Anda di halaman 1dari 3

Latar belakang:

Limfadenitis merupakan penemuan yang paling umum didapat pada anak dengan TB. Dalam
sebuah studi disimpulkan bahwa limfadenitis merupakan manifestasi tunggal yang
didapatkan dalam 92% pemeriksaan radiografi dada dan merupakan kelainan yang paling
umum terdeteksi. Faktor yang diduga mempunyai hubungan adalah umur, jenis kelamin dan
status gizi. Dilaporkan dari berbagai Negara prresentase TB anak berkisar 3->25%, angka
kejadian infeksi paling besar didapatkan pada subjek yang memiliki status gizi buruk. WHO
tahun 2012 mencatat bahwa peringkat Indonesia turun ke posisi kelima. Berdasarkan
riskesdas 2013 presentase anak kelompok umur <1-14 tahun dengan TB adalah 0,9%.
TB
TB adalah penyakit menular melalui udara yang disebabkan oleh MTB. Penularan
terjadi secara droplet, pada anak penularan biasanya terjadi dari orang dewasa yang sering
menghabiskan waktu dengan sputum TB paru BTA positif. Gejala paling umum yg terkait
dengan TB adalah: demam lama >2wk, batuk lama >3wk, BB turun tnp sbb yg jelas, nafsu
makan tidak ada (anoreksia) dengan gagal tumbuh dan BB tidak naik dengan adekuat (failure
to thrive), lesu atau malaise, diare persisten. Faktor resiko tinggi TB pada anak adalah
kemiskinan, usia, HIV, maternal TB, malnutrisi..
Untuk menegakkan diagnosis TB pada anak Unit Kerja Koordinasi Respirologi Pengurus
Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia pernah membut alur diagnosis namun dalam
pelaksanaannya di lapangan alur tsb sangat berpotensi menyebabkan tjdnya overdiagnosis.
Untuk mengatasi hal tsb IDAI bersama dengan DEpkes didukung WHO membuat pokja
untuk mengembangkan sisem skoring baru sebagai berikut. Terdapat delapan parameter
dengn nilai skoring masing2 berkisar 0-3, diagnosis kerja TB ditegakkan bila jumlah skor 6,
, namun bila ditemukan adanya gambaran milier atau SKrofuloderma langsung didiagnosis
TB. Sistem skoring ini hanya dikembangkan TU pada sarana kesehatan dengan fasilitas
kesehatan yang terbatas.
Status gizi
Adalah suatu kondisi atau keadaan tubuh sebagai akibat dari makanan yang dikonsumsi,
penyerapan, dan penggunaan zat2 gizi dalam makanan oleh tubuh. Metode pengukuran status
gizi yang sering digunakan adalah antropometri karena mudah dilakukan. Std antropometri
Indonesia mengacu pada std who dengan hasil sbg berikut; dikatakan lebih bila hasilnya
>+2SD, baik bila >-2smp+2sd, kurang <-2smp-3sd dan buruk <-3sd.
Paru
Paru-paru merupakan organ respirasi eksternal yang terletak dalam jaringan yang sangat tipis
dan halus, paru dalam rongga dada terletak secara berdampingan. Setiap paru memiliki
bronkus utama yang memasuki paru melalui permukaan medial yang disebut hilus. Paru
kanan memiliki 3 lobus sementara paru kiri 2 lobus.
Sistem limfatik
Sistem limfa sejajar dengan sistem KV dalam hal ini sistem limfa mengembalikan cairan
getah bening melalui pembuluh ke sst KV untuk pengeluaran produk sisa oleh organ akhir
seperti ginjal, hati, usus, kulit, paru. Sst limfa tdd cairan getah bening, pembuluh, organ yang
mengndung jaringan limfoid ex: KGB, limpa dan timus. Pembuluh limfa toraks
menyampaikan sebagian bsr getah bening ked lm darah.

Limfadenitis
Adalah peradangan atau pembesaran KGB. Limfadenitis TB didapatkan pada anak dgn tb
primer. Gambaran pada foto toraks terjadi sebagai manifestasi dari infeksi primer.
Patofisiologi limfadenitis.
Saat kuman TB masuk ke dalam paru, kuman dapat mencapai alveolus. Masuknya kuman ini
akan segera diatasi oleh makrofag alveolus yang akan memfagosit kuman. Biasanya kuman
dapat dihancurkan namun pada sebagian kecil kasus makrofag tidak dapat
menghancurkannya dan kuman TB akan berkembang biak sampaim akhirnya membentuk
koloni di tempat tersebut. Lokasi pertama koloni kuman TB di jaringan paru disebut focus
primer ghon. Dari focus primer kuman tb menyebar melalui saluran limfe menuju kelenjar
limfe regional. Penyebaran ini menyebabkan terjadinya inflamasi di saluran dan kelenjar
limfe, sehingga menyebabkan saluran limfe meradang yang disebut limfangitis dan kelenjar
limfe regional membesar atau disebut juga limfadenitis.
Foto toraks
Pemeriksaan foto toraks sering kali diperlukan untuk menunjang pemeriksaan lain untuk
menegakkan diagnosis TB pada anak. Berikut merupakan gambaran foto toraks normal pada
anak, terdapat aturan umum bahwa diameter jantung pada bayi dan anak kecil sama dengan
atau kurang dari sekitar 55% dari diameter dada.
Focus ghon adalah situs utama infeksi di paru-paru, ukurannya bervariasi tergantung pada
tingkat infeksi, respond an waktu evaluasi. Limfadenitis hilus merupakan temuan radiografi
yang paling umum dan karakteristik TB primer pada anak. Berikut merupakan contoh
gambaran limfadenitis pada pemeriksaan radiografi.
Kerangka teori
Saat anak terinfeksi MTB dan didukung dengan faktor resiko yang telah disebutkan
sebelumya maka anak dapat memiliki penyakit tuberkulosis paru dengan gejala umum seperti
batuk progresif, demam laam, lesu dan penurunan berat badan. Di dalam tubuh kuman TB
akan menyebar ke kelenjar limfe regional sehingga menyebabkan kelenjar limfe regional
akan membesar dan menghasilkan gambaran limfadenitis pada pemeriksaan foto toraks.
Kerangka konsep
Dalam pemeriksaan penunjang khususnya foto toraks untuk mendiagnosis penyakit
tuberkulosis, status gizi anak merupakan hal yang dinilai memiliki pengaruh yang cukup
besar untuk menghasilkan gambaran limfadenitis paru.
Definisi operasional
Terdapat dua variabel dalam penelitian ini diantaranya variabel tergantung yaitu limfadenitis
pada pemeriksaan foto toraks dan variabel bebas yaitu status gizi dan TB paru. Pengukuran
variabel dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu rekam medic. Skala
pengukuran untuk variabel tergantung adalah nominal dengan referensi dari IDAI, sementara
itu skala pengukuran untuk variabel bebas status gizi adalah Ordianl degan referensi dari
WHO dan tuberkulosis paru menggunakan skala nominal dengan referensi dari IDAI.
Metode penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional, peneliti menggunakan
desain penelitian ini untuk menentukan ada tidaknya hubungan antar variabel. Dengan
rancangan penelitian adalah cross sectional, peneliti menanggap rancangan ini tepat untuk

dilakukan karena pengukuran yang hanya dilakukan satu kali sehingga memudahkan dalam
hal mengumpulkan data.
Lokasi
Penelitian akan dilakukan di rumah sakit x di wilayah tangerang
Waktu
Penelitian ini diperkirakan akan dilakukan dari bulan September hingga desember 2014
Populasi dan kriteria baca aja
Sampel penelitian
Teknik pengumpulan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah consecutive nonrandom sampling. Berikut merupakan rumus untuk menentukan jumlah sampel. Karna lokasi
untuk melakukan penelitian masih x, akibatnya peneliti masih belum memiliki populasi
sehingga tidak dapat menghitung sampel hingga rumus finit. Dengan keterbatasan tersebut
maka penghitungan hingga rumus infinit dianggap cukup. Walaupun Nilai P yang didapat dari
riskesdas tahun 2013 adalah 0,09. Nilai d yang digunakan adalah 0,05. Bila menggunakan
0,01 maka hasil yang di dapat tidak relevan dengan waktu penelitian yang disediakan.
Instrument penelitian
Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder yaitu rekam medic yang
diperoleh dari rumah sakit. Rekam medis dibutuhkan untuk mengetahui variabel bebas dan
tergantung.
Analisis data
Analisis data yang digunakan adalah analisis bivariate, hal ini bertujuan untuk menyatakan
analisis terhadap dua variabel. Data yang telah terkuumpul akan diolah menggunakan
program computer yaitu SPSS. Uji hipotesis yang akan digunakan adalah uji chi-square
Alur penelitian
alur yang akan dilaksanakan peneliti pada penelitian adalah sebegai berikut, pertama pasien
aanak penderita TB akan dilihat data rekam mediknya kemudian akan dikumpulkan untuk
kemudian dianalisis dan akan menghasilkan data dari penelitian.
Etika penelitian
Peneliti tidak akan melakukan intervensi kepada subjek yang akan diteliti. Data yang
digunakan adalah data rekam medic yang ada di rumah sakit. Untuk mendapatkan izin
penelitian dari pihak rumah sakit maka peneliti akan memberikan surat perizinan disertai
dengan proposal penelitian. Untuk menjaga kerahasiaan maka identitas pasien tidak akan
diungkapkan.
Penjadwalan penelitian
Berikut merupakan perkiraan jadwal penelitian. Telah disebutkan sebelumnya bahwa
pelaksanaan penelitian diperkirakan akan dilakukan berkisar bulan September hingga
desember 2014