Anda di halaman 1dari 8

PENGANTAR PARIWISATA

CHAPTER 1
A. Definisi Pariwisata
Jika kita ingin membahas tentang pariwisata, kita harus mengetahui setiap
perbedaan dalam istilah dipariwisata sebelum kita menjelajahi lebih dalam
tentang hal tersebut. Karena faktanya membahas istilah dalam pariwisata tidak
semudah keliahatannya.
Kalau biasanya kita relatif terbiasa dengan definisi umum dalam dunia
pariwisata atau turis, ternyata konsep luasnya sangatlah berbeda. Pertama
sangatlah penting untuk mengetahui bahwa pariwisata adalah salah satu dari
kegiatan rekreasi, dengan ativitas olah raga didalamnya, hobi dan waktu luang,
dan semua aktivitas tersebut disusun dan digunakan pada waktu senggang.
Pariwisata pasti berhubungan dengan pengeluaran, meskipun hal tersebut
bukanlah masalah yang utama, contohnya seseorang yang bersepeda atau
mendaki gunung dipedesaan dalam pekan perkemahan dimana mereka
membawa makanan mereka sendiri akan tidak berpengaruh apa apa untuk
masalah ekonomi, atau jika diambil dari contoh pariwisata yang biayanya
minimal. Jadi dari situ kita bisa menyimpulkan bahwa pariwisata adalah salah
satu aspek waktu luang yang biasa tapi tidak bervariabel dalam soal biaya yang
dikeluarkan oleh sipelaku.
Pariwisata mungkin saja diartikan seperti orang yang hanya berpindah
tempat untuk sementara. Dsini kita menemukan masalah, seperti :
Bisakah bila dikatakan orang yang pergi dari Bristol ke Bath yang jaraknya
hanya 12mil disebut berwisata? Apakah tujuan ataukah jarak yang
menjadi faktornya?
Berapa jarak yang ditempuh seseorang agar mereka bisa disebut turis?
Bedasarkan tinjauan Sumber Daya Komisi Nasional Amerika Serikat
yang didirikan tahun 1973, turis dalam negeri yang berpergian rata rata
berjalan sekitar 50mil, tetapi Biro Sesnus US menetapkan 11 tahun
kemudian bahwa yang disebut jalan jalan jaraknya harus 100mil. Tapi
masih banyak pendapat lain tentang jarak yang menunjukkan seseorang
itu turis atau bukan, jadi masih belum pasti.
Tetapi Profesor Hunziker dan Krapf dari Univ Berne tahun 1942
mengatakan bahwa pariwisata harus dibedakan dari jumlah fenomena dan
tidak berhubungan dengan suatu aktivitas atau menetap permanen.
Definisi ini membantu dalam membedakan pariwisata dengan migrasi tapi
membuat asumsi baru bahwa jalan jalan dan tinggal memang
dibutuhkan juga dalam berwisata. Di sisi lain membedakan bussiness
travel dan leisure tourism juga sangat sulit, walaupun tujuannya
mendapatkan pendapatan namun bussiness travel juga bagian dari
aktivitas senggang.
Liga Nasional
pada tahun 1937 juga berpendapat setidaknya
seseorang dapat disebut turis apabila sudah menempuh perjalanan

selama 24jam untuk segala tujuan. Namun, prinsip yang lemah didalam
hal ini adalah definisinya menolak pergerakan turis domestik. Pada
akhirnya tahun 1963 Konferensi United Nations di Perjalanan dan Tur
Internasional sepakat untuk menggunakan kata Pengunjung untuk
mendeskripkan orang orang yang berkunjung ke negara lain untuk
segala tujuan yang dibedakan menjadi dua jenis pengunjung, yaitu :
1. Turis, yang disebut sebagai pengunjung temporer yang hanya menetap
setidaknya 24jam yang tujuannya menghabiskan waktu luang
2. Darmawisatawan, yang disebut sebagai pengunjung yang hanya
menetap kurang dari 24jam yang tujuannya hanyalah transit dan
penumpang kapal pesiar.
B. Terhadap definisi setuju
Definisi tentang turis domestik masih gagal, Pekerja partai diInstitute
Pariwisata Britain mengusulkan percobaan untuk mengatasi masalah kabar
tersebut tahun 1976, yaitu:
Pariwisata umumnya adalah orang yang berpergian ke tempat diluar dari
aktivitas kerja dan kesehariannya, dan menetap disuatu tempat, termasuk
seluruh kegiatan yang bertujuan, seperti berkunjung.
Diartikan lebih luas lagi oleh International Conference Rekreasi waktu
luang, oleh AIEST dan Asosiasi Tur di Cardiff tahun 1981, yaitu :
Tur bisa didefinisi dalam istilah yang khusus yang dipilih dan diluar
lingkungan rumah. Tur bisa saja tidak berkaitan dengan menginap diluar.
C. Produk Turis
Yang dimaksud dalam produk turis adalah lebih menuju ke arah servis jasa
bukan dalam bentuk barang jadi. Yang dilakukan dalam hal ini adalah menjual
paket wisata, tapi hal ini tidaklah mudah, contohnya, produk turis tidak dapat
didapat langsung seperti membeli barang jadi (mesin cuci, kamera, atau barang
lainnya), karena membeli paket wisata adalah salah satu bentuk investasi yang
meliputi kepercayaan konsumen karena harganya yang mahal apalagi memasuki
musim liburan.
Karena menjual paket wisata sama dengan menjual mimpi. Setiap turis
yang membeli paket wisata tidak hanya membeli sebuah layanan jasa seperti
kursi pesawat, hotel, makanan, dll tetapi juga membeli suasana/lingkungan baru,
pemandangan alam yang indah, pemandangan tropis, budaya baru dan wilayah
yang bisa mereka nikmati. Susunan acara liburannya pun harus menjadi kesan
tersendiri, yang bisa dikenang lewat foto/video.
Tapi kendala dalam penjualan paket wisata ini adalah caranya mengubah
mimpi tersebut menjadi kenyataan. Karena faktanya tidak selalu rencana yang
telah disusun berjalan sesuai rencana, bisa saja terkena gangguan, contohnya,
seperti gangguan dipesawat, penerbangan yang tertunda, wisata dipantai gagal

karena hujan, itu bisa menjadi mimpi buruk bagi para turis. Karena setiap paket
tur yang dijual berbeda beda tentu saja bentuk pelayanan dan suasana pasti
berbeda namun tetap saja harus diperhatikan agar tidak ada kendala ataupun
gangguan yang membuat para turis merasa tidak nyaman.
Satu lagi karakteristik dari wisata adalah wisata tidak bisa membawa turis
tetapi turis yang harus membawa wisata. Dalam arti kata semua harus benar
dan tepat, tidak ada yang berubah ataupun kurang. Permintaan harus tetap
seimbang, untuk jumlah permintaan kamar atau kursi pesawat, sebisa mungkin
industri pariwisata harus mengisi kamar atau kursi yang kosong, bila perlu diberi
diskon. Jika permintaan meningkat, industri pariwisata akan menyesuaikan
sesuai kenaikan permintaan walaupun membutuhkan waktu yang lama untuk
beradaptasi, agar tetap mendapat profit.
D. Pariwisata Alam
Untuk memperdalam hal ini, kita harus belajar dari lebih dekat dari 5
kategori tur
E. Motivasi untuk wisata
Ada 3 tujuan :
1. Liburan (termasuk mengunjungi teman, kerabat/keluarga yang disebut
VFR Travel)
2. Binsis (termasuk meeting, dll)
3. Lain lain (termasuk belajar, spiritual, kesehatan)
Penting untuk kita membedakan antara tujuan dari berkunjung. Business
travel akan berbeda dari Holiday Travel, kalau di bussiness travel biasanya
singkat dan semuanya dipertimbangkan mulai dari transportasi, servis dan
fasilitasnya karena semua biayanya ditanggung oleh perusahaan tersebut,
berbeda dengan travel individu, mereka cenderung
tidak terlalu
mempermasalahkan biaya untuk mereka sendiri.
Tapi kita juga harus mengidentifikasi alasan mengapa memilih lebih
spesifik lagi dalam memilih tipe liburan. Karena setiap orang pasti mencari
perbedaan kualitas didestinasi yang sama, contohnya, ski resort, ada yang
memilih lokasi tersebut karena merupakan fasilitas olah raga, ada juga untuk
kesehatan (udara yang bersih), atau lingkungan sosialnya.
F. Karakteristik dari tur
Hal ini mendefinisikan jenis berkunjung untuk apa dan kemana. Pertama,
membedakan turis domestik dan turis internasional. Hal itu penting untuk
pendapatan negara. Selanjutnya seperti apa destinasi yang dipilih? Apakah spa
untuk kesehatan, gunung, pedesaan, dll? Lalu berapa lama waktu yang akan
dihabiskan untuk berlibur?

G. Model dari Organisasi Tur


H. Komposisi dari Tur
I. Karateristik dari Turis
J. Destinasi Turis
K. Variasi dari Destinasi
L. Atraksi,
M. Penginapan dipinggir pantai
N. Kota Bersejarah
O. Even Destinasi
P. Kesuksesan Destinasi
The Motivation for Touring
Dari ketiga kategori tersebut sangatlah penting untuk membedakan tujuan
pengunjung, karena setiap kategori-kategori tersebut memiliki makna yang
berbeda-beda. Travel akan berbeda dengan pergi berlibur. Bisnis travel perlu
mengutamakan trasportasinya, keberadaan pelayanannya serta kenyamanan
akan fasilitas sampai ke tujuan. Biaya perjalanan liburan sangatlah tidak
menentu, harga akan lebih murah akan mendorong tingkat jumlah travel pada
umumnya. Kita harus mengindentifikasikan alas an setiap orang tentang memilih
tip eperjalanan atau hotel yang dipilih orang-orang.
The Characteristics of The Tour
Hal ini menunjukan jenis kunjungan yang dibuat serta letaknya. Pemilihan salah
satu tujuan liburan dengan memilih salah satu kota adalah hal yang penting dan
berpengaruh pada keadaan ekonomi serta pada pengeluaran. Pada akhirnya
pengunjung harus menetapkan maximum waktu pada waktu saat berlibur.
Mode Of Tour Organization
Sebuah tour mungkin akan membuat sebuah paket dalam hal mengatur
organisasi tpurnya. Operator pada tour atau agen pada tour itu sendiri tetap bisa
membuat sebuah paket pada tour tetapi hal ini membuat biaya yang dikenakan
akan lebih mahal dan para client dapat mengatur sendiri tujuan tournya
tersebut.
The Composition of The Tour
Semua turis melibatkan perjalanan yang jauh dari tempat tinggal, seperti yang
telah kita lihat, dan dalam kasus pariwisata, seperti yang telah diajukan
pelancong, hal in melibatkan akomodasi. Sebuah paket tour biasanya akan
terdiri dari transpot, akomodasi, dan perpindahan, namun dalam beberapa kasus
tersedia beberapa servise tambahan.

The Characteristics of The Tourist


Kita harus mengidentifikasikan turis berdasarkan kelompok kewarganegaraan,
kelas social, jenis kelamin, dan daya hidup.Penelitian sekarang lebih focus
terhadap personality dan gaya hidup sebagimana karakter tersebut yang
menentukan pilihan jenis liburan, daripada hanya semata-mata melihat pada
kelas social dan pekerjaan.
The Tourist Destination
Ini merupakan topik yang komplek, sebagaimana sebuah tujuan dapat berupa
resort atau kota, sebuah daerah dalam Negara, seluruh Negara atau bahkan
bagian yang lebih besar dari dunia. Bagaimana pun juga semua tujuan-tujuan
liburan tersebut menunjukan karakteristik.
Varieties of Destination
Ada 2 jenis tujuan dapat berupa alam bebas atau buatan.Tipe dari tujuan para
turis yang sudah sering kita dengar adalah tepi pantai resort yang dimana
mempunya kombinasi dengan matahari, pasir dan laut yang dimana tetao
merupakan bagian terbesar dari segment tempat turis. Tujuan kedua dari sebuah
perjalanan adalah kota urban yang dimana hal ini adalah Britain serta kota-kota
besar yang didalamnya termaksud London, Barcelona. Dengan semua resort,
resort perkotaan dengen reputasi dan dengan citra yang baik didirikan menarik.
Kota yang beragam seperti Glasgow dan Barcelona telah berhasil menciptakan
citra tujuan dengan banyak atraksiunik. Banyak kota yang untung karena
mempunyai Waterfront ( misalnya seperti : sungi, danau, laut, pelabuhan). Yang
dimana baru-baru ini dikenali oleh turis yang tasinya pelabuhan using tempat
wisata. Selain itu yang menjadi daya tarik para turis adalah keadaan pinggiran
kota yang banyak memiliki daya tarik untuk turis. Tetapi disamping itu keinginan
untuk menjauh dari kemacetan kota-kota besar telah menyebabkan minat baru
dalam ketenangan pemandangan alam.
Keterkaitan antara Daya Tarik, Fasilitas, dan Aksesibilitas
Di dalam sebuah perjalanan kita membutuhkan daya tarik, berbagai
fasilitas, dan aksesibilitas. Semakin menarik suatu tujuan akan semakin mudah
bagi untuk memasarkan tujuan tersebut kepada wisatawan apabila tidak ada
yang menghalangi satu sama lain.
Bentuk pertama daya tarik itu sendiri bisa dalam bentuk situs atau acara.
Daya tarik situs itu permanen, sedangkan acara bersifat sementara. Bentuk
kedua dari daya tarik adalah nodal yang contohnya seperti pantai dan kota.
Selain nodal, ada linear yang daya tariknya tersebar pada ruang lingkup geografi
yang luas tanpa focus yang spesifik.
Fasilitas itu penting bagi layanan katering untuk kebutuhan wisatawan.
Ini termasuk akomondasi dan makanan, kendaraan lokal, pusat informasi dan
kebutuhan infrastruktur untuk mendukung kepariwisataan, layanan kegunaan
publik, dan fasilitas parkir.

Sebuah perjalanan harus mudah diakses, jika itu untuk fasilitas


kunjungan dari turis-turis. sementara ada turis yang berani mengambil resiko
yang besar untuk melihat beberapa tempat yang menarik, kebanyakan turis-turis
tidak begitu tertarik untuk melakukan perjalanan kecuali kalau itu relatif mudah
untuk di capai. Ini berarti para tur operatur harus pandai-pandai dalam memilih
tempat kunjungan, akses untuk meuju ke tempat tersebut, akomondasi, katering
dll
Lokasi objek wisata adalah bersifat tetap secara alamiah sedangkan objek
wisata adalah bersifat sementara dan sering kali dipasang dalam rangka untuk
meningkatkan jumlah turis untuk perjalanan tertentu. Beberapa peristiwa punya
skala waktu yang pendek.
Pusat perjalanan adalah perjalanan yang daya tarik dari areanya sangat erat jika
dikelompokkan. Resor di tepi laut dan perkotaan adalah contoh dari daya tarik
pusat yang khas, membuat mereka menjadi idaman untuk dikemas oleh tur
operatur.
Garis kepariwisataan adalah daya tarik yang tersebar luas tanpa sebuah fokus
yang spesifik. Kebanyakan dari daya tarik dan tujuan yang tidak terwujud &
tergantung pada gambaran yang memiliki potensi wilayah tersebut.
Bournemouth, inggris
Bournemouth adalah salah satu resor tepi pantai yang paling populer di
Britain. Yang memiliki reputasi yang bagus seperti zaman Victorian, faktanya
kota ini merupakan warisan dari Victorian. Tak heran jika begitu banyak orang
telah datang berbondong-bondong ke kota yang satu ini sejak zaman Victoria
dulu. Kota ini mempunyai 2 jalur dari london, melalui jalan tol dan jalur rel kereta
api. Keuntungan dari kota ini dengan tidak bergantung pada pariwisatanya,
hasilnya adalah belanja dari toko spesial terbaik di Britain. Hiburan menarik disini
adalah orkestra yang mempertambah hiburan saat musim panas. Kesuksesan di
kota ini bisa dikatakan sangat besar dari akomondasi yang tersedia, mulai dari
hotel bintang lima yang sudah tertera di daftar buku pemandu sebagai salah
satu dari 650 tempat bagus untuk menginap.
Bath, inggris
Kota bath didirikan oleh bangsa Romawi dan merupakan kota yang mapan,
bangsa Romawi membangun tempat-tempat pemandian yang berasosiasi
dengan kuil pemujaan. Selama bertahun-tahun kemudian, kota ini terkenal
sebagai kota spa selama era Georgia, yang menyebabkan ekspansi besarbesaran dan meninggalkan warisan arsitektur Georgia. Oleh karena itulah,
sampai sekarang kota Bath dikenal dengan nama Bath Spa.
Oberammergau, Jerman
Desa ini terkenal denganm produksi dari Passion Play. Desa ini juga
dikenal sebagai rumah dari tradisi panjang ukiran kayu. Jalan-jalan pusat
Oberammergau adalah rumah bagi puluhan toko pemahat kayu. Hal

membanggakan didesa ini ialah fasilitas rekreasi nya termasuk kolam berenang
modern indoor-outdoor.

Keberhasilan perjalanan
Ada 3 poin penting yang harus diperhatikan di relasi tujuan kepariwisataan:
Kesempatan dari istilah kesuksesan mereka dapat ditingkatkan jika keuntungan
yang ditawarkan itu unik. Lebih menguntungkan sebuah tujuan yang ditawarkan,
maka semakin besar daya tarik dari tujuan. Kebanyakan destinasi bergantung
kepada banyaknya pengunjung yang kembali, dan akan membutuhkan
kelanjutan untuk meningkatkan dan menambah jarak mereka dari daya tarik
untuk mendorong para pengunjung berulang-ulang.