Anda di halaman 1dari 5

RANGKUMAN KATABOLISME ASAM LEMAK

Asam lemak jenuh didegedasi dalam 3 tahapan oksidasi. Tahap pertama, -oksidasi,
dilakukan dalam siklus yang berkesinambungan dengan hasil akhir sebagai acetyl-CoA.
Tiap siklus terdiri atas 4 tahap reaksi, yaitu (1) dehidrogenasi 1, (2) hidratasi, (3)
dehidroenasi 2, dan (4) tiolasi.
Pada tahap kedua tiap acetyl-CoA dioksidasi menghasilkan 2 CO2 dan 8 elektron
dalam siklus TCA. Pada tahap ketiga, elektron yang dihasilkan dari tahap 1 dan 2 masuk
ke rantai respirasi mitokondria dengan menghasilkan energi untuk sintesis ATP dengan
forforilasi oksidatif.
Oksidasi asam lemak tidak jenuh memerlukan 2 enzim tambahan: enoyl-CoA
isomerase dan 2,4-dienoyl-CoA reductase. Asam lemak beratom C ganjil dioksidasi
menghasilkan acetyl-CoA dan propionyl-CoA. Propionyl-CoA dikarboksilasi menjadi
Lmethylmalonyl-CoA yang kemudian diisomerisasi menjadi succinyl-CoA untuk
dioksidasi menjadi CO2 dalam siklus TCA.
Peroxisome tanaman dan hewan dan glyoxysome tanaman menjalankan oksidasi
dalam empat tahap yang mirip dengan oksidasi di mitokondria hewan. Akan tetapi pada
tahap pertama elektron langsung ditransfer ke molekul O2 menghasilkan H2O2. Reaksi
w-oksidasi yang terjadi di dalam retikulum endoplasma menghasilkan asam lemak
dikarboksilat yang dapat mengalami -oksidasi dari kedua ujungnya sampai diperoleh
asam dikarboksilat berantai pendek seperti C8 (asam suberat) atau C6 (asam adipat).
RANGKUMAN ANABOLISME ASAM LEMAK
Asam lemak jenuh rantai panjang disintesis di sitosol dari acetyl-CoA oleh
sistemNenzim kompleks asam lemak synthase dengan enam aktivitas enzim dan ACP.
Sistem enzim kompleks ini terdiri atas dua jenis gugus -SH, yang satu terikat pada ACP,
dan yang lainnya pada residu Cystein pada -ketoacyl-ACP synthase yang berfungsi
sebagai pembawa intermediet asam lemak.
Tiap satu siklus penambahan satu unit 2 atom C pada sintesis asam lemak terdiri atas
4 tahap reaksi, yaitu (1) kondensasi gugus acetyl dari malonyl-ACP dengan intermediet
asam lemak yang terikat pada cys-SH, dengan melepaskan CO2, (2) reduksi 1
menghasilkan turunan D--hydroxy, (3) dehidrasi menghasilkan trans- - unsaturated acyl-

ACP, dan (4) reduksi 2 menghasilkan intermediet asam lemak yang sudah diperpanjang
dengan dua atom C.
Asam palmitat dapat diperpanjang menjadi asam stearat (C18:0). Baik asam palmitat
maupuan stearat dapat didesaturasi menghasilkan masing-masing palmitoleat dan oleat.
Mamalia tidak dapat membuat asam linoleat, asam lemak ini disebut asam lemak
esensial.
Triasil gliserol dibentuk dengan reaksi dua molekul asam lemak-CoA dengan
gliserol-3-fosfat

membentuk

asam

fosfatidat,

yang

selanjutnya

didefosforilasi

menghasilkandiacylglicerol. Melalui asilasi dengan moleku asam lemak-CoA ketiga


triasilgleserol dapatdiperoleh. Sintesis dan degradasi triasilgliserol diatur oleh hormon.

Lipid adalah tiap kelompok heterogen lemak dan substansi serupa lemak, termasuk asam
lemak, lemak netral, lilin dan steroid yang tidak larut dalam air dan larut dalam pelarut
non-polar.
Sifat-sifat umum lipid antara lain:
1.

Titik lebur tergantung panjang rantai C dan kejenuhan asam lemak

2.

Hidrolisis secara enzimatis menghasilkan asam lemak dan gliserol

3.

Reaksi safonifikasi akan menghasilkan garam alkali dan gliserol

4.

Reaksi hidrogenasi akan menghasilkan lemak jenuh

5.

Reaksi peroksidasi menyebabkan rasa tidak enak dan bau tengik

6.

Larut dalam pelarut organik


Sumber utama lipid berasal dari produk harian dan daging. Lipid dapat

diklasifikasikan ke dalam tiga golongan, yaitu:


a.

Lipid Sederhana

Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah asam lemak, lemak netral trigliserida, dan
waxes, baik true waxes, ester sterol, maupun ester non sterol
b.

Lipid Majemuk

Yang termasuk golongan ini antara lain fosfolipid (lesitin, sefalin, dan spingomyelin),
glikolipid (serebrosid dan gangliosid), sulfolipid, lipoprotein (apolipoprotein), dan
lipopolisakarida.

c.

Derivat Lipid

Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah asam lemak, gliserol, monogliserida,
digliserida, sterol, dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, vitamin D,
vitamin E, dan vitamin K).
Ada beberapa fungsi lipid, di antaranya:
1.

Sebagai alat transportasi

2.

Penyimpan energi; dalam hal ini, lipid disimpan sebagai jaringan adiposa.

3.

Sebagai penyusun struktur membran sel; dalam hal ini, lipid berperan sebagai barrier
untuk sel dan mengatur aliran material-material.

4.

Isolator; lipid berperan sebagai penyekat panas dan penyekat listrik pada syaraf
myelin.
Umumnya lipid bersifat non-polar, sehingga untuk pengangkutannya dalam darah

harus berkombinasi dengan protein. Kombinasi ini dikenal dengan nama lipoprotein.
Lipoprotein mengandung ratusan molekul yang pada bagian luarnya, 60% merupakan
protein polar (apoprotein) dan 40% merupakan fofolipid, sedangkan bagian inti tersusun
dari trigliserida dan kolesterol ester. Lipoprotein mentransport lipid hidrofobik dalam
suatu droplet yang diemulsifikasi membentuk permukaan yang water soluble melalui
lapisan luar fosfolipid dan protein
Lipoprotein dapat diklasifikasikan menjadi:
1.
2.
3.

Kilomikron (2% protein) berperan dalam transport lipid nutrisi dari sel epitel usus
VLDL (10% protein) berperan dalam transport trigliserida dari hati ke sel adiposa
LDL (25% protein) berperan dalam transport 75% kolesterol darah dari hati ke sel

4.

tubuh. LDL dikenal dengan sebutan bad cholesterol


HDL (40% protein) berperan dalam transport kolesterol dari sel tubuh ke hati. HDL
ini juga dikenal sebagai good cholesteol
Jalur utama metabolisme lipid lipolisis, betaoxidation, ketogenesis, dan lipogenesis.

Lipolisis (pemecahan lemak) dan beta-oksidasi terjadi di dalam mitokondria. Ini


merupakan proses siklus di mana dua karbon dikeluarkan dari asam lemak per siklus
dalam bentuk asetil KoA, yang berlangsung melalui siklus Krebs untuk menghasilkan
ATP, CO 2, dan air. Ketogenesis terjadi ketika laju pembentukan keton oleh hati lebih
besar dari kemampuan jaringan untuk mengoksidasi mereka. Ini terjadi selama kelaparan

berkepanjangan dan ketika sejumlah besar lemak yang dimakan dengan tidak adanya
karbohidrat (Anonim. 2011).
Metabolisme lipogenesis terjadi di sitosol. Situs utama sintesis trigliserida adalah
hati, jaringan adiposa, dan mukosa usus. Asam lemak berasal dari hidrolisis lemak, dan
juga dari sintesis asetil CoA melalui oksidasi lemak, glukosa, dan beberapa asam amino.
Lipogenesis dari asetil KoA juga terjadi dalam langkah-langkah dari dua atom karbon.
NADPH yang dihasilkan oleh shunt pentosa-fosfat dibutuhkan untuk proses ini.
Membentuk fosfolipid membran sel interior dan eksterior dan sangat penting untuk
kontrol sinyal di sel.
Jaringan lemak putih yang berfungsi sebagai sumber energi disimpan di jaringan
bawah kulit, rongga visceral, dan jaringan intramuskuler. Volume sel lemak putih ini 95%
terdiri dari trigliserida cair. Selain itu, ada juga jaringan lemak coklat/tengguli yang
berfungsi dalam termogenesis. Jaringan lemak ini jumlahnya sedikit dan hanya terdapat
di area tertentu. Umumnya jaringan lemak coklat/tengguli lebih banyak dimiliki oleh
bayi.

PROSES PENCERNAAN LEMAK DALAM TUBUH


Pencernaan lemak tidak terjadi di mulut dan lambung karena di tempat tersebut tidak
terdapat enzim lipase yang dapat menghidrolisis atau memecah lemak.Pencernaan lemak
terjadi di dalam usus,karena usus mengandung lipase.
Lemak keluar daari lambung masuk ke dalam usus sehingga merangsang hormon
kolesistokinin. Hormon kolesistokinin menyebabkan kantung empedu berkontraksi
sehingga mengeluarkan cairan empedu ke dalam duodenum(usus dua belaas jari).Empedu
mengandung garam empedu yang memegang peranan penting dalam mengemulsikan
lemak.Emulsi Lemak merupakan pemecahan lemak yang berukuran besar menjadai
butiran lemak yang berukuran lebih kecil.ukuran lemak yang lebih kecil (trigliserida)
yang teremulsi akan memudahkan hidrolisis lemak oleh lipase yang dihasilkan dari
penkreas.Lipase pankreas akan menghidrolisis lemak teremulsi menjadi campuran asam
lemak dan monoligserida (gliserida tunggal).Pengeluaran cairan penkreas dirancang oleh
hormon sekretin yang berperan dalam meningkatkan jumlah elektrolit (senyawa
penghantar listrik) dan cairan pankreas,serta pankreoenzim yang berperan untuk
merangsang pengeluaran enzim-enzim dalam cairan pankreas.

Absorpsi hasil pencernaan lemak sebagian besar (70%) terjadi di usus halus. Pada waktu
asam lemak dan monogliserida di absorpsi melalui sel-sel mukosa pada dinding usus
,keduanya di ubah kembali menjadi lemak (trigliserida dengan bentuk partikel-partikel
kecil(jaringan lemak). Saat dibutuhkan, timbunan lemak tersebut akan diangkut menuju
hati