Anda di halaman 1dari 20

SEORANG

PRIA
DENGAN
KELUHAN
IMPOTEN
Kelompok X

Anggota kelompok

Fakhrurrozy Nasron

Fardhian Zaenal 030.10. 101

Fathi Zahra

030.10. 102

Fefi Oktavia

030.10. 103

Felix Hartanto

030. 10. 104

Fendy Ferdian

030. 10. 105

Ferry Ciputra Wirawan

Fitri Aprillia

Fransisca Stephanie

Friyoga Syahril

Fyrnaz Kautharifa 030. 10. 111

030.10. 100

030. 10. 106

030. 10. 108


030. 10. 109

030. 10.110

Laporan kasus
Pak Ahmad 58 tahun mengeluh impoten sejak
beberapa bulan terakhir. Pak Ahmad tampak
agak gemuk dengan perut agak membuncit,
ikterik tidak ada. BB: 92 kg. TB: 170 cm. TD:
140/90mmHg, suhu afebris. Pembesaran KGB
leher -.

Pada kulit tampak bekas- bekas garukan dan


bercak- bercak kehitaman bekas luka/ bisul kecilkecil.

Anamnesis

Riwayat Penyakit Sekarang


Bagaimana pola makan sehari-hari ?
Apakah ada kesulitan miksi ?
Bagaimana pancaran saat miksi ?
Apakah ada nyeri dada ?

Riwayat Penyakit Dahulu


Apakah pernah ada trauma pada bagian panggul ?
Apakah sebelumnya sudah berobat ke dokter ?
Apakah sudah menggunakan obat-obatan sebelumnya ?

Riwayat Penyakit keluarga


Apakah orang tua menderita penyakit kencing manis ?

Pemeriksaan fisik
Hasil

interpretasi

Keadaan Umum

Compos mentis

normal

Mata

Tidak Ikterik

normal

KGB leher

normal

Kelenjar Tiroid

Tidak membesar

Normal

Berat Badan

92kg

obese

Tinggi Badan

170 cm

Tekanan Darah

140/90 mmHg

normal
Pasien tergolong hipertensi
stage 1 menurut JNC VII

suhu

Afebris

normal

Kulit

Bekas luka/bisul

Diduga karena
gangguan perdarahan
perifer pasien akibat
diabetes mellitus

Pemeriksaan Tambahan
Hasil

interpretasi

Paru

sonor, ronki -/-, wheezing -/-

Normal

Jantung

Bj I dan II normal. Murmur (-)

Normal

abdomen

lemes, NTE ()
Nyeri tekan Mc Burney ()
Murphy sign ()
Shifting Dullness ()
Hepar teraba 2 jari, kenyal
tepi tajam
Lien tidak teraba
Bising usus normal

Hepar teraba 2 jari,kenyal


dan tepi tajam adalah
abnormal

Ekstremitas

edema -/-

Normal

Kasus Tambahan

Ibu Pak Ahmad adalah penderita DM, meninggal


dunia 15 tahun yang lalu karena stroke.

Pak ahmad mengaku sejak 8 tahun ini menderita


hipertensi dan minum obat amlodipin 5 mg sehari
sekali tetapi tidak teratur. Ia juga mengeluh sering
b.a.k terutama pada malam hari

Pemeriksaan Lanjutan

Lingkar perut 102 cm menunjukan obesitas

CXR : elongatio aorta


Hal ini menunjukkan adanya pemanjangan dari aorta
yang disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi
selama 8 tahun ( hipertensi selama 8 tahun).

CTR : 62 %
Hal ini menunjukkan adanya cardiomegali

Infiltrate dan efusi pleura (-)


Ini menunjukkan bahwa paru-paru dalam keadaan
normal.

IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan skenario
kasus di atas, didapatkan
Nama sebagai: Ahmad
informasi
berikut.
IDENTITAS
PASIEN
Usia
: 58 tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Keluhan Utama

: Impoten

Daftar Masalah

Impoten
Impotensi pada pria dapat disebabkan oleh berbagai macam hal
seperti kelainan jantung, masalah psikis maupun masalah hormon
yang mempengaruhi tingkat libido pada pria
Sesuai dengan analisa kasus, pasien mempunyai banyak faktor
resiko untuk terjadinya impotensi yaitu tekanan darah tinggi,
hiperlipidemia, obesitas stage 1 dan Pre-Diabetes Melitus

Usia
Usia pasien (58 tahun) juga termasuk dalam masalah dikarenakan
seiring peningkatan umur, lapisan endotel pembuluh darah akan
mengalami peningkatan permeabilitas sehingga menyebabkan
terjadinya aterosklerosis.

Berat Badan
Pasien tergolong dalam obesitas stage pertama sesuai
dengan perhitungan BMI. Pasien obesitas juga
meningkatkan resiko terjadinya aterosklerosis.

Tekanan Darah
Pasien tergolong hipertensi stage 1 menurut JNC VII .

Bekas luka/bisul
Diduga karena gangguan perdarahan perifer pasien
akibat diabetes mellitus .

Pemeriksaan laboratorium
Hasil

Normal

Interpretasi

Gula Darah
Puasa

115 mg/dl

70-110 mg/dl

GDP meningkat

Trigliserida

225 mg/dl

< 150 mg/dl

TG meningkat karna
hipertensi,diet tinggi
karbohidrat

HDL

30 mg/dl

>40 mg/dl

HDL menurun

HBA1C

7,5%

<6%

HBA1C meningkat
karna glukosa yang
berikatan dengan
hemoglobin 2-3 bulan
yang lalu juga
meningkat.

Masalah

Intepretasi dan Analisis

Trigliserida dan HDL

Diduga karena pre-diabetes pasien dan gaya hidup yang buruk.

Cardiomegali

Terjadi pembesaran melebihi 50% dari Cardio-Thorax Ratio dimana


menandakan terjadinya hipertrofi dari jantung yang diakibatkan oleh
hipertensi pasien

Nocturia

Belum diketahui persis penyebab dari nocturia pasien dikarenakan


kurangnya informasi mengenai banyaknya volume berkemih pasien
setiap malam. Jika volume urin sedikit, diduga pasien juga
mengalami BPH atau pembesaran kelenjar prostat. Jika volume urin
banyak, memperkuat diagnosis diabetes pada pasien.

Genetik

Diketahui ibu pasien menderita DM sehingga meningkatkan


kemungkinan DM pada pasien

Diagnosis kerja

Berdasarkan kriteria dari ATP III, dimana pasien


menderita hipertensi, dislipidemia (kadar trigliserid
darah meningkat, kadar HDL menurun), obesitas
(lingkar perut 102 cm), dan juga diduga kuat
menderita diabetes mellitus (dilihat dari nilai HbA 1C
yang meningkat serta didukung oleh pemeriksaan
fisik dan hasil anamnesis riwayat penyakit keluarga),
maka ini merupakan suatu sindroma metabolic

Diagnosis Banding
Diagnosis banding pasien ini ialah BPH
(Benign prostatic hyperplasia) dikarenakan
pasien mengeluh sering b.a.k pada malam
hari, serta usia pasien juga menjadi
pemikiran terhadap diagnosis ini dikarenakan
semakin meningkat usia pada pria maka
risiko menderita hipertrofi prostat juga
semakin besar

Penatalaksanaan

Non Medika Mentosa


Mengatur pola makan atau terapi gizi medis
Tujuan :
Mencegah peninggian kadar gula darah setelah makan, menurunkan
gejala DM
Mencapai berat badan ideal
Menormalkan serum cholesterol dan trigliserida
Mencegah terjadinya atherosclerosis

Membangunkan aktivitas

Dengan melakukan latihan jasmani seperti berjalan kaki, jogging,


berenang, cycling, dan bermacam macam latihan yang memenuhi
program cripe :

Continous
Rythmical
Interval
Progressive
Endurance
Dengan latihan jasmani, kebutuhan otot terhadap glukosa akan
meningkat
dan akan menurunkan kadar gula darah .

Penatalaksanaan

Medika Mentosa :

Amlodipin .
Amlodipin ialah obat oral yang termasuk kedalam golongan
Calcium Channel Blocker untuk menurunkan tekanan darah.

Derivat statin (HMG CoA reductase inhibitor )


dengan tujuan mengontrol biosintesis kolesterol di hepar
sehingga kolesterol intrasel menurun, jumlah reseptor LDL
meningkat, dan klirens LDL dari darah juga meningkat .

Orlistat
Dikarenakan pasien obesitas dan mempunyai komorbid (DM
tipe 2) dan faktor risiko kv (menurunnya HDL, riwayat
keluarga, dan usia).

obat topical (salep) untuk pengobatan pada kaki


Tidak diberikan obat untuk mengatasi impotensi, dikarenakan
membahayakan fungsi jantung pasien yang pada CXR didapati
adanya kardiomegali

Komplikasi

Sirosis hati
Pada pemeriksaan fisik telah didapatkan hepar teraba 2
jari, diduga pasien telah menderita fatty liver, sehingga
dengan adanya pemberian obat oral untuk mengatasi
dislipidemia yang memberikan efek samping terganggunya
fungsi hati, meningkatkan risiko fungsi hati dapat semakin
memburuk

Decompensatio Cordis
Dikarenakan pasien telah mengalami hipertensi dan juga
kardiomegali

Stroke
Hipertensi meningkatkan risiko terjadinya stroke dan hal ini
didukung oleh usia pasien yang juga merupakan faktor
risiko

Prognosis
Ad Vitam

: Dubia ad bonam

Ad functionam : Dubia ad malam


Ad sanationam : Dubia ad malam

TERIMA KASIH