Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Perawat merupakan bagian dari tenaga kesehatan di ruang
unit

darurat

diharapkan

mampu

memanfaatkan

teknologi

kesehatan sebagai sarana untuk meningkatkan mutu layanan


kesehatan

dan

meningkatkan

jangkauan

layanan

kesehatan

khususnya pada kasus anak yang membutuhkan pelayanan segera.


.
Perawatan anak telah mengalami pergeseran yang mendasar
, anak tidak lagi dipandang sebagai miniatur orang dewasa
melainkan sebagai individu yang unik yang memiliki kebutuhan
khusus berbeda dengan orang dewasa (Supartini, 2004). Demikian
juga keluarga tidak lagi dipandang sebagai pengunjung anak yang
sakit tetapi dipandang sebagai mitra perawat dalam menentukan
kebutuhan

anak

dan

pemenuhan

kebutuhan

dalam

bentuk

pelayanan yang berpusat pada keluarga (Supartini, 2004)


Salah satu kondisi darurat pada anak yang sering terjadi
diruang

unit

gawat

darurat

adalah

Apendiksitis

yang

dikembangkan sebagai nyeri Abdomen . Nyeri Abdomen adalah


salah satu keluhan yang paling umum pada populasi anak . Nyeri
Abdomen akut adalah yang paling darurat kasus bedah umum
pada

anak.

Apabila

diagnosis

awalnya

tidak

tepat

dapat

menyebabkan kematian pada anak. (Golmand,at,al.2008).


1

Mencermati bahwa pentingnya tindakan segera metode


mendiagnosis nyeri perut di ruang unit gawat darurat perlu
dilakukan inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi
dengan mengetahui kefektivitasan dari 5 tingkat atau empat
1.2

tingkat triase pediatrik.


Tujuan Penulisan
a. Memaparkan informasi terkini dengan evidence based di area
keperawatan terkait dengan keefektivitasan dari 5 tingkatan
dari sistem triase pedriatik.
b. Memberikan penjelasan tentang temuan terbaru atau inovasi di
dunia keperawatan tentang perbedaan dalam memprioritaskan
pasien antara empat tingkat Ped-TTS dan lima tingkat PedTTAS.
c. Meningkatkan critical thinking tentang manfaat hasil penelitian
tersebut bagi dunia keperawatan

BAB II

JURNAL PENELITIAN

BAB III
PEMBAHASAN
3.1

Profil Penelitian

3.1.1. Judul :
Keefektivitasan dari 5 tingkatan Paediatric Triage System :
Analisis Pemanfaatan Sumberdaya di Departemen Kegawat
Daruratan di Taiwan
3.1.2. Peneliti

: Yu-Che Chang, Chip-Jin Ng, Chang-Teng Wu, Li-

Chin Chen, Jih-Chang Chen, Kuang-Hung Hsu


3.1.3. Sumber: http://wwww.emj.bmj.com
3.1.4. Major/Minor subject (keyword) : Paediatric Triage System,
Emergency Department, Effectiveness
3.1.5.

Abstrak

Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas dari five-level Pediatric


Triage System(Ped-TTAS) dengan membandingkan keandalan
pemanfaatan

prioritas

dan

sumber

daya

pasien

yang

menggunakan sistem triage pediatri empat tingkat (Ped-TTS) nontrauma pediatrik pasien di Departemen Gawat Darurat (ED).
Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah analisis
longitudinal retrospektif berdasarkan review grafik medis dan
database komputer, kecuali untuk daftar yang lebih pendek dari
keluhan dan beberapa kriteria penting tanda modifikasi, struktur
dan triase proses untuk menerapkan Ped-TTAS mirip dengan yang
ada pada Triage Pediatri Gawat Darurat Kanada. Non-trauma
5

pasien anak-anak yang datang ke ED yang diprioritaskan oleh


perawat triase terlatih menggunakan empat tingkat Ped-TTS pada
tahun 2008 dan lima tingkat Ped-TTAS pada tahun 2010.
Perbedaan Tarif Rawat Inap dan pemanfaatan sumber daya
kesehatan dianalisis dengan tingkat ketajaman antara kelompok
studi.
Hasil : Ada perbedaan yang signifikan dalam prioritas pasien
antara empat tingkat Ped-TTS dan lima tingkat Ped-TTAS.
Peningkatan diferensiasi diamati dengan lima tingkat Ped- TTAS
dalam memprediksi angka rawat inap dan biaya medis.
Kesimpulan : Lima tingkat Ped-TTAS lebih mampu membedakan
pasien anak-anak dengan penilaian triase di UGD dan juga lebih
tepat dalam memprediksi pemanfaatan sumber daya. Pengenalan
penilaian yang lebih akurat dalam sistem triase yang digunakan
dalam

perawatan

darurat

pediatrik

harus

memberikan

keselamatan pasien yang lebih besar dan pemanfaatan yang lebih


tepat untuk efisiensi waktu sumber daya.
3.1.6. Tanggal publikasi : 14 September 2012

3.2

Deskripsi Penelitian berdasarkan Metode PICO

3.2.1.

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian pada jurnal ini adalah untuk mengetahui

efektivitas dari five-level Pediatric Triage System(Ped-TTAS)


dengan membandingkan keandalan pemanfaatan prioritas dan
sumber daya pasien yang menggunakan sistem triage pediatri
6

empat

tingkat

(Ped-TTS)

non-trauma

pediatrik

pasien

di

Departemen Gawat Darurat (ED).


3.2.2.

Desain Penelitian : Analisis longitudinal retrospektif.

3.2.3.

Populasi / Sample

Sebanyak

85.536

kunjungan

darurat

non-trauma

pediatrik

diidentifikasi selama masa studi; 662 kasus (0,77 %) dikeluarkan


karena informasi yang tidak lengkap (351 dari 2008 dan 311 dari
2010),

meninggalkan

total

84.874

catatan

pasien

untuk

dimasukkan dalam analisis. Dari jumlah tersebut, 42.346 pasien


yang diobati pada tahun 2008 diprioritaskan menggunakan
empat tingkat Ped-TTS dan 42.528 pasien yang pada tahun 2010
yang diprioritaskan menggunakan lima tingkat Ped-TTAS.
3.2.4.

Intervention / Perlakuan oleh peneliti terhadap sampel

a. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis longitudinal


retrospektif berdasarkan review grafik medis dan database
komputer, kecuali untuk daftar yang lebih pendek dari keluhan
dan beberapa kriteria penting
b. Struktur dan proses triase untuk menerapkan Ped-TTAS mirip
dengan yang ada pada Triage Pediatri Gawat Darurat Kanada.
c. Digunakan versi terkomputerisasi dari Ped- TTAS (ePed-TTAS),
yang

dirancang

untuk

membantu

perawat

triase

dalam

pengambilan keputusan pada titik perawatan.


Level
1

Resucitation

Staff Respon
Time(min)
0 (Immediate)

Emergent

15

Urgent

30
7

Less Urgent

60

Nonurgent

120

d. TTAS NWG mengungkapkan bahwa TTV semua pasien pediatrik


harus di dokumentasikan.
e. Pendokumentasian dilakukan selama perawatan di ED untuk level
1-2. Untuk level 3-5, pendokumentasian hanya di lakukan pada
saat pengakajian.
3.2.5.

Comparator /

Kelompok control dengan intervensi

yang berbeda
Table 1 Perbandingan karakteristik dari the four-level Paediatric
Taiwan Triage System dan five-level Paediatric Triage and Acuity
System
Kriteria
Waktu untuk pengkajian

Four-level
Ped- Five-level Ped-TTAS
TTS
Tidak spesifik
10 menit

Waktu
untuk
dokter Segera/10min/30
min/none
melakukan pengkajian

Tidak spesifik

Waktu untuk perawat Tidak spesifik


melakukan
pengkajian
ulang

Segera/10/30/60/120
min

keputusan Berdasarkan
tanda-tanda vital
atau
keluhan
utama
4 kategori (32
Daftar keluhan utama
keluhan utama);
mata, THT dan
keluhan
gigi
tidak termasuk.
Parah dan tidak
Skala nyeri
parah
Tidak
Mekanisme Cidera

Berdasarkan
utama atau
kedua

Kriteria
Triage

Pedoman pelaksanaan

Tidak spesifik

keluhan
keluhan

12
kategori
(74
keluhan utama); mata,
THT dan keluhan gigi
termasuk
10-point Likert scale
Ya
Spesifik
8

Materi
Implementasi Tidak ada
Pendidikan

Sistem
pendukung
keputusan komputer
dan materi pendidikan
terstruktur
a. Distribusi tingkat keparahan : Ada 28,14 % dan 20,91 %
diprioritaskan sebagai tingkat 1 dan 2, masing-masing, dengan
menggunakan empat tingkat Ped-TTS dibandingkan dengan
13,94% dan 9,40% menggunakan lima tingkat Ped-TTAS, dengan
hampir setengah dari pasien (49,71 %).
b. Kecenderungan linear antara penurunan keparahan (dari level 1
sampai 4 atau tingkat 1 sampai 5) dan tingkat penerimaan
dihitung sebagai 0,85 (95 % CI 0,83-0,87) dan 0,78 (95 % CI
0,77-0,80) untuk empat - tingkat Ped-TTS dan lima tingkat PedTTAS, masing-masing.
c. Menggunakan empat tingkat Ped-TTS, tarif masuk adalah 26,09
% untuk level 1, 28,77 % untuk level 2, 20,09 % untuk tingkat 3
dan 14,63 % untuk tingkat 4. Menggunakan lima tingkat PedTTAS, tarif masuk adalah 27,83 %, 36,39 %, 21,86 %, 15,56 %
dan 8,94 %, masing-masing, untuk tingkat triase 1 , 2 , 3 , 4 dan
5.
d. Biaya pengobatan : Tren linier yang sama untuk mengurangi
biaya medis dengan penurunan keparahan terlihat untuk kedua
sistem. Kecenderungan linear dihitung sebagai -0.15 (95 % CI
-0.15 sampai -0.14) untuk empat tingkat Ped-TTS dan -0.17 (95 %
CI -0.18 sampai -0.17) untuk lima tingkat Ped-TTAS.
e. Sebuah perbedaan yang signifikan secara statistik yang diamati
berdasarkan pada biaya medis ED menggunakan kedua sistem
triase, tetapi kekuatan yang lebih tinggi dari hubungan yang
ditemukan dengan lima tingkat Ped-TTAS setelah disesuaikan

untuk

usia,

jenis

kelamin

dan

keluhan

utama

dengan

menggunakan model regresi linier berganda.


3.2.6.

Outcomes / Findings / Hasil Penelitian

a. Ada perbedaan yang signifikan dalam prioritas pasien antara


empat tingkat Ped-TTS dan lima tingkat Ped-TTAS. Peningkatan
diferensiasi diamati dengan lima tingkat Ped- TTAS dalam
memprediksi angka rawat inap dan biaya medis
b. Lima tingkat Ped-TTAS lebih mampu membedakan pasien anakanak dengan penilaian triase di UGD dan juga lebih tepat dalam
memprediksi pemanfaatan sumber daya.

3.2.7.

Strength-Limitation of the Study

Kekuatan penelitian

1) Penelitian ini mengumpulkan data demografi pasien dari keluhan


utama, hasil klinis dan pemanfaatan sumber daya medis yang di
ambil dari departemen gawat darurat dan menggunakan versi
terkomputerisasi dari Ped-TTAS (ePed-TTAS) yang sirancang
unntuk membantu perawat.
2) Analisis

menggunakan

statistik

deskriptif

dimana

variabel

numerik disajikan sebagai median dan IQR dan variabel kategoris


dinyatakan sebagai frekuensi dan presentase.
3) Semua data dianalisis dengan menggunakan SAS V.9.12
Kekurangan penelitian :
(2)Hal ini merupakan studi retrospektif tunggal yang dapat
membatasi generalisability.
10

(3)Meskipun intervensi tidak memiliki efek karena hal ini


merupakan

studi

administratif,

retrospektif

fakta

bahwa

menggunakan

perbandingan

basis

terlibat

data

sebuah

lingkungan kesehatan yang mungkin mengalami perubahan


lain selama 2 tahun periode harus menjadi pertimbangan.
(4)Penelitian Cohorts tidak termasuk kasus trauma karena trauma
kriteria

triage

tidak

didefinisikan

dengan

baik

dalam

sebelumnya empat tingkat Ped-TTS, sehingga hasil penelitian


ini hanya berlaku untuk non - trauma pasien ED pediatrik .

3.2.8.

Manfaat Hasil Penelitian bagi Keperawatan

a. Manfaat Praktis : Penelitian ini dapat diaplikasikan dalam


praktek keperawatan pada pengelompokan triage pediatrik 5
tingkat dan 4 tingkat.
b.

Manfaat

Teoritis

Penelitian

ini

mampu

menambah

pengetahuan tentang efektivitas dari 5 tingkat Ped-TTAS dengan


membandingkan kehandalan dalam pemanfaatan sumber daya
dan prioritas pasien dengan sistem sebelumnya Ped-TTS di pasien
pediatrik yang non-trauma di keperawatan gawat darurat.

11

BAB IV
PENUTUP
4.1

Kesimpulan
Penelitian ini membahas tentang perbandingan keefektivitasan

dari five-level Pediatric Triage System (Ped-TTAS) dengan sumber daya


pasien yang menggunakan four-level Pediatric Triage System (Ped-TTS)
di Departemen Emergency di Taiwan. Dan hasilnya adalah, ada
perbedaan yang signifikan dalam prioritas pasien antara empat tingkat
Ped-TTS dan lima tingkat Ped-TTAS.
4.2

Critical Thinking
a. Sebagian besar rumah sakit di Indonesia masih menggunakan
sistem triase klasik. Sistem triase ini mengadaptasi sistem
triase bencana dengan membuat kategori cepat dengan warna
hitam, merah, kuning, hujau, dan hitam. Sistem ini juga di sebut
dengan sistem tiga level yang sebenarnya tidak cocok di
aplikasikan pada IGD rumah sakit yang sebenarnya perlu
mempertimbangkan

sebuah sistem yang berbasis

bukti

yang

bisa digunakan sebagai acuan. (Robertus Arian Datusanantyo,


Kepala IGD RS Panti Rapih)
b. Berdasarkan

kebijakan

ACEP

dan

ANA

sejak

2003

AS

memberlakukan sistem triage lima tingkat secara nasional


12

dengan alasan bahwa kualitas pelayanan pasien akan bertambah


dengan menerapkan skala triage terstandar dan proses kategori
akuitasi (Dewi Kartikawati N., 2013)
c. Five level pediatrik triage sistem memiliki acuan yang terstandar
dalam menentukan tingkat keparahan klien, sehingga akan di
dapat ketepatan dalam menentukan prioritas pelayanan, yang
tentunya hal ini akan membuat suatu sistem pelayanan yang
lebih efisien.
d. Setelah melihat hasil yang di dapatkan, Five level pediatrik triage
sistem dapat di jadikan referensi dan mungkin dapat di gunakan
di indonesia, dengan alasan untuk meningkatkan pelayanan di
ED dengan mengacu pada suatu sistem yang terstandar

13

DAFTAR PUSTAKA
Goldman

MD.

2008.

Prospective

Validation

of

the

Pediatric

Appendicitis Score. Jurnal for J Pediatr 2008;153:278-82


Ng CJ, Hsu KH, Kuan JT, et al. 2010. Comparison Between Canadian
Triage and Acuity Scale and Taiwan Triage System in Emergency
Departments. Jformos Med Assoc 2010;109:82837
Supartini. 2004. Konsep Dasar Keperawatan Anak . Jakarta: EGC
vanVeen M, Steyerberg EW,Ruige M, et al. 2008. Manchester Triage
System in Paediatric Emergency Care: Prospective Observational
Study. BMJ 2008;337:a1501.
Chang, Yu che, Ng, Chip Jin, Wu, Chang Teng, et al. 2013. Effectiveness
of a Fve-Level Paediatric Triage System: An Analysis of Resource
Utilisation in the Emergency Department in Taiwan. Emergency Med J
2013;30:735-739

14