Anda di halaman 1dari 21

I.

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Menurut Undang-Undang Pendidikan Tinggi No.12 tahun 2012 pendidikan adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,bangsa, dan negara. Pendidikan tinggi
adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma,
program sarjana, program magister, program doktor, dan program spesialis serta program
profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa
Indonesia.
Pada pasal 31 ayat 2, Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan agar pemerintah
menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional. Ketentuan ini terkait dengan cita-cita
mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan umum dan dapat
diperolehnya pekerjaan dan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Terkait dengan
pernyataan di atas, sudah sepatutnya upaya-upaya dalam rangka meningkatkan pencapaian
tersebut harus diikuti dengan sistem input dan proses yang baik sehingga output dan
outcame-nya, memuaskan semua pihak yaitu pemerintah, masyarakat dan stakeholders
pendidikan.
Universitas Andalas merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di
Indonesia. Universitas Andalas (UNAND) merupakan Universitas tertua di luar pulau Jawa
yang diresmikan oleh Wakil Presiden pertama RI (Dr. Mohammad Hatta) pada tanggal 13
September 1956.Cita-cita mendirikan Unand adalah untuk menghasilkan insan cerdas dan
berdaya saing untuk kejayaan bangsa. Secara lebih spesifik, Unand bertanggungjawab
untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, unggul dan produktif, menghasilkan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, pemersatu bangsa,serta
mengawal perjalanan demokrasi.Tanggungjawab tersebut mengalami perkembangan
sejalan dengan kemajuan tingkat sosial ekonomi masyarakat,teknologi informasi dan
persaingan global dalam segala bidang yang tidak dapat dihindari oleh suatu bangsa.

1.2. Tujuan
Makalah ini untuk memberikan informasi tentang

Identifikasi Input, Proses dan

Output Perguruan Tinggi yaitu di Universitas Andalas Padang.

II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Definisi Pendidikan Tinggi
Berdasarkan UU Pendidikan tinggi nomor 12 tahun 2012 pasal 1 ayat 2 Pendidikan
Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program
diploma, program sarjana, program magister, program doktor, dan program profesi, serta
program spesialis, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan
bangsa Indonesia.
Dalam buku sosialisasi Dikti mengenai Otonomi dan Sosialisasi PT tahun 2013
Pendidikan tinggi diartikan sebagai pendidikan yang dilaksanakan setelah pendidikan
menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan
doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Pendidikan tinggi menjadi sumber
inovasi dan solusi bagi pertumbuhan dan pengembangan bangsa seiring dengan
berkembangnya zaman.Seperti yang termuat dalam deklarasi UNESCO, pendidikan tinggi
memiliki misi dan fungsi penting yaitu memberikan kontribusi kepada pembangunan yang
berkelanjutan

(sustainable

development)

dan

pengembangan

masyarakat

secara

keseluruhan.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan Pendidikan Tinggi adalah jenjang
pendidikan setelah pendidikan menengah yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang
memiliki misi dan fungsi penting yaitu memberikan kontribusi kepada pembangunan yang
berkelanjutan dan pengembangan masyarakat secara keseluruhan.
Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan
memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai
humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan.
Peran strategis tersebut dilakukan dalam upaya memenuhi amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat
(5) mengenai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbunyiPemerintah
memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama
dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Oleh
karenanya, pendidikan tinggi diperlukan sebagai upaya untuk terus meningkatkan daya
saing bangsa dalam menghadapi globalisasi disegala bidang saat ini dan di masa yang akan
datang.
2.2. Proses Bisnis Perguruan Tinggi
Proses bisnis perguruan tinggi digambarkan dalam gambar berikut

Proses bisnis tersebut dapat kita golongkan menjadi Input, Proses, Output, Outcome,
dan Impact. Namun pada makalah ini kita hanya membahas Input, Proses, dan Outputnya
saja.
2.2.1. Input
Untuk ketercapaian pendidikan bermutu, fungsional, produktif, efektif dan
akuntabel, maka diperlukan beberapa hal yang terkait dengan input yang antara lain:
Peserta didik ketenagaan, fasilitas, biaya, kurikulum, perencanaan dan evaluasi,
hubungan sekolah masyarakat dan iklim sekolah yang memadai (Mulyasa, 2013).

2.2.2. Proses
Proses adalah suatu pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau
didesain dengan sengaja (Mulyasa, 2012). Pesan-pesan penting akan dapat ditangkap
dan dicerna bila para pelaku pendidikan mampu mendesain secara interaktif dan
sederhana.
Proses pembelajaran (PBM) merupakan ujung tombak dari proses pendidikan,
yang mana suatu kegiatan dilakukan oleh tenaga pendidik, berkaitan dengan materi
ajar, berlangsung dan dikemas secara interaktif, memotivasi serta merangsang peserta
didik untuk berpikir, aktif, kreatif.
2.2.3. Output

Output merupakan hasil dari proses, menghasilkan lulusan sesuai dengan


standar tertentu dan tentunya diharapkan memenuhi keinginan masyarakat dan
pemerintah. Output pada dasarnya akan banyak dipengaruhi oleh input dan proses,
keefektifan proses. Sistem input yang berkualitas tentu dapat menghasilkan output
yang berkualitas pula. Teori Sistem informasi Gold in-Gold out dapat digunakan
dalam hal ini. Suatu output dikatakan berkualitas (baca: bermutu) apabila telah
memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan oleh Standar Nasional Pendidikan
(SNP).
Output pendidikan sebagai suatu sistem sewajarnya dapat dicerminkan dari
suatu prestasi mutu lulusan sekolah yang sejatinya merupakan suatu proses
pembelajaran yang didukung oleh semua unsur baik dari level kementerian,
pemerintah daerah, dan instansi perguruan tinggi. Dengan kata lain, makro dan mikro
pendidikan secara bersama-sama menjalankan perannya sehingga menghasilkan output
yang terstandar dengan baik.

III. PEMBAHASAN
3.1. Identifikasi Input, Proses dan Output Universitas Andalas
3.1.1. Input
Untuk mencapai pendidikan tinggi berkualitas, bermutu dan akuntabel, maka
diperlukan beberapa hal yang terkait dengan input perguruan antara lain mahasiswa, tenaga
kependidikan, tenaga pendidik, dana, kurikulum, manajemen internal, sarana dan prasarana,
dan sistem informasi. Input tersebut digunakan dalam proses pendidikan sehingga
menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang memilki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat,bangsa, dan Negara.
Hasil identifikasi terhadap input Universitas Andalas adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa

Jumlah mahasiswa yang melanjutkan studi di Universitas Andalas (Unand) Padang


telah mencapai 24.604 pada tahun 2014. Jumlah tersebut merupakan total dari keseluruhan
mahasiswa S1, S2 dan S3 serta program spesialis seperti Dokter atau Apoteker.
2. Tenaga kependidikan
Unand memiliki jumlah tenaga kependidikan sebanyak 848 orang, yang lebih
banyak berpusat di kantor Rektorat.
3. Tenaga pendidik
Unand memiliki 1.392 dosen yang tersebar pada 15 fakultas dimana fakultas
kedokteran menjadi penyumbang tenaga pendidik terbanyak yakni mencapai 199 orang.
4. Kurikulum
Universitas harus memiliki kebijakan dan pedoman penyusunan dan pengembangan
kurikulum. Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) harus dirancang sesuai dengan capaian
pembelajaran

pada

Kerangka

Kualifikasi

Nasional

Indonesia

(KKNI)

dengan

memperhatikan perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) dan


kebutuhan masyarakat serta hasil tracer study.
Rancangan kurikulum harus terdiri dari unsur profil lulusan, kompetensi lulusan
(hardskill dan soft skill serta karakter), strategi/metode pembelajaran dan sistem penilaian)
5. Manajemen Internal (Organisasi)
Unand telah berupaya secara terus menerus melakukan penataan dan pemantapan
peran dan fungsi kelembagaan yang efektif dan efisien.Hal ini dilakukan dalam rangka
meningkatkan kualitas layanan dan akuntabilitas kinerja Unand menuju universitas yang
unggul dan mandiri. Adapun penataan yang telah dilakukan Unand selaras dengan tugas
pokok dan fungsi masing-masing unit kerja, antara lain :
(i) peningkatan kompetensi jabatan struktural administrasi dan penyempurnaan
deskripsi tugas setiap jabatan;
(ii) analisis jabatan, evaluasi kinerja dan pengukuran beban kerja di semua level baik
untuk eselon II, III, dan IV;
(iii) menata keanggotaan dan peran komisi senat sebagai lembaga normatif sesuai
(iv)

dengan Tupoksi Eksekutif;


meningkatkan fungsi dan peran Lembaga Pengembangan Pendidikan;

(v)

melakukan reorganisasi dan penataan Lembaga Penelitian dan Lembaga

(vi)

Pengabdian kepada Masyarakat;


meningkatkan peran dan fungsi Bagian Humas dan Kerjasama untuk penguatan
sistem corporate public relation serta meningkatkan image building dan

relationship Unand dengan pihak luar;


(vii) meningkatkan kinerja Badan Penjaminan Mutu (BAPEM) untuk menjamin
terlaksananya program Quality Assurance, Total Quality Management (TQM),
dan program pemberdayaan jurusan;
(viii) menetapkan mekanisme perencanaan dan penganggaran terpadu di seluruh unit
(ix)

kerja;
menetapkan aturan sarat kompetensi pejabat eselon 2, 3 dan 4 secara
sistematis.

Program pemberdayaan jurusan merupakan komponen utama dalam pelaksanaan


kebijakan strategis Total Quality Management, program ini dimaksudkan agar semua
program studi/jurusan memiliki kemampuan dan kemandirian dalam mewujudkan
penyelenggaraan pendidikan yang efektif dan berkualitas yang pada gilirannya akan
menghasilkan Unand menjadi World Class University. Upaya ini dilakukan secara terus
menerus melalui berbagai kegiatan antara lain penyusunan portofolio di setiap program
studi;
(i)
meningkatkan status akreditasi,
(ii)
penyusunan self evaluation yang berkelanjutan;
(iii)
pengembangan kurikulum dan silabus sesuai dengan perkembangan IPTEKS;
(iv)
peningkatan jurnal ilmiah terakreditasi dan penulisan buku teks;
(v) peningkatan kualitas dan kuantitas penjalinan kerjasama di tingkat prodi, dan lainlain. Indikator keberhasilan program pemberdayaan jurusan/program studi antara
lain dapat dilihat dari hasil akreditasi, pemenangan program hibah kompetisi
(PHK), dan peningkatan kerjasama dengan berbagai instansi.
Dari capaian hasil atas terlihat bahwa program pemberdayaan jurusan/program studi
masih perlu untuk lebih dioptimalkan. Oleh sebab itu, setiap program studi/jurusan perlu
terus berupaya untuk meningkatkan kerjanya sehingga pada tahun-tahun mendatang
jurusan/program studi sebagai ujung tombak penyelenggaraan pendidikan tinggi diharapkan
lebih mampu dan mandiri dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang
berkualitas dalam suasana akademik yang kondusif. Dengan demikian, Unand diharapkan

mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dalam menghadapi era kompetisi
yang semakin ketat.
6. Manajemen Perencanaan, Pengawasan dan Mutu
Untuk mewujudkan Unand sebagai perguruan tinggi yang maju dan unggul telah
dilaksanakan corporate management system semenjak beberapa tahun terakhir. Pelaksanaan
corporate management system ini telah memberikan dampak positif semakin terwujudnya
kemandirian, kerjasama secara sinergis dan terpadu antar unit, meningkatnya akuntabilitas
dan quality assurance di semua bidang. Semua ini telah diupayakan melalui sistem
perencanaan yang terukur, terprogram, sistematis, dan terpadu. Dalam pelaksanaan kerja
juga telah ditindaklanjuti dengan sistem monitoring dan evaluasi, serta pengawasan yang
semakin intensif.
Untuk lebih meningkatkan sistem perencanaan tersebut, perencanaan program kerja dan
anggaran, baik bidang I, II, III, maupun IV tetap akan terus dilaksanakan secara terpadu,
dibahas dan ditetapkan secara bersama-sama oleh seluruh pimpinan unit kerja di
lingkungan Unand. Dengan demikian keberhasilan yang akan dicapai Unand dapat diraih
secara bersama-sama merata di setiap unit.
Segala permasalahan akan dapat dipecahkan dan diselesaikan secara kolektif.
Diperlukan pengukuran rencana capaian kinerja untuk setiap program dan kegiatan beserta
sistem akuntabilitas kinerja perlu lebih ditingkatkan, supaya arah pengembangan Unand
dimasa datang semakin realistis dan tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan.
7. Sarana dan Prasarana
a. Gedung
Pada awalnya pembangunan kampus Unand direncanakan di Ulu Gadut, Kecamatan
Lubuk Kilangan, Kota Padang. Namun karena lokasi itu berdekatan dengan pabrik PT
Semen Padang sehingga sangat berpeluang terkena polusi. Jadi, diusulkan tiga alternatif
lain sebagai gantinya, yaitu: Bukit Tambun Tulang (Padang Pariaman), Tunggul Hitam
(dekat Bandar Udara Tabing), dan Bukik Karamuntiang di Pauh, Padang. Adapun yang
yang paling memenuhi syarat di antara ketiganya adalah Bukik Karamuntiang. Lokasi ini
berada di Kenagarian Limau Manis, Kelurahan Koto Panjang, Kecematan Pauh dan terletak
sekitar 15 km sebelah timur pusat Kota Padang. Pembangunan kampus Limau Manis ini

secara simbolis dimulai pada tanggal 11 Maret 1986 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto
pada tanggal 4 Desember 1995. Kampus Limau Manis ini luasnya sekitar 500 hektar dan
berada pada ketinggian 255 m di atas permukaan laut. Kampus ini menghadap ke Kota
Padang dengan pemandangan Samudera Hindia yang biru membentang di sebelah barat.
Pada bagian timur berjajar Bukit Barisan. Sementara di sisi utara dan selatannya terdapat
lembah yang masing-masingnya dialiri oleh anak sungai. Bangunannya memiliki arsitektur
yang unik: kombinasi dari model atap tradisional Minangkabau (tanduk kerbau) dan
struktur yang bergaya modern. Universitas sedang dalam proses melengkapi fasilitasfasilitasnya untuk mengakomodasi aktivitas akademik dan ekstrakurikuler. Hampir semua
fakultas terletak di Limau Limau Manis, kecuali Fakultas Kedokteran yang terletak di
daerah Jati, Padang, Fakultas Hukum Program Reguler Mandiri di daerah Parak Karambia
(Jl. Pancasila), Padang, dan Politeknik Pertanian serta Fakultas Ekonomi kampus II di
Payakumbuh.
b. Perpustakaan
Perpustakaan Universitas Andalas terletak di depan Fakultas Peternakan yang terdiri
dari enam lantai. Perpustakaan ini dimanfaatkan oleh mahasiswa seluruh program studi
(D3, S1, S2 dan S3). Berbagai koleksi buku, jurnal, tesis, skripsi, hasil penelitian tersedia di
Perpustakaan Universitas Andalas.
c. Laboratorium Dasar dan Sentral
Laboratorium Dasar Universitas Andalas berlokasi di antara gedung B dan gedung
C di depan Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Laboratorium Dasar terdiri dari 3 lantai
yang di pergunakan untuk melaksanakan praktikum Fisika Dasar, Biologi Dasar dan Kimia
Dasar pada Semester Pertama. Praktikum ini dilaksanakan untuk mahasiswa dari Fakultas
Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas MIPA dan Fakultas Teknologi Pertanian. Laboratorium
Sentral terdiri dari 2 ruangan yang digunakan untuk melaksanakan Penelitian-penelitian
yang dilaksanakan oleh Mahasiswa dan juga Dosen.
d. Fasilitas penunjang
Untuk mendukung kegiatan ilmiah, Unand memiliki berbagai sarana dan prasarana
pendukung yang cukup memadai, di antaranya auditorium, aula di Jati, tempat seminar

gedung E, F, mess di Fakultas Kedokteran di Jati dan mess di Limau Manis. Unand juga
telah membuat halaman situs sendiri yaitu www.unand.ac.id, melalui situs ini mahasiswa
bisa mengakses segala informasi yang berkaitan dengan Universitas Andalas.
e. Gedung Olahraga
Unand dalam memicu dan meningkatkan aktivitas olahraga mahasiswa telah
membangun berbagai sarana olahraga, seperti:

Lapangan sepak bola


Lapangan tenis

Lapangan bola basket

Lapangan bulu tangkis

Lapangan bola voli

Sarana panjat tebing, dan sebagainya

f. Asrama
Asrama mahasiswa Unand merupakan unit layanan yang memberikan dukungan
layanan hunian bagi mahasiswa. Pada tahun 2012 terdapat enam bangunan asrama dengan
beberapa fasilitas dasar seperti masjid, kafetaria, ruang belajar, ruang televisi, pantry, mini
market, dan fasilitas olahraga.
g. Kantin
Pada awalnya Kantin Universitas Andalas tersebar pada seluruh fakultas dan satu di
Rektorat. Untuk itu dilakukan pengelolaan oleh Rektor Universitas Andalas sehingga
seluruh kantin yang tersebar di seluruh fakultas disediakan lokasi khusus di tengah-tengah
antara Gedung B, Gedung C, Gedung D dan Gedung E yang memudahkan seluruh
mahasiswa dari semua fakultas. Untuk mahasiswa yang tinggal di Asrama disediakan
Kantin yang berada di samping Asrama.
h. Transportasi kampus
Unand memiliki luas 500 ha, sehingga dibutuhkan Transportasi kampus sebagai
sarana transportasi mahasiswa dan pegawai Unand. Oleh karena itu, unand memiliki bis
kampus dan bis pegawai sebagai sarana transportasinya.

Bis kampus digunakan untuk transportasi kampus dan Bis pegawai digunakan untuk
sarana transportasi pulang pergi pegawai unand.
i. Sistem Informasi (ICT)
Untuk mendukung jaringan internet di seluruh Gedung di Univeristas Andalas maka
untuk ruangan ICT di gunakan satu lantai yang digabung dengan Perpustakaan Pusat
Universitas Andalas. Hal ini dilakukan untuk mendukung jaringan internet di seluruh
fakultas disamping itu juga ada dukungan sistem informasi di setiap fakultas dan juga di
Rektorat. Semua informasi penting dari Unand dapat diakses melalui Website Unand
(www.unand.ac.id) beserta portal masing-masing unit kerja/fakultas.
j. Pusat Studi Bahasa
Pusat Studi bahasa yang baru dibangun dengan bantuan dari seluruh Pemda yang
ada di seluruh Provinsi Sumatera Barat sehingga untuk penamaan ruangan di Pusat Studi
Bahasa juga berdasarkan nama-nama Kota/Kabupaten yang ada di Sumatera Barat. Gedung
ini digunakan untuk melaksanakan semua kegiatan yang berkaitan dengan Bahasa Asing
seperti tes TOEFL mahasiswa baru, Dosen, TenDik, Pelatihan Bahasa Asing dan KelasKelas Bahasa Asing seperti Bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Korea, Perancis dan Arab.
Pusat Studi bahasa ini juga disediakan untuk memfasilitasi pelatihan-pelatihan
Bahasa Asing untuk Pegawai Pemda Sumatera Barat.
3.1.2. Proses
Proses adalah suatu pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau
didesain dengan sengaja (Mulyasa, 2012). Pada perguruan tinggi dari segi proses faktor
yang menentukan adalah kurikulum yang dirancang (satuan mata kuliah, silabusnya, serta
jadwal kuliah), proses pembelajaran (implementasi kurikulum), suasana pembelajaran yang
terciptakan (hubungan/interaksi dalam pembelajaran antara dosen mahasiswa, dosen-asisten
dosen, mahasiswa-mahasiswa), penyelenggaraan manajemen dan organisasi pada
umumnya, dan khususnya untuk pendidikan dan pengajaran, program riset khusus,
research roadmap suasana akademik di dalam lingkungan kampus, kualitas keterampilan
asisten/teknisi dalam menyelenggarakanpengajaran, kualitas dukungan sarana dan
prasarana laboratorium dan studio sertaprogram yang disusun untuk penggunaan
laboratorium dan studio yang bersangkutan, ketersediaan dan kualitas pustaka, kesiapan

dan kecukupan infrastruktur pendidikan dan pengajaran, perangkat manajemen dan


organisasi, khususnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran.
Proses akademik di UNAND dapat ditinjau dari tridharma perguruan tinggi. Proses tersebut
umumnya diukur dengan instrument akreditasi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi
Nasional (BAN) Perguruan Tinggi. Proses Perguruan Tinggi secara umum adalah :
1. Pengajaran
Universitas Andalas (UNAND) menyelenggarakan pendidikan akademik yaitu :
program sarjana, magister, dan doktor, pendidikan profesi dan pendidikan vokasi.
Universitas Andalas saat ini memiliki 15 fakultas yang terdiri dari Fakultas Pertanian,
Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA, Fakultas Peternakan, Fakultas Ekonomi, Fakultas
Hukum, Fakultas Sastra, Fakultas ISIPOL, Fakultas Teknik, Fakultas Farmasi, Fakultas
Teknologi Pertanian, fakultas Keperawatan, fakultas Kesehatan Masyarakat, fakultas
Teknologi Informasi dan fakultas Kedokteran Gigi, program S2 dan program S3.
Kurikulum UNAND dikembangkan dan dilaksanakan berbasis kompetensi dimana
kurikulum untuk setiap program studi di UNAND dikembangkan dan ditetapkan mengacu
kepada Standar Nasional Pendidikan yang termuat dalam statuta UNAND tahun 2013.
Penilaian hasil belajar mahasiswa dilakukan secara berkala sepanjang proses pembelajaran
yang dilakukan dalam bentuk ujin, tugas terstruktur, pengamatan dan bentuk lain.
Seluruh Proses Akademik di Unand dapat ditinjau dari tridharma Perguruan Tinggi.
Proses tersebut diukur dengan instrument akreditasi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi
Nasional (BAN) Perguruan Tinggi. Tabel 1 memperlihatkan prodi yang sudah terakredtasi
sampai akhir tahun 2008.
Tabel 1. Akreditasi Program Studi di Lingkungan Unand Tahun 2008

2. Penelitian
Kegiatan penelitian yang dilaksanakan dalam bentuk penelitian dasar, penelitian
terapan, penelitian pengembangan, dan atau penelitian industri. Kegiatan penelitian yang
dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa harus mematuhi kaidah/norma dan etika akademik
sesuai dengan prinsip otonomi keilmuan, serta mengacu kepada peraturan yang berlaku
terkait pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan.

3. Pengabdian masyarakat
Pengabdian masyarakat yang dilakukan UNAND bertujuan untuk menerapkan hasil
pendikan dan atau hasil penelitian dalam upaya pemberdayaan masyarakat, pengembangan
industri, jasa, dan wilayah.Hasil pengabdian kepada masyarakat dimanfaatkan untuk
pengayaan pembelajaran dan penelitian.Pengabdian masyarakat dlaksanakan sesuai dengan
otonomi perguruan tinggi.
4. Penjaminan mutu
Pengembangan pendidikan dan penjaminan mutu UNAND diselenggarakan oleh
Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) dan Standar Mutu
Internal UNAND. Pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran diwujudkan dalam bentuk :

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Layanan penulisan bahan ajar berbasis riset.


Pelatihan penyusunan bahan ajar berbasis e-learning
Pelatihan pekerti
Pelatihan applied approach
Pelaksanaan audit mutu akademik internal
Pelaksanaan sertifikasi dosen

Pelaksanaan penjaminan mutu diwujudkan dalam bentuk :


a. mengembangkan perangkat dan panduan penjaminan mutu program akademik
pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta program dan
kegiatan non-akademik, yang sifatnya umum;
b. mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan penjaminan mutu program akademik dan
non-akademik satuan akademik;
c. melaksanakan kajian-kajian terhadap hasil pelaksanaan penjaminan mutu yang
dilaksanakan satuan akademik; dan
d. menyampaikan hasil kajiannya kepada rektor, dengan tembusan sebagai masukan
untuk satuan akademik dan dewan penyantun
5. Kebijakan akademik
UNAND menetapkan peraturan akademik program sarjana Universitas Andalas dengan
peraturan Rektor Unversitas Andalas No. 7 tahun 2011. Dalam peraturan ini ditetapkan
tentang Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, Sistem Studi Mahasiswa, Masa Studi,
Kurikulum, Beban Studi, Sistem Monitoring dan Evaluasi, Sistem Penilaian, Tugas Akhir
dan Ujian Akhir.
6. Suasana akademik
Suasana akademik atau sering juga disebut sebagai academic atmosphere merupakan
kondisi yang harus mampu diciptakan untuk membuat proses pembelajaran di Perguruan
Tinggi (PT) berjalan sesuai dengan visi, misi, dan tujuannya.

Suasana akademik

menciptakan iklim yang kondusif bagi kegiatan akademik, interaksi antara dosen dan
mahasiswa, antara sesama mahasiswa, maupun antara sesama dosen untuk mengoptimalkan
proses pembelajaran.
Suasana akademik yang kondusif dapat dikenali dan dirasakan meskipun bersifat
abstrak serta tidak berwujud (intangible).Untuk memberikan gambaran tentang suasana
akademik yang kondusif, maka langkah praktis yang bisa dilakukan adalah dengan melihat

dan melakukan evaluasi terhadap komponen-komponen pendukungnya. Metode pendekatan


bisa terfokus pada berbagai hal seperti interaksi akademik, kegiatan akademik, akses
terhadap sumber belajar, kecukupan dan ketepatan sumber belajar, keikutsertaan mahasiswa
dalam aktivitas kurikuler (termasuk penelitian) maupun ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler,
dan lain-lain.
Suasana akademik seperti apa yang menjadi harapan dan cita-cita yang harus
diwujudkan oleh sebuah lembaga PT? Standar dan/atau tolok ukur yang bagaimana yang
mampu menggambarkan suasana akademik yang berkualitas itu dan bagaimana mekanisme
penetapan standar tersebut?Seberapa jauh suasana akademik sudah berhasil mencapai
tingkat kualitas yang diidealkan, maka hal tersebut bisa diukur dengan diwujudkannya
budaya akademik yang mengedepankan nilai-nilai dan etika akademik dari seluruh sivitas
akademika Perguruan Tinggi.
Standar Etika akademik, Perbincangan mengenai suasana akademik akan membawa
kita pada sebuah kata kunci yang menjadi dasar pijakan untuk pembahasan selanjutnya,
yaitu kata-kata seperti etika atau etik, dan moral (akademik). Kata-kata etika, etik dan
moral merujuk ke persoalan baik-buruk, lurus-bengkok, benar-salah dan adanya
penyimpangan ataupun pelanggaran praktek tidak lagi disebabkan oleh faktor yang bersifat
di luar kendali manusia (force majeur), tetapi lebih diakibatkan oleh semakin kurangnya
pemahaman etika-moral yang melandasi perilaku manusia. Sementara itu banyak orang
yang menaruh harapan terhadap lembaga pendidikan agar tidak hanya memberi bekal
pengetahuan (knowledge) ataupun ketrampilan (skill) saja kepada anak didik, melainkan
juga pemahaman dan pembentukan soft skill seperti watak, sikap dan perilaku (attitude) di
dalam kehidupan sehari-hari (ABET 2000; Wignjosoebroto, 2000, UU. Sisdiknas, 2003).
Tiga aspek tersebut akhirnya akan menjadi dasar pembentukan dan penilaian terhadap
kompetensi seseorang sebagai hasil dari sebuah proses pendidikan.
Istilah etik dan moral merupakan istilah-istilah yang memiliki konotasi yang sama yaitu
sebuah pengertian tentang salah dan benar, atau buruk dan baik. Pernyataan ini harus
dipahami sebagai nilai-nilai tradisional yang meskipun terkesan konservatif karena
mengandung unsur nilai kejujuran (honesty), integritas dan perhatian pada hak serta
kebutuhan orang lain, tetapi sangat tepat dijadikan standar dalam menilai dan

mempertimbangkan persoalan etika-moral akademik, yang intinya menjunjung tinggi


kebenaran ilmiah. Pengertian etika dan/atau moral seringkali pula dikaitkan dengan istilah
norma, yaitu pedoman tentang bagaimana orang harus hidup dan bertindak secara baik
dan benar, sekaligus merupakan tolok ukur mengenai baik-buruknya perilaku dan tindakan
yang diambil. Dengan demikian, etika akan memberikan batasan maupun standar yang
akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya.
Etika akademik dapat diartikan sebagai ketentuan yang menyatakan perilaku baik atau
buruk dari para anggota sivitas akademika perguruan tinggi, ketika mereka berbuat atau
berinteraksi dalam kegiatan yang berkaitan dengan ranah dalam proses pembelajaran. Etika
akademik perlu ditegakkan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif bagi
pengembangan sesuai perguruan tinggi standar yang telah ditetapkan.
Universitas Andalas dalam melaksanakan etika akademik pengawasannya diberikan
kepada senat Fakultas.Sesuai dengan statuta universitas Andalas pasal 20 ayat 1, 2 dan
3.Hasil rekomendasi diberikan ke Dekan Fakultas untuk di Informasikan ke Rektor.
Standar Budaya akademik adalah cara hidup dari masyarakat ilmiah yang
beranekaragam, majemuk, multikultural yang bernaung dalam sebuah institusi yang
mendasarkan diri pada nilai-nilai kebenaran ilmiah dan obyektivitas. Budaya tersebut
dibangun berdasarkan prinsip kebebasan berpikir, berpendapat dan mimbar akademik
dalam suasana akademik yang dinamis, terbuka serta ilmiah. Hal yang disebut terakhir
merupakan suatu standar untuk menggambarkan suasana akademik yang kondusif, terutama
berkaitan dengan model interaksi dosen-mahasiswa di dalam proses pembelajaran maupun
penelitian. Suasana akademik yang dibangun dengan prinsip ini jelas akan menghapuskan
doktrin in-loco parentis yang seringkali dijumpai dalam sebuah komunitas tradisional dan
tertutup. Doktrin ini menempatkan dosen sebagai manusia superior yang tidak pernah
salah, dan memiliki otoritas kebenaran yang harus sepenuhnya ditaati oleh mahasiswa.
Budaya akademik yang mendasari suasana akademik menempatkan dosen bukan
sebagai pemegang kebenaran mutlak, yang dapat menihilkan pendapat mahasiswa secara
semena-mena. Mahasiswa ditempatkan sebagai sparringpartner in progress dan secara
bersama-sama diajak menemukan kebenaran ilmiah melalui sebuah proses pengkajian dan
diskusi yang dilakukan secara terbuka.

Budaya akademik, di antaranya kebebasan

akademik dan otonomi keilmuan, merupakan nilai-nilai yang paling berharga seperti halnya
yang dijumpai dalam misi PT menurut UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional. Selain kegiatan pembelajaran atau kegiatan akademik yang digerakan oleh civitas
akademika, suasana akademik di Universitas Andalas juga tercermin dalam kegiatankegiatan ekstrakurikuler, kegiatan kokurikuler dan kegiatan-kegiatan pencinta ilmu
pengetahuan yang ada di Universitas Andalas, semua itu di bungkus dalam suatu tata tertib
kehidupan kampus.
3.1.3. Output
1. Kompetensi Lulusan
Kompetensi lulusan di Unand sesuai dengan learning outcome yang telah disusun oleh
pada saat lokakarya pengembangan kurikulum yang dilakukan oleh masing-masing
program studi, pengembangan kurikulum ini dalam bentuk lokakarya pengembangan
kurikulum. Dalam lokakarya ini dilakukan pembaharuan beberapa hal mendasar seperti
profil lulusan yang diharapkan, kompetensi utama dan kompetensi pendukung lulusan, serta
kurikulum inti yang mengacu kepada kompetensi.
Untuk memenuhi standar penilaian sebagai konsekuensi dari pemberlakuan Kurikulum
Berbasis Kompetensi yang berorientasi pada hasil kinerja.Untuk itu sistem penilaian yang
digunakan adalah Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan Penilaian Acuan Relatif. Peningkatan
kualitas lulusan dilihat dari beberapa indikator keberhasilan proses belajar-mengajar, yaitu
rata-rata indeks prestasi kumulatif (R.IPK), angka efisiensi edukasi (AEE), dan rata-rata
studi (RLS). Perkembangan angka indikator tersebut di Unand untuk program studi jenjang
S1 menurut fakultas pada tahun akademik 2006/2007 dan 2008/2009 diperlihatkan pada
Tabel 2.
Tabel 2. Rata-rata IPK, AEE, RLS dan Cumlaude Lulusan Unand tahun 2006-2008

Dari Tabel 2 terlihat bahwa secara umum kualitas akademik lulusan Unand sudah
cukup memadai, dengan capaian IPK rata-rata sudah berada di atas 3,0 dan masa studi ratarata relatif singkat 4,8 tahun. Angka ini cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Demikian juga halnya dengan efisiensi edukasi yang sudah cukup tinggi dan cenderung
mengalami peningkatan.
Jumlah mahasiswa dan jumlah lulusan Unand mengalami peningkatan setiap
tahunnya.Hal ini dapat di lihat dari Tabel 3.

Tabel 3. Jumlah Mahasiswa dan Jumlah Lulusan Unand Menurut Fakultas Tahun 20062008

2. Keterserapan tenaga kerja


Keterserapan lulusan mahasiswa Unand dalam beberapa sektor baik sektor
Pemerintah maupun swasta saat ini masa tunggunya yaitu 6 bulan dengan rata-rata IPK
3,05.
3. Relevansi kelulusan
Untuk meningkatkan relevansi lulusan, Universitas Andalas senantiasa berupaya
meningkatkan mutu lulusan agar memiliki kompetensi yang handal sebagai profesional
dibidang keahliannya.
Selain itu Unand juga memiliki Ikatan Alumni yang bertujuan selain mempererat
mempererat silaturrahmi antar alumni dapat juga membantu alumni yang baru mencari
pekerjaan.

Juga

dapat

memberikan

masukan

kepada

almamaternya

dalam

menyempurnakan kurikulum institusional yang paling tinggi 60% dapat ditentukan


oleh Unand sendiri, sehingga relevansi materi kuliah dapat memenuhi kebutuhan.
4. Berkembangnya IPTEK
Perkembangan IPTEK diperoleh dengan banyaknya penelitian dan publikasi yang
dilakukan oleh Dosen Unand. Serta jumlah teknologi yang digunakan serta bermanfaat
bagi dunia industri dan masyarakat.

IV. KESIMPULAN
Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang
diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki misi dan fungsi penting yaitu
memberikan kontribusi kepada pembangunan yang berkelanjutan dan pengembangan
masyarakat secara keseluruhan.
Proses bisnis perguruan tinggi terkait Input, Proses, dan Output adalah sebagai berikut:
Input:
1. Mahasiswa
2. Tenaga kependidikan
3. Tenaga pendidik
4. Kurikulum

5. Manajemen Internal (Organisasi)


6. Manajemen Perencanaan, Pengawasan dan Mutu
7. Sarana dan Prasarana
Proses
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pengajaran
Penelitian
Pengabdian masyarakat
Penjaminan mutu
Kebijakan akademik
Suasana akademik

Output
1.
2.
3.
4.

Kompetensi Lulusan
Keterserapan tenaga kerja
Relevansi kelulusan
Berkembangnya IPTEK

DAFTAR PUSTAKA
Undang-Undang No.12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
Mulyasa, E. 2012. Penelitian Tindakan Sekolah. Bandung; PT. Remaja Rosda Karya.