Anda di halaman 1dari 3

BAB III

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. Landasan Teori
Kandidiasis adalah penyakit jamur yang disebabkan oleh spesies Candida,
biasanya oleh spesies C. albicans dan dapat mengenai mulut, vagina, kulit, kuku,
atau

bronkus

(7).

Pengobatan

medikamentosa

pada

kandidiasis

dapat

menggunakan pengobatan topikal dan pengobatan sistemik (5).


Umbi bawang putih berefek sangat kuat sebagai antijamur, khususnya C.
albicans dan 9 spesies Candida lain (5). Allicin yang terkandung di minyak atsiri
bawang putih dapat menghambat pertumbuhan C. albicans dengan merusak
membran sel, yaitu dengan menghambat aktivitas enzim jamur yang
menyebabkan infeksi dan gangguan metabolisme, yaitu enzim sistein proteinase
dan enzim alkohol dehidrogenase (24,26). Pada beberapa penelitian, infus bawang
putih terbukti mempunyai efek antijamur terhadap C. albicans (5,15,17,26).
Diketahui, bawang putih secara tunggal dengan konsentrasi 50% memiliki zona
hambat sebesar 23,7 mm (15).
Daun kemangi mengandung bahan aktif antijamur etanol dan minyak atsiri
dengan zat aktif eugenol yang bekerja dengan meningkatkan permeabilitas
membran sel jamur, merusak struktur dan menyebabkan kebocoran ion dan
komponen sel jamur (28). Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa
kandungan kemangi mempunyai sifat antijamur (11,16,19,31,32). Kemangi secara
tunggal dengan konsentrasi 50% memiliki zona hambat sebesar 12,9 mm (16).
Jika dibandingkan dengan ketokonazol, efek yang dihasilkan ketokonazol
lebih tinggi daripada sediaan tunggal umbi bawang putih maupun daun kemangi.
Ketokonazol 2% memiliki zona hambat sebesar 29,7 mm (14).
15

16
Penggunaan dua macam obat serentak pada beberapa keadaan menghasilkan
suatu efek yang tidak dapat dicapai oleh satu macam obat saja. Satu obat dapat
menambah aktivitas antimikroba obat kedua terhadap mikroorganisme spesifik.
Kombinasi obat ini jika memberikan efek antimikroba yang meningkat, maka
disebut dengan efek sinergisme,. yang berarti efek yang ditimbulkan lebih baik
pada sediaan kombinasi daripada obat aktif tunggal (6,7).
Berdasarkan landasan teori di atas, maka didapatkan kerangka konsep
penelitian seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.1.

>

>

>

Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian Daya Hambat Sediaan Tunggal dan
Kombinasi Infus Umbi Bawang Putih (Allium sativum Linn) dan
Daun Kemangi (Ocimum sanctum Linn) terhadap Candida
albicans ATCC 10231 In Vitro
B. Hipotesis
Hipotesis untuk penelitian ini adalah:

17
1. daya hambat sediaan kombinasi infus umbi bawang putih dan daun kemangi
lebih besar daripada sediaan tunggal umbi bawang putih terhadap C. albicans
ATCC 10231 in vitro,
2. daya hambat sediaan kombinasi infus umbi bawang putih dan daun kemangi
lebih besar daripada sediaan tunggal daun kemangi terhadap C. albicans
ATCC 10231 in vitro.