Anda di halaman 1dari 5

Nama Peserta: dr.

Indah Ramadhani Marta Amalia


Nama Wahana: Puskesmas Kecamatan Kalideres
Topik: Varicella Zoster
Tanggal (Kasus): 10-07-2015
Nama Pasien: An. S
No RM: 4045/15
Tanggal Presentasi: 02-09-2015
Nama Pendamping: dr. Rina Handayani
Tempat Presentasi:
Obyektif Presentasi:
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus

Bayi Anak Remaja

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi: An. S, 13 bulan, perempuan, datang dibawa oleh ibunya dengan keluhan
timbul lenting-lenting berisi air sejak dua hari. Awalnya, ibu pasien melihat anaknya
menggaruk garuk daerah punggung dan ditemukan lenting lenting berisi air pada
punggung pasien. Pada keesokan harinya, lenting - lenting berisi air tersebut menyebar ke
bagian dada, lengan, kaki dan telinga anaknya. Ibu pasien mengatakan keluhan tersebut
juga disertai dengan demam sejak 2 hari sebelum timbul lenting-lenting berisi air tersebut.
Dan hal ini baru dialami pertama kali oleh anaknya, ibu pasien sudah memandikan pasien
dengan larutan PK. Menurut ibu pasien, kakak pasien juga mengalami keluhan yang sama
dengan pasien kurang lebih 1 minggu yang lalu. Saudara kembar pasien sudah
mendapatkan terapi untuk keluhannya. Mendapat obat minum, salep dan bedak. Ibu pasien
mengatakan belum pernah imunisasi cacar untuk kedua anaknya tersebut.
Tujuan: penanganan pada pasien varicella zoster serta penyingkiran diagnosis banding
varicella zoster lainnya.
Tinjauan Pustaka
Riset
Kasus
Audit
Bahan Bahasan:
Presentasi dan Diskusi
Email
Pos
Cara Membahas: Diskusi
Data Pasien
Nama: An. S
No Registrasi: 4045/15
Nama Klinik: Poli Umum
Telpon:
Terdaftar Sejak: 10-07-2015
Data Utama dan Bahan Diskusi
1. Diagnosis / Gambaran Klinis
Varicella Zoster
2. Riwayat Pengobatan
Sebelum ke Poli umum pasien mengkonsumsi obat penurun panas.
3. Riwayat Kesehatan / Penyakit
Tidak ada
4. Riwayat Keluarga
Kakak pasien juga mengalami hal yang serupa dengan pasien.
5. Lain-lain: Pasien tidak mempunyai alergi makanan.
Daftar Pustaka
1. Djuanda Adhi, dkk. Varisela. Dalam: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin; edisi Keenam.
Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2011. H.115-116.
2. Lichenstein R. 2002 Oct 21. Pediatrics: Chicken vox or varicella. (serial on the
1

internet).

2013

(cited

2013

Jun

16):(about

4p).

Available

from:

http://www.emedicine.com.
3. Anonymous. Varicella zoster virus (VZV). (homepage on the internet). 2013 (cited
2013

Jun

14):(about

8p).

Available

from:

http://www.bio-

rad.com/prd/de/DE/CDG/PDP/LRLEAK15/Varicella-Zoster-Virus-(VZV).
Hasil Pembelajaran
1. Penanganan pada Varicella Zoster
2. Penyingkiran diagnosis banding pada Varicella Zoster

1. Subyektif
An. S, 13 bulan, perempuan, dating dibawa oleh ibunya dengan keluhan timbul lentinglenting berisi air sejak dua hari. Awalnya, ibu pasien melihat anaknya menggaruk garuk
daerah punggung dan ditemukan lenting lenting berisi air pada punggung pasien. Pada
keesokan harinya, lenting - lenting berisi air tersebut menyebar ke bagian dada, lengan,
kaki dan telinga anaknya. Ibu pasien mengatakan keluhan tersebut juga disertai dengan
demam sejak 2 hari sebelum timbul lenting-lenting berisi air tersebut. Dan hal ini baru
dialami pertama kali oleh anaknya, ibu pasien sudah memandikan pasien dengan larutan
PK. Menurut ibu pasien, kakak pasien juga mengalami keluhan yang sama dengan pasien
kurang lebih 1 minggu yang lalu. Saudara kembar pasien sudah mendapatkan terapi untuk
keluhannya. Mendapat obat minum, salep dan bedak. Ibu pasien mengatakan belum
pernah imunisasi cacar untuk kedua anaknya tersebut. Sebelum ke puskemas pasien sudah
diberi obat penurun panas oleh ibunya.
2. Objektif
Hasil pemeriksaan fisik didapatkan:
Keadaan umum

: Tampak sakit Ringan

Kesadaran

: Compos mentis

Laju Nadi

: 96 kali/menit (N: 60 100 kali/menit)

Pernafasan

: 22 kali/menit (N:12-24 kali/menit)

Suhu

: 37,1oC

BB

: 12 Kg

Kepala

: Normocephali

Mata

: konjungtiva anemis -/-, Sklera ikterik -/-

Tenggorokan

: Faring tidak hiperemis.

Leher

: Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening

Pemeriksaan paru

: Bunyi nafas vesikular, ronki -/-, wheezing -/-.


2

Pemeriksaan jantung

: Bunyi jantung I dan II reguler, gallop ,murmur .

Abdomen

: Tampak Cembung. Supel. Hepar dan lien tidak teraba


membesar. Bising usus + normal

Ekstremitas

: Akral hangat pada keempat ekstremitas

Status Dermatologikus :
Regio
Efloresensi

: Generalisata
: Tampak vesikel-vesikel dengan dasar eritematosa, terdapat
pustul terutama pada lengan dan punggung, erosi, dan krusta
warna putih dan kuning terutama

pada punggung atas,

tersebar diskret.
3. Pemeriksaan Penunjang
Tidak ada
4. Assessment
Varicella (Cacar Air) adalah penyakit infeksi yang umum yang biasanya terjadi pada anakanak dan merupakan akibat dari infeksi primer Virus Varicella Zoster. Masa inkubasi
penyakit ini berlangsung 14-21 hari. Varicella pada anak, mempunyai tanda yang khas
berupa masa prodromal yang pendek bahkan tidak ada dan dengan adanya bercak gatal
disertai dengan papul, vesikel, pustula, dan pada akhirnya, crusta, walaupun banyak juga
lesi kult yang tidak berkembang sampai vesikel.
Perjalanan penyakit dibagi menjadi 2 stadium yaitu stadium prodromal dan stadium
erupsi. Stadium prodromal yaitu 24 jam sebelum kelainan kulit timbul, terdapat gejala
seperti demam, malaise, kadang-kadang terdapat kelainan scarlatinaform atau
morbiliform. Stadium erupsi dimulai dengan terjadinya papul merah, kecil, yang berubah
menjadi vesikel yang berisi cairan jernih dan mempunyai dasar eritematous. Permukaan
vesikel tidak memperlihatkan cekungan ditengah (unumbilicated).
Gejala klinis mulai gejala prodromal, yakni demam yang tidak terlalu tinggi, malaise dan
nyeri kepala, kemudian disusul timbulnya erupsi kulit berupa papul eritematosa yang
dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel. Bentuk vesikel ini khas berupa
tetesan embun (tear drops). Vesikel akan berubah menjadi keruh (pustul) dalam waktu 24
jam dan kemudian pecah menjadi krusta. Biasanya vesikel menjadi kering sebelum isinya
menjadi keruh. Sementara proses ini berlangsung, dalam 3-4 hari erupsi tersebar disertai
perasaan gatal. Timbul lagi vesikel-vesikel yang baru di sekitar vesikula yang lama,
sehingga menimbulkan gambaran polimorfi. Stadium erupsi yang seperti ini disebut
3

sebagai stadium erupsi bergelombang.


Penyebaran terutama di daerah badan dan kemudian menyebar secara sentrifugal ke muka
dan ekstremitas, serta dapat menyerang selaput lendir mata, mulut, dan saluran napas
bagian atas. Jika terdapat infeksi sekunder terdapat pembesaran kelenjar getah bening
regional. Penyakit ini biasanya disertai gatal.
Pada anak kecil jarang terdapat gejala prodromal. Sementara pada anak yang lebih besar
dan dewasa, munculnya erupsi kulit didahului gejala prodromal. Ruam yang seringkali
didahului oleh demam selama 2-3 hari, kedinginan, malaise, anoreksia, sakit kepala, nyeri
punggung, dan pada beberapa pasien dapat disertai nyeri tenggorokan dan batuk kering.
Differensial diagnosis Varicella dapat dibedakan dengan beberapa kelainan kulit, antara
lain harus dibedakan dengan variola. Pada variola, penyakit lebih berat, memberi
gambaran lesi monomorf, dan penyebarannya sentripetal dimulai dari bagian akral tubuh,
yakni telapak tangan dan telapak kaki, baru ke badan.
Bedakan juga dengan herpes zoster. Pada herpes zoster lesi monomorf, nyeri, biasanya
unilateral. Pada herpes zoster juga sama-sama biasanya didahului oleh fase prodromal,
setelah fase prodromal sering disertai dengan rasa nyeri, perubahan pada kulit terjadi pada
setengah bagian badan (unilateral) dan berbentuk garis berkaitan dengan daerah dermatom
dengan lesi yang berupa gelembung-gelembung kecil yang berkelompok di aatas dasar
eritematosa. Dapat terjadi perkembangan yang berat yang meliputi keterlibatan mata
(Zoster trigeminus I), mukosa mulut (Zoster trigeminus II, III), telinga bagian dalam
(Zoster oticus). Herpes zoster pada penderita insufisiensi imun atau tumor, terapi resisten
dengan bahaya terjadi efek generalisasi pada kulit dan manifestasi ekstrakutan.
Dermatitis herpetiform : biasanya simetris terdiri dari papula vesikuler yang eritematosus,
serta ada riwayat penyakit kronis, dan sembuh dengan meninggalkan pigmentasi.
Impetigo : lesi impetigo yang pertama adalah vesikel yang cepat menjadi pustula dan
krusta. Distribusi lesi impetigo terletak dimana saja. Impetigo tidak menyerang mukosa
mulut.
Skabies : pada skabies terdapat papula yang sangat gatal. Lokasi biasanya antara jari-jari
kaki. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Sarcoptes Scabiei.
Tatalaksana : Tidak ada terapi spesifik terhadap varicella. Pengobatan bersifat
simptomatik dengan antipiretik dan analgesik. Untuk panasnya dapat diberikan asetosal
atau antipiretik lain seperti asetaminofen dan metampiron. Untuk menghilangkan rasa
gatal dapat diberikan antihistamin oral atau sedative. Topikal diberikan bedak yang
ditambah zat anti gatal (mentol, kamfora) seperti bedak salisilat 1-2% atau lotio kalamin
4

untuk mencegah pecahnya vesikel secara dini serta menghilangkan rasa gatal. Jika timbul
infeksi sekunder dapat diberikan antibiotika berupa salep dan oral. Dapat pula diberikan
obat-obat antivirus. VZIG (varicella zoster immunoglobuline) dapat mencegah atau
meringankan varicella, diberikan intramuscular dalam 4 hari setelah terpajan. Yang
penting pada penyakit virus, umumnya adalah istirahat / tirah baring.
Pencegahan dengan melakukan vaksinasi. Vaksin dapat diberikan aktif ataupun pasif.
Aktif dilakukan dengan memberikan vaksin varicella berasal dari galur yang telah
dilemahkan (live attenuated). Pasif dilakukan dengan memberikan zoster imuno globulin
(ZIG) dari zoster imun plasma (ZIP).
Plan
Tatalaksana pada pasien ini:
Acyclovir 5mg/KgBB/x (5x12 = 60 mg) 4x60 mg (dibuat puyer)
Ctm 0,25mg/KgBB/hari (0,25x12 = 3 mg) 3x1 mg (dibuat puyer)
Paracetamol 10mg/KgBB/x (10x12 = 120 mg) 3x120 mg (sediaan sirup)
Bedak salisil 2%, taburkan 2x/hari pada lenting yang belum pecah.
Gentamisin Sulfat Cream 1%, oleskan 2x/hari pada bekas lenting yang pecah
Disarankan untuk kontrol 3 hari berikutnya dan disarankan untuk mengkonsumsi
banyak protein, sayur dan buah-buahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.