Anda di halaman 1dari 3

Definisi:

1. Pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu strategi pembelajaran


dalam konteks kehidupan nyata yang berorientasipada pemecahan
masalah serta mengembangkan berpikir kritis, sintetik, dan praktikal
dengan memanfatkan multiple intellegencies untuk membiasakan belajar
bagaimana belajar (Mukhadis, 2006).
2. Pendapat lain menyatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah
suatu strategi instruksional dalam pembelajaran dimana siswa dihadapkan
pada masalah-masalah yang kontekstual dan tidak terstruktur
(contextualized and ill-structured problem) serta berusaha untuk
mendapatkan solusi-solusi yang berarti (James Rhem, 1998)
3. Sedangkan Sanjaya ( 2009: 214) juga berpendapat bahwa PBL dapat
diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan
pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah
4. Dari bebagai pendapat diatas dapat disimpulkan Dari pendapat di atas
dapat disimpulkan bahwa pengertian PBL adalah pembelajaran yang
memberikan suatu masalah kepada peserta didik dan peserta didik
diharapkan dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan melaksanakan
pembelajaran yang aktif. Sehingga pada pembelajaran ini peserta didik
yang selalu aktif, sedangkan tenaga pengajar hanya sebagai fasilitator
Karakteristik:
1. Menurut Amir ( 2009: 12) 1) pembelajaran di-awali dengan pemberian
masalah; 2) siswa berkelompok secara aktif merumuskan masalah; 3)
mempelajari dan mencari sendiri materi yang ber-hubungan dengan
masalah serta melaporkan solusinya.
Tujuan:
1. Schmidt dalam makalah Andi Ansharullah (2006),
memberikan alasan mengapa masalah disampaikan mendahului
pembelajaran dalam pembelajaran berbasis masalah, yakni; a. dalam
kehidupan nyata, masalahselalu datang yang pertama; b. memungkinkan
pebelajar mencari pengetahuan yang tidak mereka ketahui dan mencari
hal-hal yang mereka perlukan dalam belajar; c. informasi terkunci dalam
otak. Informasi tersebut akan keluar dengan berdiskusi atau berpikir.
2. Menurut Mukhadis, tujuan dari penerapan strategi pembelajaran berbasis
masalah adalah untuk memfasilitasi siswa agar mampu, a. memecahkan
masalah secara efektif, efisien, menarik, terintegrasi, fleksibel, dan
berlandaskan IPTEK; b. memecahkan masalah penuh dengan inisiatif dan

antusia; c. belajar mandiri dan menjadi habit dalam kehidupan seharihari; d. mampu berkolaborasi secara efektif, efisiaen, dan menarik dalam
kerja tim.
Kelebihan:
1. Membantu untuk belajar dan mengevaluasi penalaran klinis (pemecahan
masalah) keterampilan
2. Meningkatkan dan mempertahankan keterampilan belajar mandiri
3. Mempromosikan kolaborasi dan integrasi antara disiplin ilmu dan mata
pelajaran
4. Meningkatkan retensi pengetahuan
5. Menciptakan lingkungan belajar yang lebih merangsang dan
menyenangkan baik bagi mahasiswa dan dosen
6. peserta didik aktif mencari informasi
7. pengetahuan dicapai dan pengetahuan baru dibangun di atas itu
Kelemahan:
1. Adakalanya sumber informasi yang tersedia kurang lengkap
2. waktu yang tersedia tidak cukup untuk melaksanakan pembelajaran
Problem Based Instruction. Hal ini disebabkan mahasiswa masih merasa
kebingungan dan belum terbiasa dalam melakukan penyelidikan dan cara
diskusi kelompok
Hambatan:
1. menurut Sanjaya (2009: 221) Siswa yang tidak memiliki minat atau
tidak memiliki kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk
dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba
Penyelesaian: tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk
memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan
belajar apa yang ingin mereka pelajari.
2. mahasiswa masih merasa kebingungan dan belum terbiasa dalam
melakukan penyelidikan dan cara diskusi kelompok menyebabkan
pelaksanakan pembelajaran Problem Based Instruction. Jurnal
Pendidikan Fisika Indonesia 6 (2010) 108-114
Penyelesaian: dosen memberikan arahan dalam proses penyelidikan dan
diskusi, dan memberikan arahan agar pertemuan berikutnya mahasiswa
mempelajari dahulu materi selanjutnya, sehingga
mempunyaipengetahuanawalyangmemadai.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam sistem PBL


Dalam Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 9 (2013) 8-17 Telah dilkakuan
penelitian menggunakan eksperimen semu dengan pretest posttest control group
design. Variabel bebasnya ada dua macam yaitu strategi PBL berbasis ICT
(kelas eksperimen) dan strategi PBL (pembelajaran konvensional pada kelas
kontrol). Variabel terikatnya adalah pemahaman konsep dan kemampuan
pemecahan masalah fisika
Hasilnya, terdapat perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara siswa
yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi PBL berbasis ICT dan strategi
PBL. (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan
antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi PBL berbasis ICT
dan strategi PBL. Sehingga Diperlukan adanya pengembangan strategi PBL
berbasis ICT yang dilakukan oleh guru secara berkesinambungan seiring dengan
berkembangnya ICT Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 9 (2013) 8-17.
Untuk urutan :
1. Pendahuluan, yaitu menguraikan latar belakang masalah yang akan
diungkapkan, seperti alasan mengapa masalah trsebut perlu dibahas, data
yang ditemukan di lapangan, serta tujuan pembahasan
2. Studi kepustakaan, menguraikan pengertian topik yang dibahasn ahli,
hasil penelitian para ahli, serta merumuskan kerangka berpikir.
3. Pembahasan/ isi, berisi pembahasan masalah yang sesuai dengan masalah
yang diungkapkapkan dalam pendahuluan
4. Penutup, mengungkpakan simpulan dan saran secara singkat terhadap
pembahasan yang telah diuraikan