Anda di halaman 1dari 11

PERANCANGAN RANGKA SEPEDA

Rancangan Rangka
Sesuai dengan tujuan penelitian untuk mengetahui
pengaruh besar sudut STA terhadap energi kayuh dan nilai resiko
cedera tubuh pengendara, dikembangkan rangka yang dapat
dirubah STA-nya (Seat Tube Angel) dengan sudut antara 680 s/d
840. Untuk bisa merubah sudut STA tersebut, diperlukan
mekanisme (komponen) khusus. Berikut ini adalah rancangan
rangka sepeda beserta komponen rangkanya seperti terlihat pada
gambar di bawah:
Keterangan :
1. Head tube
2. Pivot House1
3. Top Tube
4. Pivot House 2
5. Seat Tube
6. Seat Stay
7. Chain Stay
8. Bottom Bracket
9. Down Tube

Gambar Rancangan Sepeda Dengan Rangka Fleksibel.


Pada penelitian ini akan dirancang dan dibuat rangka
fleksibel, yaitu bagian 1 s/d nomer bagian 9.

Analisa Kekuatan Rangka


Analisa perhitungan kekuatan rangka sepeda digunakan
supaya desain aman ketika beban terjadi, berdasarkan material
yang digunakan yaitu aluminium alloy Al 6061. Analisa kekuatan
material komponen diketahui dari berat pengendara yang
terdistribusi pada rangka sepeda, sehingga ketika besar sudut STA
dirubah dari 680 sampai 840 rangka tetap aman. Berikut ini urutan
mencari besar gaya-gaya pada batang rangka.

21
22

1) Mencari titik berat rangka dan pengendara sepeda dengan


bantuan software CATIA V5R14 yaitu memasukkan data
material yang akan digunakan, misalnya aluminium
campuran (aluminium alloy). Berikut ini gambar posisi
titik berat sepeda lengkap dengan pengendaranya :

Gambar Posisi Titik Berat Rangka Sepeda


2) Menggambar diagram benda bebas rangka sepeda dengan
distribusi gaya-gaya pada seat tube dan head tube.
Contoh perhitungannya adalah:
1. Dimensi rangka dapat dilihat pada gambar 4.2
2. Material komponen : Aluminium alloy (Al 6061).
3. Density : 2710 Kg/m3
4. Massa total komponen sepeda : 9.5 Kg.
5. Massa rata-rata pengendara yang digunakan : 90 Kg.
Dari data diatas didapatkan berat total (W) adalah:
W = (Massa semua komponen sepeda + massa
pengendara) x gravitasi.
W = (99,5) Kg x (9,81) m/s2 = 976,095 N
23

Gambar Rangka Sepeda. A,B,C,D,E,F,G,H,I,J,K,L,M adalah


titik simpul
Mencari reaksi tumpuan pada titik A dan B
∑ Fy = 0 (↑+)
RA + RB – W = 0
RA + RB –976,095 N = 0
RA + RB = 976,095 N......................(1)
∑MA = 0
(W x 461) – (RB x 999) = 0
(976,095 x 461) – (RB x 999) = 0
449979,795– 999 RB = 0
RB = 449979,795 / 999
RB = 450,4302 N.......................................(2)
Subtitusi ke persamaan........(1) dan (2)
RA + RB = 976,095 N
RA + (450,4302 )N = 976,095 N
RA = 976,095 N-450,4302 N
RA = 525,6648 N..........................................(3)
24

3) Mencari besar gaya yang bekerja pada tiap batang rangka


sepeda dengan metode grafik yaitu memakai bantuan
software catia (skala 1:1). Masing-masing analisa grafik
pada batang rangka bisa dilihat sebagai berikut:
Pada titik simpul A,D

 Pada titik simpul D,E,F


Gaya aksi pada batang AD sama dengan gaya reaksi pada
batang DE.

 Pada titik simpul A,C,M,K


25

 Pada titik simpul K,B

 Pada titik simpul J,K,L,B

 Pada titik simpul I,J


26

 Pada titik simpul F,M

4) Pembuatan tabel untuk besar gaya pada tiap batang


komponen. Setiap perubahan sudut STA gaya yang terjadi
akan berbeda-beda, karena setiap masing-masing batang
komponen rangka sepeda berubah posisi. Untuk itu akan
ditabelkan besar gaya pada tiap batang komponen rangka.
Berikut ini contoh tabel 4.1 besar gaya pada tiap batang
komponen rangka pada saat besar STA 680 .
Tabel 4.1 besar gaya pada tiap batang komponen rangka pada
STA 680
BESAR
NO BATANG GAYA KETERANGAN
(N)
Chain stay terhubung oleh rumah
1 AC 300 roda kiri dan kanan sebagai
tempat tumpuan roda.
Mekanisme seat stay yang
2 DE 791,95 menghubungkan rumah roda
dengan rumah seat tube.
Batang rumah seat tube
3 EF 717,62 menopang posisi seat tube pada
sudut yang digunakan.
4 IJ 405,23 Mekanisme batang top tube yang
menghubungkan rumah seat tube
27

dengan rumah rangka utama


depan.
Batang rumah utama depan yang
menghubungkan mekanisme
5 JK 428,49
batang top tube dengan rangka
utama depan.
Batang down tube yang
6 KC 480,38 menghubungkan rangka utama
depan dengan rumah pedal.
Batang rumah seat tube tengah
7 CM 402,41 yang menghubungkan seat tube
dengan rumah pedal.
Batang seat tube untuk penopang
8 FM 375,43
batang sadel berat pengendara.

 Analisa komponen rangka sepeda dengan bahan


aluminium Al-6061
Gaya terbesar terdapat pada komponen seat stay yaitu
batang DE dengan besar gaya 791,95 N. Untuk material Al-6061
atau wrought Aluminium Alloy pada tabel machinery’s handbook-
typical mechanical properties mempunyai tegangan yield
material sebesar 40 ksi atau 275 x 106 N/m2. Untuk memastikan
komponen tersebut aman maka tegangan yang terjadi harus lebih
kecil dari tegangan desain setelah dibagi dengan faktor keamanan.
Tegangan yang terjadi = (Gaya maksimum / Luas permukaan
terkecil komponen)
Gaya maksimum = 791,95 N
Luas permukan terkecil komponen :
π π
= (( × d12 ) − ( × d 22 ) )
4 4
3,14 3,14
= (( × 22 ,3 2 ) − ( ×18 ,4 2 ) )
4 4
= 124,60 mm2
= 124,60 x 10-5 m2
Tegangan yang terjadi = (791,95 N / 124,60 x 10-5 m2)
28

= 6,356 x 105 N/m2


Tegangan desain = (Tegangan yield material / Faktor keamanan)
= ( 275 x 106 N/m2 / 3 )
= 91,66 x 106 N/m2
Karena tegangan yang terjadi lebih kecil dari tegangan
desain teoritis, maka komponen seat stay aman.
 Simulasi beberapa komponen sepeda yang dirakit dengan
software CATIA V5R14 untuk analisa tegangan von
mises. Analisa ini menggunakan permodelan elemen
hingga yaitu sistem yang dianalisa dibagi menjadi
elemen-elemen kecil. Pada elemen-elemen tersebut
memiliki node berupa titik-titik yang berhingga besar-
nya, semakin besar node yang dimasukkan hasil simulasi
lebih akurat tetapi memerlukan waktu penghitungan yang
lama. Berikut ini adalah simulasi beberapa komponen
yaitu: komponen penghubung, top tube, dan seat stay.
• Komponen Penghubung
Data yang didapat dari simulasi von mises untuk
komponen penghubung ini, didapat dengan cara
memasukkan part pada menu analysis dan
simulation. Dengan memilih generative structural
analysis dipilih material yang digunakan dalam hal
ini adalah aluminium. Kemudian dilakukan
pembebanan (load) dengan menu distributed force
pada sisi komponen yang dianalisa. Untuk
mengeksekusi analisa menggunakan menu compute
sehingga hasil tegangan (von mises stress) dapat
dilihat. Berikut ini adalah hasil simulasi-nya:
29

Gambar Simulasi Pembebanan dan Hasil Visualisasi Von


Mises Stress Pada Komponen Penghubung.
Dari gambar static case solution von mises stress (nodal
value) didapat tegangan maksimum pada warna merah yaitu
2,4176 x 105 N/m2. Komponen sambungan tersebut terdapat pin
dengan material AISI 1045 dari tabel mechanical properties of
plan carbon and alloy steel memiliki yield strength 3,79 x 108
N/m2. Karena tegangan maksimum pada komponen penghubung
masih dibawah yield strength material pin maka sambungan
aman.
30

• Komponen Top Tube


Proses sama dengan analisa sebelum-nya untuk
mendapatkan hasil simulasi von mises sebagai
berikut:

Gambar Simulasi Pembebanan dan Hasil Visualisasi Von


Mises Stress Pada Komponen Top Tube.
Dari gambar static case solution von mises stress (nodal
value) didapat tegangan maksimum pada warna merah yaitu
2,6637 x 105 N/m2. Komponen top tube tersebut menggunakan
material Al-6061 atau wrought Aluminium Alloy pada tabel
machinery’s handbook-typical mechanical properties mempunyai
tegangan yield material sebesar 40 ksi atau 275 x 10 6 N/m2.
Karena tegangan maksimum pada komponen top tube masih
dibawah yield strength material Al-6061 maka aman.
31

• Komponen Seat Stay


Proses sama dengan analisa sebelum-nya untuk
mendapatkan hasil simulasi von mises sebagai
berikut:

Gambar Simulasi Pembebanan dan Hasil Visualisasi Von


Mises Stress Pada Komponen Seat Stay.
Dari gambar static case solution von mises stress (nodal
value) didapat tegangan maksimum pada warna merah yaitu
6,3867 x 105 N/m2. Komponen seat stay tersebut menggunakan
material Al-6061 yang memiliki yield strength 275 x 106 N/m2.
Karena tegangan maksimum pada komponen top tube masih
dibawah yield strength material Al-6061 maka perencanaan
memenuhi syarat aman.