Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

ASSALAM
Puji syukur Kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat
dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Kami
menyadari bahwa dalam makalah yang kami buat ini sering terdapat kesalahan dan
kekurangan, tapi kiranya dapat bermanfaat bagi teman semua.

DAFTAR ISI

2. DAFTAR ISI

3. BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. TUJUAN
C. RUMUSAN MASALAH

4. BAB II ISI
A. KAJIAN PUSTAKA
B. PEMBAHASAN

5.

1. KATA PENGANTAR

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN
B. SARAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Batuan beku atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari
satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma. Proses
pembentukan

tersebut

merupakan

proses

perubahan

fase

padat.

Proses

pembentukan magma akan menghasilkan kristal-kristal mineral primer atau gelas.


Proses pembentukan magma akan sangat berpengaruh terhadap tekstur dan struktur
primer batuan, sedangkan komposisi batuan sangat di pengaruhi oleh sifat magma
asal.
Berdasarkan teksturnya batuan beku ini bisa dibedakan lagi menjadi batuan beku
plutonik dan vulkanik. Perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari besar mineral
penyusun batuannya. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan
magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif
besar.
Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari pembekuan magma
yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sehingga mineral
penyusunnya lebih kecil.

B. TUJUAN
a. Untuk mengetahui lebih dalam lagi materi tentang Batuan Beku, Umumnya pada batuan
beku intermediet Batuan Diorit.

b. Untuk Lebih Memahami komposisi, Warna, kegunaan Batuan diorite, dll.

C. RUMUSAN MASALAH
a. Apa yang di maksud dengan Batuan Beku?
b. Apa yang di Maksud batuan Intermediet?
c. Apa Yang di maksud dengan Batuan Diorit?

BAB II
ISI
A. KAJIAN PUSATAKA
a. Materi Batuan Beku Apa yang Dimaksud dengan batuan beku?

Batuan beku atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari
satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma
http://Kristal-mineral.blogspot.com/2011/08/Modul-batuan-beku.html
b. Materi Batuan beku Intermediet Apa Yang dimaksud dengan batuan Intermediet?
Batuan beku Intermediet adalah batuan beku yang mengandung SiO2 52-65%.
Terbentuk dari pembekuan magma dimana pembekuan berada di daerah pipa
gunung api
http://Batuan-beku.blogspot.com/2011/08/Batuan-Intermediet.html
http://bayugeologist.blogspot.com/2012/04/batuan-bekuintermediet.html

c. Materi Batuan Diorite Apa yang dimaksud dengan Batuan Diorit?


Diorit adalah salah satu jenis batuan beku dalam (Batuan Plutonis), bertekstur
feneris, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, warnanya agak gelap
http://Batuan-beku.blogspot.com/2012/09/macam2-batuan-beku.html
http://Donipratama.wordpress.com/2011/12/04/Modul-batuan-beku-intermedietdiorit/

BAHASAN
BATUAN BEKU INTERMEDIET DIORIT
1) Batuan Beku Intermediet
Batuan beku Intermediet adalah batuan beku yang mengandung SiO2 52-66%.
Terbentuk dari pembekuan magma dimana pembekuan berada di daerah pipa
gunung api.
Batuan beku yang berwarna gelap sampai hitam umumnya batuan beku
intermediet dimana jumlah mineral felsik dan mafiknya hampir sama banyak.
Batuan beku intermediet memiliki kandungan silika antara 52% - 66 %. Tersusun
atas mineral-mineral plaglioklas, Hornblande, piroksen serta kuarsa biotit, dan
orthoklas dalam jumlah kecil.

Ciri-ciri Umum :
-

Berbutir kasar

Warna agak gelap

Indeks warna <40%

Komposisi Mineral
-

Plagioklas, piroxen, meineral mafis, biotite.

2) Batuan Beku Intermediet Diorit


Diorit adalah salah satu jenis batuan beku dalam (Batuan Plutonis),
bertekstur feneris, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, warnanya agak gelap.
Diorit merupakan batuan yang banyak terdapat di alam.

Batuan ini merupakan batuan hasil terobosan batuan beku (instruksi) yang
membentuk morfologi pembuktian berelief kasar dengan elevasi dari beberapa
ratus meter hingga mencapai lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut.
Tidak seperti granit, batuan diorite tidak mengandung mineral kuarsa atau
sangat sedikit, dan juga tidak seperti gabbro, diorite mempunyai warna yang lebih
terang dan mengandung soda, tidak mengandung kalsit plagioklas. Apabila batuan
diorite ini dihasilkan dari letusan gunung api maka akan terjadi pendinginan
menjadi lava andesite.
a. Warna
Batuan ini umumnya mempunyai warna yang bervariasi, yaitu coklat,
coklat kehitaman, abu-abu kehitaman, abu-abu dengan bercak-bercak hitam, hitam
kecoklatan atau abu kehitaman.
b. Komposisi

Komposisi plagioklasnya melebihi ortoklas, tidak mengandung kwarsa,


tetapi mengandung augit dalam jumlah sedikit dan hombleda (mineral silikat
gelap) , meski hombledinya, biasanya lebih banyak dari biotit. Selain itu, diorit
lebih sedikit mengandung silisum dan kalsium daripada batuan granit.
c. Tekstur
Batuan ini bertekstur feneris, mengandung feldspar plagioklas calsiksodik
dalam jumlah yang besar dengan tipe sodik yang banyak.

Diorite sangat mirip dengan gabro, tetapi diorit plagioklasnya lebih asam
(sodik) daripada labradorit. Batuan dengan plagioklas yang lebih basa disebut
dengan gabro. Jika banyak penokris disebut dengan porfir diorit. diorit terdiri dari
kurang lebih 65% plagioklas dan 35% mineral silikat gelap seperti biotit dan augit.
Mineral-mineral accesorisnya kwarsa, apotik, kalsit, klorit, granit, dan epidot.
Varietas yang umum adalah diorite hornblende.
d. Kegunaan
Batu diorit ini dapat dijadikan sebagai batu ornamen dinding maupun
lantai bangunan gedung atau untuk batu belah untuk pondasi bangunan atau jalan
raya.
e. Proses Terbentuk
Merupakan batuan hasil terobosan batuan beku (instruksi) yang Terbentuk
dari hasil peleburan lantai samudra yang bersifat mafic pada suatu subduction

zone. biasanya diproduksi pada busur lingkaran volkanis, dan membentuk suatu
gunung didalam cordilleran ( subduction sepanjang tepi suatu benua, seperti pada
deretan Pegunungan). Terdapat emplaces yang besar berupa batholiths ( banyak
beribu-ribu mil-kwadrat) dan mengantarkan magma sampai pada permukaan untuk
menghasilkan gunung api gabungan dengan lahar andesite.
Diorit adalah batu yang sangat keras, sehingga sulit untuk digukir.
Kekerasannya, bagaimanapun, juga memungkinkan untuk bekerja halus dan
mengambil cat tinggi, dan untuk memberikan pekerjaan selesai tahan lama.
Dengan demikian, karya-karya besar dalam diorit cenderung menjadi penting.

Salah satu penggunaan yang relatif sering diorit adalah untuk prasasti, karena lebih
mudah untuk mengukir lega daripada di tiga-dimensi patung.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Secara sederhana batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan
magma. Penggolongan batuan beku telah bayak dilakukan dari dahulu hingga
sekarang, namun karena tidak adanya kesepakatan antara ahli petrologi dalam
mengklasifikasikan betuan beku mengakibatkan sebagian klasifikasi dibuat atas
dasar yang berbeda-beda.
Diorit adalah salah satu jenis batuan beku dalam (Batuan Plutonis), bertekstur
feneris, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, warnanya agak gelap. Diorit
merupakan batuan yang banyak terdapat di alam.

Apabila batuan diorite ini dihasilkan dari letusan gunung api maka akan terjadi
pendinginan menjadi lava andesite.

SARAN
Hanya ini yang kami bisa bahas, walaupun dalam bahasan kami masih kurang, tapi dapat
bermanfaat bagi teman semua, walau hanya sedikit. Semoga makalah dikemudian Hari
kami bisa lebih baik lagi, dan memberikan bahasan yang padat dan jelas.

TERIMA KASIH
Wassalam

DAFTAR PUSTAKA
http://Kristal-mineral.blogspot.com/2011/08/Modul-batuan-beku.html
http://Batuan-beku.blogspot.com/2011/08/Batuan-Intermediet.html
http://bayugeologist.blogspot.com/2012/04/batuan-beku-intermediet.html
http://Batuan-beku.blogspot.com/2012/09/macam2-batuan-beku.html
http://Donipratama.wordpress.com/2011/12/04/Modul-batuan-beku-intermedietdiorit/
http://endangsulistiawati.wordpress.com/2009/09/02/ciri-ciri-batuan-diorit-danproses-pembentukannya/

MAKALAH
BATUAN INTERMEDIET
DIORIT

OLEH

KELOMPOK III
NAMA KELOMPOK III :
1. FEBRIANTO JEREMY ALLAK
2. ISTHISAN KAMIL
3. SALDY MUH.
4. HARUN
5. WELDI ABY RAFDY
6. ZURICH
7. YOEL PATILANG