Anda di halaman 1dari 2

LO 2.

PERAWATAN PRE-GINGIVEKTOMI
Salah satu etiologi gingival hyperplasia pada pasien yang menggunakan alat ortodonsi
cekat adalah karena akumulasi plak yang mengakibatkan keradangan. Perawatan yang
dilakukan untuk menghilangkan gingival hyperplasia tersebut adalah dengan melakukan
terapi bedah, yaitu gingivektomi. Sebelum dilakukan gingivektomi, harus dilakukan
pemeliharaan oral hygiene.
Oral hygiene sangat berperan dalam perawatan ortodonti agar mendapatkan hasil
perawatan yang memuaskan. Untuk mencegah komplikasi-komplikasi yang terjadi, dokter
gigi memiliki peranan yang harus diperhatikan, yaitu memperhatikan oral hygiene pasien.
Membersihkan gigi dengan pesawat ortodonti cekat sedikit lebih sulit, karena pesawat
ortodonti cekat tidak dapat dilepas-lepas oleh pasien, sehingga pemakaian pesawat ortodonti
cekat dibutuhkan perawatan yang lebih intensif untuk mencegah komplikasi yang terjadi.
Dokter gigi berkewajiban untuk memberitahukan kepada pasien bagaimana cara penyikatan
gigi, dental floss, penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride, dan penggunaan obat
kumur yang dipakai untuk memelihara oral hygiene.
Cara Penyikatan Gigi
Sikat gigi yang digunakan pada pasien ortodonti harus memiliki bulu sikat yang
lembut. Sikat gigi merupakan prosedur pemeliharaan oral hygiene yang telah lama dilakukan.
Sikat gigi yang digunakan adalah dimana baris tengah bulu sikat berukuran lebih pendek. Hal
ini bertujuan agar pasien dapat membersihkan bracket dengan mudah dan bulu sikat yang
panjang tetap berkontak dengan permukaan gigi. Sebagai tambahan, pasien juga
diinstruksikan menggunakan sikat gigi interdental yang merupakan sikat gigi manual yang
dipakai untuk menyingkirkan plak subgingiva mulai dari kedalaman saku 2-2,5 mm.
Teknik menyikat gigi yang banyak dianjurkan oleh para ahli karena dinilai cukup
efektif dalam membersihkan plak gigi, yaitu teknik bass. Teknik bass merupakan teknik
penyikatan yang baik karena kepala bulu sikat gigi pada permukaan gigi, lebih tepatnya di
tepi gusi (batas gigi dengan gusi), karena disinilah banyak plak menumpuk. Miringkan kepala
sikat gigi kira-kira sebesar 45 derajat menghadap permukaan gigi. Tujuannya agar bulu sikat
dapat masuk ke celah antara gigi dengan gusi yang disebut saku gusi, dan membersihkan plak
yang ada di dalamnya agar terhindar dari komplikasi-komplikasi yang terjadi.

Frekuensi penyikatan gigi juga merupakan faktor yang mempengaruhi efektifitas


penyikatan gigi. Jika penyikatan lebih sering dilakukan, maka gigi dan rongga mulut lebih
bersih sehingga mencegah akumulasi plak dan timbulnya gingivitis. Penyikatan gigi harus
dilakukan minimal 3 kali sehari khususnya setelah makan dan sebelum tidur selama 2-3
menit.
Dental Floss
Penyikatan gigi memang efektif dalam menyingkirkan plak, tetapi penyikatan gigi
tidak selalu membuat gigi lebih bersih, khususnya pada sisi proksimal. Oleh karena itu
diperlukan pemakaian dental floss pada pasien ortodonti.
Cara menggunakan dental floss adalah mengambil sekitar 45 cm dari dental floss,
kemudian lilitkan pada jari tengah di masing-masing tangan dan sisakan sekitar 4 cm.
Regangkan dengan kencang menggunakan jari telunjuk dan ibu jari. Arahkan dental floss
yang diregangkan di antara gigi. Saat dental floss mencapai batas gusi, lekuk menjadi seperti
huruf C berlawanan dengan permukaan gigi. Gerakkan secara perlahan ke atas, bawah ,
depan, dan belakang untuk membersihkan permukaan gigi. Selanjutnya pindahkan dental
floss kegigi sebelahnya. Dengan gerakan menyerupai gergaji, keluarkan dental floss setelah
seluruh permukaan selesai dibersihkan.asta gigi yang mengandung fluoride
Obat Kumur
Obat kumur diyakini dapat mencegah pembentukan plak gigi dan gingivitis. Obat
kumur yang sering digunakan adalah chlorhexidine, triclosan dan listerine. Chlorhexidine
merupakan obat kumur yang paling efektif membunuh bakteri gram positif dan negatif.
Bahan ini memiliki kemampuan untuk bertahan lebih lama dirongga mulut dengan cara
berikatan dengan jaringan lunak dan keras dalam rongga mulut. Tetapi bahan ini memiliki
efek samping seperti perubahan rasa, restorasi dan bahan adesif bracket ortodonti. Selain
chlorhexidine, bahan yang sering dipakai sebagai obat kumur adalah triclosan. Triclosan
tidak menyebabkan stain pada permukaan gigi. Bahan ini juga dipakai pada pasta gigi. Tetapi
efek penghambatan plak bakteri kurang bila dibandingkan chlorhexidine. Listerine juga
dipakai sebagai obat kumur, karena listerine merupakan obat kumur essential oil/phenolic
dan memiliki efek penghambat pembentukan plak yang sedang.