Pemeriksaan rontgen dapat pula memberikan informasi tentang keadaan janin dalam kandungan yaitu:
1. Letak dan posisi janin.
2. Tanda-tanda kematian janin dalam kandungan (KJDK).
h. Pemeriksaan Laboratorium
Ibu hamil hendaknya diperiksa urine dan darahnya sekurang-kurangnya 2 kali selama kehamilan, sekali
pada permulaan dan sekali lagi pada akhir kehamilannya.
i. Ultrasonografi
Dibandingkan dengan pemeriksaan rontgen, USG tidak berbahaya untuk janin karena memakai prinsip
sonar (bunyi). Jadi, boleh dipergunakan pada kehamilan muda. Pada layar, dapat dilihat letak, gerakan,
dan gerakan jantung janin.
Perubahan Fisiologik Wanita Hamil1
Hampir seluruh tubuh wanita mengalami perubahan, terutama pada alat kandungan, dan juga organ
lainnya.
a. Perubahan pada sistem reproduksi
Uterus
a. Ukuran: untuk akomodasi pertumbuhan janin, rahim membesar akibat hipertrofi dan hiperplasia otot
polos rahim, serabut-serabut kolagennya menjadi higroskopik, endometrium menjadi desidua. Ukuran
pada kehamilan cukup bulan: 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4000 cc.
b. Berat: berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40
pekan).
c. Bentuk dan konsistensi: pada bulan-bulan pertama kehamilan, bentuk rahim seperti buah alpukat, pada
kehamilan 4 bulan, rahim berbentuk bulat, dan pada akhir kehamilan seperti bujur telur. Rahim yang
tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam, pada kehamilan 2 bulan sebesar telur bebek, dan kehamilan 3
bulan sebesar telur angsa. Pada minggu pertama, isthmus rahim mengadakan hipertrofi dan bertambah
panjang, sehingga jika diraba terasa lebih lunak (soft), disebut tanda Hegar. Pada kehamilan 5 bulan,
rahim teraba seperti berisi cairan ketuban, dinding rahim terasa tipis; karena itu, bagian-bagian janin
dapat diraba melalui dinding perut dan dinding rahim.
d. Posisi rahim dalam kehamilan:
1) Pada permulaan kehamilan dalam letak antefleksi atau retrofleksi,
2) Pada 4 bulan kehamilan rahim tetap berada dalam rongga pelvis,

3) Setelah itu mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati,
4) Rahim yang hamil biasanya mobil, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri.
e. Vaskularisasi: Aa. Uterinae dan aa. Ovaricae bertambah diameter, panjang, dan anak-anak cabangnya.
Pembuluh darah balik (vena) mengembang dan bertambah.
f. Serviks uteri: serviks bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak (soft) disebut tanda Goodell.
Kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mukus. Karena pertambahan dan
pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi livid, dan perubahan itu disebut tanda Chadwick.
Indung Telur (ovarium)
a. Ovulasi terhenti
b. Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran
estrogen dan progesteron.
Vagina dan Vulva
Karena pengaruh estrogen, terjadi perubahan pada vagina dan vulva. Akibat hipervaskularisasi, vagina
dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livid pada vagina dan porsio serviks disebut tanda
Chadwick.
Dinding Perut (Abdominal Wall)
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya selaput elastik di bawah kulit
sehingga timbul striae gravidarum. Jika terjadi peregangan yang hebat, misalnya pada hidramnion dan
kehamilan ganda, dapat terjadi diastasis rekti, bahkan hernia. Kulit perut pada linea alba bertambah
pigmentasinya dan disebut linea nigra.
Perubahan Pada Organ dan Sistem lainnya
a. Sistem Sirkulasi Darah
1) Volume darah: volume darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama.
Volume darah akan bertambah banyak, kira-kira 25%, dengan puncaknya pada kehamilan 32 minggu,
diikuti pertambahan curah jantung (cardiac output), yang meningkat sebanyak 30%. Akibat
hemodilusi yang mulai jelas kelihatan pada kehamilan 4 bulan, ibu yang menderita penyakit jantung
dapat jatuh dalam keadaan dekompensasi kordis. Kenaikan plasma darah dapat mencapai 40% saat
mendekati cukup bulan.
2) Protein darah: gambaran protein dalam serum berubah; jumlah protein, albumin, dan gamaglobulin
menurun dalam triwulan pertama dan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan. Beta-globulin
dan fibrinogen terus meningkat.
3) Hitung jenis dan hemoglobin: hematokrit cenderung menurun karena kenaikan relatif volume plasma
darah. Jumlah eritrosit cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan transpor O2 yang sangat
diperlukan selama kehamilan. Konsentrasi Hb terlihat menurun, walaupun sebenarnya lebih besar
dibandingkan Hb pada orang yang tidak hamil. Anemia fisiologis ini disebabkan oleh volume plasma
yang meningkat. Dalam kehamilan, leukosit meningkat sampai 10.000/cc, begitu pula dengan produksi
trombosit.
4) Nadi dan tekanan darah: tekanan darah arteri cenderung menurun, terutama selama trimester kedua,
kemudian akan naik lagi seperti pada pra-hamil. Tekanan vena dalam batas-batas normal pada
ekstremitas atas dan bawah, cenderung naik setelah akhir trimester pertama. Nadi biasanya naik, nilai
rata-ratanya 84 per menit.

5) Jantung: pompa jantung mulai naik kira-kira 30% setelah kehamilan 3 bulan, dan menurun lagi pada
minggu-minggu terakhir kehamilan. Elektrokardiogram kadangkala memperlihatkan deviasi aksis ke
kiri.
b. Sistem Pernapasan
Wanita hamil kadang-kadang mengeluh sesak dan pendek napas. Hal itu disebabkan oleh usus yang
tertekan ke arah diafragma akibat pembesaran rahim. Kapasitas vital paru sedikit meningkat selama
hamil. Seorang wanita hamil selalu bernapas lebih dalam. Yang lebih menonjol adalah pernapasan
dada (thoracic breathing).
c. Saluran Pencernaan (Traktus Digestivus)
Salivasi meningkat dan pada trimester pertama, timbul keluhan mual dan muntah. Tonus-tonus otot
saluran pencernaan melemah sehingga motilitas dan makanan akan lebih lama berada dalam saluran
makanan. Resorpsi makanan baik, tetapi akan timbul obstipasi. Gejala muntah (emesis gravidarum)
sering terjadi, biasanya pada pagi hari, disebut sakit pagi (morning sickness).
d. Tulang dan Gigi
Persendian panggul akan terasa lebih longgar karena ligamen-ligamen melunak (softening). Juga terjadi
sedikit pelebaran pada ruang persendian. Apabila pemberian makanan tidak dapat memenuhi
kebutuhan kalsium janin, kalsium pada tulang-tulang panjang ibu akan diambil untuk memenuhi
kebutuhan tadi. Apabila konsumsi kalsium cukup, gigi tidak akan kekurangan kalsium. Gingivitis
kehamilan adalah gangguan yang disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya higiene yang buruk pada
rongga mulut.
e. Kulit
Pada daerah kulit tertentu, terjadi hiperpigmentasi, yaitu pada:
1) Muka: disebut masker kehamilan (chloasma gravidarum)
2) Payudara: putting susu dan areola payudara,
3) Perut: linea nigra striae,
4) Vulva
f. Kelenjar Endokrin
1) Kelenjar tiroid: dapat membesar sedikit
2) Kelenjar hipofisis: dapat membesar terutama lobus anterior.
3) Kelenjar adrenal: tidak begitu terpengaruh.
Payudara (Mamae)
Selama kehamilan, payaudara bertambah besar, tegang, dan berat. Dapat teraba noduli-noduli akibat
hipertrofi kelenjar alveoli; bayangan vena-vena lebih membiru. Hiperpigmentasi terjadi pada puting
susu dan aerola payudara. Kalau diperas, keluar air susu jolong (kolostrum) yang berwarna kuning.
Metabolisme Ibu Hamil
Umumnya, kehamilan mempunyai efek pada metabolisme. Karena itu, wanita hamil perlu mendapat
makanan yang bergizi dan berada dalam kondisi sehat.
1. Tingkat metabolik basal (basal metabolic rate, BMR) pada wanita hamil meninggi hingga 15-20%,
2.
a.
b.
c.
d.

terutama pada trimester terakhir.


Keseimbangan asam-alkali (acid-base balance) sedikit mengalami perubahan konsentrasi alkali:
Wanita tidak hamil: 155 mEq/liter
Wanita hamil: 145 mEq/liter
Natrium serum: turun dari 142 menjadi 135 mEq/liter
Bikarbonat plasma: turun dari 25 menjadi 22 mEq/liter

3. Dibutuhkan protein yang banyak untuk perkembangan fetus, alat kandungan, payudara, dan badan ibu,
serta untuk persiapan laktasi.
4. Hidrat arang: seorang wanita hamil sering merasa haus, nafsu makan bertambah, sering buang air
kecil, dan kadang kala dijumpai glukosuria yang mengingatkan kita pada diabetes melitus. Dalam
kehamilan, pengaruh kelenjar endokrin agak terasa, seperti somatomamotropin, insulin plasma, dan
hormon-hormon adrenal-17-ketosteroid. Harus diperhatikan sungguh-sungguh hasil GTT oral dan
GTT intravena.
5. Metabolisme lemak juga terjadi. Kadar kolesterol meningkat sampai 350 mg atau lebih per 100 cc.
Hormon somatomamotropin berperan dalam pembentukan lemak pada payudara. Deposit lemak
lainnya terdapat di badan, perut, paha, dan lengan.
6. Metabolisme mineral:
a. Kalsium: dibutuhkan rata-rata 1,5 gram sehari, sedangkan untuk pembentukan tulang-tulang, terutama
b.
c.
d.
7.

dalam trimester terakhir dibutuhkan 30-40 gram.


Fosfor: dibutuhkan rata-rata 2 g/hari.
Zat besi: dibutuhkan tambahan zat besi 800 mg, atau 30-50 mg sehari.
Air: wanita hamil cenderung mengalami retensi air.
Berat badan wanita hamil akan naik sekitar 6,5-16,5 kg. Kenaikan berat badang yang terlalu banyak
ditemukan pada keracunan hamil (preeklamsi dan eklamsi). Kenaikan berat badan wanita hamil

disebabkan oleh:
a. Janin, uri, air ketuban, uterus;
b. Payudara, kenaikan volume darah, lemak, protein, dan retensi air.
8. Kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan laktasi. Kalori terutama diperoleh dari pembakaran
zat arang, khususnya sesudah kehamilan 5 bulan ke atas. Namun jika dibutuhkan, dipakai lemak ibu
untuk mendapatkan tambahan kalori.
9. Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak protein. Di Indonesia,
masih banyak dijumpai penderita defisiensi zat besi dan vitamin B. Karena itu, wanita hamil harus
diberikan zat besi dan roboransia yang berisi mineral dan vitamin.
Edukasi untuk Ibu Hamil2
Contoh pemeriksaan lengkap (status obstetrikus) ada di setiap rumah sakit dan pusat kesehatan (KIA dan
PUSKESMAS) dan harus diisi selengkap-lengkapnya. Dari hasil pemeriksaan, dapat dibuat diagnosis,
lalu diberikan pengobatan dan penanganan. Kepada ibu hamil, diberikan nasihat-nasihat untuk
memelihara kesehatannya selama hamil, nifas, dan laktasi.
a. Makanan (Diet) Ibu Hamil
Wanita hamil dan menyusui harus betul-betul diperhatikan susunan dietnya, terutama mengenai jumlah
kalori, protein yang berguna untuk pertumbuhan janin, dan kesehatan ibu. Kekurangan nutrisi dapat
menyebabkan anemia, abortus, partus prematurus, inersia uteri, perdarahan pascapersalinan, sepsis
puerperalis, dan lain-lain. Di sisi lain, makan berlebihan, karena dianggap untuk 2 orang ibu dan
janin dapat mengakibatkan komplikasi seperti gemuk, preeklamsi, janin besar, dan sebagainya. Zatzat yang diperlukan adalah protein; karbohidrat; zat lemak; mineral atau bermacam-macam garam,
terutama kalsium, fosfor, dan zat besi (Fe); vitamin; dan air.

Semua zat tersebut diperoleh dari makanan yang dimakan sehari-hari dan, jika kurang, ditambahkan
suplemen. Yang sebenarnya penting diperhatikan adalah
1. Cara mengatur menu, dan
2. Cara pengolahan menu makanan
Menu disusun menurut petunjuk baku 4 sehat 5 sempurna dan perlu diketahui bahwa makanan yang
mahal harganya belum tentu tinggi nilai gizinya. Sebaliknya, banyak bahan makanan yang murah
harganya, tetapi memiliki nilai gizi yang tinggi. Hendaknya selalu makan sayur-sayuran dan buahbuahan yang berwarna karena nilai gizi mereka tinggi untuk kesehatan.
Banyak wanita berpendapat bahwa selagi hamil, makan dikurangi, karena mereka takut janin menjadi
besar sehingga sulit melahirkan. Pendapat tadi tidak memiliki dasar. Sebenarnya, ibu hamil
memerlukan tambahan beberapa zat untuk pertumbuhan janin agar sehat; dan zat-zat tersebut hanya
bisa diperoleh dari makanan.
Makanan diperlukan antara lain untuk pertumbuhan janin, plasenta, uterus, payudara, dan kenaikan
metabolisme. Anak aterm memerlukan: 400 g protein, 220 g lemak, 80 g karbohidrat, dan 40 g
mineral. Uterus dan plasenta membutuhkan masing-masing 500 g dan 55 g protein. Kebutuhan total
protein 950 g, kalsium 30 g, Fe 0,8 g, dan asam folat 300 g perhari.
Untuk pengawasan, kecukupan gizi ibu hamil dan pertumbuhan kandungannya dapat diukur berdasarkan
kenaikan berat badannya. Kenaikan berat badan rata-rata adalah antara 6,5 sampai 16 kg (10-12 kg).
Kenaikan berat badan yang berlebihan atau turunnya berat badan ibu setelah kehamilan triwulan kedua
haruslah menjadi perhatian.
Terutama pada usia kehamilan yang masih muda, dianjurkan makan yang sering dengan porsi yang kecil.
b. Merokok
Jelas bahwa bayi dari ibu-ibu perokok aktif maupun pasif memiliki berat badan lebih rendah. Karena itu,
wanita hamil dilarang merokok dan dianjurkan untuk menghindari asap rokok.
c. Obat-obatan
Prinsip: sedapat mungkin dihindari pemakaian obat-obatan selama kehamilan, terutama alam triwulan I.
Perlu dipertimbangkan apakah manfaat pemberian obat lebih besar dibandingkan bahayanya terhadap
janin.
d. Lingkungan
Saat sekarang, bahaya polusi udara, air, dan makanan terhadap ibu dan anak sudah mulai diselidiki seperti
halnya merokok.
e. Gerak Badan
Kegunaannya: sirkulasi darah menjadi baik, nafsu makan bertambah, pencernaan lebih baik, dan tidur
lebih nyenyak. Gerak badan yang melelahkan dilarang. Dianjurkan berjalan-jalan pada pagi hari dalam
udara yang masih segar. Gerak badan di tempat:
1. Berdiri-jongkok,
2. Telentang-kaki diangkat,
3. Telentang-perut diangkat,

4.
f.
1.
2.
3.
g.
1.
2.

Melatih pernapasan
Kerja
Boleh bekerja seperti biasa,
Cukup istirahat dan makanan teratur,
Pemeriksaan hamil yang teratur,
Berpergian
Jangan terlalu lama dan melelahkan.
Duduk lama menyebabkan terjadinya stasis vena (stagnasi vena), yang dapat mengakibatkan

tromboflebitis dan kaki bengkak.


3. Berpergian dengan pesawat udara boleh dilakukan, tidak ada bahaya hipoksia, dan tekanan oksigen
cukup dalam pesawat udara.
4. Tidak dianjurkan berpergian pada usia kehamilan di atas 32 minggu karena dikhawatirkan terjadi
h.
1.
2.
3.
4.
i.

kontraksi dan masuk ke fase persalinan selama di perjalanan.


Pakaian
Pakaian harus longgar, bersih, dan tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut
Dianjurkan memakai kutang yang menyokong payudara
Disarankan memakai sepatu dengan tumit yang tidak terlalu tinggi
Pakaian dalam selalu bersih
Istirahat dan Rekreasi

Wanita pekerja harus sering istirahat. Tidur siang menguntungkan dan baik untuk kesehatan. Tempat
hiburan yang terlalu ramai, sesak, dan panas lebih baik dihindari karena dapat menyebabkan jatuh
pingsan.
j. Mandi
Mandi diperlukan untuk kebersihan/higiene terutama untuk perawatan kulit, karena fungsi ekskresi dan
keringat bertambah. Dianjurkan menggunakan sabun lembut/ringan. Jangan sampai tergelincir di
perigi dan jagalah kebersihannya. Douching dan mandi berendam tidak dianjurkan.
k. Koitus
Koitus tidak dihalangi kecuali
1.
2.
3.
4.

Ada riwayat sering mengalami abortus/persalinan prematur,


Terdapat perdarahan per vaginam
Pada minggu terakhir kehamilan, jika koitus, harus dilakukan dengan hati-hati,
Apabila ketuban sudah pecah, koitus dilarang. Orgasme pada kehamilan tua dikatakan dapat

menyebabkan kontraksi uterus-partus prematurus.


l. Kesehatan Jiwa
Ketenangan jiwa penting dalam menghadapi persalinan sehingga dianjurkan bukan saja melakukan
latihan-latihan fisik, tetapi juga latihan kejiwaan untuk menghadapi persalinan. Walaupun peristiwa
kehamilan dan persalinan adalah suatu hal yang fisiologis, banyak ibu-ibu yang tidak tenang merasa
khawatir akan hal tersebut. Untuk itu, dokter harus dapat menanamkan kepercayaan kepada ibu hamil
dan menerangkan apa yang harus mereka ketahui karena rasa takut, dan sebagainya dapat
menyebabkan rasa nyeri pada waktu persalinan. Hal tersebut akan mengganggu jalannya partus, ibu
akan menjadi lebih lelah dan kekuatan hilang. Untuk menghilangkan cemas, harus ditanamkan kerja
sama pasien-penolong (dokter, bidan) dan diberikan penerangan sewaktu hamil dengan tujuan:

1. Menghilangkan ketidaktahuan
2. Latihan-latihan fisik dan kejiwaan
3. Mendidik cara-cara perawatan bayi, dan
4. Berdiskusi tentang peristiwa persalinan fisiologik
m. Perawatan Payudara
Payudara merupakan sumber air susu ibu yang akan menjadi majanan utama bagi bayi, karena itu, jauh
sebelumnya harus sudah dirawat. Kutang yang dipakai harus sesuai dengan pembesaran payudara,
yang sifatnya adalah menyokong buah dada dari bawah suspension, bukan menekan dari depan.
Dua bulan terakhir dilakukan massage, kolostrum dikeluarkan untuk mencegah penyumbatan. Untuk
mencegah puting susu kering dan pecah-pecah, puting susu dan areola payudara dirawat baik-baik
dengan dibersihkan menggunakan air sabun dan biocream adalah dengan mengoleskan air susu itu ke
puting dan areola sesudah selesai menyusui. Tindakan ini efektif untuk mencegah puting dan areola
menjadi retak dan lecet-lecet.
Tabel Kebutuhan makanan sehari-hari wanita tidak hamil, ibu hamil, dan ibu menyusui
Kalori dan Zat

Tidak Hamil

Hamil

Menyusui

Makanan
Kalori
Protein
Kalsium (Ca)
Zat besi (Fe)
Vitamin A
Vitamin D
Tiamin
Riboflavin
Niasin
Vitamin C

2000
55 g
0,5 g
12 g
5000 IU
400 IU
0,8 g
1,2 mg
13 mg
60 mg

2300
65 g
1g
17 g
6000 IU
600 IU
1 mg
1,3 mg
15 mg
90 mg

3000
80 g
1g
17 g
7000 IU
800 IU
1,2 mg
1,5 mg
18 mg
90 g

ANC ( Antenatal Care)3


a. Definisi
Pelayanan antenatal merupakan pelayanan terhadap individu yang bersifat preventive care untuk
mencegah terjadinya masalah yang kurang baik bagi ibu maupun janin. Pelayanan antenatal
merupakan upaya kesehatan perorangan yang memperhatikan presisi dan kualitas pelayanan medis
yang diberikan. Agar dapat melalui persalinan dengan sehat dan aman diperlukan kesiapan fisik dan
mental ibu, sehingga ibu dalam keadaan status kesehatan yang optimal. Ibu yang optimal sangat
berpengaruh bagi pertumbuhan janin yang dikandungnya.