Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang, penulis
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga dapat menyelesaikan makalah Pemanfaatan Radiasi
Dalam Pembedahan, Diagnosa dan Terapi
Adapun makalah Ini telah penulis usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan
berbagia pihak, sehingga dapat memepelancar pembuatan makalah ini. Untuk itu penulis tidak
lupa menyampaikan terma kasih kepada pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik
dari segi punysun bahasa maupun segi lainya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan
terbuka penulis membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik
kepada penulis sehingga penulis dapat memperbaiki makalah ini.
Akhirnya penyususn mengharapkan semoga dari makalah ini kita dapat mengambil hikmah dan
manfaat sehingga dapat memberikan inspirasi terhadapt pembaca

Yogyakarta, 26 Maret 2015

Penulis
1

DAFTAR ISI
PENDAHULUAN..3

LATAR BELAKANG3

RUMUSAN MASALAH...3

TUJUAN3

PEMBAHASAN4

PENGERTIAN RADIASI.4

JENIS RADIASI4

PEMANFAATAN RADIASI5

AKIBAT RADIASI7

PENUTUP..8

KESIMPULAN..8

DAFTAR PUSTAKA.9

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Bagi masyarakat awam, kata radiasi selalu dihubungkan dengan bom atom, kecelakaan
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), limbah radioaktif, serta penyebab timbulnya penyakit
kanker. Mereka juga cenderung merasa cemas dan takut terhadap radiasi, tetapi tidak ingin
memahami radiasi secara obyektif. Seringkali mereka tidak dapat membedakan antara bahaya
radiasi akibat kecelakaan tersebut dengan radiasi yang mereka peroleh dalam kegiatan seharihari, misalnya radiasi yang berasal dari pemeriksaan kesehatan atau radiasi yang berasal dari
lingkungan.
Perlu kita sadari bahwa tidak ada satupun aktivitas manusia yang benar-benar aman.
Pemanfaatan radiasi juga mengandung risiko, seperti halnya aktivitas sehari-hari manusia,
misalnya mengendarai mobil, naik tangga atau bahkan mandi. Tidak seorangpun di dunia ini
yang tidak pernah terkena radiasi. Karena itu, amat penting bagi kita untuk mendapatkan
informasi tentang radiasi dan efeknya pada manusia. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan
informasi yang sesuai dengan fakta tentang radiasi.
B.Rumusan Masalah
1.Apa pengertian radiasi ?
2.Apa saja jenis-jenis radiasi ?
3. Apa saja pemanfaatan radiasi untuk pembedahan,diagnose dan terapi ?
4.Apa saja akibat dari radiasi ?
C.Tujuan Masalah
1.Menjelaskan pengertian radiasi.
2.Mengetahui jenis-jenis radiasi yang baik digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
3.Menjelaskan pemanfaatan radiasi untuk pembedahan ,diagnose dan terapi.
4.Menjelaskan akibat dari radiasi bagi kehidupan.

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Radiasi
Dalam fisika, radiasi mendeskripsikan setiap proses di mana energi bergerak melalui
media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain. Orang awam sering
menghubungkan kata radiasi ionisasi (misalnya, sebagaimana terjadi pada senjata nuklir, reaktor
nuklir, dan zat radioaktif), tetapi juga dapat merujuk kepada radiasi elektromagnetik (yaitu,
gelombang radio, cahaya inframerah, cahaya tampak, sinar ultra violet, dan X-ray), radiasi
akustik, atau untuk proses lain yang lebih jelas. Apa yang membuat radiasi adalah bahwa energi
memancarkan (yaitu, bergerak ke luar dalam garis lurus ke segala arah) dari suatu sumber.
geometri ini secara alami mengarah pada sistem pengukuran dan unit fisik yang sama berlaku
untuk semua jenis radiasi. Beberapa radiasi dapat berbahaya.
2. Jenis-jenis Radiasi
1. Radiasi Gelombang Mikro (Microwave)
Dihasilkan dari perlambatan elektron pada medan listrik, kegunaannya untuk
gelombang radio, televisi, radar dan alat-alat industri.
2. Radiasi Sinar Ultra Violet
Sinar UV mempunyai panjang gelombang antara 240 nm - 320 nm. Sumber : sinar
matahari, kegiatan pengelasan, lampu pijar, pekerjaan laser.
3.Radiasi Sinar Infra Merah
Dihasilkan oleh benda pijar seperti dapur atau tanur atau bahan pijar lain.
4. Radiasi Sinar Laser
Sinar laser adalah emisi energi tinggi yang dihasilkan dari kegiatan pengelasan,
pemotongan, pelapisan, pembuatan mesin mikro dan operasi kedokteran.
Bahan yg digunakan agar menghasilkan sinar laser:bahan laser gas,laser kristal padat dan
laser semi konduktor.

3. Pemanfaatan Radiasi
Dalam kedokteran radiasi dan zat radioaktif digunakan untuk diagnosis, pengobatan, dan
penelitian. Sinar X, misalnya, melalui otot dan jaringan lunak lainnya tapi dihentikan oleh bahan
padat. Properti sinar X ini memungkinkan dokter untuk menemukan tulang rusak dan untuk
menemukan kanker yang mungkin tumbuh dalam tubuh. Dokter juga menemukan penyakit
tertentu dengan menyuntikkan zat radioaktif dan pemantauan radiasi yang dilepaskan sebagai
bergerak melalui substansi tubuh.
1. Radiasi untuk Pembedahaan.
Salah satu teknologi untuk terapi kanker adalah radiasi sinar gama yang dipancarkan atom
radioaktif. Beberapa teknologi diterapkan untuk kanker, tetapi dosis radiasi gama yang
diperlukan tentunya harus sesuai dengan seberapa besar dan stadium berapa kanker yang
diderita seseorang. Cara terapi radiasi yang lain, yaitu bahan radioaktif yang disuntikkan ke
dalam pembuluh untuk dialirkan menuju kanker (misalnya, yodium radioaktif, yang
digunakan dalam penyembuhan pada kanker tiroid). Cara lain menggunakan pellet kecil (biji)
material radioaktif yang diletakkan langsung ke dalam kanker (misalnya, palladium
radioaktif digunakan untuk kanker prostat). Penanaman ini menghasilkan radiasi hebat pada
kanker, tetapi sedikit radiasi yang menuju jaringan sekitarnya.
2. Radiasi untuk Terapi
Terapi radiasi memainkan peranan penting dalam menyembuhkan berbagai kanker, termasuk
limfoma Hodgkin, non-hodgkin lymphoma tahap awal, sel kanker squamous pada kepala dan
leher, seminoma (kanker testis), kanker prostat, kanker payudara tahap awal, beberapa bentuk
sel kanker paru-paru non-kecil pada pipa udara (larynx) dan prostat, tingkat kesembuhan
adalah penting sama dengan terapi radiasi demikian halnya dengan operasi.
Terapi radiasi dilakukan dengan menggunakan jenis energi sinar tertentu yang bertujuan
untuk mengecilkan ukuran tumor atau menghilangkan sel kanker. Terapi radiasi bekerja
dengan cara merusak DNA sel kanker, sehingga mengakibatkan sel tidak bisa berkembang.
Meskipun terapi radiasi dapat merusak sel disekitar sel kanker yang masih sehat, sel kanker
merupakan sel yang sangat sensitive terhadap radiasi dan sel kanker akan mengalami
kematian saat dilakukan terapi. Ada 2 jenis terapi radiasi yaitu radiasi eksternal dan radiasi
internal disebut juga dengan brakhiterapi. Dalam bentuk yang paling umum, terapi radiasi
menggunakan cahaya luar pada radiasi gamma yang dihasilkan oleh sebuah akselerator
5

linear. Radiasi cahaya proton, yang bisa difokuskan pada daerah khusus, sangat efektif
mengobati kanker tertentu di daerah yang rusak pada jaringan normal yang penting, seperti
mata, otak, atau saraf tulang belakang. Terapi radiasi cahaya luar diberikan sebagai rangkaian
pembagian dosis seimbang melebihi jangka waktu yang lama. Metode ini meningkatkan efek
yang mematikan pada radiasi pada sel kanker ketika mengurangi efek racun pada sel normal.
Efek racun dikurangi karena sel normal bisa memperbaiki dirinya sendiri dengan cepat.
Terapi radiasi bekerja dengan cara merusak DNA sel kanker. Kerusakan DNA ini disebabkan
oleh salah satu dari dua jenis energi, foton atau partikel bermuatan . Kerusakan ini baik
langsung maupun tidak langsung mengionisasi atom-atom yang membentuk rantai DNA.
Ionisasi tidak langsung terjadi sebagai akibat dari ionisasi air, membentuk radikal bebas,
terutama hidroksil radikal, yang kemudian merusak DNA. Karena sel memiliki mekanisme
untuk memperbaiki kerusakan untai tunggal DNA, DNA beruntai ganda terbukti menjadi
teknik yang paling signifikan untuk menyebabkan kematian sel. Sel-sel kanker umumnya
dibedakan dalam stem cell seperti, mereka yang bereproduksi lebih, dan memiliki
kemampuan berkurang untuk memperbaiki kerusakan sub-letal dibandingkan dengan sel
yang paling sehat. Kerusakan untai tunggal DNA ini kemudian ditularkan melalui
pembelahan sel, mengakumulasi kerusakan DNA sel kanker, menyebabkan mereka mati atau
mereproduksi lebih lambat.
3. Radiasi untuk Diagnosa.
Radioisotop merupakan bagian yang sangat penting pada proses diagnosis suatu penyakit.
Dengan bantuan peralatan pembentuk citra (imaging devices), dapat dilakukan penelitian
proses biologis yang terjadi dalam tubuh manusia. Dalam penggunaannya untuk diagnosis,
suatu dosis kecil radioisotop yang dicampurkan dalam larutan yang larut dalam cairan tubuh
dimasukkan ke dalam tubuh, kemudian aktivitasnya dalam tubuh dapat dipelajari
menggunakan gambar 2 dimensi atau 3 dimensi yang disebut tomografi. Salah satu
radioisotop yang sering digunakan adalah technisium-99m, yang dapat digunakan untuk
mempelajari metabolisme jantung, hati, paru-paru, ginjal, sirkulasi darah dan struktur tulang.
Tujuan lain dari penggunaan di bidang diagnosis adalah untuk analisis biokimia yang disebut
radio-immunoassay. Teknik ini dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi hormon, enzim,
obat-obatan dan substansi lain dalam darah.
6

4.Akibat dari Radiasi


a) Radiasi Sinar Ultraviolet
Paparan UV bisa berakibat:
iritasi mata (conjungtivitis fotoelektrika), mata berair/lakrimasi dan penderita menghindari
paparan cahaya. Tetapi gejala ini akan kembali normal dalam beberapa hari.
Kulit merah terbakar (erythema). Pigmen kulit dapat melindungi dari sinar UV. Pada paparan
kronis UV dapat merusak struktur kulit dan menyebabkan kulit mengalami penuaan dini dan
kanker kulit.
Pekerja yg berisiko :
Pekerja dalam ruang dimana lampu UV digunakan untuk membunuh bakteri : perawat,
tukang daging, penjamah makanan, tukang daging, pekerja pabrik obat & tembakau dan
tukang las.
b) Radiasi Sinar infra merah
Menyebabkan katarak pada lensa mata
Pencegahan :
memakai kaca mata kobalt biru pada waktu menuangkan cairan logam,pemeriksaan
kesehatan secara periodik pada pekerja di tempat pengerjaan benda pijar.
c) Radiasi Sinar Laser
kerusakan retina & menyebabkan kebutaan,kelainan kulit

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Radiasi mendeskripsikan setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau melalui
ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain. Radiasi dan zat radioaktif digunakan untuk
diagnosis, pengobatan, dan penelitian. Dan para peneliti atom radioaktif digunakan untuk
menentukan umur bahan yang dulu bagian dari organisme hidup. Radiasi Sinar Ultraviolet
menyebabkan iritasi mata (conjungtivitis fotoelektrika), mata berair/lakrimasi dan penderita
menghindari paparan cahaya.radiasi Sinar dari luar tubuh tidak bisa menembus kulit, tapi bila
emisinya masuk dalam tubuh & memproduksi banyak pasangan ion dapat menyebabkan
7

kerusakan lokal di kulit. Radiasi Sinar Laser menyebabkan kerusakan retina & menyebabkan
kebutaan,kelainan kulit. Radiasi Sinar infra merah menyebabkan katarak pada lensa mata.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.radiasi.http://id.wikipedia.org(di akses tanggal 5 oktober 2011).
http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/3-2.htm
http://www.news-medical.net/health/What-is-Radiation-Therapy-%28Indonesian%29.aspx
http://www.news-medical.net/health/Radiation-Therapy-and-Cancer-%28Indonesian%29.aspx