Anda di halaman 1dari 51

Novi Catur Muspita, S. Pd., M.

Si
Dosen FISIP Universitas Islam Balitar,
disampaikan pada perkuliahan 22 Agustus 2015
sosiologi2015.blogspot.com.
www.slideshare.net/novimuspita

Apa Hukum Adat itu

Terminologi
adat diambil dari bahasa Arab yang berarti
kebiasaan.
Prof. Amura, istilah ini berasal dari Bahasa
Sanskerta, digunakan Minangkabau kurang
lebih 2000 tahun yang lalu, adat berasal dari
dua kata, a dan dato. A berarti tidak dan dato
berarti sesuatu yang bersifat kebendaan

DEFINISI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adat
adalah; cara yg sudah menjadi kebiasaan; wujud
gagasan kebudayaan yg terdiri atas nilai-nilai
budaya, norma, hukum, dan aturan yg satu dng
lainnya berkaitan menjadi suatu sistem.
Karena istilah Adat yang telah diserap kedalam
Bahasa Indonesia menjadi kebiasaan maka istilah
hukum adat dapat disamakan dengan hukum
kebiasaan.

Indentitas Dosen Pengampu


Nama
: Novi Catur Muspita, S.Pd., MS. I
Tempat tgl Lhr: Blitar, 16 Nopember 1981
Alamat : Griya Lovina Amarilys Blok G-2 Kab. Blitar Jawa Timur
Pendidikan :
S 1 Universitas Negeri Malang/ Pend. Luar Sekolah (PLS)
S 2 Universitas Brawijaya/ Sosiologi Pembangunan
Karir: Dosen tetap Universitas Islam Balitar
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP)
No. Hp : 085736260334/ BB. 58455E65
Email
: unisba_novi@yahoo.com
Akses
: sosiologi2015.blog.spot.com
www.slideshare.net/novimuspita

Soejono Soekanto, hukum adat hakikatnya


merupakan hukum kebiasaan, namun
kebiasaan yang mempunyai akibat hukum (das
sein das sollen), Berbeda dengan kebiasaan
(dalam arti biasa).
Syekh Jalaluddin, hukum adat pertama-tama
merupakan persambungan tali antara dulu
dengan kemudian.

Adat Adalah merupakan kepribadian sesuatu


bangsa, merupakan salah satu penjelmaan
dari pada jiwa bangsa yang bersangkutan dari
abad ke abad.
Tiap bangsa di Dunia ini memiliki adat
kebiasaan sendiri yang satu dengan yang lain
tidak sama.

ADAT ISTIADAT
ATURAN YANG BERASAL DARI KETETAPAN
LELUHUR, YAITU KETETAPAN YANG DIBUAT
OLEH PEMUKA ADAT DI JAMAN PURBA,
DIMASA NENEK MOYANG YANG
MENURUNKAN MASYARAKAT SEKARANG

Prof Van Dijk


Adat adalah istilah dari bahasa arab yang
berarti KEBIASAAN
Hukum adat adalah istilah untuk menunjukkan
hukum yang tidak dikodifikasikan dalam
kalangan orang Indonesia asli dan kalangan
orang Timur Asing

Menurut Soekanto
keseluruhan adat yang ( yang tidak
tertulis ) dan hidup didalam masyarakat
berupa kesusilaan, kebiasaan, dan
kelaziman yang mempunyai akibat
hukum

Menurut Prof Bushar Muhammad S.H

Hukum yang mengatur tingkah laku


manusia Indonesia dalam hubungannya satu
sama lain, baik berupa keseluruhan dari
kebiasaan dan kesusilaan yang benar-benar
hidup, berupa suruhan /larangan yang jika
dilanggar akan dikenakan hukuman oleh dan
berdasarkan putusan-putusan dari para
penguasa adat.

Hukum adat:
adalah sistem hukum sumbernya peraturanperaturan tidak tertulis,
berkembang dan dipertahankan
masyarakatnya.
Memuat larangan dan anjuran dan sanksi
dikenal masyarakat hukum adat / sekelompok
orang yang terikat oleh tatanan hukum adatnya
sebagai warga bersama suatu persekutuan
hukum karena kesamaan tempat tinggal
ataupun atas dasar keturunan. (Wikipedia)
akses 16 Agustus 2015

UNSUR HUKUM ADAT


1. Unsur kenyataan, bahwa adat itu dalam
keadaan yg sama selalu dipatuhi oleh masyarakat.
2. Unsur psikologis, adanya keyakinan pada rakyat
bahwa adat dimaksud mempunyai kekuatan
hukum.
Unsur-unsur inilah yang menimbulkan adanya
kewajiban hukum (opinio yuris necessitatis).
Hukum adat tidak statis, terus menerus tumbuh dan
berkembang seperti kehidupan itu sendiri
(Prof. Dr. Soepomo, S.H.)

Adat istiadat memuat empat unsur:


1. Nilai-nilai budaya,
2. Sistem norma,
3. Sistem hukum dan,
4. Aturan-aturan khusus.

1. Nilai-nilai
budaya
merupakan
gagasan-gagasan mengenai hal-hal
yang dipandang paling bernilai oleh
suatu masyarakat.
Contohnya; rukun dengan sesama,
hormat kepada orang tua, bekerja
sama dan lain-lain.

2. Sistem norma adalah berbagai aturan


atau ketentuan yang mengikat warga,
kelompok di masyarakat.
3. Sistem hukum adalah berbagai aturan
atau ketentuan yang mengikat warga
masyarakat.
4. Sedangkan aturan khusus adalah aturan
atau ketentuan yang mengikat warga
kelompok di masyarakat mengenai
kegiatan tertentu dan berlaku terbatas
atau khusus.

NILAI-NILAI UNIVERSAL/SIFAT UMUM HUKUM


ADAT

Asas gotong-royong
Fungsi sosial manusia dan milik dlm masy.
Asas persetujuan sbg dasar kekuasaan umum.
Asas perwakilan dan permusyawaratan.

CORAK/SIFAT KHUSUS HUKUM ADAT


Komunal/kebersamaan: artinya manusia mrpkan
mahluk dlm ikatan kemasyarakatan yg erat
(kebiasaan tolong menolong,dsb.).
Religio-magis: mempercayai dan menghormati
Kekuatan luar biasa yg ada di luar manusia
(upacara2 adat).
Konkrit : pemikiran penataan serba nyata,
satunya perkataan dengan perbuatan.
Visual : perhubungan hukum hanya terjadi dgn
adanya ikatan yg dpt dilihat tanda yg terlihat

KEGUNAAN MEMPELAJARI HK. ADAT

Menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan


bangsa.
Kesadaran akan harga diri semakin
bertambah.
Kesadaran terhadap kepribadian bangsa
semakin tebal.
Memberikan dasar corak tersendiri terhadap
hukum nasional.

DASAR HUKUM BERLAKUNYA HUKUM


ADAT
1. UUD 1945 : pasal 18B(2); pasal 24; pasal 32.
2. UU No. 14 th. 1970 : pasal 23 (1) & pasal 27
(1) jo. UU No. 4 tahun 2004 pasal 25 (1) & 28
(1).

UU No. 14 th. 1970 : pasal 23 (1)


Segala putusan Pengadilan selain harus
memuat alasan2x dan dasar2x putusan itu,
juga harus memuat pasal2x tertentu dari
peraturan2x ybs. atau sumber hukum tak
tertulis yg dijadikan dasar untuk mengadili.

UU No. 14 th. 1970 : pasal 27 (1)


Hakim sebagai penegak hukum dan keadilan
wajib menggali, mengikuti dan memahami
nilai-nilai hukum yg hidup dalam masyarakat.

UUD 1945 : pasal 18B(2)


Negara mengakui dan menghormati kesatuankesatuan masyarakat hukum adat beserta hakhak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan
sesuai dengan perkembangan masyarakat dan
prinsip NKRI.

UUD 1945 : pasal 32 (1) (2).


Negara memajukan kebudayaan nasional
Indonesia di tengah peradaban dunia dengan
menjamin kebebasan masyarakat dalam
memelihara dan mengembangkan nilai-nilai
budayanya.

SEJARAH PERTUMBUHAN HUKUM


ADAT
Istilah Hukum Adat ptama kali:
Dikenalkan oleh Dr. Snouck Hurgronje dlm
bukunya De Atjehers.
Dipakai sbg teknis yuridis di akademis oleh Mr.
Van Vollenhoven.
Van Dijk : istilah adat dr bhs Arab artinya
kebiasaan.
Unsur Hukum Adat : unsur asli dan unsur
agama.

HUB. HK ADAT DGN HK AGAMA


Menurut Van Den Berg & Solomon Keyser
Hukum Adat = Hukum Agama
Teori Receptio in Complexu (penerimaan seluruhnya
hukum agama yg dianut masy. Setempat.
Teori ini mdpat tentangan dr tokoh hk adat lainnya
Prof. Soepomo,
Hk adat mrpk hk non statutair yg sebag besar hukum
kebiasaan dan sebag kecil hukum agama.

Pendapat Prof. Soekanto


Dasar Hukum Adat di Indonesia:
1. Hukum Asli penduduk yakni hukum Melayu
Polinesia
2. Ditambah pengaruh Hukum Agama

SEJARAH HK ADAT DITINJAU DARI PERUNDANGUNDANGAN


Sebelum masa kemerdekaan:
Jaman VOC
Jaman penjajahan Belanda
Jaman pendudukan Jepang
Setelah masa kemerdekaan:
1. UUD 1945
2. Konstitusi RIS
3. UUDS 1950
4. Dekrit Presiden 1959
5. Tap MPRS No.11/MPRS/1960

6. UUPA No.5/1960
7. UU No.14/1970
8. Amandemen UUD 1945
9. UU No.4 /2004

Sejarah Hk Adat Dlm Perundangan


Jaman VOC
Th. 1609 dibuat peraturan khusus terkait hk. Adat
Th. 1757-1765 Mr. Hasselar berencana membuat Kitab Hk
Adat utk pedoman Hakim
Jaman penjajahan Belanda:
Pasal 131 ayat 2 sub b Indische Staatsregeling (IS):
Pedoman bagi pembentuk ordonansi utk hk perdata
materiil bagi org Indonesia dan Timur Asing dg asas bhw
hukum adat mereka dihormati
Pasal 131 ayat 6 IS: Selama ordonansi dimaksud psl 131
ayat 2 sub b tsb blm terbentuk bagi org bukan Eropa
berlaku hukum adatnya

Sejarah Hk Adat Dlm Perundangan


Jaman pendudukan Jepang
Dgn Peraturan Peralihan UU No. 1 th.1942
pasal 3 : Semua badan pemerintah dan
kekuasaannya, hkm dan perat UU an dr pmrth
dahulu tetap diakui sah utk sementara waktu
selama tdk bertentangan dgn aturan pmrth
militer.

Setelah masa Kemerdekaan


1. UUD 1945 : pasal 24; pasal II aturan peralihan
2. Konstitusi RIS 1949 pasal 146 ayat 1 : Segala keputusan
kehakiman hrs berisi alasan2nya dan dlm perkara hukuman
hrs menyebut aturan2 perundangan dan aturan2 hukum
adat yg dijadikan dasar hukuman tsb.
3. UUDS 1950 pasal 104 : Segala keputusan pengadilan hrs
berisi alasan2nya dan dlm perkara hukuman hrs menyebut
aturan2 perundangan dan aturan2 hukum adat yg dijadikan
dasar hukuman itu.

Dekrit Presiden
Tap MPRS No.11/MPRS/1960 Lampiran A
paragraf 402 asas2 pembinaan hukum
nasional spy sesuai dgn haluan negara dan
bdsrk pada hukum adat yg tdk menghambat
perkembangan masy. Adil makmur.

HUKUM ADAT SEBAGAI SUATU SISTEM


HUKUM
Hk. Adat sbg suatu sistem hukum hrs
memenuhi/mempunyai beberapa unsur :
1. Subyek Hukum
2. Obyek Hukum
3. Hak dan kewajiban
4. Peristiwa hukum
5. Hubungan hukum

BEDA SISTEM HK. BARAT DGN HK. ADAT


Hk. Barat membedakan zakelijk rechten dan persoonlijk
rechten; Hk. Adat tdk mengenal kedua pembagian hak
tersebut.
Hk. Barat membedakan antara hukum privat dan hukum
publik; Hk. Adat tdk mengenal perbedaan tsb.
Hk. Barat membedakan pelanggaran2x hukum dlm dua
golongan: golongan pelanggaran pidana dan gol. Pelanggaran
perdata ; Hk. Adat tdk menbedakan, setiap pelanggaran adat
menimbulkan reaksi adat utk memulihkan kembali hk. yg
dilanggar tsb.

MASYARAKAT HUKUM ADAT


Istilah lain: persekutuan hukum
Pengertian persekutuan hukum/masy hukum
adat:
Kesatuan manusia yg teratur (ada aturan)
Menetap di daerah tertentu (ada unsur
komunal)
Mempunyai penguasa (kepala adat)
Mempunyai kekayaan (berwujud & tdk
bwujud)

FAKTOR TIMBULNYA MASY HUKUM ADAT

Faktor genealogis (keturunan/darah):


1. Patrilineal (co: Batak)
2. Matrilineal (co: Minangkabau)
3. Parental (co:Jawa,Bugis)
Faktor teritorial (lingk./wilayah):
1. MHA dgn bentuk tunggal ( Desa di Jawa)
2. MHA dgn bentuk bertingkat (persekutuan
daerah di Minang)
3. MHA dgn bentuk berangkai

Beberapa Contoh MHA


MHA Minangkabau
Dasarnya adalah genealogis Matrilineal
Bentuknya MHA bertingkat: Nagari-suku
Famili di Minangkabau : mpyi penguasa;
kewenangan bmusyawarah dgn Famili lainnya;
ada kekayaan; ada aturan
Penguasa Famili disebut Penghulu Andiko
Tdapat rumah2/jurai2 yg dipimpin oleh nenek
scr bergantian.

MHA BALI
Dasarnya genealogis (Patrilineal)
Bentuknya MHA Tunggal
Pimpinan : kepala desa / Klian & beberapa
pejabat desa

HUKUM KEKELUARGAAN
I. KETURUNAN :
Ketunggalan leluhur
Ada perhubungan darah antara orang yg
seorang dan orang lain.
Dua orang atau lebih yg mempunyai hub
darah/ yg tunggal leluhur, adalah keturunan yg
seorang dari yg lain.

KETURUNAN BERSIFAT
Keturunan Lurus : orang yg satu merupakan
keturunan langsung yg lain.
Keturunan Menyimpang/bercabang : antara
kedua orang atau lebih terdapat adanya
ketunggalan leluhur.

Tingkatan keturunan = derajat keturunan


Tiap kelahiran adalah satu tingkatan / satu
derajat.
Silsilah adalah suatu bagan dimana
digambarkan dengan jelas garis-garis
keturunan dari seseorang (suami istri), baik
lurus keatas, ke bawah, dan menyimpang.

GARIS KETURUNAN
PATRILINEAL : hanya melewati garis laki-laki
MATRILINEAL : hanya melewati garis
perempuan
PARENTAL : melewati garis laki dan
perempuan / bapak ibu

ARTI PENTING HUB KEKELUARGAAN


MASALAH PERKAWINAN

MASALAH PEWARISAN

II. HUBUNGAN ANAK DAN ORANGTUA


PENTING DALAM HAL :
Penerus generasi
Harapan orang tua di kemudian hari
Pelindung ortu

Tujuan upacara adat untuk anak


Perhatian ortu terhadap anak
Anak mendapat perlindungan dan berkah dari
yang maha kuasa, leluhur, segala kekuatan
gaib disekililingnya

Anak lahir diluar nikah/kawin


Di Mentawai, Timor, minahasa, Ambon : dianggap
biasa seperti wanita melahirkan anak dalam
perkawinan yang sah.
Jaman dulu: ibu+anak dicela; dibuang dari
persekutuan; dijadikan budak; dibunuh.
Sumsel, Bali : pria yg menghamili dipaksa untuk
menikahi.
Jawa, Bugis: nikah tambelan; pattongkog sirig.

ANAK LAHIR HUB ZINAH


Hukum adat: suami menjadi bapak dari anak
yg lahir.
Hukum Islam : bila anak lahir lebih dari 6
bulan sejak nikah sebagai anak sah

HUB ANAK DAN ORTU


Larangan kawin anak-bapak atau anak-ibu
Saling wajib memelihara dan memberi nafkah
Anak dibuang oleh bapaknya
pegat mapianak

di Bali

III. HUB ANAK DENGAN KELUARGA


Garis Keturunan

Hubungan dengan keluarga

Patrilineal

Keluarga dari pihak bapak lebih erat


/ penting

Matrilineal

Keluarga dari pihak ibu lebih erat /


penting

Parental

Keluarga dari pihak bapak dan pihak


ibu sama erat / penting

IV. MEMELIHARA ANAK PIATU


Garis
Ibu
Bapak
Keduanya
Keturunan meninggal meninggal meninggal
Patrilineal
Bapak
Ibu dan
Kerabat
lingkungan
Bapak
keluarga
Bapak
Matrilineal
Kerabat Ibu Ibu
Kerabat Ibu

Parental

Bapak

Ibu

Keluarga yg
terdekat /
mampu

DIRGAHAYU RI KE-70,
KERJA UNTUK RAKYAT, KERJA UNTUK
NEGARA, KERJA UNTUK BANGSA
SELAMAT BELAJAR & BERKARYA