Anda di halaman 1dari 18

BIDANG FARMASI

UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I


NOMOR
PATARUMAN I

TANGGAL TERBIT : 3
September 2014

REVISI KE : 3

HALAMAN 1/1

DITETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Pataruman I

PROTAP
INSPEKSI PELAYANAN OBAT

1. Pengertian

2. Tujuan

Hj.dr. IKA RIKA ROHANTIKA


Nip. 19720102 200604 2 003
IS Obat adalah suatu zat yang dimaksudkan untuk
dipakai dalam diagnosis,mengurangi rasa
sakit,mengobati atau mencegah penyakit pada manusia
atau hewan.
1. Mempermudah proses pelayanan dan penyerahan
obat kepada pasien
2. Memperlancar petugas obat dalam melayani obat
kepada pasien
3. Mempermudah petugas obat dalam pelayanan
kepada pasien

3. Kebijakan

Dilaksanakan oleh petugas Farmasi pada pelayanan


Obat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pataruman I
sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan

4. Prosedur

1. Petugas obat melayani setiap resep yang datang


(anak dan dewasa),untuk resep anak-anak obat di buat
puyer.
2. Petugas obat membuat tanggal,aturan pakai
obat/dosis,nama pasien.
3. Petugas obat mengecek kembali obat yang telah di
kerjakan.
4. Petugas obat memberikan obat kepada pasien sambil
menjelaskan cara pemakaian obat,indikasi pada pasien.
5. Petugas obat mengecek kembali nama pasien,umur
pasien dan alamat pasien agar tidak terjadi kesalahan
dalam memberikan obat.
6. Petugas obat menyuruh pasien untuk mengulangi
penjelasan yang di arahkan oleh petugas obat tadi.

5. Unit Terkait

Pendaftaran,BP umun,BP gigi,BP KIA

6. Referensi
Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi edisi ke 4

BIDANG FARMASI
UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I
NOMOR

REVISI KE : 3

HALAMAN
1/1

PATARUMAN I
TANGGAL TERBIT :
3 September 2014

DITETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Pataruman I

PROTAP
INSPEKSI PENGGUNAAN OBAT
GENERIK

1. Pengertian

2. Tujuan

Hj.dr. IKA RIKA ROHANTIKA


Nip. 19720102 200604 2 003
Obat generik adalah obat dengan nama resmi
International Non Propieritary Names (INN) yang
ditetapkan dalam farmakofe Indonesia / buku standar
lainnya untuk zat berkhasiat yang dikandungnya.
1. untuk memantau penulisan obat generik disemua
pelayanan kesehatan pemerintah
2. Untuk membantu masyarakat agar mendapatkan
pengobatan yang aman, akurat, bermutu dan
terjangkau

3. Kebijakan

Dilaksanakan oleh dokter di puskesmas dan di Rumah


Sakit Umum Daerah (pelayanan kesehatan pemerintah )
dan semua pihak yang terkait

4. Prosedur

1. Menghitung jumlah item obat generik dan obat paten


yang ada di puskesmas
2. Menyiapkan daftar harga obat
3. Mencatat jumlah R/ obat generik setiap hari
4. Merekap jumlah R/ obat generik tiap akhir bulan
5. Membuat laporan pemantauan penulisan obat
generik di puskesmas tiap triwulan
6. Menyerahkan laporan tersebut pertriwulan ke dinas
kesehatan kota banjar

5. Unit Terkait
6. Referensi

Pendaftaran,BP umun,BP gigi,BP KIA


Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi edisi ke 4

BIDANG FARMASI
UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I
NOMOR

REVISI KE : 3

HALAMAN
1/1

PATARUMAN I
TANGGAL TERBIT :
3 September 2014

DITETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Pataruman I

PROTAP
INSPEKSI PENCATATAN DAN
PENYIMPANAN RESEP

1. Pengertian

Hj.dr. IKA RIKA ROHANTIKA


Nip. 19720102 200604 2 003
Pencatatan dan penyimpanan resep adalah merupakan
salah satu proses dalam pelayanan kefarmasian untuk
tertib administrasi

2. Tujuan

Untuk mencatat dan mengetahui jumlah item obat yang


digunakan tiap hari serta jumlah resep yang dilayani.

3. Kebijakan

Dilaksanakan oleh pengelola obat di puskesmas setiap


hari

4. Prosedur

1. Mencatat jumlah resep harian berdasarkan jenis


pelayanan (umum,gakin/ gratis, asuransi )
2. Membendel resep yang mempunyai tanggal yang
sama berdasarkan urutan nomer resep
3. Menyimpan bendel resep pada tempat yang
ditentukan secara berurutan berdasarkan tanggal agar
memudahkan dalam penelusuran resep
4. Memusnahkan resep yang telah disimpan selama 3
(tiga ) tahun dengan cara dibakar
5. Membuat berita acara pemusnahan resep dan
dikirimkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota.

5. Unit Terkait

Pendaftaran,BP umun,BP gigi,BP KIA

6. Referensi

Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.


Departemen Kesehatan RI, 2006.

BIDANG FARMASI
UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I
NOMOR

REVISI KE : 1

HALAMAN
1/1

PATARUMAN I
TANGGAL TERBIT :
23 JUNI 2011

DITETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Pataruman I

PROTAP
INSPEKSI PEMAKAIN OBAT
PSIKOTROPIKA

1. Pengertian

2. Tujuan

IKA RIKA ROHANTIKA, dr


Nip. 19720102 200604 2 003
Obat Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah
maupun sintesis, bukan narkotika yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan
saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada
aktifitas mental dan prilaku.
1. Menjamin ketersediaan psikotropika guna
kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu
pengetahuan
2. Mencegah terjadinya penyalahgunaan psikotropika
3. Memberantas peredaran gelap psikotropika

3. Kebijakan

Dilaksanakan oleh petugas Farmasi pada pelayanan


Obat yang ada di wilayah kerja Puskesmas
Pataruman I sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan

4. Prosedur

1. Resep ditulis oleh dokter dengan kelengkapan dan


tanda tangan / paraf dokter, umur, nomer medreg.
2. Resep psikotropika terpisah dengan resep yang
lainnya kecuali dalam bentuk racikan
3. Salinan resep yang mengandung psikotropika tidak
dapat dilayani walaupun resep tersebut baru dilayani
sebagian
4. Resep psikotropika dicatat dalam buku khusus dan
setiap bulan di laporkan ke dinas kesehatan

5. Unit Terkait

BP umum

6. Referensi

Obat-Obat penting edisi 5

BIDANG FARMASI
UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I
NOMOR

REVISI KE : 3

HALAMAN
1/1

PATARUMAN I
TANGGAL TERBIT :
3 September 2014

DITETAPKAN OLEH :

TANGGAL TERBIT :
3 September 2014

Kepala Puskesmas Pataruman I

PROTAP
INSPEKSI PEMAKAIN OBAT
PSIKOTROPIKA

1. Pengertian

2. Tujuan

Hj.dr. IKA RIKA ROHANTIKA


Nip. 19720102 200604 2 003
Obat Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah
maupun sintesis, bukan narkotika yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan
saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada
aktifitas mental dan prilaku.
1. Menjamin ketersediaan psikotropika guna
kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu
pengetahuan
2. Mencegah terjadinya penyalahgunaan psikotropika
3. Memberantas peredaran gelap psikotropika

3. Kebijakan

Dilaksanakan oleh petugas Farmasi pada pelayanan


Obat yang ada di wilayah kerja Puskesmas
Pataruman I sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan

4. Prosedur

1. Resep ditulis oleh dokter dengan kelengkapan dan


tanda tangan / paraf dokter, umur, nomer medreg.
2. Resep psikotropika terpisah dengan resep yang
lainnya kecuali dalam bentuk racikan
3. Salinan resep yang mengandung psikotropika tidak
dapat dilayani walaupun resep tersebut baru dilayani
sebagian
4. Resep psikotropika dicatat dalam buku khusus dan
setiap bulan di laporkan ke dinas kesehatan

5. Unit Terkait

BP umum

6. Referensi

Obat-Obat penting edisi 5

BIDANG FARMASI
UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I
NOMOR

REVISI KE : 1

HALAMAN
1/1

PATARUMAN I
TANGGAL TERBIT :
23 JUNI 2011

DITETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Pataruman I

PROTAP
INSPEKSI PEMAKAIN OBAT
PSIKOTROPIKA

1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan
4. Prosedur

IKA RIKA ROHANTIKA, dr


Nip. 19720102 200604 2 003
Obat Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah
maupun sintesis, bukan narkotika yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan
saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada
aktifitas mental dan prilaku.

1. Menjamin ketersediaan psikotropika guna


kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu
pengetahuan
2. Mencegah terjadinya penyalahgunaan psikotropika
3. Memberantas peredaran gelap psikotropika
Dilaksanakan oleh petugas Farmasi pada pelayanan
Obat
yang
ada oleh
di wilayah
Puskesmas
1.
Resep
ditulis
dokterkerja
dengan
kelengkapan dan
tanda tangan / paraf dokter, umur, nomer medreg.
2. Resep psikotropika terpisah dengan resep yang
lainnya kecuali dalam bentuk racikan
3. Salinan resep yang mengandung psikotropika tidak
dapat dilayani walaupun resep tersebut baru dilayani
sebagian
4. Resep psikotropika dicatat dalam buku khusus dan
setiap bulan di laporkan ke dinas kesehatan

5. Unit Terkait

BP umum

6. Referensi

Obat-Obat penting edisi 5

BIDANG FARMASI
UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I
NOMOR

REVISI KE : 3

HALAMAN 1/1

PATARUMAN I
TANGGAL TERBIT : 3
September 2014

DITETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Pataruman I

PROTAP
INSPEKSI PENERIMAAN RESEP

1. Pengertian

Hj.dr. IKA RIKA ROHANTIKA


Nip. 19720102 200604 2 003
Penerimaan Resep adalah awal dari pengerjaan pelayanan
obat

2. Tujuan
Untuk mrngetahui / membaca isi resep
3. Kebijakan

Dilaksanakan oleh petugas farmasi pada pelayanan obat


yang ada di wilayah kerja puskesmas pataruman 1 sesuai
dengan jadwal yang telah di tentukan.

4. Prosedur

1. Menerima resep pasien


2. Memeriksa kelengkapan resep, yaitu nama, nomer surat
izin praktek, alamat dan tanda tangan/ paraf dokter
penulis resep, tanggal resep, nama obat, dosis, jumlah
yang diminta, cara pemberian, nama pasien, umur pasien
dan jenis kelamin
3. Memeriksa kesesuaian farmasetik, yaitu bentuk
sediaan, dosis, potensi, stabilitas, inkompatibilitas, cara
dan lama pemberian.
4. Jika ada keraguan terhadap resep hendaknya di
konsultasikan kepada dokter penulis resep dengan
memberikan pertimbangan dan alternatif seperlunya bila
perlu meminta persetujuan setelah pemberitahuan.

5. Unit Terkait

Pendaftaran,BP umun,BP gigi,BP KIA

6. Referensi

Pedoman pelayanan kefarmasian di puskesmas,


Departemen Kesehatan RI, 2006

BIDANG FARMASI
UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I
NOMOR

REVISI KE : 3

PATARUMAN I
TANGGAL TERBIT :
3 September 2014

DITETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Pataruman I

PROTAP
INSPEKSI PELAYANAN INFORMASI
OBAT

1. Pengertian

Hj.dr. IKA RIKA ROHANTIKA


Nip. 19720102 200604 2 003
Pelayanan informasi obat adalah proses pemberian
informasi obat baik nama obat, khasiat, dosis, dan cara
pemakaian serta efek samping obat maupun cara
penyimpanan obat kepada pasien.

2. Tujuan

Agar pasien mengerti dan paham cara mengkonsumsi obat


yang benar

3. Kebijakan

Dilaksanakan oleh petugas farmasi pada pelayanan obat


yang ada di wilayah kerja puskesmas pataruman 1 sesuai
dengan jadwal yang telah di tentukan.

4. Prosedur

1. Menyediakan dan memasang spanduk, poster, booklet,


leaflet yang berisi informasi obat pada tempat yang mudah
dilihat oleh pasien.
2. Menjawab pertanyaan baik lisan maupun tertulis,
langsung atau tidak langsung, dengan jelas dan mudah
dimengerti, tidak bias, etis dan bijaksana melalui
penelusuran literatur secara sistematis untuk memberikan
Informasi yang dibutuhkan.
3. Mendokumentasikan setiap kegiatan pelayanan informasi
obat secara sistematis.

5. Unit Terkait

Pendaftaran,BP umun,BP gigi,BP KIA

6. Referensi

Pedoman Pelayanan kefarmasian di Puskesmas.


Departemen Kesehatan RI, 2006.

BIDANG FARMASI
UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I
HALAMAN 1/1

DITETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Pataruman I

Hj.dr. IKA RIKA ROHANTIKA


Nip. 19720102 200604 2 003
Pelayanan informasi obat adalah proses pemberian
informasi obat baik nama obat, khasiat, dosis, dan cara
pemakaian serta efek samping obat maupun cara
penyimpanan obat kepada pasien.
Agar pasien mengerti dan paham cara mengkonsumsi obat
yang benar
Dilaksanakan oleh petugas farmasi pada pelayanan obat
yang ada di wilayah kerja puskesmas pataruman 1 sesuai
dengan jadwal yang telah di tentukan.
1. Menyediakan dan memasang spanduk, poster, booklet,
leaflet yang berisi informasi obat pada tempat yang mudah
dilihat oleh pasien.
2. Menjawab pertanyaan baik lisan maupun tertulis,
langsung atau tidak langsung, dengan jelas dan mudah
dimengerti, tidak bias, etis dan bijaksana melalui
penelusuran literatur secara sistematis untuk memberikan
Informasi yang dibutuhkan.
3. Mendokumentasikan setiap kegiatan pelayanan informasi
obat secara sistematis.
Pendaftaran,BP umun,BP gigi,BP KIA
Pedoman Pelayanan kefarmasian di Puskesmas.
Departemen Kesehatan RI, 2006.

BIDANG FARMASI
UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I
NOMOR
PUSKESMAS
PATARUMAN
1

TANGGAL TERBIT :
3 September 2014

REVISI KE : 3

DITETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Pataruman I

PROTAP
INSPEKSI PEMUSNAHAN RESEP

1. Pengertian

Hj.dr. IKA RIKA ROHANTIKA


Nip. 19720102 200604 2 003
Pemusnahan resep adalah suatu proses memusnahkan resep
yang telah disimpan selama 3 tahun atatu lebih

2. Tujuan

Mencegah menumpuknya resep-resep di gudang arsip

3. Kebijakan

Melaksanakan ketentuan dalam peraturan perundangundangan yang berlaku

4. Prosedur

1. Memusnahkan resep yang telah disimpan tiga tahun atau


lebih
2. Tata cara pemusnahan : resep narkotik dihitung
lembarannya, resep lain ditimbang, resep dihancurkan lalu
dikubur atau dibakar.
3. Membuat berita acara pemusnahan sesuai dengan format
terlampir

5. Unit Terkait

Pendaftaran,BP umun,BP gigi,BP KIA

6. Referensi

Pedoman Pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Departemen


Kesehatan RI, 2006.

BIDANG FARMASI
UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I
HALAMAN 1/1

DITETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Pataruman I

Hj.dr. IKA RIKA ROHANTIKA


Nip. 19720102 200604 2 003
Pemusnahan resep adalah suatu proses memusnahkan resep
yang telah disimpan selama 3 tahun atatu lebih
Mencegah menumpuknya resep-resep di gudang arsip

Melaksanakan ketentuan dalam peraturan perundangundangan yang berlaku


1. Memusnahkan resep yang telah disimpan tiga tahun atau
lebih
2. Tata cara pemusnahan : resep narkotik dihitung
lembarannya, resep lain ditimbang, resep dihancurkan lalu
dikubur atau dibakar.
3. Membuat berita acara pemusnahan sesuai dengan format
terlampir

Pendaftaran,BP umun,BP gigi,BP KIA


Pedoman Pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Departemen
Kesehatan RI, 2006.

BIDANG FARMASI
UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I
NOMOR

REVISI KE : 3

PATARUMAN I
TANGGAL TERBIT :
3 September 2014

DITETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Pataruman I

PROTAP
INSPEKSI PENYERAHAN OBAT

1. Pengertian

Hj.dr. IKA RIKA ROHANTIKA


Nip. 19720102 200604 2 003
Penyerahan obat adalah salah satu proses dalam pelayanan
kefarmasian yang merupakan tahap akhir.

2. Tujuan

Memberikan obat kepada pasien sesuai dengan resep

3. Kebijakan

Dilaksanakan oleh petugas farmasi pada pelayanan obat


yang ada di wilayah kerja puskesmas Pataruman 1 sesuai
dengan jadwal yang telah ditentukan.

4. Prosedur

1. Memeriksa kembali kesesuaian antara jenis, jumlah dan


cara penggunaan obat dengan permintaan pada resep.
2. Memanggil dan memastikan nomer urut/ nama pasien
3. Menyerahkan obat disertai pemberian informasi obat
4. Memastikan bahwa pasien telah memahami cara
penggunaan obat
5. Meminta pasien untuk menyimpan obat di tempat yang
aman dan jauh dari jangkauan anak-anak

5. Unit Terkait

Pendaftaran,BP umun,BP gigi,BP KIA

6. Referensi

Pedoman Pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Departemen


Kesehatan RI, 2006.

BIDANG FARMASI
UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I
HALAMAN 1/1

DITETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Pataruman I

Hj.dr. IKA RIKA ROHANTIKA


Nip. 19720102 200604 2 003
Penyerahan obat adalah salah satu proses dalam pelayanan
kefarmasian yang merupakan tahap akhir.
Memberikan obat kepada pasien sesuai dengan resep

Dilaksanakan oleh petugas farmasi pada pelayanan obat


yang ada di wilayah kerja puskesmas Pataruman 1 sesuai
dengan jadwal yang telah ditentukan.

1. Memeriksa kembali kesesuaian antara jenis, jumlah dan


cara penggunaan obat dengan permintaan pada resep.
2. Memanggil dan memastikan nomer urut/ nama pasien
3. Menyerahkan obat disertai pemberian informasi obat
4. Memastikan bahwa pasien telah memahami cara
penggunaan obat
5. Meminta pasien untuk menyimpan obat di tempat yang
aman dan jauh dari jangkauan anak-anak
Pendaftaran,BP umun,BP gigi,BP KIA
Pedoman Pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Departemen
Kesehatan RI, 2006.

BIDANG FARMASI
UPTD PUSKESMAS PATARUMAN I
NOMOR

REVISI KE : 3

PATARUMAN I
TANGGAL TERBIT :
3 September 2014

DITETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Pataruman I

PROTAP
INSPEKSI PENYERAHAN OBAT

1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan

4. Prosedur

Hj.dr. IKA RIKA ROHANTIKA


Nip. 19720102 200604 2 003
is gudang adalah tempat penerimaaan,
penyimpanan,pendistribusian dan pemeliharaan
barang berupa obat dan alkes dan perbekalan
kesehatan lainnya
1. mempermudah proses permintaan,pengadan dan
penyerahan obat
2. memperlancar petugas gudang dalam melayani
pengadaan
obat petugas gudang obat dalam
3. mempermudah
pengadaan yang
Dilaksanakan
olehdibutuhkan
petugas farmasi pada pelayanan
obat yang ada di wilayah kerja puskesmas
Pataruman 1 sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.
1. petugas gudang obat menerima persediaan obat
dan alat kesehatan dari dinas kesehatan yang sesuai
dengan sbbk
2. Petugas gudang obat mencatat jumlah, nomer
batch dan tanggal kadaluarsa sediaan farmasi dan
alat kesehatan di dalam kartu stok
3. obat di simpan menurut alpabetis
4. Ruangan gudang obat harus memiliki ventilasi
udara
5.
petugas gudang obat melakukan pengecekan obat
yang kadaluarsa setiap 1 bulan sekali
6. petugas gudang obat menyerahkan permintaan
obat kepala puskesmas untuk disetujui
7. petugas gudang obat menandatangani bukti
penyerahan obat-obatan

5. Unit Terkait

Pendaftaran,BP umun,BP gigi,BP KIA

6. Referensi

undang-undang kesehatan edisi 2009, buku


manajemen farmasi jilid 1 kelas 1

I
RUMAN I
HALAMAN
1/1

APKAN OLEH :
kesmas Pataruman I

RIKA ROHANTIKA
102 200604 2 003
aaan,
pemeliharaan
n perbekalan

aan,pengadan dan

dalam melayani
g obat dalam
si pada pelayanan
uskesmas
al yang telah

a persediaan obat
ehatan yang sesuai

jumlah, nomer
iaan farmasi dan
k

tis
emiliki ventilasi
n pengecekan obat
kali

hkan permintaan
etujui

tangani bukti

IA

009, buku