Anda di halaman 1dari 7

ASUHAN KEPERAWATAN OTITIS MEDIA KRONIK

DI RUANG THT RSUD DR. SOETOMO SURABAYA

OLEH :
SUBHAN

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ARLANGGA
SURABAYA
2002

OTITIS MEDIA KRONIK

Batasan
Otitis media kronik adalah keradangan kronik yang mengenai mukosa dan struktur
tulang di dalam kavum timpani.
I.

ETIOLOGI
Positif gram

: S. Pyogenes, S. Albus

Negatif Gram

: Proteus spp, Psedomonas spp, E. Coli.

Kuman anaerob

: Alergi, diabetes melitus, TBC paru.

II. DIAGNOSIS
1. Anamnesis
-

Otorea terus menerus / kumat kumatan lebih dari 6 8 minggu

Pendengaran menurun (Tuli).

2. Pemeriksaan
a) Tipe tubotimpanal (Hipertrofi, benigna).(382.1).
a) Perforasi sentral
b) Mukosa menebal
c) Audiogram: Tuli konduktif dengan air bone gab
sebesar kl 30 dB
d) X foto mastoid : Sklerotik
b) Tipe degeneratif (382.1).
a) Perforasi sentral besar
b) Granulasi atau polip pada mukosa kavum timpani
c) Audiogram : tuli konduktif / campuran dengan
penurunan 50 60 dB
d) X-foto mastoid : sklerotik
c) Tipe metaplastik (atikoantral, maligna). (385.3)
a) Perforasi atik atau marginal
b) Terdapat kolesteatom
c) Desttruksi tulang pada margotimpani
d) Audiogram : tuli konduktif / campuran dengan
penurunan 60 dB atau lebih.
e) X- foto mastoid : sklerotik/rongga.
d) Tipe campuran (degeneratif, metaplastik). (385.3)

a)

Perforasi marginal besar atau total

b)

Granulasi dan kolesteatom

c)

Audiogram : tuli konuktif / campuran dengan


penurunan 60 dB atau lebih

d)
3.

X- foto mastoid : sklerotik / rongga.

Pemeriksaan tambahan : Pembuatan audiogram dan X- foto mastoid


(seperti diatas).

III. PENYULITAN
1.

Abses retro airkula (383.0)

2.

Paresis atau paralisis syaraf fasialis


(351)

3.

Komplikasi intrakranial :
-

Meningitis

Abses ekstradural

Abses otak

IV. TERAPI
1.

Tipe tubetimpanal stadium aktif:


-

Anti biotik : Ampisilin / Amoksilin, (3-4 X 500 mg oral) atau


klidomisin (3 X 150 300 mg oral) Per hari selama 5 7 hari

Pengobatan sumber infeksi di rongga hidung dan sekitarnya

Perawatan lokal dengan perhidoral 3% dan tetes telinga (Klora


menikol 1- 2%)

Pengobatan alergi bila ada latar belakang alergi


Pada stadium tenang (kering) di lakukan miringoplastik. ICOPIM (5.
194).

2.

Tipe degeneratif :
-

Atikoantrotomi (5.203)

Timpanoplastik (5.195)

3.

Tipe meta plastik / campuran


-

Mastoidektomi radikal (5.203)

Mastoidektomi radikal dan rekonstruksi.


Untuk OMK dengan penyulit :

V. ABSES RETROAURIKULER
1. Insisi abses
2. Antibiotik : Penisilin Prokain 2 X 0,6-1,2 juta IU i.m / hari dan

metronidazol X 250 500mg oral / sup / hari.


3. Mastoid dektomi radikal urgen
VI. PARESIS ATAU PARALISIS SYARAF FASIALIS
1. Menentukan lokasi lesi :
-

Dengan test Scrimer supra atau infra ganglion

Refleks stapedeus : positif lesi di bawah N. Stapedeus


Negatif : lesi di atasnya

Tes pengecapan pada lidah :


Positif : lesi di bawah korda timpani
Negatif : lesi di atasnya

2. Mastoidektomi urgen dan dekompresi saraf fasialis


3. Rehabilitasi.
VII.LABIRINGITIS
1. Tes fistel
2. Mastoidektomi urgen
VIII. MENINGITIS
1. Perawatan bersama dengan bagian syaraf
2. Antibiotik:
-

ampicilin 6 x 2-3 g/ hari i.v di tambah

Kloranfenikol 4 x 1 G atau seftriakson 1 2 g / hari i.v

3. Bila meningitis sudah tenang segera di lakukan mastoidektomi radikal.


IX. ABSESE EKSTRADURAL
1.

Antibiotik : Ampisilin 4-6 X2-3 G/hari i.v

2.

ditambah metronodazol 3 X 500mg Sup / hari.

3.

Perawatan bersama dengan bagian bedah syaraf

4.

Drainase abses oleh bagian bedah syaraf

5.

Bila suadh tenang dilakukan matoiddektomi radikal

ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
a. Pengumpulan data
1. Riwayat
a). Identitas Pasien
b). Riwayat adanya kelainan nyeri
c). Riwayat infeksi saluran nafas atas yang berulang
d). Riwayat alergi
e). OMA berkurang
2. Pengkajian Fisik
a)

Nyeri telinga

b)

Perasaan penuh dan penurunan pendengaran

c)

Suhu Meningkat

d)

Malaise

e)

Nausea Vomiting

f)

Vertigo

g)

Ortore

h)

Pemeriksaan dengan otoskop tentang stadium

3. Pengkajian Psikososial
a)

Nyeri otore berpengaruh pada interaksi

b)

Aktifitas terbatas

c)

Takut menghadapi tindakan pembedahan

4. Pemeriksaan Laboratorium
5. pemeriksaan Diagnostik
a)

Tes Audiometri : AC menurun

b)

X ray : terhadap kondisi patologi


Misal : Cholesteatoma, kekaburan mastoid

6. Pemeriksaan pendengaran
a)

Tes suara bisikan

b)

Tes garputala

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.

Nyeri sehubungan dengan proses


peradangan

2.

Gangguan sensori / presepsi


sehubungan dengan kerusakan pada telinga tengah

3.

Intoleransi aktifitas sehubungan


dengan nyeri

4.

Ansietas sehubungan

dengan

kurangnya pengetahuan mengenai pengobatan dan pencegahan kekambuhan


5.

Isolasi

sosial

sehubungan

dengan nyeri, otore menurun ingaran


6.

Resiko

tinggi

trauma

sehubungan dengan gangguan presepsi pendengaran


7.

kurangnya

pengetahuan

mengenai pengobatan dan pencegahan kekambuhan


INTERVENSI KEPERAWATAN
MEMBERIKAN RASA NYAMAN
1. Mengurangi rasa nyreri
Beri aspirin/analgesik sesuai instruki
Kompres dingin di sekitar area telinga
Atur posisi
Beri sedatif sesuai indikasi
MENCEGAH PENYEBARAN INFEKSI
Ganti

balutan

tiap hari sesuai keadaan


Observasi tanda

tanda infeksi lokal

Ajarkan

klien

tentang pengobatan
Amati

penyebaran infeksi pada otak :


To, menggigil, kaku kuduk.
MONITOR GANGGUAN SESORI
Catat status pendengaran

Ingatkan klien bahwa vertigo dan nausea dapat terjadi setelah radikal
mastoidectomi

karena

gangguan

telinga

dalam.

Berikan

tindakan

pengamanan.
Perhatikan droping wajah unilateral atau mati rasa karena perlukaan (injuri)
saraf wajah.
H.E

Ajarkan klien mengganti balutan dan menggunakan antibiotik secara kontinu


sesuai aturan
Beritahu komplikasi yang mungkin terjadi dan bagaimana melaporkannya
Tekankan hal hal yang penting yang perlu di follow up,evaluasi
pendengaran
TERAPI MEDIK
Antibiotik dan tetes telinga : Steroid
Pengeluaran debris dan drainase pus untuk melindungi jaringan dari
kerusakan : miringotomy
INTERFENSI BEDAH
Indikasi jika terdapat chaolesteatoma
Indikasi jika terjadi nyeri, vertigo,paralise wajah, kaku kuduk, (gejala awal
meningitis atau obses otak)
Tipe prosedur

Simpel mastoid decstomi

Radical mastoiddectomi

Posteronterior mastoiddectomi