Anda di halaman 1dari 23

REFERAT

DISLOKASI PANGGUL

Pembimbing : Dr. H. Rudiansyah Harahap Sp.OT


Disusun Oleh : Maria Ulfah H2A010032

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2015

Dislokasi Panggul

suatu keadaan dimana terjadi perpindahan


permukaan caput femoris terhadap acetabulum.

Arah dislokasi: dislokasi posterior,


dislokasi anterior
dislokasi pusat (central)

congenital atau didapat (acquired)


paling sering dislokasi panggul e.c
trauma (dislokasi panggul traumatika)

ANATOMI
Femur diletakkan di
asetabulum oleh 5
ligamen yang terpisah
yaitu:
Ligamen iliofemoral
Ligamen pubofemoral
Ligamen
ischiofemoral
Ligamen transverse
acetabular
Ligamen femoral head

DISLOKASI PANGGUL
CONGENITAL

displasia asetabulum dan ketidakstabilan


panggul pada bayi-bayi yang baru lahir
subluksasi, dan dislokasi

FAKTOR RISIKO
Faktor genetic
Faktor hormonal: estrogen, progesteron, dan
relaksin ibu kelonggaran ligamentum
pada bayi.
Malposisi intrauterin
Faktor postnatal: cara membedong dan
menggendongnya bayi

Gambaran Klinis dan


Pemeriksaan Fisik

Gambar 3. Dislokasi panggul kiri


Panggul kiri tidak dapat abduksi penuh
Gambar 2. A) Uji Ortolani dan B) Uji Barlow

Gambar 4. Dislokasi unilateral (panggul kiri)

Gambar 6. X-Ray menunjukkan hasil dari pembebatan pada panggul


kanan pada usia 3 bulan dan 18 bulan

Pencitraan:
USG,
X-ray berguna setelah bayi > 6 bulan

Tata Laksana
DISLOKASI PERSISTEN: 6-18 BULAN
Reduksi tertutup: reduksi dilakukan
bertahap traksi kedua kaki
panggul tidak tereduksi operasi
pada usia + 1 tahun.
DISLOKASI PERSISTEN: 18 BULAN 4
TAHUN
Traksi. Artrografi.
Operasi.
Pembebatan.
(A)
(B)
Gambar 5. A) Pavlik Harness dan B) Von Rosen Harness

DISLOKASI PADA ANAK > 4 TAHUN


operasi terbuka dan rekonstruksi
acetabulum.

DISLOKASI PANGGUL
TRAUMATIKA (ACQUIRED)
DISLOKASI POSTERIOR
Mekanisme Cedera
kecelakaan lalu lintas bila seseorang yang duduk di dalam
mobil terlempar ke depan sehingga lutut terbentur pada
dashboard. Femur terdorong ke atas dan caput femoris
keluar dari acetabulum, seringkali terjadi fraktur pada
acetabulum (fraktur-dislokasi)

Dislokasi tipe iliac:


Panggul flexi, adduksi,
endorotasi.
Extremitas yang terkena
tampak memendek.
Trochanter major dan
bokong di daerah yang
mengalami dislokasi
terlihat menonjol.
Lutut extremitas yang
mengalami dislokasi
tampak menumpang di
paha sebelahnya.

Dislokasi tipe ischiatic:


Panggul flexi.
Panggul sangat beradduksi
sehingga lutut di extremitas
yang mengalami dislokasi
tampak menindih di paha
sebelahnya.
Extremitas bawah tampak
dalam posisi endorotasi
yang ekstrim.
Trochanter major dan
bokong di daerah yang
mengalami dislokasi terlihat
menonjol.

Cedera neurovaskular pada


dislokasi panggul posterior

Nyeri di panggul, bokong, dan


tungkai bawah bagian posterior.
Hilangnya sensasi di tungkai
bawah dan kaki.
Hilangnya kemampuan dorsoflexi
(cabang peroneal) atau plantarflexi
(cabang tibial).
Hilangnya deep tendon reflex di
pergelangan kaki.
Hematoma lokal.

Klasifikasi dislokasi panggul posterior


menurut Epstein dan Thompson:

Tipe I: Dislokasi sederhana, dengan atau tanpa fragmen di


dinding posterior acetabulum.
Tipe II: Dislokasi dengan fragmen besar di dinding
posterior acetabulum.
Tipe III: Dislokasi dengan kominusi dinding
posterioracetabulum.
Tipe IV: Dislokasi dengan fraktur dasar
(lantai) acetabulum.
Tipe V: Dislokasi dengan fraktur caput
femoris, yang diklasifikasikan
menurut Pipkin (1957).

Indikasi reduksi tertutup:


Dislokasi dengan atau tanpa
defisit neurologis jika tidak
ada fraktur.
Dislokasi yang disertai
fraktur jika tidak terdapat
defisit neurologis.
Kontraindikasi reduksi
tertutup:
Dislokasi panggul terbuka.

Tatalaksana

DISLOKASI ANTERIOR
Mekanisme Cedera
Dislokasi ini dapat terjadi
dalam kecelakaan lalu
lintas ketika lutut terbentur
dashboard ketika paha
dalam posisi abduksi.
Dislokasi pada satu atau
bahkan kedua panggul
dapat terjadi jika seseorang
tertimpa benda berat pada
punggungnya saat posisi
kaki merentang, lutut lurus,
dan punggung ke depan.16

Gambaran Klinis dan


Pemeriksaan Fisik

Kaki berada dalam posisi exorotasi, abduksi, dan sedikit


flexi. Kaki tidak memendek. Kadang-kadang kaki
berabduksi hampir membentuk sudut siku-siku. Caput yang
menonjol mudah diraba. Gerakan panggul tidak dapat
dilakukan

Pemeriksaan Penunjang
dan Tatalaksana

Dislokasi Sentral
Dislokasi ini dapat terjadi jika seseorang jatuh dari ketinggian,
terjatuh satu sisi, atau pukulan pada trochanter major. Pukulan
ini dapat mendorong caput femoris ke lantai acetabulum dan
menyebabkan fraktur pelvis.
Gambaran Klinis dan Pemeriksaan Fisik
Terdapat luka lecet atau memar pada paha,
namun kaki terletak pada posisi normal.
Trochanter dan daerah panggul terasa nyeri.
Gerakan minimal masih dapat dilakukan.
cari ada tidaknya cedera pelvis & abdomen
Pemeriksaan Radiologi
Pada foto anteroposterior, caput femoris tampak bergeser
ke medial dan lantai acetabulum mengalami fraktur

18

Klasifikasi

A) Fraktur dinding posterior, B) Fraktur columna posterior, C) Fraktur dinding anterior, D) Fraktur
columna anterior, E) Fraktur melintang, F) Fraktur columna dan dinding posterior, G) Fraktur
melintang dan fraktur dinding posterior, H) Fraktur berbentuk T, I) Fraktur columna anterior dengan
fraktur posterior hemitransverse, J) Fraktur komplit kedua columna.
19

Tatalaksana
Indikasi Operasi
Fraktur acetabulum dengan pergeseran > 2 mm di dalam
kubah acetabulum.
Fraktur dinding posterior dengan > 50% keterlibatan
permukaan artikulasi sendi pada dinding posterior.
Ketidakstabilan klinis pada flexi 900.
Fragmen yang terjebak di dalam acetabulum setelah
reduksi tertutup.

Gambar 43. Skeletal Traction

Komplikasi
Cedera nervus ischiadicus
Kekakuan sendi
Necrosis avaskular
Artritis traumatik.

Prognosis

Setelah dislokasi panggul, fungsi panggul


yang baik masih dapat kembali asalkan tidak
terjadi necrosis avaskular atau artritis
traumatik dari caput femoris
21

Contoh