Anda di halaman 1dari 1

Punyah di Hari Suci Galungan?

Juni 27, 2007 · & Komentar

pesan sponsor

http://www.mutiarabaliholidays.com/

cp : sdr mutiara 085810227858 /081220588820

Hari Raya Galungan merupakan hari raya bagi umat beragama Hindu, hari raya ini bahkan
terkesan lebih meriah dibanding hari raya Nyepi yang telah diakui oleh pemerintah. Namun saya
tidak akan membahas lebih banyak tentang bagaimana dan apa itu Galungan karena telah banyak
dibahas oleh Babad Bali disini, dan oleh blogger yang lain disana, disini dan disitu. Atau
silahkan tanya Om Google apa itu Galungan.

Sesuai judul, yang ingin saya bicarakan adalah kebiasaan buruk para generasi muda kita, yaitu
minum-minuman beralkohol dalam perayaan hari raya Galungan ini. Entah bagaimana di daerah
lain, tapi dengan mata dan kepala sendiri saya melihat kebiasaan buruk ini.

Di daerah Kerobokan – Kuta, saat ini sangat kreatif dalam hal Penjor untuk merayakan hari raya
Galungan ini, bagi anda yang orang Bali, kalau pernah lewat di daerah Kerobokan ini terutama
jalan raya Kerobokan – Canggu khususnya di waktu Galungan, lihatlah bagaimana meriahnya
penjor yang ada disana. Bayangkan, biaya yang dihabiskan untuk membuat penjor berkisar
antara 200 ribu sampai 1 juta rupiah, bahkan ada yang diatas 1 juta. Memang dari segi biaya ini
sangat mahal, tapi dari segi hasilnya, tentu saja sangat memuaskan bagi pemiliknya/pembuatnya
yang menganggap biaya itu bukanlah masalah besar.

Bagi saya pribadi, tentu saja saya senang dan juga bangga dalam hal kemeriahan penjor
Galungan ini. Namun ada satu hal negatif yang perlu dikurangi bahkan kalau bisa dihilangkan,
yaitu minum-minuman sampai mabuk di pinggir jalan setelah selesai memasang penjor di waktu
penampahan Galungan. Hal ini sangat banyak saya lihat.

Saya bukanlah orang munafik dan sok suci, namun, alangkah baiknya kalau hal itu kita kurangi
dan dihilangkan sedikit demi sedikit. Galungan ini akan menjadi lebih suci dan damai tanpa
mabuk (punyah)…