Anda di halaman 1dari 47

REKAN-REKAN CPNS/PNS

PEMBINAAN DISIPLIN APARATUR


DEDEN SOLEH, SH, MH
2015

BKD PROV JABAR


KESEJAHTERAAN DAN DISIPLIN
Jl.Ternate No. 2 Bandung

:.

S = Sigap dan salami dgn tulus


dan sopan pelihara harga diri
sbg aparatur
E = Empati thd perasaan dan
masalah aparatur
N = Nyatakan respon pstp thd
masalah aparatur
Y = Yakinkan bhw kita siap
membantu
U = Upayakan ide yang keluar
dgn positip
M = mengucapkan terimakasih
dan minta maaf yg tulus
MR.DEN 2015

BENTUK KARAKTER
BY HERRY FOOL

YANG MEMILIH SEGI EMPAT,


MEMILIKI KARAKTER

BERJIWA PEMIMPIN
PENUH TANGGUNGJAWAB
SEDERHANA/SIMPLE
WAJAR

YANG MEMILIH SEGITIGA, MEMILIKI


KARAKTER :

BERCITA-CITA TINGGI
BERANI MENGAMBIL RESIKO
SUKA BEKERJA
SELALU TUNTAS

YANG MEMILIH SEGI ENAM, MEMILIKI


KARAKTER :

SENANG HAL-HAL YANG RUMIT


BERJIWA SENI
SENSITIF
FLEXIBLE

YANG MEMILIH LINGKARAN,


MEMILIKI KARAKTER
-

PERHATIAN SELALU TERTUJU PADA SEX


TIDAK MUDAH MENYERAH
SEMANGAT BEKERJA TINGGI
SELALU NGEBET

SUKA
MENGABAIKAN
TG JAWAB

MEREMEHKAN
MUTU

MENTALITAS
MASYARAKAT
INDONESIA
TAK
BERDISIPLIN
MURNI
TAK
PERCAYA DIRI

SUKA
MENERABAS

DISIPLIN PNS

KESANGGUPAN
PEGAWAI NEGERI SIPIL
UNTUK
MENAATI
KEWAJIBAN
DAN
MENGHIN-DARI
LARANGAN YANG DITENTUKAN
DALAM
PERATURAN
PERUNDANGUNDANGAN DAN/ ATAU
PERATURAN KEDINASAN
YANG APABILA TIDAK
DITAATI
ATAU
DILANGGAR
DIJATUHI

PELANGGARAN
DISIPLIN
JANGAN SAMPAI
SALAH PENCET

SETIAP UCAPAN, TULISAN,


ATAU PERBUATAN PNS YANG
TIDAK MENAATI KEWAJIBAN
DAN/ATAU
MELANGGAR
LARANGAN
KETENTUAN
DISIPLIN PNS, BAIK YANG
DILAKUKAN
DI
DALAM
MAUPUN DI LUAR JAM KERJA

SELINGKUH

PERMAINAN JUDI

PEMINUM MIRAS/PEMABUK

PNS DILARANG MEMBERIKAN FASILITAS PADA

SALAH SATU CALON PESERTA PEMILU/PIL PRES/PILKADA

PNS MANGKIR PADA JAM KERJA

PENYEBAB
PELANGGARAN DISIPLIN

1. KEUANGAN (LEBIH/KURANG)
2. MASALAH KELUARGA
3. PERBEDAAN YANG PRINSIPIL
ANTARA SUAMI DAN ISTRI
4. ADANYA ORANG KETIGA
5. KOMUNIKASI YANG SALAH
6. KURANGNYA WASKAT
7. PERLAKUAN TIDAK ADIL THD STAF
8. MASALAH PEMBINAAN PERSONIL

KEWAJIBAN DAN LARANGAN


1. Kewajiban Pasal 3 =
17 butir
2. Larangan Pasal 4 =
15 butir

MR.Dens

17 KEWAJIBAN PNS

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Mengucapkan sumpah/janji PNS


Mengucapkan sumpah/janji jabatan
Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945,
Negara Kesatuan RI dan Pemerintah
Menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan
Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada
PNS
dengan
penuh
pengabdian,
kesadaran
dan
tanggungjawab
Menjungjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan
martabat PNS
Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan
sendiri, seseorang, dan/atau golongan
Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau
menurut perintah harus dirahasiakan
Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk
kepentingan negara

17 Kewajiban PNS
10. Melaporkan

dengan segera kepada atasannya apabila


mengetahui
ada
hal yang dapat membahayakan atau
merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang
keamanan, keuangan, dan materiil
11. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja
12. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan
13. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik
negara dengan sebaik-baiknya
14. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat
15. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas
16.
Memberikan
kesempatan
kepada
bawahan
untuk
mengembangkan karier
17. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat
yang berwenang.

15 LARANGAN PNS
1. Menyalahgunakan wewenang;
2. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan
pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan
kewenangan orang lain;
3. Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja
untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi
internasional;
4. Bekerja pada perusahaan asing, konsultas asing, atau
lembaga swadaya masyarakat asing;
5. Memiliki,
menjual,
membeli,
menggandakan,
menyewakan, atau meminjamkan barang-barang, baik
bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat
berharga milik negara secara tidak sah;
6. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman
sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di
luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan
pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung,
atau tidak langsung merugikan negara;

15 LARANGAN PNS

8. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari


siapapun juga yang
berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya;
9. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya;
10. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu
tindakan yang
dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak
yang dilayani
sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani;
11. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan;
12. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil
Presiden, Dewan
Perwakilan Rakyat, DPD, DPRD dengan cara :
a. Ikut serta sebagai pelaksana kampanye;
b. Menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut
partai atau atribut PNS;
c. Sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain;

13. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden


dengan cara :
a. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan
atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa
kampanye dan atau
b. Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan
terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu
sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi
pertemuan, ajakan himbauan, seruan atau pemberian barang
kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga
dan masyarakat.
14. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan
Daerah
atau Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara
memberikan surat dukungan disertai fotocopi Kartu Tanda Penduduk
atau surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai Peraturan Perundangundangan.

15. Memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala


Daerah, dengan cara :
a. Terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepada
Daerah /Wakil Kepala Daerah.
b. Menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam
kegiatan kampanye .
c. Membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan
atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa
kampanye.
d. Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan
terhadap pasangan calon yang menjadi peserta yang menjadi
peserta pemilu sebelum, selama dan sesudah masa kampanye
meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian
barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota
keluarga dan masyarakat.

HUKUMAN
DISIPLIN
HUKUMAN YANG
DIJATUHKAN KEPADA PNS
KARENA MELANGGAR
PERATURAN DISIPLIN PNS

HUKUMAN DISIPLIN TERHADAP


PNS YANG TIDAK MASUK KERJA
1. TEGORAN LISAN
PNS tidak masuk kerja selama 5 hari
2. TEGORAN TERTULIS
PNS tidak masuk kerja selama 10 hari
3. PERNYATAAN TIDAK PUAS SECARA
TERTULIS

PNS tidak masuk kerja selama 15 hari

4. Penundaan KGB selama 1 (satu) tahun


PNS tidak masuk kerja selama 20 hari
5. Penundaan KP selama 1 (satu) tahun
PNS tidak masuk kerja selama 25 hari
6. Penurunan Pangkat Setingkat Lebih
Rendah selama 1 (satu) tahun
PNS tidak masuk kerja selama 30 hari

7.

Penurunan Pangkat Setingkat Lebih Rendah


selama 3 (tiga) Tahun

PNS tidak masuk kerja selama 35 hari


8.

Pemindahan Dalam Rangka Penurunan Jabatan

PNS tidak masuk kerja selama 40 hari


9. Pembebasan dari Jabatan
PNS tidak masuk kerja selama 45 hari
10. Pemberhentian dengan hormat /
tidak dengan hormat sebagai PNS
PNS tidak masuk kerja selama 46 hari
atau lebih

PEGAWAI NEGERI SIPIL

1. DAFTAR HADIR
2. DAFTAR HADIR KHUSUS
3. LAPORAN KEGIATAN
4. BUKU CATATAN PENILAIAN/BUKU BIRU
5. SKP BULANAN/SEMESTER/TAHUNAN
6. RUANG KERJA/RUANG RAPAT/HALAMAN KANTOR DAN TOILET

TIDAK ADA
DIKLAT
TAKUT/
KHAWATIR

HILANGNYA
KESABARAN
HAMBATAN
DALAM
PENEGAKAN
DISIPLIN
KEHILANGAN
PERSAHABATAN

SATUSATUNYA
RASA
BERSALA
H

PENEGAKAN DISIPLIN TIDAK


BERJALAN
1. ADANYA SISTEM KEKERABATAN
2. PEJABATNYA MELAKUKAN PELANGGARAN
DISIPLIN
3. PERASAAN TIDAK ENAK
4. PERASAAN TAKUT/TIDAK BERANI
5. TIDAK MENGETAHUI TATA CARA MELAKUKAN
PENINDAKAN

LANGKAH-LANGKAH
PENYELESAIAN

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pemanggilan
Pemeriksaan (BAP)
Penjatuhan Hukuman Disiplin
Pembuatan Surat Keputusan
Penyerahan Surat Keputusan
Upaya Administratif

TATA CARA PEMANGGILAN


1

Dipanggil secara tertulis oleh


atasan langsungnya untuk
diperiksa di ruang tertutup dan
dituangkan dalam BAP

7 hari sebelum tanggal


pemeriksaan, jika tidak hadir
dipanggil lagi 7 hari

Apabila tidak hadir juga dijatuhi


hukuman disiplin berdasarkan
bukti yang ada

4. Apabila atasan langsungnya berwenang


untuk menjatuhkan hukuman disiplin sesuai
pelanggaran disiplin, maka atasan tersebut
wajib menjatuhkan hukuman disiplin.

5.

6.

Apabila kewenangan untuk menjatuhkan


hukuman disiplin ada pada pejabat yang
lebih tinggi, maka atasan langsung tsb
melaporkan secara hierarki disertai buktibukti dan BAP
Setiap penjatuhan hukuman disiplin
ditetapkan dengan keputusan Pejabat yang
berwenang menghukum

7.

Apabila hasil pemeriksaan PNS tersebut


terbukti melakukan beberapa
pelanggaran disiplin, terhadap ybs
dijatuhi satu hukuman disiplin .

8. PNS yang pernah dijatuhi hukuman


disiplin dan melakukan pelanggaran
disiplin yang sifatnya sama, dijatuhi
hukuman disiplin yang lebih berat
9. PNS tidak dapat dijatuhi dua kali
hukuman disiplin atas satu pelanggaran
disiplin

TUJUAN PEMERIKSAAN
1.

Apakah PNS yang bersangkutan benar atau tidak


melakukan pelanggaran disiplin

2. Faktor-faktor yang mendorong atau menyebabkan


yang bersangkutan melakukan pelanggaran
3. Hal-hal yang memberatkan dan meringankan :
a. Seberapa jauh sistem/mekanisme kerja telah rusak
akibat pelanggaran disiplin tersebut
b. Seberapa jauh/besar pelanggaran tersebut telah
menyebabkan kerugian kepada negara
4. Pemeriksaan harus dilakukan dengan teliti dan objektif
sehingga pejabat yang berwenang menghukum dapat
mempertimbangkan dengan seksama tentang jenis
hukuman disiplin yang akan dijatuhkan

BAP HARUS DAPAT MENCERMINKAN SUATU


KEPASTIAN HK & UTK MEMPERMUDAHNYA
DIGUNAKAN RUMUS (5 W + 1 H). DGN AKHIRAN
KAH
WHO

: SIAPAKAH
YG
MELAKUKAN
PELANGGARAN DISIPLIN.

WHAT : APAKAH PELANGGARAN DISIPLIN YG


DILAKUKAN.
WHEN : KAPANKAH
WAKTU
DILAKUKANNYA
PELANGGARAN DISIPLIN.
WHERE : DIMANAKAH
LOKASI
TERJADINYA
PELANGGARAN DISIPLIN.
WHY

: MENGAPAKAH
LATAR
BELAKANG
/
FAKTOR
YG
MENDORONG
/
YG
MENYEBABKAN
TERJADINYA
PELANGGARAN DISIPLIN.

HOW

: BAGAIMANAKAH CARA
DLM
MELAKUKAN
DISIPLIN.

YG DITEMPUH
PELANGGARAN

40

PERTIMBANGAN
DALAM MENENTUKAN
HUKUMAN DISIPLIN
1. FAKTOR PENDORONG/PENYEBAB LANGDIS
2. AKIBAT LANGDIS
3. JABATAN
4. MASA KERJA
5. JASA/PENGHARGAAN YANG PERNAH DITERIMA
6. HUKUMAN DISIPLIN YANG PERNAH
DIJATUHKAN
7. SOSIAL BUDAYA SETEMPAT

UPAYA
ADMINISTRATIF
PROSEDUR YANG DAPAT DITEMPUH OLEH PNS
YANG TIDAK PUAS TERHADAP HUKUMAN
DISIPLIN
YANG DIJATUHKAN KEPADANYA
BERUPA
KEBERATAN
ATAU
BANDING
ADMINISTRATIF

KEBERATAN
UPAYA ADMINISTRATIF YANG
DAPAT DITEMPUH OLEH
PNS YANG TIDAK PUAS
TERHADAP
HUKUMAN
DISIPLIN
YANG
DIJATUHKAN OLEH PEJABAT
YANG
BERWENANG
MENGHUKUM KEPADA
ATASAN PEJABAT
YANG
BERWENANG MENGHUKUM

BANDING
ADMINISTRATIF
UPAYA ADMINISTRATIF YANG DAPAT DITEMPUH OLEH PNS YANG TIDAK PUAS
TERHADAP HUKUMAN DISIPLINBERUPA PEMBERHENTIAN (DH ATAU TDH)
OLEH PEJABAT YANG BERWENANG MENGHUKUM KEPADA BAPEK

Dimulai dari adanya ketidak-puasan


PNS atas keputusan pemberhentian
yang diterima dari PPK, karena
dianggap tidak / kurang setimpal
atau tidak benar (kurang benar).

Pasal
23,24,
25

Gugatan

Kupas-kupas buah manggis..


Puas ngak puas waktunya habis...

Buah durian dari


kekasih....
Sekian
terima kasih
Beli tape di Pondok
Gede
Capeee ..deh

I love Mr. Den 2015