Anda di halaman 1dari 7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

pengukura
PENGUKURAN
KELAS VII SEMESTER I

Disusun oleh:
Muhammad Sukma Rohim
0801130133

DEPARTEMEN AGAMA RI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PALANGKA RAYA
2010
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Satuan Pembelajaran : MTs / SMP


Mata Pelajaran : FISIKA
Materi Pokok : PENGUKURAN
Kelas / Semester : VII/I
Alokasi Waktu : 1x 20 menit
Pertemuan Ke : I (SATU)
Hari / Tanggal : Rabu, 3 Maret 2010

I. STANDAR KOMPETENSI
Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan
peralatan.
II. KOMPETENSI DASAR
Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai
dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
III.INDIKATOR
 Mengukur dengan satuan baku dan tak baku secara baik dan benar.
 Mamperhatikan dan menerapkan keselamatan kerja dalam pengukuran.
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN
Adapun tujuan dari pembelajaran ini adalah agar siswa mampu :
 Menjelaskan pengertian pengukuran
 Membedakan antara pengukuran baku dan tak baku
 Mencontohkan pengukuran dengan satuan baku
 Mencontohkan pengukuran dengan satuan tak baku
V. MATERI PEMBELAJARAN
Pengukuran
VI. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah
2. Tanya jawab

II. MATERI PELAJARAN


Pengukuran
III.LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
A. Kegiatan Awal
1. Mengucapkan salam
2. Menyiapkan situasi kelas
3. Membuka pelajaran dengan mengucapkan Basmallah
4. Menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran
5. Guru memberi motivasi kepada siswa dengan menanyakan Dapatkah jual beli
menggunakan satuan tak baku?
B. Kegiatan Inti
1. Menjelaskan pengertian pengukuran
2. Membedakan antara pengukuran baku dan tidak baku
3. Mencontohkan pengukuran baku
4. Mencontohkan pengukuran tidak baku
5. Memberikan contoh soal
6. Memberikan kesempatan bertanya kepada siswa
C. Kegiatan Penutup
1. Mengevaluasi siswa secara tertulis.
2. Menyimpulkan materi.
3. Menutup pelajaran dengan mengucapkan Hamdallah.
4. Mengucapkan salam.
IV. SUMBER BELAJAR
1. KTSP.
2. Buku Fisika SMP kelas VII.

V. Penilaian dan Evaluasi


a. Penilaian
1. Teknik penilaian : test tertulis
2. Bentuk : tulisan
3. Instrument :

b. Evaluasi
1. Apakah yang dimaksud dengan pengukuran?
2. Jelaskan perbedaan pengukuran baku dan tak baku?
3. Sebutkan dan jelaskan salah satu contoh pengukuran dengan satuan baku?
4. Sebutkan dan jelaskan salah satu contoh pengukuran dengan satuan tak baku?
VI. Porto polio
Lampiran
• Materi pokok
• Lembar jawaban

Mengetahui Palangka Raya, 03 Maret 2010


Kepala MTs/SMP Mahasiswa praktikan

........................... Muhammad Sukma Rohim


NIP. NIM:0801130133
Lampiran : Materi pokok
Pengukuran

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai berbagai kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran. Misalnya, untuk membuat pakaian, panjang kain yang diperlukan diukur untuk
mistar. Pada waktu kita membeli gula di warung, penjual akan menimbang gula dengan neraca
atau timbangan. Begitu pula, berapa lama waktu kamu berangkat dari rumah ke kampus? Untuk
mengukur waktu tersebu, alat apa yang kamu gunakan?
Untuk itu pada hari ini kita akan membahas mengenai pengukuran.
Pengukuran adalah suatu kegiatan mengukur dengan membandingkan sesuatu yang
diukur dengan alat yang digunakan sebagai acuan atau patokan atau perbandingan antara objek
ukur dan alat ukurnya.
Pengukuran dibagi menjadi dua yaitu pengukuran baku dan pengukuran tak baku.
Pengukuran baku ialah pengukuran yang dalam kegiatan mengukurnya menggunakan aturan
sistem satuan international dan bila dilakukan oleh orang lain akan menghasilkan nilai yang
sama. Sedangkan pengukuran tak baku adalah pengukuran yang dalam kegiatan mengukurnya
menggunakan aturan yang tidak ditetapkan oleh sistem satuan internasional, sehingga apabila
dilakukan oleh pihak lain atau orang lain akan menghasilkan nilai yang berbeda. Adapun contoh
pengukuran baku ialah seorang yang sedang mengukur panjang meja dengan menggunakan
meteran. Seorang yang menimbang benda dengan neraca atau timbangan.dan sebagainya.
sedangkan contoh untuk pengukuran tak baku ialah seorang yang mengukur panjang tongkat
dengan jengkal jari tangannya. Sehingga apabila pengukuran ini dilakukan oleh orang lain akan
menghasilkan nilai berbeda. Hal ini disebabkan oleh panjang jengkal jari tiap orang berbeda.
Dalam kegiatan mengukur suatu benda kita membutuhkan sesuatu apa yang disebut dengan
nama besaran dan satuan. Besaran adalah hasil pengukuran yang dapat dinyatakan dengan angka
atau sesuatu yang dapat diukur,serta memiliki nilai dan satuan. Sedangkan acuan adalah
pembanding dalam suatu pengukuran. Selain itu dalam pengukuran ada nama istilah yang biasa
kita dengar dengan satuan baku dan satuan tak baku. Satuan baku adalah satuan yang dapat
digunakan diseluruh dunia dan nilai selalu sama. Contohnya : kilogram, meter, Kilometer dan
sebagainya. Satuan tak baku sebaiknya tidak dipakai dalam jual beli karena itu akan
mempengaruhi salah satu pihak diantara mereka.
Adapun cara membedakan pengukuran baku dan tak baku, adalah perhatikan contoh
sebagai berikut:
a. Alat dan bahan
Siapkan pensil dan penggaris, kertas, dan jengkal tangan.
b. Cara kerja
a. Ukurlah kertas tersebut dengan penggaris kemudian hasilnya masukan kedalam
tabel
b. Mengulangi mengukur kertas dengan jengkal jari tangan, kemudian dengan
pensil.
c. Hasil pengukuran tersebut dimasukkan kedalam tabel.
d. Kemudian lakukan lagi kegiatan tersebut dengan teman yang lain.dengan
menggunakan jengkal tangannya, penggaris, dan pensil.
e. Amatilah dan bandingkan apakah sama hasil pengukuran yang dilakukan oleh
temanmu dengan hasil pengukuran kamu sendiri.
Lembar jawaban
1. Pengukuran adalah: suatu kegiatan mengukur dengan
membandingkan sesuatu yang diukur dengan alat yang digunakan sebagai acuan atau
patokan.
2. Pengukuran baku ialah suatu kegiatan mengukur suatu
benda dengan menggunakan satuan yang sudah ditetapkan oleh satuan international.
Dan bila pengukurannya dilakukan oleh orang lain akan tetap sama, sedangkan
pengukuran tak baku adalah suatu kegiatan mengukur suaatu benda dengan
menggunakan satuan yang tidak ditetapkan oleh satuan international sehingga bila
dilakukan oleh orang lain akan menghasilkan yang berbeda.
3. Contoh dengan mengukur satuan baku adalah:
Mengukur benda dengan satuan yang telah ditetapkan oleh satuan internasional
Contohnya: mengukur massa benda dengan satuan kg, dan mengukur panjang suatu
benda dengan satuan meter.
4. Contoh dengan mengukur satuan tidak baku ialah
mengukur benda dengan satuan yang tidak ditetapkan oleh satuan ilmiah. Misalanya :
mengukur benda dengan jari tangan, dengan langkah kaki dan sebagainya.