Anda di halaman 1dari 44

1

Setetes Kebijaksanaan
PELINDUNG ALAMAT REDAKSI

IMLEK, MILIK SIAPA?


Dirjen Bimas Buddha Depag RI Jl. Raya Darmo Permai III
Direktur Bimas Agama Buddha Depag RI Plaza Segi Delapan Blok C/801-802 Surabaya
Kanwil Departemen Agama Propinsi Jawa Timur Telp. 031.7345135 Fax. 031.7345143
Yayasan Dharma Rangsi Surabaya e-mail: sd@becsby.org sby@buddhist-center.org

PENANGGUNG JAWAB BEC SELURUH INDONESIA


Sutanto Adi SURABAYA
PIMPINAN UMUM Yayasan Dharma Rangsi
Jl. Raya Darmo Permai III Plaza Segi Delapan Blok C 801-802
Ongko Digdojo
Telp. 031.7345135 Fax. 031.7345143
PENASEHAT HUKUM Surabaya - Jawa Timur
Tanudjaja, SH, CN, MH
JAKARTA
Untuk menjawab pertanyaan judul di atas, yang menembus batas tradisi
PIMPINAN REDAKSI Yayasan Samudra Metta Indonesia
Jl. Pluit Sakti Raya No. 28 Blok B 11
sebelumnya kita harus ketengahkan 2 pertanyaan lain: dan bersinergi secara harmoni
Tjahyono Wijaya Komplek Ruko Sentra Bisnis Pluit bagaimana asal mula Imlek dan apa pula maknanya? dengan spiritualitas agama
REDAKTUR PELAKSANA Telp.021.66695336 Fax.021.66695337
Himawan Susanto
Jakarta Utara Menurut penelitian sejarah, Tahun Baru Imlek atau falsafah kehidupan
PENYUNTING BAHASA KEDIRI (selanjutnya kita sebut Imlek) telah diperingati di seperti Taoisme,
Jl. Kilisuci 36 Kediri
Tjahyono Wijaya
Telp. 0354.689281 Tiongkok sejak zaman Batu Baru. Dalam masyarakat Konfusianisme, dan
Ching Ik Kediri - Jawa Timur agraris zaman itu yang kehidupannya sangat bergantung Buddhisme. Oleh
ARTISTIK & DESIGN PEKANBARU
Jl. Belimbing 159 Q
pada perubahan siklus empat musim (semi, panas, gugur, karena itu, tak heran
Nagasena Telp. 0761.7072416 Fax. 0761.21602 dingin), dengan sendirinya mulai mengenal konsep bila nuansa relijius dalam
PRODUKSI Pekanbaru - Riau
Zuhri ‘tahun’. Namun istilah ‘tahun’ sendiri baru muncul perayaan Imlek terasa
MEDAN
SEKRETARIS REDAKSI Jl. Rotan Baru No.10 belakang hari. Pada masa Yao Shun (sekitar abad 21-22 begitu kental. Hal ini karena
Deissy Telp. 061.4579450
SM), ‘tahun’ disebut sebagai Dai yang berarti generasi; adanya persepsi bahwa
Medan - Sumatera Utara
IKLAN & PROMOSI Vihara Borobudur
zaman Dinasti Xia (abad 21-16 SM) disebut sebagai Sui Imlek menandakan datangnya
Sien Sien Jl. Imam Bonjol No. 21
Telp. 061.6628153
– usia; Dinasti Shang (abad 16-11 SM) menyebutnya tahun baru, yang tak terlepas
SIRKULASI
Yuska
Medan Sumatera Utara sebagai Si – persembahan; di masa Dinasti Zhou (abad dari persepsi akan perenungan
Maxi DENPASAR 11–256 SM) baru disebut sebagai Nian – tahun. dan pengharapan: perenungan akan masa
Vihara Buddha Dharma
BEC Seluruh Indonesia Jl. Gurita I, Perumahan Pedungan Indah No. 41 Seretani Tercatat sejak awal Dinasti Zhou telah ada kegiatan lalu, kenyataan akan saat ini dan pengharapan akan masa
Telp. 0361.720984, 720024
DANA DHARMA Denpasar - Bali menyambut tahun baru seperti perayaan menyambut depan yang lebih baik. Perenungan dan pengharapan
mohon ditransfer ke: Jl. Sunset Legian Kaja Legian, Kuta panen dan sembahyang pada leluhur. Kemudian pada inilah yang kemudian dituangkan dalam bentuk perayaan
BCA Kapas Krampung Surabaya Telp. 0361.7440419
Denpasar - Bali
masa Dinasti Han (206 SM – 220) barulah Imlek menjadi Imlek yang relijius, terlepas dari keyakinan apapun yang
a/c. 101-778-9911

DISTRIBUTOR SINAR DHARMA DI KOTA ANDA


a/n. Yayasan Dharma Rangsi
perayaan yang paling meriah di antara hari besar dianut.
BATAM
Vihara Buddhayana lainnya. Meski tetap melanjutkan tradisi ribuan tahun ini,
Komplek Nagoya Point (Pasar Angkasa) Blok L No. 1-3
Telp. 0778.452636 Fax. 0778.452980 Di samping itu, Nian juga memiliki arti lain. tetapi manusia abad ini bukan lagi masyarakat zaman
Batam - Kepulauan Riau
Masyarakat Tiongkok kuno menyebut Nian sebagai kuno yang meyakini adanya binatang Nian. Jadi apa
Sinar Dharma merupakan media berbagi Vihara Maitri Sagara
Jl. Tiban 3 Blok C II No. 17 (Belakang Pom Bensin Tiban) seekor hewan aneh bertanduk tunggal yang sangat buas. makna sebenarnya perayaan Imlek itu? Imlek adalah
ajaran Buddha (Buddha Dharma) dan
tidak dimaksudkan untuk menyerang
Telp. 0778.310159 Fax. 0778.310159.
Batam - Kepulauan Riau
Nian ini berdiam di dasar laut dan setahun sekali naik kebahagiaan menyambut tibanya musim semi pertanda
pandangan atau keyakinan lain.
MANADO
ke darat untuk memangsa hewan darat dan manusia pergantian tahun, pun menyambut datangnya enerji
Vihara Dhammadipa Jl. Sudirman 52 saat malam menjelang tahun baru. Orang di zaman itu kehidupan yang memenuhi segenap alam, suatu enerji
Telp. 0431.861842 Fax. 0431.813455
Sinar Dharma menerima karya tulis Manado - Sulawesi Utara berpandangan: Nian datang, pohon dan tumbuhan mati; yang membawa kebahagiaan bagi semua makhluk. Inilah
berupa naskah Dharma, informasi PALEMBANG Nian pergi, alam hidup kembali. Lalu bagaimana cara makna sebenarnya dari perayaan Imlek!
maupun photo-photo kegiatan Yayasan Buddhakirti Vihara Dharmakirti
Jl. Kapten Marzuki No.496 (Kamboja) mengusir Nian? Ternyata Nian takut akan warna merah, Namun pertanyaan masih belum terjawab. Imlek itu
umat Buddha atau Vihara dengan
ketentuan; 1) merupakan naskah asli, 2)
Telp. 0711.356333 Fax. 0711.357375
Palembang - Sumatera Selatan
cahaya api, dan suara petasan. Sebab itulah, setiap milik siapa?
terjemahan harus menyebutkan sumber
JAMBI
menjelang malam tahun baru, setiap rumah menempel Imlek bukan milik siapa-siapa karena tak lebih hanya
asli, 3) redaksi berhak menyunting
tanpa merubah inti materi, 4) harus
Yayasan Sathya Sal Ananda (u.p Bong Lie Hui) Dui Lian (sepasang syair) ucapan selamat tahun baru merupakan sebuah fenomena alam yang natural yang
Jl. Gatot Subroto Komplek Ruko Hotel Abadi
menyertakan identitas lengkap pengirim. Blok C RT 11 No 96-98 di atas media berwarna merah dan membakar petasan. kemudian berangsur-angsur melebur ke dalam setiap
Telp. 0741.7552452 Fax. 0741.7552453
Jambi Lalu, keesokan paginya di hari pertama tahun baru, aspek kehidupan bagi yang merayakannya. Namun,
Sinar Dharma bisa didapatkan di MALANG pergi mengunjungi sanak keluarga yang lain untuk saling kita juga bisa mengatakan bahwa Imlek adalah milik
BEC (Buddhist Education Centre)
Buddhayana Jl. Ciliwung No.1 E (Ruko)
Hp. 081.25230878
memberi selamat karena terbebas dari bahaya Nian. kita bersama, karena ia membawa enerji kehidupan
di seluruh Indonesia. Malang - Jawa Timur Demikianlah sekelumit asal usul dan makna yang memberi manfaat dan kebahagiaan bagi semua
perayaan Imlek yang telah berlangsung hampir 5.000 makhluk.
tahun lamanya, yang berarti telah ada sejak sebelum Jadi, Imlek bukan milik golongan, keyakinan, etnis
kelahiran Konfusius (Konghucu). Perayaan selama atau negara tertentu, melainkan milik kita bersama
Ingin Berlangganan Sinar Dharma? Hubungi distributor kami di kota Anda: ribuan tahun ini telah membuat Imlek melebur ke khususnya dan semua makhluk umumnya.
dalam semua aspek kehidupan masyarakat Tiongkok.
BATAM Suwarno 08127020450 MEDAN Lie Ching 0811652564 PEKANBARU Wismina 08127556328
Dengan kata lain, Imlek telah dirayakan dalam wujud Redaksi
SERPONG 081385926926 KLATEN Puryono 081575064382 LOMBOK Japra 081805752007

2 3
Daftar Isi
SETETES KEBIJAKSANAAN DHARMA TEACHING
Imlek, Milik Siapa? 03 - Tanya Jawab Seputar Buddhisme 32
- Sutra Seratus Perumpamaan 36
SISI LAIN
Melihat Agama Buddha Dalam 06 PERSPEKTIF
Perspektif Sejarah Aku Bosan dengan Dharma 38

DUNIA BUDDHIS BELAJAR PRAKTIK


- Pagoda Buddha di Markas 10 Tetaplah Bekerja, Walaupun... 40
Besar PBB
- Pengajaran Program 11 BERPIKIR CARA BUDDHIS
Profesor di Kolumbia Sudahkah Aku Berinvestasi untuk 42
University: Buddhisme Kehidupan yang Akan Datang?
Tiongkok Sheng Yen
DHARMA KELANA
SELEBRITIS BUDDHIS Sensasi Beda Pulau Lombok 44

18
SUDUT PERISTIWA - Uma Karuna Thurma 12
Lomba Baca Dhammapada Tingkat SD dan SMP Realitas adalah Sebuah Ilusi WISATA IBADAH
se-Surabaya, 12 Februari 2007 di Vihara Buddha Beramal dan Berdana 52
Kirti Surabaya.
SUDUT PERISTIWA
- Damai dan Sehat ala 20 JEJAK AGUNG
WAWANCARA EKSKLUSIF Buddhis Master Kuang Chin 60
- Karir Bodhisattva, 21

12
Tipitakadhara dan TOKOH BUDDHIS
Tipitakakovida Masa Kini Padhana Sasanadhaja - Mengenang 64

14
- Seminar Kronologi Hidup 22 Y.M. Sudhammo Mahathera
Buddha dan Tipitakadhara
(Penjaga Tipitaka) PROFIL BUDDHIS
- Seminar Menggali Kembali 23 Bodhisattva Samantabhadra 66
Metta Surya Budaya Tionghua
SUDUT PUBLIK 56
- Malam Amal Penggalangan 24 PENGALAMAN DHARMA
Wijaya: Dana Adik Asuh Huatou Retret New York Winter 2006 70
“Yang penting lalukan - Melangkah di Keheningan TUTUR MENULAR 69
26
yang terbaik hari ini, - Don’t Worry Be Healthy FIKSI BUDDHIS
28
karena kita tidak tahu - Tzu Chi Surabaya Kembali Aku Gembira Masuk Neraka SEHAT ITU DHARMA 73
30 76
besok apa yang akan Gelar Bazaar Cinta Kasih
terjadi. Semoga semua 2007 LINTAS AGAMA KISAH ZEN 74
makhluk berbahagia. - Mencintai Kehidupan Agama dan HIV/AIDS
31 79
Sabbe satta bhavantu dan Meningkatkan Nilai KAMPUS LINGUAL 80
sukhitatta.” Kemanusiaan

4 5
Sisi Lain Agama Buddha telah berkembang menjadi sebuah falsafah terdapat juga jejak-jejak otentik mengenai
hidup yang cukup berpengaruh di dunia, hal ini tak luput dari lokasi tempat Buddha dilahirkan, mencapai
peranan catatan-catatan yang tersimpan dalam bentuk Kitab Penerangan Sempurna, membabarkan
Suci Buddhis yang disebut Tripitaka (Tipitaka). Dari Tripitaka Dharma dan Parinirvana. Tidak dipungkiri

Melihat Agama Buddha kita dapat melihat catatan tentang masa-masa Buddha
Gautama mewejangkan Dharma kepada para umat dari berbagai
golongan, baik perumah tangga maupun pertapa. Lebih jauh
bahwa penemuan dari jejak otentik situs
bersejarah ini, yang dilakukan secara
metodologi ilmiah, merupakan bukti konkret

Dalam Perspektif Sejarah lagi, juga terdapat catatan mengenai kemunculan tokoh-
tokoh yang tidak dapat dilihat atau dipahami oleh manusia
awam, seperti bodhisattva, dewa, yaksa, asura, hantu dan
yang sulit dibantah. Namun jika mencermati
Sutra Buddhis, maka kita akan dikejutkan
oleh adanya plot rekaman peristiwa yang
Oleh: Ching Ik lain sebagainya. Pun terdapat alam-alam kehidupan lain yang di luar jangkauan pemahaman kita, seperti
tidak pernah kita lihat dan ketahui sama sekali. Namun sudah adanya berbagai alam kehidupan, makhluk
menjadi pengetahuan umum bahwa catatan-catatan seperti dewa, hantu dan lain sebagainya. Jika kita
ini memiliki klasifikasi jelas sebagai kitab agama, bukan kitab teliti secara mendalam, ajaran Buddha
sejarah. Dalam kitab sejarah, gambaran setiap peristiwa selalu justru sangat menekankan pentingnya
mengikuti hukum logika, dengan kata lain, kronologi peristiwa kerangka berpikir secara logis dan benar.
akan digambarkan secara utuh sesuai alur yang dapat dicerna Secara garis besar, ajaran Buddha adalah
oleh daya nalar manusia. Bila terdapat unsur-unsur mistis yang ajaran yang mengutamakan pengendalian
tidak dapat dicerna oleh akal awam manusia, maka sejarah pikiran. Buddha sendiri menasihati kita
akan menyensor atau bahkan mendisposisi peristiwa tersebut untuk tidak mempercayai begitu saja setiap
dari kerangka kesejarahan. Dengan demikian jelaslah bahwa hal tanpa menyelidikinya terlebih dahulu.
sejarah dan Kitab Suci adalah dua hal yang berbeda dari cara Apakah dengan demikian berarti hal-hal
penyajiannya. Akan tetapi, sesuai dengan perkembangan zaman mistis yang disajikan dalam Sutra Buddhis
yang semakin menuntut adanya catatan peristiwa yang dapat bertentangan dengan ajaran Buddha
dicerna sesuai dengan hukum logika, maka tak terhindarkan sendiri, karena fenomena mistis jelas-
lagi bahwa catatan sejarah menjadi sajian yang lebih disukai jelas tidak sesuai dengan logika manusia
dan dipercayai keabsahannya dibandingkan dengan catatan awam? Atau secara gamblang dapat kita
dalam bentuk Kitab Suci. Oleh karena itu tak heran bila Kitab katakan, apakah para cendekiawan Buddhis
Suci menjadi sebuah kitab yang tidak luput dari perlunya unsur memang demikian lugunya sehingga begitu
keyakinan di dalamnya. saja mempercayai hal-hal yang tidak
Dalam agama Buddha, Kitab Suci (Sutra Buddhis) tidak hanya masuk akal yang digambarkan dalam Sutra
menyajikan konsep-konsep dan ajaran dari Buddha, namun juga Buddhis? Berdasarkan apa umat Buddha
tak ubahnya bagai sebuah catatan kronologi peristiwa seputar berani mengatakan bahwa apa yang tertulis
kehidupan Buddha. Permasalahannya, bagaimana kita harus di dalam Tripitaka itu adalah benar? Dan
memandang ajaran dan situasi kondisi yang terjadi di seputar sanggupkah kita membuktikan kebenaran
kehidupan Buddha dalam perspektif sejarah, serta bagaimana tersebut? Jika dituntut untuk menjawab
Photo: Istimewa cara kita bersikap dalam memahami kejadian-kejadian gaib pertanyaan-pertanyaan ini dengan cara
yang tidak sanggup disajikan dalam kerangka sejarah namun membuktikannya seperti memutar kembali
disajikan secara eksplisit dalam Sutra Buddhis? sebuah film yang telah pernah ditayangkan,
Beberapa waktu lalu BJ Habibie, menyelidiki tentang kebenarannya, yang hendak kita Secara historis, Buddha tercatat sebagai tokoh sejarah maka dengan sangat menyesal harus diakui
mantan Presiden RI, menerbitkan buku bicarakan adalah bahwa permasalahan ini telah membuka yang hidup sekitar 2,500 tahun yang lalu. Selain catatan bahwa kita tidak sanggup membuktikannya.
memoar “Detik-Detik yang Menentukan”. mata dan mengantarkan kita menuju sebuah perspektif tentang kehidupan Buddha yang tertera dalam Sutra Buddhis, Namun seandainya tuntutan pembuktian
Buku ini sempat mengundang sanggahan baru dalam memandang penulisan sebuah sejarah.
dari mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Betapa tidak, bahkan dalam situasi di mana tokoh yang
Prabowo karena salah satu bagiannya terkait dalam kronologi suatu peristiwa itu masih hidup,
dipandang menggambarkan alur kejadian tetap saja timbul perbedaan dalam cara penggambaran
yang agak berbeda dengan versi Prabowo. peristiwa itu secara objektif. Tidak dapat dipungkiri bahwa
Bagi kita yang tidak terlibat langsung sesungguhnya lakon-lakon sebuah peristiwa yang berjalan
dalam peristiwa bersejarah antara kedua secara detik per detik itu tidak akan dapat ditayang-ulang
tokoh ini hanya bisa memunculkan sikap secara sempurna oleh satu sosok manusia yang paradigma
dan reaksi dalam bentuk pertanyaan: dan cara berpikirnya berbeda dengan individu-individu
ucapan siapa yang benar? lainnya. Sedang sejarah hanyalah satu sisi dari sebuah
Di sini kita tidak berkapasitas untuk kronologi peristiwa.

6 7
peristiwa, yang telah terjadi yang dilestarikan secara menakjubkan di dalam yang dimiliki Ananda bukanlah hal yang mustahil. mewujudkan manfaat dari ajaran
ratusan bahkan ribuan tahun ingatan para anggota Sangha pilihan. Kitab Suci Berikut adalah kutipan sebuah berita dari tersebut. Namun apa boleh buat,
yang lalu, tetap harus dilakukan berbentuk tulisan baru muncul setelah beberapa Ehipassiko Newsletter 04: banyak di antara kita yang hanya
dengan metode seperti ini, maka ratus tahun dari masa pewarisan sistem lisan. “Pada tahun 1956 di Konsili Buddhis terpesona dengan alur peristiwanya,
semestinya tidak ada hal yang Mungkin timbul satu keraguan: bila berdasarkan Keenam di Yangon, tercatat suatu peristiwa ekspresi setiap individunya dan
dapat dipercayai lagi di dunia ini ingatan, tidakkah isi Kitab Suci itu mengalami bersejarah yang menggemparkan dunia. Di berbagai hal yang menjadi latar
karena tuntutan semacam ini tidak pergeseran seiring dengan berjalannya waktu? hadapan ribuan peserta sidang dari berbagai belakang kejadian-kejadian dalam
akan mungkin dapat dipenuhi. Pun Namun dengan berpijak pada sistem konsili penjuru dunia, Bhikkhu Badanta Viccittasara Sutra. Keterpesonaan akan hal-hal
katakanlah peristiwa kontemporer yang dihadiri oleh ratusan anggota Sangha Suci, menjawab pertanyaan dari seluruh isi Tipitaka seperti ini tidak hanya berlaku pada
yang direkam dalam bentuk video maka sebesar apapun pergeseran tersebut, Pali yang diajukan oleh Sayadaw Mahasi. Beliau umat Buddha saja, namun juga
dan diputar ulang, itupun juga sulit tingkat akurasinya masih tetap jauh lebih layak menguncarkan 20 buku, 16.000 halaman Tipitaka merembes ke setiap individu dari
diterima keabsahannya karena kita dibandingkan dengan metode penulisan kitab di luar kepala, dengan begitu lancar, dan tanpa berbagai golongan yang tampak
tahu bahwa merekayasa sebuah yang dilakukan oleh satu individu dalam bidang salah sedikit pun! Beliau juga dikenal dengan terlihat dari munculnya berbagai
film adalah sangat mudah, bahkan studi manapun di dunia ini. nama Sayadaw Mingun, seorang bhikkhu dari karya fiksi yang menjadi magnet
lebih mudah daripada membalik Kitab Suci Buddha memiliki cara penyajian Desa Mingun, Myanmar, yang mendapat gelar ketertarikan orang padanya.
telapak tangan bagi para pakar yang dapat dikatakan lain dari yang lain. Di depan Tipitakadhara Pertama pada era modern ini. Bentuk ajaran Buddha terlihat
yang menguasai bidang ini. telah dikatakan bahwa Kitab Suci dan sejarah Tradisi menghafalkan Tipitaka semacam ini masih jelas sebagai suatu sistem
Namun di balik semua ini, menjadi dua hal yang berbeda karena cara dilestarikan di Myanmar, dan hingga kini sudah pendidikan. Itulah sebabnya
fondasi keyakinan umat Buddha penyajiannya, namun Kitab Suci Buddha justru tercatat ada belasan Tipitakadhara (Penjaga hubungan antara Buddha dan
terhadap Kitab Suci terletak pada menyajikan kronologi kehidupan Buddha dalam Tipitaka) lainnya. Ini juga membuktikan bahwa para pengikutnya adalah sebuah
perilaku dan kata-kata bijak dari kerangka yang memiliki perspektif sejarah. tradisi menurunkan ajaran Buddha secara verbal bentuk hubungan antara guru dan
Buddha sendiri. Sebagaimana Salah satu contoh penyajian berkarakter sejarah dan ingatan sebelum Tipitaka dituliskan adalah siswa. Sebagai seorang siswa,
diketahui bahwa untuk menilai adalah kata pembukaan dalam setiap Sutra: memungkinkan dan bukanlah isapan jempol maka kerangka berpikir kita harus
seseorang, umumnya kita “Demikianlah yang telah saya dengar”. Ini belaka. bertumpu pada azas dan misi
memperhatikan sisi perbuatan, adalah kalimat yang penuh dengan rasa tanggung Atas prestasi yang mengagumkan ini, Guiness pendidikan yakni tercapainya
ucapan dan pikirannya. Dalam hal jawab yang memelopori langkah awal penyajian Book of World Record 1985 mencatat Sayadaw tujuan pendidikan dengan ditandai
ini, bila seseorang dengan setulus potongan peristiwa. Sebagaimana diketahui Mingun sebagai orang dengan ingatan terdahsyat oleh tertransformasinya pikiran dari
hati menilai perilaku dan ucapan bahwa kronologi peristiwa yang disajikan dalam di dunia.” yang ternoda menjadi murni. Jika
bijak Buddha, maka takkan sulit Sutra merupakan hasil dari pelantunan ulang Meski dalam Sutra Buddhis tercatat kejadian pemahaman seperti ini menjadi
baginya untuk tergerak memberi semua ucapan Buddha oleh Ananda, siswa yang bersifat mistis, namun harus diakui bahwa latar belakang dalam pendekatan
respek bagi Buddha dan Dharma. terdekat dan pembantu utama Buddha yang dari gaya pemaparannya kita seakan dibawa terhadap agama Buddha, maka
Untuk itu sudah selayaknya kita memiliki kemampuan ingatan yang dahsyat. mengarungi sebuah kisah yang memiliki fondasi niscaya kita akan dapat memandang
berpijak pada landasan ini dalam Namun dalam kenyataannya tidak semua peristiwa kesejarahan, walau tak dapat dipungkiri tiada agama Buddha secara idealistis
meyakini dan memahami hal- yang dialami Buddha disaksikan dan didengar pencatatan tanggal dan tahun kejadian secara tanpa dirintangi oleh berbagai
hal yang di luar jangkauan nalar secara langsung oleh Ananda, untuk itu Ananda konkret. Meski demikian, ini semestinya tetap kebingungan tentang lakon-lakon
kita (peristiwa gaib) seperti yang memohon kepada Buddha untuk menceritakan bisa dipandang sebagai sejarah dari sudut sejarah yang entah benar atau
tertera dalam Sutra Buddhis. kembali hal-hal yang sebelumnya diajarkan pandang sebuah biografi. Seperti pada kasus buku tidak, toh itu bukanlah tujuan yang
Di samping itu, ada satu hal Buddha tanpa kehadiran Ananda. Selain itu, di Habibie, sejarah dengan tingkat akurasi yang sesungguhnya bagi seorang praktisi
lagi yang menjadi tumpuan bagi antara semua siswa Buddha, Ananda merupakan sempurna itu sesungguhnya tidak pernah ada sejati. Namun bila umat tetap
umat Buddha dalam menjunjung siswa yang paling terkemuka dalam kemampuan karena sejarah bukan bertujuan menguak tentang ingin meninjau ajaran Buddha
tinggi keabsahan Kitab Sucinya, mengingat sesuatu. Ini semua menjadi faktor benar atau tidaknya sebuah peristiwa, melainkan hanya dari perspektif sejarah maka
yakni metode pewarisan ajaran penting bagi terciptanya Kitab Suci yang valid merupakan sebuah refleksi tentang lakon-lakon lebih tepat bila menyebutnya
berdasarkan konsili. Di dalam dan terpercaya. Maka dalam menjabarkan manusia di masa lalu sebagai bahan pengetahuan sebagai pakar sejarah, bukan
konsili, ajaran Buddha dilantunkan setiap kejadian yang dialami atau diajarkan oleh bagi manusia di masa mendatang. Dengan adanya praktisi. Meski demikian pada sisi
kembali di hadapan 500 (atau Buddha, Ananda secara objektif mengawalinya pemahaman seperti ini, maka Sutra Buddhis tertentu kontribusi yang diberikan
lebih) anggota Sangha yang terdiri dengan kalimat pembuka, “Demikianlah yang lebih tepat dipandang sebagai sebuah refleksi oleh pakar sejarah bukan tidak
dari individu-individu yang telah telah saya dengar”. Seperti dikatakan di atas, untuk mentransformasi batin yang ternoda bermanfaat sama sekali. Kontribusi
menjalani pelatihan intensif dan ini menjadi metode penyampaian berita yang menjadi batin yang murni, alih-alih mencari atau mereka dalam bentuk kerangka
mencapai tingkat kesucian Arahat sangat memiliki nilai tanggung jawab dalam menyelidiki setiap kronologi yang tidak akan sejarah dapat menjadi sebuah
- sebuah tingkat yang mana noda- kerangka penulisan sejarah. pernah terkuak karena ditelan oleh kenisbian sarana penuntun bagi umat yang
noda batin telah terkikis tuntas. Ini Secara prinsip, metodologi terbentuknya dimensi ruang dan waktu. Oleh sebab itu, di dalam ingin masuk ke gerbang Buddha
dilakukan demi menjaga otentitas Sutra Buddhis telah berjalan dalam kerangka proses pembelajaran Buddha Dharma semestinya Dharma. Dan pada akhirnya semua
ajaran Buddha. Memang diakui yang benar dan ideal. Sebagai pertimbangan harus tetap bertumpu pada makna yang tersirat ini akan bermuara pada satu
bahwa pada masa-masa konsili awal, tambahan, kita dapat menyaksikan sebuah di dalam setiap dialog-dialog yang tertulis dalam tujuan, yakni munculnya keyakinan
Kitab Suci masih berbentuk lisan fakta bahwa kemampuan mengingat seperti Sutra dan kemudian mengaplikasikannya untuk akan keagungan ajaran Buddha.

8 9
Dunia Buddhis
Pagoda Buddha Pengajaran Program Profesor di Columbia University:
Buddhisme Tiongkok Sheng Yen
di Markas Besar PBB Master Sheng Yen mengemukakan bahwa
penelitian tentang Buddhisme Tiongkok seharusnya
tak hanya terbatas pada Tiongkok dan Taiwan,
Menurut berita yang dirilis pun mengangkat diri kita pada melainkan juga harus meliputi Jepang, Korea dan
oleh The Rising Nepal, 2 Februari perspektif universal yang akan Vietnam karena negeri-negeri ini juga banyak
2007, merupakan suatu memunculkan kesejahteraan dipengaruhi oleh Buddhisme Tiongkok.
kebanggaan bagi rakyat Nepal bagi komunitas manusia dan Sedang mengenai topik utama penelitian,
umumnya dan umat Buddha kebahagiaan bagi diri kita Master Sheng Yen mengusulkan tiga arah studi:
khususnya dengan berdirinya sendiri.” 1, Perkembangan kontemporer Buddhisme di
Pagoda Buddha di Markas Tahun 1998, pertemuan daerah sepanjang Selat Taiwan;
Besar Perserikatan bangsa- organisasi-organisasi Buddhis 2, Tradisionalisme dan modernisasi Buddhisme
Bangsa (PBB) di New York. seluruh dunia di Sri Langka Tiongkok;
Pagoda Buddha itu secara resmi menghasilkan deklarasi untuk 3, Perkembangan Buddhisme Tiongkok
kontemporer, khususnya setengah abad terakhir
telah diserahterimakan kepada mengajukan usulan kepada PBB
tentang pengaruh dan kontribusi Buddhisme
Wakil Sekjen PBB, Mr. Mark Malloch agar Hari Waisak dapat ditetapkan Photo: DDM
Humanistik yang diaplikasikan di Taiwan terhadap
Brown pada September 2006 sebagai hari libur internasional.
Kiri ke kanan: masyarakat Tionghoa.
lalu, tepatnya lima hari sebelum B r o w n pada upacara Usulan ini didukung oleh 24 Menurut Prof Paul J. Anderer yang mengunjungi
berlangsung Sidang Majelis Umum 8 September 2006 lalu. negara. Istri Wakil Rektor CU, Prof. Robert Hymes, Master Sheng Yen,
Prof. Yu Chunfan, Prof. Paul J. Anderer (Wakil Rektor CU). DDM Taiwan pada 5 November 2006, manfaat
PBB ke-61. “Seperti yang diajarkan 26 Mei 2002, Sekjen PBB pelaksanaan program Buddhisme Humanistik oleh
Pagoda ini menyimpan relik oleh Buddhisme, kita harus waktu itu, Annan, secara resmi DDM tidak hanya dirasakan di Taiwan saja, namun
suci Buddha yang dipersembahkan memperlakukan semua umat mengumumkan: Hari Waisak juga sangat bermanfaat bagi Tiongkok dan seluruh
oleh pemerintah negara Sri Lanka, manusia dengan adil dan objektif, menjadi hari libur internasional, Sebuah perjanjian kerja sama telah ditandatangani antara dunia. Apalagi dalam situasi dunia internasional
Thailand dan Myanmar. Pagoda serta menahan diri dari perbuatan juga beberapa orang terkait Sheng Yen Education Foundation (Yayasan Pendidikan Sheng yang sedang bergolak saat ini, penelitian terhadap
yang terbuat dari kotak kuningan buruk, agresi dan menyakiti. akan mendirikan Dharmasala di Yen) dengan Columbia University sehubungan dengan rencana agama menjadi sangat penting dalam masyarakat
dengan daun dari emas murni ini Toleransi adalah penting tapi itu Markas Besar PBB bila situasi dan pembentukan “Pengajaran Program Professor: Buddhisme internasional karena agama pada dasarnya sangat
dibuat di Thailand. masih tidak cukup, kita harus kondisi telah siap untuk itu. Saat Tiongkok Sheng Yen”. diperlukan oleh umat manusia, demikian papar
Upacara peresmian dihadiri melangkah lebih lanjut dan itu Thailand mengusulkan: Sri Konsep ini lahir pertama kali dalam Seminar “Pemikiran Paul. Bangga dan terima kasih, itulah perasaan
oleh sejumlah besar undangan yang berusaha secara positif untuk Lanka, Thailand dan Myanmar Sheng Yen dan Masyarakat Kontemporer” yang diselenggarakan Paul sehubungan dengan program kerja sama
di dalamnya terdapat juga bhiksu mengenal lebih jauh satu sama mempersembahkan 12 butir relik pada 18 Oktober 2006 di Taipei, Taiwan. Dalam konferensi anatara Universitas Columbia dengan DDM.
(bhikkhu) yang berdiam di New lain agar dapat menemukan hal- Buddha (Sri Lanka 2 butir, Thailand itu, Profesor Yu Chunfan dari Fakultas Agama Universitas Columbia University berdiri sejak tahun 1754
York. Sebagai simbol perdamaian, hal yang terbaik dalam setiap 7 butir dan Myanmar 3 butir) Columbia, New York, USA, di samping membabarkan pandangan- di tengah kota New York, merupakan salah satu
pandangannya, namun juga menyampaikan tentang program universitas paling elite [ Ivy Leagues ] di USA.
pagoda ini telah berkeliling di lebih keyakinan dan tradisi. dan bertepatan pada peringatan
professorship ini ketika melakukan kunjungan formal ke Master Penelitian Columbia University terhadap agama
dari 30 negara sebelum akhirnya Para pemimpin dunia kembali Hari Waisak 2002 diresmikan
Sheng Yen pada 20 Oktober 2006. Buddha pada awalnya berfokus pada Buddhisme
ditempatkan di Markas Besar PBB. berkumpul dalam Sidang Majelis Dharmasala di Markas Besar PBB
September 2006, Columbia University berhasil melakukan Jepang, lalu seiring dengan terbentuknya mata
Sebelum ini, pada 9-11 Agustus Umum PBB, hadiah ini (Pagoda serta menempatkan 12 butir relik penggalangan dana sebesar USD 37,5 juta. Untuk memberikan kuliah Buddhisme Tibet sekitar 10 tahun yang
2003, pagoda Buddhis ini sempat Buddhis), dibuat secara penuh suci Buddha di dalamnya. penghormatan tertinggi kepada Master Sheng Yen, pihak lalu, Buddhisme Tibet sejak itu menjadi trend
dipertunjukkan di Muni Bihar, kasih di Thailand dan disambut Meski perealisasian simbol universitas menamakan program professorship ini sebagai dalam dunia pendidikan di USA. Dan kini dengan
Bhaktapur, Nepal. Pagoda ini di lima benua, dapat membantu perdamaian dunia di Markas “Pengajaran Program Profesor Buddhisme Tiongkok Sheng Yen”. terbentuknya mata kuliah Buddhisme Tiongkok
dibawa ke Nepal dari Bangkok mengingatkan mereka akan besar PBB ini agak terlambat dari 3 Desember 2006, beberapa wakil dari Columbia University, yang pertama di Columbia University, merupakan
pada tahun 2003 di bulan yang komitmen ini, visi perdamaian jadwal waktu yang diusulkan oleh antara lain Prof. Paul J. Anderer - Wakil Rektor, Prof. yang pertama di antara seluruh universitas papan
sama. Sempat pula dibawa ke Buddha dan potensi tertinggi umat Thailand, tetapi kini komitmen Robert Hymes – Pimpinan Fakultas Bahasa dan Budaya Asia atas Amerika dan yang pertama pula di dunia. Maka
Kushinagar, India tempat Buddha manusia. indah dan mulia itu telah Timur serta Prof. Yu Chunfan mengunjungi Master Sheng bisa diperkirakan bahwa ini akan menjadi trend
berparinirvana, dengan melalui Saya juga berharap ini akan terpenuhi. Tampaknya kebanggaan Yen di DDM (Dharma Drum Mountain) Chan Meditation populer berikutnya yakni riset akan Buddhisme
Taman Lumbini, tempat kelahiran menginspirasi setiap orang ini bukan hanya bagi rakyat Nepal Center di New York untuk melakukan pembahasan secara Tiongkok. (TjW)
Buddha. untuk berpikir melampaui dan umat Buddha saja, namun juga lebih mendalam mengenai isi materi proyek ini. (Berita diambil dari website DDM)
Berikut adalah kutipan kepentingan pribadi kita yang bagi seluruh umat manusia, bahkan
sambutan dari Mark Malloch sempit dan berjangka pendek, bagi semua makhluk hidup.

10 11
Selebritis Buddhis
Dalam film layar emas box-office
“Kill Bill”, ia berperan sebagai
seorang pembunuh kelas tinggi Nama Uma sendiri berasal dari berjumpa dengan Ethan Hawke juru bicara perusahaan. 2005, ia
yang melakukan balas dendam nama seorang dewi Hindu. Sedang yang kemudian menjadi suami menjadi juru bicara perusahaan
pada kekasihnya, namun dalam nama tengah “Karuna” diambil keduanya. Pernikahan yang terjalin fashion dari Perancis, Louis
kehidupan nyata sebagai manusia dari Buddhisme, yang berarti Welas pada 1 Mei 1998 dan melahirkan dua Vuitton.
biasa, ia adalah seorang Buddhis Asih. Karuna merupakan satu dari anak ini akhirnya harus berakhir Uma yang pernah menjadi
yang cinta perdamaian. empat landasan Appamanna (batin pada 20 Juli 2004. Sebelumnya, salah satu juri dalam Festival
yang tak terbatas – disebut juga Uma telah menikah dengan suami Film Venice (1994) ini, pada 7
Brahma Vihara), yakni: metta pertamanya, Gary Oldman, namun Februari 2006 dianugerahi sebagai
Uma Thurman lahir di Boston, (cinta kasih), karuna (welas asih), pernikahan ini hanya bertahan knight (ksatria) “Ordre des Arts
Massachusetts, USA, pada 29 April mudita (simpati), dan upekkha selama dua tahun (1990-1992). et des Lettres” dari Perancis atas
1970. Ayahnya, Robert Thurman - (keseimbangan batin). Uniknya, Uma dan Gary Oldman, prestasinya yang luar biasa dalam
atau dengan nama lengkap Robert Uma, yang memiliki tanggal tampil dalam film Batman, meski dunia seni dan literatur.
Alexander Farrar Thurman, adalah lahir yang sama dengan petennis secara terpisah. Uma tampil dalam Sebagai warga negara yang baik,
seorang professor Penelitian Andre Agassi ini, sempat melewati “Batman & Robin” (1997) sebagai Uma yang kini tinggal di Hyde Park
Buddhis India-Tibet di Sekolah masa kanak-kanaknya di Almora, Poison Ivy bersama George Clooney New York ini, juga mengabdikan
Agama Universitas Columbia, juga India. Di sanalah Dalai Lama, yang dan Arnold Schwarzenegger, sedang dirinya dalam kegiatan sosial dan
merupakan orang barat pertama merupakan teman baik ayah Uma, Gary Oldman dalam “Batman politik. Ia merupakan pendukung
sering datang berkunjung ke rumah Begins” (2005) sebagai James Partai Demokrat. Ia juga pendukung
yang menjadi bhiksu Buddhis sekte
mereka. Uma tumbuh dewasa Gordon. kuat Undang-Undang Pengendalian
Tibet dengan nama Buddhis: Jey di Amherst, Massachusetts dan Meski berhasil memenangkan Senjata, dan pada tahun 2000,
Tsong Khapa. Merupakan wakil Woodstock, New York. Ia tampak penghargaan Golden Globe untuk Uma ikut berpartisipasi dalam
pendiri dan Presiden Tibet House tinggi di antara teman-teman film TV “Hysterical Blindness” kampanye Marie Claire’s “End Gun
New York. Sedang ibunya, Nena sebayanya dan terkenal dengan (2002), namun nama Uma baru Violence Now” (Akhiri Kekerasan
Thurman, adalah seorang mantan ukuran telapak kaki yang besar. benar-benar melejit setelah Senjata Sekarang Juga).
model berkebangsaan Swedia yang New York, usia 15 tahun ia membintangi “Kill Bill: Vol. 1” Dalam sebuah wawancara
kemudian beralih profesi menjadi mulai menapak kehidupan dunia (2003) dan “Kill Bill: Vol. 2” (2004) dengan Wired Magazine (2003),
pakar psikoterapi. model mengikuti jejak ibu dan yang juga disutradarai oleh Quentin Uma menyatakan, “Realitas adalah
neneknya. Pada usia 17 tahun, Tarantino. Honor Uma pun ikut sebuah ilusi – ini adalah prinsip
Uma telah menjadi seorang model melejit dengan mengantungi USD pemikiran Buddhisme. Dan prinsip
yang terkenal. 12,000,000 untuk setiap seri Kill dasar dari kelahiran kembali
Tahun 1988, ia memulai Bill. Ini menempatkannya sebagai adalah bahwa anda menghapus
debutnya dalam dunia layar salah satu aktris Hollywood yang memori (pikiran). Setiap orang
lebar melalui film “Kiss Daddy berpenghasilan paling tinggi. saling terkait, karma anda bekerja
Goodnight”, kemudian berlanjut Sebelum itu, pendapatan tertinggi bersama-sama dengan (karma)
dengan“The Adventures of Baron Uma hanyalah USD 8,000,000 yang orang lain – (memori) anda terhapus,
Munchausen” dan “Dangerous diperolehnya dari “The Avengers” namun (buah karma) yang tersisa
Liaisons”. Nama Uma baru melejit (1998). Dan kini, honorarium tetap harus dipenuhi.”
setelah berperan dalam “Pulp Uma dalam film “My Super Ex- Inilah secuplik riwayat dan
Fiction” (1994) bersama Ving Girlfriend”(2006) adalah USD pandangan Uma Karuna Thurman,
Rhames dan John Travolta dengan 14,000,000. maha selebritis Hollywood Buddhis
sutradara Quentin Tarantino Meski sukses dalam dunia bertinggi badan 1,83 m, yang
yang mengantarnya memasuki film, Uma tetap tidak melupakan berprinsip: "Kini saya tahu, setiap
daftar nominasi Piala Oscar untuk kehidupan dunia model. Tahun 2000, ibu yang bekerja adalah wanita
Aktris Pendukung Terbaik. 1997, perusahaan kosmetik Lancome super."
saat syuting film Gattaca, Uma dari Perancis menunjuknya sebagai

12
Photo: Istimewa 13
Wawancara Eksklusif

Merupakan hal yang membahagiakan


bahwa Sinar Dharma berkesempatan
berbincang-bincang dengan Saudari
SD: Bagaimana ceritanya Metta mendapatkan saya stop karena timbul perasaan takut dari
Metta Surya Wijaya yang dewasa
abhinna (kemampuan batin) ini? penglihatan yang luar biasa ini.
ini sering tampil sebagai pembicara Metta: Dari kecil Metta sudah memiliki abhinna Keesokan harinya saya bertanya pada Ajahn
berdampingan dengan bhikkhu ini, tapi waktu itu tidak mengerti tentang (Guru, red), lalu beliau menerangkan bahwa itu
terkemuka dalam Dhamma Talk di kelebihan ini. Saat SMA kelas 3, saya baru tahu merupakan buah dari meditasi. Bila tidak distop,
berbagai daerah di tanah air. Sudah bahwa kelebihan ini adalah yang disebut dengan maka bukan hanya ribuan tata surya yang terlihat,
bukan menjadi rahasia umum bahwa abhinna dalam agama Buddha. Awalnya, pada bahkan ratusan ribu, jutaan, dan milyaran tata
Metta memiliki kemampuan batin saat bertemu dengan seseorang, tiba-tiba dapat surya akan terlihat.
seperti mata dewa, telinga dewa, membaca niat orang tersebut. Kalau melihat SD: Bagaimana bentuk-bentuk kehidupan masa
membaca pikiran orang lain, dan niat orang tersebut tidak baik, maka secepatnya lalu Metta yang terlihat?
mengingat kehidupan masa lalu. saya menghindar. Lama-kelamaan dapat melihat Metta: Salah satu kehidupan saya yang lalu
makhluk dari alam lain di sekitar saya, misalnya adalah lahir dan hidup di suatu daerah kecil
Tak heran kalau Metta mampu
para Dewa. Setelah sering mampu bertemu di negara Jepang, dalam sebuah keluarga yang
berkomunikasi dengan makhluk di
dengan para Dewa, maka ditingkatkan dengan berkecukupan dan berbahagia, sebagai seorang
alam lain, atau mengetahui kejadian berkomunikasi dengan mereka. Salah satunya perempuan yang beragama Buddha. Dalam
di masa lampau. adalah berdiskusi atau bertanya jawab tentang kehidupan tersebut saya tidak menikah, walaupun
Dhamma dengan para makhluk Dewa tersebut. keluarga punya rumah yang bagus tapi saya
Sekilas info, Metta yang merupakan Setelah mengetahui memiliki benih-benih memilih hidup menyendiri di sebuah gubuk kecil.
anak sulung dari 3 bersaudara dari abhinna, maka saya kembangkan dengan cara Di dalam gubuk kecil itulah saya menghabiskan
keluarga Pandita Dharmawan dan bermeditasi. 18 Juni 2004, dengan niat sendiri hari-hari dengan bermeditasi hingga meninggal
Ibu Betty yang tinggal di bilangan bukan karena dorongan orang lain, saya bersama karena jatuh ke laut dari tebing yang tinggi di
Cipondoh, Tangerang, Jakarta, ini teman-teman pergi ke Thailand untuk belajar tepi laut. Walaupun dicari-cari oleh keluarga dan
ternyata masih relatif muda. Berusia meditasi, tepatnya di Wat Pabaan Trad (Vihara penduduk desa, jenazah tidak dapat ditemukan,
Pabaan Trad) kota Udonthani di Thailand bagian karena berada di laut lepas yang sangat luas dan
21 tahun dan merupakan mahasiswi
utara. Saya belajar meditasi dari Bhikkhu Ajahn habis dimakan oleh ikan-ikan. Kejadian ini kira-
semester 6 Sistem Informasi
Pannavado di dalam hutan. kira terjadi tahun 1980-an. Pada saat sekarang
Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Selama 1 bulan penuh latihan meditasi di hutan ini, seluruh keluarga saya yang di Jepang sudah
ternyata sangat menyenangkan namun harus meninggal semuanya.
Berikut tanya jawab antara Sinar kembali ke Indonesia untuk memperpanjang visa. Lalu, kehidupan lampau saya yang kedua dari
Dharma (SD) dengan Metta. Setelah itu saya kembali berangkat ke Thailand sekarang ini adalah lahir dan hidup di India,
hingga 3 bulan berturut-turut berlatih dan belajar beragama Buddha, tidak menikah, sebagai
meditasi di vihara hutan. perempuan, hidup dalam sebuah keluarga yang
serba berkecukupan. Dalam kehidupan itu saya
Photo: Sutedja SD: Apa yang diajarkan oleh Bhikkhu Ajahn berkesempatan bertemu dengan Sai Baba dan
Pannavado? memberi hormat pada beliau. Tapi bukan Sai

Lakukan yang Terbaik Hari Ini


Metta: Di sana saya lebih banyak diajarkan untuk Baba yang sekarang ini, melainkan Sai Baba yang
melihat ke dalam diri sendiri daripada belajar sebelumnya. Saya tinggal di sebuah kota yang
mencari objek di luar. Namun setelah beberapa 60% penduduknya beragama Buddha dan 40%-nya
Oleh: Sutedja Tjandra hari belajar meditasi di dalam hutan, tiba-tiba beragama Hindu. Dalam kota itu tidak ada umat
saya melihat kehidupan di luar bumi. Terlihatlah beragama lain selain Buddha dan Hindu. Tapi saat
ribuan tata surya di luar bumi, tetapi kemudian itu di kota lain di India sudah berkembang agama

14 15
yang lain. Namun sayang, saat itu Buddha ketenangan dan konsentrasi objek. lama sekali. Lalu ada bagian ekor pesawat SD: Dalam kesempatan ini, boleh kan melihat
Gautama sudah Parinibbana (meninggalkan Dukanya, ya merasa aneh saja. Beda dengan terbentur dengan tebing dan akhirnya jatuh ke masa lalu saya (Sutedja Tjandra)?
dunia) sehingga tidak berkesempatan untuk manusia biasa lainnya. Merasa saya ini kok laut. Setelah jatuh di laut, pesawat masuk ke Metta: Dulu lahir dan hidup di negara China,
bertemu dengan Beliau. tidak seperti orang lain yang normal. Namun pusaran air yang sangat dahsyat dan akhirnya mengenal dan beragama Buddha, hidup
Dalam kehidupan itu, saya berada di sebuah intinya, saya dapat menerima kelebihan ini pesawat hancur karena pusaran air tersebut. berkecukupan, sebagai seorang wartawan koran
jalan di pinggiran kota dengan berpakaian ala dengan senang hati. Di sana seperti ada Segitiga Bermuda berkapasitas dan majalah berita dengan jabatan kepala
India (pakaian Sari). Saya melihat banyak orang kecil. Pesawat tersedot ke dalam bumi, namun wartawan atau kepala redaksi, berkeluarga dan
berlalu lalang, banyak sekali Kuil Hindu dan SD: Dapatkah manusia kembali ke masa tertahan oleh karang-karang di dalam laut memiliki anak, meninggal karena sakit tua.
Vihara-Vihara Buddhis. Waktu itu karena licin lalu dan merubah sejarah? sehingga tidak lenyap oleh sedotan tersebut.
sehingga saya jatuh terpeleset dari sebuah Metta: Oooh, tidak bisa itu. Apa yang Nantinya bangkai atau pesawat yang sudah tidak SD: Terakhir, ada pesan untuk sidang pembaca
batu yang agak tinggi dari jalan, meninggal sudah terjadi tidak bisa diulang lagi atau utuh ini sedikit demi sedikit akan muncul ke Sinar Dharma?
seketika dan jazad saya langsung dikremasi, dirubah kejadiannya. Secara fisik juga tidak permukaan laut, namun sebagian tidak dapat Metta: Yang penting lalukan yang terbaik hari
kemudian abunya ditaburkan ke laut. memungkinkan kita hadir di masa lalu. muncul lagi. ini, karena kita tidak tahu besok apa yang akan
Mampu melihat, tapi fisik tidak mampu terjadi. Semoga semua makhluk berbahagia.
SD: Pernah menjadi mediator? Bagaimana berada di sana. SD: Ini ada juga titipan pertanyaan dari Sdr. Sabbe satta bhavantu sukhitatta.
pula prosesnya? Suwarno Liang dari Batam. Bagaimana Metta
Metta: Ya, saya pernah menjadi mediator SD: Bagaimana Buddha Dhamma tahu atau bisa membedakan bahwa yang Demikianlah wawancara kami dengan Saudari
antara satu alam dengan alam lainnya. Saat memberikan kebahagiaan pada Metta? terlintas dalam pikiran itu adalah benar masa Metta Surya Wijaya yang sempat muncul dalam
itu saya memenuhi permintaan seorang teman Metta: Dengan Dhamma saya mendapatkan lalu, bukan hanya khayalan semata? lembaran Harian Pagi Tribun Batam (Kelompok
yang ingin mengetahui kerabatnya lahir di tuntunan untuk berbuat baik sehingga Metta: Ya, dapat dengan mudah dibedakan, Kompas Gramedia), Senin, 22 Januari 2007, No.
alam mana. kesempatan untuk melakukan kamma baik karena screen-nya juga beda. Jadi misalnya masa 125/Tahun III, dengan judul berita ”Sejak Lahir
Prosesnya tidak sama dengan seperti yang kita itu terbuka lebar. Salah satunya adalah lalu itu akan muncul di screen (monitor) yang ini, Bisa Lihat Makhluk Halus”.
lihat pada umumnya, atau istilahnya sering kita dengan menjalankan Sila yang diajarkan sedangkan khayalan akan muncul di screen yang Semoga wawancara dan ungkapan pengalaman
sebut dengan kesurupan yang katanya kalau oleh Buddha Gautama. lain. Namun saya selalu sadar dan dapat langsung Metta ini dapat menambah saddha (keyakinan)
yang datang itu dulunya adalah seorang laki- membedakan: ini adalah permainan pikiran, ini akan kebenaran Dhamma Buddha dan membawa
laki maka suara saya juga berubah menjadi SD: Metta, ini ada titipan pertanyaan adalah masa lalu. manfaat bagi kebahagiaan semua makhluk.
suara laki-laki. Tidak seperti itu. dari teman kita Sdr. Lie Ching dari
Jadi prosesnya adalah: saya berkonsentrasi Medan. Di mana lokasi pesawat Adam
lalu dengan abhinna memanggil nama Air? (Wawancara ini dilakukan pada
lengkap orang itu, termasuk marganya, hari Selasa, 16 Jan 2007, pukul 19:30,
dan menyebutkan siapa kerabat yang ingin pesawat Adam Air DHI-574 jurusan Apakah Sang Buddha Memiliki Kesaktian?
mengetahui keadaannya. Setelah saya melihat Jakarta – transit Surabaya – Menado Ketika Anak Bertanya (Tentang Sang Buddha dan AjaranNya)
makhluk yang bersangkutan tersebut maka yang hilang pada tanggal 1 Jan 2007
dilanjutkan dengan berkomunikasi (interaksi masih belum ditemukan, hanya yang Sang Buddha memiliki abhinna (kemampuan batin luar biasa), di samping itu Sang Buddha pun memiliki
seperti layaknya telepati). Hasil komunikasi sudah ditemukan adalah serpihan kemampuan yang hanya dimiliki oleh seorang Buddha yaitu dari sebelah tubuh-Nya dapat memancarkan
itu kemudian saya jelaskan kepada teman pesawat tersebut seperti serpihan ekor, api sedangkan pada saat yang sama sebelah tubuh yang lain memancarkan air. Sebagai seorang Buddha
yang bertanya tersebut. pelampung, meja lipat, kursi, monitor, beliau tidak dapat dibunuh oleh siapa pun juga.
dan lainnya, red). Catatan: Seseorang yang telah mencapai tingkat tertentu dalam meditasi dapat memiliki kemampuan
batin luar biasa (abhinna) yaitu :
SD: Apa suka dukanya memiliki abhinna ini? Metta: Lokasi bangkai pesawat itu ada di
- iddhi (kesaktian) misalnya kemampuan untuk terbang, mengubah diri, berjalan di atas air, dan
Metta: Sukanya, senang ya, dengan demikian dalam laut yang dalam sekali. Mungkin pihak sebagainya
bisa membuktikan kebenaran ajaran Buddha Amerika dengan peralatan canggih dan - kemampuan untuk mendengar suara dari alam lain
dengan melihat 31 alam kehidupan seperti modern-nya yang memiliki kemungkinan - kemampuan untuk membaca pikiran makhluk lain
yang diajarkan Buddha Gautama. Bisa langsung besar untuk dapat menemukan bangkai - kemampuan untuk melihat alam-alam halus dan muncul lenyapnya makhluk-makhluk yang
melihat alam-alam tersebut, misalnya alam pesawat tersebut. Tidak ada yang selamat. bertumimbal lahir sesuai dengan kammanya masing-masing
dewa rendah dan alam-alam lainnya. Juga bisa Kejadiannya: pada saat kontak komunikasi - kemampuan untuk mengingat tumimbal lahir yang lampau
melihat kehidupan masa lampau. Bila ketemu terakhir antara pilot dan petugas menara, - kemampuan untuk melenyapkan kekotoran batin dalam dirinya yang membimbing ke arah kesucian
orang, bisa langsung mengetahui niat orang cuaca tiba-tiba menjadi sangat buruk. tertinggi
tersebut baik atau jahat, jadi bisa menghindar Terjadi putaran angin yang sangat dahsyat
Diambil dari website www.samaggi-phala.or.id - buddhist information network
terlebih dahulu. Yang paling utama, kalau dan pesawat diputar-putar di tempat (di
bermeditasi akan cepat sekali masuk dalam udara) oleh putaran angin tersebut sangat

16 17
Sudut Peristiwa
“Dengan adanya lomba ini, kita akan saling kenal “Bukan masalah menang dan kalah yang penting,
satu sama lain, meningkatkan keyakinan bahwa kita juga karena semua yang bertanding, semuanya menang.
punya Kitab Suci, yaitu Dhammapada, yang termasuk Menang dari apa? Menang untuk melakukan perbuatan
dalam Sutta Pittaka,” tutur Pandita Khemawati, bajik,” tutur Wiyono, salah satu dewan juri kepada
sesepuh guru agama Buddha Jawa Timur, saat Lomba para peserta yang sedang menunggu pengumuman
Baca Dhammapada Tingkat SD dan SMP se-Surabaya, 12 juara lomba siang itu.
Februari 2007 di Vihara Buddha Kirti Surabaya. Untuk Juara I tingkat SD dimenangkan oleh SD
Sementara itu, Mohammad Hasim, Kepala Sub Bagian YPPI 1, Juara II oleh SD Ciputra, Juara III oleh SD
Tata Usaha Kantor Departemen Agama Kota Surabaya YPPI 2 dan Juara Harapan I dimenangkan oleh SD
yang membuka lomba ini mengatakan bahwa selain Dapena Surabaya, sedangkan Juara I untuk tingkat
mampu membaca kitab suci, setiap umat beragama SMP dimenangkan oleh SMP YPPI 2 A, Juara II oleh

Photo: Himaone

ASET: Walau masih sangat muda, namun kemampuan mereka sungguh luar biasa.

juga diharapkan bisa menjalankannya, dan tepat Sekolah Minggu Buddhis Vihara Buddha Kirti, Juara III
sekali jika kita sejak kecil sudah ditanamkan nilai-nilai oleh YPPI 3 dan Juara Harapan I dimenangkan oleh
universalitas keagamaan yang baik. SMP YPPI 2 B.
Lomba ini diikuti oleh enam belas regu yang terdiri “Yang belum menang harus lebih giat berlatih,
Photo: Himaone
dari tujuh tingkat SD dan tujuh tingkat SMP yang berasal yang sudah menang juga sama, tetap terus berlatih,”
dari sekolah YPPI, Ciputra, Dapena dan Vihara Buddha pesan Wiyono usai membacakan pengumuman hasil
Kirti sendiri. pemenang lomba. Mengisi kegiatan positif tidak hanya

Semua Bertanding, Semua Menang


Dalam laporan kegiatannya, Sriyanto, selaku Ketua dengan perbuatan fisik semata, dengan berpikir dan
Panitia mengungkapkan bahwa dengan adanya lomba berucap pun kita juga bisa melakukannnya. Para adik
ini, semoga kita yang tadinya masih suka berbuat yang duduk di bangku SD dan SMP Surabaya sudah

Lomba Baca Dhammapada se-Surabaya


akusala karma (perbuatan tidak baik, red) akan berubah melakukannya dengan tekun berlatih membaca
menjadi gemar melakukan kusala karma (perbuatan Dhammapada, bagaimana dengan kita, para kakak
baik, red). yang seharusnya menjadi tauladan mereka? (shc)

18 19
Karir Bodhisattva,
Tipitakadhara & Tipitakakovida Masa Kini
“Sulit untuk merintis karir Bodhisattva
karena 30 parami harus dilakukan,
mengalami kelahiran berulang-ulang dan
melakukan 5 pengorbanan besar (jiwa,
tubuh, kehidupan, bahkan nyawa),”
demikian tutur Bhikkhu Kusaladhammo,
bhikkhu Indonesia lulusan terbaik ITBMU
(International Theravada Buddhist
Missionary University) Myanmar dalam
talkshow di Vihara Dhammadipa Surabaya,
19 Desember 2006.
Dalam talkshow tersebut terlihat hadir
YM Bhikkhu Thondara, Tipitakadhara
Myanmar, pembimbing Meditasi Vipassana
dan YM Bhikkhu Indapala, murid Sayadaw
Mingun, pemegang rekor dunia ingatan
terdahsyat Guiness Book of Record.
Bhikkhu Indapala menjelaskan kronologis
perjuangan menjadi seorang Tipitakadhara
(penghafal) dan Tipitakakovida (penghayat)
Photo: Himaone kitab suci Tripitaka.
Selama bertahun-tahun, setiap hari dan
TENANG: Villa Metta Trawas dicanangkan menjadi pusat kegiatan umat Buddha. setiap saat, Bhikkhu Thondara dan Bhikkhu
Indapala menghapalkan dan menghayati isi

Damai dan Sehat ala Buddhis Tripitaka edisi bahasa Myanmar sejumlah
8,026 halaman.
Ujian Tipitakadhara dan Tipitakakovida
Meditasi tidak hanya untuk kedamaian pikiran inilah sekelumit aktivitas yang dilakukan para peserta pertama kali dilakukan saat Myanmar
namun juga bermanfaat untuk mengobati penyakit yang berasal dari berbagai latar belakang ini. merdeka tahun 1948 dan hingga kini baru
dan menjaga kesehatan. Meditasi bukan dengan Bukan untuk menjadi orang digdaya, namun untuk ada 11 Tipitakadhara dan Tipitakakovida
metode yang macam-macam, apalagi yang menguak relung-relung diri dan mengembangkan yang lahir. Ujian ini terdiri dari ujian
aneh-aneh dan nyeleneh, cukup dengan melatih kedamaian dan kesehatan diri. “Meditasi yang kita tertulis dan lisan yang berlangsung 10
pernafasan dan mengembangkan kesadaran. lakukan saat ini sama dengan meditasi yang diajarkan tahap selama 10 tahun.
Itulah metode yang dipraktikkan tiga puluh Buddha,” tutur Venerable Yen Gong kepada para Adapun tujuan dibuatnya Tipitakadhara
dan Tipitakakovida adalah untuk menjaga Photo: Himaone
peserta meditasi di bawah bimbingan Venerable peserta latihan.
Yen Gong dari Taiwan di Villa Metta Trawas, Jawa ”Jika kita memang mencintai diri sendiri, maka dan melestarikan ajaran Buddha serta PARAMI: Tipitaka memang bukan untuk dihapal, namun kemampuan
Timur, 19-21 Januari 2007. Selama tiga hari, seluruh bermeditasilah, lakukan kebajikan dan rasakan membabarkan ajaran Buddha kepada menghapal keseluruhan isi Tipitaka menjaga kemurnian ajaran Buddha.
peserta bermeditasi dari pukul empat pagi dini hari manfaatnya di kehidupan sehari-hari,” lanjut semua mahkluk. Bagi pemegang gelar,
hingga pukul sebelas malam tengah malam. Venerable yang lahir di Indonesia ini. selain mengemban tugas menjadi
Tidak berbicara, bergerak dengan penuh Di tengah hiruk pikuk dunia yang demikian dharmaduta pun sekaligus membebaskan sama di setiap talkshow di Indonesia, baik penempatan tanda
perhatian, melakukan atthasila (delapan menyesakkan, kontemplasi dan penyegaran mutlak diri dari samsara (penderitaan) dan koma, titik maupun tanda tanya. Ini tampaknya konsisten dengan
pengendalian diri yang salah satu adalah tidak diperlukan agar kita lebih siap dan waspada menerima mencapai pencerahan. gelar penghafal yang diemban beliau.
makan selewat tengah hari), bervegetarian, dinamika kehidupan. Bermeditasi mengembangkan “Syarat menjadi Tipitakadhara dan “Saddha (keyakinan), Viriya (semangat), Sati (perhatian),
mengganti rutinitas keseharian dengan perenungan kedamaian diri dan juga kesehatan, inilah tujuan Tipitakakovida, selain berbadan sehat, Samadhi (konsentrasi atau pemusatan pikiran), dan Panna
esensi diri dan mendengarkan ceramah Dharma, hidup yang menjadi cita-cita semua orang. (shc) memiliki anggota tubuh yang lengkap, juga (kebijaksanaan) menjadi lima kekuatan penting saat kita
harus menjalankan vinaya dengan ketat,” menghadapi kesulitan, maka kembangkanlah,” demikianlah tips
tutur Bhikkhu Indapala yang isi ceramahnya yang diberikan Bhikkhu Indapala kepada kita semua. (shc)

20 21
Liputan Dua Seminar di Semarang
Ivan Taniputera
Seminar
Menggali Kembali Budaya
Tionghua
Seminar yang diselenggarakan pada tanggal
17 Desember 2006 ini mengangkat tiga topik
yang cukup menarik; yakni mengenai memilih
nama Tionghua, makna jisha (ciswak) sebagai
kias penolak bala, dan Sanzijing (Kitab Tiga
Aksara).
Photo: Himaone Topik memilih nama Tionghua dibawakan
oleh Bapak Liao King Hian yang berdomisili
DAHSYAT: Bhikkhu Indapala dan Bhikkhu Thondara pada
sebuah seminar serupa di Surabaya.
di Bogor. Ternyata menurut tradisi Tionghua,
nama memiliki pengaruh besar terhadap
kehidupan seseorang; sehingga apabila
Seminar Kronologi Hidup Buddha dan seseorang hendak menamai anaknya,
perlulah kiranya memilih nama yang tepat.
NAIK DAUN: Barongsai, salah satu budaya
Tionghua yang banyak dikenal orang.

Tipitakadhara (Penjaga Tipitaka) Adapun nama Tionghua tersebut harus


disesuaikan dengan unsur kelahiran pemilik
Bagaimana dengan budaya Tionghoa
lainnya?

Seminar ini diselenggarakan di Foundation. nama berdasarkan bazi (delapan karakter)-


Vihara Buddhagaya, Watugong, Kita tentu mengenal Ananda yang sanggup nya. Nama yang kurang tepat akan dapat
Semarang, pada tanggal 20 Desember menghapal seluruh sutta-sutta Buddhis; memberikan pengaruh yang kurang baik semua dapat dikatakan sebagai jisha. Selain
2006. Adapun pembicaranya adalah: ternyata pada zaman sekarang, di Myanmar dalam kehidupan seseorang. Dalam seminar itu diulas pula mengenai berbagai metode
YM Bhikkhu Thondara (Tipitakadhara tradisi penghafalan naskah-naskah Tipitaka ini diberikan pula metode-metode pemilihan ciswak, jenis-jenisnya, masalah taisui dan
Myanmar, pembimbing meditasi masih berlangsung. Seminar ini meriwayatkan nama Tionghua yang baik. lain sebagainya.
Vipassana), YM Bhikkhu Indapala mengenai perjuangan para Tipitakadhara Jisha (yang lebih dikenal dengan istilah Sanzijing atau Kitab Tiga Aksara adalah
(Tipitakadhara Myanmar, murid dalam menghafalkan naskah-naskah ciswak) merupakan metode tolak bala yang kitab yang merangkum dasar-dasar budaya,
Sayadaw Mingun - pemegang tersebut. Perjuangan ini tidaklah ringan dan umum di kalangan masyarakat Tionghua. Tema pengetahuan umum, pendidikan, dan
rekor “Manusia dengan Ingatan memerlukan ketekunan luar biasa. Setelah ini diulas oleh Bapak Ardian Cangianto yang sejarah Tionghua dalam suatu kumpulan
Terdahsyat di Dunia” versi Guiness melalui berbagai tahap ujian, barulah seorang juga berdomisili di Bogor. Pada seminar ini, yang terdiri dari 1.200 - 1.600 huruf. Kitab
Book of Record), dan YM Bhikkhu calon layak mendapat gelar Tipitakadhara dijelaskan makna ciswak yang sebenarnya. ini telah diajarkan pada anak-anak sebelum
Kusaladhammo (Bhikkhu Indonesia (penghafal Tipitaka). Selain itu, seminar ini Sesungguhnya, dalam tiap kepercayaan, mereka dapat membaca dan menulis. Topik
lulusan terbaik ITBMU Myanmar). juga mengulas mengenai Dasa Parami, yakni agama, atau budaya, ritual ciswak ini juga yang dibawakan oleh Bapak Hendriawan Yu
Acara ini dimoderatori oleh Handaka sepuluh parami yang dikembangkan oleh dikenal, yakni dalam wujud berbagai ragam mengupas tema-tema yang terdapat dalam
Vijjananda, pendiri Ehipassiko Bodhisatta sebelum menjadi Buddha. upacara pemberkatan atau perlindungan. Ini kitab klasik Tiongkok tersebut.

22 23
Sedang Metta, tokoh luar biasa yang masih
muda ini, sekilas bercerita tentang sejak kapan
DHARMA DI BUMI CENDRAWASIH
ia memiliki kekuatan batin itu. Pernah saat baru
duduk di bangku SD dan bermain dengan anak-
anak kecil, ternyata mereka itu adalah makhluk
dari dunia lain. Pun jauh sebelumnya, kala Metta
masih di kandungan, ibu Metta sering melihat
penampakan aneh. Pengalaman ini berlangsung
hingga kelahiran Metta. Ketika Metta belajar
meditasi di hutan Thailand, ia melihat Nang
Nak, kuntilanak Thailand yang sangat terkenal.
Saat dikejar pertanyaan oleh Mr. Po, mengapa
harus belajar meditasi hingga ke Thailand, Metta
menjawab bahwa hal itu bukan hanya untuk
mengasah atau mempertajam kemampuan batin
yang dimilikinya, pun karena meditasi memiliki
nuansa spiritual yang dalam. Pada dasarnya
meditasi bermanfaat untuk melihat ke dalam
(look inside), bukan untuk melihat keluar (look
outside). Sebuah pemahaman dan kebijaksanaan

Malam Amal
nan dalam dari seorang pemudi yang baru duduk
di bangku kuliah semester enam Bina Nusantara
Jakarta.

Penggalangan Dana Adik Asuh Fungsi melihat past life, Mbak Dewi
menimpali, terdapat dua lapis. Yang pertama,
dengan tingkat kebijaksanaan rendah, yakni
Oleh : Sudhammayano hanya untuk main-main belaka, sekedar ingin
Photo: Sudhammayano
tahu: aku dulu terlahir seperti ini, dulu seperti
itu. Mbak Dewi menganjurkan yang lapis kedua,
yaitu: pertimbangkan apa misi hidup kita
”Indahnya hidup kita, bukan karena kita bahagia bertajuk “Ingin Tahu Bagaimana Mengubah Hidup saat ini dan apa ketidaksesuaian yang ingin
saat ini. Tetapi betapa bahagianya orang lain karena Menjadi Lebih Baik” yang menghadirkan narasumber diperbaiki? Apa yang kita miliki saat ini adalah
diri kita.” yang tak asing lagi, Dewi Lestari (penulis best seller hasil karma kehidupan terdahulu. Mbak Dewi
Inilah kalimat yang diusung oleh panitia malam “Supernova”) dan Metta Wijaya (praktisi Buddhis juga mengatakan, sesungguhnya tidak ada yang
amal pada penayangan film video anak asuh yang memiliki kekuatan batin melihat kehidupan disebut perbuatan besar, melainkan merupakan
yang mengalirkan derai air mata sebagian para lampau), serta moderator Buddhis ternama Indonesia, akumulasi perbuatan-perbuatan kecil yang
pengunjung. Mr. Ponijan Liaw (pakar komunikasi) yang memandu dilakukan dengan sepenuh hati.
Sebuah malam amal digelar bersama oleh Majelis acara dengan pertanyaan-pertanyaan kocak dan Ketua MBI Jawa Barat, Bapak Ir. Setiawan,
Buddhayana Indonesia (MBI) dengan Pesamuhan Umat menggelitik. menyampaikan bahwasanya dewasa ini banyak
dan Pemuda Vihara Vimala Dharma (PVVD) dalam Dee, panggilan akrab Dewi Lestari, menjawab anak putus sekolah yang menyusahkan orang
program penggalangan dana adik asuh. Program amal pertanyaan Mr. Po tentang konsep kelahiran kembali, tua dan meresahkan lingkungan, bahkan ada
ini merupakan tindak lanjut dari tim Kakak Asuh bahwa saat pertama mengenal Buddha Dharma yang melakukan tindakan kriminal. Karena itu,
PVVD saat melakukan kunjungan ke daerah Pati, beberapa tahun lalu, ia merasa sangat sreg dan tiada terwujudnya acara seperti ini sungguh merupakan
Jawa Tengah. Saat itu mereka memperoleh informasi penolakan sedikit pun terhadap konsep tumimbal lahir tindakan yang patut didukung. Beliau berharap
bahwa sekitar 100 anak di sana mengalami kesulitan ini. Dari kedekatan dan hasil “terawangan” Metta, agar di masa mendatang dapat diadakan acara
pembiayaan pendidikan. Dari hasil seleksi diputuskan Mbak Dee mengetahui bahwa dalam kehidupan yang serupa secara berkesinambungan.
sebanyak 80 orang adik asuh akan diberi santunan, lampau ia adalah seorang bhikkhuni, buakn hanya Dalam kesempatan yang sama, Panitia Malam
kemudian dari sinilah tercetus ide menyelenggarakan sekali, bahkan hingga enam kali. Ini terbukti, sebelum Amal memberikan penghargaan kepada Bapak Kiriman: Anna | Papua
malam amal di Hotel Grand Serela Bandung, 24 menyelami Dharma lebih dalam, Dee merasa sejuk Letnan Satu Tek Sugeng atas jasanya sebagai
Februari 2007. dan nyaman saat melihat rombongan para bhikkhu perintis lahirnya Unit Kakak Asuh Pemuda Vihara
Tampak umat Buddha membanjiri acara yang waktu melancong ke Jepang. Bagaimana perkembangan ajaran Buddha di Bumi
Vimala Dharma (UKAPVVD).
dimulai pukul 17:30 WIB itu. Ini membuktikan bahwa Mr. Po juga menimpali, “Bila ingin melihat masa Cendrawasih, Papua? Photo-photo di atas adalah photo
Malam Amal Penggalangan Dana Adik Asuh,
selain membawa ketulusan hati untuk beramal dan lampau, lihatlah apa yang Anda terima saat ini. Dan kegiatan umat Buddha di Papua. Kostum yang dikenakan
sungguh satu kesempatan mulia bagi kita semua
berbagi, malam amal ini juga memiliki daya tarik yang bila ingin tahu masa yang akan datang, tanyakan apa dalam sebuah pagelaran tersebut adalah karya Ibu Anna.
untuk menanam di ladang kebahagiaan yang
luar biasa karena dikemas dalam sebuah talkshow yang Anda lakukan saat ini.” Anumodana!
subur.

24 25
Melangkah di Keheningan
Mengenal Lebih Dekat Bhikkhu Uttamo
Oleh : Suddhammayano

“Sesungguhnya apa yang dinamakan diri ini? Tak lebih hanyalah sudah tak asing lagi: Dewi Lestari dengan ingin meraih sukses bila enggan untuk “Sesungguhnya tidak ada harga yang terlalu mahal untuk dibayar.
fenomena bahasa sehari-hari saja yang merupakan perpaduan lagu “Perubahan”, Marcell membawakan melakukan sebuah pengorbanan? Dengan Sebab dari perubahan itulah, kita dapat (tumbuh) makin dewasa
unsur-unsur belaka.” Inilah salah satu pernyataan Y.M Bhante lagu “Anatta” karya alm YM. Girirakkhito metafora yang apik, beliau memberikan untuk mengerti dan memahami hidup.”
Uttamo Mahathera pada sesi tanya jawab diskusi panel “Mengenal dan Memes menyanyikan lagu hitsnya perumpamaan, selaku sepasang suami Dewi menambahkan, “Kita sering terjebak dengan menggantungkan
Diri untuk Meraih Sukses dengan Perubahan”. “Terlanjur Sayang” dengan diiringi istri, terkadang kita enggan untuk kait kita pada pandangan orang lain, tidak kepada hati dan pikiran
Awal tahun 2007, tepatnya Minggu 7 Januari 2007, bertempat denting piano anak kesayangannya, Kevin tersenyum kepada pasangannya, padahal kita sendiri. Sehingga timbul rasa was-was, gelisah, gundah dengan
di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre, para umat Buddha Aprilio. kita tahu kalau senyum itu gratis, tak pandangan orang lain.”
berduyun-duyun menghadiri mega event diskusi panel ini yang Selain itu, hadir sebagai pengisi acara perlu bayar. Ironisnya, kita tidak mampu Senada dengan ucapan Dewi, Marcell berkomentar, “Bukan karena
diadakan oleh Vihara Samaggi Jaya dan Panti Semedi Balerejo. adalah Rhenald Kasali, yang kita kenal memberikan secercah kebahagiaan benar atau salah aku mampu menyelami Buddhisme, namun karena
Antusiasme para pengunjung tampak dari antrean panjang sebagai pakar ekonomi di Indonesia kepada teman hidup kita, kebahagiaan kecocokan dan sejalan dengan logika, aku memilih dan mengarungi
menjelang masuk Gedung JCC. Lebih dari 5.000 umat dan yang meluncurkan buku barunya dengan yang berupa senyuman terindah. dunia dengan pegangan Dharma.”
simpatisan Buddha, yang berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, judul “Recode Your Change DNA”. Beliau Selanjutnya Bhante Uttamo membacakan Pada akhir acara, Bhante Uttamo secara langsung menyerahkan
Kalbar, Sumbar, dan wilayah lainnya, menghadiri acara ini. berpesan bahwa tidak peduli apapun yang sebait puisi “Tiada Aku” karya beliau sebuah souvenir kepada Guru Dhamma beliau, YM. Sri Pannavaro
Tepat pukul 13:000 acara dibuka dengan beberapa patah kata terjadi di luar diri, namun sesungguhnya sendiri yang disambut tepuk tangan Mahathera. Ini adalah souvenir yang indah berupa simbol Panti
dari YM. Sri Pannavaro Mahathera tentang seputar kehidupan dan diri sendirilah yang mampu untuk men- meriah dan decak kagum para hadirin. Semedi yaitu arca seekor hewan berwajah gajah, bertelinga
pengalaman beliau bersama Bhikkhu Uttamo, yang pada hari yang treatment otak kita, mengubah pola pikir Demikianlah kutipan puisi tersebut: kuda, bersayap rajawali, berkulit ular, dan bertubuh singa, yang
sama memperingati pengabdian 20 masa vassa terhadap Sangha kita untuk beradaptasi. Melalui bukunya, Aku sejati haruskah dicari merupakan gabungan Panca Bala yaitu Saddha (keyakinan), Viriya
Theravada Indonesia (STI). Karena itu, kini kita dapat menyebut Rhenald menyampaikan kepada kita Melangkah nun jauh keluar diri (Semangat), Sati (Perhatian), Samadhi (Konsentrasi), dan Panna
Bhikkhu Uttamo sebagai YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera. Bhante untuk membebaskan diri dari belenggu- Sudahkah orang mampu menyadari (Kebijaksanaan) yang merupakan ciptaan YM. Sri Pannavaro
Panna dengan gaya bahasa yang santun mengatakan bahwa STI belenggu pikiran agar mampu survive dan Tiadanya aku di dalam diri Mahathera sendiri, tepatnya saat mengesahkan berdirinya Panti
sungguh beruntung dan berbahagia memiliki bhikkhu sekaliber sukses di arus kemajuan era globalisasi Asal kehidupan jadi tak pasti Semedi Balerejo, salah satu pusat meditasi di Jawa Timur yang
Bhante Uttamo. ini. Akhir kehidupan jadi mengerti sejuk, kondusif dan memiliki satu-satunya Dhammasala terbuka di
Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemutaran slide film Senada dengan pernyataan tersebut, Sebagai sepasang selebriti Indonesia Indonesia. Souvenir serupa juga diserahkan kepada Sanghanayaka
perjalanan Bhante Uttamo dari masa muda hingga mengenal pengusaha Jamu Jago, bos MURI itu sendiri, yang baru saja secara terbuka terjun ke STI, YM. Jotidhammo Mahathera, dan Sekjen KASI, YM. Arya Maitri
Buddha Dhamma. Dari perjumpaan dengan Bhante Panna hingga Jaya Suprana, selaku salah satu panelis, Buddhisme, Dewi Lestari yang kita kenal Mahastavira, serta kepada para pengisi acara “Melangkah di
Upasampada di Vihara Wat Bovoranies Thailand, serta masa dua dengan gaya kocaknya yang sudah sangat sebagai penulis best-seller Supernova, Keheningan”.
tahun pertama beliau sebagai bhikkhu hutan. terkenal itu, mengemukakan pandangan beserta suaminya, Marcell Siahaan, Akhir kata, dengan hati yang sejuk damai dan pikiran diliputi
Diskusi panel ini juga menelurkan beberapa penghargaan MURI bahwa belenggu birokrasi yang berbelit pada kesempatan yang berbeda juga kebahagiaan, terurai kata terajut doa, “Selamat atas pengabdian
(Museum Rekor Indonesia), di antaranya adalah dirilisnya album dapat memasung orang dalam menggali menyampaikan point of view mereka. Bhante selama 20 tahun ini. Majulah terus Bhante, jaya dan
lagu meditasi pertama di Indonesia dengan judul “Sabbe Satta ide kreatif dan menghambat pencapaian Saat ditanya oleh Mr. Ponijan Liaw harumlah selalu nama Bhante di persada hati kita. Tebarkanlah
Bhavantu Sukkhitata”, dengan aransemen oleh Addie MS dan ide prestasi yang lebih baik. selaku moderator, seberapa besar Dhamma ke dalam sanubari setiap umat manusia yang tertutup
kreatif penciptaan dari Bhante Uttamo sendiri. Pada kesempatan ini Bhante Uttamo harga yang harus dibayar untuk sebuah debu. Semoga teraihlah semua cita-cita Bhante, hingga perealisasian
Di sela-sela acara para undangan dihibur oleh tiga artis yang pun mengingatkan, bagaimana kita perubahan, Dewi dengan lugas menjawab, Nibbana.”[*]

26 27
Photo: Sudhammayano
susah. Kenapa kita merasa hidup di
dunia ini sedemikian menderitanya?
Ini karena kita tidak pernah benar-
benar menggunakan hati untuk
memandang dunia, hati kita selalu
dalam kondisi tidak tenang. Banyak
masa lalu di hati kita, karena itu kita
tidak dapat merasakan keindahan
saat ini. Jika hati tenang maka
masalah itu menjadi lebih sederhana
dan terlihat jelas, kita pun siap
menghadapinya meski bagaimanapun
sulitnya.
Permasalahan sebenarnya adalah
hati kita menjadi lemah sebelum

Don’t Worry Be Healthy


menghadapi masalah. Kenapa?
Karena kita terlalu melekat pada
hal-hal yang sudah terjadi. Hati
kita menjadi lemah, akibatnya kita
terbawa arus menganggap bahwa
masalah itu sangat sulit. Selain
itu, karena hati tidak tenang,
akhirnya kita tidak benar-benar
Kita tentunya ingin terbebas kita akan semakin baik. Demikian menerka dengan pikiran dan cara memperhatikan masalah yang kita
dari rasa khawatir dan berbahagia pula dengan hati kita, jika belajar yang berbeda.” hadapi, sehingga permasalahan itu
dalam hidup ini, selain juga ingin sering dipergunakan maka hidup Lebih lanut Ve. Man Ya makin tidak jelas.
sehat tentunya, inilah tema semakin mudah. Yang dimaksud mengatakan, kita memiliki persepsi ”Dalam keseharian lepaskan
talkshow “Don’t Worry Be Healthy” mempergunakan hati ialah selalu dan pandangan yang berbeda soal keegoan maka kita tidak akan
di Vihara Buddhayana Surabaya, 28 memperhatikan kondisi diri Buddha Dharma. Jika hati kacau lelah, hati jangan terlalu melekat
Januari 2007. sendiri. Kita sering kali mempunyai dan kurang paham, maka akan menyimpan masalah, tapi kita juga
Di sessi awal, Handaka banyak pikiran: saya berpikir Anda membawa pada pandangan yang terlalu menutup dari permasalahan.
Vijjananda dari Ehipassiko ini siapa, saya berpendapat dunia salah. Sebaliknya, jika melihat Yang penting adalah kita harus
Foundation mengatakan bahwa ini bagaimana, yah, dan lain secara jelas maka hati akan terbuka agar hati tenang,” tutur
kalau ingin tidak khawatir dan sebagainya. Pada saat berpikir kita menjadi tenang. Ven. Man Ya yang lahir tahun 1955 di
sehat, maka harus memperbaiki tidak menggunakan hati lagi. Jika Contohnya, ada seseorang yang Taiwan ini.
P3K dalam kehidupan. P3K menurut hanya memikirkan satu teman saja berkata, “Suhu, saya bertemu Penyakit dan masalah tidak
Handaka adalah pikiran, perkataan, maka saya tidak akan punya teman dengan hantu.” “Kalau kamu semata-mata muncul dari luar, namun
perbuatan dan kebiasaan. baru; bila berpikir akan masa lalu, bertemu hantu maka tidak akan juga dari dalam diri sendiri, dan
“Kita harus bersahabat dengan maka tidak sadar akan saat ini.” akan takut, jika masih takut berarti Ven Man Ya juga telah mengajarkan
P3K dan juga memperbaikinya “Harus diakui kita pada belum benar-benar bertemu agar jangan pernah khawatir akan
dalam kehidupan kita sehari-hari,” umumnya masih terjebak dalam hantu, itu artinya hatimu yang diri kita, dengan demikian maka
tutur Handaka. kondisi kesalahpahaman dan masih takut,” tutur Venerable Man kesehatan akan menjadi milik kita.
Sessi kedua menampilkan Ven. prasangka. Saat ini kita belajar Ya yang bermukim di Afrika Selatan Belajar dengan hati bersama Ven.
Man Ya, bhiksuni asal Afrika Selatan. Dharma karena belum mencapai ini. Man Ya, dan menerapkannya dengan
Ven. Man Ya mengatakan, “Ke dua pencerahan dan belum mampu Jika kita memandang hati hati yang tenang, niscaya kita akan
kaki kita harus sering dipergunakan, bersatu dengan Dharma yang secara jelas maka segala kondisi healthy selalu, mulai dari sekarang
dengan demikian langkah dan jalan sejati. Hampir setiap orang hanya di luar tidak akan membuat kita dan seterusnya. (shc)

Photo: Himaone

28 29
Tzu Chi Surabaya
Kembali Gelar Bazaar Cinta Kasih 2007
SIMBOL: Kapolwiltabes Surabaya AKBP
Anang Iskandar memotong pita pembukaan
Bazaar Cinta Kasih Tzu Chi 2007 bersama
Konsulat Jenderal RRT di Surabaya, Fu
Shui Gen dan Direktur Pabrik Kertas Tjiwi
Kimia Tbk, Edwin Suryalaksana.
SEHAT: Gigi rusak
sering disebabkan
oleh sikat gigi yang
salah. Bagaimana
cara menyikat gigi
yang baik dan benar?
Dokter-dokter muda ini
MENARIK: Walikota Sidoarjo, Win Hendrarso memberi petunjuk pada
Photo: Himaone
dan istri tampak antusias membaca buku peserta baksos.
renungan karya Master Cheng Yen, pendiri
Yayasan Buddha Tzu Chi International. Surabaya Juga Butuh Baksos
Mencintai Kehidupan dan
Meningkatkan Nilai Kemanusiaan
UKKB Universitas Airlangga Surabaya
Gajah di pelupuk mata tidak Wonokromo, khusus RW 7 adalah berhasil ditangani dengan baik dan
Mengulang kesuksesan tahun-tahun kelihatan, semut di ujung lautan wilayah paling padat. Saat sukses.
sebelumnya, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kelihatan, satu ungkapan yang berlangsungnya baksos yang Jumlah pasien yang membludak,
Kantor Penghubung Surabaya kembali menggelar mengingatkan kita betapa sering berfokus di salah satu wilayah kota meski kuponnya sudah dipilih dan
Bazaar Cinta Kasih 2007 pada tanggal 3-4 Februari kenyataan yang ada di depan Surabaya itu, ditemukan beragam dibagikan kepada yang kurang
2007. Berbeda dengan tahun sebelumnya, bazaar mata terlupakan. “Selama ini penyakit, mulai dari pilek, batuk mampu, menyatakan suatu
tahun ini dilangsungkan di Ballroom Supermall. bakti sosial, baik sembako maupun hingga muntah darah dan stroke. fenomena bahwa Surabaya juga
Jika bazaar tahun 2005 dimaksudkan untuk pengobatan, yang diadakan selalu “Untuk yang muntah darah dan butuh baksos, tidak hanya luar
menggalang dana bagi rehabilitasi Aceh pasca lebih ber-orientasi luar Surabaya, stroke langsung dirujuk ke Karang Surabaya saja seperti anggapan
Photo: Abin
tsunami, dan tahun 2006 ditujukan untuk bagaimana pula dengan Surabaya Menjangan (RSU Dr Soetomo, red),” orang selama ini. Satu langkah
mendukung misi kesehatan, maka bazaar tahun ini sendiri?” demikian pernyataan lanjut Erni, yang juga merupakan baru sudah dilakukan UKKB Unair,
bermakna menggalang dana untuk pembangunan Kegiatan tahunan Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya dan pertanyaan yang dikemukakan mahasiswi Kedokteran Unair. Baksos satu langkah yang membuat kita
Graha Cinta Kasih yang kelak akan menjadi ini selalu mendapat dukungan dari berbagai perusahaan oleh Erni, ketua Panitia Bakti Sosial ini ditangani 4 orang dokter umum melihat adanya gajah di pelupuk
Sekretariat Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor besar di Surabaya dan sekitarnya dengan turut beramal Unit Kegiatan Kerohanian Buddha dari Unair, 5 mahasiswa poligigi mata. Memang benar, mencintai
Penghubung Surabaya. menyediakan berbagai produk berkualitas yang dijual Universitas Airlangga (UKKB Unair) Unair dan 18 relawan dari berbagai kehidupan dan meningkatkan nilai
Bazaar dua hari yang dibuka oleh Kapolwil dengan harga miring selama berlangsungnya bazaar. Surabaya, Wonokromo Surabaya, latar belakang. Baksos yang kemanusiaan adalah program mulia
Kombes Pol. Anang Iskandar ini mendapat Di antara pengunjung bazaar tampak hadir Bupati 28 Januari 2007. hanya membagikan 350 kupon ini yang berlaku sama rata baik bagi
perhatian yang luar biasa dari para pengunjung Sidoarjo, Win Hendrarso, beserta Ibu yang sempat mampir Berdasarkan keterangan dari akhirnya kelebihan pasien, karena gajah ataupun semut, sama porsi
mall. Ini terlihat dari ramainya pengunjung dan membeli buku kata-kata renungan Master Cheng Yen di Kelurahan Wonokromo, tercatat hingga baksos selesai, tercatat 450 demi kebahagiaan semua makhluk.
pembeli yang datang tidak putus-putusnya. stand Jing Si Book Store. [ab] 2.000 kepala keluarga menghuni pasien, baik umum maupun gigi, (shc)

30 31
Dharma Teaching Tanya: lambatnya, red).” Sedang putera sulung saya telah
Gunung Sumeru berada di tengah empat benua meninggal 6 tahun lamanya namun sering mendatangi
besar, apakah ini hanya bisa dilihat oleh Buddha, adik perempuannya dalam mimpi dan berkata: “Tidak
atau umat awam yang telah membina diri? Atau punya tempat tinggal.” Kemudian adiknya yang nomor dua
Gunung Sumeru ini hanya sebuah kiasan? juga bermimpi melihat peti mati kakaknya terbengkalai
Dikutip dan diterjemahkan dari buku Fo Hsueh Wen Ta Lei Pien Jawab: keluar dari timbunan tanah makam. Keesokan harinya
(Kumpulan Tanya Jawab Buddhisme) asuhan Alm. Master Upasaka Li Ping Nan. Ucapan Buddha dibedakan menjadi ucapan
ketika menuju makamnya ternyata kondisinya sama
sekarang (bisa dibuktikan langsung, red), ucapan
seperti dalam mimpi. Bagaimana menjelaskan fenomena
perbandingan (dibuktikan dari hubungan dengan
TANYA JAWAB SEPUTAR BUDDHISME hal lain yang terkait, red), ucapan kiasan, ucapan
mengikuti kehendak dan ucapan asumsi. Hanya
tumimbal lahir dalam 49 hari ini? Bila tulang tengkoraknya
bukan tumimbal lahirnya, kenapa ia mengatakan tidak
mengandalkan mata manusia tidak akan dapat memiliki tempat tinggal?
melihat Gunung Sumeru. Ini adalah ucapan suci Jawab:
Tanya: Buddha karena itu Anda harus yakin, dengan Ini bukan tubuh antara, melainkan tubuh alam setan.
Setelah meninggal kemudian terlahir di alam demikian tidak akan salah. Semua orang awam memiliki kemelekatan pada ‘aku’
setan, apakah juga memiliki sanak keluarga, dan ‘milikku’. Putera Anda dalam hidupnya tidak
atau hidup sendirian? Tanya: mendengar Buddha Dharma, karena itu bagaimana
Jawab: Ada yang bertanya tentang kalimat dalam Pu Men mungkin ia bisa lepas dari jeratan kemelekatan. Ia
Makhluk di alam setan bisa lahir melalui Pin (Sutra tentang Bagian Pintu Universal): “Bila ada melekat menganggap tulang tengkoraknya sebagai ‘aku’
kandungan, telur, kelembaban dan spontan. wanita yang mengharapkan putera, dengan memuja dan peti mati sebagai ‘milikku’. Ini adalah hal yang
Bagi yang lahir dari kandungan dan telur pasti dan bersujud pada Bodhisattva Avalokitesvara maka lumrah, tidak ada yang perlu diherankan.
memiliki sanak keluarga. akan melahirkan putera yang bajik dan bijaksana,
mengharapkan puteri maka akan lahir puteri yang Tanya:
Tanya: rupawan.” Kalau ada orang yang memohon anak Dewa Sakra (Sakka) adalah dewa penguasa Alam Tiga
Master Yin Kuang mengatakan, membaca Sutra pada Bodhisattva Avalokitesvara, sedang dalam Puluh Tiga Dewa, apakah juga masih bertumimbal lahir?
seharusnya jangan mempelajari maknanya. Sutra kehidupan ini ia semestinya tidak memiliki anak, Jawab:
Buddhis dibawa dari India dan diterjemahkan apakah bisa terkabul? Mereka yang terlahir di Empat Alam Arupa seperti Alam
ke Mandarin adalah untuk dipelajari maknanya, Jawab: Bukan Pencerapan Pun Bukan Tidak Pencerapan juga
kalau membaca Sutra tidak boleh mempelajari Bila berpotensi memiliki anak dalam hidupnya masih harus bertumimbal lahir, apalagi alam tingkat ke-
maknanya, lalu para penerjemah Sutra itu maka lahir putera atau puteri itu sudah sesuai
2 dari Alam Nafsu.
bukannya mencari-cari pekerjaan? dengan buah karmanya. Kalau tidak berpotensi
Jawab: memiliki anak namun dapat melahirkan, ini
Tanya:
Ada empat metode dalam membaca dan adalah berkah dari kekuatan batin Bodhisattva.
Tubuh Dharma Buddha tidak terlahirkan dan tidak
mempelajari Sutra, yakni membaca dalam
hati, melafalkan dengan suara, melantunkan Tanya: termusnahkan, juga bukan lahir dari kegelapan batin,
untuk dihafal dan yang terakhir, mempelajari Guru sering berkata: “Orang setelah meninggal akan mengapa kita memperingati tubuh refleksi (Buddha) yang
makna Sutra. Tiga metode terdepan mengalami kelahiran dan kemusnahan?
bertumimbal lahir dalam waktu 49 hari (selambat-
adalah untuk melatih konsentrasi, sedang
yang terakhir adalah untuk memperoleh
kebijaksanaan, masing-masing memiliki
perbedaan. Bila tiga metode terdepan
dilakukan dengan diiringi pemikiran, alih-
alih berhasil membentuk konsentrasi, tiga
SABBE SANKHARA ANICCA
metode itu saja juga tidak akan berhasil
dilakukan dengan baik. Demikian pula bila
Somdech Preah Maha Gosananda
metode terakhir dilakukan dengan campuran Takeo Province, Kamboja 1929
metode lain. Jadi Master Yin Kuang bukan
menganjurkan tidak boleh mempelajari Supreme Patriarch of Buddhism in Cambodia, 1988. Buddhist Teacher
Sutra, melainkan mengingatkan untuk tidak and Peace Advocate. Known as “The Gandhi of Cambodia” and “Samdech
menggunakan metode secara sembarangan. Song Santipeap.” Received title of “Maha Gosananda,” 1969. Began
work with Khmer refugees, 1978. Co-Founder, Inter-Religious Mission
for Peace, 1980. Supreme Patriarch of Cambodian Buddhism, 1988.
Photo: Istimewa Nominated for 1994 Nobel Peace Prize.

32 33
Jawab: makhluk bertumimbal lahir di enam alam?
Tubuh makhluk awam adalah datang dari kekotoran Jawab:
batin, muncul dari kegelapan batin. Tetapi tidak Benda yang berbentuk dan bermassa bisa diukur
demikian dengan Buddha yang menjelma berdasarkan besarannya, teapi tidak demikian dengan sesuatu
tekad menyelamatkan semua makhluk. Kita yang tanpa bentuk dan tanpa massa. Sebagai misal:
memperingati tubuh refleksi Buddha tak lebih hanya manusia, anjing dan kucing masing-masing bisa
merupakan secuil pernyataan terima kasih. bermimpi (anjing dan kucing bisa bermimpi adalah
hasil kesimpulan yang diambil oleh para pakar).
Tanya: Mimpi adalah sesuatu yang tidak berbentuk dan tidak
Ada yang mengatakan manusia tidak memiliki bermassa, sebab itu besaran ketiga mimpi itu tidak
kesadaran batin, juga menanyakan di mana sebenarnya dapat dibedakan. Mengenai kekuatan karma memang
kesadaran batin itu berada, pun mengatakan pasien ada perbedaannya. Benih keBuddhaan memiliki sifat
yang diberi obat bius tidak akan merasakan sakit, murni dan tercemar. Sifat murni unggul bila kebajikan
seakan bagai orang mati. Bila memiliki kesadaran lebih besar daripada kejahatan; demikian pula
batin maka harusnya bermimpi, tapi kenapa tidak sebaliknya. Sedang mengenai tumimbal lahir di enam
bermimpi? alam, selain melihat kekuatan karma, juga harus
Jawab: memperhatikan sebab-sebab karma (perbuatan) bajik
Ini bukan pertanyaan bagi pemula, meski dijelaskan dan jahat itu.
secara jelas tetap ada kemungkinan tidak bisa
dipahami. Sutra mengatakan “tidak di dalam, tidak di Tanya:
luar, tidak di tengah”, karena itu bila kita menentukan Vihara ada yang didirikan di gunung, pinggiran kota
satu tempat (beradanya kesadaran batin) maka itu dan dalam kota. Mana yang paling sesuai posisinya?
adalah kesalahan besar. Sebagai perumpamaan, suara Jawab:
dalam piringan hitam (zaman kini adalah CD, red), Vihara yang didirikan di pegunungan yang sepi atau di
tolong tanya suaranya berada di mana? Sebenarnya pinggiran kota adalah ditujukan demi pelatihan diri
ada atau tidak suara itu? Bila tidak ada, mengapa kita sendiri karena jauh dari keramaian sehingga mudah
bisa mendengarnya dengan jelas? Bila ada, mengapa memperoleh ketenangan. Sedang di dalam kota
tidak bisa dengan sendirinya mengeluarkan suara adalah bertujuan demi membimbing makhluk lain,
itu? Bila dikatakan bermimpi pertanda memiliki mendekatkan diri untuk memudahkan mengenalkan
kesadaran batin, coba kita ambil satu perumpamaan Dharma pada umat.
lagi. Saat berjalan kita dalam keadaan sadar dan ini Bersambung ke edisi berikutnya...
disebut sebagai orang yang hidup,
tetapi saat tidur kesadaran kita
lenyap, apa bisa disebut sebagai
orang mati? Coba hayati dengan
mendalam.
Tanya:
Buddha mengatakan semua
makhluk memiliki kesadaran batin,
tetapi tidak dijelaskan ada tidaknya
perbedaan jumlah kesadaran batin
itu. Misal, kesadaran batin yang
dimiliki seekor semut apakah lebih
sedikit dibanding seekor lalat, lalu
kesadaran batin lalat apa lebih
sedikit daripada hewan terbang
dan melata lainnya, sedang hewan
lebih sedikit dibanding manusia?
Kemudian apakah perbedaan
intensitas cahaya dan kekuatan
karma yang mendorong para

34 35
batin dapat menerima Buddha Mendengar ada yang berlatih meditasi memusatkan perhatian
Dharma, yang dalam beberapa pada kotornya tubuh yang dapat melenyapkan berbagai kotoran
kasus tertentu menampakkan dalam tubuh, maka ia berkata, “Saya ingin berlatih melakukan
ketidaksempurnaan. Atau setelah meditasi memusatkan perhatian pada tubuh lawan jenis dan
mempelajari Buddha Dharma lima nafsu.” Yang dimaksud lima nafsu adalah nafsu terhadap
menemukan adanya kata-kata harta, birahi, makanan, nama dan tidur. Juga merupakan
yang kurang tepat lalu timbul nafsu terhadap kenikmatan lima indera tubuh. Akhirnya, alih-
perasaan meremehkan atau alih berhasil melakukan meditasi memusatkan perhatian pada
meniru kekurangtepatan itu. kotornya tubuh, sebaliknya ia terjerumus dalam godaan nafsu
Photo: Istimewa
Oleh karena itu, selamanya tidak birahi yang mengakibatkan bertumimbal lahir tiada henti
akan memperoleh manfaat dari hingga terjerumus ke dalam neraka.
Buddha Dharma yang indah dan Demikian pula orang bodoh di dunia ini juga melakukan
menyebabkan diri sendiri jatuh ke perbuatan bodoh yang sama.

Sutra Seratus Perumpamaan


dalam tiga alam buruk.
Demikian pula orang yang bodoh
itu, mereka juga melakukan

(25-27)
kebodohan yang serupa.

27. PERUMPAMAAN MENGOBATI


LUKA CAMBUK
Dahulu kala ada seseorang
mendapat hukuman cambuk
25. PERUMPAMAAN AIR DAN API agar bisa mengambil hati raja?” Ada orang yang dari raja. Setelah pelaksanaan
Dahulu kala ada seseorang yang dalam memberitahunya, “Bila ingin mengambil hati hukuman cambuk selesai, orang
pekerjaannya memerlukan api dan air dingin. raja, maka harus meniru tingkah laku raja.” itu kemudian menaburkan tahi
Ia membungkus api untuk melindunginya agar Orang ini kemudian menuju istana raja. Melihat kuda di atas lukanya agar cepat
tidak padam, mengisi air dalam baskom dan raja memiliki kebiasaan mengedipkan mata, sembuh.
meletakkannya di atas api. Beberapa waktu ia kemudian menirunya. Raja bertanya, “Apa Ada seorang bodoh yang melihat
kemudian ketika ia hendak mengambil api, api matamu sakit? Atau kemasukan debu yang terbawa hal ini dan menjadi gembira
itu telah padam; saat ingin mengambil air dingin, angin? Kenapa selalu mengedipkan mata?” karenanya. Ia berkata, “Saya dalam
air itu telah menjadi panas. Baik api maupun air Orang ini menjawab, “Saya bukannya menderita waktu singkat memperoleh obat
dingin, ia kehilangan keduanya. sakit mata, juga tidak kemasukan debu yang mujarab untuk menyembuhkan
Demikian pula orang bodoh di dunia ini. Meski telah terbawa angin, namun ingin mengambil hati raja. luka cambuk.” Dengan segera
menerima Trisarana dan meninggalkan kehidupan Melihat raja mengedipkan mata, saya lalu ikut- ia pulang dan berkata pada
perumah tangga, namun masih merindukan istri, ikutan belajar mengedipkan mata.” Mendengar anaknya, “Kamu cambuk punggung
anak dan keluarga, serta memikirkan kenikmatan penjelasan ini, raja menjadi marah. Segera saya. Saya memperoleh obat
lima indera duniawi. Oleh sebab itu, selain tidak memerintahkan prajurit untuk menghukum orang mujarab untuk menyembuhkan
memperoleh api jasa kebajikan, pun kehilangan itu dan mengusirnya dari wilayah negara. luka cambuk, sekarang ingin
air pelatihan moralitas. Demikian pula orang yang Demikian pula orang bodoh di dunia ini. Ingin mencobanya.” Setelah sang anak
hanya mengejar kenikmatan lima indera. berguru pada Buddha memohon Buddha Dharma mencambuk punggungnya, ia
yang bajik untuk mengembangkan pembinaan lalu menaburkan tahi kuda di
26. PERUMPAMAAN MENIRU RAJA diri. Tetapi setelah berguru pada Buddha, atas lukanya. Ia mengira telah
MENGEDIPKAN MATA mereka tidak memahami upaya kausalya (metode melakukan perbuatan yang benar
Dahulu kala ada seseorang yang ingin mengambil tepat dan praktis) yang diterapkan Buddha dan pintar.
hati raja. Ia bertanya pada orang lain, “Bagaimana agar umat manusia dari berbagai tingkatan Demikian pula orang di dunia ini.

36 37
Perspektif tidak akan bisa mencapai semuanya. sehingga tak heran terkadang kita bahagia terkadang
Apabila mengerti bahwa Dhamma adalah nilai kita menderita. Dan masih banyak orang secara
kebenaran dalam kehidupan kita, apakah anda masih tidak sadar cenderung membuat dirinya sendiri
bisa merasa bosan ? Apakah anda merasa setiap menderita.
harinya tetap sama saja dan tidak ada perubahan Jadi apabila anda sekarang merasa bosan, ini
atau perkembangan baru? Bukankah kehidupan di adalah pertanda bagus karena anda telah mulai
sekitar anda adalah sebuah lahan belajar yang sangat menyadari kondisi tidak baik ini. Ini adalah langkah
Judul di atas mungkin bisa luas dan selalu aktif, yang menunjukkan bahwa upaya awal bagi seorang Buddhis untuk bangkit menuju tahap
menggusarkan sebagian orang, melakukan eksplorasi tentang nilai-nilai kebenaran pencerahan selanjutnya, yakni kebangkitan untuk
tetapi juga akan membuat sebagian juga sangat luas sekali dan tidak terbatas? Karena terlepas dari situasi tersebut. Cobalah cari alasan-
lagi tersenyum simpul karena pernah setiap hari berinteraksi dengan lingkungan, maka di alasan anda menjadi bosan dan terapkan apapun
atau bahkan sedang mengalami situlah terdapat Dhamma yang bisa dipelajari. Dan di yang bisa anda mengerti dari teori-teori Dhamma
kebosanan itu. Kebosanan ini sana pulalah kita bisa mempraktikkan apa yang telah yang sudah sering anda dengarkan. Tapi ingat, jangan
sebenarnya merupakan bagian ditunjukkan oleh Sang Buddha kepada kita semua, merasa sudah tahu jawabannya, tetapi bersikaplah
dari tahapan-tahapan dalam yakni Buddha Dhamma. Buddha Dhamma adalah sebuah jujur dan terbuka pada diri anda sendiri. Lalu cobalah
mempelajari sesuatu. Bila terjadi nilai kebenaran tentang keberadaan diri manusia yang mengeksplorasi semua pengetahuan Dhamma yang
kebosanan maka ini adalah sesuatu tidak menyadari akan perbuatannya yang bodoh dan telah anda dapatkan dengan mengamati apa yang
yang sangat wajar bagi seorang menyeret dirinya sendiri ke dalam penderitaan. Inilah terjadi tanpa harus dipengaruhi pemikiran-pemikiran
manusia. Ini adalah salah satu jenis sebenarnya yang ingin ditunjukkan oleh Buddha untuk awal. Bila tidak menemukan jawaban pada satu
dukkha, yaitu suatu manifestasi kita pelajari. permasalahan, cobalah mencari titik perhatian yang
dari nafsu keinginan untuk Juga sudah dikatakan pula oleh Sang Buddha lain yang mungkin ada pada permasalahan yang lain.
mendapatkan sesuatu yang lebih bahwa Beliau hanya bisa menunjukkan jalan, kita Dengan demikian anda akan menemukan ternyata
dari yang seharusnya didapatkan sendirilah yang harus menjalaninya. Memang yang bukan hanya ada satu Dhamma yang membuat anda
Photo: Istimewa
saat itu, tetapi tak sadar bahwa diajarkan hanya itu-itu saja kalau kita tidak mau bosan, tetapi juga akan mendapatkan Dhamma-
mengeksplorasi ajaran dan arahan ini dalam praktik Dhamma lainnya yang akan membuat anda terkejut
kehidupan kita sehari-hari. Tetapi apabila kita mampu dan tertawa dalam hati, “Mengapa ini tidak aku

Aku Bosan Dengan Dhamma


menerapkannya dan memperhatikan apa yang terjadi ketahui sebelumnya?”
baik dalam lingkungan maupun dalam diri kita sendiri, Muatan pengetahuan Dhamma dalam pikiran sudah
maka semangat dalam diri kita akan muncul kembali saatnya anda tuangkan dalam kehidupan sehari-hari.

( Mengerti Apa Yang Dilakukan ) karena kita menemukan hal-hal sederhana yang
menarik yang sebelumnya tidak kita ketahui bahwa
Dengan demikian bila timbul kebosanan maka ini justru
menunjukkan indikasi kerinduan kepada Dhamma
inilah penyebab kita menderita. yang lebih tinggi, yaitu penerapan Dhamma pada diri
Oleh: Sang atta Kalau mulai merasa bosan terhadap Dhamma, sendiri yang akan membawa anda menuju pembebasan
cobalah dengan mulai mengamati kebosanan itu yang sebenarnya. Inilah sebuah pencerahan terhadap
sendiri. Apa yang bisa anda terapkan dalam mengamati situasi dan kondisi kehidupan yang dilakukan dan
kemampuan yang dimiliki tidak karena merasa mendapat sesuatu yang baru dan menarik. Dia menjadi dukkha ini? Kalau memang merasa sudah mengetahui dialami oleh diri sendiri.
menunjang untuk mendapatkan apa bersemangat karena melihat ada hal baru yang dipandang bermanfaat semua ajaran Dhamma maka anda juga seharusnya Demikianlah semoga dengan pengetahuan ini kita
yang diinginkan. Ketidaksadaran dan dapat meningkatkan pengetahuannya. Tetapi dengan berjalannya juga mengetahui apa yang sedang terjadi dengan semua bisa lebih maju dalam Buddha Dhamma. Semoga
ini menimbulkan pandangan salah waktu dari hari ke hari, khususnya setelah merasa bahwa materi yang diri anda sendiri. Inilah yang disebut kebodohan yang kita semua berbahagia dalam “kebosanan” penerapan
yang beranggapan bahwa apa yang didengar dan dipelajari setiap harinya adalah sama, maka mulai timbul membuat seseorang merasa bahwa dia mengetahui Dhamma di setiap relung kehidupan sehari-hari.
diinginkannya itu ternyata begitu- kebosanan. Dia menganggap sudahmengerti Buddha Dhamma, dan segala sesuatunya tetapi pada kenyataannya
begitu saja setiap harinya. Dia akhirnya mulai timbul kemalasan dalam dirinya untuk mendengarkan dia sendiri tidak mengetahui apa yang sedang
akhirnya merasa sudah memiliki Dhammadesana. Pikirnya, “Ah, paling-paling juga begitu yang dibicarakan. dia lakukan saat itu, bahkan tidak bisa
dan mengetahui semuanya, Bosan aku.” Patah semangatlah dia. Apabila hal ini diteruskan dengan menjawab kenapa dia bosan? Padahal dalam
menganggap sudah tidak ada lagi tanpa menyadarinya sebagai sebuah kondisi, maka patah semangat ini Buddha Dhamma sudah dijelaskan dasar-
peningkatan yang bisa diraih. akan membuat seseorang menjadi meremehkan Dhamma. Ini berarti pula dasar seseorang melakukan ini dan itulah
Sehingga tak heran bila kemudian bahwa dia melepaskan kesempatan yang telah ditawarkan untuk menjadi yang menyebabkannya menderita. Tetapi
timbul kebosanan terhadap hal bahagia dalam pelaksanaan Dhamma . hanya karena tidak memiliki kemampuan
yang semula diinginkannya itu. Mengapa ini bisa terjadi? Apakah memang benar Dhamma itu mengalami pencerahan dan menemukan
Ini sering terjadi pada semua membosankan? Sebelum membahasnya, coba kita sebaiknya mulai jawaban seperti yang diucapkan oleh Sang
orang, demikian pula yang terjadi mengerti dahulu apa yang disebut Dhamma, juga apa yang disebut Buddha Buddha maka semua itu dianggapnya tidak
pada umat atau simpatisan Dhamma. Dhamma itu bukan persis sama seperti yang dikatakan oleh Sang ada hubungan dan tidak ada manfaat.
Buddhis. Ketika pertama kali Buddha dalam sutta-sutta Tipitaka, tetapi adalah nilai-nilai kebenaran Sebenarnya, baik sadar atau tidak sadar,
mengenal ajaran Buddha, akan dalam kehidupan kita. Dan nilai kebenaran ini diakui oleh Sang Buddha setiap hari kita menjalankan Dhamma tetapi
sangat antusias dan bersemangat sebagai sangat buanyak sekali sampai-sampai kemampuan manusia awam terkadang kita tidak mau memperhatikannya,

38 39
Belajar Praktik

Tetaplah Bekerja, Walaupun …


dan tahu bahwa di masa-masa itu, para guru banyak ini alam bawah sadar kita apa itu sub conscious? Saya
yang mengalami tekanan dari pimpinan sekolah dan tidak tahu pasti, namun ada yang menjelaskan bahwa
banyak yang merasa frustrasi karena tidak adanya bentuk-bentuk perasaan itu muncul sebagai manifestasi
Oleh: Siao Jin Wan komunikasi yang baik dan juga upaya-upaya yang dari unsur ke-tanah-an, ke-api-an, ke-air-an dan
jelas untuk pengembangan kemampuan para guru, ke-udara-an kita yang selalu dinamis, bergerak dan
Sewaktu saya SMA dulu upacara bendera masih kesejahteraannya serta banyak hal yang berhubungan berputar, yang kalau tidak memperoleh pelampiasan
menjadi rutinitas yang dijalani setiap Senin dengan peningkatan mutu sekolah dan pengajaran. Dan atau pemenuhan, akan mengalami pergolakan atau
pagi, tidak tahu kalau sekarang ini apa masih beliau, Pak Guru Menggambar ini, ingin memberikan turbulensi yang lalu akan menimbulkan semacam
dilakukan juga di SMA-SMA di negeri ini atau sedikit saran dan pandangan agar kami semua di ruang hampa dalam diri atau tubuh astral kasar kita.
tidak. Setiap Senin, pembina upacaranya selalu masa itu bisa lebih tabah dan ulet menyikapinya.
berganti, ada semacam giliran di antara para Dalam banyak ajaran spiritual dan terutama sekali
guru, walaupun kadang karena guru yang giliran Seorang adik kecil, yang tidak kecil lagi sih karena dalam metode meditasi Buddhis, perasaan-perasaan
memimpin tidak datang, guru BP (Bimbingan & sudah bisa membuat adik kecil yang lain, mengatakan semacam itu, dan turbulensi atau pergolakan semacam
Penyuluhan) yang juga pembina pramuka, sering hal senada di japri ke saya, bahwa dia sering itu, akan dihadapi tidak dengan menghancurkannya
menggantikan si guru yang berhalangan itu. merasa kesepian, bosan, sedih, sendu, ngilu di hati, atau berusaha menekannya, melainkan dengan
terutama sekali pagi sewaktu bangun tidur di kosnya. mengamatinya dan membiarkannya untuk melemah
Ada seorang guru yang pidatonya pada upacara sendiri, namun tentu tidak mengikuti dorongan-
Senin pagi itu masih saya ingat sampai hari ini, Saya katakan hal itu cukup umum, dialami oleh dorongan yang muncul darinya, inilah yang sebetulnya
ya di salah satu Senin yang saya tidak ingat banyak orang. Kita mesti mencoba menikmatinya menjadi dasar saya menyarankan si adik itu untuk
kapan, beliau guru mata pelajaran menggambar saja, tanpa terlarut karenanya dan lalu menjadikan menikmatinya saja. Menikmati bukan dalam arti
untuk SMP dan SMA, orangnya hitam, kabarnya kita bengong, melamun dan mungkin saja timbul larut di dalamnya, tapi melihatnya sebagai sesuatu
sih campuran Jawa-Bugis atau Bugis-Jawa, pemikiran-pemikiran yang tidak jelas arahnya. Bisa yang sebetulnya bukan diri kita yang sesungguhnya,
tapi itu tidak penting, yang jelas beliau itu saja pada akhirnya akan timbul niat untuk bunuh namun hanya sebentuk proses dalam diri internal
tipe orang yang sangat sabar, lembut kalau diri atau semacamnya, dan bisa juga lalu yang kita yang akan mereda sendiri karena kehabisan
bicara dan tenang dalam mengajar, walaupun bersangkutan itu malah bisa kerasukan roh jahat energi untuk bergolak. Sebaliknya kalau diikuti, dia
beliau juga bisa tegas dan keras juga sesekali. atau roh destruktif yang menuntun ke arah bunuh akan makin menggelora dan menguat karena kita
diri betulan. Ketika kita melamun, sangat mungkin memberikan tambahan bahan bakar-energi untuknya.
Pagi itu, upacaranya sih standar saja. Kelas kesadaran atau kontrol diri kita itu lepas dan yang
yang giliran membawakan upacara menjalankan berkerja adalah emosi atau bentuk-bentuk perasaan: Sebetulnya orang-orang yang sering mengalami
rutinitas dengan lancar dan beliau pun senang, sedih atau nafsu ragawi dan seterusnya, dan perasaan semacam adik kecil itu adalah orang-orang
menyampaikan pidato Senin paginya. Beliau ini merupakan suatu titik kosong dalam diri kita yang yang memiliki kepekaan yang baik, katakanlah punya
mengatakan, "Kita semua hidup dalam rutinitas memungkinkan energi-energi astral dari luar untuk bakat untuk hal-hal spiritual. Orang-orang semacam
sehari-hari yang kadang membosankan, lalu menempatinya lalu kesurupan atau kemasukan roh itu ini cukup banyak jumlahnya, hanya karena tidak ada
dengan gampang kita akan jenuh dan bosan. bisa terjadi. Saat membaca ini tentu anda tidak akan pengarahan yang baik dan kepekaan ini cenderung
Kadang malah menjadi frustrasi karenanya, mengalaminya karena kesadaran dan keterjagaan ditekan dengan melarikan diri pada aktivitas-
tapi saya berharap anda bisa terus bekerja anda akan terpusat pada aktivitas membaca, namun aktivitas lainnya, sukur-sukur aktivitas positif, dan
dan berusaha, walaupun anda sedang frustrasi pada waktu kejadian itu anda alami, tidak akan mudah akibatnya kepekaan ini akan terpendam atau tertutup
Tetaplah belajar dan bekerja dengan baik untuk melepaskan diri dari cengkeramannya karena sementara. Kadang, untuk membangkitkannya perlu
agar anda bisa mengisi waktu dengan baik anda telah membuka pintu bagi energi-energi itu. upaya yang cukup berat atau lama. Tapi ya, itu kan
dan melewati masa-masa membosankan hanya masalah waktu dan tempat saja, tentunya
itu dengan suatu kerja yang nyata." Makanya saya menyarankan agar si adik kecil semua akan terselesaikan pada waktu yang tepat.
itu setiap pagi atau ketika sedang sendu, bisa
Sampai hari ini saya masih ingat omongan beliau, mendengarkan musik atau melakukan aktivitas Jadi, sekali lagi, tetaplah bekerja walaupun anda
ini karena saya terhitung cukup dekat dengan yang cukup bisa menyita perhatiannya agar frustrasi dan dengarkanlah lagu-lagu yang anda senangi
para guru, bukan karena cari muka atau sok pikiran tidak berkembang ke mana-mana. ketika anda merasa tidak enak atau tidak nyaman,
kenal sok akrab, tapi kebetulan saja saya aktif di sekedar bersenandung mungkin akan membantu.
majalah dinding sekolah, pramuka dan beberapa Dari sisi spiritual yang agak lebih mendalam, kondisi
Photo: Istimewa
kegiatan ekstra kurikuler lainnya, termasuk bosan, sendu, sedih, dst, dst, ini bisa tiba-tiba muncul
seni lukis dan seni rupa. Saya cukup mengerti dari memori kita, ada juga yang mengatakan bahwa siao_jin_wan@yahoo.co
iao_jin_wan@yahoo.com
Diskusi dan pertanyaan: siao_jin_wan@yahoo.com

40 41
Berpikir Cara Buddhis dapat kita lakukan adalah berdana maka kita jadi kikir, merampas milik orang lain dengan menghalalkan
materi seperti uang, makanan, segala cara, bahkan berani melakukan korupsi dan manipulasi hanya
pakaian atau barang bagi mereka untuk memperkaya diri sendiri.

Sudahkah Saya Berinvestasi


yang membutuhkan. Cara ini Guru Buddha kita yang agung dan bijaksana telah mengajarkan bahwa
baik untuk dilakukan sehingga di perbuatan yang baik akan berbuah kebaikan, sedang perbuatan yang
kehidupan yang akan datang kita buruk akan menuai bencana atau kemalangan. Inilah hukum karma sebab

untuk Kehidupan yang Akan Datang? tidak kekurangan materi, bahkan


mendapatkan lebih dari yang kita
miliki saat ini. Cara kedua yang
akibat yang berlaku untuk semua makhluk hidup di alam semesta ini.
Karena itu, sudahkah kita selalu sadar akan apa yang kita perbuat selama
ini dan saat ini?
Oleh : Lim Suanto dapat dilakukan adalah dengan Semoga uraian sederhana di atas dapat menjadi bahan renungan dan
mengajarkan kebenaran kepada selalu menyadarkan kita agar senantiasa berpikir secara Buddhis.
sesama supaya mereka memiliki Semoga semua makhluk berbahagia.
Semua orang setiap hari sibuk berupaya pandangan yang benar dan menjadi
memperoleh kekayaan materi yang banyak dan bijaksana, bukan hanya sekedar ** Penulis adalah alumni FE Universitas Tarumanagara, Jakarta.
berlimpah, sehingga tak heran pula bila ada begitu beriman atau percaya. Dengan
banyak cara yang ditempuh untuk mendapatkan kata lain, dengan cara ini
kekayaan itu. Ada yang menggunakan cara yang kita telah berdana Dharma,
baik dan benar, ada juga yang menggunakan cara dan dengan cara berdana ini
yang keji dan kejam; ada yang menaati aturan akan membuat kita terlahir
tapi ada juga yang melanggar aturan dan mencari menjadi orang yang pandai,
jalan pintas. Singkatnya, setelah mendapatkan yang cerdas, dan arif bijaksana
diinginkan, lalu apa yang mereka lakukan dengan itu di kehidupan akan datang.
semua? Ada yang menghamburkannya dengan berjudi, Cara lain yang dapat kita
berfoya-foya atau pemuasan nafsu indera. Tetapi, ada lakukan untuk berinvestasi
juga yang menyimpannya sebagai investasi. adalah berdana tenaga atau
Kita semua tentu tahu bahwa kata investasi mempunyai waktu, yakni mengabdikan
arti menanam modal dalam bentuk uang, barang (mesin diri dalam kegiatan sosial
atau peralatan) dan lain sebagainya, untuk memperoleh yang bersifat pelayanan
keuntungan yang lebih besar di kemudian hari. Masing-masing publik atau membantu
orang melakukan investasi dengan cara mereka sendiri, seperti kegiatan vihara. Membantu
menabung di bank, membuka usaha, membeli saham, membeli meringankan pekerjaan
perhiasan atau benda seni. Namun semua yang kita lakukan ini teman dan orang tua juga
hanya demi mendapatkan kepuasan duniawi, yang sayangnya adalah salah satu wujud
hanya bersifat sementara. Lalu kita harus bagaimana? Untuk investasi yang ketiga,
menjawab pertanyaan ini terlebih dulu kita harus bertanya dengan demikian kelak kita
pada diri sendiri: “Sudahkah saya berinvestasi untuk akan mendapatkan jasmani
kehidupan yang akan datang?” yang sehat dengan banyak
Mungkin sebagian dari kita akan bertanya, sahabat di sekeliling.
mengapa dikatakan untuk kehidupan yang akan Itulah tiga cara sederhana
datang? Apa maksudnya? Ya, karena Buddha yang dapat kita lakukan,
mengajarkan bahwa kehidupan kita bukan dan tentu masih banyak
hanya sekali ini saja. Kita semua berada cara lain yang dapat kita
dalam roda tumimbal lahir yang membuat jalankan.
semua makhluk terus dan terus terlahir kembali, Sungguh sangat ironis
itulah maksudnya. Kita harus menyadarinya dan dan menyedihkan bahwa
berinvestasi dari sekarang, itulah tujuannya. Jadi, investasi yang sering kita
pahamlah sudah yang dimaksudkan dengan kehidupan lakukan selama ini justru
akan datang adalah: bisa masa depan dalam kehidupan berbentuk investasi yang
ini, bisa pula kehidupan setelah kehidupan ini, atau banyak dapat menuai bencana atau
kehidupan setelah kehidupan ini. Lalu bagaimana cara kita kemalangan yang kelak
melakukan investasi untuk kehidupan akan datang itu? akan kita tuai di kehidupan
Berinvestasi dalam konteks ini berarti kita harus berdana, karena saat ini atau akan datang.
dengan berdana berarti kita telah melakukan investasi untuk kehidupan Photo: Istimewa Karena keserakahan,
yang akan datang. Ada banyak cara untuk berdana. Cara pertama yang kebodohan, rasa benci
serta iri kepada sesama,

42 43
Kelana Dharma

Sensasi Beda Pulau Lombok


Oleh : Himawan Susanto

Siapa bilang Pulau Lombok yang diapit Pulau Dewata Bali di


Barat dan Pulau Sumbawa di Timur tidak mengenal Dharma
Buddha (Buddha Dharma)? Ternyata puluhan tahun lalu
sekelompok masyarakat Lombok telah menganut Buddha Dharma
dengan menyebut diri sebagai penganut agama Budhi.

Photo: Abin

44 45
Photo: Abin
Altar Vihara Dharma Susena. Tampak depan Vihara Dharma Susena (atas) dan Bapak Tampak depan (atas) dan altar puja Vihara Avalokitesvara , Stupa di salah satu bagian Vihara Avalokitesvara,
Komeng Gede saat diwawancarai wartawan SD (bawah). Cakranegara (bawah). Cakranegara.

Dua hari SD menjelajahi Lombok, pulau yang terkenal kepada SD saat mengenang masa-masa digunakan untuk rapat Banjar dan pertemuan penyangga ini dibangun sejak April 2006 dan direncanakan
dengan keanekaragaman wisatanya, dari Tanjung di Lombok perjuangan beliau beberapa puluh tahun tokoh-tokoh masyarakat. Satu konsep ideal memiliki gedung krematorium. Karena masih dalam proses
Utara hingga Sekotong di Lombok Selatan. Lembaran Kelana yang lalu. yang menyatukan kegiatan keagamaan dan pembangunan, para umat setempat melakukan aktivitas
Dharma Pulau Lombok kita awali dari Vihara Avalokitesvara Selanjutnya Kelana Dharma berlanjut kemasyarakatan. keagamaan di belakang vihara.
yang dapat kita kunjungi di tengah Kota Mataram. Vihara yang menuju Tanjung di bagian utara Lombok, Tak jauh dari Giri Metta, sedang direnovasi Masuk lebih ke dalam, kita dapat menjumpai Vihara Sutta
diresmikan oleh Bhante Aryamaitri tahun 2001 ini selalu ramai tepatnya Hutan Buani. Di sini berdiri Vihara Vihara Bodhi Dharma. Vihara berarsitektur Dharma di tengah kampung yang mayoritas penduduknya
dikunjungi umat Buddha sekitar. Bergaya arsitektur Tiongkok, Giri Metta Bhavana yang dipimpin oleh Bhante Lombok ini dibangun tahun 1985 berkat beragama Buddha. Vihara ini berdiri tahun 1996 namun
vihara ini menjadi salah satu landmark di kota Mataram. Vihara Atthakaro. Pembangunan vihara yang berdiri prakarsa Romo Komang waktu itu. Kini mengalami kerusakan pada awal tahun 2005 akibat guncangan
yang patut kita kunjungi. tahun 1999 ini ditandai dengan berdirinya bangunan vihara sedang direhab total, yang gempa yang melanda Bali dan Lombok. Kemudian vihara dipurna
Dipandu oleh Japra, aktivis Hikmahbudhi kelahiran Bekasi Dharmasala. Yang unik dan menarik, di siang terlihat hanya bangunan utama yang belum pugar oleh Bhante Viryanadi. Sekitar vihara dikelilingi pohon
yang kini menetap di Lombok, kami bergeser menuju Vihara dan sore hari kita dapat melihat bahkan sepenuhnya selesai, meski begitu kondisi ini mangga yang hasil panennya dipergunakan untuk membantu
Dharma Susena yang didirikan oleh Romo Komang Gede. Vihara memberi kacang pada monyet-monyet hutan tidak menyurutkan semangat umat di sana biaya operasional vihara. Satu konsep yang pernah SD temui
yang dibangun tahun 1971 ini telah direnovasi tiga kali, meski di sekitar vihara. Monyet-monyet jinak ini untuk tetap menjalankan aktivitas spiritual saat menjelajah Jepara (SD Vol.4, No.2, 2006)), pembaca yang
dengan proses yang perlahan dan hanya mengandalkan pinjaman tanpa ragu menerima pemberian kacang dari seperti biasa. Benar-benar satu tauladan dari mulia masih ingat, kan?
dari bank. Meski begitu, Romo Komang tidak surut semangat tangan kita, bahkan kadang kala mengambil umat Vihara Bodhi Dharma bagi kita semua Lebih jauh ke dalam, seraya menyusuri kebun-kebun jambu
untuk tetap berjuang dalam pembabarkan Dharma, meski usia sendiri tanpa diberi. Satu keunikan yang bahwa fasilitas ibadah hanyalah media, yang mete yang banyak di Lenek, kita dapat mengunjungi satu vihara
beliau sekarang sudah tidak tergolong muda lagi. tidak akan kita dapatkan di vihara lain. So, terpenting adalah praktiknya. sederhana yang terletak persis di sebuah bukit kecil, vihara ini
Romo Komang Gede bersama Bapak I Ketut Murce (sekarang jika ke Lombok jangan lupa mampir ke Giri Lebih jauh ke utara, di pinggir jalan raya bernama Dharma Phala Kali Pucang Lenek. Vihara yang berdiri
Bhante Atthakaro) membabarkan Dharma dari Tanjung yang Metta Bhavana di Buani. dan tepian sawah yang menghampar, kita tahun 1995 ini persis terletak di tengah-tengah perbukitan
berpantai hingga Sekotong yang bergunung-gunung. Namun, Vihara dengan sumber mata air yang dapat melihat satu vihara lain yang sedang Dugem dan Jengkel. Meski sederhana, Bhante Attakharo dan
jangan membayangkan perjalanan Dharma dengan transportasi dipercaya dapat menyembuhkan orang dibangun. Vihara baru bernama Buddha Saccadhammo pernah berkunjung dan membabarkan Dharma di
kendaraan motor atau mobil di masa-masa itu, tugas mulia ini kesurupan ini merupakan wujud perpaduan Vamsa ini terdiri dari tiga kompleks bangunan vihara ini.
ternyata dilaksanakan dengan berjalan kaki. dua konsep hutan dan vihara, sehingga :ruang dharmasala, ruang serba guna, dan Sore sudah menjelang, matahari mulai masuk ke dalam
“Awalnya, masyarakat Ganjar dan Tendaun menganut tampillah pemandangan sebuah vihara yang tempat tinggal bagi anggota Sangha dan peraduannya, namun penjelajahan belum sepenuhnya berakhir,
agama Budhi (tradisi setempat), namun setelah kita berikan berada di dalam hutan. Konsep ini hasil tamu yang berkunjung. esok pagi perjalanan akan berlanjut ke Sekotong dengan
pemahaman, timbul pengertian bahwa ternyata yang selama kesepakatan bersama penduduk Buani. Vihara yang desain bangunannya khusus panduan Sukman, Ketua Hikmahbudhi Mataram.
ini dianut mereka adalah Dharma Buddha,” tutur Romo Komang Selain tempat peribadatan, aula vihara juga dirancang dari Jakarta dengan total 72 tiang SD menghabiskan malam di kost Sukman, yang juga adalah

46 47
1 2 3 4 5 6
rumah Ibu Dwipe di Mataram. Akhir tahun 2001, penulis bersama pun mendalami berbagai pemahaman dan pembelajaran, umat
teman-teman di Hikmahbudhi sempat sowan kepada Bapak Dwipe di Ganjar akhirnya menyadari bahwa apa yang mereka anut
(alm) dan Ibu Dwipe saat menghadiri pelantikan Hikmahbudhi selama ini adalah ajaran Buddha, meski ada beberapa hal yang
Mataram. perlu adanya penyesuaian.
Pagi hari kami beranjak menuju Sekotong, daerah selatan “Dan pada tahun 1992 pula, Walubi lama (Perwalian Umat
Pulau Lombok. Tujuan pertama mengunjungi Vihara Avalokitesvara Buddha Indonesia) Lombok yang diwakili oleh Romo Komang
Ganjar. Sedikit flashback, sebelum Avalokitesvara Ganjar berdiri, Gede dan I Ketut Murce (sekarang Bhante Atthakaro) datang
telah ada Vihara Giri Sena (d/h Nagasena) Tendaun. Vihara ini dan melaksanakan Dharmasanti Waisak di sini,” tutur Nasib,
berdiri tahun 1985 dengan Dharmasala berukuran 6 x 9 meter2. pengurus Vihara Avalokitesvara Ganjar mantan Sekretaris Jendral
Kemudian pada tahun 1991, berkat hibah dari Amag Riante (alm) Hikmahbudhi Mataram.
luas vihara bertambah menjadi 1.500 m2. Pengembangan terus Vihara yang diresmikan oleh Bhante Viriyanadi ini juga

7
dilakukan dengan membangun kuti tahun 2000 yang diresmikan menjadi vihara sentral di Kecamatan Lembar. Sinergi dan
10 oleh Bhante Subalaratano, saat itu pula nama vihara berganti kerjasama antarumat Buddha di sana sedemikian erat hingga
menjadi Vihara Giri Sena Tendaun. Hampir setiap tahun vihara ini setiap ada perayaan besar semuanya pasti bersama-sama
melakukan pembenahan, 2002 membangun tembok di sekeliling, merayakannya, tidak hanya antar vihara namun juga dengan
2003 pembangunan gudang, toilet, dan kuti baru yang kemudian organisasi kemahasiswaan seperti Hikmahbudhi Mataram dan
digunakan sebagai Dharmasala sementara. Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Mataram serta organisasi
“Dharmasala lama sudah dibongkar dan yang baru masih dalam massa lainnya.
proses penggalian pondasi bangunan, keterbatasan dana lagi-lagi Lebih jauh ke selatan, kita dapat mengunjungi sebuah cetiya
menjadi kendala terealisasinya pembangunan Dharmasala baru,” kecil yang dikelilingi pohon kelapa dan menghadap ke arah Pantai
tutur Dharma, mantan pengurus Hikmahbudhi Mataram, yang kini Lembar. Cetiya Viriya Dharma ini berdiri tahun 1999 berkat hibah
menjadi pengurus Vihara Giri Sena. tanah dari orang tua Nasib. Cetiya yang juga dibina oleh Nasib ini,
Kembali ke Vihara Avalokitesvara Ganjar yang berdiri tahun tidak hanya melakukan aktivitas kebaktian, namun juga memiliki
1992. Awalnya hanyalah bale kosong (rumah adat Lombok) yang program pemberdayaan pertanian bersama umat dan penduduk
telah dipergunakan sejak tahun 1990. Saat itu, umat di Ganjar sekitar. Meski kecil, bahkan sangat kecil dan sederhana, dibangun
masih diliputi tanda tanya, agama apa yang sebenarnya mereka dari bambu ala kadarnya, namun 60 KK umat Buddha dengan
anut? Namun setelah pemerintah setempat meminta ketegasan rutin melakukan aktivitas ibadah di cetiya ini.
11 8
(1) Buddharupam pada salah satu sisi lahan
Vihara Giri Metta Bhavana, Buani. (2) Altar puja
Vihara Sutta Dharma. (3) Vihara Sutta Dharma. (4)
Vihara Avalokitesvara Ganjar. (5) Altar puja Vihara
Avalokitesvara Ganjar. (6) Vihara Buddha Mangala.
(7) Altar puja Vihara buddha Mangala. (8) Cetiya Giri
Metta. (9) Vihara Girisena. (10) Vihara Giri Metta
Bhavana, Buani. (11) Altar Vihara Bodhi Dharma.
(12) Cetiya Viriya Dharma. (13) Cetiya Viriya
12 13 14 Dharma. (14) Vihara Buddha Vamsa. 9
Photo: Abin

48 49
Sebuah vihara yang terletak tidak jauh dari Cetiya mengobati rasa terbakarnya kerongkongan siang itu.
Viriya Dharma dan menjorok ke dalam adalah Vihara Di satu bale yang merupakan ruang pertemuan bagi
Buddha Manggala. Peletakan batu pertama vihara ini tamu, kami dijamu dengan kelapa muda yang segar
dilakukan 4 September 2005 oleh Bhante Viriyanadi. dan manis.
Vihara yang menghadap ke arah barat ini, belum Sebelum kembali ke Mataram dan melanjutkan
sepenuhnya selesai. Tanpa jendela, listrik, lantai penjelajahan menuju Pulau Dewata Bali, SD
berplester, dan plafon, bahkan tanpa pintu, namun mengunjungi Cetiya Giri Metta di Mareje. Cetiya khas
semua itu tidak menyurutkan tekad umat Buddha Lombok yang dibangun tahun 1997 ini juga tidak jauh
Dusun Pelan Desa Mareje ini untuk memiliki tempat berbeda kondisinya dengan Cetiya Viriya Dharma dan
ibadah yang lebih mandiri. Mereka menantikannya Vihara Buddha Manggala. Cetiya ini terlihat berbeda
dengan penuh kesabaran dan ketekunan. dari rumah sekitar karena pondasinya yang lebih tinggi.
Hal lain yang menarik dari vihara ini adalah semilir Menurut penjelasan Nasib, posisi lebih tinggi karena
anginnya yang berhembus di tengah gersangnya merupakan tempat ibadah. Tanah cetiya dihibahkan
musim kemarau saat itu. Namun kesegaran air kelapa oleh Ama Miarse yang sudah lama ingin memiliki cetiya
muda Lombok yang disajikan seorang umat di sana sendiri. Masyarakat Mareje generasi kini sejak lahir
sudah mengenal Dharma Buddha
dan menyebut diri beragama
Budhi, namun baru tahun 1992
secara resmi menjadi siswa
Buddha. Giri Metta menjadi
penutup lembaran penjelajahan
SD di pulau yang terkenal dengan
plecing kangkung dan ayam
taliwangnya ini.
Meski hanya dua hari
berkelana, namun telah
memberikan pemahaman
berharga dan pengalaman baru
bagi SD, ternyata banyak cetiya
dan vihara di beberapa pelosok
Pulau Lombok yang masih
membutuhkan perhatian, tidak
harus dengan materi semata,
namun juga perhatian dalam
bentuk ingin dikenal, disapa dan
dikunjungi oleh kita semua.
Kelana Dharma belum
sepenuhnya berakhir karena
tim SD yang terdiri dari penulis,
Nagasena selaku fotografer dan
Mas Gendut yang senantiasa
mengantar kami bergulir di
atas roda mobil, akan menggali
keindahan dan keharmonisan
kehidupan beragama di Pulau
Dewata Bali yang terkenal akan
budaya dan keseniannya hingga
ke manca negara itu.
Penutup kata, jika datang ke
Lombok, jangan lupa kunjungi
vihara dan cetiya di sana untuk
merasakan sensasi yang berbeda
yang belum pernah Anda temui
sebelumnya. Selamat beribadah
sambil berekreasi!

50 51
Wisata Ibadah Sebagian dari dana jubah
dari umat Buddha Indonesia
yang akan disampaikan
pada anggota Sangha

Beramal dan Berdana


Myanmar.

Myanmar, Desember 2006

Selain menyampaikan dana


pada anggota Sangha,
peserta ibadah wisata juga
menjalani latihan pabbaja
sementara.

Peserta wisata ibadah


berphptp bersama di depan
sebagian dana beras yang
akan didanakan (bersama
jubah) pada anggota Sangha
Myanmar.

Peserta Wisata Ibadah


menjalani latihan pabbaja
sementara berpindapatta
bersama anggota Sangha
Myanmar.

Salah satu obyek yang


dikunjungi adalah Memorial
Pagoda of Tipitakadhara
in Mingun yang dibangun
untuk mengenang Sayadaw
Mingun.

Photo: BEC
52 53
Buddhisme bagi rakyat Myanmar bukan hanya sekedar Gautama di tepi sungai, menunjukkan bahwa
lipstik yang melekat di bibir, namun sudah seperti ibaratnya Buddha Gautama pernah hadir di tempat itu.
pakaian yang melekat di tubuh: dikenakan, diaplikasikan dan Kami menyempatkan diri melakukan chanting
diterapkan dalam keseharian. 16 Desember 2006, rombongan di vihara ini. Setelah itu kami kembali ke
Buddhist Education Centre Surabaya tiba di Yangoon dan Magway untuk check-in dan beristirahat di
dijemput langsung oleh kakak perempuan U Win Pe di Bandara hotel. Malam harinya kami ke vihara tepat
Udara Yangoon. Perlu diketahui, Master U Win Pe adalah pendiri pukul 21:30 waktu Myanmar. 8 orang peserta
Chanting Meditation Centre dan tokoh pembangun replika rombongan di-upasampada (ditahbiskan)
Pagoda Shwedagon di Vihara Dhammadipa Arama, Batu, Malang. oleh Sangha Raja untuk menjadi bhikkhu
Beritanya dapat dibaca di SD edisi lalu (Vol. 4, No. 4, 2006). sementara.
Karena hari belum terlalu malam, setelah check-in di hotel, 19 Desember pagi hari, setelah melakukan
kami diajak mengunjungi Pagoda Swedagon terbesar yang dilapisi pindapata (menerima dana makanan dari
oleh lembaran emas puluhan ton. Hampir setiap pengunjung umat), rombongan sarapan pagi bersama
yang datang melakukan ritual keagamaan, seperti chanting dan seluruh bhikkhu. Tepat pukul 09:00 pagi
bermeditasi, di empat penjuru pagoda yang menyimpan relik waktu Myanmar rombongan berdana jubah
Buddha itu. dan makanan untuk 200 orang Bhikkhu
17 Desember 2006 pagi hari, bersama kakak perempuan dan Sangha, kemudian dilanjutkan dengan
adik laki-laki U Win Pe, rombongan terbang menuju Bagan yang upacara simbolik penyerahan dana peralatan
ditempuh selama 1½ jam perjalanan. Di sana kami bergabung makan, taplak meja, karpet, obat-obatan,
dengan rombongan lain yang berasal dari Singapura dan uang dan lain-lain bagi para anggota Sangha.
Malaysia. Upacara ini disaksikan oleh bhikkhu-bhikkhu
Bagan adalah kota yang memiliki ribuan pagoda. Dari sana, senior dan pejabat tinggi Magway. Setelah
rombongan menuju kota Magway. Di tengah perjalanan menuju upacara berakhir, dilakukan makan siang
Magway, tepatnya di kiri kanan jalan kota Bagan, kami melihat bersama.
banyak pagoda yang terbuat dari batu bata yang merupakan Dari Magway, rombongan menuju Methila.
peninggalan sejarah ratusan tahun yang lalu. Tahun 2006 menjadi tahun berkesan bagi
Di perbatasan kota Magway, rombongan dijemput oleh mobil kami, khususnya di penghujung tahun 2006,
Sangha Raja dan langsung menuju vihara menemui Sangha karena perjalanan ibadah ke Myanmar
Raja Myanmar, Kummara Sayadaw. Selesai beramah membuat kami melihat betapa agama di sana
tamah, kami ke luar kota menuju sebuah vihara yang sudah menjadi pakaian yang memang harus
memiliki bekas dua buah tapak kaki dikenakan, bukan sekedar lipstik penghias
B u d d h a bibir semata. Bagaimana dengan kita? (shc)

SALAH SATU BAGIAN DARI KOMPLEKS

SHWEDAGON PAGODA

Photo: BEC

54 55
Sudut Publik
MUTIARA DHARMA
Sudianto Lie, Surabaya Ivan Taniputera, Surabaya
Gong Xi Fa Cai. Xin Nian Kuai Le. Happy Chinese New Year. May
Mengerti banyak hal menjadi pandai. Wan Se Ru I. Nian Nian You Yu. I this year brings happiness,
Mengerti banyak orang menjadi bijaksana. Wish You Luck. Happy and Success prosperity, health, and fulfilling
Mengerti diri sendiri menjadi cerah. in this new year. of our wish!
Master Sheng Yen Yulyani Arifin, Jakarta Suwarno Liang & Family,
Gong Xi Fa Cai. Wishing You a Batam
Orang yang menangisi perginya hari kemarin Happy, Healthy and Prosperous Gong Xi-Gong Xi Fa Cai, Xin
Chinese New Year. Nian Kuai Le. Semoga berkah
dengan tanpa berbuat apapun, ia akan kebahagiaan, kesehatan, dan
kehilangan hari esok. Ongko Digdojo, Surabaya kesejahteraan melimpah. Be
Siwu Selamat Hari Raya Imlek 2558. Happy.
Photo: Istimewa Gong Xi, Gong Xi, Gong Xi, Nin.
Semoga dengan berkat jasa-jasa Sinhonoto, Perawang
kebajikan yang kita pupuk bersama Today 3 persons ask me
akan membuahkan kebahagiaan about you. I gave them your
bagi semua makhluk. contact address. They will
look for you soon. Their name
Manusia punya simpanan karma are Happiness, Longivity and
Shirley, Jakarta
masa lalu, yang baik maupun Prosperity. Happy Chinese
Sewaktu Sang Buddha membuka
yang buruk. Kehidupan saat ini New year 2558.
jendela Nirwana dan bertanya,
amatlah singkat, berjodoh ketemu
“Apa harapanmu di tahun baru
wejangan Buddha segera gunakan Eddy Setiawan, Jakarta
ini?” lalu aku jawab, “Buddha,
kesempatan yang berharga ini, Selamat Tahun Baru Imlek
jaga dan cintailah orang yang
melatih diri, berpikir baik, berucap 2558. Bahagia dan Sukses
membaca sms ini selamanya.”
baik, berbuat baik, mennurnikan selalu.
Gong Xi Fa Cai 2558. Semoga
batin, merealiasasi Nirwana.
Buddha memberkati kita semua
Suhirman Jusuf & Family,
dan semoga semua makhluk
Anton, Ling, Tannia, Alvinna Mojokerto
berbahagia.
Om Ah Hung. Happy Chinese Lunar Gong Xi Fa Cai 2558. Wishing
New Year 2558. May all beings be you a happiness and prosperous
Daniel Dharmawan, Semarang
well and happy. new year.
Gong Xi Xin Nian. Selamat Tahun
Baru Imlek 2558. He Jia Ping An,
Johan Vanda & Family, Lembang Arya Tjahyadi & Family,
Sekeluarga Selamat… Wan Shi
Selamat Tahun Baru Imlek 2558. Surabaya
Triandhi Boedianto, Purwokerto Ru Yi, Semua urusan lancar… Da
Bahagia dan sukses selalu. Xin Nian Kuai Le! Happy Lunar
Namo Buddhaya, Ji Da Li… Hoki besar.
New Year! May all beings be
Kami sampaikan Selamat Tahun Baru Imlek 2558. Gong Xi Fa Cai.
Wismina, Pekanbaru well and happy.
Wan Shi Ru Yi. Semoga Sinar Dharma selalu menyertai perjalanan Muhadi, Blitar
Wish you and your family a happy
hidup kita. Selamat Tahun Baru Imlek 2558
Chinese New Year. Gong Xi Fa Cai. Aryadewi, Surabaya
bagi saudaraku semua. Semoga
May this pig year bring us more Selamat Hari Raya Asadha
Membangun sebuah vihara itu gampang, yang sulit adalah melestarikan tali persaudaraan kita tambah
prosperity, good health and more kepada semua umat
dan merawat keberadaan vihara tersebut. Teramat sulit lagi membangun erat.
success to achieve. Buddha. Semoga kita dapat
vihara di batin kita masing-masing.
mempertahankan kelestarian
Ong Cin & Sien Sien
Jan Fu, Yogyakarta Buddha Dhamma selamanya.
Saudara seDharma, marilah kita selalu membangun energi-energi Wishing you and your loved ones
Gong Xi Fa Cai-Wan Xi Ru Yi. BEC Sadhu… Sadhu… Sadhu…
positif pada diri masing-masing sehingga selalu terlindungi oleh hal abundance of Health, Happiness,
tambah maju jaya.
yang positif pula, sesuai dengan hukum sebab akibat dalam kehidupan Wealth, Love and Prosperity in the
kita. year of the pig. Gong Xi Fa cai.

56 57
Kagyud Choe-Ling, Malang Sudhammayano, Bandung
Pencerahan tidak dicari di gunung, gua, hutan atau Dengan topeng agama, namun tanpa cinta dan
di lautan, tetapi pencerahan ada di dalam batin kita digerakkan emosi kesesatan, manusia menatap
sendiri. sesamanya bak cacing yang pantas diinjak,
dicincang, dan dibinasakan. Padahal agama
Terbang di udara, berjalan di atas air, menyembuhkan seharusnya menghadirkan cinta, menebar welas
orang sakit, berubah menjadi banyak, itu semua asih, membahagiakan semua makhluk. Inilah esensi
BIASA. Orang yang dapat mengalahkan hawa nafsu Dhamma.
dalam dirinya, itu baru LUAR BIASA.
Seni, Langsa Aceh Timur
Untuk apa kita melihat masa depan kalau tidak ada Seseorang yang lengah sebelumnya dan kemudian
niat untuk mengubahnya, dan untuk apa kita melihat menjadi waspada, dia akan menerangi hidupnya
masa lalu kalau tidak mau belajar darinya. bagaikan rembulan yang telah terbebas dari awan
gelap.
Banyak orang bilang dirinya vegetarian tapi tidak
pernah melakukan vegetarian pada pikiran, ucapan Boyce, Medan
dan perbuatannya. Inti dari vegetarian adalah berlatih Di sini dan di sana aku akan menghabiskan waktuku,
pikiran, ucapan dan perbuatan untuk menghargai selama musim hujan, musim dingin dan musim semi.
dan tidak menyakiti makhluk lain. Bukan sekedar Demikianlah orang bodoh membuat rencana tanpa
tidak makan daging. menyadari kematian sedang mengancam dirinya.

Kebanyakan orang mati meninggalkan harta dan Rahula Dhammaraja


keluarga. Ada juga yang tidak meninggalkan apa- Berbuat baik dengan tujuan menjadi orang baik
apa. Orang bijak mati meninggalkan nama baik. adalah yang paling baik, tetapi berbuat baik supaya
Kenangan atas perbuatan bajiknya. kelihatannya baik adalah bukan yang paling baik.

1 tahun lebih tua harus 1 tahun lebih bijaksana. Mari Poppy, Surabaya
kita isi tahun 2007 ini dengan lebih bijaksana, dan Bukan karena sulit maka kita menjadi tidak berani,
belas kasih bagi semua makhluk. melainkan karena tidak beranilah maka sesuatu
menjadi sulit. Hal yang sulit belum tentu merupakan
Melafal mantra bukanlah untuk menolak bala atau hal yang tersulit.
mendapatkan kesaktian, tetapi bersatu dengan sifat
keBuddhaan yang dikandung dalam mantra tersebut. Kurniawan, Padang
Itulah makna sesungguhnya dari melafal mantra. Baik menurut kita, belum tentu baik menurut orang
lain. Janganlah memaksakan kehendak kita terhadap
Jika seseorang memandang rendah dan menjelek- orang lain.
jelekkan keyakinan orang lain maka sesungguhnya
ia telah menjelekkan keyakinannya sendiri dengan Jenny Tsai, Medan
cara yang lebih buruk. Semoga aku tak berdoa untuk dijauhkan dari mara
bahaya, tapi berdoa agar tak takut menghadapinya.
Yulie, Surabaya Semoga aku tak berdoa untuk diredakan dari rasa
Dalam hidup banyak rintangan yang harus dihadapi, sakit, tapi menempa hati untuk menaklukkan rasa
semua itu adalah seni-seni kehidupan karena sakit itu.
tanpanya hidup akan menjadi hampa dan tidak ada Semoga aku tak rindu diselamatkan dari rasa
bahan pembelajaran bagi kita. takut, tapi bisa mengandalkan kesabaran untuk
Buddha with us. memenangkan kebebasanku.

Cundi Lau, Medan Kerukunan Mahasiswa Buddha Banjarmasin


Tanamlah perbuatan maka akan menuai kebiasaan. (KMBB Kalsel)
Tanamlah kebiasaan maka akan menuai karakter. Kelembutan dan kasih sayang yang tulus dapat
Tanamlah karakter maka akan menuai takdir. merubah penderitaan menjadi keberuntungan.

58 59
Jejak Agung 13 tahun sebagai “Manusia Goa”, menjinakkan harimau dengan monyet dan harimau gunung.
buas, monyet mempersembahkan buah bagi beliau, dhyana Suatu kali penduduk desa menemukan Kuang
(meditasi khusuk) selama beberapa bulan sehingga hampir Lao sudah berbulan-bulan tidak makan ataupun
“Tidak datang juga tidak pergi, tidak ada masalah.” saja dianggap meninggal, tahu akan datangnya angin beraktivitas. Mereka menemukannya duduk
taifun, membebaskan makhluk alam preta dari penderitaan bermeditasi, tidak bergerak dan tanpa nafas.

Master Kuang Chin (1892-1986)


(Chao Du), dikenal sebagai “Bhiksu Buah” (hanya makan Master Hong Yi yang sedang membabarkan
buah selama usia 55-84 tahun), tidak tidur berbaring serta Dharma di sekitar wilayah itu beserta Master
sebelumnya mengetahui hari wafat beliau. Zhuan Chen, pimpinan Vihara Cheng Tian,
Jejak agung ini dipersembahkan oleh: Tjahyono Wijaya Kuang Lao lahir tahun 1892 (Imlek tanggal 26 bulan segera naik gunung. Ternyata Kuang Lao dalam
10) di Hui An, Fujian. Usia 4 tahun dijual pada keluarga keadaan samadhi (Ru Ding). Dengan tiga kali
marga Li demi menutup biaya pernikahan kakaknya. Si ketukan jari, Master Hong Yi memanggil Kuang
kecil Kuang Lao bertubuh lemah dan sakit-sakitan, namun Lao agar keluar dari kondisi samadhi.
memiliki akar kebijaksanaan, sejak usia 7 tahun mengikuti 1945, Kuang Lao kembali menetap di Vihara
sang ibu memeluk Buddhisme dan vegetarian. Tahun 1900, Cheng Tian. 1947, tiba di Taiwan. Akhir tahun
ibu angkat meninggal. Dua tahun kemudian, ayah angkat yang sama sering menetap di Vihara Fa Hua di
juga meninggal. Sanak famili menganjurkannya ke Nanyang Taipei. Beliau melakukan Chao Du bagi beberapa
untuk belajar mandiri. Di sana ia bekerja sebagai tukang makhluk alam preta (hantu) warga Jepang yang
sapu, penanak nasi dan pekerjaan kasar lainnya. Kuang berada di dalam vihara itu. 1948, mendirikan
Lao menyadari betapa tidak kekalnya kehidupan ini, oleh Vihara Kuang Ming. 1950, mendirikan Vihara
sebab itu ia kemudian menghibahkan sawah ladang yang Kuang Cao. 1952-1955, menetap di Ri Yue Tong
diwariskan orang tua angkatnya kepada para sanak famili (Goa Mentari Rembulan), seekor ular raksasa
dan menuju Vihara Cheng Tian, Quanzhou, Fujian untuk menerima Trisarana dari Kuang Lao. 1960-1965,
menjadi bhiksu. merampungkan pembangunan Vihara Cheng
Tahun 1911, menerima Trisarana dan menjadi bhiksu Tian (Chan). 1969, mendirikan Vihara Kuang
di bawah bimbingan Master Rui Fang, seorang praktisi Cheng Yan. 1982, mengutus murid pendamping
Dari Taipei, Chang (70) dengan pelatihan diri yang ketat. Kuang Lao berlatih diri dengan beliau, Master Chuan Wen, membangun Vihara
didampingi cucu perempuannya ketat, memakan makanan yang tidak dimakan oleh Miao Tung di Liu Kui, Kaohsiung.
menuju Vihara Miao Tung, Kaohsiung, manusia awam, tidak tidur berbaring dan tekun dalam 9 Feb (1 Imlek) 1986 dini hari, menyampaikan
Taiwan. Setiba di sana ternyata relik Nianfo. Tahun 1933 setelah menerima penahbisan penuh amanat terakhir di depan seluruh siswa dan
telah habis ‘diserbu’ para umat. Ia dari Master Miao Yi, Kuang Lao menetap di sebuah goa di penghuni Vihara Cheng Tian, berpesan agar pada
menangis di depan tungku pembakaran lereng Gunung Qingyuan, Quanzhou, Fujian. Beliau berlatih nantinya abu kremasi ditempatkan terpisah di
kremasi, lalu meraup abu kremasi dan meditasi Chan dan Nianfo. Setelah bekal beras habis, maka tiga tempat, yakni Vihara Cheng Tian, Kuang Yan
membungkusnya dengan sapu tangan. ubi dan buah-buahan hutan menjadi alternatif pengganjal dan Miao Tung. Pagi hari itu juga beliau menuju
Selama perjalanan kembali ke Taipei, perut. Selama kurun waktu inilah terjalin tali persahabatan Vihara Miao Tung.
ia tak hentinya Nianfo (melafalkan
Amituofo). Sesampai di rumah,
terjadilah keajaiban, di dalam abu
kremasi itu ditemukan 30 butir relik
berukuran besar dan kecil. Ada pula
seorang umat yang bersujud di depan
tungku pembakaran kremasi selama
satu malam, saat fajar merekah ia
menemukan sebutir relik yang cukup
besar di dekat lututnya.
Dua hal di atas adalah sebagian
dari keajaiban yang terjadi seputar
relik Master Kuang Chin (baca: Kuang
Jin).
Master Kuang Chin, atau lebih akrab
disebut Kuang Lao, salah satu sesepuh
Buddhisme Tiongkok kontemporer
dengan kisah hidup yang sangat
patut dijadikan tauladan. Kuang Lao
hidup dalam kesederhanaan, praktisi
pelatihan diri yang keras dan disiplin,

Photo: Istimewa
60 61
Setiba di Vihara Miao Tung, Kuang Lao Nianfo siang Sutra bisa membuat kita bingung. Bila kebijaksanaan
dan malam. 13 Feb 1986 sekitar pukul 2 sore, tiba- terbuka maka Sutra yang kita baca terasa seakan sangat
tiba berucap: “Tidak datang juga tidak pergi, tidak kita kenali, bahkan dapat (membawa kita) mengalami
ada masalah.” Kuang Lao menganggukkan kepala pencerahan akan hal yang lain.” Dalam kesempatan
pada para siswa, lalu duduk bermeditasi dengan lain Kuang Lao menjelaskan: “Bila ada waktu gunakan
memejamkan mata. Beberapa waktu kemudian para untuk membaca Sutra. Sutra adalah untuk dimengerti,
siswa baru menyadari bahwa beliau telah ‘pergi’ tahu bagaimana mempraktikkannya, bukan sekedar
dalam iringan alunan suara Nianfo. diucapkan kembali. Ada orang yang membaca Sutra
Kuang Lao adalah tokoh Buddhis yang low profile, seperti layaknya masyarakat awam, tidak ada
hal ini terlihat dari metode pelatihan diri yang beliau tambatan perlindungan, akibatnya banyak membaca
lakukan. Pun meski dikenal dekat dengan pemerintah tambah bingung.” Kuang Lao sendiri menyarankan
Taipei, khususnya almarhum Presiden Chiang Ching kita banyak membaca Sutra Intan agar terbebas dari
Kuo (putra Chiang Kai Shek), namun Kuang Lao kemelekatan.
tidak pernah memanfaatkan hubungan ini demi Yang menjadi pertanyaan kita selanjutnya adalah:
kepentingan diri sendiri. Salah satu nasehat beliau Kuang Lao adalah praktisi Chan atau Sukhavati?
bagi Chiang adalah: “Segala kekuatan muncul dari Beliau adalah praktisi keduanya. Jelasnya, setelah
‘konsentrasi’, namun hanya dalam kondisi ‘tenang’ mengalami Nianfo Sanmei (Samadhi Nianfo) barulah
baru dapat ‘berkonsentrasi’. Seseorang yang dapat Kuang Lao melakukan praktik Chan. Tahun 1933 Kuang
menenangkan diri di lingkungan yang tenang, ini Lao mengikuti retret Foqi (Nianfo tujuh hari) di
tidak dapat dikatakan sebagai ‘konsentrasi’. Di waktu Gushan, Fuzhou. Saat tenggelam dalam alunan suara
dalam belitan masalah namun mampu menenangkan Nianfo, tiba-tiba tubuh dan pikiran terasa damai,
diri, inilah yang disebut konsentrasi.” serasa berada di tempat lain, yang terlihat adalah
Membaca riwayat hidup Kuang Lao membuat kita suara burung, harumnya bunga, tiupan angin, dan
teringat akan satu kemiripan dengan Master Hui Neng rumput yang bergoyang, yang kesemuanya sedang
(Sesepuh Chan Tiongkok ke-6). Persamaan kedua tokoh melafalkan Buddha, Dharma dan Sangha. Penglihatan
besar ini adalah: buta huruf, jarang mempelajari ini berlangsung terus menerus tanpa henti selama 3
ataupun membabarkan Sutra. Kuang Lao mengatakan, bulan. Kuang Lao, yang sering menganjurkan para
“Tidak perlu membaca Sutra, makin banyak membaca siswa untuk Nianfo, menuturkan pengalaman Nianfo
makin bingung. Dalam menghadapi setiap hal hanya Sanmei ini pada Doctor King dari USA, “Itu benar-
satu ucapan: Amituofo, baik dalam keadaan gembira benar nyaman. Hanya saja ini adalah pengalaman
ataupun sedang dibelit masalah. Jauhkan diri dari dalam pikiran saya, apa benar Nianfo Sanmei, ini
pertengkaran, juga satu ucapan Amituofo. Lakukan adalah referensi dari saya untuk Anda. Saya rasa ini
Nianfo dengan hati yang tenang. Nianfo hingga tertidur adalah Nianfo Sanmei, bagaimana anggapan Anda, itu
juga baik. Satu pelafalan (satu pikiran tidak muncul) adalah urusan Anda.”
dapat terbebas dari tiga alam (Nafsu, Rupa, Arupa); satu Seorang praktisi luhur telah meninggalkan kita
pelafalan (melafalkan namun tanpa pelafalan) akan secara jasmaniah, namun wejangan-wejangan praktis
tiba di Sukhavati. Berlatih diri adalah mata seakan- beliau tetap akan hadir dalam hati kita semua. Kini
akan tidak melihat, telinga tidak mendengar (tidak bagaimana kita harus bertingkah laku agar wejangan
melihat dan mendengar hal-hal yang memunculkan Guru Buddha dan para Sesepuh itu tidaklah menjadi
keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin, red), sia-sia? Mungkin kita bisa mengikuti petunjuk Kuang
Nianfo dengan tulus. Sekarang mata kalian semua Lao yang diberikan bagi para siswa non-perumah
terbuka lebar-lebar dan perhatikan dengan seksama. tangga: “Bangun tidur pertama-tama usaplah kepala,
Berlatih diri adalah makin tidak dikenal orang makin mengapa meninggalkan kehidupan rumah tangga?
baik.” Demi terbebas dari proses kelahiran dan kematian.
Tetapi hendaknya jangan salah paham akan Oleh sebab itu tingkatkanlah semangat menempuh
maksud ucapan Kuang Lao. Seorang bhiksu bertanya, Jalan Suci.”
“Pembabaran Buddha Dharma di zaman kini harus Setelah mengenal jejak agung Kuang Lao, sebagai
menggunakan metode apa sebagai jalan tengah?” seorang siswa perumah tangga yang baik, sudah
Kuang Lao, “Ai! Tadi baru saja diucapkan. Kalian sewajarnya bila setiap bangun tidur kita juga belajar
membabarkan Dharma dengan metode pendidikan mengusap dada dan bertanya pada diri sendiri:
dan penelitian, sedang saya dengan metode Nianfo. “Mengapa menjadi siswa Buddha?” Dan sebelum
Keduanya sama pentingnya.” membicarakan (keburukan) orang lain, rundingkan
Kuang Lao juga mengatakan, “Sutra itu di mana? lebih dulu dengan ini (menunjuk ke hati), seperti yang
Sutra berada dalam hati kita. Tetapi ini bisa kalau diajarkan Kuang Lao.
kebijaksanaan telah terbuka, bila tidak, membaca

62 63
Tokoh Buddhis Sejak usia muda, Busaha telah memperlihatkan kecerdasan menopang,” demikian amanat Bhante
dan ketertarikan yang mendalam pada filsafat. Pertanyaan- Sudhammo kepada pengurus vihãra.
pertanyaannya yang pelik seputar kehidupan membuat pusing Ketika STI memperingati ulang tahun
orang tuanya. yang ke-20 pada 23 Oktober 1996, Bhante
Kedua orang tuanya meninggal ketika masih duduk di bangku dianugerahi gelar Padhana Sasanadhaja -
STM. Tahun 1959, setelah lulus, Busaha memilih hidup berkelana orang pertama yang mengibarkan bendera
di Pulau Jawa. Selama lebih dari 4 tahun, ia hidup berpindah dari sasana (ajaran) - atas jasa dan pengabdian
satu hutan ke hutan lain berusaha menemukan makna kehidupan. beliau selama menjadi bhikkhu.
Dalam pencarian ini, baik pengalaman manis ataupun pahit telah Bhante Sudhammo adalah sosok manusia
mengasah dirinya. Semua dijalani tanpa sedikitpun mengeluh. pekerja keras dan tidak setengah-setengah.
Buah karma baik membawanya bertemu dengan Bhante Pun dalam melaksanakan pekerjaan, Bhante
Girirakkhito Mahathera (alm). Pertemuan ini meninggalkan acap kali tidak memperhatikan kondisi
kesan yang sangat mendalam di hatinya. 10 November 1972, kesehatan. Walaupun dalam keadaan
ia ditahbiskan menjadi samanera oleh Bhante Giri. Tahun 1974 tidak sehat, sering Bhante tetap berusaha
diupasampada menjadi bhikkhu oleh Somdet Phra Nyanasamvara berkonsentrasi pada pekerjaan. Hingga
di Wat Bovonarives Vihara, Bangkok, Thailand. Sejak itulah kita akhirnya pada 14 Desember 1998, Bhante
mengenal nama Bhikkhu Sudhammo. mengalami serangan stroke untuk pertama
Bhante Sudhammo adalah salah satu dari lima tokoh yang kalinya dan harus menjalani perawatan di
berperan dalam sebuah peristiwa penting dan bersejarah bagi rumah sakit. Setelah keluar dari rumah
Buddha Dharma di Indonesia. 23 Oktober 1976, bersama-sama sakit, beliau sempat beristirahat beberapa
dengan Y.M. Khemasarano Mahathera (alm), Y.M. Bhikkhu Aggabalo bulan di Vipassana Graha, Lembang. Sekitar
(sudah lepas jubah dan sekarang dikenal sebagai Cornelis Wowor, akhir tahun 1999, Bhante kembali ke Lasem
M.A.), Y.M. Bhikkhu Khemiyo (sudah lepas jubah), dan Y.M. Bhikkhu dan kemudian menyusun sejumlah rencana
Ñanavuttho (alm) mendirikan Sangha Theravãda Indonesia (STI). untuk pengembangan vihãra yang sudah 14
Photo: Istimewa Pendirian Pesamuan Bhikkhu Theravãda ini bertempat di Vihãra tahun beliau tempati.
Maha Dhammaloka (sekarang Vihãra Tanah Putih), Semarang. 12 Februari 2000, Bhante kembali

Padhana Sasanadhaja
Kemudian Bhante Sudhammo mencari tanah di daerah dilarikan ke rumah sakit karena serangan
pegunungan untuk mendirikan sebuah vihara. Pilihan jatuh pada stroke. Dilakukan beberapa kali operasi,
Desa Sendangcoyo, Lasem. Karena desa ini terletak di daerah khususnya pada bagian kepala. Beberapa
pegunungan yang tandus dan cukup terjal, tenaga dan dana yang kali Bhante sempat tidak sadarkan diri.

Mengenang Y.M. Sudhammo Mahathera


diperlukan untuk pendiriannya menjadi ekstra besar. Meskipun Meskipun pada hari-hari terakhir kondisi
demikian, beliau tidak putus asa. Beberapa pekerjaan dikerjakan sempat membaik, namun semua yang
sendiri, seperti mengangkut pasir, memikul kayu, hingga berkondisi adalah tidak kekal. 28 Februari
Oleh: Abin Nagasena mengaspal jalan setapak. Setelah bertahun-tahun melewati 2000 pukul 23.09 WIB, Bhante Sudhammo
masa-masa yang sulit, akhirnya terwujudlah impian itu. Tahun tutup usia pada usia 62 tahun.
1985, Vihãra Ratanavana Arãmã akhirnya berdiri dengan ditandai
Harumnya bunga tak dapat melawan arah angin. selesainya bangunan Dhammasala. Selain itu, tanah pebukitan [Dirangkum dari berbagai sumber.]
Begitu pula harumnya kayu cendana, bunga tagara dan melati. yang pada awalnya tandus karena kurangnya
sumber air, akhirnya perlahan-lahan menjadi
Tetapi harumnya kebajikan dapat melawan arah angin;
subur. Semua itu berkat kegigihan Bhante
harumnya nama orang bajik dapat menyebar ke segenap penjuru. yang kerap kali berjalan ke gunung-gunung
Harumnya kebajikan adalah jauh melebihi harumnya kayu cendana, bunga tagara, sekitar vihara hanya untuk mencari sumber
teratai maupun melati. air.
Agar biaya perawatan dan pemeliharaan
vihãra tidak bergantung pada dana yang
Tulisan ini disajikan sebagai perwujudan rasa hormat dan kekaguman, serta sebagai
diberikan oleh umat, Bhante berusaha
persembahan dalam mengenang 7 tahun kepergian Bhante Sudhammo Mahathera. menciptakan sejumlah pos penggalian dana,
antara lain dengan penjualan madu hutan dan
tanaman-tanaman palawija yang diusahakan
Bhante Sudhammo Mahathera, selama hidup Malik dan Saliha. Beliau lahir dengan nama Busaha oleh pengurus vihãra. Selain untuk dana
lebih dikenal sebagai Kepala Vihara Ratanavana Burhanudin. Meski sebagai anak tunggal yang cukup vihãra, hasil penjualan itu juga dimanfaatkan
Arama, Sendangcoyo, Lasem Jawa Tengah. dimanja, namun Busaha tetap mendapat pendidikan untuk biaya anak asuh yang berjumlah
Tidak banyak umat Buddha yang tahu bahwa moral dari orang tuanya. Pesan orang tua yang lebih dari 100 orang. “Tidak selamanya
beliau yang lahir pada 21 April 1938 ini adalah senantiasa diingatnya adalah: "Jangan sampai minta bisa mengandalkan dana dari umat. Bila
putra asli Madura anak tunggal dari pasangan pada orang lain, tetapi berilah pada orang lain". suatu perubahan terjadi, kemandirian bisa

64 65
Profil Buddhis
Dalam Buddhisme Tiongkok, Bodhisattva Samantabhadra (luas, universal, menyebar ke sepuluh penjuru
disebut sebagai Puxian (baca: Bu-sien), yang mengandung semesta), dimensi waktu (menembus tiga
makna “Kemuliaan Universal” atau juga “Kebajikan masa - lampau, kini dan akan datang), serta
Universal”. Sutra Avatamsaka menyebutnya sebagai salah mengutamakan kebahagiaan semua makhluk.
satu dari Tiga Makhluk Suci Avatamsaka, yakni: Bodhisattva Samantabhadra menjelaskan bahwa sejauh
Manjusri (kiri), Buddha Sakyamuni (tengah) dan Bodhisattva alam semesta masih berlangsung, sejauh para
Samantabhadra (kanan). Secara simbolis, Bodhisattva makhluk hidup masih muncul, maka sepuluh
Samantabhadra digambarkan dalam wujud mengendarai ikrar dan perilaku ini tidak akan pernah berakhir.
gajah putih bergading enam (gajah putih melambangkan Dengan demikian maka sifat universal dari
keluasan dan kedalaman praktik, sedang enam gading praktik dan perilaku Samantabhadra sungguh
melambangkan 6 Kesempurnaan). mencengangkan, tak terbayangkan, dan di luar
Bodhisattva Samantabhadra telah mempraktikkan Jalan jangkauan makhluk awam.
Bodhisattva sejak kalpa lampau yang tak terhitung lamanya. Karena itu, Samantabhadra dikenal sebagai
Ketika Buddha Amitabha masih terlahir sebagai seorang raja Bodhisattva Manifestasi Keagungan Tekad,
Cakravartin, Bodhisattva Samantabhadra merupakan putra Praktik dan Perilaku. Keagungan perilaku yang
mahkota ke-8 yang bernama Amiga. Ketika itu, Pangeran Amiga dicanangkan dalam 10 Ikrar Agung melahirkan
membangkitkan ikrar anuttara-samyaksambodhi di hadapan suatu terminologi Dharma yang disebut Praktik
Buddha Ratna-garbha. Pangeran Amiga mengutarakan tekad Samantabhadra. Praktik Samantabhadra
untuk menguasai berbagai jenis samadhi guna membimbing kemudian menjadi suatu praktik yang mutlak
semua makhluk hidup di sepuluh penjuru semesta. Buddha bagi setiap orang yang menapaki Jalan
Ratna-garbha kemudian memberi nama Samantabhadra bagi Bodhisattva. Dalam berbagai Sutra Mahayana,
Pangeran Amiga dan menyatakan bahwa sang pangeran akan para Bodhisattva Agung disebutkan telah
menjadi Buddha di masa mendatang dengan nama Tathagata berdiam di dalam Praktik Samantabhadra.
Jnanavajravijrmbhitesvaraketu (Karuna Pundarika Sutra, Bab Samantabhadra merupakan salah satu siswa
4). Keagungan praktik Jalan Bodhisattva yang dicanangkan mulia yang selalu hadir dalam berbagai pesamuan
Samantabhadra tercermin dari Sepuluh Ikrar Agung (Sutra agung pembabaran Dharma oleh Buddha
Avatamsaka Bagian Samantabhadra Carya-pranidhana varga) Sakyamuni. Dalam Sutra Saddharmapundarika
sehingga menempatkannya dalam posisi yang sejajar dengan dinyatakan bahwa Samantabhadra menjadi
para Bodhisattva Agung seperti Manjusri, Avalokitesvara, pelindung bagi mereka yang mendalami
dan Ksitigarbha. Keagungan praktik dan perilaku ini jugalah Sutra ini. Sedang dalam Sutra Avatamsaka,
yang membuat Samantabhadra dijuluki sebagai Arya Bhadra Putra Sudhana - pemuda yang menapak Jalan
Carya Pranidhanam Raja (Yang Suci Raja Ikrar dan Praktik Bodhisattva dan berguru kepada 53 Bodhisattva
Kebajikan Agung). Agung – saat menghadap Bodhisattva ke-
53 yakni Samantabhadra, ia diajarkan
10 Ikrar Agung Samantabhadra adalah sebagai berikut: untuk menempuh Praktik Samantabhadra.
1. Menghormati para Buddha Melaksanakan praktik Samantabhadra sama
2. Memuji Tathagata dengan telah mengaplikasikan seluruh
3. Memberi persembahan yang luas rangkaian praktik Dharma. Oleh karena itu,
4. Menyesal dan bertobat atas perbuatan yang buruk Praktik Samantabhadra adalah metode yang
5. Bersuka cita atas pahala kebajikan secara umum telah dilaksanakan oleh para
6. Memohon pemutaran roda Dharma Bodhisattva tingkat tinggi. Meski makhluk
7. Memohon Buddha menetap di dunia biasa sulit untuk menjalankan praktik ini
8. Selalu menyertai dan belajar dari Buddha dengan sempurna, namun membangkitkan
9. Selalu selaras dengan semua makhluk hidup ikrar seperti ini adalah suatu tapak yang sangat
10. Melimpahkan semua pahala kebajikan secara dianjurkan karena merupakan bagian dari Jalan
universal. Bodhisattva. Untuk itu, bagi praktisi yang ingin
menapak Jalan Bodhisattva dan menjalin ikatan
Bodhisattva Samantabhadra Keistimewaan dari Sepuluh Ikrar Samantabhadra ini
terletak pada kemuliaannya yang meliputi dimensi ruang
jodoh karma dengan Samantabhadra, Buddha
Sakyamuni dalam Sutra Guan Puxian Pusa
Oleh : Ching Ik

Photo: Istimewa
66 67
Xingfa Jing (Sutra Mengamati Bodhisattva Saat itu hiduplah seorang praktisi penyepian bernama Puwen.
Tutur Menular
Samantabhadra Mempraktikkan Dharma) Ketika mencari obat-obatan di gunung Emei, beliau melihat
telah memaparkan lebih jauh tentang seekor rusa dan kemudian berusaha mengejarnya. Saat rusa
metode Praktik Samantabhadra, penyesalan tersebut lari hingga ke atas puncak gunung yang tidak memiliki
dan pertobatan akan kekotoran enam
landasan indera, dan pahala kebajikan akan
penyesalan dan pertobatan.
jalan keluar, sang rusa tiba-tiba menghilang dan muncul berkas
cahaya yang aneh. Melihat kejadian ini, Puwen merasa heran.
Beliau lalu bertanya pada Baozhang, seorang bhiksu asal
Posisi Roda
Kemudian keagungan lain dari praktik India yang kebetulan sedang berkunjung ke Tiongkok. Bhiksu Sebuah sepeda sedang melaju. Roda
Samantabhadra juga terlihat dalam Sutra Da Baozhang lalu menjelaskan bahwa apa yang dilihat Puwen itu depan memandang sekilas roda belakang lalu
Fang Guang Puxian Suoshuo Jing (Sutra Besar merupakan makhluk jelmaan Bodhisattva Samantabhadra. menertawakannya, “Ha, ha, kita berdua sama
Lurus Luas yang Dibabarkan Samantabhadra). Menurut Bhiksu Baozhang, Samantabhadra berdiam di gunung adalah roda, tetapi aku selalu berada di depanmu.
Pada suatu ketika, para Bodhisattva tersebut untuk mengajarkan Dharma. Selain itu, pemandangan
Kamu selamanya mengikut di belakang pantatku.
berkumpul dalam satu pesamuan Buddha yang unik di gunung Emei terletak pada kemunculan cahaya
Tidakkah kamu merasa malu?”
Sakyamuni, tiba-tiba muncul beratus ribu aneh di malam hari. Ciri-ciri inilah yang menjadi pedoman atas
koti Bodhisattva Agung lain yang jumlahnya keyakinan bahwa gunung ini sesuai dengan gambaran catatan Roda belakang tidak menyahutinya, ia tetap
tak terbatas, yang mana mereka telah Sutra. berputar dengan tanpa mengeluh.
merealisasikan Praktik Samantabhadra. Bagi pemeluk agama Buddha di Tiongkok, Gunung Emei Tak lama setelah itu sepeda itu direparasi oleh
Pada saat itu, Samantabhadra meminta disebut juga sebagai Guangming Shan (Gunung Cahaya si pemilik yang kemudian juga melukir posisi ke
Bodhisattva yang hadir untuk menyelidiki Gemilang). Menurut Sutra Avatamsaka bagian Kediaman Para dua roda.
dari mana para Bodhisattva yang baru Bodhisattva disebutkan, “Di wilayah barat daya terdapat Sepeda kembali melaju. Yang sebelumnya
muncul itu berasal, namun tidak ada satupun wilayah yang bernama Gunung Cahaya Gemilang. Semenjak lama adalah roda belakang memandang sekilas pada Photo: Istimewa
Bodhisattva yang sanggup walaupun telah gunung ini menjadi tempat kediaman para Bodhisattva, dan

Rasa Yang
roda belakang yang sekarang ini lalu berkata
menggunakan beratus ribu koti jenis samadhi. sekarang ini Bodhisattva Samantabhadra bersama sekelompok
dengan suara yang datar, “Saudaraku, kamu
Akhirnya Bodhisattva Samantabhadra dengan Bodhisattva lain sejumlah 3.000 orang menetap di gunung ini
sekarang pasti mengerti, sebelum ini bukan
kekuatan batin berhasil mengetahui dan untuk membabarkan Dharma.” Apakah benar Gunung Cahaya
memperlihatkan tempat para Bodhisattva
Agung itu berasal, serta menjelaskan bahwa
kemampuan mengagumkan ini merupakan
Gemillang yang digambarkan dalam Sutra menunjuk pada
gunung Emei? Yang jelas Gunung Emei telah menjadi gunung
yang memiliki jodoh karma yang tak terpisahkan dengan nama
kamu hebat, juga bukan kamu lebih unggul
dariku, namun tak lebih hanya karena posisi kita
berbeda.”
Dialami Katak
hasil dari Praktik Samantabhadra. Bodhisattva Samantabhadra. Semenjak dikenal sebagai pusat
Pusat pembabaran Dharma Samantabhadra pembabaran Dharma Bodhisattva Samantabhadra, berdirilah Seorang bocah kecil menangkap seekor katak.
konon diyakini terletak di Gunung Emei, puluhan vihara di seantero Gunung Emei yang merupakan salah Ia memotong ke dua kaki katak itu lalu mengamati
Propinsi Sichuan, bagian barat daya Tiongkok. satu Empat Gunung Buddha di Tiongkok. katak yang merangkak dalam kesakitan itu. Ia
Selain berpedoman pada catatan dalam Pada prinsipnya, semua Bodhisattva menapak jalan yang melakukan hal ini tak lebih hanya demi keisengan
Sutra, keyakinan ini juga tidak terlepas setara serta melalui berbagai upaya kausalya (metode praktis
dan kesenangan hati. Melihat hal ini ibunya
dari kisah nyata mengenai penampakan - bijaksana), salah satunya dalam bentuk wujud jelmaan
Samantabhadra di gunung tersebut. Kisah untuk membimbing makhluk hidup agar berkenan memasuki memanggilnya dan bertanya, “Mengapa kamu
pertama muncul pada masa dinasti Jin. pemahaman Dharma. Demikian juga dengan Samantabhadra potong kaki katak itu?”
yang menekankan upaya kausalya segi praktik dan perilaku “Bukankah ini sangat menyenangkan?”
dalam menempuh Jalan “Jika ada orang yang memotong ke dua kaki
Bodhisattva untuk membahagiakan Ibu, apa kamu merasa senang?”
semua makhluk. Tidak hanya Anak itu tertegun lalu menitikkan air mata.
berada di Gunung Emei saja, Ibunya mengambil sapu tangan mengeringkan air
Samantabhadra sesungguhnya mata anak itu. “Kamu sekarang bisa merasakan
menjelma dalam wujud yang tak rasa sakit yang dialami katak itu.” Air mata bocah
Photo: Istimewa
terhitung di seluruh alam semesta
itu semakin deras.
ini sebagai manifestasi pelaksanaan
Roda belakang yang sekarang ini diam tak
Praktik Samantabhadra. Lebih
jelasnya, saat praktik Dharma mampu mengatakan sepatah kata pun. Konfusius mengatakan, “Apa yang tidak kita
muncul dalam pikiran, ucapan dan sukai jangan berikan pada orang lain.” Sedang
tindakan jasmani setiap makhluk Masihkah kita menyombongkan diri dan Buddha mengajarkan, ulurkan tangan welas asih
hidup, maka di situlah tempat merendahkan orang lain? (SD) untuk melenyapkan penderitaan semua makhluk
persemayaman yang sebenarnya dan tebarkan cinta kasih demi kebahagiaan
dari Bodhisattva Samantabhadra. (Diambil dari majalah berbahasa Mandarin, semua makhluk. Jangan semena-mena menyakiti
penulis tidak dikenal) makhluk lain (SD).

68 69
Pengalaman Dharma • 21 Nov subuh, perjalanan 30-an jam ke NY. of my life]....." Guo Gu tercenung kelu. Saya
Kota NY awal musim dingin, salju belum lihat Rebecca menghapus air mata.
turun, tapi suasana rasanya "kelabu" karena
Sekilas Balik Catatan Pena hari lebih cepat gelap. Hiasan-hiasan Natal • 25 Nov, saya masih ngantuk sekali, lemes, saya
… saya persembahkan tubuh ini untuk Dharma hingga akhir hayat saya … (Master Sheng Yen) sudah mulai muncul. paksakan jogging sebentar sehabis jam kerja
siang.
• Setiba di NY Chan Center, saya turun ke dapur
Oleh: Agus Santoso, Jogja di basement, waktunya supper time. Ada • 26 Nov, sessi duduk pagi, tubuh rasanya segar
sekitar 8 orang, termasuk Abbot, bhiksuni dan bertenaga. Awareness dan huatou saya:
senior Guo Ming Fashi. "Apa wajah asli saya [sebelum lahir]?" berjalan
Tiba-tiba suasana jadi agak sibuk karena harmonis kuat dan jelas. Duduk 2 jam tak
Shifu, yang biasa istirahat di Lt 3 turun ke bergeming nonstop, tanpa ikut morning yoga,
dapur. Shifu muncul dengan sedikit tertatih. melewati awal jam breakfast: “I am a master
Shifu nampak menua dengan cepat dalam of myself !!!” Setelah berapa puluh menit
2 tahun terakhir. Grafik hidup kita tidak semua orang pergi, tapi saya tak buru-buru.
berupa garis linear, ketika mulai menurun Saya bangkit, Chan hall sudah lengang. I
justru meluncur dengan cepat. Semula beliau have a very strong self-confidence. Kalo bisa
tidak memperhatikan kehadiran saya, kami begini terus nampaknya bakalan ‘kaiwu’ nih,
semua duduk di meja makan. Beberapa di retret ini juga, hehehee... :))
saat kemudian baru beliau melihat saya dan
sedikit surprise, lalu menudingkan tangan, • Sehabis breakfast, sessi teaching pagi.
”Ehh???” Lantas manggut-manggut senang. Sembari mengutip Tahui, Shifu mengatakan,
Selang beberapa waktu beliau bergumam “Kalian adalah praktisi-praktisi kawakan
pada Chang Ji Fashi, ”Agus ini beruntung, [seasoned practitioners], yang diterima di
lolos dari gempa.” retret ini hanya para praktisi senior, sekarang
Saya namaskara dan menyerahkan buku edisi ganti semua huatou kalian yang tadinya:
bahasa Indonesia: “ZEN WISDOM”, “XUYUN” ‘Siapa saya?, Siapa yang menyeret jasad
dan buku karya Shifu yang dikerjakan rekan- ini ke sana-sini?, Apa wajah asli saya?’ dan
rekan lain (Svarnadwipa: “Dharma Drum”, sebagainya, ganti dengan ‘Wu’ [Apakah Wu

Huatou Retreat New York Winter 2006


rekan-rekan Bandung: “Jangan Ada itu?]" ... Waduuh, mati saya! Semua jadi
Penderitaan”). Shifu nampak bahagia, kami berantakan. Energi [chi] saya jungkir balik.
semua juga bahagia. Pupus harapan. Menggapai ke kanan-kiri tanpa
tahu harus berbuat apa. Ditambah konsentrasi
SELAMA RETRET terganggu oleh tetangga duduk sebelah kanan
Dharma Drum Retreat Center (DDRC) letaknya sekitar yang banyak bergerak, berisik, menghela
2 jam perjalanan (150-an km) dari NY City. napas dan melenguh. :(
Photo: Istimewa Shifu memimpin retreat dengan on-off: sore ngajar dan
nginap di DDRC, besoknya ngajar pagi + sore, langsung • Baru duduk 30-an menit aja jadi siksaan
SEBELUM RETRET turun ke NY masuk hospital, kemudian esok siangnya luar biasa. Saya protes ke Guo Jun Fashi
• Awal Oktober 2006, Wei Tan - translator Shifu Master Sheng Yen di pergi lagi ke DDRC menempuh 2 hours drive, untuk di sessi interview. Huatou yang lama bisa
New York (NY), kirim sms: “Shifu akan membimbing retreat lagi ngisi sessi malam. menyentak awareness saya dengan rutin
di NY November 2006 setelah absen 1,5 tahun karena sakit”. Saya Kondisi ini sungguh menyentuh hati para partisipan dan membangkitkan 'doubt sensation'; tapi
segera melakukan aplikasi via internet. ---- para sahabat lama yang kumpul dari seluruh dengan "Wu" satu ini, waduh, celaka. Guo
• 23 Okt 2006, Shifu Sheng Yen mendarat di Airport JFK, NY. penjuru dunia: Amerika, Canada, Eropa Timur, Taiwan, Jun dengan kalem menjawab, "Shifu ingin
Tiongkok dan India. kamu melangkah ke higher level of practice,
• 25 Okt, Wei Tan mengabarkan Shifu tampaknya akhir pekan harus • 24 Nov, Shifu memberi teaching membahas menggunakan ‘Wu’ sebagai pedang pusaka
balik ke Taiwan, rencana memimpin retret batal, kondisi kesehatan Tahui Tsungkao's discourse. Saya nguantuuk, vajra untuk memotong semua demon [Mara] +
beliau nge-drop drastis. Sedih rasanya, tapi setelah pikir-pikir, saya capek luar biasa. Buddhas! .... haiyaaa .... iyalaah...:(
sms balik bilang: “I’ll go anyhow.” Setidaknya saya bisa kontribusi • Guo Gu, si translator bertanya ke Shifu Sheng
ikut memeriahkan dan memberi semangat sobat-sobat lama sesama • 27 Nov petang, Shifu menambahkan: dalam
Yen yang barusan keluar dari hospital , "Apa berpraktik huatou kalian harus memelihara
praktisi (termasuk Guo Jun Fashi) di retret yang tanpa Shifu. Shifu tidak lelah?" Shifu menjawab, "Kalo hati yg kosong dan lapang. Letakkan investigasi
saya jawab tidak, namanya saya menipu, -- "Wu" dalam konteks hatimu yang ‘kosong + luas
• 28 Okt, Wei Tan sms lagi, Shifu memutuskan tetap mempertahankan
-- tapi, saya memang persembahkan tubuh + tak terbatas’. Sedang kata "Wu" itu sendiri
rencana semula memimpin Huatou Retreat NY Winter 2006.
ini untuk Dharma hingga akhir hayat saya [I sebetulnya punya nuansa arti "empty/shunya
offer this body for the Dharma till the end [kekosongan]" . --- Aahh, gitu ya.

70 71
• Konsentrasi membaik, tapi tetap sulit request ... Shifu juga mengumumkan bahwa
Sehat itu Dharma
membangkitkan doubt-sensation. Guo Jun Fashi dan Chi Chern Fashi akan
memimpin join retreat di situ tahun depan,
• Retret berlangsung 'keras': sessi-sessi duduknya serta akan ada 49 hari Chan Retreat pada
lebih panjang dengan bentakan-bentakan yang musim semi 2007 di Taiwan. Di depan forum
menggelegar "Wu!!!", "What is Wuuu?!!!!!" --- dan Shifu, Guo Jun dan Guo Gu mengucapkan
-- disertai sesekali lecutan hsiangpan di sana ikrar mendedikasikan hidup mereka bagi
sini. Shifu yg nampak lemah, tapi begitu duduk pengembangan Buddha Dharma ---- Shifu
naik di kursi, beliau "malih rupa" menjadi mendorong kami untuk membuat ikrar mulia
segar dan bersemangat: mendorong, menarik, serupa.
menyindir, menggebah kita agar berpraktik
lebih keras, diselingi humor-humor kocak. SETELAH RETRET
Guo Gu menerjemahkannya dengan bahasa • Kami semua balik ke NY city, Shifu datang
Inggris yang jelas luar biasa. belakangan karena beliau dengan beberapa
staff menggarap suatu proyek video/foto di
• Shifu mengutip Tahui: Seorang praktisi, begitu DDRC sampai agak sore.
bangun tidur di pagi hari, musti selalu bertanya • Kumpul-kumpul di basement, Shifu
pada diri sendiri: "Manfaat apakah yang sudah memperkenalkan saya ke tamu-tamu luar
saya kerjakan untuk orang lain dan diri sendiri negeri dan anggota Sangha, sembari beberapa
selama ini?" --- selalu kembangkan pikiran kali memuji --- bikin saya mati kutu.

Susu - Jangan Diminum Sembarangan


reflektif seperti ini. Shifu bilang, “Ini Agus dari Indonesia, ikut saya
udah hampir 10 tahun, ya toh Gus?” Kadang
• Beberapa orang bisa membangkitkan 'doubt beliau memang suka ngerjain orang. :)).
sensation'. Saya mengalami beberapa sessi (Dikutip dari Buku “Never Eat Like This” dan artikel di internet)
dengan konsentrasi yang baik. Sleepy-demon • Saya pamit pulang ke Shifu esok pagi karena
itu ternyata selalu diawali dengan gambar 7 Des diminta Bhante Pannavaro mengisi Photo: Istimewa
(pengalaman video) ---- saya bisa menerjang Dhamma Talk di Vihara Dhamma Sundara,
rasa kantuk yang menggayut. Solo. [Shifu pernah jumpa Bhante Panna dan Pada umumnya orang meminum susu sapi pada pagi hari. Ini dalam temperatur tinggi.
Gus Dur di Bangkok tahun 2003]. Saya juga bukan cara minum yang benar. Susu seharusnya diminum pada Setelah minum susu jangan langsung minum
• Melihat rekan-rekan praktisi Barat sungguh sampaikan aktivitas Dharma saya di tanah malam hari, bukan pagi hari, juga tidak boleh diminum dalam sari buah atau minuman yang bersifat asam.
menyenangkan: mereka mampu duduk dengan air, antara lain tentang “Suwung”, Dharma kondisi perut kosong. Karena protein dalam susu akan bersenyawa
tenang berjam-jam --- ketika waktunya untuk Sponsorship, kegiatan sitting-grup, juga Ini karena susu sapi mengandung amminoacido tryptophan dengan minuman bersifat asam membentuk
kerja tiba, langsung kerja dengan dedikasi sesekali bantu latihan-latihan pendek seperti formula yang dapat menimbulkan rasa lelah dan morphine gumpalan yang dapat mengganggu
dan perhatian penuh. Tatapan mata hanya di tempat Ko Jimmy dan Bodhidharma. yang berfungsi sebagai penenang. Dengan demikian minum pencernaan dan menghambat pencerapan
terabsorsi pada apa yang dikerjakan, tiada susu di pagi hari akan memberi dampak negatif bagi aktivitas nutrisi dalam susu.
pernah melamun ataupun noleh kanan kiri. Tak • Shifu meminta Ashley mewawancarai saya belajar ataupun bekerja. Ada pula sebagian orang yang mengalami
pernah menunda-nunda waktu. Effisien, penuh sebagai bahan pembuatan DVD Shifu [Kisah Ada pula yang terbiasa minum dalam kondisi perut kosong, ini gejala diare dan perut kembung setelah minum
dedikasi. Pantaslah Shifu bela’in mereka habis- perjalanan Shifu di dunia Barat / masyarakat juga tidak benar. Dalam kondisi perut kosong, kontraksi usus susu. Apa penyebabnya? Ini terutama karena
habisan datang ke NY, menempuh perjalanan berbahasa Inggris/ non-Taiwan]. berlangsung dengan cepat, akibatnya nutrisi dalam kandungan kurangnya enzim laktase dalam tubuh mereka.
yang gawat, tidak sayang tubuh hanya sekedar susu terbuang ke usus besar sebelum sempat dicerna. Sebab Enzim laktase ini berfungsi menguraikan
untuk membimbing satu retret. • Saya yang sehat aja rasanya capek setengah itu, sebelum minum susu sebaiknya mengkonsumsi biskuit, laktosa (gula susu) menjadi glukosa dan
mati, namun Shifu masih memimpin dua roti atau semacamnya. Bisa juga minum susu sambil makan galaktosa. Laktosa yang tidak dapat dipecah
• Akhir retret, ketika sessi diskusi, saya satu kali rapat dengan beberapa tokoh penting makanan ringan. menjadi glukosa, tidak dapat diserap oleh
grup dengan Alec (Wales/England) dan Jorge dari Columbia University hingga menjelang Setelah minum susu hendaknya segera minum air karena tubuh. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya
(sahabat lama dari Croatia) ---- rata-rata malam. salah satu unsur fermentasi dalam susu dapat menyebabkan laktosa difermentasi (asam laktit) dan gas
mereka telah berlatih 20-an tahun lebih. Kami kerongkongan terasa kering. Air yang kita minum akan karbondioksida yang akan merangsang usus
semua sepakat bahwa teaching Shifu kali ini • 4 Des dini hari, surprise, Kepala Vihara, Guo berfungsi membersihkan susu yang menempel di selaput berkontraksi lebih cepat sehingga terbuanglah
sungguh spesial. Hampir semua dari kami Ming Fashi sudah bangun lebih dulu. Beliau kerongkongan. Selain itu, susu harus diminum dengan susu dalam bentuk diare serta gejala perut
datang berkumpul dengan anggapan bahwa menyiapkan sup dan roti untuk sangu saya ke seketika, jangan diteguk secara perlahan-lahan. kembung.
mungkin ini adalah kali terakhir bisa jumpa airport, waduh pekewuh sekali atas perhatian Menambahkan gula ke dalam susu lalu memasaknya, ini juga Bagi mereka yang kurang mampu mencernakan
Shifu. Keesokan hari di saat penutupan Shifu beliau. Saya pamit namaskara 3 x lalu bukan cara yang benar. Dalam kondisi temperatur tinggi, laktosa, dapat mengkonsumsi yoghurt, karena
janji akan datang lagi di NY Silent Illumination nyengklak taksi ke JFK siap menghadapi 30 asam amino dalam susu akan membentuk senyawa dengan bakteri dalam yoghurt mampu memproduksi
Retreat tahun depan ---- yeah, we made a jam perjalanan balik ke Singapura. gula. Senyawa ini bukan saja tidak mampu dicerna, bahkan enzim laktase yang dapat menguraikan
dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, susu laktosa sehingga mudah diserap tubuh dan
Bagi pembaca yang memerlukan info atau berminat mengenal lebih dalam mengenai metode Chan sebaiknya diminum dalam kondisi segar serta jangan dimasak tidak terbuang dalam bentuk diare.(TjW)
dapat menghubungi Saudara Agus Santoso, Penerbit ‘Suwung’, Jogja, 081-668-0445.

72 73
Kisah Zen

Menolong Kepiting Nasehat Sang Guru


Seorang siswa Chan sedang Seorang Master Chan tua mengajak muridnya
bermeditasi di tepi sungai. turun gunung untuk menerima dana persembahan
Tiba-tiba ia mendengar suara dari umat. Di tengah jalan mereka bertemu dengan
percikan air. Ia membuka mata seorang tua yang kelaparan. Master Chan menyuruh
muridnya untuk memberikan makanan kering dan
dan melihat seekor kepiting
uang pada orang itu. Sang murid tampak tidak
sungai sedang meronta-ronta
bersedia mengikuti petunjuk gurunya.
melawan seretan arus sungai.
Melihat itu, Master Chan berkata, “Kematian dan
Siswa itu mengulurkan tangan kebajikan hanya dibedakan oleh satu pikiran saja.
menarik kepiting itu keluar dari Uang dan makanan ini bagi kita adalah penunjang
seretan arus�meski untuk itu hidup untuk beberapa waktu, tetapi merupakan
ia harus merelakan tangannya penyelamat bagi orang kelaparan itu.”
tergigit sumpit kepiting. Siswa Sang murid tak memahami makna ucapan
itu kemudian meletakkan gurunya. Ia berkata, “Nasehat guru akan saya ingat
kepiting di tepi sungai dan di hati. Suatu saat bila murid berhasil membangun
melanjutkan meditasinya. vihara dan memperoleh banyak dana, pasti akan
Lalu tak lama ia mendengar menolong para fakir miskin.” Mendengar ucapan ini
Photo: Istimewa
suara yang sama. Ia membuka gurunya hanya menggelengkan kepala.
mata dan melihat kepiting itu Beberapa tahun kemudian ketika menjelang
terseret lagi dalam arus. Sekali “Menggigit adalah sifatnya, welas asih adalah sifatku. Sifatku wafat, Master Chan itu memberikan sebuah Sutra
lagi ia menolongnya dan sudah takkan mungkin berubah hanya karena pengaruh sifatnya. Jalan kepada sang murid tetapi sayang tidak sempat
tentu sekali lagi tangannya Bodhisattva tak mengenal kata menderita dalam menolong makhluk mengucapkan pesan terakhir.
tergigit sumpit kepiting. lain.” Setelah kepergian gurunya, murid itu dengan
Ia melanjutkan meditasi. Sekali lagi kepiting itu tercebur dalam sungai. giat memugar dan memperluas vihara. Ia bertekad
Sesaat kemudian ia Siswa itu melihat tangannya yang membengkak karena setelah selesai pemugaran ini akan segera mulai
mendengar lagi suara percikan beberapa kali gigitan kepiting, lalu melihat kepiting yang meronta- melakukan kegiatan kemanusiaan menolong fakir
ronta dalam seretan arus sungai. Tanpa ragu-ragu ia kembali miskin. Tetapi setelah pemugaran rampung, murid
air sungai. Kepiting itu kembali
itu berubah pikiran. “Vihara ini masih kurang besar,
tercebur dalam sungai dan mengulurkan tangan berusaha mengangkat kepiting itu. Kali ini
tunggu setelah menjadi lebih besar baru saya akan
terseret arus. Untuk ke sekian Guru Chan memberikan sebatang ranting kepadanya. Sang siswa
melakukan kegiatan kemanusiaan.”
kalinya ia mengangkatnya dan paham akan maksud Guru Chan itu, ia segera mengambil ranting
Demikianlah vihara itu tahun demi tahun menjadi
untuk ke sekian kalinya pula itu dan menggunakannya untuk mengangkat kepiting dari dalam
semakin besar dan megah. Tetapi karena kesibukan
tangannya tergigit. sungai. membesarkan vihara, murid yang kini menjadi
Guru Chan yang sedang Kali ini tangannya bebas dari gigitan kepiting. ketua vihara itu tidak melakukan kegiatan berarti
melintas melihat kejadian ini Guru Chan berkata sambil tertawa, “Welas asih adalah hal yang bagi para fakir miskin. Saat menjelang wafat, tiba-
dan bertanya, “Kau sungguh bajik dan benar, tetapi welas asih juga harus disertai metode yang tiba ia teringat akan Sutra pemberian gurunya.
bodoh, tidakkah kau tahu bahwa bijaksana.” Ketika membuka halaman pertama, terlihat
kepiting itu bisa menggigit tulisan sang guru mengenai inti nasehat yang
tanganmu?” Dalam membimbing makhluk hidup, Bodhisattva juga harus ternyata tidak dipahaminya dengan benar selama
“Tahu.” mempelajari pintu Dharma yang tak terhingga yang juga meliputi ini: “Menolong orang satu kali jauh lebih mulia
“Lalu kenapa kau masih ilmu-ilmu keduniawian. Menggunakan cara atau peralatan bukan daripada membaca Sutra sepuluh tahun.”
menolongnya?” berarti merendahkan makna welas asih.

74 75
Fiksi Buddhis Empat bayangan hitam mengendap-endap yang hidup di air yang semakin berkurang,” jawab Le
mendekati bangunan rumah yang luas itu. Tembok Shi sambil mengajak Wu Wo masuk ke dalam rumah.
tinggi bukan merupakan halangan berarti bagi “Kalau mendengar pembicaraan penduduk
empat bayangan yang tampaknya adalah tokoh tadi, Anda dikenal sebagai seorang hartawan yang
dunia persilatan.Dalam sekejab mereka telah masuk dermawan,” Wu Wo duduk di kursi tamu. “Adalah sulit
ke dalam halaman dan bersiap menuju ruang tidur untuk berbagi dengan orang lain.”
utama. Tampak mereka sangat menguasai lapangan, “Anak muda, saya tidak berani menerima
membuktikan market survey telah dilakukan dengan pujianmu.”
baik. Tapi mereka tak sadar, ada satu sosok berjubah “Paman Le Shi, ini bukan pujian, juga bukan
abu-abu menguntit di belakang mereka. Jubah abu- saya seorang diri yang mengucapkannya. Kebajikan
abu dan toya tampaknya sudah menjadi brand image Paman tidak saja tersohor ke seluruh kota, bahkan ke
Wu Wo (Tiada Aku). Ia telah menguntit ke empat orang seluruh negeri. Dalam perjalanan ke tempat ini saya
itu sejak siang hari setelah mendengar rencana jahat telah banyak mendengar cerita menakjubkan tentang
mereka ingin melakukan pencurian di rumah si tua Le kebajikan Paman. Selama ini yang saya tahu untuk

Aku Gembira Masuk Neraka


Shi (Gemar Berdana). menjadi kaya adalah sulit, tetapi bersedia membagi
Dalam waktu relatif singkat mereka berhasil kekayaan dengan orang lain, itu jauh lebih sulit. Saya
menguras harta Le Shi. Peti-peti berisi harta yang tidak mengerti bagaimana Paman bisa melakukan

Pernyataan Semangat
berat bukan halangan bagi empat bayangan yang semua ini?”
bertubuh kekar itu, halangan sesungguhnya adalah “Sebagai siswa Buddha, anak muda, perbuatan
pemuda bertoya yang berdiri di tengah halaman yang kita lakukan ditujukan demi kebahagiaan

Cinta Kasih Buddhisme itu. Tak ada waktu untuk berbasa-basi, empat golok
terayun serempak menyergap Wu Wo. Bukan hal yang
semua makhluk, namun ini bukan berarti kita harus
melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri.

Terhadap Semua Makhluk


sulit bagi toya Wu Wo untuk menaklukkan empat Sebagai misal, usaha dagang yang saya lakukan. Demi
golok, tapi melakukannya tanpa keributan, itu tidak manfaat makhluk lain bukan berarti harus jual rugi,
mungkin. Ini benar-benar pertarungan, bukan cerita melainkan usaha jual beli saya lakukan dengan landasan
komik silat. kejujuran. Harga produk dijual sesuai dengan nilai
Oleh: Fayen Tiga orang terkapar pingsan di halaman, seorang kepuasan yang diperoleh pembeli. Hubungan dengan
lagi berhasil melarikan diri melompati dinding tembok. pemasok dan pembeli bukan didasarkan pada siapa
Semua penghuni rumah terbangun dari mimpi indah. untung siapa rugi, namun bersama-sama membangun
Bunyi kentongan kayu terdengar berkejaran memecah kemitraan yang menguntungkan semua pihak. Ini
keheningan dini hari yang masih gelap gulita itu. adalah aspek bagaimana bermatapencaharian dengan
Rumah yang semula sudah cukup terang itu berubah cara yang benar,” demikian jelas Le Shi.
menjadi benderang. Suara riuh terdengar baik dari “Dan selama proses pengumpulan kekayaan itu
dalam maupun luar rumah. Sesaat terdengar gedoran sedang berlangsung, jangan lupa akan anjuran Buddha
pintu depan yang keras. Para pembantu tergopoh- untuk membaginya menjadi empat bagian, yakni dua
gopoh membukanya dan serombongan penduduk masuk bagian untuk pengembangan usaha, satu bagian untuk
dengan menyeret sesosok tubuh berjubah hitam. kebutuhan hidup, serta satu bagian untuk tabungan hari
“Pak tua Le Shi, kami tangkap maling ini,” tua. Harus kita ingat, daya gunakan segala sesuatunya
Harta materi itu ibaratnya air. Bila ia berupa demikian teriak salah seorang dari kerumunan itu.
Halaman itu menjadi lebih benderang karena hampir
sesuai fungsi masing-masing. Kita lahir dengan potensi
untuk membahagiakan semua makhluk, karena itu daya
segelas air, boleh meminumnya; bila berupa setiap orang masuk dengan membawa sebatang
obor. “Berani-beraninya menyatroni Pak tua Le Shi.
gunakan diri kita untuk berkarya memberi manfaat
bagi makhluk lain. Demikian pula daya gunakan harta
seember air, boleh menyimpannya di dalam Memangnya kalian punya berapa nyawa?” “Bawa ke
pos keamanan!” “Masih ada lagi tidak anteknya?”
kita sesuai dengan fungsinya, yakni untuk peningkatan
kesejahteraan masyarakat, sebab itu jangan lupakan
rumah; tetapi bila berupa sebuah kolam atau Teriakan demi teriakan terdengar saling bersahutan.
Uniknya, semua teriakan itu dengan sekejap
pula menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk
kebajikan berdana,” demikian lanjut Le Shi.
sungai, maka belajarlah untuk membaginya berhenti saat seorang lelaki tua keluar dari ruang
utama. Tak sulit menebaknya, ia adalah si empunya
“Paman, tentang pembagian empat bagian yang
juga meliputi berdana, bagaimana bisa dilakukan oleh
dengan orang lain. rumah, pak tua Le Shi. Terasa sekali wibawa pak tua
ini, dalam waktu singkat suasana kembali senyap.
orang yang pada dasarnya sudah cukup miskin?” Satu
pertanyaan yang baik dari Wu Wo.
“Anak muda, terima kasih atas pertolonganmu. “Harta materi itu ibaratnya air, demikian sebuah
Bagaimana menyebut namamu?” kata bijak berucap. Bila ia berupa segelas air, kau
“Amituofo, nama saya Wu Wo. Tak menyangka Anda boleh meminumnya; bila berupa seember air, kau
sangat dihormati dan disayangi penduduk kota ini.” boleh menyimpannya di dalam rumah; tetapi bila
“Ha, ha, mereka terlalu berlebihan. Saya tak lebih berupa sebuah kolam atau sungai, maka belajarlah
Photo: Istimewa
hanya seorang tua yang hari-harinya bagaikan ikan untuk membaginya dengan orang lain. Bila harta kita

76 77
hanya sebanyak segelas air, memang cukup sulit untuk Dewa: “Tak tahukah kau bahwa mereka yang gemar
Lintas Agama
membaginya dengan orang lain, apalagi dengan orang berdana akan masuk neraka?”
banyak. Namun harus diingat, empat pembagian Le Shi: “Itu tidak sesuai dengan logika, pun
yang diajarkan Buddha itu tidak hanya berlaku bagi bertentangan dengan Buddha Dharma.”
harta materi, tapi juga meliputi hal-hal non-materi. Dewa: “Kau tidak percaya padaKu? Ketahuilah
Sebagai misal, kejujuran yang kita sebutkan di depan, barang siapa yang tidak mempercayaiKu akan kukirim
ia juga merupakan bagian dari pengembangan usaha ke neraka yang panas.”
atau karir, tabungan serta dana. Pun berdana tenaga, Melihat Le Shi tidak percaya, sang Dewa
seperti yang telah kau lakukan, Wu Wo, murid andalan menghentakkan kaki menampakkan pemandangan
Bhiksu Wu Zhuo (Tiada Melekat), …” neraka. “Para penghuni neraka ini adalah mereka
“Paman tahu …?” Wu Wo memutus ucapan Le Shi. yang semasa hidupnya suka berdana dan tidak
“Siapa yang tidak mengenal dua nama besar dalam percaya padaKu. Kalau masih tak percaya, coba tanya
Buddhisme dan dunia rimba hijau ini.” Senyum kecil mereka.”
tersungging di sudut bibir Le Shi. “Mengulurkan tangan Le Shi bertanya: “Mengapa kau masuk neraka?”
bagi mereka yang membutuhkan, memberi wejangan Penghuni neraka menjawab: “Karena gemar berdana
bagi mereka yang haus akan Dharma, berpartisipasi dan tidak percaya pada Dewa.”
dalam kegiatan kemanusiaan ataupun pendirian “Lalu bagaimana dengan orang-orang yang
vihara, membantu tugas sehari-hari vihara ataupun menerima dana darimu?”
para bhiksunya, berdonor organ tubuh dan lain “Mereka semua masuk surga menikmati keabadian
sebagainya, ini semua juga tergolong dalam empat bersama Dewa.”
bagian itu.” “Haha, inilah tujuanku menjadi siswa Buddha.
“Ya, memang benar, ajaran Buddha adalah ajaran Asal orang-orang yang kutolong naik ke surga dan
mulia yang hidup dalam setiap relung kehidupan menikmati kebahagiaan, apalah artinya bila aku
kita,” Wu Wo sangat kagum dengan penjelasan yang masuk neraka. Siswa Buddha sejati tidak mengenal
demikian indahnya itu. penderitaan dalam upaya membahagiakan makhluk
“Buddha Dharma bukan seperti yang lain. Aku sangat gembira, sangat gembira!”
disalahmengerti oleh masyarakat awam, bukan hanya Dewa terpaku tak tahu harus berkata apa Photo: Himaone
sekedar membakar dupa dan meminta-minta. Buddha mendengar teriakan Le Shi. Dewa terharu melihat
mengajarkan kita mengenali hakekat hidup sejati. ketulusan Le Shi. Fenomena neraka lenyap dan

Agama dan HIV/AIDS


Hidup ini adalah fenomena semu yang dalam Sutra berganti menjadi suasana alam surgawi. “Le Shi,
Intan dikatakan bagai mimpi, ilusi, busa, bayangan, kau telah berhasil melalui ujian terberat. Ternyata
embun dan kilat. Demikian pula kesenangan dan kau tak goyah menghadapi ancaman neraka dan tak
kegembiraan yang dinikmati oleh lima indera, terpancing iming-iming kenikmatan surgawi. Benar
semua adalah semu,” Le Shi berhenti sejenak untuk seperti yang dikatakan Buddha, kebajikan akan
menghirup teh. “Tetapi dari semua yang semu ini ada mendatangkan kebahagiaan, sedang semangat ‘hanya
satu yang nyata, yakni kebahagiaan yang diperoleh demi kebahagiaan semua makhluk, tidak mencari
dari upaya mulia penerapan kebijaksanaan dan welas kebahagiaan diri sendiri’ yang kau miliki menunjukkan Berawal dari Konferensi Konsultasi Antaragama di jarum suntik narkoba dan lain sebagainya, yang
asih bagi semua makhluk.” jiwa tanpa ‘aku’. Aku dan para Pelindung Dharma Kolombo Mei 2006, INTERNA (Indonesian Interfaith semuanya ini disebabkan karena ketidakmengertian.
“Karena itu Paman banyak melakukan kegiatan yang lain akan selalu melindungi kebajikan yang kau Networking on HIV/AIDS) dideklarasikan di Hotel Dan ketiga, orang yang sudah terlanjur terkena HIV/
kemanusiaan.” Wu Wo merasa perjalanannya kali ini lakukan.” Shangri-la Surabaya, di sela-sela Simposium Nasional AIDS meski bukan karena kesalahan mereka, misal
tak sia-sia. “Kalau boleh tahu apa kesulitan terbesar Le Shi mengiringi lenyapnya Dewa dengan ucapan tentang HIV/AIDS yang dibuka oleh Ibu Negara pada 5 bayi dalam kandungan, mereka tidak berbuat namun
Paman selama melakukan kebajikan ini semua?” Amituofo. Februari 2007. harus menanggung penderitaan itu yang berakibat
“Kau pasti tak percaya, kesulitan itu menampakkan “Sungguh luar biasa, hari ini saya benar-benar INTERNA dideklarasikan oleh beberapa organisasi akan dikucilkan oleh masyarakat, untuk itu harus
diri dalam mimpi. Suatu malam seorang dewa muncul berjumpa dengan seorang Bodhisattva Hidup. lintas agama, di antaranya adalah LKKNU, PGI, PGI ada pendekatan yang pas untuk menanggulangi dan
di hadapanku. Berikut ini percakapanku dengan dewa Hendaknya saya diizinkan membantu dan mempelajari PALMA, HIKMAHBUDHI, PHDI, Fatayat NU, Universitas memecahkan masalah ini.
itu.” kegiatan kemanusiaan yang Paman lakukan.” Atmajaya dan Matakin. ”Sayangnya, hingga kini komunitas Buddhis belum
Dewa: “Le Shi, harta yang kau dapatkan dengan Sebulan kemudian Wu Wo meninggalkan rumah Le Dalam kesempatan ini, Phillip Widjaja selaku nara memiliki action yang konkret, bisa dikatakan belum,
susah payah seharusnya kau tinggalkan bagi anak cucu. Shi melanjutkan pengembaraan Dharmanya. sumber dari organisasi Buddhis, mengutarakan tiga kita masih baru mengajarkan umat untuk tidak
Dana yang kau lakukan selama ini akan menghabiskan poin utama dalam pencegahan dan penanganan HIV/ melanggar apa yang kita pelajari, itulah fenomena
hartamu.” AIDS ini. Pertama, bagaimana upaya mencegah orang yang terjadi saat ini. Namun untuk ke depan nantinya,
Le Shi: “Sangat disayangkan bila hartaku hanya Ide cerita diambil dari artikel di salah satu internet melakukan pergaulan bebas dan semacamnya. Kedua, edukasi dan wawasan akan HIV/AIDS harus kita
dinikmati oleh keluargaku.” Buddhis Tiongkok. bagaimana agar orang lain tidak tertular akibat sampaikan secara terbuka ke komunitas kita,” tutur
dampak proses pergaulan bebas, misal penggunaan Phillip Widjaja menutup wawancara. (shc)

78 79
Kampus Lingual

Arti:
Pelan-pelan membuka tirai pintu, jangan menimbulkan suara, jarak lebar sewaktu berbelok dan berputar, jangan
membentur sudut.
Membawa bejana kosong seakan-akan berisi, memasuki kamar kosong seakan-akan ada orang di dalamnya.
Melakukan sesuatu jangan tergesa-gesa, terburu-buru menyebabkan banyak kesalahan, jangan takut kesulitan,
jangan ceroboh.
Tempat-tempat yang dapat menimbulkan keributan jangan didekati, hal-hal yang buruk jangan ditanyakan.

Penjelasan:
Pintu kamar zaman dahulu umumnya berupa tirai, karena itu anak diajarkan untuk membuka tirai dengan
perlahan-lahan agar tidak menimbulkan suara yang mengganggu. Berjalan dalam ruangan, hendaknya menjaga
jarak, khususnya ketika hendak berbelok atau berputar, jangan membentur sudut meja, kursi, tembok dan yang
lainnya agar supaya tidak terluka.
Ketika membawa bejana kosong, seperti mangkuk dan peralatan dapur rumah tangga lainnya, anggaplah
seakan-akan berisi penuh, dengan demikian kita akan lebih berhati-hati. Memasuki kamar kosong juga anggaplah
seakan-akan empunya ada di dalam, dengan demikian dapat mencegah kita untuk melakukan perbuatan yang
tidak seharusnya seperti mengotori kamar, mengambil barang tanpa izin, dan sebagainya.
Mengerjakan sesuatu jangan terburu-buru karena dapat menimbulkan banyak kesalahan. Jangan takut
menghadapi kesulitan, tetapi juga jangan memandang remeh atau ceroboh dalam melakukan tugas.
Hindari tempat-tempat tidak seharusnya yang dapat menimbulkan keributan seperti tempat perjudian, orang
bertengkar, dan semacamnya. Juga jangan bertanya tentang hal-hal yang tidak seharusnya diketahui oleh anak
belum dewasa.

80