Anda di halaman 1dari 49

ENERGY AND MOMENTUM METHODS

ANDRE KURNIAWAN
KHASRI THAMRIN
MUHAMMAD JAUHAR AL FATIH
FAISAL EFFENDY

Pengaplikasian prinsip Impuls dan


momentum untuk analisis gerak dari
rigid bodies dan sistemnya.
Metode Impulse & Momentum ->
waktu dan kecepatan

Dengan Momen v1 m akan tereduksi menjad vektor pada G,


sama dengan persamaan

Dan momen kopel :

Dengan mengganti sistem momen pada bagian a dan c dari


Fig.17.6 dengan persamaan linear vektor momentum dan sudut
momen couple, kita mendapat 3 diagram berikut pada Fig.17.8

Pada waktu t, semua partikel pada


bidang berputar pada sebuah sumbu
yang tegak lurus terhadap bidang

Sumbu ini disebut Instantaneous

Axis of Rotation
sumbu ini memotong bidang pada sebuah titik yang
disebut Intantaneous Center of Rotation

Gerak dapat di uraikan


menjadi gerak translasi
dengan titik acuan A dan
rotasi pada titik A.

r=

Di mana VA = 0,
A adalah pusat rotasi sesaat
=0,
semua partikel bergerak
-> kecepatan sama

V2 diketahui

Tarik garis tegak lurus


dari kedua kecepatan
tsb

pusat rotasi sesaat


Adalah
Titik potong kedua garis

Titik C (Pusat Rotasi Sesaat) pada waktu t


Di mana V = 0
Menjadi acuan titik rotasi dari semua partikel

Tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda pejal,


Impuls dari gaya luar adalah nol dan sistem pada waktu t1
sama dengan sistem yang bekerja pada waktu t2

Maka didapatkan

Sebuah peluru dengan massa 50g


ditembakkan
dengan
kecepatan
horizontal 600 m/s ke ujung bawah
sebuah batang dengan berat 7 kg dan
panjang l = 600mm. diketahui bahwa
h=240mm dan batang pada posisi awal
diam, tentukan
(a) kecepatan sudut batang sesaat setelah
peluru menyentuh,
(b) impuls di C, dengan asumsi bahwa
peluru tertancap selama 0.001s
Diketahui :
V0 (kecepatan awal) = 600m/s
m0 (massa peluru) = 40g = 0.04kg
m (massa batang) = 7kg
L (panjang batang) = 600mm = 0.6m
h (jarak titik C ke A) = 240mm = 0.24m
Ditanya:

kecepatan sudut sesaat setelah menyentuh


batang

impuls di C, jika waktu peluru bersentuhan


dengan batang pada t = 0.001s

Momen Inersia Batang


I = mL2 = (7) (0,6)2 = 0,21 kg.m2
Kecepatan di titik B (VB) dan kecepatan di titik G (VG)
VB = (L h) = (0,6 0,24) = 0,36
VG = (- h) = (0,3 -0,24) = 0,06

Momen di tititik c
Sistem Momen 1 + Sistem Impuls = Sistem Momen 2
m0vo (L - h) + 0 = movB (L h) + mvG ( - h) + I

(0,04)(600)(0,36) + 0 = (0,04)(0,36 )(0,36) + (7)(0,06 )(0,06) + 0,21


8,64 = 0,240384
= 35,942

VB = (0,36)(35,942) = 21,9393 m/s


VG = (0,06)(35,942) = 2,15655 m/s

Fx = 0
-movo + C(t) movB mvG
C(t) = mo(vo vB) - mvG
= (0,04)(600 12,9393) (7)(2,15655) = 8,3866 N.s
C=
=
= 8387 N

Dik:

mD = 15g = 0,015kg

h = 320mm =0.32m

m = 200g = 0,2kg

Dit:
kecepatan sudut
kecepatan sesaat
setelah tumbukan

Sebuah 5gr magnet d dilepaskan dari diam di


posisi yang ditunjukkan, jarak jatuh 320mm,
menjadi tertancap pada A disebuah batang
baja ab 200gr. dengan asumsi bahwa plastik
sempurna, tentukan kecepatan sudut dari
batang dan kecepatan magnet sesaat setelah
tumbukan.

Jawab :

Energi kinetik
T1 = 0
T2 = mDvo2 = (0,015) vo2 = 0,0075vo2

Energi potensial
V1 = mDgh = (0,015)(9,81)(0,320) = 47,088 x 10-3 J
V2 = 0

Hukum kekekalan energi


T1 + V1 = T2 + V2
0 + 47,088 x 10-3 J = 0,0075vo2 + 0

V0 = 2,5057m/s

Inersia batang
I = (0,2)(0,6)2 = 6 x 10-3 kg/m2

Momen di titik C
Sistem momen 1 + sistem impuls = sistem momen 2
mDvo + 0 = mDvA +I
(0,015)(2,5057)(0,3) = (0,0015)(0,3 )(0,3) + 6 x 10-3
= 1,53410 rad/s
VD = VA = (0,3)(1,53410)
VD = 0,460 m/s

Sebuah peti persegi seragam


jatuh bebas dengan kecepatan
vo ketika kabel ab tiba-tiba
menjadi
tegang.
dengan
asumsi bahwa tumbukan
plastik
sempurna,tentukan
kecepatan sudut dari peti dan
kecepatan pusat massa segera
setelah
kabel
menjadi
kencang

Diketahui
= 45o

Ditanya
Kecepatan sudut
Kecepatan

Objek bergerak dari posisi 1 ke 2 ke 3,


Tentukan (a) kecepatan sudut (b) fraksi energi
kinetik hilang selama proses (c)sudut setelah peti
berputar di mana B menyentuh lantai

m adalah masa peti, c adalah panjang sisi

1
1
Momen Inersia I = 12
m(c2+c2) = mc2
6

Kinematika v0 = rG/A0 = 12 2 0

v = rG/B =

1
2

I0 + 0 = I + rG/B;
1
mc20
6

1
2

2 m

1
2

2
3

2 = 2

(a)mencari
1
4

= 0

Sebelum B menabrak lantai

Setelah B menabrak lantai

(b) Fraksi energi hilang


15/16

Konservasi energi konsep

Konservasi energi

Impact Condition

Momen di B
e=1

Ditanya
(a) kecepatan linear & angular
(b) kecepatan bola B setelah berputar bersama

Analisa dampak bola A

Inersia
2
I = MR2
5

Analisa dampak bola B

Inersia
2
I = MR2
5

Momen di

Y
X

VA = (V0 sin )j
VB = (V0 cos )i

maka B=0