Anda di halaman 1dari 19

Overview Materi

Prinsip deteksi optic


Karakteristik photodetector
Syarat-syarat detector
PIN (P Intrinsic N)
APD (Avalanche Photodetector)

Detektor Optik/Photodetector

Photodetektor berfungsi untuk mendeteksi cahaya yang datang

dan mengubahnya ke besaran listrik.


Persyaratan yang harus dimiliki oleh detektor optik :
1. Mempunyai sensitivitas tinggi pada daerah operasi panjang

gelombang
2. Responnya cepat (dalam ns)
3. Derau yang dihasilkan kecil.
4. Tersedia cukup bandwidth untuk menyalurkan bit rate data
5.
6.
7.
8.

yang diterima.
Tidak sensitif terhadap perubahan suhu.
Secara fisik kompatibel dengan dimensi kabel.
Mempunyai waktu operasi yang lama.
Ukurannya kecil

Rangkaian Photodioda

Photodiode dioperasikan pada prategangan balik.


Cahaya yang diterima akan diubah menjadi arus listrik, pada tahanan RL

arus tersebut diubah menjadi besaran tegangan.


Perbandingan arus yang dihasilkan photodetector terhadap daya optik
yang diterima disebut sensitivitas optik (dinyatakan dalam A/W)
Sensitivitas suatu photodetector sangat bergantung pada panjang
gelombang operasi dan bahan photo detector.

Mekanisme Deteksi Cahaya Dilihat Dari


Energi Elektron
Bila foton yang datang band

gap energy bahan


semikonduktor, foton
memberikan energinya dan
membangkitkan elektron dari
pita valensi dan pita konduksi.
Proses ini membangkitkan
pasangan elektron-hole bebas
yang disebut photo carrier.
Photo carrier ini dihasilkan pada
daerah deplesi / active region.

Medan listrik yang tinggi timbul di daerah deplesi ini akan


menimbulkan arus.
Arus ini disebut photo current (Ip).

Jenis-jenis Photodetector
1. Dioda PIN (P Intrinsic N)
2. Dioda APD (Avalanche Photo Diode)

Photodetector PIN

Prinsip kerja dioda PIN :


Mengubah energi optik (foton) yang diterima
menjadi arus keluaran berdasarkan photo voltaic
effect
Memerlukan bias mundur (reverse bias)

Karakteristik Photodetector PIN


a. Responsitivity (R)

di mana :
R adalah responsitivity (dalam A/W)
Ip adalah arus photo detector
P0 adalah daya optik diterima
adalah efisiensi kuantum
e adalah muatan elektron
h adalah konstanta Planck
f adalah frekuensi

Karakteristik Photodetector PIN


b. Efisiensi kuantum ()
Efisiensi Kuantum adalah perbandingan antara pasangan elektron-hole
terhadap foton yang datang pada diode.

dimana :
re

re kuantum
adalah rate
elektron yang dihasilkan (electrons/s)
Hubungan antara
dengan responsitivity dan panjang
rp efisiensi
gelombang

rp adalah rate foton yang datang pada diode (photons/s)

Catt. Pada umumnya < 1

dimana :
R adalah responsitivity (dalam A/W)
adalah panjang gelombang (dalam m)

Karakteristik Photodetector PIN


c. Kecepatan respon (rise time)
ditentukan oleh karakteristik rise time detektor
tersebut
Bandwidth adalah frekuensi maksimum yang dapat
dideteksi oleh photodioda, dibatasi oleh waktu respon
(rise time)

d. Daya optik minimum (MRP : Minimum Required

Power)
merupakan daya minimum diperlukan pada BER (Bit Error
Rate) tertentu

Photodetector APD
Prinsip kerja :
APD bekerja pada reverse bias yang besar pada medan
listrik yang tinggi terjadi avalanche effect yang
menghasilkan impact ionization berantai dan terjadi
multiplikasi avalanche sehingga terjadi penguatan atau
multiplikasi arus.
Multiplikasi M photodiode ditentukan oleh :
M = IM/Ip
di mana :
IM adalah nilai rata-rata total arus output yang dimultiplikasi
Ip adalah arus photo yang tidak dimultiplikasi

Photodetector APD
Gain (M) meningkat jika diberikan tegangan
dengan reverse bias :
M

1
V
1 d
V BR

di mana :
n adalah nilai konstan
VBR adalah tegangan breakdown detektor (sekitar 20
500 V)

Karakteristik Photodetector APD


a. Responsivity :

RAPD = RPIN M
di mana :
M adalah faktor multiplikasi APD dan berharga antara
10 250.

b. Panjang gelombang operasi :


= 1,24/Eg(eV) m

Karakteristik Photodetector
1. Absorption
Penyerapan foton di dalam photodioda menghasilkan photocurrent yang
tergantung kepada koefisien absorpsi (o) cahaya di dalam semikonduktor
device.
Koefisien absorpsi tergantung pada panjang gelombang
Daya yang diserap photodioda :

Pabs : Po 1 exp o d
dimana
Pabs adalah daya yang diserap

Po adalah daya dari FO


d adalah lebar dari active region
o adalah koefisien absorpsi

Karakteristik Photodetector
Absorption

Photocurrent (Ip) dihasilkan oleh cahaya yang datang dari daya optik yang
diterima dari FO

Po e1 r
I p :
1 exp o d
dimana
hf
e adalah elektron
r adalah koefisien pantulan Fresnel
d adalah lebar dari active region
o adalah koefisien absorpsi

Hubungan antara Pabs, Po, dan adalah :

Pabs

Po

Karakteristik Photodetector
Absorption

Photocurrent (Ip) dihasilkan oleh cahaya yang datang dari


daya optik yang diterima dari FO

Po e1 r
Ip
1 exp o d
hf

dimana :
e adalah elektron
r adalah koefisien pantulan Fresnel
d adalah lebar dari active region
o adalah koefisien absorpsi

Daerah Operasi Berbagai Tipe Sumber, Serat


dan Detektor Optik

Petunjuk Pemilihan Komponen Link Optik