Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Swt yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah yang
berjudul Keterkaitan Kewirausahaan dengan Profesi dan Disiplin Ilmu yang lain
Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah Kewirausahaan.
Dalam menyusun Makalah ini, penulis banyak memperoleh bantuan serta
bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan
terima kasih kepada:
1. Dosen Mata Kuliah Kewirausahaan.
2. Seluruh teman teman yang telah banyak membantu penulis.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun Makalah ini masih jauh dari
sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun guna sempurnanya Makalah ini. Penulis berharap semoga Makalah ini
dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.

Bandung,

Juni 2015

Penulis

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
TINJAUAN TEORI
A. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
B. PERAN KEWIRAUSAAN DALAM PROFESI GIZI

Wirausaha yang bisa dikembangkan di bidang ini adalah :


1. Klinik konsultasi gizi
Perubahan life style masyarakat Indonesia, dan tentu saja diikuti dengan meningkatnya
penyakit degeneratif, menuntut masyarakat untuk melakukan tindakan preventif dengan lebih
mengetahui tentang makanan sehat, juga kuratif dengan melakukan diet untuk
menyembuhkan nya dengan mengubah pola makan.
Di sisi lain profesionalisme di kalangan medis akhirnya melakukan tindakan secara paripurna
dengan melakukan edukasi tentang hal di atas dengan mengkonsulkan hal-hal yang berkaitan
dengan diet / makanan kepada profesi pangan dan gizi. Dan yang dituju adalah Klinik
Konsultasi Gizi.

Rumah sakit-rumah sakit swasta dan klinik-klinik telah menjadi acuan dalam pengembangan
wira usaha di bidang ini.

1. Home care konsultasi gizi


Masih merupakan lanjutan dari point a, bahwa beberapa strata masyarakat high class telah
terbiasa dengan home base system. Mulai dari home schooling dll. Demikian juga dengan
prifate medical therapi, nurse home care, dan harus dikambangkan lagi adalah nutrition / diet
home care.

Ini bisa merupakan service tambahan dari klinik konsultasi di poin a, atau juga merupakan
core bisnis nya,.

2. Bidang Jasaboga

Berbagai perubahan dalam gaya hidup individu di masyarakat, mengakibatkan makin


banyaknya orang yang tidak dapat berada di rumah pada waktu jam makan. Hal ini
berdampak pada meningkatnya usaha jasa boga baik yang melayani makan karyawan pabrik
dan perkantoran, makan rantang untuk perumahan baik rantangan diet ataupun makanan
biasa, juga makanan untuk acara khusus seperti pesta, selamatan dan darmawisata. Dalam
bidang ini profesi pangan dan gizi dapat berperan sebagai pemilik, konsultan ataupun sebagai
karyawan usaha jasa boga. Sebagai pemilik atau konsultan, seorang profesi pangan dan gizi
telah dibekali kemampuan manajemen dalam mengelola suatu usaha secara mandiri dan juga
telah mempunyai pengetahuan kuliner, gizi dan pangan yang cukup untuk menangani bidang
jasa boga. Sebagai karyawan usaha jasa boga, seorang profesi pangan dan gizi mempunyai
kemampuan untuk menjadi pengelola/ penyelia dari kegiatan harian usaha jasa boga, seperti
di bidang perencanaan, pengadaan, pruduksi, distribusi ataupun dibidang pengawasan mutu.
Perlu diingat bahwa bagaimanapun jasaboga adalah usaha komersial yang mencari
keuntungan.

Pemilik senantiasa akan memperhitungkan keuntungan dan kerugian apabila mempekerjakan


profesi pangan dan gizi dalam hal ini ahli gizi. Masuknya profesi ahli gizi dalam bidang ini
relatif masih baru. Oleh karena itu harus benar-banar mampu menunjukkan perannya yang
spesifik dalam menunjang kemampuan perusahaan.

Wira usaha yang bisa dikembangkan di bidang inim adalah


1. Katering konvensional
Penyelenggaraan penyediaan makanan / catering konvensional sangat tepat untuk
pengembangan wira usaha saat ini. Catering untuk kegiatan hajat baik keluarga, maupun
instansi swasta maupun pemerintah mutlak diperlukan. Dengan perencanaan dan perhitungan
yang telah diajarkan di perguruan tinggi, maka tentunya akan membuat wira usaha ini makin
professional, dengan berkolaborasi dengan tenaga pemasak yang handal.

Sudah banyak contoh yang bisa dijadikan acuan. Banyak catering-katering besar.

1. Katering diet
Sedangkan catering diet ada dua jenis, yaitu yang merupakan salah satu pengembangan dari
catering konvensional, atau merupakan usaha utama. Intinya di era yang saat ini catering diet
dengan model pemasaran yang baik sangat ditunggu dan dapat menjadi pilihan yang tepat
untuk profesi pangan dan gizi.
Katering Ibu Tuti Sunardi, Prima health meal, dll.

3. Bidang gizi

Olahraga

Dewasa ini olahraga sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat mulai
sadar untuk berolahraga sehingga muncul ungkapan tiada hari tanpa olahraga. Namun
demikian banyak orang belum mengetahui kaitan antara makanan dan olahraga, bagaimana
meraih prestasi yang baik dengan mengatur makanan mereka. Masih sangat jarang profesi
pangan dan gizi masuk dalam suatu tim olahraga. Dalam satu tim olahraga biasanya terdapat
seorang pelatih, seorang dokter, seorang ahli pijat,seorang manajer, dan kadang-kadang juga
seorang psikolog. Mereka jelas sangat diperlukan untuk keberhasilan pertandingan, tetapi
profesi profesi pangan dan gizi yang banyak menentukan hasil pertandingan masih belum
mendapat tempat. Peluang masih banyak di bidang ini, tetapi perlu perjuangan.

Sekarang, mampukah profesi pangan dan gizi menunjukkan bahwa profesinya dibutuhkan di
bidang olahraga sehingga mampu meningkatkan prestasi? Untuk membuka peluang di bidang
ini tentunya dapat dimulai dengan berbagai cara. Antara lain membuat tulisan-tulisan di
bidang gizi olahraga yang dipublikasikan. Bila tulisan-tulisan tersebut dapat menyakinkan
orang yang berkecimpung dibidang olahraga, dengan sendirinya profesi pangan dan gizi akan
mendapatkan porsinya dibidang ini.

Wira usaha yang bisa dikembangkan di bidang ini adalah


1. Katering Klub Olah raga
Tuntutan untuk menjaga stamina, mempertahankan kelas, mengakibatkan klub-klub olah raga
mau tidak mau harus menggunakan jasa catering klub olah raga, yang memperhitungkan
dengan matang komposisi zat gizi yang akan dikonsumsi oleh anggota klubnya.

1. Konsultan atlet
Atlit yang telah sukses, terbiasa mempunyai konsultan fisik maupun teknik dalam menjalani
kesehariannya. Tentu saja di dalamnya ada konsultan gizi dan makanannya.

4. Bidang

Kewartawanan Pangan & Gizi

Saat ini kebutuhan masyarakat akan pengetahuan gizi sangat besar dan beragam. Hal ini
dapat dilihat dari banyaknya rubrik gizi di berbagai macam penerbitan, baik itu harian,
tabloid ataupun majalah. Sebagian masyarakat membutuhkan bacaan yang bersifat ilmiah,
sebagian lagi membutuhkan bacaan ilmiah populer dan ada pula yang membutuhkan bacaan

ringan yang berisi pesan-pesan gizi. Hal ini perlu diantisipasi dengan baik melalui penulisanpenulisan yang disesuaikan dengan kebutuhan sasarannya. Rubrik olahraga banyak ditulis
oleh wartawan yang tidak banyak mengetahui seluk beluk gizi.

Mereka berkonsultasi dengan profesi pangan dan gizi sebelum menurunkan tulisannya.
Seorang profesi pangan dan gizi telah dibekali ilmu yang cukup untuk dituangkan dalam
bentuk tulisan, baik tulisan yang sifatnya ilmiah, ilmiah popular ataupun rubrik-rubrik
singkat. Masalah sekarang adalah mencari peluang untuk memperoleh tempat di redaksi suatu
penerbitan, dan ini juga tergantung pada seberapa jauh tulisan kita enak dibaca orang. Kalau
kedua hal ini sudah di tangan, maka tinggal kita menyediakan waktu untuk menulis secara
teratur dengan topic yang berbeda. Bidang ini masih dapat dikembangkan dengan membuka
rubrik gizi di radio dan televisi.

5. Bidang Gizi

Keluarga

Sejalan dengan tingkat kemakmuran masyarakat, maka mereka membutuhkan pelayanan di


semua bidang. Pengalaman selama ini membutuhkan pelayanan di semua bidang.
Pengalaman selama ini mengungkapkan bahwa banyak keluarga kaya yang membutuhkan
seorang profesi pangan dan gizi untuk dapat bekerja di suatu keluarga.

Keluarga itu membutuhkan seorang ahli untuk memantau dan memberi nasehat anggota
keluarganya dalam hal gizi atau karena adanya suatu penyakit tertentu.Permintaan sudah ada,
profesi pangan dan gizi belum banyak memberikan respons yang menggembirakan mereka.
Banyak profesi pangan dan gizi tidak tahu atau tidak percaya diri tentang apa yang harus
dikerjakan ketika harus bekerja dalam satu keluarga dan harus menasehati dan memantau
makanan mereka.

Kemampuan berkomunikasi secara persuasif sangat dibutuhkan dan dengan demikian, profesi
pangan dan gizi akan melihat secara langsung dampak dari komunikasi gizi yang
diberikannya. Disamping penguasaan ilmu yang cukup dalam bidang gizi khususnya
dietetika, semangat untuk menjadi pelopor dan berkreasi seorang profesi pangan dan gizi
sangat diperlukan dan ditantang untuk memenuhi kebutuhan ini.

6. Bidang Makanan

Suplemen

Sejak satu dua dekade menjelang berakhirnya milenium ke dua telah muncul macam-macam
makanan suplemen (food supplement) dalam berbagai bentuk.Fenomena ini banyak
menimbulkan berbagai persepsi masyarakat, apakah mereka juga membutuhkan suplement
semacam ini, terlebih-lebih dipicu oleh gencarnya iklan yang menunjukkan keunggulan tiap
produk. Disamping itu muncul keraguan masyarakat yang dipengaruhi oleh gaya hidup global
juga makin mengemuka.

Keberadaan suplemen makanan ini dapat kita lihat di banyak pusat perbelanjaan mewah atau
mal ataupun bersama-sama dalam satu tempat dengan apotik. Produk suplemen ini terdapat
dalam bermacam-macam merek yang dikeluarkan oleh pabrik yang berlainan. Sebagian besar
diperoduksi di luar negeri, sebagian kecil di Indonesia. Manfaat produk-produk ini masih
sering diperdebatkan oleh banyak ahli, termasuk profesi pangan dan gizi. Untuk
mengantisipasi hal-hal ini, maka pengalaman, pengetahuan, dan ketrampilan lulusan Akademi
Gizi akan mampu memberikan penerangan kepada calon konsumen, supaya konsumen tidak
terjebak dengan rasa takut kalau tidak mengkonsumsi suplemen atau takut akibat buruk kalau
mengkonsumsi dan sebagainya. Disamping itu profesi pangan dan gizi juga mempunyai
kemampuan untuk bekerja sebagai sales representative bagi produk-produk ini. Adalah
tantangan bagi profesi pangan dan gizi untuk merebut pasar bagi pruduk-produk tertentu
dengan kemahiran berkomunikasi yang efektif tetapi efisien.

7. Bidang

Penanggulangan Masalah Gizi

Di banyak negara berkembang, juga di Indonesia, masih terdapat empat masalah gizi utama
yaitu kurang energi protein (KEP), gondok endemik, anemia gizi besi, dan kekurangan
vitamin A yang menghambat program pembangunan khususnya dalam menuju Indonesia
sehat 2010. Bahkan karena krisis ekonomi berkepanjangan sejak pertengahan tahun 1997,
beberapa masalah gizi ini semakin parah. Dalam bidang ini profesi pangan dan gizi
mempunyai kesempatan yang terbuka untuk membantu mereka yang menyandang berbagai
kelainan karena kurang gizi ataupun mencegah meluasnya masalah gizi.

Departemen Kesehatan melalui Direktorat Bina Gizi Masyarakat mempunyai berbagai


program untuk menanggulangi masalah gizi. Program-program ini bergulir sampai tingkat
kecamatan/kelurahan. Disamping itu banyak sektor swasta dan Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM) yang menyelenggarakan program gizi selaras dengan program yang
diluncurkan oleh Departemen Kesehatan. Pengetahuan dan ketrampilan profesi pangan dan
gizi sangat dicari untuk mengoperasikan program ini, baik sebagai pencari/pengolah data,
konsultan/penyuluh ataupun tenaga pelaksana.

8. Bidang Pencegahan

Penyakit Degeneratif

Kemajuan ekonomi yang berhasil diraih oleh sebagian masyarakat Indonesia, telah merubah
gaya hidup. Gaya hidup berlebih atau affluent mereka antara lain dengan pola konsumsi
makanan yang berubah, telah turut mendorong terjadinya penyakit degeneratif. Hampir sama
dengan masalah sebelumnya, maka masalah degeneratif sudah pula merebak di masyarakat
Indonesia. Tingkat pendapatan sebagian masyarakat yang meningkat dan banyaknya tersedia
makanan siap saji, telah memicu mereka untuk merubah gaya hidup yang disesuaikan dengan
globalisasi.

Dari angka-angka statistik dapat dilihat bahwa penyakit kencing manis, penyakit jantung,
penyakit hati yang dulu hanya disandang oleh orangorang umur di atas 50 tahun, dewasa ini
sudah diderita oleh mereka yang berumur jauh lebih muda. Profesi pangan dan gizi berperan
memberi konsultasi dan penyuluhan tentang pola makan yang baik dalam rangka mencegah
ataupun dalam proses penyembuhan penyakitpenyakit
degeneratif ini.

9. Bidang

Bioteknologi Bahan Pangan

Kemajuan teknologi manusia yang didorong oleh kebutuhan manusia modern telah
menghasilkan produk-produk transgenik termasuk produk bahan makanan. Berbagai silang
pendapat masih terjadi apakah produk-produk ini layak dikonsumsi. Dunia yang semakin
dipadati oleh bermilyar manusia ini, memaksa para ahli bioteknologi untuk mencari jalan
keluar dalam upaya mencukupi kebutuhan pangan. Dalam upaya ini seringkali suatu rekayasa
genetik untuk meningkatkan hasil pangan terpaksa dilakukan dan seringkali tidak
memperhitungkan dampak merugikan bagi organisme lain. Dewasa ini rekayasa genetik
makanan atau genetically modified foods sudah dilakukan antara lain terhadap kedele dan
beras. Bagi profesi pangan dan gizi yang tertarik dalam bidang ini, tentu saja menjadi awal
yang sangat baik untuk terjun ke dunia rekayasa genetik ini. Anda bisa menjadi peneliti, atau
penyuluh makanan rekayasa genetika.
C. DISIPLIN ILMU YANG TERKAIT DENGAN KEWIRAUSAHAAN
a. Ilmu ekonomi
Wirausaha (entrepreneur) diartikan sebagai seorang inovator dan
penggerak pembangunan. Bahkan, seorang wirausaha merupakan katalis
yang agresif untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.Pertama kali
gagasan tentang kewirausahaan dan pertumbuhan ekonomi memiliki
hubungan yang sangat erat dan positif disampaikan oleh Schumpeter
pada tahun 1911. Peningkatan jumlah wirausaha menyebabkan

peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu negara.Ada lima alasan yang


melatarbelakangi gagasan Schumpeter ini, yakni: (1) wirausaha yang
mengenalkan produk baru dan kualitas baru dari suatu produk, (2)
wirausaha yang mengenalkan metode baru berproduksi yang lebih
komersial, baik berdasarkan pengalaman maupun hasil kajian ilmiah dari
suatu penelitian (3) wirausaha yang membuka pasar baru, baik dalam
negeri ataupun di negara yang sebelumnya belum ada pasar (4)
wirausaha yang menggali sumber pasokan bahan baku baru bagi industri
setengah jadi atau industri akhir, dan (5) wirausaha yang menjalankan
organisasi baru dari industri apapun.

Ilmu ekonomi dan manajemen


1. Ilmu Ekonomi Positif
Hanya membahas deskripsi mengenai fakta, situasi dan hubungan yang terjadi
dalam ekonomi. Merupakan ilmu yang melibatkan diri dalam masalah apakah
yang terjadi. Oleh karena itu ilmu ekonomi netral terhadap nilai nilai. Artinya,
ilmu ekonomi positif atau bebas nilai, hanya menjelaskan apakah harga itu dan
apakah yang terjadi jika harga itu naik atau turun bukan apakah harga itu adil
atau tidak
2. Ilmu ekonomi normatif
Membahas pertimbangan pertimbangan nilai etika. Ilmu ekonomi normatif
beranggapan bahwa ilmu ekonomi harus melibatkan diri dalam mencari jawaban
atas masalah apakah yang seharusnya terjadi.
Ilmu ekonomi sebagai bagian dari ilmu sosial, tentu berkaitan dengan bidang
disiplin akademis ilmu sosial lainnya, seperti ilmu politik, sosiologi, psikologi,
antropologi, sejarah, geografi dll. Sebagai disiplin yang mengkaji tentang aspek
ekonomi dan tingkah laku manusia, juga berarti mengkajiperistiwa peristiwa
ekonomi yang terjadi di dalam masyarakat.
Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa tujuan ilmu ekonomi adalah untuk
mencari pengertian tentang hubungan peristiwaekonomi, baik berupa hubungan
kausal maupun fungsional dan untuk dapat menguasai masalah masalah
ekonomi yang di hadapi oleh masyarakat.
Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi memiliki ruang lingkup mikro dan makro sehingga mudah untuk
dipelajari. Keduanya memberikan batasan dan asumsi yang jelas.
Ekomi Mikro
Ekonomi Mikro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari
bagian-bagian kecil (aspek individual) dari keseluruhan kegiatan perekonomian.
Analisis dalam teori ekonomi mikro antara lain meliputi perilaku pembeli
(konsumen) dan produsen secara individua dalam pasar. Sikap dan perilaku
konsumen tercermin dalam menggunakan pendapatan yang diperolehnya,
sedangkan sikap dan perilaku produsen tercermin dalam menawarkan barangnya.
Jadi inti dalam ekonomi mikro adalah masalah penentuan harga, sehingga
ekonomi mikro sering dinamakan dengan teori harga (price theory).
Tujuan dan sasaran analisis ekonomi mikro lebih dititikberatkan kepada

bagaimana membuat pilihan untuk;


1) mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber, dan
2) mencapai kepuasan yang maksimum.
Ekonomi Makro
Ekonomi Makro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari
mekanisme bekerjanya perekonomian sebagai suatu keseluruhan (agregate)
berkaitan dengan penggunaan faktor produksi yang tersedia secara efisien agar
kemakmuran masyarakat dapat dimaksimumkan. Apabila yang dibicarakan
masalah produsen, maka yang dianalisis produsen secara keseluruhan, demikian
halnya jika konsumen maka yang diananlisis adalah seluruh konsumen dalam
mengalokasikan pendapatannya untuk membeli barang/jasa yang dihasilkan oleh
perekonomian. Demikian juga dengan variabel permintaan, penawaran,
perusahaan, harga dan sebaginya. Intinya ekonomi makro menganalisis penentuan
tingkat kegiatan ekonomi yang diukur dari pendapatan, sehingga ekonomi makro
sering dinamakan sebagai teori pendapatan (income theory).
Tujuan dan sasaran analisis ekonomi makro antara lain membahas masalah
1) sisi permintaan agregate dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi, dan
2) pentingnya kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mewujudkan
prestasi kegiatan ekonomi yang diinginkan.
b. Ilmu Komunikasi
c. Seorang wirausaha sangat memerlukan kemampuan komunikasi.
Komunikasi merupakan
dasar bagi seorang wirausaha untuk menyampaikan pesan, mendekati
pelanggan,
memimpin karyawan dan memotivasi. Seorang wirausaha sekalipun
memiliki produk
unggulan, konsep layanan prima dan gagasan-gagasan kreatif, tetapi
tidak dikomunikasikan
kepada orang lain, maka hal tersebut menjadi tidak berguna. Menurut
Ilik (2011),
komunikasi menjadi salah satu elemen terpenting dalam menjalankan
kewirausahaan. Hal
tersebut dikarenakan seorang wirausahawan adalah seorang leader
dan seorang leader
mutlak harus mampu mendirect bawahannya untuk mencapai tujuan
organisasi.

Tujuan Dan Fungsi Komunikasi


1. Agar menjadi tahu dan memberitahukan, misalnya antar hubungan pergaulan
seharihari,
surat edaran, pengumuman, pemberitahuan dan sebagainya.
2. Menilai masukan (input) atau hasil (output) atau suatu pola pemikiran, misalnya
umpan balik, tanggapan atas pendapatan, evaluasi anggaran, penilaian rencana dan

sebagainya.
3. Mengarahkan atau diarahkan, misalnya manajer mengarahkan sumber tenaga,
material, uang, mesin (kepada suatu tujuan), rapat kerja, seminar, penataran
latihan
kerja, juklak (petunjuk pelaksanaan), juknis (petunjuk teknis) dan sebagainya.
4. Mempengaruhi dan dipengaruhi, misalnya motivasi, persuasi, stimulasi dan
sebagainya.
5. Mengandung beberapa fungsi insidental, atau netral : yang tidak langsung
mempengaruhi tercapainya tujuan dan hubungan dalam pergaulan sosial.
Dari paparan tersebut, terlihat bahwa komunikasi dapat menciptakan rasa
pemahaman, tingkat penerimaan dan motivasi, terutama untuk menjawab hal
terkait Who
says, What, in Which channel, to Whom dan in Which effect.
d. Ilmu Kepemimpinan

Seorang wirausahawan pada dasarnya juga merupakan seorang pemimpin.


Pemimpin yang efektif akan selalu mencari cara-cara yang lebih baik. Siapapun
dapat menjadi pemimpin yang berhasil jika percaya pada pertumbuhan yang
berkesinambungan, efisiensi yang meningkat dan keberhasilan yang
berkesinambungan
dari
bisnis
perusahaan
.
Kadarsan menyatakan bahwa kepemimpinan (Leadership) adalah proses
mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari
anggota kelompok .
Wirausahawan yang juga merupakan seorang pemimpin perusahaan harus
menyadari bahwa tujuan perusahaan akan dapat dicapai dengan baik jika adanya
jalinan kerja sama yang baik antara lingkungan internal dan eksternal.
Menurut Marshall (1996), kepemimpinan yang tepat pada saat ini adalah
kepemimpinan kolaborasi, dimana seorang pemimpin memiliki fungsi uama sebagai sponsor,
sebagai
fasilisator,
sebagai pelatih, sebagai papan gema, sebagai agen katalis, sebagai dokter, sebagai anggota,
serta
sebagai manajer administrator.
RL. Kahn dalam Hasibuan menyatakan bahwa seorang pemimpin dikatakan mampu
menjalankan pekerjaannya dengan baik apabila:
1. dapat memberikan kepuasan terhadap kebutuhan langsung para bawahannya;
2. menyusun jalur pencapaian tujuan sebagai pedoman untuk mengerjakan
pekerjaannya;

3. menghilangkan hambatan-hambatan pencapaian tujuan;


4. mengubah tujuan karyawan sehingga tujuan mereka dapat berguna secara
organisatoris.

e. Ilmu Organisasi dan Manajemen


Manajemen merupakan alat untuk mencapai tujuan.Organisasi
merupakan tempat untuk mencapai tujuan.Manajemen dpt diartikan
sebagai proses dari perencanaan,pengorganisasian,pelaksanaan dan
pengendalian untuk mencapai tujuan tertentu.Dengan pelaksanaan
fungsi manajemen yang baik maka seorang wirausahawan akan
berhasil dalam menjalankan usahanya.
f. Ilmu Psikologi
Tinjauan kewirausahaan dari perspektif Psikologi lebih terfokus
pada pertanyaan mengapa secara individual ada orang dapat
yang memanfaatkan peluang? Mengapa yang lain tidak? Mengapa
ada pengusaha yang sukses? Mengapa ada yang tidak sukses?
Terdapat beberapa karakteristik kepribadian seseorang yang akan
mempengaruhi dirinya dalam cara mengorganisasikan peluang
wirausaha. Kepribadian yang berbeda akan menunjukkan
perbedaan cara dalam menghadapi tantangan meski berada
dalam situasi yang sama.
Shane (2003) mengelompokkan karakter psikologis yang
mempengaruhi mengapa seseorang lebih memanfaatkan peluang
dibandingkan yang lain dalam 4 aspek yaitu:
Kepribadian; tindakan seseorang dalam mengambil keputusan
yang berkaitan dengan tindakan memanfaatkan peluang.
Motivasi: entrepreneur dimotivasi oleh keinginan untuk
menentukan nasibnya sendiri
evaluasi diri
sifat-sifat kognitif; berpikir dan membuat keputusan