Anda di halaman 1dari 20

1. Jelaskan kriteria dasar pemilihan tema dan topik penelitian yang baik!

Tema
1. Tema harus menarik perhatian penulis.
2. Tema harus diketahui/dipahami penulis.
3. Tema harus Bermanfaat.
4. Tema yang dipilih harus berada disekitar kita.
5. Tema yang dipilih harus yang menarik.
6. Tema yang dipilih ruang lingkup sempit dan terbatas.
7. Tema yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif.
8. Tema yang dipilih harus memiliki sumber acuan.
Topic
1.

memiliki definisi baik secara formal maupun material.

2.

Merumuskan topik penelitian yang memiliki fungsi untuk mengisi kekosongan penelitia

3.

mengulang meneliti topik yang pernah diteliti sebelumnya,

4.

memperluas dan mengembangkan ide-ide baru

5.

dapat diteliti, waktu tertentu, sumber, data

6.

topic menarik perhatian pribadi peneliti,

7.

berguna secara teoritis,

8.

memiliki tujuan praktis.

2. Apa yang dimaksud dengan masalah, dan dari mana kita dapat menemukan sumber
masalah?

Masalah adalah suatu kendala atau persoalan yang harus dipecahkan dengan kata lain
masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan
baik, agar tercapai tujuan dengan hasil yang maksimal.

Cara menemukan sumber masalah

1.

Menuliskan semua hal yang dirasakan

2.

Kemudian dipilahkan dan diklasifikasikan menurut jenis/ bidang permasalahannya

3.
Urutkan dari yang ringan, jarang terjadi, banyaknya siswa mengalami dan masing-masing
jenis permasalahannya.
4.

Dari setiap urutan ambillah 3-5 masalah

5.
Jika apa yang dirumuskan ternyata mendapat konfirmasi, maka masalah tersebut memang
merupakan masalah yang patut untuk diangkat sebagai calon masalah.
6.
Masalah yang telah dikonfirmasi tersebut kemudian dikaji kelayakan dan signifikansiniya
untuk dipilih.
7.
Pilihlah fokus permasalahan yang terbatas. yang berukuran kecil, yang dapat dicari
solusinya dalam waktu singkat yang tersedia untuk melakukan penelitian tindakan.
8.

Pilihlah fokus permasalahan yang penting untuk

9.

Bekerjalah secara kolaboratif bersama mitra sejawat dalam penelitian.

10. Sebaiknya fokus permasalahan yang dipilih relevan dengan tujuan dan rencana
3. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam mengidentifikasi, mengemukakan
batasan dan merumuskan masalah penelitian?
Identifikasi masalah
Isi identifikasi masalah:
Kemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi variabel terikatnya
Contoh:
Kinerja karyawan dalam suatu perusahaan umumnya dipengaruhi oleh
faktor-faktor seperti: motivasi, dukungan perusahaan, dan kemampuan
karyawan
Kemukakan gejala-gejala masalah dari setiap variabel/masalah

Contoh:
Dua dari faktor di atas, yakni motivasi dan kemampuan karyawan
diasumsikan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kinerja.

Gejalagejala

masalah yang terkait dengan ketiga masalah tersebut adalah:


Kinerja: , , (intisarikan dari latar belakang masalah)
Motivasi: , , ..(intisarikan dari latar belakang masalah)
Kemampuan karyawan:.., .., (intisarikan dari latar belakang masalah)

Batasan masalah
Isi batasan masalah:
Kemukakan masalah-masalah yang sudah dipilih untuk dikaji
dalam penelitian
Contoh:
Alternatif 1: Penelitian ini tidak mengkaji seluruh faktor yang
mempengaruhi permasalahan kinerja, namun hanya sebatas ruang
lingkup motivasi dan kemampuan karyawan saja (lihat identifikasi
masalah)
Alternatif 2: Dari identifikasi masalah sebelumnya, hanya dua faktor
kinerja saja yang diteliti, yakni motivasi dan kemampuan karyawan.
Motivasi yang dimaksud hanya sebatas motivasi berprestasi, dan
kemampuan yang dimaksud hanya kemampuan intelektual saja.

Boleh mengemukakan batasan lain selain masalah itu sendiri,


misalnya membatasi membatasi responden, daerah penelitian,
dan lain-lain
Contoh:
Alternatif 1: Responden yang diteliti hanya difokuskan kepada
karyawan bagian umum dan karyawan personalia.
Alternatif 2: Fokus penelitian ini tidak dilakukan pada kantor pusat,
namun hanya pada beberapa kantor cabang yang ada, yakni
Merumuskan masalah
Dalam memformulasikan atau merumuskan masalah, kiranya peneliti perlu memperhatikan
beberapa ketentuan yang biasanya berlaku yaitu dengan memperhatikan:
1.

aspek substansi

perlu dilihat dari bobot atau nilai kegunaan manfaat pemecahan masalah melalui tindakan seperti
nilai aplikatifnya untuk memecahkan masalah serupa/mirip kegunaan metodologik dengan
diketemukannya model tindakan dan prosedurnya, serta kegunaan teoritik dalam memperkaya
atau mengoreksi teori pembelajaran yang berlaku. Sedang dari sisi orisinalitas, apakah
pemecahan dengan model tindakan itu merupakan suatu hal baru yang belum pernah dilakukan
guru sebelumnya. Jika sudah pernah berarti hanya merupakan pengulangan atau replikasi saja.
2.

aspek formulasi

masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat interogatif (pertanyaan), meskipun tidak dilarang
dirumuskan dalam bentuk deklaratif (pernyataan). Hendaknya dalam rumusan masalah tidak
terkandung masalah dalam masalah, tetapi lugas menyatakan secara eksplisit dan spesifik tentang
apa yang dipermasalahkan.
3.

aspek teknis.

menyangkut kemampuan dan kelayakan peneliti untuk melakukan penelitian terhadap masalah
yang dipilih. Pertimbangan yang dapat diajukan seperti kemampuan teoritik dan metodologik
pembelajaran, penguasaan materi ajar, kemampuan metodologi penelitian tindakan, kemampuan
fasilitas untuk melakukan penelitian seperti dana, waktu, tenaga, dan perhatian terhadap masalah
yang akan dipecahkan.
4. Apa saja yang tercantum dalam tujuan dan kegunaan suatu penelitian?

Yang tercantum dalam tujuan


Mampu mendiskripsikan makna inti dari kesimpulan penelitian
Mampu mendiskripsikan hubungan antara rumusan masalah penelitian dengan kesimpulan
penelitian
Mampu mendiskripsikan hubungan antara hasil penelitian dengan kesimpulan penelitian
Mampu mendiskripsikan hal-hal yang seharusnya ada dalam kesimpulan penelitian

Yang tercantum dalam kegunaan


Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan
ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab
kegunaan penelitian berisi
alasan kelayakan atas masalah yang diteliti.
dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk
dilakukan.
5. Bagaimana cara memilih teori yang tepat dan cara membuat kerangka pemikiran yang
tepat?

Cara memilih teori yang baik

sesuai dengan dengan masalah yang di kaji, berasal dari sumber yang relevan yang sesuai dengan
tema dan topik penelitian, sumber teori bersifat mutakhir dan uptodate (terbaru ) jadi sumber
tidak usang.

tahapan dalam membuat kerangka pemikiran :

1. Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian diturunkan dari perumusan masalah/identifikasi


masalah, dengan demikian apa yang diinginkan dalam penelitian terlihat jelas.
2.
Operasionalisasi variabel. Dari judul dibuat dimensi-dimensi yang tersusun dalam
operasionalisasi varibael.
3. Teori. Kajian teoritis dari referensi yang cukup akurat, disajikan secara komprehensip
sehingga alur pikir penulis/peneliti jelas kemana arah penelitian akan dilakukan.

4.
Empiris. Bukti-bukti empiris yang menunjukan bahwa ada kesesuaian antara teori dan
kenyataannya. dapat dicantumkan penelitian terdahulu yang judul atau tema berdekatan dengan
judul yang akan diteliti.

6. Bagaimana sebenarnya proses tahapan dalam pelaksanaan penelitian?


Adapun beberapa tahapan dalam penelitian adalah:
1.

Pendahuluan

Pendahuluan merupakan tahap pertama dalam melakukan penelitian mengungkapkan alasan


utama kepada pembaca mengapa peneliti memilih suatu masalah tersebut, sehingga pembaca
dapat memahami mengenai masalah tersebut yang dilihat dari sisi ilmiah.
2.

Mengidentifikasi Masalah

Yang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti.
Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam penelitian, karena semua jalannya
penelitian akan dituntun oleh perumusan masalah. Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka
peneliti akan kehilangan arah dalam melakukan penelitian.
3.

Membuat Hipotesa

Hipotesa merupakan jawaban sementara dari persoalan yang kita teliti. Perumusan hipotesa
biasanya dibagai menjadi dua tahapan: pertama, tentukan hipotesa penelitian yang didasari oleh
asumsi penulis terhadap hubungan variable yang sedang diteliti. Kedua, tentukan hipotesa
operasional yang terdiri dari Hipotesa 0 (H0) dan Hipotesa 1 (H1). H0 bersifat netral dan H1
bersifat tidak netral.
4.

Studi Literature

Tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari bukubuku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain.
Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori
merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan
sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah.
5.

Membuat Definisi Operasional

Definisi operasional adalah menjadikan variable-variabel yang sedang diteliti menjadi bersifat
operasional dalam kaitannay dengan proses pengukuran variable-variabel tersebut. Defines
operasional memiliki sifat mengubah sifat abstrak menjadi operasioanl sehingga memudahkan
peneliti dalam melakukan pengukuran.

6.

Menyusun Desain Penelitian

Desain penelitian adalah alat penuntun bagi peneliti dalam melakukan proses penentuan
instrument pengambilan data, penentuan sample, pengumpulan data dan analisis. Dalam
penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif desain penelitian merupaka alat penelitian
yang digunakan untuk menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian yang sedang
dilakukan, tanpa desain yang baik maka penelitian yang dilakukan tidak akan menghasilkan
suatu validitas yang tinggi.
7.

Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran

Pada tahap ini yaitu menentukan alat pengumpulan data seperti obesrvasi yaitu pengumpulan
data melalui pengamatan oleh pengumpul data terhadap gejala/peristiwa yang ditelitinoleh obyek
peneliti.
8.

Melakukan Analisis Statistik

Analisis statistik digunakan untuk membantu peneliti mengetahui makna hubungan antar
variable, memprediksi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, untuk melihat
perbedaan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain atau analisis statistic.
9.

Menggunakan Komputer untuk Analisa Data

Tahapan ini merupakan tahapan penganalisisasn data proses analaisis disni menggunakan
computer yang di dukung dengan aplikasi analisis data biasanya aplikasi yang sering digunakan
adalah aplikasi SPSS.
10. Menulis Laporan Hasil Penelitian
Tahapan ini adalah tahapan paling terakhir dalam penelitian yaitu membuat laporan mengenai
hasil penelitian secara tertulis. Laporan yang bersifat tertulis ini dibuat agar peneliti dapat
mengkomunikasikan hasil dari penelitian yang dilakukannya kepada para pembaca.
7. Mengapa kita harus membuat rancangan terlebih dahulu sebelum melakukan
penelitian?
Pada tahap ini yaitu menentukan alat pengumpulan data seperti obesrvasi yaitu pengumpulan
data melalui pengamatan oleh pengumpul data terhadap gejala/peristiwa yang ditelitinoleh obyek
peneliti.
8. Apa yang dimaksud dengan konsep, konstruk dan variabel, berikan contohnya?
Konsep adalah penggambaran suatu fenomena secara abstrak yang dibentuk dengan jalan
membuat generalisasi terhadap sesuatu. Konstruk adalah konsep yang dibuat dan dihasilkan
secara sadar untuk keperluan ilmiah.

Contoh Konsep/Konstruk :
1. Produktivitas, merupakan ukuran sejauh mana sumber-sumber daya digunakan dan
dipadukan dalam organisasi dan digunakan untuk mencapai hasil.
2. Efisiensi, merupakan perbandingan (ratio) antara tindakan-tindakan yang dilakukan
(input) dengan hasil-hasil yang diperoleh (outpout).
3. Gairah Kerja, merupakan suasana yang diciptakan oleh sikap-sikap para anggota suatu
organisasi.
4. Motivasi, merupakan suatu proses yang mendorong, mengarahkan dan memelihara
perilaku manusia ke arah pencapaian suatu tujuan.
5. 5. Konflik Kerja, merupakan segala macam bentuk pertikaian yang terjadi dalam
organisasi, baik antara seseorang dengan seseorang lainnya, antara seseorang dengan
kelompok, antara kelompok dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan
organisasi atau mungkin antara perseorangan dengan organisasi atau mungkin antara
perseorangan dengan organisasi secara keseluruhan.
Variabel adalah sebuah konsep (F. N. Kerlinger : Asas-asas Penelitian Behavioral, 1985); Gejala
yang bervariasi (Sutrisno Hadi : Metodologi Research, 1973). Kesimpulan, variabel adalah
konsep yang memiliki bermacam-macam nilai.
Contoh Variabel :
a)
Tingkat Produktivitas Kerja Karyawan di PT Baninusa Indonesia. (Ragam nilainya:
Rendah Sedang Tinggi).
b) Tingkat Efisiensi Kerja Wartawan di Perhimpunan Wartawan Indonesia Bandung. (Ragam
nilainya: Rendah Sedang Tinggi).
c)
Tingkat Gairah Kerja Karyawan pada Perusahaan Percetakan CV Buana Mekar Bandung.
(Ragam nilainya: Rendah Sedang Tinggi).
9. Jelaskan perbedaan variabel Independen, Dependen dan Moderator (Intervening)!
v Variabel independen
Variabel independen adalah variabel yang menjadi sebab atau berubahnya suatu variabel lain
(variabel dependen). Juga sering disebut dengan variabel bebas, prediktor, stimulus, eksougen
atau antecendent.

v Variabel dependen
Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya
variabel lain (variabel bebas). Juga sering disebut variabel terikat, variabel respons atau endogen.

v Variabel Moderating
Variabel moderating adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara
variabel bebas dengan variabel terikat. Sekali lagi, memperkuat atau memperlemah. Variabel
moderating juga sering disebut sebagai variabel bebas kedua dan sering dipergunakan dalam
analisis regresi linear, atau pada structural equation modeling.
10. Ada berapa jenis variabel yang saudara ketahui dan terangkan pengertiannya masingmasing minimal 5 jenis variabel!
1. Variabel independen
Variabel independen adalah variabel yang menjadi sebab atau berubahnya suatu variabel lain
(variabel dependen). Juga sering disebut dengan variabel bebas, prediktor, stimulus, eksougen
atau antecendent.
2.
Variabel dependen
Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya
variabel lain (variabel bebas). Juga sering disebut variabel terikat, variabel respons atau endogen.
3.
Variabel Moderating
Variabel moderating adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara
variabel bebas dengan variabel terikat. Variabel moderating juga sering disebut sebagai variabel
bebas kedua dan sering dipergunakan dalam analisis regresi linear, atau pada structural equation
modeling
4. Variabel intervening
Adalah variabel yang menjadi media pada suatu hubungan antara variabel bebas dengan variabel
terikat.
5. Variabel control
Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan, atau dijadikan acuan
bagi variabel yang lain.
6.

variabel dinamis

Semua jenis variabel di atas merupakan variabel statis, yang berarti tidak berubah selama proses
penelitian berlangsung. Variabel dinamis biasanya dipergunakan dalam penelitian kualitatif
sehingga tidak akan terlalu banyak dibahas di sini.
11. Sebutkan jenis penelitian yang Anda ketahui (5 saja), dan berikan contoh masingmasing dalam sebuah kajian penelitian terkait dengan sistem informasi!

Berdasarkan hasil / alasan yang diperoleh :

1.
Basic Research (Penelitian Dasar): mempunyai alasan intelektual, dalam rangka
pengembangan ilmu pengetahuan;
2.
Applied Reseach (Penelitian Terapan) : mempunyai alasan praktis, keinginan untuk
mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.

Berdasarkan Bidang yang diteliti:

1. Penelitian Sosial: Secara khusus meneliti bidang sosial : ekonomi, pendidikan, hukum dsb;
2. Penelitian Eksakta<:Secara khusus meneliti bidang eksakta : Kimia, Fisika, Teknik; dsb;

1.

Berdasarkan Tempat Penelitian :


Field Research (Penelitian Lapangan / Kancah): langsung di lapangan;

2.
Library Research (Penelitian Kepustakaan) : Dilaksanakan dengan menggunakan literatur
(kepustakaan) dari penelitian sebelumnya;
3.
Laboratory Research (Penelitian Laboratorium) : dilaksanakan pada tempat tertentu / lab ,
biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;

1.

Berdasarkan Teknik yang digunakan :


Survey Research (Penelitian Survei)

Tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti:
2.

Experimen Research (Penelitian Percobaan)

Dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti;

1.

Berdasarkan Keilmiahan :
Penelitian Ilmiah

Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan


dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah / meyakinkan.
Ada dua kriteria dalam menentukan kadar / tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu :
a.

Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti:

b.
Kemampuan untuk meramalkan : sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai
apabila data yang sama ditemukan di tempat / waktu lain;

2.

Penelitian non ilmiah

Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah.

Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting, Keuangan,


Manajemen, Pemasaran), Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan), dll

Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan)

variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap, yang menunjukkan variasi baik
kuantitatif maupun kualitatif. Variabel : masa lalu, sekarang, akan datang. Penelitian yang
dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang
terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan / menggambarkan). Penelitian
dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen
12. Sebut dan jelaskan jenis penelitian korelasional dan berikan contohnya (dalam ilmu
sistem informasi)!
Pengertian
Metode penelitian korelasional adalah untuk mendeteksi sejauhmana variasi-variasi pada suatu
factor berkaitan dengan fariasi-fariasi pada satu atau lebih factor lain berdasarkan pada koevisien
korelasi ( Suryabrata, 2003;82 )
Contoh
Studi analisis faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa
13. Jelaskan langkah-langkah penelitian ekperimen dan action, sertai dengan contoh
dalam ilmu teknologi informasi!
Langkah-langkah Pokok penelitian ekperimen
Identifikasi dan definisikan masalah
Rumuskan hipotesis berdasarkan studi pustaka
Definisikan pengertian-pengertian dasar dan variabel utama
Susun rancangan penelitian
Laksanakan eksperimen
Organisasikan data hasil eksperimen
Analisis data dan lakukan pengujian hipotesis

Interpretasi hasil analisis, diskusikan dan susun laporan


Contoh Penelitian ekperimen

Langkah-langkah Pokok penelitian tindakan

Definisikan masalah dan tetapkan tujuan

Lakukan telaah/studi pustaka

Rumuskan hipotesis atau strategi pendekatan yang spesifik

Susun rancangan penelitian dan jelaskan prosedur-prosedur serta kondisinya

Tentukan kriteria evaluasi dan teknik pengukuran untuk umpan balik

Laksanakan eksperimen

Analisis data, evaluasi dan susun laporan

Contoh Penelitian Tindakan

Penelitian-penelitian di bidang pemanfaatan teknologi komputer

14. Bagaimana cara merancang atau mendesain jenis penelitian deskriptif, verifikatif, dan
action, beri contohnya!
Penelitian Deskriptif adalah Suatu Penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk
memberikan Gambaran atau Deskripsi tentang suatu keadaan secara Objektif. Desain penelitian
ini digunakan untuk Memecahkan atau Menjawab Permasalahan yang sedang dihadapi pada
situasi sekarang. Penelitian Deskriptif juga berarti Penelitian yang dimaksudkan untuk
menjelaskan Fenomena atau Karakteristik Individual, Situasi atau Kelompok tertentu secara
Akurat. Dengan kata lain : Penelitian Deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan
seperangkat peristiwa atau kondisi populasi saat ini.
15. Sebutkan jenis-jenis metode pengumpulan data, dengan menyebutkan kelebihan dan
kekurangan masing-masing!
Pengumpulan Data Dengan Metode Test
Test merupakan suatu metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi tentang
berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan batin seseorang, dengan menggunakan

pengukuran (measurement) yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang
diteliti.
v Keunggulan metode ini adalah :
1.

Lebih akurat karena test berulang-ulang direvisi.

2.

Instrument penelitian yang objektif.

v kelemahan metode ini adalah :


1.

Hanya mengukur satu aspek data.

2.

Memerlukan jangka waktu yang panjang karena harus dilakukan secara berulang-ulang.

Pengumpulan Data Dengan Metode Non Test


Untuk melengkapi data hasil tes akan lebih akurat hasilnya bila dipadukan dengan data-data yang
dihasilkan dengan menggunakan tehnik yang berbeda, berikut disajikan alat pengumpul data
dalam bentuk non tes.
Observasi
Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak
pada objek penelitian. Berikut alat dan cara melaksanakan observasi
v Keunggulan metode ini adalah :
1.
Banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan observasi, hasilnya lebih akurat dan sulit
dibantah.
2.
Banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi, misalnya
terlalu sibuk dan kurang waktu untuk diwawancarai atau menisci kuisioner.
3.
Kejadian yang serempak dapat diamati dan dan dicatat serempak pula dengan
memperbanyak observer.
4.
Banyak kejadian yang dipandang kecil yang tidak dapat ditangkap oleh alat pengumpul
data yang lain, yang ternyata sangat menentukan hasil penelitian.

Catatan Anekdot (Anecdotal Record )

Alat untuk mencatat gejala-gejala khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian, catatan dibuat
segera setelah peristiwa terjadi. Pencatatan ini dilakukan terhadap bagaimana kejadiannya, bukan
pendapat pencatat tentang kejadian tersebut.

Catatan Berkala (Incidental Record)

Pencatatan berkala walaupun dilakukan berurutan menurut waktu munculnya suatu gejala tetapi
tidak dilakukan terus menerus, melainkan pada waktu tertentu dan terbatas pula pada jangka
waktu yang telah ditetapkan untuk tiap-tiap kali pengamatan.

Daftar Chek (Check List )

Penataan data dilakukan dengan menggunakan sebuah daftar yang memuat nama observer dan
jenis gejala yang diamati.

Skala Penilaian (Rating Scale)

Pencatatan data dengan alat ini dilakukan seperti chek list. Perbedaannya terletak pada
kategorisasi gejala yang dicatat. Dalam rating scale tidak hanya terdapat nama objek yang
diobservasi dan gejala yang akan diselidiki akan tetapi tercantum kolom-kolom yang
menunjukkan tingkatan atau jenjang setiap gejal tersebut.

Peralatan Mekanis (Mechanical Device)

Pencatatan dengan alat ini tidak dilakukan pada saat observasi berlangsung, karena sebagian atau
seluruh peristiwa direkan dengan alat elektronik sesuai dengan keperluan.
Angket Tertulis
Alat ini memuat sejumlah item atau pertanyaan yang harus dijawab oleh koresponden secara
tertulis juga. Dengan mengisi angket ini responden memberikan keterangan tentang sejumlah hal
yang relevan bagi keperluan bimbingan, seperti keterangan tentang keluarga, kesehatan jasmani,
riwayat pendidikan dll.
Wawancara Informasi
Wawancara informasi merupakan salah satu metode pengumpulan data untuk memperoleh data
dan informasi dari siswa secara lisan.
Otobiografi
Otobiografi merupakan karangan yang dibuat oleh siswa mengenai riwayat hidupnya sampai
pada saat sekarang. Riwayat hidup itu dapat mencakup keseluruhan hidupnya dimasa lamoau
atau hanya beberapa aspek kehidupannya saja.
Sosiometri
Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang jaringan social dalam suatu
kelompok, yang berukuran kecil antara 10-50 orang, data diambil berdasarkan preferensi pribadi
antara anggota kelompok.
16. Bagaimana cara membuat kuesioner yang baik dan cara melakukan wawancara yang
tepat!

Kuesioner yang baik

a)

kelompok identitas responden

(1) Nama,
(2) Tanggal lahir/Usia,
(3) kedudukan/jabatan dalam kelompok
b)

kelompok pertanyaan pokok

Yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku yang ingin diketahui/ditelusur dari responden.
c)

pertanyaan sosiometris

Yaitu pertanyaan tentang darimana responden tersebut memperoleh informasi tertentu.

Wawancara yang tepat

Sebelum melakukan wawancara perhatikan hal berikut.


1.
Menghubungi orang yang akan diwawancara, baik langsung maupun tidak langsung dan
pastikan kesediaannya untuk diwawancarai.
2.
Persiapkan daftar pertanyaan yang sesuai dengan pokok-pokok masalah yang akan
ditanyakan dalam wawancara. Persiapkan daftar pertanyaan secara baik dengan memperhatikan
6 unsur berita, yaitu 5W + 1H. Pada saat kegiatan wawancara berlangsung usahakan tidak terlalu
bergantung pada pertanyaan yang telah disusun.
3.

Berikan kesan yang baik, misalnya datang tepat waktu sesuai perjanjian.

4.

Perhatikan cara berpakaian, gaya bicara, dan sikap agar menimbulkan kesan yang simpatik.

Pada saat wawancara Anda perlu memperhatikan pegangan umum pelaksanaan wawancara
berikut ini.
1.
Jelaskan dulu identitas Anda sebelum wawancara dimulai dan kemukakan tujuan
wawancara.
2.
Mulai wawancara dengan pertanyaan yang ringan dan bersifat umum. Lakukanlah
pendekatan tidak langsung pada persoalan, misalnya lebih baik tanyakan dulu soal kesenangan
atau hobi tokoh. Jika dia sudah asyik berbicara, baru hubungkan dengan persoalan yang menjadi
topik Anda.
3.
Sebutkan nama narasumber secara lengkap dan bawalah buku catatan, alat tulis, atau tape
recorder saat melakukan wawancara.

4.
Dengarkan pendapat dan informasi secara saksama, usahakan tidak menyela agar
keterangan tidak terputus. Jangan meminta pengulangan jawaban dari narasumber.
5.

Hindari pertanyaan yang berbelit-belit.

6.
Harus tetap menjaga suasana agar tetap informatif. Hormati petunjuk narasumber seperti
off the record, no comment, dan lain-lain. Hindari pertanyaan yang menyinggung dan
menyudutkan narasumber.
7.

Harus pandai mengambil kesimpulan, artinya tidak semua jawaban dicatat.

8.
Beri kesan yang baik setelah wawancara. Jangan lupa mohon diri dan ucapkan terima kasih
dan mohon maaf!

17. Sebelum analisis data dilakukan maka data perlu diolah terlebih dulu, jelaskan
langkah-langkah pengolahan datanya!
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan data adalah:
a.

Variabel

b.

Skala pengukuran (Skala Nominal, Skala Ordinal, Skala Interval, Skala Ratio)

c.

Tipe skala (Skala Likert, Skala Guttman, Semantic Differensial, Rating Scale)

d.

Instrumen penelitian

e.

Validitas dan Reliabilitas instrumen.

Tahap-tahap pengolahan data, pada umumnya adalah:


Pemeriksaan/Validitas data lapangan
Pengkodean
Pemasukan data (entry data)
Pengolahan Data
Hasil Pengolahan Data analisis data
18. Jelaskan alasan peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas alat ukur (kuesioner),
dan bagaimana analisisnya?

Alasan dilakukannya uji validitas yaitu alat ukur untuk mengetahui ketepatan antara data yang
sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dikumpulkan yang dikumpulkan oleh
peneliti, sehingga betul-betul mengukur apa yang seharusnya diukur. Karena alat ukur sangat
menetukan hasil penelitian yang akan dilakukan untuk menguji tingkat validitas dalam penelitian
dapat digunakan teknik analisis koefisien korelasi produk moment person. Yaitu dengan
mengkorealsikan masing-masing item alat ukur dengan total alat ukur. Sebagai contoh, ingin
mengukur kemampuan siswa dalam matematika. Kemudian diberikan soal dengan kalimat yang
panjang dan yang berbelit-belit sehingga sukar ditangkap maknanya.
Sedangkan alasan dilakukannya reliabilitas karena untuk mengukur ketepatan atau keajegan alat
tersebut dalam mengukur apa yang diukurnya. Artinya ketika alat ukur itu digunakan maka akan
menghasilkan hasil yang sama. Contoh nyata adalah timbangan atau meteran.contoh lainnya
yaitu alat ukur prestasi belajar seperti tes hasil belajar, tes hasil belajar dikatakan ajeg apabila
hasil pengukuran saat ini menunjukkan kesamaan hasil pada saat yang berlainan waktunya,
terhadap siswa yang sama, selain alat ukur tes hasil belajar yaitu alat ukur kuesioner yaitu
sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden .
Dalam menggunakan metode angket atau kuesioner, instrumen yang dipakai adalah angket atau
kuesioner. Cara meng analisis data kuesioner dapat dilihat dari :
Dipandang dari cara menjawabnya, dibedakan menjadi 2 yaitu :
a. Kuesioner terbuka yaitu kuesioner yang memberikan kesempatan kepada responden untuk
menjawab dengan kalimatnya sendiri.
b. Kuesioner tertutup yaitu kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden
tinggal memilih.
Dipandang dari jawaban yang diberikan:
a. Kuesioner langsung : yaitu responden menjawab tentang dirinya
b. Kuesioner tidak langsung : yaitu jika responden menjawab tentang orang lain
Dipandang dari bentuknya:
a. Kuesioner pilihan ganda : yaitu sama dengan kuesioner tertutup
b. Kuesioner isian : yaitu sama dengan kuesioner terbuka
c. Check list : yaitu sebuah daftar dimana responden tinggal mebubuhkan tanda cek (v) pada
kolom yang sesuai
Rating skale (skala bertingkat), yaitu sebuah pertanyaan diikuti oleh kolom-kolom yang
menunjukkan tingkatan-tingkatan . Misal mulai dari sangat setuju , setuju, tidak setuju, sangat
tidak setuju.

19. Jelaskan langkah-langkah analisis data, apabila datanya berskala nominal, ordinal,
interval dan rasio.
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menganalisis data berskala nominal yaitu
pertama mengkategorikan data, kedua memberi nama dan ketiga menghitung fakta-fakta dari
obyek yang diteliti. Dimana angka yang diberikan pada obyek hanya mempunyai arti sebagai
label saja dan tidak menunjukkan tingkatan yang berarti. Skala nominal akan menghasilkan data
yang disebut data nominal atau data diskrit, yaitu data yang diperoleh dari mengkategorikan,
memberi nama dan menghitung fakta-fakta dari objek yang diobservasi.
Contoh: Mengkategorikan pegawai pria dan wanita dengan jenis kelamin yaitu
1:Pria; 2:Wanita
Data berskala ordinal adalah skala yang merupakan tingkat ukuran kedua, yang berjenjang
sesuatu yang menjadi lebih atau kurang dari yang lainnya. Ukuran ini digunakan untuk
mengurutkan objek dari yang terendah hingga tertinggi dan sebaliknya yang berarti peneliti
sudah melakukan pengukuran terhadap variable yang diteliti. Langkah-langkah dalam
menganalisis data ini yaitu pertama kita harus mengurutkan data yang ada mulai dari data yang
terkecil sampai terbesar.
Contoh :
w Variable sikap : 3 = setuju, 2 = ragu-ragu/ tidak berpendapat, dan 1= tidak setuju
w Pendidikan (SD, SLTP, SLTA, Perguruan tinggi)
Skala interval merupakan tingkat pengukuran ke tiga, dimana pemberian angka pada set objek
yang memilih sifat ordinal yaitu tingkat pengukuran urutan dari rendah ke tinggi ditambah
dengan satu sifat yang lain, yakni memberikan nilai absolute pada data/ objek yang akan diukur.
Ukuran rasio ini mempunyai nilai nol (0) absolute (tidak ada nilainya).
Contoh :
Variable nilai ujian : A = 86-99, B = 76-85, C = 66-75 D = 56-65
Data berskala rasio merupakan tingkat pengukuran tertinggi, dimana ukuran ini mencakup
semua persyaratan pada ketiga jenis ukuran sebelumnya, ditambah dengan satu sifat yang lain,
yakni ukuran ini memberikan nilai absolute pada data/objek yang akan diukur. Ukuran rasio ini
mempunyai nilai nol (0).
Contoh : Variable nilai ujian dari 0 100
20. Jelaskan perbedaan mendasar dari analisis korelasi, regresi sederhana dan
multivariate! serta kegunaannya?

Regresi

Suatu teknik statistik yang yang digunakan untuk memprediksi probabilitas obyek-obyek yang
menjadi milik dua atau lebih kategori yang benar-benar berbeda yang terdapat dalam satu
variable tergantung didasarkan pada beberapa variable bebas.
Kegunaan
Untuk menganalisis secara bersmaan pengaruh beberapa variable bebas terhadap satu variable
tergantung

Korelasi

Suatu teknik statistik yang digunakan untuk menentukan tingkatan asosiasi linear antara dua
perangkat variable, dimana masing-masing perangkat terdiri dari beberapa variable
kegunaan
Untuk menentukan tingkat hubungan linear dua perangkat beberapa variable

Multivariate

suatu teknik statistik yang digunakan untuk menghitung pengujian signifikansi perbedaan ratarata secara bersamaan antara kelompok untuk dua atau lebih variable tergantung. Teknik ini
bermanfaat untuk menganalisis variable-variabel tergantung lebih dari dua yang berskala
interval atau rasio.
kegunaan
Untuk menentukan apakah terdapat perbedaan signifikan secara statistik pada beberapa variable
yang terjadi secara serentak antara dua tingkatan dalam satu variable

REFERENSI
http://merrysarlita.blogspot.com/2010/10/topik-tema-judul.html
http://bayusumilir.wordpress.com/2010/03/02/persoalan-sosial/
http://anugrahbumi.wordpress.com/2010/05/13/hakikat-masalah-penelitian-cara-menemukandan-merumuskan-sebuah-masalah/
http://sambasalim.com/metode-penelitian/konsep-konstruk-dan-variabel.html
http://jonikriswanto.blogspot.com/2008/10/variabel-penelitian.html

http://adityasetyawan.wordpress.com/2009/10/14/desainrancangan-penelitian-deskriptif-pdfversion/
http://maxdy1412.wordpress.com/2010/05/11/jenis-data-dan-metode-pengumpulan-data/
http://uripsantoso.wordpress.com/2008/04/08/teknik-membuat-kuesioner-tracer-study/
http://www.sentra-edukasi.com/2009/11/cara-wawancara-dengan-baik-benar.html
http://www.azuarjuliandi.com/openarticles/masalahpenelitian.pdf
http://www.infoskripsi.com/Proposal/Proposal-Penelitian-Kualitatif-Skripsi.html
http://azis-artikel.blogspot.com/2009/01/membuat-kerangka-pemikiran.html