Anda di halaman 1dari 28

DAFTAR ISI

Cover...................................................................................................................

Daftar Isi.............................................................................................................

I. Pendahuluan....................................................................................................

1.1. Latar Belakang........................................................................................

1.2. Tujuan.....................................................................................................

II. Tinjauan Pustaka.........................................................................................

2.1. Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi.......................................................

2.2. Sistem Tata Kelola Perguruan Tinggi.....................................................

III.Pembahasan..................................................................................................

3.1. Perumusan Tata Kelola yang Memaksimalkan Input.............................

3.1.1. Tata Kelola yang Memaksimalkan Input Mahasiswa...................

3.1.2. Tata Kelola yang Memaksimalkan Tenaga Kependidikan............

3.1.3. Tata Kelola yang Memaksimalkan Tenaga Pendidik....................

3.1.4. Tata Kelola yang Memaksimalkan Sumber Dana.........................

10

3.1.5. Tata Kelola yang Memaksimalkan Kurikulum.............................

11

3.1.6. Tata Kelola yang Memaksimalkan Sarana dan Prasarana.............

12

3.1.7. Tata Kelola yang memaksimalkan Sistem Informasi Manajemen

13

3.2. Perumusan Tata Kelola yang Memaksimalkan Proses...........................

15

3.2.1. Tata Kelola Pengajaran.................................................................

15

3.2.2. Tata Kelola Penjaminan Mutu.......................................................

16

3.2.3. Tata Kelola Kebijakan Akademik.................................................

24

3.2.4. Tata Kelola Suasana Akademik....................................................

24

3.3. Perumusan Tata Kelola yang Memaksimalkan Output...........................

25

3.3.1. Kompetensi Lulusan.....................................................................

25

3.3.2. Keterserapan Lulusan....................................................................

26

3.3.3. Relevansi Lulusan.........................................................................

27

3.3.4. Pengembangan IPTEK..................................................................

28

IV. Kesimpulan...................................................................................................

30

Daftar Pustaka...................................................................................................

33

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu sektor penting penting yang dinamis, selalu
berubah, menyesuaikan dan akan selalu mengikuti perkembangan zaman. Pendidikan
mempunyai peran strategis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang sudah
diamanatkan dalam UUD RI tahun 1945. Dalam hal ini pemerintah berkewajiban untuk
menyelenggarakan Pendidikan termasuk dalam penyelenggaraan Pendidikan Tinggi.
Hal ini sudah diatur dalam UU No.12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
Perguruan Tinggi merupakan satuan pendidikan yang menyelenggarakan
Pendidikan Tinggi (PTN) yang didirikan dan atau diselenggarakan oleh Pemerintah.
Oleh sebab itu Perguruan Tinggi wajib menyelenggarakan Pendidikan, Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat yang disebut Tridharma Perguruan Tinggi. Perguruan
Tinggi merupakan unit kerja yang merupakan organisasi penyelenggara yang
melaksanakan kegiatan Tridharma dan fungsi manajemen sumber daya yang paling
sedikit harus terdiri dari unsur Penyusun kebijakan, Pelaksana akademik, Pengawas dan
Penjaminan mutu, Penunjang akademik atau sumber belajar dan Pelaksana administrasi
atau Tata usaha. Organisasi penyelenggara Perguruan Tinggi ini selanjutnya diatur
dalam Statuta Perguruan Tinggi.
Proses penyelenggaraan Perguruan Tinggi ini harus bisa memaksimalkan relasi
input, proses dan output dalam perumusan Tata kelola Perguruan Tinggi. Dalam hal ini
di lihat Penyelenggaraan yang dilaksanakan di Universitas Andalas.
1.2.Tujuan
Makalah ini untuk memberikan informasi tentang Perumusan Tata kelola yang
Memaksimalkan relasi input, proses dan output Perguruan Tinggi yaitu Universitas
Andalas.

II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi diartikan sebagai pendidikan yang dilaksanakan setelah
pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister,
spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Pendidikan tinggi
menjadi sumber inovasi dan solusi bagi pertumbuhan dan pengembangan bangsa seiring
dengan berkembangnya zaman. Seperti yang termuat dalam deklarasi UNESCO,
pendidikan tinggi memiliki misi dan fungsi penting yaitu memberikan kontribusi
kepada pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) dan pengembangan
masyarakat secara keseluruhan.
Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan
bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan
menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia
yang berkelanjutan. Peran strategis tersebut dilakukan dalam upaya memenuhi amanat
UUD 1945 Pasal 31 ayat (5) mengenai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang berbunyiPemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan
menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban
serta kesejahteraan umat manusia. Oleh karenanya, pendidikan tinggi diperlukan
sebagai upaya untuk terus meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi
globalisasi disegala bidang saat ini dan di masa yang akan datang.
Untuk mewujudkan peran ideal Perguruan Tinggi maka penyelenggaraan
Perguruan Tinggi haruslah baik dari segi kebijakan, implementasi, pengawasan maupun
evaluasi. Semuanya juga harus didukung terkait dengan perluasan akses, mutu,
anggaran dan pembiayaan, relevansi, tata kelola Perguruan Tinggi. Oleh sebab itu maka
Pemerintah mengatur Penyelenggaraan Perguruan Tinggi di dalam Undang-Undang No.
12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
2.2. Sistem Tata Kelola Perguruan Tinggi
Perguruan Tinggi merupakan organisasi penyelenggara yang secara bersama
melaksanakan kegiatan Tridharma dan fungsi manajemen sumber daya. Organisasi
Penyelenggara tersebut paling sedikitnya harus terdiri dari unsur Penyusun kebijakan,
4

Pelaksana akademik, Pengawas dan Penjaminan mutu, Penunjang akademik atau


sumber belajar dan Pelaksana administrasi atau Tata usaha. Organisasi Penyeleggaraan
tersebut diatur dalam Statuta Perguruan Tinggi.
Pengelolaan Perguruan Tinggi sesuai dengan Undang-Undang No.12 tahun 2012
tentang Pendidikan Tinggi memiliki otonomi untuk mengelola sendiri lembaganya
sebagai pusat penyelenggaraan Tridharma. Otonomi tersebut dilaksanakan sesuai
dengan dasar dan tujuan serta kemampuan Perguruan Tinggi serta pelaksanaan otonomi
tersebut dievaluasi secara mandiri oleh Perguruan Tinggi. Otonomi Pengelolaan
Perguruan Tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip Akuntabilitas, Transparansi,
Nirlaba, Penjaminan mutu dan Efektivitas dan Efisiensi.
Untuk memaksimalkan relasi input, proses dan output dalam perumusan tata
kelola, semuanya harus berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati
bersama serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi dan peran
dalam program studi. Dalam sistem tata kelola semua komponen input, proses dan
output harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi
dengan peraturan dan prosedur yang jelas.
Tata Kelola Perguruan Tinggi meliputi Tata kelola Sistem pembelajaran, Tata
kelola Sistem Riset dan Tata kelola Sistem Pengabdian Masyarakat. Sistem pengelolaan
fungsional dan operasional mencakup planning, organizing, staffing, leading,
controlling dalam kegiatan internal maupun eksternalnya.

III. PEMBAHASAN
3.1. Perumusan Tata Kelola yang Memaksimalkan Input
3.1.1. Input Mahasiswa
a. Tata Kelola yang Memaksimalkan Input Mahasiswa
1) Perencanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru
Proses penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan dengan 3 (tiga) cara yaitu:
1. PMDK
2. SPMB dan SNMPTN
3. SPMB regular mandiri
Seleksi penerimaan mahasiswa baru atau yang dikenal dengan Seleksi
Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) untuk tahun akademik
2008/2009, Unand menawarkan 34 program studi jenjang S1.Kesemua jalur
program studi tersebut dibuka untuk jalur SNMPTN dan PMDK. Sedangkan
untuk S1 reguler mandiri hanya ditawarkan 31 program studi. Daya tampung
dari keseluruhan jalur SPMB adalah 5.714 orang dengan proporsi terbesar
pada SNMPTN sebesar 47,53 %, dan S1 Reguler Mandiri sebesar 29,84 %,
sedangkan PMDK sebesar 14,30 % dan Diploma sebesar 8,33 %. Jumlah
peminat secara keseluruhan adalah 35.355 orang, dengan proporsi terbesar
pada jalur SPMB Reguler sebesar 83,62 %. Khusus peminat SPMB dan
SNMPTN mengalami peningkatan sebesar 13,56 % dibandingkan dengan
tahun 2007/2008. Peminat jalur PMDK juga mengalami meningkatan yang
relatif besar (32,42 %).
Tabel 1 Gambaran Kualitas Intake S1 Melalui Berbagai Jalur SPMB Tahun 2006-2008
No

Uraian

1.
2.

PMDK
SMPB
dan
SMPTN
SPMB Reguler
Mandiri
Diploma
Jumlah

3.
4.

2006
Peminat
1715
23187

Terima
404
2756

Register
322
2382

2007
Peminat
1823
26032

Terima
619
2614

Register
471
2284

2008
Peminat
2414
29563

Terima
817
2716

Register
590
2052

2386

1749

1691

2517

1616

1044

2693

1705

1271

515
27803

433
5342

409
4804

434
30806

383
5232

379
4178

685
35355

476
5714

434
4347

Gambaran umum kualitas calon mahasiswa yang diterima di Unand dapat


dilihat dari rasio keketatan persaingan, yakni perbandingan antara daya
tampung dengan peminat yang masuk ke Unand. Untuk tahun akademik
2007/2008 rasio keketatan mahasiswa S1 Reguler Unand cukup tinggi yakni
9:1, mengalami kenaikan 12,5 % dibandingkan dengan tahun akademik
6

2006/2007, yakni 8:1. Sedangkan tingkat keketatan tahun akademik 2008/2009


adalah sebesar 11:1.Data yang ada menunjukan bahwa rasio keketatan
mahasiswa S1 Reguler cenderung mengalami peningkatan. Hal ini
mengindikasikan bahwa kualitas calon mahasiswa yang akan masuk Unand
semakin baik.
Selain penerimaan mahasiswa baru melalui jalur-jalur sebagaimana telah
diuraikan di atas, dalam rangka perluasan akses dan mempercepat akselerasi
Unand menuju World Class University, Unand terus berusaha menarik animo
masyarakat internasional melalui berbagai media promosi di luar negeri. Hasil
yang telah dicapai cukup menggembirakan. Sampai tahun 2008 tercatat 329
mahasiswa asing yang menempuh studi di Unand, terutama mahasiswa yang
berasal dari Malaysia dan menempuh pendidikan pada Fakultas Kedokteran
dan Fakultas Farmasi, serta mahasiswa yang berasal dari Korea Selatan dan
menempuh pendidikan pada Fakultas Sastra.
2) Penguatan unit organisasi yang mengelola penerimaan mahasiswa baru
Untuk mendukung pengelolaan Penerimaan Mahasiswa Baru suatu
Perguruan Tinggi sebaiknya dipersiapkan Tenaga Kependidikan yang
mempunyai Kompetensi di bidang IT dan juga di manajemen akademik
sehingga pelaksanaannya bisa menjadi lebih fokus dan terarah.
3)
b.
1)
2)
3)

Pengawasan melalui SPI dan Laporan kegiatan penerimaan mahasiswa baru


Indikator Input Mahasiswa
Persentase mahasiswa yang mendapat beasiswa
Persentase mahasiswa baru yang diterima jalur PMDK
Persentase mahsiswa yang mendapat pelayanan asuransi kesehatan

3.1.2. Input Tenaga Kependidikan


a. Tata Kelola yang Memaksimalkan Tenaga Kependidikan
1) Analisis Kebutuhan Pegawai
Tenaga kependidikan harus mempunyai kompetensi sesuai dengan yang
ditetapkan. Untuk mendukung proses belajar dan mengajar, mengelola
sumberdaya keuangan dan aset yang baik diperlukan tenaga kependidikan
yang berkualitas dan mempunyai integritas yang tinggi serta memenuhi
standar kompetensi yang ditetapkan.
7

Unand

memiliki

kebijakan

merubah

sistem

rekrutmen

dengan

mengutamakan kualitas dan pembenahan sistem remunerasi untuk mencapai


sasaran tersedianya sumberdaya manusia sesuai dengan dengan kompetensi
yang diperlukan untuk mendukung proses belajar dan mengajar
2) Peningkatan Kompetensi Pegawai
Peningkatan kualifikasi tenaga kependidikan
Kegiatan :
1. Pemberian beasiswa bagi tenaga kependidikan mengikuti studi lanjut
dalam dan luar negeri.
2. Pemberian bantuan seminar, lokakarya, diklat, studi banding tenaga
kependidikan.
3. Pemberian bantuan untuk pertukaran tenaga kependidikan
Peningkatan kapasitas dan kualitas tenaga kependidikan
1. Pelatihan fungsional pemroses kepegawaian dan bimbingan teknis
perhitungan angka kredit dosen.
2. Pendidikan dan pelatihan teknis staf tata usaha.
3. Pelatihan perencanaan, keuangan, aset, perpajakan, kepegawaian dan
kearsipan.
4. Pelatihan komputer dan internet bagi tenaga kependidikan dalam rangka
pelayanan berbasis ICT.
5. Pelatihan tentang pengadaan barang dan jasa berbasis elektronik.
b. Indokator Tenaga Kependidikan
1) Tingkat kepuasan sivitas akademika terhadap pelayanan
2) Rasio tenaga kependidikan yang mempunyai kompetensi yang ditetapkan
3) Persentase ketersediaan tenaga teknisi terlatih dan terampil
4) Persentase ketersediaan tenaga laboran terlatih dan terampil
5) Persentase ketersediaan tenaga administrasi yang terlatih dan terampil
berdasarkan bidang kerja
6) Persentase ketersediaan sumberdaya manusia di bidang teknologi
informasi dan komunikasi
7) Rasio tenaga kependidikan yang mengikuti diklat teknis
3.1.3. Input Tenaga Pendidik
a. Tata Kelola yang Memaksimalkan Tenaga Pendidik
1) Pencapaian sasaran pelaksanaan proses belajar dan mengajar
Untuk mencapai sasaran pelaksanaan proses belajar mengajar yang
bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan, Unand mempunyai
kebijakan :

Mendorong dan menyediakan insentif bagi dosen yang telah memperoleh


skor Toefl di atas 500 untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi dalam
dan luar negeri yang mempunyai reputasi.
Memberikan bantuan dana untuk mengikuti kegiatan ilmiah lingkup
nasional dan internasional.
2) Peningkatan kualitas staf pengajar
Dalam upaya peningkatan kualifikasi staf pengajar, Unand melaksanakan
kegiatan sebagai berikut:
1. Pelatihan persiapan tes dan bantuan ujian Toefl untuk persiapan
dosen studi lanjut luar negeri.
2. Pemberian beasiswa bagi dosen dan tenaga kependidikan mengikuti
studi lanjut dalam dan luar negeri.
3. Pemberian bantuan seminar, lokakarya, diklat, studi banding dosen
dan tenaga kependidikan.
4. Pemberian bantuan pelaksanaan seminar ilmiah dan profesi.
5. Pemberian bantuan untuk pertukaran dosen dan tenaga kependidikan
b. Indikator
1) Angka Efisiensi Edukasi (AEE)
2) Persentase dosen menerapkan Rencana Program dan Kegiatan
Pembelajaran Semester (RPKPS)
3) Persentase dosen bergelar S1, S2 dan S3
4) Persentase mahasiswa S1 yang lulus 4 tahun
5) Persentase dosen yang memasukkan bahan ajar ke website
6) Persentase dosen melaksanakan kuliah tepat waktu
7) Persentase mahasiswa yang menghadiri kuliah minimum 90%
8) Persentase dosen yang hadir memberikan kuliah
9) Persentase kehadiran dosen diatas 90% dari rencana praktikum
10) Ketersediaan kurikulum dan silabus tiap prodi
11) Jumlah buku ajar
3.1.4. Input Sumber Dana
a. Tata Kelola yang Memaksimalkan Sumber Dana
Arah kebijakan pendanaan universitas untuk mewujudkan kemandirian Unand,
antara lain :
(i) mempertahankan proporsi sumber dana yang berasal dari masyarakat dan
mengembangkan sumber dana yang bertumpu pada sumber daya Unand;
(ii) mengembangkan sistem penyusunan anggaran berdasarkan kebijakan program
universitas;
(iii) meningkatkan penggalian sumber dana dari pengembangan program Hibah
Kompetisi;

(iv)mengembangkan sistem manajemen keuangan terpadu yang efisien dan


terkendali (controlable dan accountable).
Selain itu, penggalian dana juga diupayakan melalui;
1) pemanfaatan aset gedung, laboratorium bahasa, laboratorium komputer,
laboratorium dasar dan sentral;
2) penjualan aset intelektual untuk mengembangkan institusi;
3) pemberdayaan alumni; dan
4) penguatan unit-unit usaha Unand.
Secara periodik setiap tahun Unand mendapatkan anggaran yang bersumber
dari APBN (Rupiah Murni) dan dana masyarakat (PNBP). Penggunaan anggaran
tersebut dialokasikan ke universitas dan fakultas untuk mendukung pelaksanaan
proses belajar mengajar (PBM).
b. Indikator
1) Jumlah unit pelaksana teknis yang dikembangkan sebagai unit usaha
2) Jumlah unit usaha yang dikembangkan
3) Persentase sumber dana dari masyarakat (PNBP) terhadap total pendapatan
4) Persentase pendapatan dari unit usaha terhadap jumlah PNBP
3.1.5. Input Kurikulum
a. Tata Kelola yang Memaksimalkan Kurikulum
Salah satu tugas pokok dan fungsi Universitas yang terkait dengan rencana
strategis dan pengembangan Unand adalah meningkatkan mutu proses belajar
mengajar (PBM) dengan melaksanakan continuos improvement dan peninjauan
kurikulum menuju kurikulum berbasis kompetensi (KBK), serta perubahan
metode PBM dari teacher center learning (TCL) menuju student center learning
(SCL).
Program peningkatan kualitas proses pendidikan dan pengajaran di Universitas
Andalas yang berkaitan dengan kurikulum diantaranya adalah kegiatan:
1) Evaluasi dan pengembangan kurikulum secara terjadwal.
2) Pemberian bantuan mengikuti workshop dan dan seminar kurikulum.
3) Lokakarya GBPP dan SAP.
4) Lokakarya dan penyusunan RPKPS.
5) Penyusunan bahan ajar dan hand out.
b. Indikator
1) Persentase lulusan dengan IPK > 3
2) Persentase mahasiswa dengan masa tunggu < 6 bulan
3) Persentase mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan SAPS (student activities
performance system)
4) Persentase mahasiswa mengikuti lomba/kompetisi akademik
.
3.1.6. Input Sarana dan Prasarana
10

a. Tata Kelola yang Memaksimalkan Sarana dan Prasarana


Sarana fisik berupa bangunan gedung pendidikan dan perkantoran yang terdiri
dari: ruang kuliah, ruang dosen, ruang administrasi, ruang laboratorium, ruang
perpustakaan, ruang PKM, dan fasilitas umum seluruhnya seluas 159.090 m2.
Luas gedung menurut fakultas dan unit terlihat pada Tabel 3.18. Luas lahan Unand
seluruhnya adalah 6.422.633 m2 yang tersebar di 19 (sembilan belas) lokasi, yaitu
Limau Manis, Jl. Perintis Kemerdekaan, Jl. Situjuh, Jl. Pancasila, Jl. Niaga, Jl.
Belakang Pondok (Kota Padang), Tiga Alur Kec. Harau, Tanjung Pati, Sarilamak,
Sikabu-kabu (Kabupaten Limapuluh Kota), Jl. Sudirman, Gelanggang Labuah
Basilang (Kota Payakumbuh).Lahan yang relatif luas dimiliki Unand ini
merupakan modal besar untuk pengembangan kampus dan dapat pula dijadikan
sebagai unit- unit bisnis.
Ruang kuliah di Unand telah ditempatkan pada satu lokasi di Kampus Unand,
Kelurahan Limau Manis, kecuali Fakultas Kedokteran yang saat ini sedang proses
pembangunan gedung dekanat, ruang kuliah, tutorial, laboratorium dan skill lab.
Pengaturan dan pengawasan ruang kuliah tidak lagi berada pada masing- masing
fakultas, tetapi telah diatur dan diawasi langsung oleh bagian saranaprasarana
akademik rektorat Unand.Jumlah ruang kuliah adalah 141 lokal.Semua ruang
kuliah yang dimiliki oleh Unand telah didesain agar dapat memberikan
kenyamanan selama pelaksanaan perkuliahan.Fasilitas yang tersedia dalam ruang
kuliah sangat bervariasi, namun secara umum dapat dikatakan sudah cukup
memadai. Secara umum kapasitas penggunaan ruang kuliah dan laboratorium
relatif baik dengan tingkat utilitas dari jam 08.00 WIB sampai dengan jam 16.00
WIB.
Salah satu tujuan dari Universitas Andalas adalah meningkatkan mutu fasilitas,
prasarana, sarana dan teknologi sesuai dengan standar yang ditetapkan secara
nasional dan internasional serta mewujudkan suasana akademik yang kondusif
serta bermanfaat bagi masyarakat untuk mendukung terwujudnya misi universitas.
Tujuan tersebut dijabarkan dalam beberapa sasaran. Sasaran yang berkaitan
dengan tata kelola sarana dan prasarana diantaranya adalah tersedianya sarana dan
prasarana sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional
Pendidikan. Untuk itu diperlukan program peningkatan

sarana

prasarana

penunjang pendidikan dan pemeliharaan fasilitas penunjang pendidikan dengan


kegiatan :
11

1) Penyelesaian pembangunan sarana dan prasarana pendidikan (gedung kuliah,


labor bahasa, pusat pelayanan fasilitas mahasiswa, asrama mahasiswa, gedung
fakultas Kedokteran, Farmasi, ISIP, Teknologi Pertanian, Teknik, University
Hospital).
2) Penyelesaian pembangunan sarana dan prasarana lingkungan kampus (jalan
lingkar, sistem parkir, fasilitas air bersih, gudang, sarana ibadah, sarana
olahraga, pembangkit listrik).
3) Rehabilitasi gedung kuliah, laboratorium dan perpustakaan.
4) Pemeliharaan/perbaikan sarana dan prasarana penunjang pendidikan.
5) Peningkatan kelengkapan peralatan gedung kuliah dan peralatan penunjang
pendidikan.
6) Peningkatan fasilitas rumah sakit pendidikan.
7) Peningkatan K3 lingkungan kampus, pelayanan transportasi mahasiswa dan
pengaturan sistem perparkiran secara profesional.
b. Indikator
1) Rasio luas ruang kelas terhadap jumlah mahasiswa
2) Rasio ruang dosen terhadap jumlah dosen
3) Rasio kelengkapan peralatan penunjang-penunjang pendidikan terhadap
jumlah kelas bersama
4) Persentase alokasi dana untuk pengembangan dan perbaikan sarana
prasarana pendidikan
3.1.7. Input Sistem Informasi Manajemen
a. Tata Kelola yang memaksimalkan Sistem Informasi Manajemen
Sasaran dari Universitas Andalas yang tercantum dalam renstra Andalas
2009-2013 diantaranya adalah terwujudnya sistem informasi manajemen yang
mendukung operasional dan pengambilan keputusan
Untuk mencapai sasaran tersebut disusun program sebagai berikut:
1) Program: Pengembangan sistem informasi
Kegiatan :
a. Pembuatan sistim informasi penatausahaan keuangan.
b. Pembuatan sistem informasi akademik (SIA) unit kerja/fakultas.
c. Pembuatan program sistem informasi kepegawaian (SIMPEG).
2) Program: Penyempurnaan dan pemantapan manajemen berbasis ICT
Kegiatan :
a. Pengadaan peralatan pendukung otentifikasi jaringan.
b. Perluasan hotspot/wifi area di lingkungan kampus.
c. Perluasan jaringan fiber optic di lingkungan kampus.
d. Pengadaan sistim informasi dan perangkat pendukung helpdesk.
e. Customisasi sistem informasi kepegawaian, aset, sarana dan prasarana.
f. Pengadaan portal eksekutif sistim informasi di lingkungan kampus.
g. Peningkatan kualitas akses internet dedicated.
12

h. Pengadaan infrastruktur monitor jaringan.


i. Pelatihan sumberdaya manusia.
3) Program : Pengembangan pengelolaan dan pemberdayaan aset
Kegiatan :
a. Pembenahan sistem pemeliharaan dan pemberdayaan aset.
b. Pembenahan sistem pengadaan, penyimpanan dan distribusi barang dan
jasa (logistik).
c. Pembuatan jaringan LAN untuk pengelolaan barang milik negara (BMN).
d. Pembuatan panduan pemeliharaan inventaris, pelabelan dan evaluasi
pemakaian inventaris.
e. Pelatihan aset persediaan dan peningkatan pengolaan inventarisasi dan
aset.
f. Penyusunan

panduan

pengadaan

barang

inventaris

dan

petunjuk

penghapusan barang inventaris.


b. Indikator
1) Jumlah komputer yang sudah tersambung LAN
2) Persentase sivitas akademika yang bias mengakses internet
3) Jumlah area wifi / hotspot internet di lingkungan kampus
4) Persentase dosen dan tenaga kependidikan memanfaatkan email sebagai
sarana komunikasi
5) Jumlah portal dan content aktif dalam website Unand
6) Jumlah unit kerja yang Mengelola aset berbasis ICT
3.2. Perumusan Tata Kelola yang Memaksimalkan Proses

3.2.1. Proses Pengajaran


a. Tata Kelola yang Memaksimalkan Proses
Tata

kelola

Pengajaran

di

Universitas

Andalas

mengharuskan

Pengajarandirancang berdasarkan pendekatan Student-Centered Learning (SCL)


dan modelnya disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah. Pembelajaran harus
dirancang bertujuan untuk meningkatan hardskill dan softskill serta karakter
mahasiswa.Setiap matakuliah yang diajarkan harus memiliki Rencana Program
dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) atau yang sejenisnya yang disusun
oleh tim kurikulum dan setiap mata kuliah harus memiliki bahan ajar. RPKPS dan
bahan ajar harus diunggah ke laman Interactive-Learning (I-Learning)atau pada
website fakultas/program studi agar mahasiswa dan stakeholder dapat mengetahui
dengan pasti mata kuliah apa yang bisa diambil dalam perkuliahan.

Pada
13

tingkatan program studi dalam proses Pengajaran, program studi harus memiliki
pedoman proses pembelajaran mencakup panduan praktikum atau sejenisnya,
kerja praktek lapangan dan panduan tugas akhir.
Pelaksanaan Pembelajaran di Universitas Andalas memiliki fasilitas dan
pelayanan perkuliahan yang memadai untuk efektivitas pembelajaran SCL.
Universitas juga memiliki sistem informasi yang mendukung terselenggaranya
proses pembelajaran secara efektif yaitu melalui media I-Learning. Tenaga
pendidik/Dosen wajib menyampaikan RPKPS dan kontrak perkuliahan pada
pertemuan pertama perkuliahan.Pembelajaran di Universitas Andalas dilaksanakan
sesuai dengan RPKPS atau sejenisnya.
Komponen

evaluasi

di

Universitas Andalas

sesuai

dengan

capaian

pembelajaran suatu mata kuliah sebagaimana yang dicantumkan dalam RPKPS.


Sistem evaluasi perkuliahan mencakup penilaian proses dan hasil. Pelaksanaan
evaluasi terdiri dari Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS),
tugas dan dapat ditambah dengan kuis atau instrumen lain yang telah ditetapkan
oleh program studi. Soal ujian UTS dan UAS divalidasi oleh peer reviewer yang
ditetapkan oleh program studi dan penilaian ujian berdasarkan azas tranparansi
dan akuntabel. Selanjutnya fakultas mengirimkan Kartu hasil studi (KHS) kepada
orang tua atau wali mahasiswa setiap semester. Evaluasi proses pembelajaran di
Universitas/fakultas/program studi memiliki mekanisme untuk memonitor,
mengkaji, dan memperbaiki secara periodik kegiatan perkuliahan. Pada Evaluasi
kemajuan hasil studi, universitas/fakultas/program studi melakukan evaluasi
kemajuan studi mahasiswa secara berkala dan menyampaikannya kepada orang
tua atau wali yang bersangkutan.
b. Indikator Proses
1) Angka Efisiensi Edukasi (AEE)
2) Persentase dosen menerapkan Rencana
3) Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS)
4) Rasio buku perpustakaan (buku teks dan referensi) terhadap jumlah
mahasiswa
5) Persentase mahasiswa mendapat nilai Toefl akhir > 450
6) Persentase dosen bergelar S1, S2 dan S3
14

7) Persentase mahasiswa S1 yang lulus 4 tahun


8) Persentase dosen yang memasukkan bahan ajar
9) ke website - Rasio keketatan persaingan masuk S1
10) Persentase dosen melaksanakan kuliah tepat waktu
11) Persentase mahasiswa yang menghadiri kuliah minimum 90%
12) Persentase dosen yang hadir memberikan kuliah
13) Persentase kehadiran dosen diatas 90% dari rencana praktikum
14) Ketersediaan kurikulum dan silabus tiap prodi
15) Jumlah buku ajar
3.2.2. Proses Penjaminan Mutu
a. Tata Kelola Yang meningkatkan Penjaminan Mutu
Akreditasi Unand berdasarkan data dari BAN PT pertanggal 10 Maret 2014
yaitu:
N
o
1
2
3
4

Jenjang
Diploma
S1
S2
S3

Peringkat Program Studi


Proses ReC
Akreditasi

0
11
2
0

3
21
11
3

1
4
4
0

0
1
5
0

Kadaluar
sa
0
5
0
0

Dari data diatas dapat kita lihat masih terdapat program studi yang kadaluarsa,
sebanyak 5 PS dan Program studi yang masih memiliki nilai akreditasi C sebanyak
9 PS.
Untuk menggulangi hal tersebut Universitas Andalas mengembangkan Sistem
Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi dengan membuat buku panduan jaminan mutu
pendidikan Universitas Andalas (Unand) dalam bentuk manual mutu yang memuat
prinsip-prinsip

manajemen

mutu

internal

dengan

memperhatikan

dan

mempertimbangkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan


Tinggi, Rancangan Permendikbud Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Tinggi (SPM-PT), Kebijakan Mutu Internal dan Standar Mutu Internal Unand.
Unand sebagai perguruan tinggi nasional berpartisipasi aktif dalam gerakan
menjaga dan mengembangkan wawasan serta semangat kebangsaan, berdasarkan
pada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan persatuan semua unsur bangsa,
15

dalam keberagaman dan kemajemukan nusantara dengan prinsip Bhinneka


Tunggal Ika.

Unand sebagai perguruan tinggi negeri dengan Pengelolaan

Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) menyelenggarakan pendidikan,


penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan menerapkan prinsip efisien
dan produktif.

Unand mengelola proses penyelenggaraan akademik dan non

akademik yang terukur dan terkendali, dalam sistem tatakelola yang baik dan
berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Unand menjamin terselenggaranya
kebebasan

akademik,

mimbar

akademik,

danotonomi

keilmuan

dengan

memperhatikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dan etika keilmuan dengan
menghindari

terjadinya

tindakan

tercela.Unand

mengembangkan

sistem

pendidikan dan penjaminan mutu pendidikan tinggi secara bertahap, terstruktur,


berkesinambungan, dan melebihi standar nasional pendidikan tinggi (SNPT) untuk
meningkatkan daya saing produk pendidikan.Unand menyusun Rencana Strategis
Lima Tahunan dengan melibatkan unit-unit kerjanya dan pemangku kepentingan
berdasarkan evaluasi diri, hasil audit, dan benchmarking, serta mempertimbangkan
masukan kelompok pemikir. Unand melaksanakan pendidikan dalam suasana
akademik yang kondusif berlandaskan kode etik dosen, mahasiswa dan tenaga
kependidikan.
Penjaminan Mutu Internal merupakan bagian dari tanggungjawab pimpinan
universitas, fakultas, program studi dan dosen serta tenaga kependidikan. Sasaran
sistem penjaminan mutu internal harus ditetapkan dan dituangkan dalam Rencana
Strategis dan Rencana Kegiatan serta didukung oleh Anggaran Tahunan masingmasing satuan kerja. Penjaminan mutu internal di tingkat universitas, fakultas,
program studi dan unit-unit pelaksana lainnya dilakukan untuk menjamin:
a. terbangunnya budaya mutu organisasi pada semua satuan kerja
b. kesadaran akan mutu bagi semua sivitas akademika
c. kepatuhan terhadap kebijakan mutu internal, standar mutu internal, peraturan
akademik, manual mutu, manual prosedur dan intruksi kerja;
d. kepastian bahwa lulusan memiliki kompetensi hardskill dan sofskill sesuai
dengan yang ditetapkan di setiap program studi
e. relevansi program pendidikan dengan perkembangan IPTEKS dan tuntutan
pihak pengguna lulusan.
f. luaran penelitian yang menghasilkan publikasi ilmiah, HAKI dan paten; dan

16

g. luaran pengabdian kepada masyarakat yang membantu pihak luar yang


berkepentingan (external stakeholders) pada tingkal lokal, nasional dan
internasional.
Unand menerapkan penjaminan mutu akademik yang berjenjang. Pada tingkat
universitas dirumuskan kebijakan mutu internal dan standar mutu internal
universitas dan dilakukan audit mutu internal fakultas. Pada tingkat fakultas
dirumuskan kebijakan mutu internal fakultas, standar mutu internal fakultas, dan
manual mutu internal fakultas. Pada tingkat program studi dirumuskan kompetensi
lulusan dan spesifikasi program studi serta dilakukan evaluasi diri berdasarkan
pendekatan OBE (Outcome Based Education).
Dalam pengembangan dan penerapan sistem penjaminan mutu, Unand
memilih pendekatan FEE (Facilitating, Empowering and Enabling) dan mengacu
pada SPM-PT serta memberi wewenang LP3M dan organisasi di bawahnya untuk
melaksanakan sistem penjaminan mutu di semua unit pelaksana kegiatan
akademik. Pelaksanaan penjaminan mutu internal di Unand dijelaskan secara lebih
rinci dalam Manual Prosedur. Pengelolaan mutu akademik mengikuti pola kerja
yang terdiri dari empat tahap pokok,yaitu Plan (rencanakan), Do (kerjakan),
Check

(perbaikan),

penyempurnaan

Action

mutu

(tindakan)

secara

untuk

mencapai

berkesinambungan

suatu

kondisi

(continuous

quality

improvement). Masing-masing tahap tersebut adalah:


a. Plan (perencanaan); memformulasi/reformulasi:
1. visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi pencapaian
2. rencana strategis
3. kebijakan dan peraturan
4. penentuan/penyesuaian standar
b. Do (pelaksanaan); implementasi (Masukan, Proses, Keluaran terhadap
pencapaian standar mutu internal)
c. Check (evaluasi); yang yang mencakup:
1. evaluasi mutu internal setiap satuan kerja terhadap kesesuaian standar mutu
internal
2. persiapan (pendampingan) mutu institusi dan eksternal program studi
terhadap penilaian Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan
Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAM-PT)
d. Action (tindakan koreksi); dilakukan:
1. secara rutin setiap tahun, terhadap:
- perbaikan mayor dan minor dari standar mutu
17

- peningkatan standar mutu yang masih tergolong cukup, lebih dari cukup
dan baik
2. secara periodik yaitu paling lama sekali dalam empat tahun, terhadap:
- Kebijakan Mutu Internal
- Standar Mutu Internal
- Peraturan Akademik
- Spesifikasi Program Studi
Organisasi penjaminan mutu internal di tingkat universitas terdiri atas Senat
Universitas, Pimpinan Universitas dan LP3M serta Satuan Pengawas Internal
(SPI). Senat Universitas merupakan organ yang menjalankan fungsi pertimbangan
dan pengawasan akademik yang beranggotakan antara lain: Rektor, Dekan utusan
fakultas. Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M)
mempunyai

tugas

melaksanakan,

mengkoordinasikan,

memonitor,

dan

mengevaluasi kegiatan pengembangan pendidikan dan penjaminan mutu. Lingkup


kerja LP3M mencakup semua program studi pada strata pendidikan(diploma,
sarjana, spesialis dan magister serta doktor), fakultas/program pascasarjana, unit
kerja lainnya. LP3M menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

penyusunan rencana, program, dan anggaran Lembaga;


pelaksanaan pengembangan sistem pendidikan;
pelaksanaan peningkatan mutu proses pembelajaran;
pelaksanaan pengembangan sistem penjaminan mutu pendidikan;
pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan;
pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengembangan dan penjaminan mutu

pendidikan; dan
g. pelaksanaan urusan administrasi Lembaga.
LP3M melaksanakan tugas sebagai berikut:
a. Peningkatan mutu proses pembelajaran, yang mencakup:
- Pengembangan metode pembelajaran;
- Menyelenggarakan evaluasi proses pembelajaran secara terintegrasi;
- Pengembangan buku ajar.
b. Pengembangan sistem penjaminan mutu pendidikan yang mencakup:
- Perumusan dokumen mutu internal (Kebijakan Mutu Internal, Standar Mutu)
- Internal, Peraturan Akademik, Manual Mutu Internal, Prosedur Mutu, dan
- formulir serta Instrumen Audit Mutu Internal
- Pengintegrasian SPMI dan SPME pada manajemen perguruan tinggi;
- Sosialisasi SPMI dan SPME ; dan
- Pendampingan dan pelayanan konsultasi BAPEM dan GKM

18

c. Menyedikan informasi perundang-undangan, permendikbud, peraturan dan


kebijakan rektor, dokumen dan data yang terkait dengan pendidikan dan
penjaminan mutu pada website LP3M; dan Pelaksanaan penjaminan mutu
pendidikan, yang mencakup:
- Pengembangan kurikulum institusi; dan
- Pengembangan program studi unggulan
d. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi penjaminan mutu internal yang disertai
dengan Permintaan Tindakan Koreksi (PTK);
e. Pelaksanaan rekareditasi institusi dan pendampingan akreditasi program studi;
f. Menganalisis dan meninterpretasikan data PDPT;
g. Mengkoordinir sertifikasi dosen dan PTP serdos;
h. Mengevaluasi beban kinerja dosen (BKD) dan tugas khusus profesor;
i. Menyusun roadmap LP3M per periode kepemimpinan LP3M mengusulkan
Koordinator Pengembangan Sistem Pendidikan dan Koordinator Sistem
Penjaminan Mutu yang ditetapkan dengan surat keputusan Rektor.
Koordinator Pengembangan Sistem Pendidikan bertanggung jawab atas
terlaksananya pengembangan dan evaluasi mutu pendidikan.

Koordinator

Pengembangan

jawab

Sistem

Penjaminan

Mutu

bertanggung

atas

terlaksananya pengembangan dan evaluasi mutu akademik dan akademik


internal,dan pendampingan akreditasi program studi.
Organisasi jaminan mutu akademik di tingkat fakultas terdiri atas Senat
Fakultas, Dekan, Wakil Dekan dan BAPEM Fakultas.Senat Fakultas merupakan
badan normatif tertinggi di lingkungan fakultas yang memiliki wewenang untuk
menjabarkan kebijakan dan peraturan universitas untuk fakultas.Senat Fakultas
terdiri atas Dekan dan Wakil Dekan, Ketua jurusan, gurubesar dan dosen wakil
program studi. Tugas Senat Fakultas adalah:
a. merumuskan rencana dan kebijakan mutu internal fakultas;
b. melakukan penilaian prestasi dan etika akademik, kecakapan, serta integritas
kepribadian dosen di lingkungan fakultas;
c.merumuskan norma dan tolok ukur bagi pelaksanaan penyelenggaraan
fakultas,dan menilai pelaksanaan tugas Pimpinan Fakultas;
d. memberikan pendapat dan saran untuk kelancaran pengelolaan fakultas.
19

Dekan bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan


pengabdian kepada masyarakat, serta pembinaan tenaga akademik, tenaga
administrasi, dan mahasiswa. Dekan bertanggung jawab atas terjaminnya mutu
internal di fakultas. Dalam mengemban tanggung jawab mutu internal, Dekan
dibantu oleh Wakil Dekan, dan BAPEM Fakultas. Dekan selaku penanggung
jawab mutu internal fakultas menetapkan ketua, sekretaris dan anggota BAPEM
Fakultas. BAPEM Fakultas, bertanggung jawab atas tersusunnya:
a. Standar Mutu Internal Fakultas,
b. Manual Mutu Internal Fakultas, dan
c. Manual Prosedur Fakultas yang selaras dengan Standar Mutu Internal, Manual
Mutu Internal, dan Manual Prosedur di tingkat universitas.
d. Formulir untuk semua jenis layanan akademik dan non akademik.
BAPEM Fakultas dibantu oleh sejumlah anggota sesuai dengan kebutuhan
fakultas. BAPEM Fakultas bertugas untuk:
a. Membuat turunan dari Kebijakan Mutu Internal universitas menjadi Kebijakan
Mutu Internal fakultas, dari Standar Mutu Internal universitas menjadi Standar
Mutu Internal fakultas, dari Peraturan Akademik universitas menjadi Peraturan
Akademik fakultas, dari Manual Mutu universitas menjadi Manual Mutu
fakultas yang berlaku untuk semua jenjang pendidikan yang dikelolanya.
b. Membuat Prosedur Mutu yang berlaku di lingkungan fakultas.
c. Membuat formulir layanan administrasi akademik, administrasi dan keuangan,
kemahasiswaan, sarana dan prasarana.
d. Sosialisasi sistem penjaminan mutu kepada sivitas akademika dalam
lingkungan fakultas
e. Pelatihan dan konsultasi kepada GKM dan sivitas akademika fakultas tentang
pelaksanaan penjaminan mutu;
f. Membahas dan menindaklanjuti PTK pada program studi dan fakultas.
g. Pendampingan akreditasi program studi D1/S1/S2/S3/profesi
h. Bekerjasama dengan tim pendampingan akreditasi dari universitas
i. Mengkoordinasikan hasil evaluasi proses pembelajaran dengan GKM
j. Menyusun roadmap LP3M per periode kepemimpinan

20

Dalam melaksanakan tugasnya BAPEM Fakultas melakukan konsultasi dan


koordinasi dengan LP3M universitas, dan berkoordinasi GKM program studi.
Dekan menerima dan menyetujui laporan audit mutu (termasuk permintaan
tindakan koreksi (PTK) dari LP3M melalui BAPEM Fakultas. Dekan melakukan
koordinasi

tindak

lanjut

atas

PTK,

membuat

keputusan

dalam

batas

kewenangannya, serta memobilisasi sumberdaya di fakultas untuk melaksanakan


kebijakan dalam perencanaan kegiatan tahun berikutnya. Setiap tahun Senat
Fakultas menerima laporan evaluasi diri serta laporan audit mutu internal dari
dekan. Senat Fakultas akan mempelajari kedua laporan tersebut danmenentukan
kebijakan dan peraturan baru di tingkat fakultas untuk peningkatan mutu internal.
Organisasi penjaminan mutu internal pada Program Pascasarjana khusus untuk
program studi bersifat multidisiplin disesuaikan dengan format organisasi fakultas.
Penjaminan mutu tingkat Program Studi dilakukan di bawah koordinasi
Ketua/Sekretaris Program Studi. Gugus Kendali Mutu (GKM) dibentuk untuk
membantu pengelola Program Studi baikD1, S1, S2, S3 maupun Profesi dalam
penjaminan mutu di tingkat Program Studi. Ketua Program Studi mengusulkan
ketua, sekretaris dan anggota GKM untuk ditetapkan oleh dekan. Ketua Program
Studi bersama GKM pada tingkat tersebut bertanggung jawab atas tersusunnya:
1) Merumuskan Spesifikasi Program Studi, Profil Lulusan dan kompetensi lulusan
2) Menyusun Manual Prosedur dan Formulir yang relevan dengan program studi;
3) Mengevaluasi ketersediaan RPKPS setiap mata kuliah dan kesesuaiannya
dengan stndar yang telah ditetapkan oleh universitas ataupun fakultas
4) Mengevaluasi RPKPS dan bahan ajar yang mudah diakses oleh mahasiswa baik
pada laman website atau I-Learning
5) Mengevaluasi kelengkapan dan jenis bahan ajar setiap mata kuliah
6) Mengevaluasi kesesuaian RPKPS dengan pelaksanaan perkuliahan
7) Menganalisis hasil evaluasi proses pembelajaran setiap dosen
8) Mengevaluasi tingkat kehadiran dosen dan mahasiswa dalam perkuliahan
b. Indikator Penjaminan Mutu
1) Persentase prodi yang melaksanakan penjaminan mutu
2) Persentase prodi yang melaksanakan evaluasi diri pembelajaran

21

3) Jumlah dokumen mutu akademik, penelitian dan pengabdian kepada


masyarakat yang diterbitkan
4) Persentase ketersediaan manual mutu akademik
3.2.3. Proses Kebijakan Akademik
a. Tata Kelola Yang Meningkatkan Kebijakan Akademik
Tata kelola kebijakan akademik dilakukan melalui diterbitkannya peraturanperaturan akademik yang dikeluarkan oleh Menteri maupun Rektor Unand.Dan
dilakukan pengawasan oleh satuan pengawas internal yang bertanggung jawab
kepada Rektor Unand.
Beberapa contoh peraturan baik yang dikeluarkan oleh Menteri maupun oleh
Rektor Unand adalah Peraturan Menteri Pendidikan Dan KebudayaanRepublik
IndonesiaNomor 25 Tahun 2012 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Universitas
Andalas dan Peraturan Rektor Unversitas Andalas No. 7 tahun 2011 tentang
Peraturan Akademik Program Sarjana Universitas Andalas
3.2.4. Proses Suasana Akademik
a. Tata Kelola Yang Meningkatkan Kebijakan Akademik
Suasana akademik terbentuk melalui kegiatan kemahasiswaan baik itu
kegiatan kokurikuler ataupun kegiatan ekstrakurikuler yang mampu meningkatkan
hard and softskill mahasiswa Unand. Beberapa contoh kegiatannya kokurikuler
dan ekstrakurikuler diperlihatkan pada table 3.2
Tabel 3.2. Contoh Kegiatan Kokurikuler dan Ekstrakurikuler di Unand
Jenjang
Pendidika
n

Kegiatan Kokurikuler

Kegiatan Ekstrakurikuler

S1

Praktikum, study tour, kunjungan


lapang

UKM, organisasi kemahasiswaan, training


penulisan karya ilmiah

S2

Praktikum, study tour, kunjungan


lapang

Organisasi kemahasiswaan, training


penulisan karya ilmiah

S3

Praktikum, study tour, kunjungan


lapang, pembentukan daerah binaan
oleh mahasiswa dengan bimbingan
dosen

Organisasi kemahasiswaan, training


penulisan karya ilmiah

b. Indikator SuasanaAkademik
1) Persentase dosen mengikuti seminar/lokakarya/workshop nasional
2) Rata-rata pelaksanaan seminar tingkat program studi per semester
22

3.3. Perumusan Tata Kelola yang Memaksimalkan Output

3.3.1. Output Kompetensi Lulusan


a. Tata Kelola yang Memaksimalkan Output Kompetensi Lulusan
Untuk meningkatkan kompetensi lulusan perlu didukung dengan ketersediaan
sarana dan prasarana pendukung dan ketenagaan yang memadai, sehingga
pengguna lulusan akan memperoleh keyakinan bahwa lulusan Unand memiliki
kemampuan yang memadai di bidang pendidikannya. Selain itu Unand juga
melakukan pengembangan kurikulum yang dilakukan oleh masing-masing
program

studi,

pengembangan

kurikulum

ini

dalam

bentuk

lokakarya

pengembangan kurikulum. Dalam lokakarya ini dilakukan pembaharuan beberapa


hal mendasar seperti profil lulusan yang diharapkan, kompetensi utama dan
kompetensi pendukung lulusan, serta kurikulum inti yang mengacu kepada
kompetensi.
Berikut contoh kompetensi lulusan yang telah ditetapkan di Universitas
Andalas:
Kompetensi lulusan tenik sipil yang dihasilkan harus mempunyai kualifikasi
sebagai berikut:
1. Menguasai dasar-dasar ilmiah dan keterampilan dalam bidang keahlian
teknik sipil sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan, dan
merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada di dalam kawasan keahlian
teknik sipil.
2. Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya
sesuai dengan bidang keahlian teknik sipil dalam kegiatan produktif dan
pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan
tata kehidupan bersama.
3. Mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri berkarya di
bidang teknik sipil maupun dalam berkehidupan bersama di masyarakat.
4. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau
kesenian yang merupakan keahliannya.
Pengembangan etika lulusan dilakukan melalui pemberian mata kuliah. Dalam
mata kuliah ini dibahas masalah-masalah yang berkaitan dengan aspek hukum,
administrasi kontrak, tindakan plagiat, etika bisnis dan etika profesi teknik sipil
yang diajarkan pada Semester VI dan VII. Pemberian kuliah tersebut pada akhir
program dimaksudkan agar mahasiswa dapat memahami dengan lebih baik dalam
pengembangan profesi. Pada waktu-waktu tertentu (sekitar 2 kali dalam 1
semester) JTS FT-Unand juga mendatangkan praktisi dunia konstruksi untuk
23

memberikan kuliah umum (non-sks) guna memberikan pemahaman dan wawasan


kepada mahasiswa tentang berbagai aspek seluk beluk dunia kerja (industri
konstruksi) dan hal-hal yang ditemui di lapangan, yang mungkin tidak diberikan
dalam perkuliahan di kelas
b. Indikator
1) Persentase Masa studi dari mahasiswa Unand < 5 Tahun
2) Persentase lulusan dengan IPK > 3
3) Persentase mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan SAPS
4) Jumlah Lulusan Unand meningkat dari tahun ke tahun, dapat kita ambil
sampel tahun 2006 sebanyak 2.317 lulusan, tahun 2007 sebanyak 2.516
lulusan, tahun 2008 sebanyak 2.584 lulusan.
3.3.2. Keterserapan Lulusan
a. Tata Kelola yang Maksimalkan Keterserapan Lulusan
Keterserapan lulusan mahasiswa Unand dalam beberapa sektor baik sektor
Pemerintah maupun swasta saat ini yaitu 6 bulan dengan rata-rata IPK 3,05.
Universitas Andalas berniat untuk meningkatkan masa tunggunya menjadi 5 bulan
dengan IPK rata-rata yaitu 3.15.
Untuk meningkatkan keterserapan lulusan ini Universitas Andalas perlu
melakukan beberapa langkah yaitu:
(1) proses pembelajaran yang relevan dengan tuntutan pasar kerja,
(2) optimalisasi hasil belajar mahasiswa,
(3) penggunaan metode pembelajaran yang menekankan pada belajar bagaimana
cara belajar (learning how to learn) yang dapat membangun kemandirian
belajar mahasiswa, dan
(4) menciptakan atmosfer akademik yang kondusif untuk pengembangan jurusan.
Indikator dari tata kelola ini adalah jumlah lulusan yang bekarya dalam dunia
kerja.
b. Indikator
1) Persentase lulusan mahasiswa dengan masa tunggu < 5 bulan
3.3.3. Output Relevansi Lulusan
a. Tata Kelola yang Memaksimalkan Output Relevansi Lulusan
Keberhasilan pendidikan tinggi adalah aspek relevansi. Aspek relevansi ini,
perguruan tinggi dituntut mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing
dan siap berkiprah dalam pembangunan. Daya saing lulusan yang ditunjukkan
melalui masa tunggu mendapatkan pekerjaan pertama, keberhasilan lulusan
berkompetisi dalam seleksi, dan gaji yang diperoleh. Relevansi (kesesuaian)
pendidikan lulusan ini ditunjukkan melalui profil pekerjaan (macam dan tempat
24

pekerjaan), relevansi pekerjaan dengan latar belakang pendidikan, manfaat mata


kuliah yang diprogram dalam pekerjaan, saran lulusan untuk perbaikan
kompetensi lulusan. Selain itu, relevansi pendidikan juga ditunjukkan melalui
pendapat pengguna lulusan tentang kepuasan pengguna lulusan, kompetensi
lulusan dan saran lulusan untuk perbaikan kompetensi lulusan.
Seberapa besar lulusan perguruan tinggi mampu berkiprah

dalam

pembangunan sesuai relevansi pendidikannya dapat dilakukan upaya penelusuran


terhadap lulusannya (Tracer Study). Tracer Study merupakan pendekatan yang
memungkinkan institusi pendidikan tinggi memperoleh informasi tentang
kekurangan yang mungkin terjadi dalam proses pendidikan dan proses
pembelajaran dan dapat merupakan dasar untuk perencanaan aktivitas untuk
penyempurnaan di masa mendatang. Hasil Tracer Study dapat digunakan
perguruan tinggi untuk mengetahui keberhasilan proses pendidikan yang telah
dilakukan terhadap anak didiknya. Bahkan dalam program hibah kompetisi
maupun akreditasi selalu mempersyaratkan adanya data hasil Tracer Study
tersebut melalui parameter masa tunggu lulusan, persen lulusan yang sudah
bekerja, dan penghasilan pertama yang diperoleh.
Tracer Study penting dilakukan sebagai salah satu bahan untuk melihat
relevansi lulusan dan untuk melaksanakan pengembangan secara terus menerus,
dengan semakin relevannya lulusan perguruan tinggi makan akan berdampak
kepada semakin banyaknya jumlah mahasiswa yang ingin kuliah di perguruan
tinggi tersebut.
b. Indikator
1) Persentase jumlah lulusan yang bekerja sesuai dengan bidang ilmunya.
3.3.4. Output Pengembangan IPTEK
a. Tata Kelola yang Memaksimalkan Output Pengembangan IPTEK
Pengembangan IPTEK dapat dilihat dengan:
1) Jumlah Paten
2) Jumlah Teknologi yang dikembangkan
3) Jumlah Publikasi
4) Teknologi yang digunakan oleh industry
Dalam pengembangan IPTEK, Unand sudah mencantumkannya sebagai
salah satu tujuan utama Unand yang diantumkan dalam Misi dari Unand yaitu
Menyelenggarakan penelitian dasar dan terapan yang inovatif untuk

25

menunjang pembangunan dan pengembangan IPTEK serta meningkatkan


publikasi ilmiah dan HAKI.
Dalam buku ranking Universitas yang dikeluarkan oleh dikti, Unand
memperoleh
1) Paten unand rangking 24 nilai 20 ui rangking 1 dan ipb rangkking 2.
2) Publikasi unand rangking 15, itb dan ui rangking 1 dan 2.
3) Teknologi tepat guna unand rangking 29, poltek manufaktur bandung dan
diponegoro ranking 1 dan 2.
4) Penulisan buku unand rangking 28, sementara diponegoro dan ui ranking 1
dan 2.
5) Prototype unand tdk ada, pajajaran dan air langga ranking 1 dan 2,
6) Pertemuan ilmiah unand ranking 39, hasanuddin dan brawijaya masing2
ranking 1 dan 2.
7) Laporan penelitian, unand ranking 7 sementara ugm dan brawijaya ranking
1 dan 2.
Berdasarkan data diatas, maka masih perlu ditingkatkan lagi jumlah paten,
jumlah publikasi, jumlah penelitian yang masih kalah dengan perguruan tinggi
lain. Selain itu Unand juga harus membuat teknologi yang digunakan oleh
industri, karena berdasarkan penelitian diatas tidak ada satupun jumlah
prototype yang dihasilkan oleh Unand.
Jika tidak dilakukan perbaikan, maka visi dan misi dari Unand tidak akan
tercapai sehingga dapat mengurangi kepercayaan pengguna lulusan yang
berdampak kepada berkurangnya jumlah mahasiswa yang di terima Unand.
b. Indikator
1) Jumlah Paten yang dimiliki Unand
2) Jumlah Publikasi ilmiah yang telah terbitkan
3) Jumlah teknologi tepat guna yang telah diciptakan
4) Jumlah penelitian yang telah di hasilkan

26

IV. KESIMPULAN
Untuk memaksimalkan relasi input, proses dan output dalam perumusan tata kelola,
semuanya harus berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama
serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi dan peran dalam
program studi. Dalam sistem tata kelola semua komponen input, proses dan output
harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan
peraturan dan prosedur yang jelas.
5) Memaksimalkan Tata kelola Input
a. Tata Kelola yang memaksimalkan Input Mahasiswa
i. Perencanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru
ii. Penguatan unit organisasi yang mengelola penerimaan mahasiswa baru
iii. Pengawasan melalui SPI dan Laporan kegiatan penerimaan mahasiswa baru
b. Tata Kelola yang memaksimalkan Tenaga Kependidikan
i. Analisis Kebutuhan Pegawai
ii. Peningkatan Kompetensi Pegawai
c. Tata Kelola yang memaksimalkan Tenaga Pendidik
i. Pencapaian sasaran pelaksanaan proses belajar dan mengajar
ii. Peningkatan kualitas staf pengajar
d. Tata Kelola yang memaksimalkan sumber dana
e. Tata Kelola yang memaksimalkan kurikulum
f. Tata Kelola yang memaksimalkan Sarana dan Prasarana
g. Tata Kelola yang memaksimalkan Sistem Informasi Manajemen
i. Program: Pengembangan sistem informasi
ii. Program: Penyempurnaan dan pemantapan manajemen berbasis ICT
iii. Program : Pengembangan pengelolaan dan pemberdayaan asset
6) Memaksimalkan Tata kelola Proses
a. Tata Kelola Pengajaran
Tata
kelola
Pengajaran
di
Universitas
Andalas
mengharuskan
Pengajarandirancang berdasarkan pendekatan Student-Centered Learning (SCL)
dan modelnya disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah.
b. Tata Kelola Penjaminan Mutu
Universitas Andalas dalam mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu
Perguruan Tinggi dengan membuat buku panduan jaminan mutu pendidikan
Universitas Andalas (Unand) dalam bentuk manual mutu yang memuat prinsipprinsip

manajemen

mutu

internal

dengan

memperhatikan

dan

mempertimbangkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan

27

Tinggi, Rancangan Permendikbud Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan


Tinggi (SPM-PT), Kebijakan Mutu Internal dan Standar Mutu Internal Unand.
c. Tata Kelola Kebijakan Akademik
Tata kelola kebijakan akademik dilakukan melalui diterbitkannya peraturanperaturan akademik yang dikeluarkan oleh Menteri maupun Rektor Unand.Dan
dilakukan pengawasan oleh satuan pengawas internal yang bertanggung jawab
kepada Rektor Unand.
d. Tata Kelola Suasana Akademik
Suasana akademik terbentuk melalui kegiatan kemahasiswaan baik itu kegiatan
kokurikuler ataupun kegiatan ekstrakurikuler yang mampu meningkatkan hard
and softskill mahasiswa Unand.
7) Memaksimalkan Tata kelola Output
a. Kompetensi Lulusan
Unsur-unsur yang dapat digunakan untuk melihat tingkat kompetensi dari
lulusan Unand adalah sebagai berikut:
1) Tepat waktu
2) Berdaya saing
3) Jumlah Lulusan
4) Nilai IPK
5) Sarana dan Prasarana dan ketenagaan yang baik
b. Keterserapan Lulusan
Untuk meningkatkan keterserapan lulusan ini Universitas Andalas perlu
melakukanbeberapa langkah yaitu:
(1) proses pembelajaran yang relevan dengan tuntutan pasar kerja,
(2) optimalisasi hasil belajar mahasiswa,
(3) penggunaan metode pembelajaran yang menekankan pada belajar
bagaimana cara belajar (learning how to learn) yang dapat membangun
kemandirian belajar mahasiswa, dan
(4) menciptakan atmosfer akademik yang kondusif untuk pengembangan
jurusan.
c. Relevansi Lulusan
Seberapa besar lulusan perguruan tinggi mampu berkiprah dalam pembangunan
sesuai relevansi pendidikannya dapat dilakukan upaya penelusuran terhadap
lulusannya

(Tracer

Study).Tracer

Study

merupakan

pendekatan

yang

memungkinkan institusi pendidikan tinggi memperoleh informasi tentang


kekurangan yang mungkin terjadi dalam proses pendidikan dan proses
pembelajaran dan dapat merupakan dasar untuk perencanaan aktivitas untuk
penyempurnaan di masa mendatang
d. Pengembangan IPTEK
1) Pengembangan IPTEK dapat dilihat dengan:
28

2)
3)
4)
5)

Jumlah Paten
Jumlah Teknologi yang dikembangkan
Jumlah Publikasi
Teknologi yang digunakan oleh industri

DAFTAR PUSTAKA
Permendikbud RI. No.25 tahun 2012. Organisasi dan Tata Kerja Universitas Andalas.
Padang.
Renstra Universtas Andalas 2009-2013. Universitas Andalas. Padang.
Undang-Undang No.12 tahun 2012. Pendidikan Tinggi. Depdikbud. 2012. Padang.
Statuta Universitas Andalas tahun 2013. Universitas Andalas. Padang.

29