Anda di halaman 1dari 5

PORTOFOLIO

Kasus-4
Topik
: Skabies
Tanggal (Kasus) : 26 Agustus 2015x
Presenter
: dr. Siti Chodijah
Tanggal Presentasi :
Pendamping : dr. Asep Zainudin,SpPK
Tempat Presentasi : Ruang Komite Medik RSUD Sekayu
Objektif Presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan
Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Bayi
Anak
Dewasa
Remaja
Lansia
Bumil
Neonatus
Deskripsi : Perempuan, 12 th,
Tujuan : Diagnosis dan tatalaksana Skabies
Bahan Bahasan :
Tinjauan
Riset
Kasus
Audit
Pustaka
Cara membahas
Diskusi
Presentasi dan diskusi
Email
Pos
Data
Pasien :

Nama : Nn.R Umur : 12 tahun


Pekerjaan : Pelajar
No. Reg :
Alamat : Sekayu
Agama
: Islam
216688
Suku Bangsa : Indonesia
Nama RS: RSUD Sekayu
Telp :
Terdaftar sejak :
Data utama untuk bahan diskusi:
1 Diagnosis / Gambaran Klinis : Skabies / os datang dengan timbul bintil bintil di sela
jari yang disertai rasa gatal.
2. Riwayat Pengobatan
:3. Riwayat Kesehatan / Penyakit : 4. Riwayat Keluarga / lingkungan : Riwayat keluarga dengan keluhan yang sama disangkal /
Teman satu asrama memiliki penyakit yang sama.
5. Riwayat Pekerjaan
:Daftar Pustaka:
Wolff, Klaus, Johnson, Richard Allen and Suurmond, Dick. Skabies. [book auth.]
Fitzpatrick. Fitzpatrick's Color Atlas & Synopsis Clinical Dermatology. 5th edition. s.l. :
McGraw-Hill's, 2007.

Hasil Pembelajaran
1. Diagnosis Skabies
2. Penatalaksanaan Skabies

Subjektif
Alloanamnesis
Keluhan Utama : Timbul bintil di sela sela jari tangan.
Keluhan Tambahan : Gatal
Riwayat Penyakit Sekarang
Os mengaku timbul bintil bintil merah di sela sela jari kedua tangannya sejak 3
minggu yang lalu. Keluhan tersebut disertai rasa gatal, rasa gatal bertambah bila malam
hari.
2 minggu yang lalu, os mengaku bintil bintil merah menyebar ke beberapa bagian
tubuhnya, seperti kaki, perut dan punggung. Dan rasa gatal dirasakan tambah hebat. Lalu
os berobat kebidan dan diberikan salep (lupa namanya) tapi tidak ada perbaikan lalu os
berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin di RSUD Sekayu.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat timbul bintil merah dan gatal sebelumnya disangkal.
Riwayat Penyakit dalam Keluarga
Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga disangkal
Riwayat Penyakit di Lingkungan
Riwayat teman asrama sekamar dengan os memiliki sakit yang sama ( + )
Riwayat Kebersihan
Os mandi 3x sehari menggunakan air mengalir, menggunakan sabun batang yang
sama dengan teman sekamarnya.

Objektif
Dari hasil anamnesis pasien yang mengarah ke Skabies, dilakukan pemeriksaan fisik
terhadap pasien :
Keadaan Umum:
Kesadaran
: compos mentis
Tekanan darah : 110/80 mmHg
Nadi
: 80 kali/ menit, isi dan tegangan cukup, reguler
Pernapasan
: 16 kali/ menit
Suhu
: 36,5 oC
Berat badan : 38 Kg
Tinggi badan : 150 cm
2

Keadaan Spesifik:
Kulit
:
Regio interdigiti I, II, III, IV sinistra et dextra ; Regio Pedis : papula,
vesikel, eritem, multipel.

Kepala
: Bentuk lonjong, simetris, warna rambut hitam, rambut mudah
rontok (-)
Mata
: exophtalmus (-), endophtalmus (-), edema palpebra (-),
konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), refleks cahaya (+/+), pupil bulat,
isokor, 3 mm, pergerakan bola mata baik ke segala arah
Hidung
: Sekret (-), NCH (-), septum deviasi (-), epistaksis (-)
Telinga
: Sekret (-), pendengaran baik
Mulut
: Mukosa mulut kering (-), stomatitis (-)
Tenggorok
: pembesaran tonsil (-), Dinding faring tidak hiperemis, T1-T1
tidak hiperemis, atropi papil lidah (-), bau pernafasan khas (-)
Leher
: Perbesaran KGB tidak ada, JVP (5-2) cmH2O
Thorax
Paru-paru
Inspeksi : statis dan dinamis simetris, retraksi ada (intercostae,
supraclavicula)
Palpasi : stremfremitus kanan = kiri
Perkusi : sonor di lapang paru sebelah kiri dan kanan
Auskultasi: vesikuler (+) kanan = kiri, ronkhi (-), wheezing (-)
Jantung
- Inspeksi : ictus kordis tidak terlihat
-

Palpasi

: ictus kordis tidak teraba

Perkusi

: batas jantung kanan atas ICS II linea parasternalis dextra,

batas jantung kanan bawah ICS II linea parasternalis dextra, batas


jantung kiri atas ICS II linea parasternalis sinistra, batas jantung kiri
3

bawah ICS IV linea midclavicularis sinistra


-

Auskultasi : HR=86 x/ menit, irama reguler, bunyi jantung I dan II


normal, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi : datar
Palpasi : lemas, hepar dan lien tidak teraba membesar, nyeri tekan (-)
Perkusi : timpani, shifting dullness (-)
Auskultasi: bising usus (+) normal
Lipat paha dan genitalia: Pembesaran kelenjar getah bening tidak ada
Ekstremitas
: akral dingin (-), edema pretibia dan pergelangan kaki (+/+)
Fungsi Motorik : dbn
Fungsi Sensorik : dbn
Fungsi nervi kraniales: dbn
GRM: Kaku Kuduk (-), Brudzinsky I, II (-), Kernig sign (-)

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan EKG : tidak dilakukan
Pemeriksaan Laboratorium : tidak dilakukan
3

Assessment
Skabies, penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau yang disebut Sarcoptes scabei.

Tungau ditransmisikan melalui kontak kulit-kulit, sebagaimana kontak antara pasangan


suami-istri, anak-anak yang bermain ataupun tenaga medis. Tungau dapat bertahan hidup
selama 2 hari di pakaian atau di selimut. Karena itu, skabies dapat dialami seseorang
sekalipun tidak ada kontak antar kulit. Pasien yang memiliki krusta skabies melepaskan
banyak tungau ke lingkungan sekitarnya setiap harinya, dan menjadi resiko tinggi penularan
orang-orang sekitarnya, termasuk tenaga medis profesional.
S. scabiei var. hominis. Tumbuh subur dan bermultiplikasi hanya pada kulit manusia.
Tungau pada seluruh fase perkembangannya menggali liang di epidermis kulit sesaat setelah
terjadi kontak, namun tidak lebih dalam daripada stratum granulosum, dan menumpuk feces
dalam liang tersebut. Tungau betina meletakkan telur dalam liang tersebut. Tungau aktif
bekerja memnggali liang sepanjang 2-3 mm setiap harinya, dan bekerja hanya pada malam
hari, sedangkan siang hari menanam telurnya di dalam liang. Tungau betina hidup 4 hingga 6
minggu, meletakkan 40 hingga 50 telur. Telur akan menetas setelah 72 hingga 96 jam. In
hyperkeratotic or crusted scabies, >1 million mites may be present, or up to 4700 mites/g
skin.
Reaksi hipersensitivitas tipe immediate dan delayed terjadi selama perkembangan lesi
4

saat menggali liang. Rasa gatal terjadi karena reaksi sensitisasi pada S. scabiei. Karena
aktivitas S. Scabei dalam menggali liang hanya dilakukan malam hari, maka menjadi sebuah
ciri khas bagi penderita scabies, rasa gatal yang sangat akan dirasakan ketika menjelang
malam hari.
Predileksi/ lokasi yang sering digunakan sebagai liang skabies: sela-sela jari tangan,
pergelangan tangan, lateral palmaris, jarang namun dapat juga terjadi di genitalia, khususnya
di penis dan scrotum, pinggang, axillae, dan areola. Hal ini senada dengan yang dialami oleh
pasien, lokasi papul-papul lesi tersebar di area predileksi : sela-sela jari tangan kanan maupun
kiri, pergelangan tangan, lipatan siku, lipatan lutut.
Tungau betina bertelur 3-5 telur/hari. Sesudah 3-4 hari, telur menetas menjadi larva,
dalam 3-5 hari menjadi nimfa, selanjutnya menjadi tungau dewasa. Siklus ini menentukan
cara pengobatan terhadap pasien, yang dilakukan hanya satu kali, dan apabila hendak
mengulang pengobatan, maka dilakukan satu pekan setelahnya, dimana kemungkinan telurtelur skabies telah mulai menetas.
4

Plan

Rencana : melakukan pemeriksaan KOH 10% untuk mencari mencari Sarcoptes scabei
dewasa, larva, telur atau skibala dari dalam terowongan.
Tatalaksana
Non Farmakologi:
Memberikan edukasi terhadap pasien bahwa pakaian harus dicuci dan direndam
dengan air hangat.
Kasur yang os gunakan harus dijemur dibawah sinar matahari.
Tidak menggunakan sabun ataupun baju bersamaan dengan orang lain.
Teman os yang terkena penyakit yang sama harus diajak berobat.
Menggunakan obat harus secara teratur.

Farmakologi:
Skabimide zalf ( digunakan selama 10 jam selama malam hari )
Loratadin 2 x 1 tab (po)