Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bergerak merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh makhluk di
bumi. Salah satunya manusia, manusia dalam hidupnya selalu bergerak untuk
dapat memenuhi kebutuhan hidupnya baik untuk keperluan individunya maupun
sosial. Untuk menjaga kesehatan individu biasanya manusia melakukan kegiatan
olah raga seperti halnya berlari.
Lari adalah aktivitas yang dilakukan secepat mungkin. Jadi yang dilakukan
tidak hanya berjalan saja namun menggunakan kecepatan untuk mencapai titik
akhir yang dikehendaki. Untuk menguasai teknik berlari yang benar, maka
seorang pelari harus dapat mengerti bagaimana untuk menggerakkan badan dan
juga kaki untuk menghasilkan gerak langkah yang cepat. Selain itu, tekhnik
pernapasan juga merupakan satu hal lain yang diperhatikan di dalam melakukan
tekhnik berlari yang benar.
Berlari merupakan suatu aktivitas yang mudah dan bisa dilakukan. Berlari
juga relatif tidak membutuhkan persiapan yang rumit pula. Meskipun tergolong
aktivitas yang mudah, berlari bermanfaat luar biasa untuk meningkatkan
kesehatan tubuh. Misalnya: dapat menurunkan berat badan, meningkatkan sistem
kekebalan dalam tubuh, mencegah pengroposan tulang dan masih banyak lagi
yang bisa diuraikan dari manfaat berlari tersebut.
Selain dijadikan salah satu cabang olah raga yang dilombakan, banyak
orang telah memahami dan mulai untuk mengetahui manfaat dari lari itu sendiri
dan bahkan lari pun berkembang menjadi salah satu hobi atau kegemaran yang
banyak dilakukan.
Aktivitas berlari ini juga bisa kita jadikan bahan pembelajaran yang bisa
kita pelajari lebih banyak lagi. Oleh karena aktivitas berlari ini dapat dijadikan
topic utama dalam pembelajaran maka, penulis bermaksud untuk meninjau
aktivitas berlari dari segi kimia, biologi dan fisika.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah aktivitas berlari jika ditinjau dari segi fisika?
2. Bagaimanakah aktivitas berlari jika ditinjau dari segi biologi?
1

3. Bagaimanakah aktivitas berlari jika ditinjau dari segi kimia?


1.3 Tujuan
1. Untuk meninjau aktivitas berlari dari segi kimia.
2. Untuk meninjau aktivitas berlari dari segi biologi.
3. Untuk meninjau aktivitas berlari dari segi fisika.
1.4 Manfaat
1. Bagi penulis
Dapat mengetahui dan memahami serta memberikan informasi aktivitas
berlari yang ditinjau dari 3 segi yaitu kimia, biologi dan fisika.
2. Bagi pembaca
Mendapatkan informasi mengenai aktivitas yang ditinjau dari 3 segi yaitu
kimia, biologi dan fisika.

BAB II
PENDAHULUAN
2.1 Berlari dari Perspektif Fisika
Seluruh benda di alam semesta bergerak. Bisa diperhatikan benda-benda
langit juga bergerak. Tentu yang menjadi pertanyaannya bagaimana benda
tersebut bergerak?. Di darat juga tentu melihat benda-benda bergerak seperti alatalat transportasi, pertanyaanya kembali, bagaimana gerakan alat transportasi
tersebut. Atau bahkan sesuai dengan ide utama tentang aktivitas berlari, tentu
seseorang berlari berarti dalam kondisi bergerak.
Maka melalui hal tersebut, dalam hal ini aktivitas berlari akan ditinjau
dalam persepektif fisika yaitu gerak lurus.
Sebagai contoh, terdapat tiga orang pelari. Dua orang pelari B dan C
bergandengan tangan dan bersama-sama berlari, sedangkan seoarang pelari lagi
berlari di belakang B dan C. Dari peristiwa ini diperoleh bahwa ke dudukan atau
jarak B dengan C berubah terhadap A, sedangkan kedudukan B tidak berubah
terhadap C. Dengan demikian, dapat dikatakan pelari B dan C bergerak terhadap
mobil A, sedangkan pelari C tidak bergerak terhadap pelari B.
Jadi, dari peristiwa tersebut sebuah benda dapat dikatakan bergerak
terhadap benda lain jika kedudukan atau jarak antara kedua benda itu berubah.
Oleh karena itu, untuk mendefinisikan suatu benda bergerak diperlukan suatu
titik sebagai acuan pengamatan atau disebut titik acuan. Pada kegiatan tersebut, C
dan B bergerak terhadap A karena A dianggap sebagai titik acuan, sedangkan B
tidak bergerak terhadap C jika C dianggap sebagai titik acuan. Setiap benda yang
bergerak mengalami perubahan kedudukan terhadap titik acuan tertentu.
a. Kecepatan dan Kelajuan

Gambar 1. a.Risa berjalan ke sekolah b. Riski berlari ke sekolah

Risa berjalan dari rumahnya menuju sekolah. Pada saat yang bersamaan, Rizki
berlari di jalan yang sama menuju sekolah yang sama. Di antara keduanya,
manakah yang lebih cepat sampai? Mengapa demikian?.
Dari contoh di atas, dapat dikatakan bahwa Rizki akan cepat sampai ke sekolah
karena Rizki bergerak lebih cepat daripada Risa. Besaran yang menyatakan suatu
benda lebih cepat atau lebih lambat daripada benda yang lain disebut kecepatan.
Misalnya, Risa dapat menempuh jarak satu meter dalam satu sekon. Mungkin,
Rizki dapat menempuh 2 meter tiap satu sekonnya.
Jadi, kecepatan merupakan besaran yang menyatakan seberapa jauh
perpindahan suatu benda tiap satuan waktu. Adapun yang dimaksud dengan
kelajuan adalah seberapa jauh Rizki atau Risa bergerak dalam suatu selang
tertentu. Kecepatan memiliki nilai dan arah sehingga termasuk besaran vektor.
Adapun kelajuan termasuk besaran skalar karena hanya memiliki nilai. Alat yang
digunakan untuk mengukur kelajuan pada kendaraan disebut dengan speedometer.
1) Kelajuan rata-rata
Ketika kita berlari menuju sekolah pertanyaan dalam benak kita apakah
dari awal kita berlari memiliki kecepatan lari yang sama selama kita
menuju ke sekolah?. Tentu tidak, misalnya jarak rumah dengan sekolah
adalah 160 meter, maka kita berlari ke sekolah selama 5 menit. Maka,
kelajuannya bisa kita langsung bagi 160 meter dibagi 5 menit maka
hasilnya 35 meter/menit. Ini merupakan kelajuan rata-rata. Hal ini
disebabkan kelajuan kita berlari tidak selamanya 35 meter/menit. Bisa
saja karena kelelahan, kita akan lebih pelan untuk berlari.
Maka untuk kelajuan rata-rata :
Jarak tempuh
s
Kelajuan ra tarata=
atau v =
waktu tempuh yang diperlukan
t
2) Kecepatan rata-rata
Seperti pada pembahasan sebelumnya, kecepatan merupakan
besaran vektor. Kecepatan rata-rata adalah besarnya perpindahan sebuah
benda dalam selang tertentu. Secara matematis persamaan kecepatan ratarata dapat dituliskan sebagai berikut.
Kecepatan ratarata=

Perpinda h an
x
atau v =
waktu tempu h yang diperlukan
t

Untuk dapat membedakan istilah kelajuan rata-rata dan kecepatan ratarata, simak contoh kasus berikut.
Ani berlari 70 m ke timur dan 30 m ke barat. Jarak total yang ditempuh
adalah 70 m + 30 m = 100 m, tetapi besar perpindahan adalah 40 m. Misalnya
perjalanan Ani memerlukan waktu 70 sekon. Jadi, laju rata-ratanya adalah:
Kelajuan ratarata=
100 m
=1,42 m/s
70 s

Kecepatan ratarata=

Jarak tempu h
s
atau v =
waktu tempu h yang diperlukan
t

Perpinda h an
x
atau v =
waktu tempu h yang diperlukan
t

40 meter
=0,57 m/s
70 sekon

Contoh 1.
Vina berlari sepanjang lintasan seperti yang digambarkan di bawah ini.

Setelah berlari 5 s, kedudukan Firda adalah x1 = 8 m, dan setelah 12 s


kedudukannya menjadi x2 = 4. Hitung kecepatan rata-rata lari Vina.
Penyelesaian:
Diketahui :
X1= 8 meter
X2= -4 meter
t1 = 5 sekon
t2 = 12 sekon
Ditanyakan :
V ( kecepatanratarata ) ?
Jawab :
v =

x 2x 1 48 12 m
=
=
=1,71 m/s
t 2t 1 125
7s

3) Kelajuan dan Kecepatan Sesaat


Ketika kita berlari tanpa sengaja anjing atau kucing lewat di depan kita maka kita
akan tiba-tiba berhenti, dan bahkan ketika anjing mengejar kita, kita akan berlari
lebih cepat. Dengan peristiwa tersebut dapat dipahami bahwa kelajuan kita berlari
selalu berubah-ubah. Akan tetapi, kamu dapat menentukan kelajuan pada saat
tertentu. Kelajuan ini disebut kelajuan sesaat. Kelajuan sesaat merupakan besaran
skalar, sedangkan kecepatan sesaat merupakan besaran vektor. Oleh karena itu,
kelajuan sesaat disebut juga sebagai nilai kecepatan sesaat.
b. Percepatan
Dalam aktivitas berlari, tentu pernah kita lakukan aktivitas jogging. Kita akan
berlari perlahan-lahan. Namun, tanpa sengaja anjing mengejar kita, pada saat itu
juga kita akan berlari lebih cepat hingga anjing itu berada sangat jauh dari posisi
kita. Semakin lama kita akan semakin berlari lebih cepat. Dalam hal ini terjadi
perubahan kecepatan setiap selang waktu tertentu secara beraturan. Perubahan kecepatan
dibagi selang waktu disebut percepatan. Secara matematis dapat ditulis dengan persamaan
berikut.

a=

v v 1v 0
=
t t 1t 0

Keterangan :

a = percepatan ( m/s 2
v = perubahan kecepatan ( m/s

= perubahan waktu (s)

c. Gerak Lurus

Suatu benda yang bergerak dengan perpindahan sama dalam waktu yang
sama, dikatakan memiliki kelajuan tetap atau kecepatan tetap.

Gambar 2. Grafik perpindahan terhadap waktu untuk gerak lurus beraturan

Apabila dalam waktu yang sama, benda menempuh perpindahan yang berbeda
dan bergerak semakin lama semakin cepat. Gerak semacam ini disebut gerak lurus
dipercepat. Hubungan antara perpindahan dan waktu pada gerak dipercepat,
diperlihatkan seperti pada gambar berikut.

Gambar 3. Grafik perpindahan terhadap waktu untuk gerak lurus beraturan dipercepat

1. Gerak Lurus Beraturan


Dari kegiatan sebelumnya, kamu sudah mempelajari benda yang
bergerak dengan kelajuan tetap. Gerak semacam itu disebut gerak lurus
beraturan. Gerak suatu benda pada lintasan lurus yang kecepatan setiap
saatnya selalu tetap disebut gerak lurus beraturan. Jadi, ciri dari gerak
lurus beraturan adalah kecepatan geraknya selalu tetap. Grafi k
kecepatan terhadap waktu dari gerak lurus beraturan adalah seperti
terlihat pada gambar berikut.

Gambar 4. Grafik v terhadap t dalam GLB

2. Gerak Lurus Berubah Beraturan


Dalam kehidupan sehari-hari, kebanyakan gerak suatu benda
kecepatannya

berubah

setiap

saat,

dapat

dipercepat

ataupun

diperlambat. Misalnya, sebuah benda yang dijatuhkan dari ketinggian

tertentu, kecepatannya sedikit demi sedikit akan berubah menjadi suatu


nilai tertentu yang semakin lama akan semakin cepat atau semakin
lambat. Gerak semacam ini disebut gerak lurus berubah beraturan.
Gerak lurus berubah beraturan dapat terjadi pada dua peristiwa, yakni
ketika perubahan kecepatannya semakin cepat dan ketika perubahan
kecepatan nya semakin lambat

a. Gerak lurus berubah beraturan di percepat


Risa berlari melalui jalan yang menurun. Gerak Risa saat berlari
semakin lama semakin besar. Misalnya, Risa berlarik dari keadaan diam
yang berarti kecepatannya 0 m/s. Kemudian, sepeda bergerak pada
permulaan detik pertama dengan kecepatan 2 m/s, pada permulaan detik
kedua 4 m/s, permulaan detik ketiga 6 m/s, dan seterusnya. Dapatkah
dihitung kecepatan pada detik berikutnya?
Jika dihitung perubahan tiap detiknya, keadaan diam ke detik
pertama pe rubah an kecepatannya (2 m/s 0 m/s) = 2 m/s, perubahan
detik pertama ke detik kedua (4 m/s 2 m/s) = 2 m/s, begitu pula
perubahan kecepatan dari detik kedua ke detik ketiga (6 m/s 4 m/s) = 2
m/s. Jadi, gerak Risa tersebut memiliki perubahan kecepatan setiap
detiknya yang sama sebesar 2 m/s. Gerak semacam ini disebut gerak lurus
berubah beraturan dipercepat.
b. Gerak berubah beraturan diperlambat
Tono sedang berlari di jalan yang datar dengan kecepatan 10 m/s.
Ketika itu Tono berlari lebih pelan sehingga kecepatan sepeda semakin
lama semakin kecil dan akhirnya berhenti. Misalnya, permulaan detik
pertama 10 m/s, detik kedua 8 m/s, detik ketiga 6 m/s, dan seterusnya
sampai detik keenam kecepatannya menjadi 0 m/s (berhenti). Dari detik ke
detik, kecepatan lari Tono berubah secara beraturan semakin lama semakin
lambat. Gerak semacam ini disebut gerak lurus berubah beraturan
diperlambat.
2.2 Berlari dari Perspektif Biologi
2.1.1 Gerak

Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak. Secara umum gerak
dapat diartikan berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau seluruh
bagian dari tubuh makhluk hidup. Meskipun tidak berpindah tempat, manusia
masih dapat melakukan gerakan, misalnya mengedipkan mata. Gerak bukan hanya
berarti perpindahan tempat, tetapi juga mencakup gerakan anggota tubuh.Makhluk
hidup akan bergerak bila aka impuls atau rangsangan yang mengenai sebagian
atau seluruh bagian tubuhnya. Pada hewan dan manusia dapat mewakili
pengertian gerak secara umum dan dapat dilihat dengan kasat mata/secara nyata.
Gerak pada manusia dan hewan menggunakan alat gerak yang tersusun dalam
sistem gerak.
A. Alat Gerak
Alat-alat gerak yang digunakan pada manusia dan hewan ada 2 macam
yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Kedua alat
gerak ini akan bekerja sama dalam melakukan pergerakan sehingga membentuk
suatu sistem yang disebut sistem gerak.
Tulang disebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat melakukan
pergerakkannya sendiri. Tanpa adanya alat gerak aktif yang menempel pada
tulang, maka tulang-tulang pada manusia dan hewan akan diam dan tidak dapat
membentuk alat pergerakan yang sesungguhnya. Walaupun merupakan alat gerak
pasif tetapi tulang mempunyai peranan yang besar dalam sistem gerak manusia
dan hewan.
B. Alat gerak pasif (Tulang)
Tulang dapat dibedakan berdasarkan jaringan penyusunnya dan sifat-sifat
fisik yaitu:
1) Tulang rawan (Tulang Muda atau Cartilago)
Cartilago berfungsi untuk melindungi bagian ujung epifise tulang.
Terutama dalam proses osifikasi/penulangan. Cartilago banyak dijumpai
pada masa bayi terutama pada saat proses perkembangan embrio menjadi
fetus. Pembentukan rangka fetus di dominasi oleh cartilago. Seiring
dengan

perkembangan

fetus

menjadi

bayi

dan

memasuki

usia

pertumbuhan serta dewasa, maka cartilage ini akan mengalami peristiwa


osifikasi. Tetapi tidak semua cartilago dalam tubuh, masih ada beberapa
yang tetap menjadi cartilago. Seperti dijumpai pada trachea/tenggorokan,
daun telinga, hidung bagian ujung, ruas-ruas persendian tulang.

Cartilago tersusun atas matriks condrin yaitu berupa cairan kental


yang banyak mengandung zat perekat kolagen yang tersusun atas protein
dan sedikit zat kapur/Carbonat. Cartilago dibentuk oleh zat pembentuk
tulang rawan yang disebut dengan Condrosit.
2) Tulang keras (Tulang Sejati atau Osteon)
Osteon berfungsi :
1.

Sebagai penyusun sistem rangka tubuh.


2. Sebagai pelindung organ-organ yang vital.
C. Persendian (Artikulasi)
Merupakan hubungan antara 2 buah tulang. Struktur khusus yang terdapat
pada artikulasi yang dapat memungkinkan untuk pergerakan disebut dengan
sendi.
Artikulasi dapat dibedakkan menjadi :
1) Sinarthrosis (Sendi Mati)
Yaitu hubungan antara 2 tulang yang tidak dapat digerakkan sama sekali.
Artikulasi ini tidak memiliki celah sendi dan dihubungkan dengan jaringan
serabut. Dijumpai pada hubungan tulang pada tulang-tulang tengkorak yang
disebut sutura/suture.
2) Amfiarthrosis (Sendi Kaku)
Yaitu hubungan antara 2 tulang yang dapat digerakkan secara terbatas.
Artikulasi ini dihubungkan dengan cartilago. Dijumpai pada hubungan ruas-ruas
tulang belakang, tulang rusuk dengan tulang belakang.
3) Diarthrosis (Sendi Hidup)
Yaitu hubungan antara 2 tulang yang dapat digerakkan secara leluasa atau
tidak terbatas. Untuk melindungi bagian ujung-ujung tulang sendi, di daerah
persendian terdapat rongga yang berisi minyak sendi/cairan synovial yang
berfunggsi sebagai pelumas sendi.

10

Dapat dibedakan menjadi :


a.

Sendi engsel
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan hanya satu arah
saja.

b. Sendi pelana/sendi sellaris


Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan kedua arah.
Dijumpai pada pada tulang ibu jari.
c.

Sendi putar
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan salah satu tulang berputar
terhadap tulang yang lain sebagai porosnya.

d. Sendi peluru/endartrosis
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan ke segala
arah/gerakan bebas.
e. Sendi geser
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan pada satu bidang
saja atau gerakan bergeser.
f. Sendi luncur
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan badan
melengkung ke depan (membungkuk) dan ke belakang serta gerakan
memutar (menggeliat).
g. Sendi gulung
Yaitu hubungan antar tulang yang gerakan tulangnya seolah-olah mengitari
tulang yang lain.

11

h. Sendi ovoid
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan berporos dua,
dengan gerak ke kiri dan ke kanan; gerakan maju dan mundur; gerakan
muka/depan dan belakang.
D. Alat Gerak aktif
Otot disebut alat gerak aktif karena otot memiliki senyawa kimia yaitu
protein aktin dan myosin yang bergabung menjadi satu membentuk aktomiosin.
Dengan aktomiosin inilah otot dapat bergerak. Sehingga pada saat otot menempel
pada tulang dan bergerak dengan otomatis tulang juga akan bergerak. Dengan
memiliki aktomiosin ini maka otot mempunyai sifat yang lentur/fleksibel dan
mempunyai kemampuan untuk memendekkan serabut ototnya (pada saat
kontraksi) dan memanjangkan serabut ototnya (pada saat relaksasi/kembali pada
posisi semula)

2.1.2

Bernafas
Makhluk hidup memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya

dengan benda tak hidup. Makhluk melakukan aktivitas bernapas, bergerak,


menerima dan mereaksi terhadap rangsang, memerlukan makanan, tumbuh
dan berkembang biak. Sedangkan benda tak hidup tidak melakukannya.
Bernafas berkaitan dengan keluar masuknya udara melalui alat-alat
pernapasan. Bernapas meliputi proses inspirasi (memasukkan udara) dan
ekspirasi

(mengeluarkan

udara).

Untuk dapat terlaksananya proses inspirasi dan ekspirasi, kita perlu mengenal
beberapa organ tubuh diluar alat pernapasan yang berkaitan dengan proses
pernapasan, diantaranya:
a. Diafraghma

12

Merupakan sekat rongga dada yang membatasi antara rongga dada


dengan rongga perut. Rongga dada berisi paru-paru dan jantung, sedangkan
rongga perut berisi lambung dan alat-alat pencernaan lainnya).
b. Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis)
Merupakan otot tempat melekatnya tulang rusuk. otot ini akan
berkontraksi atau relasasi saat terjadi proses pernapasan. permukaan bagian
dalan rongga dada dan permukaan luar dari paru-paru dilapisi oleh membran
pleura. membran pleura yang melapisi bagian dalam rongga dada disebut
pleura parietal, sedangkan yang melapisi paru-paru disebut pleura visceral.
Diantara kedua membran terdapat rongga pleura yang berisi cairan getah
bening.
Di udara banyak terkandung berbagai gas seperti N2, O2, CO2, dan
H2O. Oksigen diperlukan untuk pembakaran sari-sari makanan guna
memperoleh energi melalui reaksi Oksidasi Biologi. Jadi, pernapasan yang
dilakukan oleh organisme bertujuan untuk mengambil energi yang terkandung
didalam makanan. Selain energi, oksidasi biologi juga melepaskan karbon
dioksida dan uap air sebagai produk akhirnya, sesuai dengan reaksi berikut :
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + Energi
(gula) (oksigen) (karbondioksida) (uap air)
Mekanisme bernapas
Pernapasan manusia dibedakan atas pernapasan dada dan
pernapasan perut. Pernapasan dada terjadi melalui fase inspirasi dan
ekspirasi,

demikian

juga

untuk

pernapasan

perut.

Mekanisme pernapasan dada


a.

Fase Inspirasi pernapasan dada


Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut: Otot antar

tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk


terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam
paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar
masuk ke paru-paru
b. Fase ekspirasi pernapasan dada

13

Mekanisme ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai berikut: Otot


antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut
--> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan
udara luar --> udara keluar dari paru-paru.
Mekanisme pernapasan perut
1.

Fase inspirasi pernapasan perut

Mekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut: sekat rongga dada


(diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paruparu mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan
tekanan udara luar --> udara masuk
2.

Fase ekspirasi pernapasan perut

Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut: otot diafraghma relaksasi


--> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis -->
tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara
keluar dari paru-paru.
2.3 Berlari dari Perspektif Kimia
Pada saat manusia melakukan kegiatan berlari, ia tentunya akan melakukan
proses pernapasan atau respirasi. Pernapasan atau respirasi merupakan
serangkaian langkah proses pengambilan oksigen dan pengeluaran sisa berupa
karbondioksida dan uap air. Proses pernapasan ini berlangsung ketika makhluk
hidup

menghirup

oksigen

(O2)

kemudian

mengeluarkannya

berupa

karbondioksida (CO2). Saat itu, pernapasan manusia akan lebih cepat karena pada
saat itu, tubuh manusia sedang melakukan proses pembakaran energy. Maka dari
itu, saat berlari manusia akan lebih sering untuk melakukan proses respirasi.
Dalam bidang kimia, yang akan dikaji adalah senyawa dari proses respirasi yang
dilakukan seseorang saat berlari. Sebelum memaparkan tentang senyawanya, kita
perlu memahami tentang molekul unsure terlebih dahulu.
Molekul unsur adalah kumpulan atom-atom yang berasal dari unsur yang
sama, sedangkan molekul senyawa adalah kumpulan atom-atom yang berasal dari

14

dua atau lebih unsur. Molekul unsur pada proses respirasi adalah gas oksigen
dengan rumus molekul O2, sedangkan contoh dari molekul senyawa yakni gas
karbon dioksida dengan rumus molekul CO2 serta air (H2O). Proses respirasi
melibatkan molekul unsur dan molekul senyawa, dapat dituliskan dalam
persamaan reaksi kimia sebagai berikut:

Persamaan reaksi kimia diatas menunjukkan bahwa proses respirasi yang


terjadi didalam tubuh seperti yang telah disebutkan pada bagian mekanisme
pernapasan, menggunakan oksigen untuk menguraikan glukosa yang didapat dari
asupan makanan (karbohidrat) menjadi air, karbon dioksida, serta energi yang
dapat digunakan tubuh untuk melakukan aktivitas seperti berlari. Ditinjau dari
rumus molekulnya, maka dapat disimpulkan bahwa molekul unsur dalam proses
respirasi adalah oksigen, dan molekul senyawa dalam proses respirasi adalah
glukosa, air, dan karbon dioksida.

BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
1. Aktivitas berlari apabila dariperspektif fisika maka akan ditinjau
melalui materi gerak lurus. Berlari adalah aktivitas bergerak. Sebuah
15

benda dapat dikatakan bergerak terhadap benda lain jika kedudukan


atau jarak antara kedua benda itu berubah
2. Aktkivitas berlari dari perspektif biologi, akan ditinjau dari ciri
makhluk hidup dengan sifat dapat bergerak dan alat-alat gerak yang
menyeabkan manusia dapat bergerak.
3. Aktivitas berlari dari pespektif kimia, akan ditinjau dari proses
pernapasan atau respirasi. Pernapasan atau respirasi merupakan
serangkaian langkah proses pengambilan oksigen dan pengeluaran sisa
berupa karbondioksida dan uap air.
3.2 Saran
Untuk materi dengan menentukan ide utama harus benar-benar sesuai
dengan materi yang diajarkan pada semester tersebut.

16

DAFTAR PUSTAKA
Karim, Saeful, dkk.2009. Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar.
Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Suhardi, dkk. 2009.Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu dan
Kontekstual VII. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Ahira, Anne.2012. Pengertian Olah Raga Lari. Diakses pada tanggal 5 September
2014. http://www.anneahira.com/pengertian-olahraga-lari.htm. Pukul: 21:00
WITA
Diakses
tanggal
5
September
2014.
http://intipskesehatan.blogspot.com/2014/01/manfaaat-berlari-kesehatan-tubuh.htm. Pukul:
21:15 WITA
Zaif, Anthony.2010.Sistem Gerak Manusia. Diakses tanggal 5 September 2014.
http://zaifbio.wordpress.com/2010/04/29/sistem-gerak-manusia/. Pukul 21.30
WITA

17