Anda di halaman 1dari 9

CHAPTER 3: PERILAKU BIAYA AKTIVITAS

CHAPTER 3: PERILAKU BIAYA AKTIVITAS


ANASTASIA DWI SETYAWATI
ANDI AMIRULLAH ARIF TIRO
ANNISA NOVIASTRI AYUNINGSIH

PROGRAM PROFESI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
JOGJAKARTA
2015

CHAPTER 3: PERILAKU BIAYA AKTIVITAS


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Akuntansi manajemen terus berubah dan menyesuaikan dengan perubahan-perubahan
dalam sector manufaktur dan jasa di dunia bisnis saat ini. Salah satu penyesuaian yang
signifikan adalah perkembangan manajemen berdasarkan aktivitas. Pengaruh model
manajemen berdasarkan aktivitas atas akuntansi manajemen sangatlah besar, yaitu
menyebarkan penerimaan dan praktik konsep-konsep aktivitas berdasarkan konsep-konsep
metode berdasarkan aktivitas dalam kerangka yang terintegrasi dan komprehensif.
Makalah ini akan membahas mengenai perilaku biaya aktivitas, karena biaya-biaya ini
penting untuk mempersiapkan laporan keuangan eksternal. Biaya-biaya yang disajikan dalam
laporan keuangan tersebut diatur berdasarkan fungsi. Oleh karena itu, semua biaya
perusahaan dimasukkan ke dalam satu dari tiga katagori yaitu biaya produksi atau manufaktur
(dalam akun harga pokok penjualan), biaya pemasaran, dan biaya administrasi, tetapi
pengelompokan data berdasarkan fungsional tidak membantu dalam penyusunan anggaran,
pengendalian, dan pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan suatu pemahaman atas
perilaku biaya.
Tujuan
1. Menjelaskan dasar-dasar perilaku biaya
2. Menerangkan hubungan aktivitas, penggunaan sumber daya, dan perilaku biaya
3. Mengidentifikasikan metode-metode untuk memisahkan biaya campuran ke dalam
komponen-komponen tetap dan variable
4. Mengetahui keandalan rumus biaya
5. Menjelaskan tentang regresi berganda dalam hubungan dengan perilaku biaya
6. Menjelaskan penilaian manajerial terhadap perilaku biaya

BAB II

CHAPTER 3: PERILAKU BIAYA AKTIVITAS


ISI
A.

Dasar-Dasar Perilaku Biaya


Perilaku biaya adalah cara biaya berubah dalam hubungannya dengan perubahan
penggunaan aktivitas. Atau dengan kata lain perilaku biaya adalah istilah untuk
menggambarkan apakah biaya berubah seiring dengan perubahan output. Biaya-biaya bereaksi
pada perubahan output dengan berbagai macam cara yaitu:
1. Biaya tetap
Biaya tetap adalah biaya yang dalam jumlah total tetap konstan dalam rentang yang relevan
ketika tingkat output aktivitas berubah. Rentang yang relevan adalah rentang output di
mana asumsi hubungan biaya/output berlaku.
Contoh: biaya listrik, biaya penyusutan, biaya sewa gedung
2. Biaya variabel
Biaya variabel adalah biaya yang dalam jumlah total bervariasi secara proporsional atau
sebanding dengan perubahan output,
Rumus total biaya variabel = biaya variabel per unit x jumlah unit
Contoh : biaya bahan baku
3. Biaya campuran
Biaya campuran adalah biaya yang memiliki komponen biaya tetap dan biaya variabel
sekaligus. Contoh : gaji dan bonus penjualan untuk bagian marketing.
Rumus total biaya = biaya tetap + total biaya variable
Untuk dapat mengklasifikasikan biaya sesuai dengan perilakunya maka diperlukan berbagai
pertimbangan atas dasar:
1.
Waktu
Menentukan apakah suatu biaya merupakan biaya tetap atau biaya variable bergantung
pada batasan waktu, tetapi batasan ini bersifat subjektif, tergantung dari prespektif tiap-tiap
manajer. Dalam ilmu ekonomi dalam jangka panjang semua biaya merupakan biaya
variabel sedangkan dalam jangka pendek minimal ada satu biaya tetap.
Contoh : perbedaan perspektif manajemen terhadap biaya tenaga kerja, ada yang
memandang sebagai biaya variabel karena dapat memberhentikan dan mempekerjakan
karyawan sesuai dengan kenaikan atau penurunan output. Tetapi ada juga yang dipandang
sebagai biaya tetap karena adanya kontrak yang membuat pihak manajemen tidak bias
seenaknya memberhentikan karyawan.
2. Sumber daya dan ukuran output
Setiap aktivitas memerlukan sumber daya, sumber daya ini kemudian digabungkan dan
diolah untuk menghasilkan output. Salah satu bentuk untuk mengukur output adalah
frekuensi dilakukannya aktivitas tersebut. Semakin sering frekuensi melakukan aktivitas,
semakin besar pula biayanya.
Istilah lain untuk pengukuran output adalah penggerak. Untuk dapat memahami perilaku
biaya perlu menentukan aktivitas yang dilakukan dan penggerak yang terkait, yang
berfungsi sebagai pengukur kapasitas atau penggerak aktivitas. Penggerak aktivitas ini
dibagi menjadi:

CHAPTER 3: PERILAKU BIAYA AKTIVITAS


a. Penggerak tingkat produksi (tingkat unit) adalah perubahan dalam biaya ketika unit yang
diproduksi berubah. Contoh: biaya pemakaian bahan baku.
b. Penggerak tingkat non unit adalah perubahan dalam biaya ketika factor-faktor lain selain
unit berubah. Contoh: biaya penyusutan mesin
B.

Aktivitas, Penggunaan Sumber Daya, dan Perilaku Biaya


Kapasitas adalah kemampuan actual atau potensial untuk melakukan sesuatu. Berapa
banyaknya kapasitas tergantung pada tingkat kinerja yang diminta. Tingkat yang efisien atas
kinerja aktivitas ini disebut kapasitas praktis (practical capacity). Kadang-kadang terjadi
kelebihan kapasitas. Untuk mengetahui kelebihan kapasitas yang mempengaruhi perilaku biaya
penting untuk mengetahui sumber daya fleksibel dan sumber daya terikat.
1.
Sumber daya fleksibel yaitu sumber daya yang dipasok saat digunakan atau
dibutuhkan. Oleh karena itu biaya sumber daya fleksibel merupakan biaya variable.
Contoh : biaya bahan baku
2.
Sumber daya terikat yaitu sumber daya yang harus ada sebelum dibutuhkan. Oleh
karena itu sumber daya terikat merupakan biaya tetap. Contoh : gedung. Dalam jangka
yang lebih pendek dikenal dengan biaya diskresi, biaya ini terjadi karena adanya
perolehan kapasitas aktivitas jangka pendek. Contoh : biaya iklan.
Dalam pembahasan perilaku biaya perilaku biaya diasumsikan bahwa biaya bersifat
kontinyu, padahal dalam kenyataannya fungsi biaya tidaklah kontinyu yang dikenal dengan
fungsi biaya bertahap. Biaya bertahap menampilkan tingkat biaya yang konstan untuk rentang
output tertentu dan pada titik tertentu naik ke tingkat biaya yang lebih tinggi dimana biaya
tersebut tidak berubah untuk rentang output yang sama. Lebar dari tiap tahap menunjukkan
rentang output yang mengharuskan diperolehnya sumber daya tersebut, sedangkan penilaian
rentang juga bersifat subjektif. Rentang yang sempit akan menjadi biaya variabel, sedangkan
rentang yang lebar merupakan biaya tetap.

C. Metode-Metode untuk Memisahkan Biaya Campuran ke dalam Komponen-Komponen


Tetap dan Variabel
Biaya-biaya yang termasuk dalam biaya campuran perlu dipisahkan ke dalam
komponen-komponen tetap dan variabel. Ada tiga metode yang digunakan secara luas untuk
memisahkan biaya campuran menjadi komponen tetap dan variabel., yaitu metode tinggi
rendah, metode scatterplot, dan metode kuadrat terkecil. Masing-masing metode menggunakan
asumsi hubungan linear.

1. Metode Tinggi Rendah


Metode tinggi rendah adalah suatu metode untuk menentukan persamaan suatu garis lurus
dengan terlebih dahulu memilih dua titik (titik tinggi dan rendah) yang akan digunakan untuk
menghitung parameter pemintas dan kemiringan. Titik tinggi di definisikan sebagai titik

CHAPTER 3: PERILAKU BIAYA AKTIVITAS


dengan tingkat output atau aktivitas tertinggi. Titik rendah di definisikan sebagai titik dengan
tingkat output atau aktivitas terendah.
Persamaan untuk penentuan biaya variabel per unit dan biaya tetap adalah sebagai berikut:
Biaya variabel per unit = perubahan biaya / perubahan output
Biaya variabel per unit =

(biaya tinggi biaya rendah)


(output tinggi output rendah)

Biaya tetap = biaya total titik tinggi (biaya variabel per unit x output tinggi)
Biaya tetap = biaya total titik rendah (biaya variabel per unit x output rendah)
2. Metode Scatterplot
Metode scatterplot adalah suatu metode penentuan persamaan suatu garis dengan
memplot data dalam suatu grafik. Langkah pertama dalam menerapkan metode scatterplot
adalah memplot titik-titik data sehingga hubungan antara biaya penyetelan dan aktivitas
dapat dilihat. Plot ini disebut dengan grafik scatter. Grafik scatter memungkinkan seseorang
untuk secara visual menyesuaikan suatu garis dengan titik-titik dalam grafik scatter. Dalam
melakukan hal ini, garis yang dipilih seharusnya adalah garis yang paling sesuai dengan
titik-titik tersebut. Keunggulan signifikan metode scatterplot adalah memungkinkan kita
untuk melihat data secara visual. Sedangkan kelemahannya adalah tidak adanya kriteria
objektif untuk memilih garis terbaik.
3. Metode Kuadrat Terkecil
Kedekatan setiap titik pada garis dapat diukur dengan jarak vertikal titik dari garis. Jarak
vertikal ini adalah perbedaan antara biaya aktual dengan biaya yang diprediksi oleh garis.
Untuk titik 5, biaya yang diprediksi adalah 5*, dan deviasinya adalah jarak antara titik 5 dan
5* (jarak dari titik ke garis).
Metode kuadrat terkecil pertama-tama mengkuadratkan setiap deviasi dan kemudian
menjumlahkan deviasi yang dikuadratkan tersebut sebagai ukuran kedekatan keseluruhan.
Pengkuadratan deviasi ini menghindari masalah yang disebabkan oleh bauran angka positif
dan negatif. Karena ukuran kedekatan adalah jumlah deviasi kuadrat titik-titik dari garis,
maka semakin kecil ukurannya, semakin baik garisnya. Garis yang lebih mendekati titik
disbanding garis lainnya disebut garis kesesuaian terbaik, yaitu garis dengan jumlah kuadrat
deviasi terkecil.

Penggunaan Program Regresi


Langkah pertama dalam penggunaan computer untuk menghitung koefisien regresi
adalah memasukkan data. Selanjutkan jalankan regresi, dalam Excel fungsi regresi terdapat
dalam menu tools, kemudian pilih add in dan tambahkan data analysis klik dan pilih

CHAPTER 3: PERILAKU BIAYA AKTIVITAS


regression. Ketika layar regression muncul, kita dapat memberitahu letak variabel terikat dan
bebas. Terakhir beri perintah pada computer di mana meletakkan output.
D.

Keandalan Rumus Biaya


Kegunaan utama yaitu terletak pada kemampuannya menginformasikan seberapa jauh rumus
biaya yang diperkirakan dapat diandalkan.
R Kuadrat Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi atau R kuadrat adalah persentase variabilitas variabel terikat yang
dijelaskan oleh suatu variabel bebas. Persentase ini merupakan ukuran goodness of fit.
Semakin tinggi persentase variabilitas biaya yang dijelaskan, semakin bak garisnya. Karena
koefisien determinasi tersebut merupakan persentase variabilitas yang dijelaskan, nilainya
berkisar antara 0-1.
Tidak ada batasan yang jelas untuk koefisien determinasi yang baik dan buruk. Yang
pasti, semakin dekat R kuadrat ke-1, semakin baik garisnya.
Koefisien Korelasi
Ukuran alternatif untuk goodness of fit adalah koefisien korelasi, yaitu akar dari koefisien
determinasi. Karena akar dapat bernilai negatif, nilai koefisien korelasinya dapat berkisar antara
-1 dan +1. Jika koefisien korelasinya positif, maka kedua variabelnya bergerak menuju arah
yang sama dan terdapat korelasi positif. Korelasi positif sempurna akan menghasilkan nilai 1
untuk koefisien korelasi. Di lain pihak, jika koefisien korelasinya negatif, maka kedua variabel
bergerak menuju arah yang dapat diprediksi, tetapi berlawanan arah. Korelasi negatif sempurna
akan menghasilakan koefisien korelasi sebesar -1. Nilai koefisien yang mendekati nol
mengidentifikasi tidak adanya korelasi

E.

Regresi Berganda
Regresi berganda (multiple regresssion) adalah kuadrat terkecil yang digunakan untuk
membuat suatu persamaan yang melibatkan dua atau lebih variabel penjelas.

F.

Penilaian Manajerial
Pertimbangan manajerial merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan
perilaku biaya. Pertimbangan manajerial merupakan metode paling luas yang digunakan.
Metode ini memiliki banyak bentuk. Secara sederhana beberapa manajer menentukan biaya
aktivitas tertentu menjadi kategori tetap dan lainnya menjadi kategori variabel, tanpa
menghiraukan kemungkinan biaya campuran. Daya tarik dari metode ini terletak pada
kesederhanaannya. Sebelum memilih metode ini, manajemen berupaya memastikan sebagian
besar biaya adalah variabel atau tetap dan keputusan yang dibuat tidak terlalu sensitif terhadap
kesalahan pengklasifikasian biaya.
Kemungkinan lain adalah manajemen mengidentifikasi biaya campuran dan membagi
biaya-biaya ini dalam komponen tetap dan variabel dengan memutuskan bagian biaya yang
merupakan biaya tetap dan variabel. Sebagai contoh, suatu pabrik dapat memasukkan
pembayaran sewa mesinn fotokopi dalam satu akun dan biaya kertas dan tinta ke akun lainnya.
Dengan demikian, akan mudah untuk mengelompokkan akun pembayaran sewa dengan akun-

CHAPTER 3: PERILAKU BIAYA AKTIVITAS


akun biaya tetap lainnya, dan memperlakukan biaya variabel secara terpisah. Kemudian,
komponen variabel dapat dihitung dengan menggunakan satu atau lebih data biaya/ volume.
Hal ini memiliki keunggulan akuntansi untuk biaya campuran, tetapi rentan terhadap jenis
kesalahan, yaitu manajemen mungkin saja salah dalam penilaiannya.
Kemungkinan terakhir adalah manajemen menggunakan pengalaman dan
pertimbangan mereka untuk memperbaiki hasil estimasi statistik.
Keunggulan dari penggunaan pertimbangan manajerial untuk memisahkan biaya tetap dan
variabel terletak pada kesederhanaannya. Saat manajer memiliki pengetahuan yang mendalam
tentang perusahaan dan pola biayanya, metode ini dapat memberikan hasil yang baik. Akan
tetapi, kesalahan akan terjadi jika manajer tidak memiliki pertimbangan yang baik. Oleh karena
itu, mempertimbangkan pengalaman manajer, potens kesalahan, dan pengaruh pertimbangan
yang salah terhadap keputusan terkait merupakan hal yang penting.

BAB III
KESIMPULAN

CHAPTER 3: PERILAKU BIAYA AKTIVITAS

Perilaku biaya adalah cara biaya berubah dalam hubungannya dengan perubahan
penggunaan aktivitas. Waktu merupakan salah satu faktor penting dalam penentuan
perilaku biaya. Biaya variabel merupakan biaya yang meningkat secara proporsional
dengan peningkatan aktivitas. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah jumlah
totalnya ketika penggunaan aktivitas berubah, sedangkan biaya campuran merupakan
biaya yang mempunyai komponen tetap dan variabel.

Model penggunaan sumber daya meningkatkan pemahaman tentang perilaku biaya.


Sumber daya yang diperoleh sebelum penggunaan dikatagorikan sebagai beban terikat,
sedangkan sumber daya yang diperoleh pada saat digunakan dan dibutuhkan disebut
sumber daya fleksibel. Dikenal juga biaya diskresi yang cenderung merupakan biaya
tetap. Sumber daya juga dapat diperoleh dalam rentang tertentu, jika rentang sempit
maka merupakan fungsi biaya variabel, sedangakan rentang lebar menunjukkan biaya
tersebut merupakan biaya tetap.

Terdapat tiga metode untuk memisahkan biaya campuran. Metode tinggi rendah bersifat
objektif dan sederhana tetapi tidak merepresentasikan hubungan biaya yang
sebenarnya. Metode scatterplot baik dalam mengidentifikasikan nonlinearitas, adanya
outlier dan adanya pergeseran dalam hubungan biaya, kelemahannya adalah bersifat
subjektif. Metode kuadrat terkecil menghasilkan garis yang paling sesuai dengan titiktitik data sehingga lebih direkomendasikan.

Metode kuadrat terkecil memiliki keunggulan dibanding metode lainnya dalam menilai
keandalah persamaan biaya. Koefisien korelasi juga mengukur kekuatan hubungan dan
menunjukkan arah hubungan.

Peranan regresi berganda dapat memberikan variabel tambahan ke dalam persamaan


sehingga dapat meningkatkan kemampuan persamaan tersebut dalam memprediks
biaya aktivitas serta member pemahaman mengenai cara pengelolaan biaya aktivitas.

Pertimbangan manajerial dapat digunakan secara terpisah atau bersama-sama dengan


metode tinggi rendah, scatterplot, dan kuadrat terkecil. Manajer menggunakan
pengalaman dan pengetahuan mereka mengenai hubungan biaya dan tingkat aktivitas
untuk mengidentifikasikan outlier, memahami perubahan structural dan menyesuaikan
parameter yang disebabkan oleh perubahan kondisi yang diantisipasi.

DAFTAR PUSTAKA

CHAPTER 3: PERILAKU BIAYA AKTIVITAS


Hansen, D.R. & Mowen, M.M. 2004. Management Accounting Akuntansi Manajemen Buku 1.
Terjemahan Fitriasari & Kwary. 2004. Jakarta : Salemba Empat.

Anda mungkin juga menyukai