Anda di halaman 1dari 32

Pajak Daerah dan

Retribusi Daerah

Dr. Diana Sari., SE., MSi.,


MSi ., Ak.
Ak . QIA.

Pajak Daerah & Retribusi


Daerah

UNDANG-- UNDANG REPUBLIK INDONESIA


UNDANG
NOMOR 28 TAHUN 2009
TENTANG
PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANGUNDANG - UNDANG
REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 1997
TENTANG PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH

Pajak Daerah
Iuran wajib yang dilakukan oleh
orang pribadi atau badan kepada
Daerah tanpa imbalan langsung yang
seimbang dan dapat dipaksakan
berdasarkan Peraturan PerundangPerundang Undangan yang berlaku.
berlaku .

Retribusi Daerah
Pungutan daerah sebagai pembayaran
atas jasa atau pemberian izin tertentu
yang khusus disediakan dan atau
diberikan
oleh
Pemda
untuk
kepentingan orang pribadi atau badan
badan

PAJAK DAERAH

PAJAK PEMERINTAH
KABUPATEN DAN KOTA

PAJAK PEMERINTAH
PROPINSI
1. Pajak Kendaraan Bermotor dan
Kendaraan di Atas Air;
2. Bea Balik Nama Kendaraan
Bermotor dan Kendaraan di Atas Air;
3. Pajak Bahan Bakar Kendaraan
Bermotor;
4. Pajak Air Permukaan.
5. Pajak Rokok

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pajak Hotel;
Pajak Restoran;
Pajak Hiburan;
Pajak Reklame;
Pajak Penerangan Jalan;
Pajak Parkir
Pajak Mineral Bukan Logam dan
Batuan
8. Pajak Air Tanah
9. Pajak Sarang Burung Walet
10. PBB Pedesaan dan Perkotaan
11. BPHTB

PAJAK KENDARAAN BERMOTOR


Pajak kendaraan Bermotor adalah pajak atas kepemilikan dan/atau
penguasaan kendaraan bermotor
Objek Pajak
Subjek Pajak
Wajib Pajak

Tarif

Kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor


Orang Pribadi atau Badan yang memiliki dan/atau
menguasai Kendaraan Bermotor
Orang Pribadi atau Badan yang memiliki Kendaraan
Bermotor; Dalam hal Wajib Pajak Badan, kewajiban
perpajakannya diwakili oleh pengurus atau kuasa Badan
a. Untuk kepemilikan Kendaraan Bermotor pertama paling
rendah sebesar 1% (satu persen) dan paling tinggi sebesar
2% (dua persen)
b. Untuk kepemilikan Kendaraan Bermotor kedua dan
seterusnya tarif dapat ditetapkan secara progresif paling
rendah sebesar 2% (dua persen) dan paling tinggi sebesar
10% (sepuluh persen)
c. Untuk Kendaraan Bermotor angkutan umum, ambulans,
pemadam kebakaran, sosial keagamaan,
Pemerintah/TNI/Polri, Pemerintah Daerah dan kendaraan
yang ditetapkan dengan Perda, ditetapkan paling rendah
0,5% (nol koma lima persen) dan paling tinggi sebesar 1%
(satu persen)
d. Untuk Kendaraan Bermotor alat-alat berat dan alat-alat
besar ditetapkan paling rendah 0,1% (nol koma satu persen)
dan paling tinggi sebesar 0,2% (nol koma dua persen)

BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR


Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor adalah pajak atas penyerahan hak milik
kendaraan bermotor sebagai akibat perjanjian dua pihak atau perbuatan
sepihak atau keadaan yang terjadi karena jual beli, tukar menukar, hibah,
warisan, atau pemasukan ke dalam badan usaha
Penyerahan kepemilikan Kendaraan Bermotor
Objek Pajak
Orang Pribadi atau Badan yang dapat menerima penyerahan
Subjek Pajak
Kendaraan Bermotor
Orang Pribadi atau Badan yang menerima penyerahan
Wajib Pajak
Kendaraan Bermotor
a. penyerahan pertama sebesar 20% (dua puluh persen); dan
b. penyerahan kedua dan seterusnya sebesar 1% (satu
persen)
Tarif

c. untuk alat-alat berat dan alat-alat besar penyerahan


pertama sebesar 0,75% (nol koma tujuh puluh lima persen)
c. untuk alat-alat berat dan alat-alat besar penyerahan
kedua dan seterusnya sebesar 0,075% (nol koma nol tujuh
puluh lima persen)

PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR


Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor adalah pajak atas penggunaan bahan
bakar kendaraan bermotor
Objek Pajak
Subjek Pajak
Wajib Pajak
Wajib Pungut
Tarif

Bahan bakar kendaraan bermotor yang disediakan atau


dianggap digunakan untuk kendaraan bermotor, termasuk
bahan bakar yang digunakan untuk kendaraan di air
Konsumen Bahan Bakar Kendaraan Bermotor
Orang pribadi atau Badan yang menggunakan Bahan Bakar
Kendaraan Bermotor
Penyedia Bahan Bakar Kendaraan Bermotor
Paling Tinggi 10% (sepuluh persen)

PAJAK AIR PERMUKAAN


Pajak Air Permukaan adalah pajak atas pengambilan dan/atau pemanfaatan
air permukaan
Pengambilan dan/atau pemanfatan air permukaan
Objek Pajak
Orang Pribadi atau Badan yang dapat melakukan
Subjek Pajak
pengambilan dan/atau pemanfaatan air permukaan
Orang Pribadi atau Badan yang melakukan pengambilan
Wajib Pajak
dan/atau pemanfaatan air permukaan
Paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen)
Tarif

PAJAK ROKOK
Pajak Rokok adalah pungutan atas cukai rokok yang dipungut oleh Pemerintah
Konsumsi rokok (sigaret, cerutu, dan rokok daun), kecuali
Objek Pajak
rokok yang tidak dikenai cukai berdasarkan peraturan
perundang-undangan di bidang cukai.
Subjek Pajak
Konsumen rokok
Pengusaha pabrik rokok/produsen dan importir rokok yang
Wajib Pajak
memilki izin berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena
Cukai.
Wajib Pungut
DJBC (bersamaan dengan pemungutan cukai rokok)
10% dari cukai rokok.
Tarif

PAJAK HOTEL
Pajak Hotel adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh hotel

Objek Pajak

Subjek Pajak
Wajib Pajak
Tarif

Pelayanan yang disedialkan oleh Hotel dengan pembayaran


termasuk jasa penunjang sebagai kelengkpan Hotel yang
sifatnya memberikan kemudahan dan kenyamanan,
termasuk fasilitas olah raga dan hiburan
Orang Pribadi atau Badan yang melakukan pembayaran
kepada orang pribadi atau badan yang mengusahakan Hotel
Orang Pribadi atau Badan yang mengusahakan Hotel
Paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen)

PAJAK RESTORAN
Pajak Restoran adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh restoran
Pelayanan yang disediakan oleh Restoran
Objek Pajak
Orang Pribadi atau Badan yang membeli makanan dan/atau
Subjek Pajak
minuman dari Restoran
Wajib Pajak
Tarif

Orang Pribadi atau Badan yang mengusahakan Restoran


Paling tinggi 10% (sepuluh persen)

PAJAK HIBURAN
Pajak Hiburan adalah pajak atas penyelenggaraan hiburan
Objek Pajak
Subjek Pajak
Wajib Pajak
Tarif

Jasa penyelenggaraan Hiburan dengan dipungut bayaran


Orang pribadi atau Badan yang menikmati Hiburan
Orang pribadi atau Badan yang menyelenggarakan Hiburan
Paling tinggi sebesar 35% (tiga puluh lima persen)

PAJAK REKLAME
Pajak Reklame adalah pajak atas penyelenggaraan reklame
Semua penyelenggaraan Reklame
Objek Pajak
Subjek Pajak
Wajib Pajak
Tarif

Orang Pribadi atau Badan yang menggunakan Reklame


Orang Pribadi atau Badan yang menyelenggarakan Reklame
Paling tinggi sebesar 25% (dua puluh lima persen)

PAJAK PENERANGAN JALAN


Pajak Penerangan Jalan adalah pajak atas penggunaan tenaga listrik, baik yang
dohasilkan sendiri maupun diperoleh dari sumber lain
Penggunaan tenaga listrik, baik yang dihasilkan sendiri
Objek Pajak
maupun yang diperoleh dari sumber lain
Orang Pribadi atau Badan yang dapat menggunakan tenaga
Subjek Pajak
listrik
Wajib Pajak
Tarif

Orang Pribadi atau Badan yang menggunakan tenaga listrik


Paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen)

PAJAK MINERAL BUKAN LOGAM DAN


BATUAN
Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan adalah pajak atas kegiatan
pengambilan mineral bukan logam dan batuan, baik dari sumber alam di
dalam dan/atau permukaan bumi untuk dimanfaatkan
Objek Pajak
Subjek Pajak
Wajib Pajak
Tarif

Kegiatan pengambilan Mineral Bukan Logam dan Batuan


Orang Pribadi atau Badan yang dapat mengambil Mineral
Bukan Logam dan Batuan
Orang Pribadi atau Badan yang mengambil Mineral Bukan
Logam dan Batuan
Paling tinggi sebesar 25% (dua puluh lima persen)

PAJAK PARKIR
Pajak Parkir adalah pajak atas penyelenggaran tempat parkir di luar badan
jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang
disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan
kendaraan bermotor

Objek Pajak

Subjek Pajak
Wajib Pajak
Tarif

Penyelenggaraan empat parkir di luar badan jalan, baik yang


disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang
disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan
tempat penitipan kendaraan bermotor
Orang Pribadi atau Badan yang melakukan parkir kendaraan
bermotor
Orang Pribadi atau Badan yang menyelenggarakan parkir
kendaraan bermotor
Paling tinggi sebesar 30% (tiga puluh persen)

PAJAK AIR TANAH


Pajak Air Tanah adalah pajak atas pengambilan dan/atau pemanfaatan air
tanah
Pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah
Objek Pajak
Orang pribadi atau Badan yang melakukan pengambilan
Subjek Pajak
dan/atau pemanfaatan air tanah
Orang pribadi atau Badan yang melakukan pengambilan
Wajib Pajak
dan/atau pemanfaatan air tanah
maksimum 20% dari Nilai Jual Air Tanah
Tarif

PAJAK SARANG BURUNG WALET


Pajak Sarang Burung Walet adalah pajak atas kegiatan pengambilan dan/atau
pengusahaan sarang burung walet
Pengambilan dan/atau pengusaha sarang burung walet,
Objek Pajak
kecuali yang telah dikenakan PNBP
Subjek Pajak

Orang pribadi atau badan yang melakukan pengambilan


dan/atau mengusahakan sarang burung walet

Wajib Pajak

Orang pribadi atau badan yang melakukan pengambilan


dan/atau mengusahakan sarang burung walet
Mkasimum 10% dari nilai jual sarang burung walet

Tarif

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN


PEDESAAN DAN PERKOTAAN
Pajak Bumi dan Bangunan Pedesan dan Perkotaan adalah pajak atas bumi
dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh orang
pribadi atau Badan, kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha
perkebunan, perhutanan, dan pertambangan
Bumi dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan/atau
dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan, kecuali
Objek Pajak
kawasan yang digunakan untumkegiatan usaha perkebunan,
perhutanan, dan pertambangan

Subjek Pajak

Wajib Pajak

Tarif

Orang pribadi atau badan yang secara nyata mempunyai


suatu hak atas bumi dan.atau memperoleh manfaat atas
bumi, dan atau memilki, menguasai, dan/atau memperoleh
atas bumi dan bangunan
Orang pribadi atau badan yang secara nyata mempunyai
suatu hak atas bumi dan.atau memperoleh manfaat atas
bumi, dan atau memilki, menguasai, dan/atau memperoleh
atas bumi dan bangunan
Maksimum 0,3% dari nilai jual objek pajak (NJOP)

BEA PEROLEHAN HAK ATAS


TANAH DAN BANGUNAN
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan adalah pajak atas perolehan hak
atas tanah dan/atau bangunan
Objek Pajak
Perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan
Orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah
Subjek Pajak
dan/atau bangunan
Orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah
Wajib Pajak
dan/atau bangunan
Tarif
Maksimum 5% dari nilai perolehan pajak (NJOP)

BAGI HASIL PAJAK


PROPINSI
Jenis Pajak
1.
2.
3.
4.
5.

PKB
BBN-KB
PBB-KB
Pajak Rokok
Pajak Air Permukaan

*) untuk air permukaan yg berada hanya pada 1


kab/kota

Provinsi
70%
70%
30%
30%
50%
20%*

Kab/Kota
30%
30%
70%
70%
50%
80%*

RETRIBUSI DAERAH
RETRIBUSI JASA
UMUM

Retribusi atas jasa yang disediakan atau diberikan


oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan
dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh
orang pribadi atau badan;

RETRIBUSI JASA
USAHA

Retribusi atas jasa yang disediakan oleh Pemerintah


Daerah dengan menganut prinsip komersial karena
pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor
swasta

RETRIBUSI PERIZINAN
TERTENTU

Retribusi atas kegiatan tertentu Pemerintah Daerah


dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi
atau badan yang dimaksudkan untuk pembinaan,
pengaturan, pengendalian dan pengawasan atas
kegiatan pemanfaatan ruang, penggunaan sumber
daya alam, barang, prasarana, sarana, atau fasilitas
tertentu guna melindungi kepentingan umum dan
menjaga kelestarian lingkungan.

PRINSIP DAN SASARAN


RETRIBUSI JASA
UMUM

kebijaksanaan Daerah dengan


memperhatikan biaya penyediaan jasa yang
bersangkutan, kemampuan masyarakat, dan
aspek keadilan.

RETRIBUSI JASA
USAHA

tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak


sebagaimana keuntungan yang pantas diterima
oleh pengusaha swasta sejenis yang beroperasi
secara efisien dan berorientasi pada harga pasar.

RETRIBUSI
PERIZINAN
TERTENTU

tujuan untuk menutup sebagian atau


seluruh biaya penyelenggaraan
pemberian izin yang bersangkutan..

Jenis-jenis Retribusi Jasa Umum


1.

Retribusi Pelayanan Kesehatan;

2.

Retribusi Persampahan/Kebersihan;

3.

Retribusi Kartu Tanda Penduduk dan Akte Catatan Sipil;

4.

Retribusi Pemakaman dan Pengabuan Mayat;

5.

Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum;

6.

Retribusi Pelayanan Pasar;

7.

Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor


Bermotor;;

8.

Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran;

9.

Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta;

10.

Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang

11.

Retribusi Penyedotan Kakus

12.

Retribusi Pengolahan Limbah Cair

13.

Retribusi Pelayanan Pendidikan

14.

Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi

Jenis-jenis Retribusi Jasa Usaha


Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah;
Retribusi Pasar Grosir dan/atau
dan/ atau Pertokoan
Pertokoan;;
Retribusi Tempat Pelelangan
Pelelangan;;
Retribusi Terminal;
Retribusi Tempat Khusus Parkir;
Parkir ;
Retribusi Tempat
Penginapan/Pesanggrahan/Villa;
7. Retribusi Rumah Potong Hewan;
8. Retribusi Pelayanan Kepelabuhan;
9. Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga;
10. Retribusi Penyeberangan di Air;
11. Retribusi Penjualan Produksi Usaha
Daerah.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Jenis-jenis Retribusi Izin Tertentu

1.
2.
3.
4.
5.

Retribusi Izin Mendirikan


Bangunan;
Retribusi Izin Tempat Penjualan
Minuman Beralkohol;
Retribusi Izin Gangguan;
Retribusi Izin Trayek;
Retribusi Izin Usaha Perikanan

PENETAPAN TARIF
No.

Tarif

UU 34/2000
Ditetapkan dengan PP
(diberlakukan seragam
di seluruh Indonesia)

UU 28/2009

Pajak Provinsi

Pajak Kabupaten/Kota
Kabupaten/Kota Ditetapkan dengan
Perda
(tidak boleh melampaui
UU)

Ditetapkan dengan
Perda
(tidak boleh melampaui
UU)

Retribusi Daerah

Ditetapkan dengan
Perda
(sesuai prinsip dan
sasaran penetapan tarif
untuk masingmasing-masing
golongan retribusi)
retribusi)

Ditetapkan dengan
Perda
(sesuai prinsip dan
sasaran penetapan tarif
untuk masingmasing-masing
golongan retribusi)
retribusi)

Ditetapkan dengan
Perda
(tidak boleh melampaui
UU)

EARMARKING
JENIS PAJAK

Penerimaan
Porsi

Peruntukan

1.

PKB

Minimal
10%

Pembangunan dan/atau
pemeliharaan jalan serta
peningkatan moda dan sarana
transportasi umum.

2.

Pajak Rokok

Minimal
50%

Pelayanan kesehatan masyarakat


dan penegakan hukum.

3. Pajak Penerangan
Jalan

Sebagian

Penyediaan penerangan jalan.

Masa Berlaku
No.

Jenis Pajak Daerah

Tanggal Berlaku

UU 28/2009

01-01-2010

BPHTB

01-01-2011

PBB Pedesaan &


Perkotaan

01-01-2014

Pajak Rokok

01-01-2014

Keterangan

IMPLIKASI SOSIAL DAN EKONOMI


1. Menjamin ketersediaan anggaran untuk:
untuk:
a. pembangunan dan/
dan/atau pemeliharaan jalan serta peningkatan moda dan
sarana transportasi umum;
umum;
b. meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dan penegakan hukum
dalam rangka pengawasan peredaran rokok illegal.
2. Meningkatkan kepastian hukum.
hukum.
3. Meningkatkan pelayanan publik  Masyarakat tidak dipungut
secara berlebihan
4. Menciptakan iklim investasi yang kondusif (business friendly).

Terima Kasih