Anda di halaman 1dari 13

STANDAR AKUNTANSI

KEUANGAN INDONESIA

Kerangka Dasar Laporan


Keuangan
Disusun oleh:
1. Siti Rizky Ayu R.

(023135006)

2. Angelia Yovanny M. (023135009)


3. Triasni Utami
4. Janizti Fauziyah

(023135016)
(023135023)

I.1 Definisi Kerangka Dasar


I.2 Tujuan Kerangka Dasar
I.3 Pengguna Laporan Keuangan
Pemakai laporan keuangan meliputi (Standar Akuntansi Keuangan, 2009):
1. Investor
2. Karyawan
3. Pemberian pinjaman
4. Pemasok dan kreditur usaha lainnya
5. Pelanggan
6. Pemerintah
7. Masyarakat

I.4 Jenis-jenis Laporan


Keuangan
Laporan
Posisi
Keuangan
Catatan
Atas
Laporan
Keuangan

Laporan
Arus Kas

Laporan
Laba Rugi
(Komprehen
sif)

Laporan
Perubahan
Modal

I.5 Karakteristik Kualitatif


Relevan
Dapat dibandingkan
Dapat dipahami
Dapat dihandalkan
Dapat diverifikasi
Ketepatan waktu

1. Asset

I.6 Elemen Elemen yang


ada pada
Laporan
Keuangan

2. Kewajiban
(Liability)
3. Ekuitas (Equity)
4. Penghasilan
(Income)
5. Beban
(Expense)
6. Pemeliharaan
Modal
Penyesuaian
Pemeliharaan

I.7 Asumsi Dasar


1.
Kelangsung
an hidup

2. Basis
acrual/actu
al

I.8 Prinsip Dasar


1. Biaya Historis
2. Biaya Kini (Current Cost)
3. Nilai Realisasi/Penyelesaian (Realisable/settlement
value)
4. Nilai sekarang (Present Value)
5. Pengakuan Pendapatan
6. Pengakuan Beban
7. Pengakuan Aktiva, dan Pengakuan Kewajiban

I. Tepat
Waktu

IV.
Penyajian
Wajar

I.9
Kendalakendala
yang
Dihadapi
III.
Keseimba
ngan
diantara
Karateristi
k
Kualitatif

II.
Keseimba
ngan
antara
Biaya dan
Manfaat

KASUS
PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK)
DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DI PT
KOMUGI BALI
Berikut ini data yang digunakan:

C:\Users\mutiasyfr\Desktop\SAKI\PT. Komugi Bali.pdf

HASIL DAN PEMBAHASAN


Dalam tabel 7 dapat dilihat perbedaan antara antara Laporan Laba
Rugi yang disusun oleh PT Komugi Bali dengan Laporan Laba Rugi
PT Komugi Bali pada Tahun 2011 yang telah disesuaikan dengan
Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Pada Laporan Laba Rugi pada
Tahun 2011 yang disusun oleh PT Komugi Bali, Harga Pokok
Penjualannya lebih kecil dari pada Harga Pokok Penjualan yang
terdapat di Laporan Laba Rugi yang telah disesuaikan dengan
Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Hal ini diakibatkan oleh kekeliruan
pencatatan biaya yang dilakukan oleh pihak perusaha-an. Biaya
bensin dan oli yang jumlahnya Rp 2.546.000,00 digunakan untuk
kegiatan produksi
dan
penjualan
tetapi
perusahaan tidak
mencantumkannya pada perhitungan Harga Pokok Penjualan dan
mencantum-kan seluruh jumlah biaya bensin dan oli kedalam
perhitungan biaya penjualan. Seharusnya biaya bensin dan oli
tersebut diklasifikasikan
ke
dalam
dua
perhitungan baik itu
perhitungan Harga Pokok Penjualan dan Biaya Penjualan.

Dalam tabel 8 telah dilakukan perbandingan antara Neraca yang disusun oleh PT
Komugi Bali dengan Neraca PT Komugi Bali pada Tahun 2011 yang telah
disesuaikan dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Terlihat jelas
perbandingannya terletak pada pencatatan kas dan setara kas, serta akumulasi
penyusutan. Pada Neraca yang disusun oleh PT Komugi Bali, yang dicatat hanya
kas sebesar Rp 167.441.001,00. Kas yang tercantum tersebut tidak semua
yang terdapat pada perusahaan, melainkan ada yang disimpan di bank. Pada
Neraca PT Komugi Bali yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) telah terlihat jumlah kas pada perusahaan sebesar Rp 34.489.691,00,
kas di Bank Danamon sebesar Rp 66.749.480,00, dan kas di Bank Artha Graha
sebesar Rp 66.201.830,00. Pada aktiva tetap yang terdapat di Neraca
perusahaan, hanya dicantumkan nilai buku aktiva tersebut, sedangkan pada
Neraca yang telah disesuaikan dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
mencantumkan Harga Perolehan semua aktiva tetap, akumulasi, dan nilai
bukunya.