Anda di halaman 1dari 4

CHAPTER 6

AKUNTANSI DAN NILAI WAKTU DARI UANG


A.

1.

2.

3.

4.

5.

KONSEP NILAI WAKTU DASAR


Nilai waktu dari uang (time value of money) merupakan istilah yang menunjukkan hubungan antara waktu dan uang.
Konsep ini mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaan waktu uang.
Aplikasi konsep nilai waktu
Konsep bunga majemuk, anuitas, dan sekarang teknik nilai sekarang dapat diterapkan untuk banyak item yang ditemukan
dalam laporan keuangan baik untuk aplikasi bisnis maupun untuk keuangan pribadi. Dalam akuntansi, teknik ini dapat
digunakan untuk mengukur nilai relatif dari arus kas masuk dan arus kas keluar, mengevaluasi peluang investasi alternatif,
dan menentukan pembayaran berkala yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban di masa depan. Beberapa item
akuntansi yang teknik ini dapat diterapkan adalah: (a) wesel (Notes), (b) Lease, (c) Pensions and Other Postretirement
Benefits, (d) aset jangka panjang, (e) Shared-Based Compensation , (f) kombinasi bisnis, (g) pengungkapan, dan (h)
kewajiban di lingkungan (Environmental Liabilities).
Sifat bunga
Bunga adalah pembayaran untuk peminjaman uang atau dapat dikatakan bahwa bunga adalah sejumlah uang yang
dibayarkan atas peminjaman uang tertentu. Contohnya jika JERRY Co. meminjam dana dari Swiss Bank sebesar $20.000
dengan bunga 10%, berarti JERRY Co. membayar total $22.000 dengan bunga $2.000.
Dalam penentuan suku bunga, salah satu faktor penting yang diperhatikan adalah tingkat resiko. Semakin tinggi tingkat
resiko kredit maka semakin tinggi pula suku bunganya. Variable-variabel dalam perhitungan bunga ada tiga, yaitu
Pokok utang (Principal) : jumlah yang dipinjam atau diinvestasikan.
Suku bunga (Interest rate) : persentase yang dibayarkan atau didapat dari pokok yang dipinjam atau diinvestasikan.
Waktu (tima) : jumlah tahun peminjaman atau investasi.
Hubungan dari tiga variable di atas adalah semakin besar pokok utang,semakin besar jumlah bunga.semakin tinggi suku
bunga,semakin besar jumlah bunga dan semakin lama periode waktu maka semakin besar jumlah bunga.
Bunga sederhana
Bunga yang dibayarkan hanya dari jumlah pokok pinjaman yang dipinjamkan atau dipinjam.
Rumusnya : bunga = p x i x n
Dengan
P = pokok pinjaman
i = suku bunga
n = jumlah periode
contoh, jika JERRY CO. meminjam uang sebesar $10.000 untuk dua tahun dengan bunga sederhana 5%, maka total yang
harus dibayar sbb :
bunga = p x i x n
= $10.000 x 0,05 x 2
= $1.000
Bunga Majemuk
Bunga majemuk dihitung setiap periode pada pokok yang asli dan semua akumulasi bunga selama periode masa lalu.
Artinya bunga majemuk dihitung atas pokok dijumlahkan bunga yang dihasilkan.
Contoh, jika JERRY Co. meminjam $ 20.000 untuk dua tahun 5% per tahun dengan bunga majemuk:
bunga tahun 1 = p x i x n = 20.000 x 0,05 x 1 = 1.000
bunga tahun 2 = (10.000 + 500) x 0,05 x 1 = 1.050
Jumlah bunga yang diperoleh selama tiga tahun = $1.000 + $1.050 = $ 2.050
Variable variabel fundamental
Ada empat variable-variabel fundamental dalam masalah bunga majemuk :
Suku bunga
Suku buku tahunan yang disesuaikan dengan lamanya periode.
Periode waktu
Jumlah periode pemajemukan.

B.

1.

2.

3.

Nilai Masa depan


Nilai atau jumlah di masa depan dari jumlah atau nilai tertentu yang diinvestasikan sekarang atau masa lalu dengan
memperhitungkan bunga majemuk.
Nilai sekarang
Nilai atau jumlah saat ini yang akan diperoleh jika mengivestasikan sejumlah tertentu di masa depan.
MASALAH JUMLAH TUNGGAL
Masalah jumlah tunggal yang dimaksud disini adalah sbb :
Unknown future value, maksudnya menghitung nilai masa depan yang tidak diketahui dari jumlah uang yang diinvestasikan
sekarang dengan periode waktu dan suku bunga tertentu.
Unknown present value, maksudnya menghitung nilai masa sekarang yang tidak diketahui dari jumlah uang yang
diinvestasikan di masa depan dengan periode dan suku bunga tertentu.
Nilai Masa Depan dari jumlah tunggal (Future Value of a Single Sum)
Nilai atau jumlah yang akan didapatkan di masa depan dari jumlah tertentu yang diinvestasikan saat ini.
Rumusnya :
FV =
PV (FVF n,I )
Dengan FV
= nilai masa depan
PV
= nilai sekarang (pokok atau jumlah tunggal/single sum)
FVFn,I = faktor nilai masa depan untuk n periode pada suku bunga i.
Contoh : jika JERRY Co. menginvestasikan modal sebesar $20.000 selama 5 tahun dengan bunga majemuk 10%. Berapa
nilai masa depan yang diinvestasikannya ?
FV = PV (FVF n,i )
FV = $20.000 (FVF 5,10% )
FV = $20.000 ( 1 + 0,10 )5
FV = $20.000 (1.61051)
FV = $32.210
Nilai Sekarang dari Jumlah Tunggal (Present Value of a Single Sum)
Jumlah nilai yang mesti diinvestasikan saat ini agar menghasilkan nilai masa depan yang diketahui sebelumnya.
Rumusnya :
PVF n,i = 1/(1+i)n ; PV = FV (PVF n,I )
Dengan FV
= nilai masa depan
PV
= nilai sekarang (pokok atau jumlah tunggal/single sum)
PVFn,I = faktor nilai masa sekarang untuk n periode pada suku bunga i.
Contoh : berapa nilai sekarang dari $32.210yang akan diterima dalam 5 tahun dengan bunga 10%?
PV = FV (PVF n,I )
= FV (PVF 5,10% )
= $32.210 (1/(1+0,10)5)
= $20.000
Mencari Variabel-variabel Lain yang Tidak diketahui
Variable variable lain yang dimaksud disini adalah jumlah periode (n) atau suku bunga (i) yang tidak diketahui. Variablevariabel tersebut dapat dihitung atau dicari jika tiga dari empat variable fundamental yang dijelaskan sebelumnya diketahui.
Perhitungan jumlah periode
Misalnya, JERRY Co. mendepositokan uang sebesar $47.811 dengan bunga 10% agar dapat mengumpulkan uang sebesar
$70.000. Berapa tahun yang dibutuhkan sampai uang tersebut terakumulasi menjadi $70.000?
Dengan menggunakan pendekatan masa depan, maka :
FV = PV (FVF n,i )
$70.000 = $47.811 (FVF n,10%)
FVFn,10% = $70.000/$47.811
= 1,46410, dengan melihat table bunga maka dapat diketahui jika waktu yang dibutuhkan adalah 4
thn

Perhitungan suku bunga


Perhitungan suku bunga sama dengan perhitungan jumlah periode,dapat menggunakan pendekatan nilai masa depan atau
pendekatan nilai sekarang. Dimana hasil pembagian PV dengan FV atau sebaliknya, dapat dilihat ditabel bunga untuk
mengetahui suku bunganya.
C. ANUITAS
Menurut definisi anuitas adalah pembayaran atau penerimaan berkala (sewa) yang selalu berjumlah sama,dimana interval
waktu di antara sewa atau pembayaran juga selalu sama dan bunga dimajemukkan sekali setiap interval. Atau dapat
disimpulkan jika anuitas adalah serangkaian pembayaran yang sama untuk jumlah tahun tertentu.
Anuitas dibagi menjadi dua tipe dasar:

Anuitas biasa adalah anuitas dengan pembayaran di akhir periode

Anuitas jatuh tempo adalah anuitas dengan pembaran pada awal periode
1. Nilai Masa Depan dari Anuitas Biasa
Dalam menentukan nilai masa depan anuitas,pendekatan yang dilakukan adalah menghitung nilai dimana pembayaran
dalam rangkaian itu akan terakumulasi, kemudian menjumlahkan masing-masing nilai masa depannya.
Rumus yang digunakan :
FVF-0An,I = (1+i)n - 1
i
dimana
FVF-0An,I = factor nilai masa depan dari suatu anuitas biasa
I
= suku bunga per periode
n
= jumlah periode pemajemukan
dan rumus untuk nilai masa depan dari anuitas = R (FVF-0A n,I)
dimana
R
= pembayaran periodic
2.

3.

4.

D.
1.

Nilai Masa Depan dari Anuitas Jatuh Tempo


Anuitas jatuh tempo mengasumsikan pembayaran terjadi pada awal setiap periode. Itu berarti, bahwa anuitas jatuh tempo
akan mengakumulasikan bunga selama periode pertama. Faktor nilai masa depan dari anuitas jatuh tempo dapat dihitung
dengan mengalikan faktor nilai masa depan dari anuitas biasa dengan dengan 1 ditambah suku bunga.
Nilai Sekarang dari Anuitas Biasa
Nilai sekarang dari anuitas biasa adalah nilai sekarang dari serangkaian jumlah yang sama untuk diterima pada interval
yang sama pula. Nilai sekarang dari anuitas biasa dapat dihitung dengan cara :

Nilai Sekarang dari Anuitas Biasa = R (PVF-0A n,i )


Nilai Sekarang dari Anuitas Jatuh Tempo
Dalam penentuan nilai sekarang dari anuitas jatuh tempo, selalu terdapat periode diskonto yang kurang dari 1. Dimana
faktor nilai sekarang dari anuitas jatuh tempo dapat dihitung dengan mengalikan faktor nilai dari anuitas biasa dengan 1
ditambah suku bunga ( 1 +i ).
SITUASI YANG LEBIH KOMPLEKS
Terdapat dua situasi umum dalam hal ini :
Anuitas yang Ditangguhkan
Anuitas yang ditangguhkan maksudnya, anuitas yang pembayarannya dimulai setelah beberapa periode tertentu yang
ditentukan. Contoh, anuitas biasa ditangguhkan selama 3 tahun dari 5 tahun pembayaran. Berarti pembayaran pertama
terjadi di akhir tahun ke-5. Begitupun dengan anuitas jatuh tempo, berarti pembayaran pertama terjadi di awal tahun ke-5.
Nilai masa depan dari anuitas yang ditangguhkan
Pada perhitungan nilai masa depan dari anuitas yang ditangguhkan cukup sederhana karena hanya lansung menghitung
nilai masa depan dengan mengabaikan periode penangguhan.
Nilai sekarang dari anuitas yang ditangguhkan

2.

3.

E.

1.

Untuk menghitung nilai sekarang dari anuitas yang ditangguhkan, maka bunga yang terakumulasi selama periode
penangguhan harus diakui.
Penilaian obligasi jangka panjang
Pada penilaian obligasi jangka panjang akan menghasilkan dua arus kas yaitu :
Pembayaran bunga periodic
Nilai nominal (single-sum) saat jatuh tempo.
Nilai pasar (market value) pada obligasi jangka panjang adalah gabungan dari pokok pinjaman dengan bunga anuitas.
Amortisasi diskonto atau premi obligasi bunga efektif
Amortisasi berarti dihapus dan dibebankan ke beban bunga. Metode bunga efektif adalah metode yang dianjurkan dalam
amortisasi diskonto atau premi obligasi.
Metode amortisasi diskonto atau premi obligasi dengan bunga efektif :
Pertama, beban bunga dihitung = nilai buku obligasi X suku bunga efektif
Kedua, amortisasi dihitung dengan membandingkan beban bunga obligasi dengan bunga yang harus dibayar.
PENGUKURAN NILAI SEKARANG
Pengukuran nilai sekarang menggunakan pendekatan arus kas yang diharapkan (expected cash flow approach).
Pendekatan ini menggunakan arus kas dan memasukkan probabilitas arus ka situ menghasilkan pengukuran nilai sekarang
yang lebih relevan.
Pemilihan suku bunga yang tepat
Terdapat 3 komponen suku bunga :
Pure Rate (suku bunga murni) (2%-4%). Jumlah bunga yang akan dibebankan oleh pemberi pinjaman jika tidak terdapat
kemungkinan tidak membayar dan diekpetasikan tidak ada inflasi.
Expected Inflation Rate(suku bunga inflasi yang diharapkan). Suku bunga ditentukan berdasarkan tinggi/rendahnya inflasi.
Credit Risk Rate (suku bunga resiko kredit) (0%-5%). Suku bunga yang ditentukan berdasarkan besar/kecilnya resiko kredit.
IASB berpendapat bahwa setalah menghitung arus kas yang diharapkan, perusahaan harus mendiskontokan arus kas
tersebut dengan Risk-free rate of return (tingkat pengembalian bebas resiko),yakni tingkat pengembalian murni + tingkat
inflasi yang diekspetasikan