Anda di halaman 1dari 7

Tumbuhan

mempunyai

ciri-ciri

khusus

untuk

penyesuaian

diri

dengan

lingkungannya. ciri khusus tersebut yang membedakannya dengan tumbuhan lain.


Dengan penyesuaian diri, tumbuhan bisa bertahan hidup. berikut ini beberapa contoh
tumbuhan yang memiliki ciri-ciri khusus.

1. sawo :
Pohon yang besar dan rindang, dapat tumbuh hingga setinggi 30-40 m.
Bercabang rendah, batang berkulit kasar abu-abu

kehitaman sampai coklat tua.


Seluruh bagiannya mengandung lateks, getah berwarna

putih susu yang kental.


Daun tunggal, terletak berseling, sering mengumpul pada ujung ranting. Helai daun
bertepi rata, sedikit berbulu, hijau tua mengkilap, bentuk bundar-telur jorong sampai
agak lanset, 1,5-7 x 3,5-15 cm, pangkal dan ujungnya bentuk baji, bertangkai 1-3,5

cm, tulang daun utama menonjol di sisi sebelah bawah.


Bunga-bunga tunggal terletak di ketiak daun dekat ujung ranting, bertangkai 1-2 cm,
kerapkali menggantung, diameter bunga s/d 1,5 cm, sisi luarnya berbulu kecoklatan,

berbilangan 6.
Kelopak bunga biasanya tersusun dalam dua lingkaran; mahkota bentuk genta,

putih, berbagi sampai setengah panjang tabung.


Buah buni bertangkai pendek, bulat, bulat telur atau jorong, 3-6 x 3-8 cm, coklat
kemerahan sampai kekuningan di luarnya dengan sisik-sisik kasar coklat yang
mudah mengelupas, sering dengan sisa tangkai putik yang mengering di ujungnya.
Berkulit tipis, dengan daging buah yang lembut dan kadang-kadang memasir, coklat

kemerahan sampai kekuningan, manis dan mengandung banyak sari buah.


Berbiji sampai 12 butir, namun kebanyakan kurang dari 6, lonjong pipih, hitam atau
kecoklatan mengkilap, panjang lk. 2 cm, keping biji berwarna putih lilin.

2. Nanas
tumbuhan tropis yang berasal dari Brazil, Bolivia, dan Paraguay termasuk dalam
familia

nanas-nanasan

(Famili

Bromeliaceae)

dengan

perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun)


dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam,

tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal.


Buahnya bukanlah buah sejati, melainkan gabungan buah-buah
sejati (bekasnya terlihat dari setiap sisik pada kulit buahnya)

yang dalam perkembangannya tergabung bersama-sama dengan tongkol (spadix)

bunga majemuk menjadi satu buah besar.


Nanas yang dibudidayakan orang sudah kehilangan kemampuan memperbanyak
secara seksual, namun ia mengembangkan tanaman muda (bagian mahkota buah)
yang merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif.

3. putri malu (Mimosa pudica) :


Tanaman perdu pendek anggota suku polong

polongan.
Daun-daunnya

yang

menutup/layu

dapat

dengan

secara

cepat

sendirinya

saat

disentuh,ditiup, atau dipanaskan yang bersifat


sementara

karena

setelah

beberapa

menit

keadaannya akan pulih seperti semula. ini disebabkan oleh terjadinya perubahan
tekanan turgor pada tulang daun. Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain
yang tidak ikut tersentuh.Gerak ini disebut seismonasti, yang walaupun dipengaruhi
rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerakan tigmonasti daun putri malu

tidak peduli darimana arah datangnya sentuhan.


Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah

matahari terbit.
Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan
tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman
putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan
yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut
telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya.

4. Tumbuhan paku
Tumbuhan ini benar-benar telah berupa kormus (ada sistem
pembuluh sejati) , jadi telah jelas adanya akar, batang dan daun.
Ada yang hidup sebagai saprofit dan ada pula sebagi epifit. Paku
menyukai tempat lembab (higrofit), tumbuhnya mulai dari pantai

(paku laut) sampai sekitar kawah-kawah (paku kawah).


Berdasarkan spora yang dihasilkan dikenal 3 jenis tumbuhan
paku, yaitu:

Paku Homosfor atau Isospor >> menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya
paku kawat (Lycopodium clavatum).
Paku Heterospor >> menghasilkan dua jenis spora yaitu: mikrospora (jantan)
dan makrospora (betina), misalnya paku rane (Selaginella wildenowii) dan
semanggi (Marsilea crenata).
Paku Peralihan >> menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama
(isospora) tetapi sebagian jantan dan sebagian betina (heterospora), misalnya

paku ekor kuda (Equisetum debile)


Akar tumbuhan paku berupa akar serabut. Pada akar paku, xilem terdapat di tengah
dikelilingi floem membentuk berkas pembuluh angkut yang konsentris.
Batangnya jarang tumbuh tegak di atas tanah, kecuali pada paku tiang (Alsopila sp.
dan Cyathea sp.). Batang tersebut kebanyakan berupa akar tongkat (Rhizoma). Tipe

berkas pembuluh angkut batang sama dengan akar, yaitu tipe konsentris
5. Kantong semar
Merupakan tumbuhan insektivora yaitu tumbuhan pemakan serangga.
Mempunyai daun yang termodifikasi berbentuk kantung.
Kantung semar mengeluarkan nectar(cairan manis bahan pembuat
madu), untuk memikatserangga. Serangga yang terjatuh ke dalam
kantung akan dicerna dan diserap nitrogennya.
6. Bunga Rafflesia
Merupakan tumbuhan parasit (pada akar tanaman menjalar) yaitu tunbuhan yang
hidup dengan mengambil zat makanan dari tanaman
inangnya.
Mengeluarkan bau busuk atau bau bangkai dan memiliki
bagian yang dapat memantulkan cahaya, untuk memikat dan
memandu

lalat.Dengan

datangnya

lalat

maka

proses

penyerbukan dapat berlangsung, sehingga bunga raflesia dapat berkembangbiak.


7. Eceng gondok

Termasuk tumbuhan hydrophyta.


Mempunyai tangkai daun yang menggelembung(berongga),
yang berfungsi untuk mengapung di permukaan air.

Kaktus

8. Kaktus
hidup di tempat

yang

kering,

sehingga

dikelompokkan ke dalam tumbuhan xerofit. Untuk dapat


tetap hidup di tempat yang kering, kaktus memiliki ciri
khusus sebagai berikut:

Kaktus memiliki daun yang berbentuk duri. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi
proses penguapan air dari dalam tubuhnya. Tempat fotosintesis digantikan oleh

batang. Batang kaktus memiliki klorofil untuk dapat melakukan fotosintesis.


Batang kaktus menjadi besar dan menggembung. Tujuannya untuk menyimpan

cadangan air.
Akar kaktus umumnya panjang. Akar seperti ini memungkinkan kaktus mencari air
sebanyak mungkin.

9. Tumbuhan Embun Matahari


Terdapat titik-titik cairan yang bergemerlap bila terkena sinar matahari.
Jika serangga menyentuh daun akan terjebak dalam cairan

tersebut.
Helai-helai daun akan mengakup untuk mencengkeram
serangga dan serangga dihancurkan dengan cairan
pencerna.

10. Bambu
Merupakan anggota suku rumput-rumputan
Dapat tumbuh lebih cepat dari tumbuhan lain.
Memiliki jaringan meristem pada setiap buku.
Ada bambu yang batangnya dapat tumbuh 40 cm/hari dan
mencapai tinggi 37 meter.
11. Jagung

Memiliki rambut jagung yang mirip benang sutra.


Rambut tersebut sebenarnya adalah kepala putik dan tangkai

putik.
Setiap biji jagung menumbuhkan sebatang tangkai putik

sepanjang 30 cm.
Putik jagung seperti rambut dan lengket memudahkan untuk

menangkap serbuk sari.


12. Kelapa
Banyak tumbuh di tepi pantai.

Buah kelapa yang jatuh dari pohon akan terbawa air laut

sampai ke pantai yang lain tanpa menjadi busuk.


Serabut tebal yang membuat buah kelapa dapat tetap terapung di

air dan sampai di pantai yang lain.


Termpurung kelapa merupakankulit yang kedap air berfungsi
untuk melindungi kelapa sehingga tidak busuk.

13. Mawar
Tanaman mawar memiliki bunga yang indah. Namun, berhati-hatilah bila ingin
memetiknya. Sebab, kalian bisa terkena duri-durinya
yang tajam. Duri pada batang adalah ciri khusus yang
dimiliki tanaman mawar. Duri tersebut berfungsi
melindungi diri dari musuh. Musuh yang mendekat
akan terkena duri tajam mawar.
14. Teratai

Termasuk Tumbuhan Hydrophyta yaitu tumbuhan yang dapat

menyesuaikan diri dengan lingkungan air.


Mempunyai daun yang lebar untuk mempermudah proses

penguapan dan fotosintesis.


Batang dan akarnya mempunyai lubang-lubang atau ronggarongga udara yang berfungsi untuk membawa udara ke batang dan
akar

15. Venus
Merupakan tumbuhan insektivora yaitu tumbuhan

pemakan serangga.
Daun venus termodifikasi berbentuk seperti engsel
dan berbulu, daun itu terbuka menunggu serangga,
dan bila ada serangga yang terperangkap maka
akan dicerna dan diserap nitrogennya.

16. Mentimun
Memiliki sulur yaitu modifikasi dari batang dan memiliki ujung peka sentuhan.
Sulur berbentuk gelung dan berguna untuk lebih merapatkan batang mentimun ke

penopang sehingga dapat menahan beban dari buah mentimun.


Sulur juga dapat menahan angin kencang yang dapat mematahkan batang.

17. Bunga Matahari


Tumbuh di daerah yang terkena sinar matahari.
Bentuk bunganya seperti matahari (kuning, bulat, dan besar).
Selalu mengikuti arah cahaya matahari.
Bila matahari mulai ternggelam, mahkota bunga mulai
menutup.
18. Tusam
Memiliki daun berbentuk jarum.
Jarum tusam hanya memiliki satu urat daun di tengah jarun untuk

mengangkut air dan zat hara.


Jarum tusam berfungsi untuk berfotosisntesis, bernafas (respirasi)

dan penguapan (transpirasi).


Jarum tusam memiliki kloroplas dan stomata.
Jarum tusam memiliki epidermis yang tebal.

19. Siwalan (pohon lontar /tal)


Pohon palma yang kokoh kuat berbatang tunggal dengan tinggi 15-30 m dan

diameter batang sekitar 60 cm


Daun-daun besar terkumpul di ujung batang membentuk

tajuk yang membulat.


Helaian daun serupa kipas bundar berdiameter hingga 1,5 m,
bercangap sampai berbagi menjari; dengan tajuk anak daun
selebar 5-7 cm, sisi bawahnya keputihan karena berlapisan

lilin.
Tangkai daun mencapai panjang 1 m, dengan pelepah yang
lebar dan hitam di bagian atasnya; sisi tangkai dengan deretan duri yang berujung

dua.
Karangan bunga dalam tongkol, 20-30 cm dengan tangkai sekitar 50 cm.
Buah-buah bergerombol dalam tandan, hingga sekitar 20 butir, bulat peluru
berdiameter 7-20 cm, hitam kecoklatan kulitnya dan kuning daging buahnya bila

tua. Berbiji tiga butir dengan tempurung yang tebal dan keras.
kegunaannya :
Daunnya untuk bahan kerajinan dan media penulisan naskah lontar.

Kayu batangnya bisa untuk bahan bangunan, membuat perkakas dan barang
kerajinan
karangan bunganya (terutama tongkol bunga betina) disadap nira kemudian
dapat dimasak menjadi gula
Buahnya dapat dikonsumsi, terutama yang muda
Biji yang masih muda dan masih lunak mirip kolang -kaling sebagai campuran
es dawet.
Daging buah yang tua (kekuningan dan berserat) dapat dimakan segar ataupun
dimasak terlebih dahulu.
Cairan kekuningan darinya diambil pula untuk dijadikan campuran penganan
atau kue-kue atau untuk dibuat menjadi selai.