Anda di halaman 1dari 2

BAB VI

PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa simpulan,
yaitu:
1. Zona hambat terkecil pada kultur C. albicans ATCC 10231yang diberi sediaan
tunggal infus umbi bawang putih terdapat pada konsentrasi 5% yaitu sebesar
10,67 mm, dan zona hambat terbesar terdapat pada tiga konsentrasi lainnya
yakni 25%, 50%, dan75% dengan zonahambat yang samayaitu 11,33 mm.
Sedangkan zona hambat terkecil pada kultur C. albicans ATCC 10231 yang
diberi sediaan tunggal infus daun kemangi terdapat pada konsentrasi 25% yaitu
sebesar 10,33 mm, dan zona hambat terbesar terdapat pada konsentrasi 50%
dan 75% yaitu sebesar 11 mm.
2. Zona hambat terkecil pada kultur C. albicans ATCC 10231 yang diberi sedian
kombinasi infus umbi bawang putih dan daun kemangi terdapat pada sediaan
kombinasi umbi bawang putih 75% dan kemangi 50%, yaitu sebesar 10 mm,
sedangkan zona hambat terbesar terdapat pada sediaan kombinasi umbi
bawang putih 5% dan daun kemangi 50% dengan zona hambat sebesar 15 mm.
3. Kombinasi infus umbi bawang putih dan daun kemangi lebih baik daripada
sediaan tunggalnya pada konsentrasi tertentu adalah pada kombinasi infus:
- umbi bawang putih 5% dan daun kemangi 50%
- umbi bawang putih 25% dan daun kemangi 25%
- umbi bawang putih 50% dan daun kemangi 75%
- umbi bawang putih 50% dan daun kemangi 100%
- umbi bawang putih75% dan daun kemangi 75%.

44

45
B. Saran
Diharapkan penelitian ini bisa menjadi bukti ilmiah tentang penggunaan
kombinasi infus umbi bawang putih dan daun kemangi sebagai antijamur terhadap
C. albicans, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif
yakni herbal medicine, dalam mengobati kandidiasis di masyarakat. Selain itu,
juga dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk menemukan interaksi zat aktif dari
umbi bawang putih dan daun kemangi yang bersifat sebagai antijamur.