Anda di halaman 1dari 4

Written by b0cah Mar 24, 2008 at 07:00 AM

PERNAH melihat penyepuhan logam? Biasanya ibu kamu tau


atau pernah melakukannya pada perhiasan emasnya, jadi
beberapa perhiasan di lapis permukaannya dengan emas. Atau di
sekolah kamu pernah juga melakukan percobaan melapisi sebilah
paku dengan logam lain misalnya tembaga. Nah itu lah
penyepuhan. Bagaimana proses ini terjadi?

Ingat kembali apa yang pernah di praktekkan di sekolah kamu. Sebuah wadah diisi cairan
elektrolit (misal Asam sulfat, H2SO4), lalu dua buah logam masing-masing yang ingin di
lapis (misalnya paku) dan satu lagi logam pelapis (misalnya lempeng tembaga). Lalu
masing-masing logam di ”jepit” dengan seutas kabel yang masing-masing di hubungkan
dengan sumber listrik searah (batery atau aki).

Jadi proses penyepuhan adalah proses ELEKTROSLISIS,


yaitu proses perubahan Energi listrik menjadi Energi
kimia. Proses ini melibatkan Elektroda (logam-logam
yang dihubungkan dengan sumber listrik) dan Elektrolit
(cairan tempat logam-logam tadi dicelupkan)

Penyepuhan berguna untuk melapisi logam untuk


perhiasan, atau juga untuk pencegahan karat/korosi,
seperti pada pipa atau besi, yang dilapisi oleh campuran
besi (Fe) dan Seng (Zn), yang disebut proses galvanisasi.

Kalau kamu amati, sebenarnya proses Elektrolisis ini


adalah kebalikan dari proses yang terjadi pada baterei
atau aki, dimana pada sumber listrik itu terjadi proses perubahan dari energi kimia
menjadi energi Listrik. Menarik sekali kan? Coba kamu lakukan percobaan di rumah,
ajak teman kamu, minta saran guru kamu.***

(dari berbagai sumber)

(foto : istimewa)
Sains dan Teknologi telah melekat erat ke dalam
setiap gaya hidup dan kehidupan modern, bahkan
begitu pentingnya bagi pelajar, dan menjadi
tuntutan dalam kehidupan professional kita, maka
belajar sains dan mengembangan ketrampilan
sains dan teknologi pada saat ini adalah sangat
penting dan menjadi keniscayaan.

Pentingnya terampil berkomunikasi dapat


dibuktikan secara sepintas melalui berbagai surat kabar harian/koran.
Kebanyakan lowongan pekerjaan untuk posisi-posisi penting selalu
mempersyaratkan penguasaan teknologi. Bahkan saat ini begitu terasa
pentingnya bagi para pelajar Indonesia bertepatan dengan usaha-
usaha pemerintah untuk meningkatkan investasi asing di Indonesia.

Pengetahuan dan keterampilan ilmu sains dan teknologi


memungkinkan kita dapat memasuki berbagai bidang profesi, namun
demikian tanpa dibarengi dengan pengembangan kreativitas pribadi
maka keterampilan itu sendiri menjadi tidak berarti dan tidak
menjamin dengan sendirinya masa depan yang cerah atau adanya
pengembangan karir pribadi yang pasti
2. The Mercury Battery

Sering digunakan pada dunia kedokteran dan industri elektronik. Sel merkuri mempunyai
struktur menyerupai sel kering. Dalam baterai ini, anodanya adalah logam seng
(membentuk amalgama dengan merkuri), sementara katodanya adalah baja (stainless
steel cylinder). Elektrolit yang digunakan dalam baterai ini adalah merkuri (II) Oksida,
HgO. Potensial yang dihasilkan sebesar 1,35 volt.

3. The Lead Storage Battery

Dikenal dengan sebutan baterai mobil atau aki/accu. Baterai penyimpan plumbum
(timbal) terdiri dari enam sel yang terhubung secara seri. Anoda pada setiap sel adalah
plumbum (Pb), sedangkan katodanya adalah plumbum dioksida (PbO2). Elektroda
dicelupkan ke dalam larutan asam sulfat (H2SO4).

Pada kondisi normal, masing-masing sel menghasilkan potensial sebesar 2 volt. Dengan
demikian, sebuah aki dapat menghasilkan potensial sebesar 12 volt. Ketika reaksi diatas
terjadi, kedua elektroda menjadi terlapisi oleh padatan plumbum (II) sulfat, PbSO4, dan
asam sulfatnya semakin habis.

Semua sel galvani menghasilkan listrik sampai semua reaktannya habis, kemudian harus
dibuang. Hal ini terjadi pada sel kering dan sel merkuri. Namun, sel aki dapat diisi ulang
(rechargeable), sebab reaksi redoksnya dapat dibalik untuk menghasilkan reaktan
awalnya. Reaksi yang terjadi saat pengisian aki merupakan kebalikan dari reaksi yang
terjadi saat pemakaian aki.
4. The Lithium-Ion Battery

Digunakan pada peralatan elektronik, seperti komputer, kamera digital, dan telepon
seluler. Baterai ini memiliki massa yang ringan sehingga bersifat portable. Potensial yang
dihasilkan cukup besar, yaitu sekitar 3,4 volt. Anodanya adalah Li dalam grafit,
sementara katodanya adalah oksida logam transisi (seperti CoO2). Elektrolit
yangdigunakan adalah pelarut organik dan sejumlah garam organic.

5. Fuel Cell

Dikenal pula dengan istilah sel bahan bakar. Sebuah sel bahan bakar hidrogen-oksigen
yang sederhana tersusun atas dua elektroda inert dan larutan elektrolit, seperti kalium
hidroksida. Gelembung gas hidrogen dan oksigen dialirkan pada masing-masing
elektroda. Potensial yang dihasilkan adalah sebesar 1,23 volt.

Korosi adalah persitiwa teroksidasinya besi membentuk karat besi (Fe2O3.xH2O).


Korosi besi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti adanya air, gas oksigen, dan asam.
Karat besi dapat mengurangi kekuatan besi. Oleh karena itu, korosi besi harus dicegah