Anda di halaman 1dari 8

FARMASETIKA

1. KEUNTUNGAN DAN KELEBIHAN GRANULASI BASAH?


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Keuntungan metoda granulasi basah antara lain (Siregar, 2010):


Memperoleh aliran yang lebih baik.
Meningkatkan kompresibilitas.
Untuk mendapatkan berat jenis yang sesuai.
Mengontrol pelepasan.
Mencegah pemisahan komponen campuran selama proses.
Memperbaiki atau meningkatkan distribusi keseragaman kandungan.

2. HUBUNGAN SUSPENDING AGENT DENGAN KECEPATAN SEDIMENTASI?


Suspending agent berfungsi mendispersikan partikel tidak larut ke dalam pembawa
dan meningkatkan viskositas sehingga kecepatan pengendapan/sedimentasi bisa
diperkecil. Mekanisme kerja suspending agent adalah untuk memperbesar
kekentalan (viskositas), tetapi kekentalan yang berlebihan akan mempersulit
rekonstitusi dengan pengocokan. Kecepatan sedimentasi dapat berkurang dengan
cara menaikkan viskositas medium disperse, tetapi suatu produk yang mempunyai
viskositas tinggi umumnya tidak diinginkan karena sulit dituang, sebaiknya viskositas
suspense dinaikkan sampai viskositas sedang saja.
Suspensi yang baik mempunyai kekentalan yang sedang. Disamping itu penggunaan
suspending agent dapat menurukan tegangan antar permukaan antar dua partikel
yang tidak bisa saling tercampur yaitu zat aktif dan cairan pembawa.

3. B. BAHAN UNTUK SUSPENSI ORAL?


Suspensi oral adalah sediaan cair yang mengandung partikel tidak larut dalam
bentuk halus terdispersi ke dalam fase cair dengan bahan pengaroma yang sesuai
yang ditujukan untuk penggunaan oral. Komponen penyusun suspensi oral, meliputi :
a. Zat aktif
b. Bahan tambahan
1. Bahan pensuspensi / suspending agent, fungsinya adalah untuk memperlambat
pengendapan, mencegah penurunan partikel, dan mencegah penggumpalan
resin, dan bahan berlemak. Contoh untuk golongan polisakarida yaitu seperti
gom akasia, tragakan, alginat starc. Sedangkan pada golongan selulosa larut
air yaitu seperti metil selulosa, hidroksi etilselulosa, avicel, dan na-cmc.untuk
golongan tanah liat misalnya seperti bentonit, aluminium magnesium silikat,
hectocrite, veegum. Sementara itu untuk golongan sintetik seperti carbomer,
carboxypolymethylene, colloidal silicon dioxide.
2. Bahan pembasah (wetting agent) / humektan, fungsinya adalah untuk
menurunkan tegangan permukaan bahan dengan air (sudut kontak) dan
meningkatkan dispersi bahan yang tidak larut. Misalnya gliserin, propilenglikol,
polietilenglikol, dan lain-lain.
3. Pemanis, fungsinya untuk memperbaiki rasa dari sediaan. Misalnya sorbitol dan
sukrosa.
4. Pewarna dan pewangi, dimana zat tambahan ini harus serasi. Misalnya vanili,
buah-buahan berry, citrus, walnut, dan lain-lain.
5. Pengawet, sangat dianjurkan jika didalam sediaan tersebut mengandung
bahan alam, atau bila mengandung larutan gula encer (karena merupakan
tempat tumbuh mikroba). Selain itu, pengawet diperlukan juga bila sediaan
dipergunakan untuk pemakaian berulang. Pengawet yang sering digunakan
adalah metil atau propil paraben, asam benzoat, chlorbutanol, dan senyawa
ammonium.
6. Antioksidan, jarang digunakan pada sediaan suspensi kecualiuntuk zat aktif
yang mudah terurai karena teroksidasi. Misalnyahidrokuinon, asam galat,
kasein, sisteina hidroklorida, dan jugatimol.
7. Pendapar, fungsinya untuk mengatur pH, memperbesar potensial pengawet,
meningkatkan kelarutan. Misalnya dapar sitrat, dapar fosfat, dapar asetat, dan
juga dapar karbonat.

8. Acidifier, fungsinya untuk mengatur pH, meningkatkan kestabilan suspensi,


memperbesar potensial pengawet, dan meningkatkan kelarutan. Misalnya
asam sitrat.
9. Flocculating agent, merupakan bahan yang dapat menyebabkan suatu partikel
berhubungan secara bersama membentuk suatu agregat atau floc. Misalnya
polisorbat 80 (untuk surfaktan), tragakan (polimer hidrofilik), bentonit (untuk
clay), dan juga NaCl (untuk elektrolit).
10. Pelarut/zat pembawa

4.

PENGERTIAN EFERVESCENT DAN REAKSI UMUM YANG TERJADI?

Tablet effervescent merupakan tablet berbuih yang dibuat dengan cara kompresi
granul yang mengandung garam effervescent atau bahan-bahan lain yang
mampu melepaskan gas ketika bercampur dengan air.
Pada proses pelarutan effervescent terjadi reaksi antara senyawa asam dan
senyawa karbonat untuk menghasilkan gas karbondioksida yang memberikan
efek sparkling atau rasa seperti pada soda. Reaksi ini dikehendaki terjadi secara
spontan ketika effervescent dilarutkan dalam air (Harler, 1997).
Menurut Ansel (1989), formula effervescent terdiri dari 53% sodium bikarbonat,
28% asam tartat dan 19% asam sitrat. Reaksi antara asam sitrat dan asam
tartarat dengan natrium bikarbonat adalah sebagai berikut :
H3C6H5O7.H2O + 3NaHCO3
asam sitrat
dioksida

menjadi

Na-bikarbonat

Na3C6H5O7 + 4H2O +
Na-sitrat

3CO2
air

C.

Gambar 1. Reaksi antara Na-Bikarbonat dan Asam Sitrat

H2C4H4O6 +
asam tartarat

2NaHCO3

menjadi

Na2C4H4O6 + 2H2O +

Na-bikarbonat
Na-tartat
air
Gambar 2. Reaksi antara Na-Bikarbonat dan Asam Tartarat

2CO2
C.dioksida

5. MENCARI HLB BUTUH


HLB adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara senyawa hidrofilik (suka
air) dengan senyawa oleofilik (suka minyak). Semakin besar harga HLB berarti
semakin banyak kelompok senyawa yang suka air. artinya, emulgator tersebut lebih
mudah larut dalam air dan demikian sebaliknya. kegunaan suatu emulgator ditinjau
dari harga HLB-nya.
Harga
Kegunaan
HLB
13
Anti foaming agent
46
Emulgator tipe w/o
79
Bahan pembasah (Wetting agent)
8 10
Emulgator tipe o/w
13 15
Bahan pembersih (detergent)
16 - 18
Pembantu kelarutan ( Solubilizing
agent)
RUMUS I
A % b = ((x HLB b)/ HLB a HLB b)) x 100 %
B % a = (100% A%)
Keterangan :
x = Harga HLB yang diminta ( HLB Butuh)
A = Harga HLB tinggi
B = Harga HLB rendah
RUMUS II
(B1 x HLB1) + (B2 x HLB2) = (B campuran x HLB campuran)
RUMUS III (CARA ALIGASI)
Tween 80 (15)
(X 4,5)
X
Span 80
(4,5)
(15 X)

(X 4,5) : (15 X) = 70 : 30 = 7 : 3
(X 4,5) 3 = 7 (15 X)
3X 13,5 = 105 7X
10X = 118,5
X = 11,85
Jadi HLB Campuran = 11,85
Sistem HLB (Hydrophile Lipophile Balance)
HLB merupakan keseimbangan lipofil dan hidrofil dari suatu surface active dari
molekul surfaktan. Makin rendah nilai HLB suatu surfaktan maka akan makin
lipofilsurfaktan tersebut, sedangkan makin tinggi nilai HLB surfaktan makin hidrofil.
Contoh perhitungan HLB.
R/ Stearil Alkohol
1,5 (HLB butuh 14)
Adeps Lanae
2
(HLB butuh10)
Paraffin cair
30 (HLB butuh 12)
Tween 80
10%
Span 80
10%
Aquaad
100
m.f emulsa
Jumlah Fase Minyak (): 1,5 + 2 + 30 = 33,5
Jumlah HLB butuh dari fase minyak:
{(154) : 33,5} + {(210) : 33,5} + {(3012) : 33,5} = 19,5
Emulgator yang dibutuhkan pada R/ yaitu 10% dari 100 g = 10 g
HLB butuh Tween 80
= 15
HLB butuh Span
= 4,3
HLB butuh fase minyak = 11,9
Jumlah Span = [ (11,5-4,3) : {(15-11,9) + (11,9-4,3)} ] x 10 g = 7,1 g
jumlah Tween = [ (15-11,9) : {(15-11,9) + (11,9-4,3)} ] x 10 g = 2,9 g

Setiap jenis emulgator memiliki harga keseimbangan (HLB) yg besarnya tidak


sama
HLB yaitu angka yang menunjukkan perbandingan antara kelompok hidrofil dan
lipofil.
Semakin besar harga HLB, semakin banyak kelompok hidrofil, berarti emulgator
lebih mudah larut dalam air. Demikian pula sebaliknya
Baris Nilai HLB
1,8 - 8,6 : spt span -> lipofil-> emulsi a/m
9,6 16,7 : spt tween -> hidrofil -> emulsi m/a
Surfaktan
Tween 20
Tween 40

Nilai HLB
16.7
15.6

Tween 60

14.9

Tween 65
Tween 80
Tween 85
Arlacel atau Span
20
Arlacel atau Span
60
Arlacel atau Span
80
Gom
TEA

10.5
11.0
8.6

Keterangan
Cairan
Cairan minyak
Semipadat seperti
minyak
Padat seperti lilin
Cair seperti minyak
Cair seperti minyak

4.7

Padat seperti malam

4.3

Cairan minyak

3.7

Cairan minyak

8.0
12.0

6. BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN KECEPATAN DISOLUSI ZAT AKTIF


PADA SEDIAAN TABLET?

Bila ingin membuat tablet dengan kecepatan disolusi zat aktif yang maksimum
dalam media yang dipersyaratkan maka dapat dicapai dengan menggunakan:
Pilih bentuk zat aktif yang memiliki kelarutan paling tinggi (misal bentuk garamnya)
Dilakukan pengecilan ukuran partikel zat aktif lebih dahulu sampai tingkat yang
optimum
Pilih bentuk zat aktif yang anhidrat
Pilih bahan pengisi golongan amilum yang sudah ada di pasaran (spesifikasi jelas)
digunakan dengan konsentrasi 5-20%
Pilih disintegran Ac-Di-Sol digunakan dengan konsentrasi yang sesuai
Pilih lubrikan Mg-sterat <1% bila zat aktif cukup hidrofil, atau pakai Na-lauril sulfat
bila zat aktif sangat hidrofob dan kelarutan kecil
Pilih pengikat polivinilpirolidon 3-15%
Kalau perlu ditambahkan Na-Lauril Sulfat untuk meningkatkan pembasahan
Dibuat dengan metoda granulasi basah
Kekuatan kompresi sedang

7. PERBEDAAN STERILISASI AUTOCLAVE DAN OVEN?


8. KOMPONEN SEDIAAN PARENTERAL?
9. SEBUTKAN TIGA PERSYARATAN SEDIAAN PARENTERAL?
Sediaan parenteral merupakan sediaan yang disuntikan melalui kulit atau membrane
mukosa ke bagian dalam tubuh. Karena sediaan tersebut harus menembus
membrane kulit dan mukosa, sediaan tersebut harus bebas dari kontaminasi
mikroba, dari komponen toksis dan harus mempunyai tingkat kemurnian yang tinggi.

10. KEUNTUNGAN DAN KEKURANGAN ACCELERAD STABILITY?


11. BENTUK KETIDAKSTABILAN PADA EMULSI DAN FACTOR
PENYEBABNYA?
1. Creaming
Terpisahnya emulsi menjadi 2 lapisan,satu bag mengandung fase dispers lebih
banyak daripada lapisan yang lain. Bersifat reversibel
2. Koalesensi dan Cracking (breaking)
Pecahnya emulsi karena film yg meliputi partikel rusak dan butir minyak
berkoalesensi/menyatu menjadi fase tunggal yg memisah. Bersifat irreversibel
Koalesensi terjadi karena :
a. Peristiwa kimia : mis penambahan alkohol, perubahan pH, penambahan
elektrolit CaO/CaCl2 eksikatus
b. Peristiwa Fisika : pemanasan, penyaringan, pendinginan, pengadukan
c. Peristiwa Biologis : fermentasi bakteri, jamur atau ragi
3. Inversi fase
Berubahnya tipe emulsi o/w menjadi w/o secara tiba-tiba atau sebaliknya.
Sifatnya irreversibel

12. JELASKAN APA YANG DIMAKSUD BASIS YANG DAPAT LARUT AIR DAN
SEBUTKAN CONTOHNYA?
Dasar salep larut dalam air (Salep dasar IV)

Kelompok ini disebut juga dasar salep tak berlemak dan terdiri dari konstituen larut
air. Dasar salep jenis ini memberikan banyak keuntungan seperti dasar salep yang
dapat dicuci dengan air dan tidak mengandung bahan tak larut dalam air, seperti
paraffin, lanolin anhidrat, atau malam. Dasar salep ini lebih tepat disebut gel.
Dasar salep yang larut dalam air hanya mengandung komponen yang larut dalam
air, seperti dasar salep yang dapat dibersihkan dengan basis yang larut dalam air
dan dapat dicuci dengan air. Basis yang larut dalam air hasilnya disebut Greaseless,
karena tidak mengandung bahan berlemak. Dasar salep ini sangat mudah melunak
dengan penambahan air, oleh karena itu, tidak efektif bila larutan air dicampurkan
ke dalam bahan dasar ini. Dasar salep ini lebih baik digunakan untuk bahan padat
atau tidak berair. contoh Dasar salep larut dalam air : Poly Ethylen Glycol (PEG),
campuran PEG, Tragacantha, Gummi Arabicum

FARMASETIKA
Esai
1. FUROSEMID TIDAK LARUT DALAM AIR. TAPI LARUT DALAM NaOH.
AKAN DIBUAT SEDIAAN INJEKSI. BENTUK SEDIAAN APA YANG COCOK..
JELASKAN DAN MENGAPA. INDIKASI INJEKSI FUROSEMID. SEBUTKAN
KOMPONEN FORMULA YANG DIPILIH.
2. SEBUTKAN DAN JELASKAN 7 DATA PRAFORMULSI TABLET
3. APAKAH SUATU PRODUK PERLU DILAKUKAN UJI BIOEKIVALENSI.
PARAMETER DALAM PENGUJIAN BIOEKIVALENSI DAN BAGAIMANA
KRITERIA PENERIMAAN SUATU PRODUK DIKATAKAN BIOEKIVALEN.
4. PENGERTIAN HIDROGEL, SURFAKTAN, EMULGATOR,
Hidrogel :
Surfaktan :
Emulgator :
5. MACAM MACAM BASIS SALEP . BERIKAN CINTOHNYA
Menurut FI. IV dasar salep yang digunakan sebagai pembawa dibagi dalam
empat kelompok, yaitu dasar salep senyawa hidrokarbon, dasar salep serap, dasar
salep yang dapat dicuci dengan air dan dasar salep larut dalam air. Setiap salep obat
menggunakan salah satu dasar salep tersebut.
1. Dasar salep hidrokarbon (Salep dasar I)
Dasar salep ini dikenal sebagai dasar salep berlemak, antara lain Vaselin putih
dan salep putih. Hanya sejumlah kecil komponen berair yang dapat dicampurkan ke
dalamnya. Salep ini dimaksudkan untuk memperpanjang kontak bahan obat
dengan kulit dan bertindak sebagai pembalut penutup. Dasar salep hidrokarbon
digunakan terutama sebagai emolien, sukar dicuci. Tidak mengering dan tidak
tampak berubah dalam waktu lama. Contoh Dasar salep hidrokarbon : Vaselin putih
(white petrolatum = white soft parafin), Vaselin kuning (yellow petrolatum = yellow
soft parafin), campuran Vaselin dengan Cera, Parafin cair, Paraffin padat, Minyak
nabati.
2. Dasar salep serap (Salep dasar II)
Dasar salep serap ini dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri atas
dasar salep yang dapat bercampur dengan air membentuk emulsi air dalam minyak
(Parafin hidrofilik dan Lanolin anhidrat), dan kelompok kedua terdiri atas emulsi air
dalam minyak yang dapat bercampur dengan sejumlah larutan air tambahan

(Lanolin). Dasar salep serap juga bermanfaat sebagai emolien. contoh Dasar salep
serap : Adeps Lanae, Unguentum Simpleks (Cera flava : Oleum Sesami = 30 : 70),
hydrophilic petrolatum (Vaselinum album : Cera alba : Stearylalcohol : Kolesterol =
86 : 8 : 3 : 3 ).
3. Dasar salep yang dapat dicuci dengan air (Salep dasar III)
Dasar salep ini adalah emulsi minyak dalam air, antara lain Salep hidrofilik
dan lebih tepat disebut krim. Dasar salep ini dinyatakan juga sebagai dapat dicuci
dengan air, karena mudah dicuci dari kulit atau dilap basah, sehingga lebih dapat
diterima untuk dasar kosmetika. Beberapa bahan obat dapat menjadi lebih efektif
menggunakan dasar salep ini daripada dasar salep hidrokarbon. Keuntungan lain
dari dasar salep ini adalah dapat diencerkan dengan air dan mudah menyerap
cairan yang terjadi pada kelainan dermatologik. contoh Dasar salep yang dapat
dicuci dengan air : dasar salep emulsi tipe m/a (seperti Vanishing cream),
emusifying ointment B.P., emulsifying wax, hydrophilic ointment
4. Dasar salep larut dalam air (Salep dasar IV)
Kelompok ini disebut juga dasar salep tak berlemak dan terdiri dari
konstituen larut air. Dasar salep jenis ini memberikan banyak keuntungan seperti
dasar salep yang dapat dicuci dengan air dan tidak mengandung bahan tak larut
dalam air, seperti paraffin, lanolin anhidrat, atau malam. Dasar salep ini lebih tepat
disebut gel.
Dasar salep yang larut dalam air hanya mengandung komponen
yang larut dalam air, seperti dasar salep yang dapat dibersihkan dengan basis yang
larut dalam air dan dapat dicuci dengan air. Basis yang larut dalam air hasilnya
disebut Greaseless, karena tidak mengandung bahan berlemak. Dasar salep ini
sangat mudah melunak dengan penambahan air, oleh karena itu, tidak efektif bila
larutan air dicampurkan ke dalam bahan dasar ini. Dasar salep ini lebih baik
digunakan untuk bahan padat atau tidak berair. contoh Dasar salep larut dalam air :
Poly Ethylen Glycol (PEG), campuran PEG, Tragacantha, Gummi Arabicum

6. BAHAN TAMBAHAN APA SAJA YANG DITAMBAHKAN


MENINGKATKAN STABILITAS SEDIAAN EMULSI

UNTUK

7. BAHAN PENYUSUN SEDIAAN SUSPENSI


1. Zat aktif
2. bahan pensuspensi (suspending agent)
3. dapar atau acidifer
4. bahan pembasah (wetting agent)/humektan
5. antioksidan
6. pemanis
7. anticaking
8. pewarna
9. flavour
10. floculating agent
11. pewangi
12. antibusa (antifoaming)
13. pengawet

8. SEBUTKAN 5 KEUNTUNGAN GRANULASI!


9. SEBUTKAN CARA MENINGKATKAN LAJU DISOLUSI TABLET!
10. BAHAN TAMBAHAN APA SAJA YG DIBUTUHKAN UNTUK MEMBUAT
a. Krim AM
b. Salep
c. Gel
d. Emulsi MA

11. PENGERTIAN PERISTIWA KOSOLVENSI


Elektrolit lemah dan molekul-molekul nonpolar seringkali mempunyai kelarutan dalam
air yang buruk. Kelarutannya biasanya dapat ditingkatkan dengan penambahan suatu
pelarut yang dapat bercampur dengan air dimana dalam pelarut tersebut obat
mempunyai kelarutan yang baik. Proses ini dikenal sebagai kosolvensi, dan pelarutpelarut yang digunakan dalam kombinasi untuk meningkatkan kelarutan zat terlarut
dikenal sebagai kosolven. Mekanisme yang mengakibatkan penambahan kelarutan
melalui kosolvensi tidak dimengerti dengan jelas. Etanol, sorbitol, propilen glikol, dan
beberapa anggota dari seri polimer polietilen glikol memperlihatkan jumlah terbatas
dari kosolven yang berguna, dan dapat diterima secara umum dalam formulasi
cairan-cairan dalam air. Kosolven tidak hanya digunakan untuk mempengaruhi
kelarutan obat tersebut, tetapi juga untuk memperbaiki kelarutan dari konstituenkonstituen yang mudah menguap yang digunakan untuk memberi rasa dan bau yang
diinginkan ke produk tersebut. Molekul-molekul dalam obat padat diikat bersama oleh
gaya intermolekular tertentu misalnya gaya dipol-dipol imbas, dipol-dipol dan
interaksi ion-ion, demikian pula halnya dengan solven. pelarut dibedakan atas polar,
semi polar, atau non polar tergantung dari besarnya ikatan yang bersangkutan.
(Alfred, 1990)

12. POKOKNYA TENTANG SUSPENSI FLOKULASI DAN DEFLOKULASI

Sistem Flokulasi
Partikel flokulasi terikat lemah, cepat mengendap dan pada penyimpanan tidak
terjadi cake dan mudah tersuspensi kembali.
Partikel merupakan agregat yg bebas
Sedimentasi terjadi cepat
Sedimen terbentuk cepat
Sedimen tidak membentuk cake yg keras dan mudah terdispersi kembali
Wujud suspensi kurang bagus, di atas sedimen terjadi daerah cairan yg jernih dan
nyata

Sistem Deflokulasi
Partikel deflokulasi mengendap perlahan dan akhirnya membentuk sedimen,
terjadi agregasi, dan akhirnya terbentuk cake yg sukar tersuspensi kembali.

Partikel suspensi dalam keadaan terpisah satu dng yang lainnya

Sedimentasi terjadi lambat, masing-masing partikel mengendap terpisah dan


partikel berada dalam ukuran paling kecil

Sedimen terbentuk lambat

FARMASETIKA (45 menit, 12 soal)


1. SEBUTKAN BASIS
a. Minyak dalam air
b. Absorbsi
c. Gel
d. Pasta

2. SEBUTKAN 4 RUANGAN STERIL, SEBUTKAN 2 CONTOH KEGIATAN YANG DILAKUKAN


DAN SYARAT PARTIKULAT YANG DIPERBOLEHKAN TIAP-TIAP RUANGAN!

3. TUJUAN PENENTUAN ENDOTOKSIN & PRINSIP PENENTUAN ENDOTOKSIN


Endotoksin merupakan suatu produk mikroorganisme terutama dari bakteri gram
negatif yang terdiri atas suatu senyawa kompleks lipopolysaccharida yang pyrogenic,
suatu protein dan suatu lipid yang innert. Pada saat ini endoktoksin diketahui
merupakan pirogen yang paling, kuat, namun kehadiran pirogen lain dalam suatu
sediaan perlu diperhitungkan; karena manusia tidak hanya respon terhadap
endoktoksin saja tetapi juga pirogen yang lain (Suwandi,1988)

4. KEUNTUNGAN GRANULASI BASAH (5 BUAH)


5. APA TUJUAN MENURUNKAN TEGANGAN PERMUKAAN MINYAK DAN AIR? SERTA USAHA
YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENINGKATKAN STABILITAS EMULSI.

6. SUATU ZAT PADAT YANG AKAN DIDISPERSIKAN KEDALAM CAIRAN, SEBUTKAN ZAT-ZAT
YANG DITAMBAHKAN UNTUK MENSTABILKANNYA

7. PENGERTIAN DAN KEGUNAAN


a. Organogel
b. Stratum korneum
c. HLB
d. Natrium benzoate
e. Zat peningkat viskositas
8. BAGAIMANA UPAYA UNTUK MENGATASI SEDIAAN YANG MENGANDUNG ZAT AKTIF
YANG MUDAH TERABSORBSI?

9. SEBUTKAN 4 DATA YANG DIPERLUKAN PADA PREFORMULASI TABLET DAN KEGUNAAN


SAAT FORMULASI

10. PERHITUNGAN

0,9% NACL DALAM 1 LITER INFUS, BM NACL=58,5. BERAPA


MILIEKIVALEN NACL YANG TERKANDUNG DALAM INFUS?

11. MENGAPA OBAT COPY HARUS DILAKUKAN UJI BIOEKIVALENSI? APAKAH SEMUA JENIS
DAN BENTUK SEDIAAN

DILAKUKAN UJI BIOEKIVALENSI?

Anda mungkin juga menyukai