Anda di halaman 1dari 36

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
1
Perubahan dunia yang begitu cepat telah memaksa produsen dan para

penjual berfikir keras agar tetap eksis didunianya. Perubahan ini di akibatkan oleh

berbagai sebab seperti pesatnya pertumbuhan teknologi, baik teknologi mesin dan

alat-alat berat, terlebih lagi teknologi telekomunikasi. Perkembangan teknologi

mesin dari menual sampai ke serba otomatis telah mampu mengubah mutu

produk, mulai dari kemasan sampai kepada isinya yang semakin menarik dan

kompotitif.

Begitu pula dengan perkembangan dan perubahan teknologi informasi

dan telekomunikasi yang berkembang dalam hitungan detik. Dunia yang begitu

luas dan terkotak-kotak dalam beberapa bagian dan menjadi menyatu seolah tanpa

batas menebus belahan dunia lainnya. Kejadian di dunia lain secepat itu dapat

diketahui bagian dunia lainnya yang juga dalam waktu hitungan detik.1

Akibat perubahan teknologi yang begitu cepat, berimbas juga kepada

perubahan prilaku masyarakat. Informasi yang masuk dari berbagai sumber

dengan mudah diperoleh dan diserap oleh berbagai masyarakat sekalipun

dipelosok pedesaan yang terpencil. Imbas yang paling nyata adalah masyarakat

begitu cepat pandai dalam memilih produk yang disukai dengan membanding-

bandingkan antara produk yang sejenis, tentu saja dalam arti yang sesuai dengan

keinginan dan kebutuhan meraka.


1 Kasmir, Pemasaran Bank, (Jakarta: Kencana, 2004), hal 1
2

Dalam memasarkan produknya, seorang pemasar harus pandai membaca

situasi pasar sekarang dan dimasa yang akan datang. Artinya, pemasar harus

cepat tanggap apa yang diinginkan dan dibutuh konsumen, kemudian kapan dan

dimana dibutuhkan. Dalam hal ini produsen harus mampu menciptakan produk

yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen secara tepat waktu.

Disamping itu pemasar harus mampu mengomunikasikan keberadaan dan

kelebihan produk dibandingkan dengan produk lainnya dari pesaing.2

Pada dasarnya kegiatan dari perbankan yaitu menampung pihak-pihak

yang kelebihan dana (sebagai penghimpun dana) untuk nantinya disalurkan

kepada pihak-pihak yang membutuhkan dana. Kegiatan inilah yang dilakukan

oleh Bank Riau sebagai salah satu penghimpun dana dan menyalurkan dana

tersebut kepada pihak-pihak yang membutuhkan dana, salah satunya Bank Riau

Cabang Bagan Batu.3

Bank sebagai lembaga keuangan yang menghasilkan jasa keuangan juga

membutuhkan strategi pemasaran untuk memasarkan produknya. Dampak dari

perubahan teknologi juga berdampak positif terhadap perkembangan dunia

perbankan. Produk yang ditawarkan kepada nasabahnya menjadi lebih cepat dan

efesien.

Dalam melakukan pemasaran, bank memiliki beberapa sasaran yang

hendak dicapai. Artinya, nilai penting pemasaran bank terletak dari tujuan yang

ingin dicapai tersebut seperti dalam hal meningkatkan mutu pelayanan dan

menyediakan ragam produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan

2 Ibid.
3 Melayu SP Hasibuan, Dasar-Dasar Perbankan, (Jakarta :PT Bumi Aksara,2005)
hal. 1-4
3

nasabah. Untuk mencapai sasaran tersebut maka bank perlu:

1. Menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan

kebutuhan nasabahnya.

2. Memberikan nilai lebih terhadap produk yang ditawarkan

dibandingkan dengan produk pesaing.

3. Menciptakan produk yang memberikan keuntungan dan

keamanan terhadap produknya.

4. Memberikan informasi yang benar-benar dibutuhkan

nasabah dalam hal keuangannya pada saat dibutuhkan

5. Berusaha menarik minat konsumen untuk menjadi nasabah

bank.

Strategi merupakan tindakan yang bersifat meremental (senantiasa

meningkat) dan terus menerus serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang

apa yang diharapkan oleh pelanggan dimasa depan, dengan demikian strategi

hampir selalu dimulai dari pada yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa

yang terjadi.

Secara keseluruhan perusahan harus dapat memastikan diri bahwa misi

dan perubahan dan jalur produknya tetap releven dengan pasar yang dituju.

Dengan demikian perusahaan yang tanggap akan selalu mencek kembali sasaran

strategi dan taktinya secara berkala untuk melihat dan mengukur sampai sejauh

mana realisasi pemasaran yang paling baik.

Dalam bidang pemasaran, menejemen pemasaran dikelompokkan ke

dalam empat aspek yang sering dikenal marketing mix diantaranya:


4

1. Faktor produk

2. Faktor harga

3. Faktor lokasi dan layout

4. Faktor promosi4

PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu, merupakan kelanjutan usaha dari

Bank BPD (Bank Pembangunan Daerah) yang berdiri berdasarkan surat

keputusan Gubenur KDH. TK. I Riau No. 51/1V/1966 tanggal 1 April 1966 yang

disesuikan dengan undang-undang No. 13 Tahun 1962 tentang Bank

Pembangunan Daerah.

Sebagai salah satu kantor Cabang, PT. Bank Riau Bagan Batu juga

memasarkan produk, diantara produknya adalah:

1. Tabungan Sinar

2. Tabungan Dhuha

3. Tabungan SIMPEDES5

Seperti yang kita ketahui menabung saat ini sangatlah penting untuk masa

sekarang dan masa yang akan datang. Apa lagi untuk mewujudkan impian ke

tanah suci, yang memerlukan dana cukup banyak.

Dengan adanya tabungan Dhuha pada Bank Riau Cabang Bagan Batu

sangat membantu masyarakat yang ingin mewujudkan cita-citanya ke tanah suci.

Berdasarkan fenomena itulah penulis merasa tertarik untuk meneliti,

penelitian ini dengan judul “STRATEGI PEMASARAN PRODUK

4 Ibid.
5 Saidah, Pelayanan Nasabah PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu, Wawancara, Bagan
Batu, ( 17 Februari 2008)
5

TABUNGAN DHUHA PADA PT. BANK RIAU CABANG BAGAN

BATU”.

B. Batasan Masalah

Mengingat banyaknya permasalahan yang terjadi sebagaimana yang telah

dijelaskan pada latar belakang, maka dalam hal ini penulis memfokuskan

membahas Strategi dan Kiat-kiat dalam Pemasaran Produk Tabungan Dhuha

pada Bank Riau Cabang Bagan Batu.

C. Perumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis merumuskan masalah

sebagai berikut :

1. Bagaimana strategi pemasaran produk tabungan dhuha pada PT. Bank Riau

Cabang Bagan Batu?

2. Bagaiman pengaruh strategi pemasaran yang dilakukan Bank Riau Cabang

Bagan Batu terhadap Intensitas nasabah pada tabungan dhuha?

3. Bagaimana strategi pemasaran produk tabungan dhuha menurut tinjaun

ekonomi islam?

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1. Tujuan Penelitian
6

a. Untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran tabungan

dhuha pada PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu.

b. Untuk mengetahui pengaruh strategi pemasaran yang

dilakukan Bank Riau Cabang Bagan Batu terhadap

intensitas nasabah pada tabungan dhuha.

2. Kegunaan Penelitian

a. Untuk menambah wawasan dan pengembangan ilmu penulis

mengenai produk tabungan dhuha

b. Sebagai salah satu syarat untuk mengaju skripsi dan tugas

akhir pada Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum di

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

E. Metode Penelitian

1. Jenis dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini bersifat lapangan (Fleid Research) dilaksanakan pada

PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu.

2. Subjek dan objek penelitian

a. Subjek

Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah pimpinan dan

karyawan pada PT. Bank riau Cabang Bagan Batu.

b. Objek

Adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah sistem pemasaran
7

produk tabungan dhuha pada PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu.

3. Populasi dan Sample

Adapun yang menjadi populasi dan sample adalah karyawan PT. Bank

Riau Cabang Bagan Batu yang Berjumlah 15 (lima belas) orang karyawan.

4. Sumber Data

a. Data Primer

Adalah data yang penulis peroleh dari perusahan dengan melakukan

observasi dan wawancara dengan pimpinan dan karyawan PT. Bank Riau

Cabang Bagan Batu.

b. Data Sekunder

Adalah data yang penulis peroleh dari data, buku-buku atau

brosur-brosur yang berkaitan dengan objek penelitian.

5. Teknik Pengumpulan Data

a. Observasi yaitu penulis mengamati lansung pada PT. Bank Riau

Cabang Bagan Batu.

b. Wawancara, yaitu dengan cara mengadakan wawancara dengan

karyawan di PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu.

c. Riset pustaka, yaitu data yang diperoleh dari refrensi-refrensi atau

literatur yang berkaitan dengan masalah.

6. Analisa Data

Dalam menganalisa data yang diperoleh maka penulis didalam hal ini
8

menggunakan metode deskriptif yaitu suatu cara dengan membandingkan data

yang sudah ada dan objek yang diteliti yang diperoleh.

7. Teknik Penulisan

Adapun penulisan yang dilakukan dalam laporan ini adalah sebagai

berikut:

a. Deduktif

Adalah bersifat deduksi kesimpulan atau masalah-masalah tentang suatu

keadaan pengambilan kesimpulan dengan berdasarkan hal yang umum ke

hak yang khusus.

b. Induktif

Metode pemikiran yang bertolak dari kaedah khusus untuk menentukan

hukum-hukum yang umum kesimpulan dari hal yang khusus ke yang

umum.

c. Deskriptif

Adalah suatu cara dengan membandingkan data yang telah ada dan objek

diteliti dengan tiori yang diperoleh.

F Sistematika Penulisan

Untuk jelas gambaran mengenai masalah yang diteliti serta memudahkan


9

dalam memahami tulisan (v) bab yang setiap babnya terdiri dari beberapa pasal

yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

BAB I : PENDAHULUAN

Adapun yang terdapat dalam pendahuluan adalah: Latar Belakang

Masalah, Batasan Masalah, Permasalahan, Tujuan dan Kegunaan

Penelitian, Metode Penulisan, dan Sistematika Penulisan.

BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Dalam bab ini penjelaskan tentang Sejarah Singkat Perusahaan, Visi

dan Misi Perusahaan, Steruktur Organisasi Perusahaan.

BAB III : TELA’AH PUSTAKA

Pada telaah pustaka akan dikemukakan bebarapa teori yang

mendasari penulisan laporan ini yaitu Pengertian Pemasaran ,

Starategi Pemasaran Produk.

BAB IV : HASIL PEMBAHASAN

Yang berisikan Startegi Pemasaran Tabungan Dhuha pada PT. Bank

Riau Cabang Bagan Batu.

BAB V : PENUTUP

Bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA
10

BAB 11

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Singkat Bank Riau Cabang Bagan Batu

Bank pembangunan Daerah Riau adalah Bank milik pemerintah

Propinsi Riau. Pemerintah Kabupaten Kota/ se-Propinsi Riau, dan Propinsi


10
kepuluan Riau yang didirikan berdasarkan Surat keputusan Gubenur KDH. TK. 1

Riau No. 51/IV/1966 tanggal 1 April 1966 yang disesuikan dengan undang-

undang No. 13 Tahun 1962 tentang Bank pembangunan Daerah Riau dimulai

dengan status sebagai Bank Milik Pemerintah Daerah.

Pendirian Bank Pembangunan Daerah Riau diatur dan disesuikan

dengan peraturan Daerah No. 14 tahun 1992. peraturan daerah berdasarkan

undang-undang No.7 tahun 1992. undang-undang No. 10 tahun 1998 tentang

perbankan.6

Bardasarkan keputusan RUPS tanggal 26 Juni 2002 dan Perda No. 10

tahun 2002 tanggal 26 Agustus 2002 serta dengan Akta Notaris Mohammad

Dahar Umar, SH. No. 36 tentang pendirian Perseroan Terbatas yang telah

disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Ham dan dengan Surat keputusan No. C-

09851. HT.01.TH.2003 tanggal 5 mei 2003 serta mendapat persetujuan Deputi

Gubenur Senior Bank Indonesia No. 5/30/KEP.DGS/2003 tanggal 22 juli 2003,

status Badan Hukum Bank pembangunan Daerah Riau berubah dari Perusahaan

Daerah (PD) menjadi perseroan Terbats (PT) dengan nama PT. Bank Riau.

Sampai saat ini PT. Bank Riau terus mengalami perkembangan dan telah memiliki
6 PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu, Dekumentasi, 2 Februari 2009.
11

17 kantor Cabang Konvensional, 2 kantor Cabang syari’ah, 12 kantor Cabang

pembantu, 6 kantor kas serta 2 payment point yang tersebar dideluruh

kabupaten/kota di Propinsi Riau dan Propinsi kepulauan Riau.

Dalam perkembangan selanjutnaya kegiatan oprasional Bank

Pembangunan Daerah Riau disesuikan dengan UU No. 14 tahun 1967 tentang

pokok-pokok perbankan sebagai landasan operasianal dan peraturan daerah

No. 10 tahun 1975 sebagai landasan operasional dan peraturan daerah No. 10

tahun 1975 sebagai landasan formal sesuai, dengan UU tahun 1962, tentang

ketentuan pokok bank pembangunan daerah dalam peraturan Daerah (perda)

No.10 tahun 1975 dijelaskan bahwa modal dasar Bank Pembangunan Daerah Riau

ditetapkan sebesar Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

Dalam rangka lebih meningkatkan peranan dan kelancaran pelaksanaan

kegiatan Bank Pembangunan Daerah yang berdaya guna dan berhasil sesuai

dengan perkembangan perekonomian, maka untuk pertama kali peraturan Daerah

(Perda) No.10 tahun 1975 menjadi peraturan daerah No. 7 tahun 1981 yang

kemudian ditungkan kedalam lembaran daerah No. 3 tahun 1982 yang

menetapkan dasar BPD Riau menjadi Rp. 5.000.000.000,- dan kemudian diubah

dengan peraturan daerah (Perda) No. 18 tahun 1986 yang dituangkan dalam

lembaran daerah N0. 26 tahun 1987 yang menetapkan modal dasar PT. Bank Riau

menjadi Rp. 7.500.000,-. Selanjutnya dengan perekonomian yang semakin

meningkat dan disempurnakan dengan peraturan Daerah (Perda) No. 14 tahun

1992 menetapkan modal dasar PT. Bank Riau Menjadi Rp. 22.500.000,00.

B. Struktur Organisasi Perusahaan


TELLER KASDA
KREDIT
Pimpinan KAG
Cabang ADM
SATPAM
PINSI Sri
PELNAS PINSI PEMASARAN
Wawan,
Dedi SEAMd
Hidayat PINSISEi
Gustino,
TELLERSE
Nanang. KREDIT
Ichwan KPK
Lubis,
Indra Gunawan, SE ADM KREDIT
Mawan
CLEANING
OPERASIONAL 12
Amelia, AMd Zamry, SP Halim,
Banjir
AndreSERVICE
Eka SE AMd
Putra,
Herman

Struktur organisasi perusahaan merupakan suatu kerangka usaha dalam

menjalankan atau melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan.

Organisasi dapat dianggap sebagai wadah untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Mengetahui kedudukan dan wewenangm tugas, fungsi serta tanggung jawabnya.7

Sumber: PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu.

C. Visi dan Misi Perusahaan

1. Visi
7 PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu, Dekumentasi, ( 20 Februari 2009).
13

Sebagai perusahaan perbankan yang mampu berkembang dan terkemuka

di daerah. Memiliki menejemen yang propesional dan mendorong

pertumbuhan perekonomian daerah sehingga dapat memberdayakan

perekonomian rakyat.

2. Misi

a. Sebagai bank sehat, elit dan merakyat

b. Sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah

c. Sebagai pengelola dana pemerintah daerah

d. Sebagai sumber pendapatan daerah

e. Sebagai pembina, pengembang dan pendamping usaha

kecil dan menegah.

BAB III

TELAAH PUSTAKA
14

14

A. Strategi Pemasaran Produk

Pengertian pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk

memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Sedangkan

pengertian produk menurut Philip Kotler adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke

pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli, untuk digunakan atau

dikomsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.

Pemasaran dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan

masyarakat akan suatu produk atau jasa. Pemasaran menjadi semakin penting

dengan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat. Pemasaran juga dapat

dilakukan dalam rangka menghadapi pesaing yang dari waktu-kewaktu semakin

meningkat. Para pesaing justru semakin gencar melakukan usaha pemasaran

dalam rangka memasarkan produknya.

Produk terdiri dari dua jenis yaitu produk yang berkaitan dengan fisik atau

benda berwujud dan produk yang tidak berwujud seperti jasa salon, perusahaan

Asuransi dan lain-lain.

Krakteristik jasa adalah sebagai berikut :

1. Tidak berwujud, artinya jasa memang tidak nampak wujudnya, tidak

dapat dirasakan atau dinikmati sebelum dilakukan pembelian .

2. Tidak terpisahkan, artinya antara si pembeli jasa dengan si penjual jasa

saling berkaitan, misalnya antara Dokter dengan Pasiennya.

3. Beraneka ragam artinya jasa dapat diperjual belikan dalam bermacam

bentuk, disini menejemen harus tanggap dengan menyediakan tenaga


15

penjual yang sudah terlatih secara propesional.

4. Tidak tahan lama artinya jasa tidak dapat disimpan begitu jasa dibeli

maka akan segera dikonsumsi.

Oleh karena krakteristik jasa spesifik itu maka menurut Ketler, menejemen

Bank harus berupaya untuk meningkatkan produktivitas jasa bank. Hal ini dapat

dilakukan dengan cara :

1. Menyiapkan petugas Bank agar lebih terampil dan proaktif dalam

melayani nasabah agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

2. Menambah jumlah peralatan untuk meningkatkan kemampuan jasa bank.

3. Menambah jasa Bank yang sudah tidak efektif dan mengantikannya

dengan jasa bank baru yang lebih efektif.

Dalam menciptakan produk tidaklah mudah. Produk yang diciptakan

haruslah memiliki keunggulan dan kelebihan jika dibandingkan dengan produk

pesaing. Untuk menciptakan produk yang baik maka diperlukan kondisi-kondisi

yang satu sama lainnya saling mendukung. Kondisi- kondisi untuk menciptakan

produk yang baik tersebut sangat bergantung dari :

1. Pelayanan yang prima, karena produk bank sangat tergantung dan

pelayanan diberikan oleh karyawan bank, maka kualitas pelayanan sangat

menentukan keunggulan produk tersebut. Di samping karyawan, juga

harus didukung oleh sistem dan prosedur yang efesien dan efektif melalui

penyedian sarana dan prasarana yang dimilikinya.

2. Pegawai yang propesional. Karyawan bank mulai dari yang paling rendah
16

sampai karyawan atas perlu diberikan pendidikan dan latihan dalam

melayani nasabah maupun dalam mempelancar proses transaksi dengan

nasabah.

3. Sarana dan prasarana yang dimiliki haruslah dapat memberikan pelayanan

yang cepat dan tepat, sehingga nasabah merasa puas setiap pelayanan yang

diberikan.

4. Nama baik ditunjukkan dari citra dan prestasi bank ikut mengangkat

produk yang dihasilkan.

B. Strategi Harga

Penentuan harga merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan

pemasaran harga menjadi sangat penting dalam kegiatan pemasaran harga

menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat harga sangat menentukan

laku tidaknya produk dan jasa perbankan. Salah satu dalam menentukan harga

akan berakibat patal terhadap produk yang ditawarkan nantinya.

a. Tujuan Penetapan Harga

Sebelum menentukan harga maka harus dilihat pertimbangan atas

tujuan penetapan harga itu sendiri. Tujuan Bank menetapkan harga (bunga),

provesi, komisi dan biaya-biaya atau fee adalah sebagai berikut :

1. Profit Maximazation

Menentukan harga bertujuan untuk memaksimumkan keuntungan dalam

priode tertentu.
17

2. Sales maximization

Pada harga awal sering kali ditetapkan rendah (merugikan) karena

bertujuan untuk membangun pangsa pasar.

3. Prestige

Tujuan penetapan harga disini adalah untuk memposisikan jasa bank

sebagai jasa yang memiliki citra tinggi.

4. Mutu Produk

Tujuannya adalah untuk memberikan kesan bahwa produk atau jasa yang

ditawarkan memiliki kualitas yang tinggi dan biasanya harga ditentukan

tinggi dan untuk bunga simpanan ditawarkan dengan suku bunga rendah.

Strategi produk yang dilakukan oleh perbankan dalam mengembangkan

suatu produk adalah sebagai berikut :

1. Penentuan Logo dan Motto

Logo merupakan ciri khas suatu bank sedangkan motto merupakan

serangkaian kata-kata yang berisikan misi dan visi bank dalam melayani

masyarakat. Baik logo maupun motto harus dirangcang dengan benar.

Pertimbangan pembuatan logo dan motto adalah sebagai berikut:

a. Memiliki arti (dalam arti positif)

b. Menarik perhatian (dalam arti positif)

c. Terkesan hebat

d. Mudah diingat

2. Menciptakan kemasan
18

Kemasan mrupakan pembungkus suatu produk. Dalam dunia perbankan

kemasan lebih diartikan kepada pemberian pelayanan atau jasa kepada para

nasabah disamping juga sebagai pembungkus untuk beberapa jenis jasanya

seperti buku tabungan, cek, bilyer, giro atau kartu kredit.

3. Menciptakan merek

Untuk berbagai jenis jasa bank yang ada perlu diberikan merek tertentu.

Merek merupakan sesuatu untuk mengenal barang atau jasa yang

ditawarkan. Pengertian merek sering diartikan sebagai nama istilah, simbol,

desain atau kombinasi dari merek sering diartikan sebagai nama istilah,

simbol, disain atau kombinasi dari semuanya. Penciptaan merek harus

mempertimbangklan faktor-faktor antara lain:

a. Mudah diingat

b. Terkesan hebat dan modern

c. Memiliki arti

4. Kepuasan lebel

Lebel merupakan sesuatu yang dilengketkan pada produk yang ditawarkan

dan merupakan bagian dari kemasan didalam lebel menjelaskan siapa yang

membuat, dimana dibuat, cara menggunakannya dan informasi yang lain.

b. Srategi Lokasi dan lay Out

Yang dimaksud lokasi bank adalah tempat dimana diperjual belikan

belikan produk perbankan dan pusat pengendalian perbankan. Penentuan lokasi


19

suatu Cabang Bank merupakan salah satu kebijakan yang sangat penting. Bank

yang terletak dalam lokasi yang strategis sangat memudahkan nasabah dalam

berurusan dengan bank. Di samping lokasi yang strategis hal lain yang

mendukung lokasi tersebut adalah layout gedung dan ruang bank itu sendiri.

Penetapan loyout yang baik dan benar akan menambah kenyamanan nasabah

dalam berhubungan dengan bank.

Hal-hal yang perlukan diperhatikan dalam pemilihan dan penetuan lokasi

suatu Bank adalah dengan pertimbangan sebagai berikut :

a. Dekat dengan kawasan Industri atau Pabrik

b. Dekat dengan lokasi perkantoran

c. Dengan lokasi pasar

d. Dekat dengan lokasi perumahan atau masyarakat

e. Mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada disuatu lokasi lokasi

c. Strategi Promosi

Produk sudah diciptakan, harga juga sudah ditetapkan, dan tempat (lokasi

dan layout sudah disediakan), artinya produk sudah benar-benar siap dijual. Agar

produk tersebut laku dijual di masyarakat atau nasabah, maka masyarakat perlu

tahu kehadiran produk tersebut, manfaat, harga, dimana dapat diperoleh dan

kelebihan produk dibandingkan produk pesaing.

Promosi merupakan kegiatan marketing mix terakhir. Kegiatan ini

merupakan kegiatan yang sama pentingnya dengan ketiga kegiatan diatas, baik

produk, harga, dan lokasi. Dalam kegiatan ini setiap bank berusaha untuk
20

mempromosikan seluruh produk dan jasa yang dimilikinya langsung maupun

tidak langsung.

Tanpa promosi jangan harap nasabah bisa mengenal bank, oleh karena itu,

promosi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik dan

mempertahankan nasabahnya. Salah satu tujuan promosi adalah

menginformasikan segala jenis produk yang ditawar dan berusaha menarik calon

nasabah yang baru.

Secara garis besar ada empat macam sarana promosi yang dapat digunakan

diantaranya:

1. Periklanan (advertising)

2. Promosi penjualan (sales promation)

3. Publisitas (publicity)

4. Penjualan pribadi (personal selling)

Iklan adalah sarana promosi yang digunakan oleh bank guna

menginformasikan, menarik dan mempengaruhi calon nasabahnya. Penggunaan

promosi dengan iklan dapat dilakukan dengan berbagai media seperti :

1. Percetakan brosur baik disebarkan disetiap cabang atau pusat-pusat

perbelanjaan.

2. pemasangan Billboard di jalan-jalan

3. Pemasangan spanduk di lokasi tertentu yang strategis

4. Melalui koran

5. Melalui majalah

6. Melalui televisi
21

7. Melalui radio

Tujuan penggunaan dan pemilihan media tergantung dari tujuan bank.

Masing-masing media bank memiliki tujuan yang berbeda. Ada empat macam

tujuan penggunaan iklan diantaranya :

1. untuk pemberitahuan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan jasa

bank yang dimiliki oleh suatu bank. Seperti peluncuran produk baru,

keuntungan dan kelebihan suatu produk atau informasi lainnya.

2. Untuk mengingatkan kembali kepada nasabah tentang keberadaan atau

keunggulan jasa bank yang ditawarkan.

3. Untuk menarik perhatian dan minat para nasabah baru dengan harapan

akan memperoleh daya tarik calon nasabah.

4. Mempengaruhi nasabah saingan agar berpindah ke Bank yang

mengiklankan.

Disamping promosi melalui iklan, promosi lainnya dapat dilakukan

dengan cara penjualan atau sales promation. Tujuan promosi pejualan adalah

untuk meningkatkan penjualan atau untuk meningkatkan jumlah nasabah. Promosi

penjualan dilakukan untuk menarik nasabah untuk segera membeli setiap produk

atau jasa yang akan ditawarkan. Tentu saja nasabah tertarik untuk membeli maka

perlu dibuat promosi penjualan yang semenarik mungkin.

Bagi bank promosi penjualan dapat dilakukan dengan cara :

1. Pemberian bunga khusus untuk jumlah dana yang relatif besar

walaupun hal ini akan mengakibatkan persaingan tidak sahat


22

(misalnya untuk simpanan yang jumlahnya besar).

2. Pembarian insentif kepada setiap nasabah yang memiliki simpanan

dengan saldo tertentu.

3. Pemberian cindramata, hadiah serta kenang-kenangan lainnya

kepada nasabah yang loyal.

4. Dan promosi dan penjualan lainnya.

Promosi yang ketiga adalah publisitas. Publisitas merupakan kegiatan

promosi untuk memancing nasabah melalui kegiatan seperti pameran, bakti sosial

serta kegiatan lainnya. Kegiatan publisitas dapat meningkatkan pamor bank di

mata para nasabahnya. Oleh karena itu kegiatan publisitas perlu diperbanyak lagi.

Kegiatan promosi yang ke empat adalah penjualan pribadi atau porsonal

selling. Dalam dunia perbankan penjualan pribadi lebih banyak dilakukan oleh

petugas custumer service atau service assistensi. Dalam hal ini custumer sevice

bank dalam melayani para nasabah selalu berusaha menarik para calon nasabah

menjadi nasabah Bank yang bersangkutan dengan barbagai cara. Oleh karena itu

tugas customer service merupakan tulang punggung kegiatan operasional dalam

dunia perbankan.

Adapun tugas custumer service yang harus benar-benar dipahami

sehingga seorang custumer service dapat menjalankan tugasnya secara prima.

Dalam praktiknya tugas-tugas custumer service adalah sebagai berikut :

1. Memberikan informasi tentang seluruh produk dan jasa yang ada di Bank

bersangkutan.

2. Melayani nasabah dalam hal segala kebutuhan.


23

3. Membantu nasabah mengatasi setiap masalah yang ada serta mencari jalan

keluarnya.

4. Mampu meyakinkan nasabahnya.

Dalam rangka menjalankan tugas di atas maka custumer service haruslah

didukung dan memiliki sifat-sifat, watak serta kepribadian sebagai berikut :

1. Lemah lembut dan sopan santun dalam berbicara.

2. Ramah tamah dan murah senyum.

3. Sabar dalam melayani nasabah

4. Rapi dan berpenampilan menarik.

5. Dapat memberi informasi yang jelas dan mudah dipahami.

6. Dapat menjaga rahasia bank.

7. Cerdas dan pandai.

d. Bunga Dalam Tinjauan Ekonomi Islam

1. Pengertian Riba

Menurut bahasa bahwa yang dimaksud dengan riba memiliki beberapa

pengertian, yaitu :

1. Bertambah (ziyadah), karena salah satu perbuatan riba

adalah meminta tambahan dari sesuatu yang dihutangkan.

2. Berkembang, berbunga (an nam), karena salah satu

perbuatan riba

Adalah membungakan harta uang atau yang lainnya yang dipinjamkan

kepada orang lain.


24

3. Berlebihan atau menggelembung.

Riba dalam pengertian syari’ah adalah “tambahan” yang diberikan

peminjam uang karena penangguhan pembayaran (differred payment) dan

tambahan tersebut diperjanjikan sebelumnya, tanpa imbalan.

Riba adalah salah satu dari tujuh perbuatan yang membinasakan. Orang-

orang yang makan riba hanya akan berdiri sebagaimana orang-orang yang

kesurupan syaitan. Allah telah berfirman menyinggung haramnya riba, pelakunya

dengan siksa yang pedih didunia dan di akhirat . yang dijelaskan dalam surat

(Al-Baqarah Ayat 275-276)

úï©!$ tbqè=à2ù't (#4qt/Ìh9$# w tbqãBqà)t


wÎ) $yJx. ãPqà)t Ï%©!$# çmäܬ6ytFt ß`»sÜø¤±9$#
z`ÏB Äb§yJø9$# 4 y7Ï9ºs öNßg¯Rr'Î/ (#þqä9$s% $yJ¯RÎ)
ßìøt7ø9$# ã@÷WÏB (#4qt/Ìh9$# 3 ¨@ymr&ur ª!$# yìøt7ø9$#
tP§ymur (#4qt/Ìh9$# 4 `yJsù ¼çnuä!%y` ×psàÏãöqtB `ÏiB
¾ÏmÎn/§ 4ygtFR$$sù ¼ã&s#sù $tB y#n=y ÿ¼çnãøBr&ur
n<Î) «!$# ( ïÆtBur y$ tã y7Í´¯»s9'ré'sù Ü=»ysô¹r&
Í$¨Z9$# ( öNèd $pk Ïù crà$Î#»yz ÇËÐÎÈ ß,ysôJt ª!$#
(#4qt/Ìh9$# Î/öãur ÏM»s%y¢Á9$# 3 ª!$#ur w
=Åsã ¨@ä. A$¤ÿx. ?LìÏOr& ÇËÐÏÈ
Artinya :

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan

seperti berdirinya orang yang memasukkan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.

Keadaan meraka yang demikian itu, adalah disebabkan meraka berkata

(berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Orang-orang yang

telah sampai kepadanya larangan dari rabanya, lalu terus berhenti (dari mengambil

riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan),

dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (menyambil


25

riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal

didalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak

menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa”8.

Riba dapat menimbulkan over produksi, sebuah riba membuat daya beli

sebagian besar masyarakat lemah, maka persedian jasa dan barang semakin

bertimbun, maka perusahaan macet karena produksinya tidak laku, perusahaan

menggurangi tenaga karja untuk menghindari kerugian yang lebih besar, maka

riba dapat pula mengakibatkan adanya peningkatan pengangguran.

Sesungguhnya riba tidak hanya dilarang dalam Islam saja tetapi juga oleh

agama lain seperti Yahudi, Nasrani, Budha dan Hindu. Dalam agama Samawi:

Yahudi, Nasrani dan Islam terdapat aturan tertulis dalam kitab sucinya hal yang

berkaitan dengan riba atau interes. Tetapi dalam agama lain larangannya dikaitkan

dengan ketentuan bahwa setiap perbuatan yang tidak baik termasuk “saling

aniaya”, seperti yang terkandung dalam sistem riba itu pasti dilarang oleh semua

agama.

2. Beberapa Mudharat Riba

Mudharat riba sangat buruk dan berat sehingga telah menimbulkan

berbagai petaka yang dasyat petaka terjadi karena sifat “saling menzalimi” yang

terkandung dalam krateristik bunga. Krateristik pokok dari sistem bunga ialah :

win lose solution, yang salalu memenangkan pemodal dan menzalimi peminjam,

diantara mudharat riba adalah :

a. Saling menzalimi

Sistem riba adalah bisnis yang didalamnya ada sistem saling aniaya yang
8 Al-Qur’an dan Terjemahan
26

dapat menimbulkan petaka.

b. Beban bunga bisa berlipat ganda

Dalam sistem bunga terdapat penzaliman terhadap peminjam, yaitu ia

wajib membayar bunga walaupun usahanya tidak untung atau tidak

menghasilkan sehingga jumlahnya kewajiban membayar bisa menumpuk

dan berlipat ganda.

c. Sebagai refleksi dari sistem saling menzalimi termasuk diatas maka pihak

yang menzalimi akan menderita. Dalam surat perjanjian kredit selalu ada

klausula “sepakat untuk tidak sepakat” yang memberatkan peminjam.

Peminjam setuju Bank merubah tingkat bunga kredit tanpa minta

persetujuan peminjam.
27

27

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Strategi Pemasaran Produk Tabungan Dhuha pada PT. Bank Riau

Cabang Bagan Batu

a. Sistem Informasi Pemasaran

Dalam melaksanakan analisa pemasaran, perencanaan, pelaksanaan

dan pengendalian pemasaran oleh menejer pemesaran informasi yang

dibutuhkan antara lain menyangkut :

a. Langganan

b. Pesaing

c. Penyalur

d. Kekuatan-kekuatan lain dipasar.

Perkembangan yang begitu pesat pada saat sekarang menyebabkan

meningkatnya kebutuhan akan informasi pemasaran yang lebih banyak dan lebih

baik, misalnya :

a. Dari daerah ke pemasaran nasional.

b. Dari kebutuhan pembeli ke keinginan pembeli.

c. Dari persaingan harga ke persaingan non harga.

b. Lingkungan Pemasaran

Dalam menjalankan dan merencanakan kegiatan pemasaran dunia

perbankan juga sama dengan kegiatan pemasaran diperusahaan lainnya. Salah satu
28

adalah harus memperhatikan lingkungan pemasaran yang akan dimasuki.

Lingkungan pemasaran sangat menentukan strategi yang akan dijalankan karena

lingkungan pemasaran sangat mempengaruhi sekses tidaknya kegiatan pemasaran

yang dijalankan nantinya.

Dalam prakteknya didunia Perbankan lingkungan pemasaran dibagi

menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan makro. Lingkungan mikro adalah

kekuatan yang dekat dengan Bank, sehingga mempengaruhi kemampuan Bank

dalam melayani pelanggannya. Adapun lingkungan mikro tersebut adalah :

1. Menejemen itu sendiri

Menejemen Bank itu maksudnya adalah kemampuan Bank dari masing-

masing menejemen yang ada dalam Bank untuk berkerja sama.

2. Perantara Pemasaran

Perantara pemasaran merupakan perusahaan yang membantu

mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan barang ke pembeli akhir,

seperti perusahaan distribusi, biro jasa pemasaran.

3. Nasabah atau Pelanggan

Nasabah atau pelanggan merupakan konsumen yang membeli atau

mengguakan produk yang dijual oleh Bank.

4. Pesaing

Pesaing Bank merupakan lawan Bank yang kita jalankan, yang memproduksi

atau menjual barang sejenis di wilayah tetentu.

Lingkungan makro merupakan kekuatan yang lebih luas dari lingkungan

makro juga mempengaruhi pemasaran Bank. Sering juga diartikan lingkungan


29

mikro merupakan lingkungan yang jauh dari dunia Perbankan. Adapun komponen

lingkungan makro adalah :

1) Lingkungan demografis

Lingkungan demografis merupakan lingkungan yang menyangkut mengenai

kependudukan seperti :

a. Jumlah penduduk

b. Lokasi penduduk

c. Usia penduduk

d. Jenis kelamin

e. Pendidikan

2) Lingkungan Ekonomis

Lingkungan ekonomis merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi daya

beli dan pembelanjaan konsumen.

3) Lingkungan Kultural

Lingkungan Kultural merupakan lembaga-lembaga atau kekuatan lain yang

mempengaruhi nilai dimasyarakat seperti persepsi, dan prilaku masyarakat

terhadap jasa yang dihasilkan.

c. Sistem Pengendalian Pemasaran

Perencanaan pemasaran yang telah disusun dan disetujui untuk

dilaksanakan merupakan langkah awal untuk mengadakan kegiatan pengendalian

pemasaran yang sangat diperlukan oleh perusahaan untuk memastikan bahwa

sasaran pemasaran akan dicapai.


30

Dengan berbagai menejemen harus melaksanakan tanggung jawab

penegndalian disamping tanggung jawab analisa perencanaan dan pelaksanaan.

Pengendalian pemasaran dapat dibagi empat jenis yaitu :

1. Pengendalian Rencana Tahunan

Tugas dan tanggung jawab utama untuk melaksanakan pengendalian

terhadap rencana tahunan adalah menejemen puncak dan menejemen

menengah.

Tujuan pengendalian yang dilakukan adalah menguji apakah hasil yang

direncanakan dapat dicapai. Disamping itu tujuan pengendalian memastikan

bahwa mencapai penjualan keuntungan dan tujuam-tujuan yang lain sudah

ditetapkan rencana tahunan.

2. Pengendalian Kemampulabaan (propabilitas)

Pengendalian kemampulabaan perlu dilakukan oleh perusahaan untuk

mengukur kemampulabaan terhadap berbagai jenis produk,wilayah, kelompok

konsumen, jalur perdagangan dan besarnya pesanan.

3. Pengendalian Efesiensi

Jika dalam analisa kemampulabaan mengungkapkan suatu perusahaan

menghasilkan laba sedikit dai produk, wilayah/pasar tertentu, maka dalam

pengendalian efesiensi apakah ada cara-cara yang lebih efesien untuk :

a. Mengelola promosi

b. Mengelola periklanan

c. Mengelola wira niaga

d. Mengelola distribusi yang berkaitan dengan kegiatan


31

pemasaran yang hasilnya kurang baik.

4. Pengendalian Strategi

Pemasaran merupakan kegiatan yang sangat penting dan harus

terkendali dengan baik . kebijakan, strategi dan program merupakan

kemungkinan yang selalu ada. Dengan perusahan harus meninjau kembali

efektifitas pemasaran secara berkala terhadap keseluruhan aktifitas dengan

kritis dan harus menilai kembali pendekatannya secara menyeluruh terhadap

pasar.

B. Pengaruh Strategi Pemasaran Yang Dilakukan Bank Riau Cabang

Bagan Batu Terhadap Intensitas Nasabah Pada Tabungan Dhuha

Adapun pelaksanaan produk tabungan dhuha pada Bank Riau Cabang

Bagan Batu adalah bank sebagai penerima amanah dari nasabah dan setoran awal

atau pembukaan rekening baru untuk tabungan Dhuha minimal setoran awalnya

adalah Rp 50.000,-. Dan setoran untuk selanjutnya terserah kepada nasaba.

Kemudian setelah jumlah tabungan nasabah telah mencapai

Rp 21.000.000,- pihak bank akan memberi surat kuasa yang menjelaskan bahwa

jumlah tabungan ini sudah mencukupi untuk mendapatkan nomor forsi dari

Departemen Agama (Depag).

Dari pihak bank perannya hanya sebatas tempat penerima simpanan dan

tidak berhak memastikan bila nasabah ini bisa berangkat ketanah suci. Semua itu

tergantung dari pihak Departemen Agama.


32

Dalam aflikasinya ada sedikit perbedaan menabung untuk tabungan haji di

bank konvensional dan syari’ah. Jika bank konvensional pihak bank telah

menjanjikan 9% dari jumlah pokok simpanan, sementara jika di bank syari’ah itu

merupakan bentuk simpanan murni dan menggunakan akad wadi’ah. Dan jika ada

fee dari pihak bank syari’ah itu tidak dijanjikan dimuka dan itu hanya sekedar

penghargaan buat nasabah, dan tidak semuanya dapat tergantung kebijakan pihak

bank.

Tabel I.I Perkembangan Nasabah untuk Tabungan Dhuha Ditinjau dari

Bulan Februari sampai Maret (2009)

Jumlah hari Februari Maret April Mei

15 hari 38 Nasabah

17 hari 40 Nasabah

17 hari 25 Nasabah
30 Nasabah
19 hari

Sumber: Arsip data tabungan haji bulan jauari s/d april. PT. Bank Riau Cabang

Bagan Batu

C. Strategi Pemasaran Produk Tabungan Dhuha Menurut Tinjauan

Ekonomi Islam

Strategi pemasaran produk tabungan dhuha setelah ditelaah ternyata tidak

jauh berbeda dengan strategi pada ekonomi islam dan strategi yang digunakan

dalam pemasaran produk tabungan dhuha di PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu
33

tidak bertentangan dengan ekonomi islam. Kemudian pada ekonomi islam tujuan

dan strategi usaha itu lebih terperinci. Seperti keterangan dibawah ini :

Tujuan dan strategi usaha dalam islam

Tujuan operasional dalam islam

a. Meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat islam terutama dalam

kelompok masyarakat ekonomi lemah yang pada umumnya yang berada

didaerah pedesasaan.

b. Menambah lapangan kerja terutama ditingkat kecamatan sehingga dapat

menguragi arus urbanisasi.

c. Membina ukwah islamiyah melalui kegiatan ekonomi dalam rangka

meningkatkan kualitas hidup yang memadai.

d. Islam memiliki jenis usaha yang perputaran uangnya jangka pendek

dengan mengutama usaha skala menegah dan kecil.


34
34

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian mengenai strategi pemasaran produk tabungan dhuha

diatas maka dapat menyimpulkan.

Produk merupakan suatu yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan

pelanggan.

Strategi pemasaran dapat dilakukan dengan cara sistem informasi

pemasaran, dimana dilakukan dengan analisis pemasaran, perencanaan,

pelaksanaan, dan pengendalian menejer pemasaran membutuhkan informasi setiap

saat. Adapun juga sterategi pemasaran dapat dilakukan dengan sistem

perencanaan pemasaran.

Untuk mencapai tujuan pemasaran perusahaan sebagaimana yang telah

diharapkan tentunya harus didukung oleh suatu sistem organisasi pemasaran yang

terpadu. Setiap perusahan pasti ingin mencapai target dari pemasaran.

Di lihat strategi pemasaran yang diterapkan di PT. Bank Riau Cabang

Bagan Batu ada segi peningkatan dari jumlah nasabah khusus tabungan dhuha,

karna target yang di tetapkan untuk satu tahun hampir 65% telah berhasil. Artinya

itu baru jalan selama 4 bulan.

Kemudian jika ditinjau dengan strategi ekonomi islam tidak bertentangan

dengan konsep.
35

B. Saran

Ada beberapa saran yang dapat penulis tuturkan diantaranya adalah:

a. Kepada PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu agar lebih meningkatkan

strategi pemasaran produk tabungan dhuha dengan penyampaian kepada

nasabah baik secara media elektronik, cetak dan visual.

b. Penulis mengharapkan kepada PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu agar

dapat meningkatkan pelayanan kepada nasabah dalam membantu nasabah

dengan berbagai permasalahan yang dihadapinya.

c. Dan yang terakhir agar bisa meningkatkan kekompakan serta etos kerja

yang tinggi supaya tercapai target yang diharapkan untuk mendapatkan

keuntungan.
36

DAFTAR PUSTAKA

Agenda Bank Riau 2009

Kasmir, Pemasaran Bank, (Jakarta: Kencana, 2004)

PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu, Dekumentasi, (2 Februari 2009)

PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu, Dekumentasi, ( 20 Februari 2009)

Melayu SP Hasibuan, Dasar-Dasar Perbankan, (Jakarta :PT Bumi Aksara,

2005)

Saidah, Pelayanan Nasabah PT. Bank Riau Cabang Bagan Batu, Wawancara,

Bagan Batu, (17 Februari 2009)

Al-Qur’an dan Terjemahan