Anda di halaman 1dari 2

Kerta Gosa, Balai Peradilan Penguasa Bali di Klungkung

Filed Under (Tentang Bali) by admin

pesan sponsor

http://www.mutiarabaliholidays.com/

cp : sdr mutiara 085810227858 / 081220588820

Kerta Gosa

Kerta Gosa terletak di tengah kota Kabupaten Klungkung, kira-kira


40 km ke arah timur dari Denpasar dan dapat ditempuh dengan
kendaraan bermotor sekitar 45 menit melalui Jl.Prof.Dr.Ida Bagus
Mantra.

Arti & Sejarahnya


Kerta Gosa berarti tempat permbahasan segala sesuatu yang bertalian
dengan situasi keamanan, kemakmuran serta keadilan wilayah
kerajaan Bali. Siapa yang mempunyai ide serta pendiri dari pada Kertha Gosa tidaklah jelas.
Namun menurut Chandra Sengkala yang terpahat pintu utama Puri Kertha Gosa sudah ada pada
tahun Caka Cakra YuyuPaksi-paksi yang masing-masing bernilai 1,6,2,2. Jadi tahun 1622 Caka
atau 1700 Masehi ketika I Dewa Agung Jambe sedang memerintah Klungkung

Fungsi dan Isi


Semasa kerajaan, balai Kertha Gosa ini setiap tahun sekali tiap-tiap hari Purnama Kapat adalah
sebagai tempat sidangnya raja-raja bawahan di seluruh Bali. Di sinilah Raja tertinggi
memberikan pengarahan serta keputusan-keputusannya berdasarkan pertimbangan keadaan dan
kebutuhan. Setiap bulan setiap hari Budha (Rabu) Kliwon, Raja mengadakan rapat dengan para
pembantu setempat di lingkungan Klungkung guna keperluan serupa. Selain dari pada tersebut
diatas setiap harinya balai ini digunakan sebagai tempat bersantap bagi para pendeta istana dan
para pendeta lainnya yang pada saat itu sedang menghadap raja. Demikian juga datangnya
bangsawan asing seperti Belanda, Inggris, Portugis dan Cina.

Setelah keraton jatuh akibat perang Puputan melawan Belanda pada tanggal 28 April 1908, maka
fungsi dan kegunaan balai ini menjadi lain. Sejak saat itulah hingga berakhirnya pemerintahan
Belanda, balai Kertha Gosa menjadi balai pengadilan adat, dimana setiap orang yang memiliki
perkara apappun bentuknya yang menyangkut pertikaian berkenaan dengan adat dan agama
disidangkan dan diputuskan di sini.

Pada balai ini terdapat sebuah meja berukir keemasan dan enam buah kursi. Pada kursi yang
lengannya bertanda singa adalah tempat duduknya raja yang bertindak selaku hakim ketua. Kursi
yang berlengan lembu, adalah tempat duduknya pendeta sebagai ahli hukum serta penasehat raja
didalam mengambil keputusan. Dan kursi yang melambangkan naga adalah tempat duduknya
para kanca sebagai panitera sedangkan orang-orang yang hendak diadili baik sebagai tergugat
maupun penggugat duduk di lantai bersila dalam laku dan sikap yang santun.
Di samping raja, kontrolir (pejabat tinggi setempat pemerintahan Belanda) kadang-kadang ikut
serta juga hadir dalam persidangan tersebut sebagai orang yang paling menentukan bila sesuatu
perkara dianggap khusus.Di balai Kerta Gosa terdapat 5 buah patung, 3 buah adlaah buatan
pemahat cina dan 2 buah lagi adalah buatan pematung setempat yang bernama Pedanda Gede
Kreta.

Yang menjadi daya tarik dari balai Kerta Gosa ini adalah di langit-langit bangunan terdapat
lukisan-lukisan wayang yang memiliki cerita tentang kehidupan sehari-hari, karma phala,
ramalan gempa dan filsafat hidup. Di samping balai Kerta Gosa terdapat banguan yang
dikelilingi oleh kolam bernama Taman Gili.