Anda di halaman 1dari 19

VARICELLA ZOSTER

Dr. Indah Ramadhani Marta Amalia

IDENTITAS PASIEN
Nama

: An. S
Jenis Kelamin
: Perempuan
Umur
: 13 bulan
Agama
: Islam
Warga Negara
: Indonesia
Alamat
: Tegal alur

IDENTITAS ORANG TUA PASIEN


Nama

: Ny. A
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur
: 39 tahun
Warga Negara : Indonesia
Pekerjaan
: Ibu rumah tangga
Alamat
: Tegal alur

Alo-Anamnesis
Keluhan Utama :

timbul lenting-lenting berisi sejak 2 hari

Riwayat Penyakit Sekarang :

Pasien datang dibawa oleh ibunya dengan keluhan


timbul lenting-lenting berisi air sejak dua hari. Awalnya,
ibu pasien melihat anaknya menggaruk garuk daerah
punggung dan ditemukan lenting lenting berisi air pada
punggung pasien. Pada keesokan harinya, lenting - lenting
berisi air tersebut menyebar ke bagian dada, lengan, kaki
dan telinga anaknya. Ibu pasien mengatakan keluhan
tersebut juga disertai dengan demam sejak 2 hari sebelum
timbul lenting-lenting berisi air tersebut. Dan hal ini baru
dialami pertama kali oleh anaknya, ibu pasien sudah
memandikan pasien dengan larutan PK

Riwayat Penyakit Dahulu :


Keluhan serupa sebelumnya (-)
Asma (-)

Riwayat Alergi :
Tidak ada

Riwayat Keluarga :

Menurut ibu pasien, kakak pasien juga mengalami


keluhan yang sama dengan pasien kurang lebih 1 minggu
yang lalu. Saudara kembar pasien sudah mendapatkan
terapi untuk keluhannya. Mendapat obat minum, salep dan
bedak.

Riwayat Imunisasi :

Ibu pasien mengatakan belum pernah imunisasi cacar


untuk kedua anaknya tersebut.

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : tampak sakit Ringan
Kesadaran

: Compos Mentis
BB
: 12 kg
Tanda Vital
:
Nadi
RR
Suhu

: 96x/menit dalam
: 22x/menit
: 37,1C

Status Generalis
Mata
THT

: Conjungtiva Anemis -/-, sklera ikterik -/: Faring tidak hiperemis


:

Thorax
Paru
: Bunyi nafas vesikuler +/+, rh -/-, wh -/ Jantung: BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-)
Abdomen : tampak cembung, supel, hepar dan lien tidak

teraba membesar, BU (+) normal,


Ekstremitas : Akral hangat (-) di ke empat ekstremitas

Status Dermatologikus
Regio : Generalisata
Efloresensi

: Tampak vesikel-vesikel dengan dasar


eritematosa, terdapat pustul terutama pada lengan dan
punggung, erosi, dan krusta warna putih dan kuning
terutama pada punggung atas, tersebar diskret.

Diagnosis
Varicella Zoster

Planning
Acyclovir 5mg/KgBB/x (5x12 = 60mg) 4x60 mg
Ctm 0,25mg/KgBB/hari (0,25x12 = 3mg) 3x1mg
Paracetamol 10mg/KgBB/x (10x12 = 120mg) 3x120mg
Bedak salisil 2% taburkan 2x/hari pada lenting yang

belum pecah
Gentamisin sulfat cream 1%, oleskan pada lenting yang
sudah pecah
Disarankan untuk kontrol 3 hari berikutnya, dan
disarankan untuk mengkonsumsi tinggi protein, sayur dan
buah-buahan.

TERIMA KASIH

Varicella Zoster
Varicella (Cacar Air) adalah penyakit infeksi yang umum

yang biasanya terjadi pada anak-anak dan merupakan


akibat dari infeksi primer Virus Varicella Zoster.
Masa inkubasi penyakit ini berlangsung 14-21 hari.

Gejala Klinis
Gejala Prodormal
24 jam sebelum kelainan kulit timbul,
terdapat gejala seperti demam,
malaise, kadang-kadang terdapat
kelainan scarlatinaform atau
morbiliform.

Gejala Erupsi
dengan terjadinya papul merah, kecil,
yang berubah menjadi vesikel yang
berisi cairan jernih dan mempunyai
dasar eritematous. Permukaan vesikel
tidak memperlihatkan cekungan
ditengah (unumbilicated)

Penyebaran terutama di daerah badan dan kemudian

menyebar secara sentrifugal ke muka dan ekstremitas,


serta dapat menyerang selaput lendir mata, mulut, dan
saluran napas bagian atas.

Differensial Diagnosis
Variola : penyakit lebih berat, memberi gambaran lesi monomorf, dan

penyebarannya sentripetal dimulai dari bagian akral tubuh, yakni


telapak tangan dan telapak kaki, baru ke badan
Herpes Zoster : lesi monomorf, nyeri, biasanya unilateral dan
berbentuk garis berkaitan dengan daerah dermatom dengan lesi
yang berupa gelembung-gelembung kecil yang berkelompok di atas
dasar eritematosa
Dermatitis Herpetiform : simetris terdiri dari papula vesikuler yang
eritematosus, serta ada riwayat penyakit kronis, dan sembuh dengan
meninggalkan pigmentasi
Impetigo : vesikel yang cepat menjadi pustula dan krusta. Distribusi
lesi terletak dimana saja dan tidak menyerang mukosa
Skabies : papula yang sangat gatal. Lokasi biasanya antara jari-jari
kaki. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Sarcoptes Scabiei.

Tatalaksana
Tidak ada terapi spesifik terhadap varicella. Pengobatan

bersifat simptomatik dengan antipiretik, analgesik,


antihistamin.
Pemberian obat-obat topikal
Infeksi sekunder dapat diberikan antibiotika salep dan oral
Antivirus.
Pencegahan dengan vaksinasi. Vaksin dapat diberikan
aktif ataupun pasif. Aktif dilakukan dengan memberikan
vaksin varicella berasal dari galur yang telah dilemahkan
(live attenuated). Pasif dilakukan dengan memberikan
zoster imuno globulin (ZIG) dari zoster imun plasma (ZIP)